Selasa, September 1, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 64

Ancaman Penipuan Lewat Kartu Kredit Meningkat, BRI Serukan Waspada!

0

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan perbankan, terutama yang berkaitan dengan penipuan lewat kartu kredit. Peringatan ini disampaikan seiring meningkatnya laporan masyarakat terkait upaya pencurian data pribadi yang dilakukan melalui berbagai pola, mulai dari pesan singkat hingga situs yang menyerupai kanal resmi perbankan. BRI menilai ancaman penipuan lewat kartu kredit perlu menjadi perhatian serius, terutama di tengah tren penggunaan transaksi digital yang makin masif.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa maraknya pemanfaatan layanan non-tunai harus dibarengi peningkatan literasi keamanan digital. Ia menjelaskan bahwa kemudahan transaksi nontunai sering dimanfaatkan oknum untuk menjalankan penipuan lewat kartu kredit, termasuk melalui teknik phishing, skimming, maupun social engineering. Modus-modus ini menyasar informasi pribadi dan data sensitif nasabah.

Dhanny menegaskan bahwa kartu kredit, yang kini menjadi salah satu instrumen pembayaran paling praktis baik di toko offline maupun platform digital, memiliki risiko tersendiri apabila data pemilik tidak dikelola dengan baik. Ia mengingatkan agar pengguna tidak memberikan informasi apa pun terkait nomor kartu, masa berlaku, CVV, dan data sensitif lainnya kepada pihak mana pun.

Penguatan Sistem Keamanan dan Edukasi Nasabah

BRI menekankan bahwa pihak bank tidak pernah meminta informasi rahasia melalui telepon, email, maupun pesan singkat. “BRI tidak pernah meminta data seperti CVV atau OTP dalam kondisi apa pun. Permintaan semacam itu merupakan indikasi kuat adanya upaya penipuan,” ujar Dhanny.

Ia menjelaskan bahwa BRI terus memperkuat sistem keamanan secara bertahap, termasuk validasi data kartu saat aktivasi, notifikasi transaksi secara real time ke perangkat nasabah, serta penerapan PIN untuk penggunaan kartu kredit di mesin EDC. Implementasi OTP untuk transaksi online yang menggunakan sistem 3D Secure juga kini menjadi standar, sehingga memberikan lapisan perlindungan tambahan saat bertransaksi di merchant digital.

Pada sisi teknologi, kartu kredit BRI kini telah dilengkapi verifikasi PIN enam digit khusus untuk transaksi di EDC. Langkah ini disebut memberikan kontrol yang lebih kuat kepada pengguna, sekaligus menutup celah yang sering dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.

Selain penguatan sistem, Dhanny mendorong nasabah untuk tetap proaktif. Ia menekankan pentingnya memantau notifikasi transaksi dan segera bertindak bila muncul aktivitas mencurigakan. BRI meminta nasabah menghubungi Contact BRI 1500017 atau aplikasi BRI Credit Card Mobile jika menerima pemberitahuan mengenai transaksi yang tidak pernah dilakukan.

Sebagai bentuk pencegahan tambahan, BRI juga mengimbau nasabah rutin memperbarui data pribadi, termasuk informasi email, nomor ponsel, alamat pengiriman tagihan, hingga dokumen pendukung seperti NPWP dan slip gaji. Pembaruan ini dinilai penting agar setiap notifikasi keamanan dapat tersampaikan tanpa hambatan.

Ide Boleh Banyak, Tapi Konsistensi Bisnis yang Menentukan Siapa yang Bertahan

Semua orang bisa punya ide cemerlang, tapi tidak semuanya bisa menjalankannya dengan disiplin. Di dunia usaha, fondasi terpenting justru datang dari konsistensi bisnis, bukan sekadar konsep brilian. Banyak pengusaha yang memulai penuh semangat, lalu melambat karena rutinitas terasa membosankan atau tidak langsung menghasilkan. Padahal, konsistensi bisnis adalah bahan bakar utama untuk membuat usaha tetap bergerak. Bahkan bisnis sederhana bisa berkembang jauh kalau pemiliknya punya pola kerja yang stabil. Karena itu, kemampuan menjaga konsistensi bisnis sering menjadi pembeda antara mereka yang berhasil dan mereka yang berhenti di tengah jalan.

Banyak orang terjebak pada kebiasaan terlalu banyak merancang strategi, mencoba hal-hal baru tanpa menyelesaikan yang lama, atau menunda eksekusi karena merasa belum sempurna. Akhirnya, ide hanya jadi wacana yang berulang. Dalam dunia bisnis yang semakin cepat berubah, mentalitas seperti itu bisa bikin usaha lambat berkembang. Sementara mereka yang fokus dan tekun menjalankan langkah kecil setiap hari justru perlahan membangun pijakan yang lebih kuat.

