Kamis, Mei 7, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 64

Usaha Rumahan Bisa Go Nasional, Ini Strategi yang Harus Dicoba!

Banyak orang memulai usaha rumahan dari sesuatu yang sederhana, entah itu menjual kue, kerajinan tangan, atau produk fashion kecil-kecilan. Menariknya, usaha rumahan kini tak lagi dipandang sebelah mata karena sudah terbukti bisa berkembang menjadi bisnis besar dengan omzet jutaan bahkan miliaran. Tantangannya, bagaimana membawa usaha ini ke level berikutnya tanpa kehilangan arah?

Penting untuk dipahami bahwa usaha rumahan bukan sekadar aktivitas sampingan. Dengan strategi yang tepat, usaha kecil bisa berubah menjadi brand yang kuat, dikenal luas, dan memiliki pasar yang loyal. Maka, perlu langkah konkret agar bisnis tidak jalan di tempat.

Strategi Mengembangkan Usaha Rumahan agar Naik Level

Ada beberapa langkah yang bisa diterapkan pemilik bisnis rumahan agar bisa berkembang lebih jauh:

1. Perkuat Identitas Brand
Meskipun dimulai dari rumah, branding tetap krusial. Nama, logo, hingga kemasan produk perlu dirancang agar memberi kesan profesional. Konsumen cenderung lebih percaya pada usaha yang terlihat serius.

2. Manfaatkan Digital Marketing
Era sekarang, promosi lewat media sosial dan marketplace menjadi kunci. Instagram, TikTok, hingga WhatsApp Business bisa dipakai untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Konten menarik dapat meningkatkan engagement sekaligus memperluas pasar.

3. Atur Keuangan dengan Rapi
Banyak usaha rumahan gagal berkembang karena keuangan bercampur dengan kebutuhan pribadi. Catat pemasukan, pengeluaran, dan laba dengan disiplin. Kalau perlu, gunakan aplikasi keuangan sederhana untuk mempermudah pencatatan.

4. Perluas Jaringan dan Kolaborasi
Jangan hanya mengandalkan circle terdekat. Ikut komunitas, pameran, atau kolaborasi dengan bisnis lain bisa membuka peluang baru. Misalnya, produsen kue bisa kerja sama dengan kafe kecil untuk menitipkan produk.

5. Tingkatkan Kualitas Produk dan Layanan
Setiap usaha yang berkembang pasti ditopang oleh kualitas. Pastikan produk selalu konsisten, bahkan lebih baik dari waktu ke waktu. Selain itu, layanan ramah dan responsif membuat pelanggan betah untuk kembali membeli.

6. Siap Ekspansi Secara Bertahap
Kalau pasar lokal sudah kuat, mulailah mencoba pasar yang lebih luas, baik lewat platform online maupun reseller di daerah lain. Ekspansi jangan terburu-buru, tapi harus disiapkan dengan matang agar tetap stabil.

Usaha Rumahan Bisa Jadi Pondasi Bisnis Besar

Pada akhirnya, usaha rumahan bukan hanya cara mencari penghasilan tambahan, tetapi juga bisa jadi pondasi menuju bisnis yang lebih mapan. Banyak brand besar hari ini dimulai dari garasi atau dapur rumah, membuktikan bahwa asal ada konsistensi dan strategi tepat, pertumbuhan bukan hal mustahil.

Kuncinya ada pada keberanian untuk berinovasi, menjaga kualitas, dan memanfaatkan teknologi digital. Dengan langkah terukur, usaha kecil bisa naik level dan bersaing dengan bisnis besar sekalipun.

Dari Pupuk hingga Kapal, Indonesia dan Rusia Mantapkan Kerja Sama Industri

0

Kerja sama Indonesia dan Rusia kembali mendapat sorotan internasional setelah kedua negara menegaskan komitmen untuk memperdalam hubungan strategis di berbagai sektor. Bukan hanya pada bidang politik dan sosial budaya, kemitraan ini juga mencakup sektor ekonomi dan industri yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kedua belah pihak. Penekanan khusus diberikan pada peluang industri strategis yang bisa memberi dampak jangka panjang.

Langkah ini mengemuka dalam ajang BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2025 yang berlangsung di Xiamen, Tiongkok, pada 15–17 September 2025. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza bersama jajaran Kementerian Perindustrian, sementara Rusia diwakili oleh Vice Minister of Industry and Trade, Aleksei Vladimirovich Gruzdev.

Industri Strategis Jadi Sorotan

Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua negara membahas finalisasi sejumlah nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah disepakati. Salah satu fokus utama adalah industri perkapalan yang dianggap penting untuk memperkuat konektivitas maritim Indonesia. Selain itu, juga dibicarakan peluang investasi di bidang infrastruktur yang dapat mendukung sektor industri, mulai dari pembangunan nuclear power plant, jaringan rel kereta api, hingga produksi gas untuk kebutuhan industri dalam negeri.

“Dalam diskusi turut dibahas juga potensi kerja sama di sektor aluminium serta pengembangan kawasan industri. Kolaborasi ini diharapkan bukan hanya memperkuat kapasitas industri nasional, tetapi juga berkontribusi pada ekosistem industri global yang inklusif,” ujar Faisol dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (17/9).

Selain industri berat, kerja sama Indonesia dan Rusia juga menyentuh sektor pangan. Rusia melalui perusahaan besar seperti Uralchem, Uralkali, dan PhosAgro menyatakan komitmen untuk meningkatkan pasokan pupuk ke Indonesia. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong produktivitas pertanian nasional.

Tak berhenti di sana, sektor farmasi dan peralatan medis juga masuk dalam agenda pembahasan. Indonesia menekankan pentingnya transfer teknologi dan pembentukan joint venture dengan perusahaan Rusia untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri. Kerja sama ini dipandang strategis guna memperkenalkan produk inovatif serta memperluas investasi di bidang kesehatan.

Menuju INNOPROM 2026 dan Kolaborasi Lanjutan

Sebagai bentuk keseriusan, Indonesia juga menyatakan kesiapannya menjadi Partner Country dalam ajang INNOPROM 2026 di Rusia. Langkah ini dinilai penting dalam strategi transformasi industri nasional menuju basis berteknologi tinggi, berdaya saing global, dan berorientasi ekspor. Pemerintah akan segera melakukan koordinasi dengan Rusia terkait persiapan agenda besar tersebut.

Selain itu, sektor metalurgi dan krisotil turut menjadi perhatian. Indonesia menyambut minat Rusia dalam mengeksplorasi peluang di bidang metalurgi, termasuk kemungkinan transfer teknologi ramah lingkungan. Pada sisi lain, kerja sama di bidang krisotil sudah lebih dulu berjalan, dengan adanya pelatihan bagi tenaga laboratorium Indonesia yang difasilitasi Rusia sejak 2024.

Industri galangan kapal pun menjadi salah satu sektor yang mendapat penekanan. Indonesia mendorong percepatan penandatanganan MoU untuk memperkuat kerja sama di bidang shipbuilding. Kolaborasi ini diharapkan mampu membawa industri perkapalan nasional naik kelas, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim.

Penyaluran Beras SPHP Lewat Koperasi Merah Putih Jadi Andalan Pemerintah Tekan Harga

0

Pemerintah terus memperkuat komitmennya menghadirkan kebijakan prorakyat yang saling terhubung. Salah satu langkah yang kini mendapat perhatian serius adalah penyaluran Beras SPHP lewat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang dianggap mampu menjadi ujung tombak dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan nasional.

Kepala Badan Pangan Nasional (NFA) Arief Prasetyo Adi menegaskan, keberadaan jaringan Koperasi Merah Putih akan dimaksimalkan dalam distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan kepastian pendanaan bagi koperasi ini melalui dukungan Himbara.