Konsistensi Mengalahkan Ide Besar yang Tidak Pernah Dijalankan

Ada banyak kisah pengusaha yang memulai dengan konsep biasa saja, tapi bisa tumbuh karena eksekusi mereka stabil. Mereka posting rutin, merespons pelanggan dengan cepat, menjaga kualitas produk, mencatat laporan keuangan, dan melakukan evaluasi kecil setiap minggu. Hal-hal sederhana seperti ini sering diabaikan, padahal justru menjadi tulang punggung perkembangan bisnis.

Konsistensi juga membangun kepercayaan. Pelanggan cenderung memilih brand yang “selalu ada”. Bukan yang muncul sebentar lalu hilang. Ketika ritme komunikasi, promosi, dan pelayanan berjalan teratur, pelanggan merasa aman. Ini adalah modal besar yang sering tidak disadari: stabilitas. Brand yang stabil terlihat lebih profesional, lebih serius, dan lebih layak dipercaya.

Sebaliknya, bisnis yang tidak konsisten sering terlihat ragu pada diri sendiri. Posting jarang, respon lambat, proses internal berantakan. Pada akhirnya, bukan karena produk jelek, tapi ritme kerja yang tidak terarah.

Konsistensi adalah Sistem, Bukan Soal Semangat Saja

Banyak pelaku usaha mengira konsistensi adalah soal motivasi harian. Padahal yang lebih penting adalah sistem. Ketika sebuah bisnis memiliki pola yang bisa diulang—seperti jadwal produksi, jam khusus untuk balas chat, ritme konten mingguan, atau evaluasi rutin—maka usaha dapat berjalan meski pemiliknya sedang tidak seratus persen. Sistem kecil seperti ini justru menciptakan keberlanjutan.

Dari sistem yang teratur, muncul ritme. Dari ritme, muncul momentum. Momentum inilah yang akhirnya membawa bisnis berkembang. Kamu mungkin tidak menyadari dampaknya hari ini, tapi di bulan keenam atau tahun pertama, hasilnya akan terasa. Sementara mereka yang tidak membangun sistem akan terus merasa seperti memulai dari awal setiap kali ingin bergerak.

Selain itu, konsistensi menciptakan kejelasan arah. Ketika kamu terbiasa mengeksekusi hal yang sama secara rutin, intuisi bisnis akan semakin tajam. Kamu jadi lebih cepat membaca pola pasar, memahami perilaku pelanggan, dan melihat peluang yang tidak terlihat sebelumnya.

Isu Hoaks BSU 2026 Beredar Luas, Kemnaker Pastikan Belum Ada Kebijakan Resmi

0

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap maraknya hoaks BSU 2026 yang beredar di berbagai kanal digital. Informasi palsu tersebut umumnya mencatut nama Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) dan menyertakan tautan pendaftaran yang tidak berasal dari sumber resmi pemerintah. Kondisi ini dinilai berpotensi menyesatkan sekaligus membuka celah penipuan yang merugikan publik.

Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, menyampaikan bahwa klarifikasi ini perlu disampaikan menyusul meningkatnya unggahan di media sosial, pesan berantai, hingga pemberitaan tidak valid yang mengaitkan BSU dengan proses pendaftaran tertentu. Menurutnya, penyebaran hoaks BSU 2026 telah memicu kebingungan, khususnya di kalangan pekerja yang menantikan keberlanjutan program bantuan pemerintah.

Faried menegaskan, masyarakat tidak seharusnya langsung mempercayai informasi yang mengatasnamakan BSU, apalagi jika diarahkan untuk mengisi data pribadi melalui tautan tertentu. Ia mengingatkan bahwa dalam pelaksanaan BSU sebelumnya, tidak pernah ada mekanisme pendaftaran mandiri oleh calon penerima.

“Perlu kami tegaskan bahwa informasi pendaftaran BSU melalui tautan tertentu adalah tidak benar. Program BSU tidak mengharuskan pendaftaran mandiri oleh pekerja,” ujar Faried dalam keterangannya, Rabu.

Kemnaker Tegaskan Belum Ada Kebijakan Resmi BSU 2026

Lebih lanjut, Faried menekankan bahwa hingga saat ini Kemnaker belum mengeluarkan kebijakan apa pun terkait penyaluran BSU pada tahun 2026. Dengan demikian, seluruh informasi yang beredar mengenai jadwal, syarat, maupun pendaftaran BSU 2026 dapat dipastikan belum memiliki dasar resmi.

“Perlu kami sampaikan bahwa sampai sekarang belum ada informasi resmi terkait BSU tahun 2026. Jika ke depan terdapat kebijakan baru, Kemnaker akan menyampaikannya secara terbuka melalui kanal resmi,” tegasnya.