“Bapak Menko Pangan sudah menargetkan ada sekitar 16 ribu Koperasi Merah Putih yang siap beroperasi. Dengan adanya dukungan permodalan, koperasi ini bisa langsung bergerak melayani masyarakat,” kata Arief usai menghadiri rapat terbatas di Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Senin (15/9/2025).

Koperasi Jadi Kanal Utama Penyaluran

Arief menambahkan, pemerintah ingin agar beras SPHP lewat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi saluran utama penyaluran. Dengan begitu, program prioritas Presiden Prabowo Subianto akan saling terhubung dan memperkuat satu sama lain.

Data NFA menunjukkan, hingga 15 September 2025, realisasi penyaluran beras SPHP mencapai 367,3 ribu ton atau 24,49 persen dari target 1,5 juta ton sepanjang tahun. Khusus melalui jalur koperasi, tren penyaluran menunjukkan peningkatan. Jika pada awal September hanya 498 ton dengan melibatkan 177 unit koperasi, maka pada pertengahan bulan naik menjadi 705 ton dengan cakupan 248 unit.

“Badan Pangan Nasional bersama Bulog memastikan pasokan tersebar merata, mulai dari pasar rakyat hingga ritel modern. Kami juga bekerja sama dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta BUMN dan KADIN agar distribusi berjalan lancar,” jelas Arief.

Tujuh Kanal Distribusi SPHP

Berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) yang tertuang dalam Keputusan Kepala NFA Nomor 224 Tahun 2025, ada tujuh kanal distribusi beras SPHP. Pertama, melalui pengecer di pasar rakyat. Kedua, koperasi desa/kelurahan Merah Putih. Selanjutnya, pemerintah daerah lewat outlet pangan binaan atau Gerakan Pangan Murah (GPM), outlet BUMN, serta koperasi instansi pemerintah. Penyaluran juga bisa dilakukan melalui Rumah Pangan Kita (RPK) milik Bulog, hingga swalayan atau toko modern yang tidak menjual secara grosir.

Arief menegaskan, strategi ini diharapkan mampu memberikan intervensi nyata dalam menekan harga beras. “Dengan masifnya distribusi SPHP di pasar dan outlet yang mudah diakses, masyarakat bisa memperoleh beras dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasaran. Ini bukti nyata pemerintah hadir,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga menekankan pentingnya peran koperasi dalam menjamin ketersediaan pangan. Ia mendorong pengurus Koperasi Merah Putih untuk memanfaatkan fasilitas pinjaman modal usaha yang sudah disiapkan pemerintah, agar distribusi berjalan lebih efektif dan berkesinambungan.

Penipuan Aset Kripto Semakin Marak, Gimana Cara Menghindarinya?

Perkembangan dunia kripto memang membuka banyak peluang baru, tapi juga menghadirkan risiko yang tidak bisa dianggap remeh. Salah satunya adalah Penipuan Aset Kripto yang semakin marak terjadi. Kasus ini biasanya melibatkan proyek abal-abal yang menawarkan token palsu dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Banyak investor pemula terjebak karena tergoda janji manis tanpa melakukan riset mendalam.

Fenomena Penipuan Aset Kripto muncul karena sifat kripto yang masih relatif baru, minim regulasi, dan seringkali sulit dipahami orang awam. Akibatnya, para penipu mudah memanfaatkan celah ini dengan membuat proyek palsu, whitepaper yang disalin dari proyek lain, hingga promosi agresif di media sosial. Jika tidak hati-hati, modal yang sudah ditanamkan bisa lenyap begitu saja.

Ciri-Ciri Token Palsu dalam Penipuan Aset Kripto

Agar tidak terjebak dalam skema yang merugikan, ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk membeli sebuah token.

1. Janji Keuntungan Terlalu Tinggi
Jika sebuah proyek menjanjikan profit tetap atau pengembalian investasi dalam waktu singkat, patut dicurigai. Dunia kripto sangat volatil, sehingga tidak ada yang bisa menjamin keuntungan pasti.