Sebagai pengingat, penyaluran BSU terakhir dilaksanakan pada 2025. Pada periode tersebut, bantuan disalurkan kepada 16.048.472 pekerja dan buruh yang memenuhi kriteria sesuai ketentuan pemerintah. Penyaluran itu dilakukan tanpa proses pendaftaran terbuka, melainkan melalui pendataan yang terintegrasi dengan data ketenagakerjaan.

Kemnaker juga kembali mengingatkan bahwa informasi resmi terkait BSU hanya dapat diakses melalui laman bsu.kemnaker.go.id serta akun media sosial resmi Kementerian Ketenagakerjaan. Di luar saluran tersebut, masyarakat diminta untuk bersikap kritis dan tidak mudah terpengaruh, terutama terhadap informasi yang berpotensi merupakan hoaks BSU 2026.

Selain melakukan klarifikasi, Kemnaker mengajak masyarakat untuk berperan aktif memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kembali. Masyarakat juga diimbau melaporkan jika menemukan indikasi penipuan yang mengatasnamakan program BSU, agar tidak semakin banyak pihak yang dirugikan.

Swasembada Jagung Tercapai, Pemerintah Tutup Keran Impor 2026

0

Indonesia menutup tahun 2025 dengan catatan positif di sektor pangan strategis. Capaian ini terlihat dari kondisi Swasembada Jagung yang semakin nyata, seiring produksi nasional yang mampu melampaui kebutuhan konsumsi dalam negeri. Pembaruan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang 2025 mencapai 16,11 juta ton, mencerminkan penguatan kapasitas produksi petani nasional.

Di sisi lain, kebutuhan jagung pipilan kering (JPK) dengan kadar air 14 persen selama 2025 berada di kisaran 15,64 juta ton. Dengan produksi yang lebih tinggi dibanding konsumsi, Indonesia mencatat surplus sekitar 470 ribu ton. Surplus ini menjadi indikator penting bahwa ketahanan pasokan jagung nasional berada dalam kondisi terkendali.

Kelebihan pasokan tersebut turut berdampak pada pembentukan stok akhir tahun yang cukup kuat. Berdasarkan proyeksi Neraca Pangan Nasional yang disusun Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama kementerian dan lembaga terkait, stok carry over dari 2025 ke 2026 diperkirakan mencapai 4,5 juta ton. Jumlah ini setara dengan hampir tiga bulan kebutuhan nasional, dengan rata-rata kebutuhan bulanan sekitar 1,4 juta ton.

Kondisi stok yang solid ini memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas pasokan jagung, sekaligus memberikan ruang bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan jangka menengah secara lebih terukur.

Stok Kuat Jadi Dasar Kebijakan Tanpa Impor

Ketersediaan stok yang aman menjadi pijakan utama pemerintah dalam menentukan arah kebijakan jagung pada 2026. Salah satu keputusan strategis yang diambil adalah tidak membuka keran impor jagung sepanjang tahun depan. Pemerintah menilai produksi dalam negeri sudah mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan nasional, baik untuk pakan ternak, benih, maupun konsumsi rumah tangga.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa keseimbangan antara produksi, kebutuhan, dan stok nasional berada dalam kondisi yang sangat baik. Dengan kondisi tersebut, pemerintah sepakat tidak perlu melakukan impor jagung pada 2026. Keputusan ini sekaligus mencerminkan kepercayaan terhadap kekuatan produksi domestik.

Menurut Ketut, produksi jagung nasional pada 2026 diproyeksikan meningkat hingga sekitar 18 juta ton. Tambahan produksi ini diharapkan menjadi penopang utama pemenuhan kebutuhan dalam negeri sepanjang tahun, sekaligus menjaga kesinambungan stok nasional. Dengan proyeksi tersebut, stok akhir 2026 diperkirakan tetap berada di kisaran 4,5 juta ton, sehingga stabilitas pasokan dan harga dapat terus terjaga.

Lebih jauh, kondisi Swasembada Jagung juga membuka peluang ekspor. Pada 2026, Indonesia diperkirakan mampu mengekspor jagung sekitar 52,9 ribu ton tanpa mengganggu kebutuhan domestik. Peluang ini muncul seiring peningkatan kualitas hasil panen dan produktivitas petani di berbagai sentra produksi.

Pemerintah memastikan penyerapan hasil panen petani berjalan optimal agar tidak terjadi penumpukan di tingkat lapangan. Dengan mekanisme distribusi yang terjaga, pasar diharapkan tetap berjalan wajar dan memberikan kepastian harga bagi petani.

Ketut menilai capaian ini merupakan hasil kerja keras petani yang didukung kebijakan pemerintah secara konsisten. Produksi jagung nasional dinilai semakin solid dari tahun ke tahun, sekaligus memperkuat fondasi Swasembada Jagung yang berkelanjutan.

Sektor Properti Dapat Angin Segar, Program Beli Rumah Bebas PPN Diperpanjang

0

Kabar baik bagi masyarakat yang berencana Beli Rumah Bebas PPN pada tahun depan. Pemerintah resmi memperpanjang fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian properti sepanjang 2026. Kebijakan ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk Beli Rumah Bebas PPN sekaligus mendorong geliat sektor properti nasional yang memiliki efek berantai terhadap perekonomian. Dengan skema ini, masyarakat yang ingin Beli Rumah Bebas PPN dapat menikmati keringanan pajak signifikan tanpa tambahan beban biaya PPN.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 90 Tahun 2025 yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam aturan itu dijelaskan, PPN ditanggung pemerintah sebesar 100 persen dari PPN terutang atas bagian harga jual hingga Rp2 miliar untuk rumah tapak maupun satuan rumah susun, dengan batas harga jual maksimal Rp5 miliar.

Artinya, pembelian hunian dengan nilai tertentu tidak lagi dibebani PPN sepanjang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Insentif ini berlaku untuk rumah tapak dan rumah susun yang penyerahannya dilakukan selama masa pajak Januari hingga Desember 2026.

Skema Insentif PPN DTP dan Ketentuannya di 2026

Kebijakan PPN DTP sejatinya bukan hal baru. Pemerintah telah mengimplementasikan skema serupa sejak 2023 sebagai bagian dari stimulus pemulihan ekonomi. Pada 2025, insentif PPN DTP sempat dibagi dalam dua periode, yakni 100 persen pada semester pertama dan 50 persen pada semester kedua. Namun, melihat respons pasar yang positif, pemerintah memutuskan memperpanjang insentif penuh hingga akhir 2025.

Melalui PMK terbaru, pemerintah memastikan keberlanjutan insentif tersebut sepanjang 2026. Bahkan, sebelumnya Menteri Keuangan telah menyampaikan wacana perpanjangan fasilitas PPN DTP hingga 31 Desember 2027 sebagai bagian dari strategi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Menariknya, masyarakat yang sebelumnya telah memanfaatkan fasilitas PPN DTP pada periode insentif sebelumnya tetap diperbolehkan kembali menggunakan fasilitas serupa untuk pembelian rumah lain pada 2026. Kebijakan ini dinilai memberi fleksibilitas bagi konsumen, baik untuk kebutuhan hunian maupun investasi properti.

Namun demikian, pemerintah juga memberikan batasan tegas. Apabila transaksi pembelian rumah dilakukan sebelum 1 Januari 2026 dan kemudian dibatalkan, maka fasilitas PPN DTP tidak dapat diterapkan kembali untuk unit rumah yang sama. Ketentuan ini dimaksudkan untuk menjaga kepastian hukum serta mencegah potensi penyalahgunaan insentif pajak.

PMK Nomor 90 Tahun 2025 ditetapkan pada 18 Desember 2025 dan diundangkan pada 31 Desember 2025. Kebijakan ini efektif berlaku mulai 1 Januari 2026 dan menjadi bagian dari Paket Ekonomi 2025–2026 yang dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat sektor properti, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Empat IKM Bali Ikuti Program MANTRA untuk Perkuat Sektor Fesyen dan Kriya

0

Kementerian Perindustrian terus memperkuat fondasi manajemen usaha industri kecil dan menengah (IKM), khususnya di sektor Fesyen dan Kriya, agar mampu tumbuh berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan industri. Upaya tersebut dilakukan melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) yang menggandeng Business & Export Development Organization (BEDO) dalam penyelenggaraan Program Manajemen, Akselerasi, dan Transformasi atau MANTRA Bali.

Program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing IKM Fesyen dan Kriya melalui penerapan praktik manajemen usaha yang bertanggung jawab, kolaboratif, dan berbasis metode ILO-SCORE. Pendekatan tersebut menitikberatkan pada perbaikan sistem kerja, efisiensi proses produksi, serta penguatan hubungan kerja di lingkungan usaha.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pembenahan manajemen menjadi kunci utama dalam mendorong transformasi IKM nasional. Menurutnya, peningkatan kinerja usaha tidak hanya bergantung pada kemampuan produksi atau kualitas produk semata, tetapi juga pada tata kelola yang rapi, efisien, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

“Program MANTRA menjadi salah satu instrumen penting Kementerian Perindustrian untuk memperkuat kapasitas manajerial IKM. Dengan manajemen yang lebih baik, pelaku usaha di sektor Fesyen dan Kriya dapat mengelola sumber daya secara efektif serta meningkatkan daya saing produknya,” ujar Agus dalam keterangannya, Selasa (6/1).

Program MANTRA Bali dilaksanakan selama periode 12 November hingga 12 Desember 2025. Rangkaian kegiatannya mencakup sosialisasi dan kick-off program, proses kurasi peserta, pembelajaran di kelas, kunjungan industri, pendampingan langsung di lokasi usaha, hingga sesi presentasi akhir sebagai bentuk evaluasi capaian program.