2. Tim Pengembang Tidak Jelas
Proyek kripto yang kredibel biasanya memiliki tim dengan identitas jelas, latar belakang profesional, dan rekam jejak yang bisa diverifikasi. Jika informasi tentang tim samar-samar atau bahkan anonim tanpa alasan kuat, ini tanda bahaya.

3. Whitepaper Asal-asalan
Dokumen whitepaper adalah dasar dari sebuah proyek. Jika isinya terlalu umum, tidak detail, atau hanya menyalin dari proyek lain, besar kemungkinan token tersebut hanyalah kedok untuk menipu investor.

4. Promosi Agresif dan FOMO
Token palsu sering dipromosikan secara berlebihan di media sosial dengan taktik fear of missing out (FOMO). Misalnya, ajakan membeli cepat sebelum harga naik, atau testimoni palsu dari akun-akun bot.

5. Tidak Ada Listing di Bursa Ternama
Proyek kripto yang sah biasanya berusaha listing di bursa resmi atau setidaknya memiliki rencana ke arah sana. Jika token hanya dijual melalui saluran terbatas yang tidak jelas, sebaiknya berpikir ulang.

Cara Melindungi Diri dari Penipuan Kripto

Selain mengenali tanda-tanda token palsu, ada langkah pencegahan yang bisa dilakukan agar aman berinvestasi di dunia digital ini:

  • Lakukan Riset Mendalam: Cek latar belakang proyek, tim, roadmap, hingga komunitasnya.

  • Gunakan Bursa Resmi: Selalu beli dan jual kripto melalui exchange yang diawasi dan terpercaya.

  • Waspadai Skema Ponzi: Jangan mudah percaya pada ajakan investasi yang menjanjikan keuntungan tetap.

  • Ikuti Regulasi: Pastikan proyek sesuai dengan aturan di negara masing-masing agar lebih aman.

Dunia aset digital memang penuh potensi, tapi juga penuh jebakan. Penipuan Aset Kripto bisa dihindari jika investor selalu kritis, tidak terburu-buru, dan mau meluangkan waktu untuk memahami detail setiap proyek. Ingat, dalam investasi kripto, prinsip “jangan taruh semua telur dalam satu keranjang” tetap berlaku. Lebih baik melewatkan satu peluang, daripada kehilangan seluruh modal karena proyek palsu.

Dari UMKM hingga Talenta Muda, Penguatan Ekosistem Digital Jadi Fokus Nasional

0

Penguatan Ekosistem Digital kini menjadi prioritas utama pemerintah dalam memperkuat daya saing Indonesia di tengah persaingan global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, transformasi digital bukan sekadar tren, melainkan motor penggerak baru bagi perekonomian nasional. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam ajang 5th AI Innovation Summit 2025 yang digelar Komite Nasional Kecerdasan Artifisial (KORIKA) di Jakarta, Selasa (16/9).

Airlangga menyebut, langkah ini selaras dengan peluncuran paket kebijakan ekonomi terbaru yang mengintegrasikan 17 program strategis. Delapan di antaranya difokuskan pada percepatan pertumbuhan ekonomi pada 2025, termasuk program magang bagi lulusan perguruan tinggi yang diarahkan untuk mencetak talenta digital baru.

Talenta Muda dan UMKM Jadi Fokus Utama

Menurut Airlangga, digitalisasi kini merambah ke semua disiplin ilmu, tidak hanya terbatas pada bidang teknologi. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri perlu diperkuat agar lulusan dapat langsung terserap dalam pasar kerja digital.

Di sisi lain, dukungan terhadap UMKM berbasis digital juga mendapat perhatian besar. Pemerintah telah menyiapkan proyek percontohan berupa penyediaan co-working space di Tanah Abang dan Blok M. Program ini akan diperluas ke 15 kota lain guna membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha kecil dalam memanfaatkan teknologi digital.

Tak hanya di dalam negeri, Indonesia juga mengambil posisi penting di kancah internasional. Saat ini, Indonesia memimpin penyusunan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), kerangka kerja digital pertama di dunia yang ditargetkan rampung pada 2026. Melalui inisiatif ini, nilai ekonomi digital ASEAN diproyeksikan melonjak dua kali lipat menjadi USD 2 triliun pada 2030, dengan kontribusi Indonesia yang diperkirakan mencapai USD 500–700 miliar.

Selain itu, Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN yang menuntaskan AI Readiness Assessment bersama UNESCO. Pemerintah pun tengah menjalankan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial yang mencakup tujuh bidang utama, mulai dari kebijakan, etika, riset, inovasi, hingga pengembangan talenta digital.

Infrastruktur Digital dan Hilirisasi Semikonduktor

Penguatan Ekosistem Digital juga ditopang dengan pembangunan infrastruktur. Pemerintah terus memperluas jaringan 5G, mengoptimalkan Palapa Ring, membangun BTS, serta menyiapkan satelit orbit rendah (Low Earth Orbit Satellite).

Tak kalah penting, hilirisasi industri semikonduktor turut dipacu. Saat ini, Indonesia sudah mampu melakukan perakitan, pengujian, hingga packaging semikonduktor untuk kebutuhan ekspor. Ke depan, pemerintah menargetkan penguasaan desain cip sebagai langkah strategis agar industri semikonduktor dalam negeri semakin kompetitif.

“Dalam setiap pengembangan teknologi, kuncinya adalah inklusif. Digitalisasi dan AI wajib dirancang agar dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya segelintir kelompok,” tegas Airlangga.

Pengembangan Minyak Atsiri Jadi Jalan Baru Hilirisasi Sumber Daya Alam Indonesia

0

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya dalam memperkuat program hilirisasi guna meningkatkan daya saing industri nasional. Salah satu sektor yang kini menjadi perhatian adalah pengembangan minyak atsiri berbasis bahan baku kemenyan. Getah aromatik dari pohon Styrax ini tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi, tetapi juga menyimpan potensi besar dari sisi ekonomi maupun industri.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menjelaskan bahwa hilirisasi kemenyan mampu menghadirkan nilai tambah yang signifikan, terutama bagi industri kecil dan menengah (IKM) di daerah penghasil. “Langkah ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (15/9).

Berdasarkan data Trademap.org, ekspor produk getah alam, resin, dan oleoresin Indonesia—termasuk kemenyan—pada 2024 tercatat mencapai USD55,5 juta dengan volume 43.685 ton, atau setara USD1.270,45 per ton. Sementara itu, ekspor produk hilirisasi berupa minyak atsiri dan turunannya berhasil menembus USD42,3 juta dengan volume sekitar 1.776 ton. Nilai per tonnya jauh lebih tinggi, yakni mencapai USD23.817,56.

“Perbedaan angka ini jelas menunjukkan betapa pentingnya hilirisasi. Produk turunan kemenyan mampu mendatangkan nilai tambah yang berlipat ganda,” tegas Reni.

Pemanfaatan Kemenyan dan Peran Industri Kecil dan Menengah

Awalnya, getah kemenyan lebih dikenal sebagai bahan ritual dan wewangian tradisional. Namun perkembangan teknologi dan permintaan pasar global telah memperluas pemanfaatannya. Kini, resin dan minyak atsiri berbasis kemenyan digunakan dalam berbagai produk mulai dari parfum, aromaterapi, pengharum ruangan, kosmetik, hingga insektisida alami.

Di industri parfum, kemenyan bahkan memiliki fungsi khusus sebagai fixative alami yang membuat aroma lebih tahan lama sekaligus menyempurnakan transisi antar-lapisan wangi. Keunggulan inilah yang menjadikan kemenyan Indonesia banyak diminati di pasar internasional, terutama di India, Vietnam, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Prancis.