Pendekatan Manajerial Dorong Produktivitas IKM

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas IKM harus dimulai dari pembenahan sistem manajemen dan pola kerja di tingkat usaha. Menurutnya, MANTRA Bali menjadi contoh konkret bagaimana transformasi manajerial dapat mendorong efisiensi dan kinerja usaha secara menyeluruh.

“Penataan manajemen produksi, penguatan disiplin kerja, serta kolaborasi yang sehat antara manajemen dan pekerja terbukti mampu meningkatkan produktivitas. Transformasi cara kerja ini penting agar IKM Fesyen dan Kriya semakin adaptif dan berdaya saing,” kata Reni.

Sebanyak empat IKM terpilih mengikuti Program MANTRA Bali, yaitu Geokraft dari Kota Denpasar, Amod Bali dan Jaya Dewata dari Kabupaten Gianyar, serta TB Shop dari Kabupaten Badung. Keempat pelaku usaha tersebut menjalankan perbaikan bertahap yang disesuaikan dengan kondisi awal masing-masing unit usaha.

Geokraft memperkuat pengendalian produksi melalui penerapan papan monitoring pesanan, penataan sistem pengarsipan pola, serta pengelompokan material sisa produksi. Langkah ini membantu meningkatkan keteraturan proses kerja dan efisiensi produksi.

Amod Bali membangun sistem pemantauan progres produksi berbasis timeline yang transparan, disertai penataan dan pelabelan material kerja. Upaya tersebut dinilai mampu meningkatkan koordinasi tim sekaligus menjaga ketertiban area produksi.

Sementara itu, Jaya Dewata mulai memperhatikan aspek keselamatan dan keteraturan kerja dengan menyediakan sarana P3K serta pelabelan bahan baku. Adapun TB Shop melakukan penataan dan pelabelan area kerja untuk memperjelas alur produksi dan memudahkan pengawasan.

Kemenperin berharap, praktik-praktik manajemen yang diterapkan melalui Program MANTRA dapat menjadi fondasi jangka panjang bagi penguatan daya saing IKM Fesyen dan Kriya, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor tersebut secara berkelanjutan.

Kenapa Banyak Orang Mulai Mendapat Uang dari Telegram? Ini Penjelasannya

Telegram sering dianggap hanya sebagai aplikasi chatting alternatif. Padahal, di balik tampilannya yang sederhana, banyak orang mulai melirik Telegram sebagai ladang cuan. Pertanyaannya, Mendapat uang dari telegram itu benar-benar bisa atau cuma mitos belaka? Jawabannya: bisa, asal paham cara mainnya. Bahkan, bagi pebisnis digital, Mendapat uang dari telegram justru dinilai lebih fleksibel dibanding beberapa platform media sosial lain. Tidak heran kalau sekarang semakin banyak kreator, pelaku UMKM, sampai investor digital yang serius mencoba Mendapat uang dari telegram sebagai sumber penghasilan tambahan, bahkan utama.

Berbeda dengan platform lain yang penuh algoritma dan perubahan aturan, Telegram cenderung stabil. Konten yang dikirim ke channel atau grup hampir pasti sampai ke audiens. Inilah yang membuat Telegram menarik untuk dimonetisasi. Namun tentu saja, cuan di Telegram tidak datang secara instan. Dibutuhkan strategi, konsistensi, dan pemahaman pasar.

Kenapa Telegram Menarik untuk Cari Penghasilan?

Salah satu keunggulan Telegram adalah kontrol penuh atas audiens. Saat seseorang bergabung ke channel, konten yang dibagikan tidak tenggelam seperti di media sosial lain. Ini menjadi nilai plus bagi siapa pun yang ingin membangun komunitas atau personal branding.

Telegram juga mendukung berbagai format monetisasi. Mulai dari channel gratis yang diarahkan ke produk tertentu, hingga channel premium berbayar. Bahkan, banyak pebisnis digital memanfaatkan bot Telegram untuk otomatisasi penjualan, customer service, sampai membership.

Selain itu, Telegram relatif minim distraksi. Tidak ada iklan berseliweran seperti di platform lain. Artinya, fokus audiens lebih terjaga. Kondisi ini sangat ideal untuk edukasi, promosi produk digital, hingga penawaran jasa profesional.

Cara Realistis Mendapat Uang dari Telegram

Ada beberapa cara yang terbukti efektif untuk menghasilkan uang lewat Telegram, tanpa harus melakukan hal abu-abu atau skema tidak jelas.

Pertama, membangun channel niche. Channel dengan topik spesifik seperti bisnis, kripto, saham, properti, atau self-development cenderung punya audiens loyal. Dari sini, monetisasi bisa dilakukan lewat afiliasi, jual e-book, kelas online, atau konsultasi.