Reni menambahkan, peran IKM sangat penting dalam pengembangan minyak atsiri dari kemenyan. Akses mereka yang lebih dekat ke sumber bahan baku dinilai dapat menjaga kualitas resin yang disadap dengan teknik tradisional. “Kolaborasi IKM dengan pemerintah dan berbagai pihak terkait akan memperkuat ekosistem hilirisasi kemenyan,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Ditjen IKMA melalui Direktorat Industri Kimia, Sandang, dan Kerajinan (IKM KSK) menjalin koordinasi dengan Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan (IHHP), serta dinas daerah di Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan. Dua wilayah ini dikenal sebagai penghasil utama kemenyan dunia, yang menyumbang sekitar 80% produksi global.

Direktur IKM KSK, Budi Setiawan, menyampaikan bahwa koordinasi tersebut mencakup pemetaan kondisi lapangan, mulai dari jenis tanaman, proses penyulingan, rantai pasok, hingga program pembinaan yang telah berjalan. “Hasil pemetaan ini menjadi dasar bagi Kemenperin untuk menentukan aspek mana saja yang perlu diperkuat,” jelasnya.

Ke depan, Kemenperin berencana melibatkan lebih banyak pihak, termasuk pemerintah daerah, asosiasi industri, hingga lembaga riset. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, kolaborasi lintas sektor, serta inovasi dari pelaku IKM, pengolahan minyak atsiri berbasis kemenyan diyakini dapat menjadi motor penggerak hilirisasi yang berbasis nilai tambah lokal dan berdaya saing global.

Program Paket Ekonomi 2025 Diluncurkan, Pemerintah Fokus Ciptakan Lapangan Kerja Baru

0

Pemerintah resmi meluncurkan Program Paket Ekonomi 2025 sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja. Paket kebijakan ini diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Senin (15/9).

Menko Airlangga menjelaskan, Program Paket Ekonomi 2025 memuat delapan program percepatan pembangunan yang dijalankan tahun depan, empat program tambahan yang dilanjutkan pada 2026, serta lima program khusus yang diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja.

Salah satu langkah konkret adalah penyelenggaraan program magang bagi 20 ribu lulusan perguruan tinggi dengan dukungan uang saku setara upah minimum selama enam bulan. Untuk program ini, pemerintah menyiapkan anggaran Rp198 miliar.

Selain itu, pemerintah memperluas fasilitas PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) yang akan menyasar pekerja sektor pariwisata, hotel, restoran, dan kafe. Kebijakan tersebut diperkirakan memberi manfaat bagi 552 ribu pekerja dengan alokasi dana Rp120 miliar.

Fokus pada Lapangan Kerja dan Dukungan UMKM

Program lain yang tidak kalah penting adalah penyaluran bantuan pangan berupa 10 kilogram beras untuk periode Oktober dan November dengan anggaran Rp7 triliun. Pemerintah juga menanggung iuran jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian bagi pekerja informal, termasuk pengemudi ojek online, kurir, serta supir, dengan target lebih dari 731 ribu orang penerima manfaat.

Tak hanya itu, bunga program perumahan BPJS Ketenagakerjaan akan diturunkan dari BI Rate plus 5 persen menjadi BI Rate plus 3 persen. Di sisi lain, pemerintah mempercepat integrasi sistem Kementerian/Lembaga dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) melalui OSS, serta menyiapkan proyek percontohan ekonomi digital atau gig economy di beberapa kota besar, termasuk Jakarta.

Untuk sektor UMKM, pemerintah memberikan kepastian pajak dengan memperpanjang tarif PPh final 0,5 persen hingga 2029. Menurut Airlangga, langkah ini diharapkan memberikan rasa aman bagi pelaku usaha mikro dan kecil untuk terus berkembang.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya peran Tim Percepatan Program Pembangunan Ekonomi. Tim ini bertugas memantau jalannya program-program prioritas Presiden Prabowo dan menghapus hambatan yang dihadapi dunia usaha.