Kedua, channel premium. Banyak orang bersedia membayar akses informasi yang dianggap bernilai. Misalnya, insight market, sinyal trading, atau materi eksklusif. Kuncinya adalah konsistensi dan kredibilitas. Jika kontennya asal-asalan, subscriber tidak akan bertahan lama.

Ketiga, jasa promosi. Channel Telegram dengan anggota aktif sering dimanfaatkan brand atau UMKM untuk promosi. Tarifnya bervariasi, tergantung jumlah subscriber dan tingkat engagement. Ini salah satu cara paling umum bagi admin channel besar untuk meraup cuan.

Keempat, bot dan otomasi. Beberapa pelaku digital membuat bot berbayar atau sistem langganan berbasis Telegram. Model ini banyak dipakai untuk tools sederhana, reminder premium, atau sistem notifikasi khusus.

Hal yang Perlu Diwaspadai Saat Cari Cuan di Telegram

Meski peluangnya besar, Telegram juga penuh jebakan. Banyak orang tergiur janji cuan cepat tanpa usaha. Skema semacam ini biasanya berumur pendek dan berisiko merusak reputasi.

Fokuslah pada value. Jika ingin serius menjadikan Telegram sebagai sumber penghasilan, bangun kepercayaan terlebih dahulu. Jangan terlalu agresif menjual. Audiens Telegram cenderung kritis dan cepat meninggalkan channel yang terasa “jualan terus”.

Selain itu, penting untuk memahami aturan. Meski Telegram tergolong bebas, tetap ada batas etika dan hukum. Hindari konten ilegal, penipuan, atau klaim berlebihan yang tidak bisa dibuktikan.

Trump Sebut Minyak Venezuela Peluang Besar, Namun Pemulihan Dinilai Tak Mudah

0

Beberapa jam setelah Presiden Venezuela Nicolás Maduro bersama istrinya dilaporkan ditangkap, pernyataan kontroversial datang dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Di hadapan awak media, Trump menyampaikan pandangannya mengenai masa depan Venezuela, dengan menyoroti secara khusus potensi minyak Venezuela yang selama ini menjadi salah satu cadangan energi terbesar dunia.

Trump secara terbuka menyebut AS siap mengambil peran dalam “mengelola” Venezuela hingga proses transisi politik berlangsung. Dalam pernyataan yang sama, ia menegaskan bahwa cadangan minyak Venezuela akan dimanfaatkan dan dipasarkan ke negara lain. Menurut Trump, langkah tersebut tidak hanya bersifat strategis, tetapi juga menguntungkan secara ekonomi.

Ia menggambarkan rencana itu sebagai peluang besar bagi perusahaan energi asal AS. Trump menyebut sejumlah raksasa minyak Amerika bersedia mengucurkan investasi bernilai miliaran dolar guna memulihkan infrastruktur energi Venezuela yang selama bertahun-tahun mengalami kemunduran. Ia bahkan mengeklaim kehadiran AS tidak akan membebani anggaran negara, karena seluruh biaya dapat ditutup dari pendapatan sektor minyak.

Pernyataan tersebut muncul di tengah kondisi industri energi Venezuela yang masih tertekan. Meski memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, negara itu berada di bawah sanksi ketat AS. Akibatnya, aktivitas produksi dan ekspor minyak berjalan jauh di bawah kapasitas optimal. Dari perusahaan energi AS, hanya Chevron yang masih tercatat beroperasi secara terbatas di Venezuela.

Ambisi Menghidupkan Kembali Industri Minyak

Trump menegaskan ambisinya untuk menghidupkan kembali industri energi negara Amerika Selatan tersebut. Ia menyebut ingin membuat produksi minyak kembali meningkat agar mampu memasok pasar internasional. Namun, sejumlah analis menilai target tersebut tidak mudah diwujudkan dalam waktu singkat.

Kondisi infrastruktur yang rusak, minimnya investasi, serta keterbatasan teknologi menjadi tantangan utama. Analis energi dari Third Bridge, Peter McNally, menyebut bahwa industri minyak Venezuela membutuhkan dana puluhan miliar dolar untuk dapat kembali beroperasi secara normal. Pernyataan itu mempertegas bahwa potensi minyak Venezuela besar, tetapi pemulihannya memerlukan proses panjang.

Meski demikian, peringatan para analis tidak mengubah sikap Trump. Ia kembali menegaskan keinginannya untuk memanfaatkan minyak Venezuela, bahkan menyatakan bahwa sumber daya tersebut seharusnya sudah lama dimanfaatkan secara maksimal.

Sementara itu, pelaku industri justru mengambil sikap lebih berhati-hati. Chevron menegaskan fokusnya saat ini adalah keselamatan karyawan dan kepatuhan terhadap regulasi. Perusahaan tersebut menyatakan akan terus beroperasi sesuai hukum yang berlaku. Sikap serupa juga disampaikan ConocoPhillips, yang menilai masih terlalu dini untuk membicarakan rencana investasi baru di Venezuela.

Kepentingan Energi AS dan Minyak Berat Venezuela

Pernyataan Trump juga berkaitan erat dengan persoalan struktural di sektor energi AS. Meski menjadi produsen minyak terbesar dunia, sebagian besar minyak AS berjenis ringan. Sementara itu, kilang-kilang di negara tersebut justru dirancang untuk mengolah minyak mentah berat.

Mengubah fasilitas kilang agar mampu memproses minyak ringan membutuhkan investasi besar dan belum menjadi prioritas. Kondisi ini membuat AS tetap bergantung pada impor minyak berat, meskipun produksinya melimpah. Dalam konteks ini, minyak Venezuela menjadi sangat strategis karena karakteristiknya sesuai dengan kebutuhan kilang di AS, khususnya di Texas dan Louisiana.

Data Energy Institute menunjukkan Venezuela menguasai sekitar 17 persen cadangan minyak global, setara lebih dari 300 miliar barel. Namun, produksi minyak negara itu terus merosot tajam. Dari puncaknya pada dekade 1970-an yang mencapai 3,5 juta barel per hari, produksi kini turun menjadi sekitar 1,1 juta barel per hari.

Korupsi, keterbatasan pendanaan, serta sanksi internasional dinilai menjadi faktor utama yang menghambat pemanfaatan cadangan tersebut. Mayoritas cadangan minyak Venezuela berada di wilayah Orinoco dan berbentuk minyak mentah berat. Meski biaya produksinya relatif tinggi, teknologi yang dibutuhkan tidak terlalu kompleks.

Dengan kondisi tersebut, banyak analis menilai bahwa meskipun ada dorongan politik kuat dari AS, upaya mengembalikan kejayaan industri minyak Venezuela masih akan menghadapi jalan panjang dan penuh tantangan.

IKM Alas Kaki Dihadapkan pada Tantangan Global, Pemerintah Siapkan Strategi Penguatan

0

Kementerian Perindustrian terus mendorong penguatan daya saing IKM Alas Kaki di berbagai daerah, seiring dengan tekanan ekonomi global dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA), sejumlah program pembinaan digulirkan untuk memastikan pelaku IKM Alas Kaki mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, baik di dalam negeri maupun di pasar ekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, tantangan yang dihadapi sentra industri kecil dan menengah masih bersifat mendasar. Mulai dari keterbatasan akses pembiayaan, lemahnya manajemen usaha, hingga rendahnya inovasi produk menjadi persoalan yang kerap muncul. Di saat yang sama, derasnya arus produk impor serta perubahan tren konsumen menuntut pelaku IKM untuk bergerak lebih adaptif.

Menurut Agus, kondisi tersebut juga dirasakan oleh sentra IKM Alas Kaki yang tersebar di sejumlah wilayah. Tanpa penguatan kapasitas dan pendampingan berkelanjutan, sentra-sentra tersebut berpotensi tertinggal dalam persaingan yang semakin dinamis.

Salah satu contoh yang menjadi perhatian adalah sentra IKM Alas Kaki di Ciomas, Kabupaten Bogor. Kawasan ini sempat dikunjungi Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita pada September 2025. Dari hasil dialog dengan para perajin, terungkap bahwa perubahan perilaku konsumen pascapandemi Covid-19 cukup berdampak terhadap kinerja usaha, terutama dalam hal penurunan permintaan dan pergeseran preferensi pasar.

Selain itu, persoalan regenerasi perajin juga mencuat. Reni menyebut, sebagian besar pelaku usaha di sentra tersebut masih didominasi generasi senior yang belum sepenuhnya menguasai pendekatan bisnis modern. Kondisi ini membuat keterlibatan generasi muda menjadi semakin penting, terutama untuk menjawab tantangan digitalisasi dan inovasi produk.

Penguatan Kapasitas Jadi Kunci Daya Saing Sentra Alas Kaki

Di tengah tantangan tersebut, industri alas kaki nasional sebenarnya menunjukkan kinerja yang cukup menjanjikan. Data Badan Pusat Statistik yang diolah Kemenperin mencatat, industri alas kaki bersama industri kulit tumbuh 8,31 persen secara tahunan pada triwulan II 2025. Pertumbuhan juga berlanjut secara kuartalan pada triwulan III 2025 sebesar 0,72 persen.

Dari sisi investasi, sektor alas kaki membukukan nilai lebih dari Rp18 triliun sepanjang Januari hingga September 2025. Kinerja ekspor pun memperlihatkan tren positif, dengan pertumbuhan mencapai 11,89 persen pada periode Januari hingga Agustus 2025. Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu eksportir alas kaki terbesar dunia, berada di peringkat keenam global.

Reni Yanita menegaskan, kontribusi sentra IKM Alas Kaki memiliki peran signifikan dalam menopang capaian tersebut. Namun demikian, optimalisasi peran sentra masih memerlukan intervensi kebijakan yang tepat sasaran agar pertumbuhan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Sebagai langkah konkret, Ditjen IKMA menggandeng Direktorat IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan (IKM KSK), Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI), serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor untuk melaksanakan berbagai program pembinaan di sentra Ciomas.

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menjelaskan, sepanjang akhir 2025 telah dilaksanakan tiga kegiatan utama. Program tersebut meliputi peningkatan literasi digital, bimbingan teknis produksi, serta pendampingan usaha oleh mentor dari perguruan tinggi. Sebanyak 14 perajin perwakilan sentra ikut terlibat dalam program tersebut.

Menurut Budi, pembinaan ini diarahkan agar perajin semakin memahami strategi pemasaran digital, mampu mengikuti tren desain alas kaki terkini, serta memiliki kemampuan pengelolaan usaha yang lebih efisien. Dengan penguatan tersebut, sentra IKM Alas Kaki diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk sekaligus memperluas akses pasar secara berkelanjutan.

Reksa Dana Pasar Uang, Alternatif Tabungan dengan Potensi Hasil Lebih Baik

Bicara soal investasi, banyak orang masih menganggap dunia ini rumit, penuh risiko, dan hanya cocok untuk mereka yang sudah berpengalaman. Padahal, ada instrumen yang relatif sederhana dan ramah untuk pemula, salah satunya Reksa Dana Pasar Uang. Reksa Dana Pasar Uang sering jadi pilihan awal karena risikonya cenderung lebih rendah dan pergerakan nilainya lebih stabil. Buat yang baru mulai belajar mengelola keuangan, Reksa Dana Pasar Uang bisa menjadi pintu masuk sebelum melangkah ke instrumen yang lebih agresif.

Secara sederhana, Reksa Dana Pasar Uang adalah produk investasi yang menempatkan dana investor ke instrumen pasar uang jangka pendek. Biasanya, dana ini dialokasikan ke deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), atau surat utang dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun. Karena sifat instrumennya jangka pendek, fluktuasi nilainya relatif kecil dibanding reksa dana saham atau campuran.

Instrumen ini dikelola oleh manajer investasi profesional. Artinya, investor tidak perlu repot memilih sendiri ke mana uangnya akan ditempatkan. Cukup membeli produk reksa dana, lalu pengelolaan sepenuhnya dilakukan oleh pihak yang sudah berpengalaman di pasar keuangan.

Salah satu alasan mengapa Reksa Dana Pasar Uang populer adalah likuiditasnya. Dana bisa dicairkan kapan saja tanpa harus menunggu jatuh tempo panjang. Ini membuatnya cocok untuk kebutuhan dana darurat, parkir dana sementara, atau bagi yang ingin hasil lebih baik dibanding tabungan biasa tanpa harus mengambil risiko besar.

Cara Kerja dan Keunggulan Reksa Dana Pasar Uang

Cara kerja Reksa Dana Pasar Uang sebenarnya cukup sederhana. Investor menyetorkan dana, lalu manajer investasi mengelola dana tersebut ke berbagai instrumen pasar uang. Hasil pengelolaan ini akan tercermin pada Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang biasanya bergerak naik secara bertahap.

Dari sisi keunggulan, ada beberapa poin yang membuat instrumen ini menarik. Pertama, risiko relatif rendah. Karena tidak terpapar langsung pada fluktuasi saham, nilainya cenderung stabil. Kedua, modal awal terjangkau. Banyak produk Reksa Dana Pasar Uang yang bisa dibeli mulai dari puluhan ribu rupiah, sehingga sangat ramah bagi investor pemula.

Ketiga, fleksibilitas tinggi. Dana bisa dicairkan kapan saja tanpa penalti. Hal ini berbeda dengan deposito berjangka yang mengharuskan dana disimpan hingga periode tertentu. Keempat, transparansi. Investor bisa memantau kinerja dan komposisi portofolio secara berkala melalui laporan resmi.

Namun, penting juga memahami bahwa meskipun risikonya lebih rendah, Reksa Dana Pasar Uang bukan berarti tanpa risiko sama sekali. Potensi imbal hasilnya juga tidak setinggi reksa dana saham. Instrumen ini lebih cocok bagi yang mengutamakan keamanan dan kestabilan daripada pertumbuhan agresif.

Dalam konteks perencanaan keuangan, Reksa Dana Pasar Uang sering digunakan sebagai tempat menyimpan dana jangka pendek. Misalnya, dana untuk rencana liburan, biaya pendidikan dalam waktu dekat, atau cadangan kas bagi pelaku bisnis yang ingin uangnya tetap produktif tanpa mengganggu likuiditas.