“Harapannya, hambatan yang selama ini dialami sektor swasta bisa diatasi, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya digerakkan pemerintah, tetapi juga ditopang secara kuat oleh sektor usaha,” ujar Purbaya.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, pemerintah optimistis laju ekonomi nasional ke depan dapat lebih terakselerasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Pakar Sebut Galon Polykarbonat Aman, Narasi Bahaya Dinilai Bermuatan Bisnis

0

Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan bahwa Galon Polykarbonat yang digunakan secara berulang tetap aman sebagai wadah pangan. Kepastian ini menjadi sinyal kuat bahwa produk kemasan tersebut tidak hanya terjamin keamanannya, tetapi juga mendukung program pengurangan sampah plastik lewat prinsip guna ulang (reuse).

Penegasan BPOM ini menguatkan kembali bahwa kebijakan yang diambil selalu berlandaskan kajian ilmiah yang kredibel. Regulasi tidak disusun berdasarkan kepentingan komersial, melainkan untuk menjamin perlindungan kesehatan masyarakat. Fakta di lapangan menunjukkan, isu tentang bahaya Bisphenol A (BPA) dari Galon Polykarbonat hingga kini tidak terbukti secara ilmiah.

Berbagai riset, termasuk yang dilakukan dengan skenario ekstrem seperti paparan sinar matahari langsung, memperlihatkan bahwa migrasi BPA dari galon ke dalam air minum tetap berada jauh di bawah ambang batas aman. Dengan demikian, kekhawatiran sebagian pihak terhadap potensi bahaya penggunaan galon guna ulang dinilai tidak memiliki dasar kuat.

Narasi Bahaya Dinilai Bermuatan Persaingan Usaha

Pakar Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Hamka (Uhamka), Hermawan Saputra, menegaskan bahwa industri kemasan pangan telah menyepakati keamanan material polykarbonat. Menurutnya, dampak BPA pada galon begitu minim hingga tidak relevan disebut berbahaya.

“Galon yang diproduksi dengan material PC sudah lama direkomendasikan aman untuk dijadikan kemasan air minum. Sampai sekarang, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan sebaliknya,” ujar Hermawan, yang juga menjabat Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).

Ia menambahkan, isu kesehatan yang kerap dikaitkan dengan galon guna ulang lebih tepat disebut hoaks. Pernyataan ini sejalan dengan pandangan sejumlah pihak yang menilai narasi bahaya BPA sengaja digulirkan sebagai bagian dari strategi persaingan usaha.

Hal senada disampaikan dokter sekaligus influencer kesehatan, Tirta Mandira Hudhi. Ia melihat munculnya opini negatif terkait galon guna ulang justru berpotensi diarahkan untuk mendorong masyarakat beralih ke kemasan sekali pakai. “Ada indikasi isu ini dimainkan untuk kepentingan pasar, bukan murni soal kesehatan,” ungkap Tirta.

Pertanyaan atas Regulasi Pelabelan BPA

Dari perspektif hukum bisnis, keraguan juga datang dari akademisi Universitas Sumatera Utara, Prof. Ningrum Natasya Sirait. Ia menilai kebijakan pelabelan BPA yang diwacanakan justru berpotensi menambah beban biaya produksi dan pada akhirnya dibebankan kepada konsumen.

“Kalau dari sisi kesehatan saja masih pro kontra, maka regulasi jangan dipaksakan. Pertanyaan mendasar adalah regulasi ini sebenarnya untuk kepentingan siapa?” tegasnya.

Menurut Ningrum, isu BPA dalam galon bukan semata soal kesehatan, tetapi juga terkait dinamika persaingan usaha di industri air minum dalam kemasan. Kebijakan yang keliru, lanjutnya, bisa memukul produsen sekaligus merugikan masyarakat sebagai pengguna akhir.

Ternyata Beda Loh?! Apa Perbedaan Koin dan Token Kripto?

Bagi yang baru terjun ke dunia aset digital, sering kali muncul pertanyaan tentang Perbedaan Koin dan Token Kripto. Kedua istilah ini sama-sama digunakan di industri blockchain, tapi sebenarnya memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda. Memahami perbedaan ini penting agar tidak salah kaprah dalam berinvestasi maupun menggunakan aset kripto sebagai alat transaksi.

Banyak orang mengira koin dan token itu sama, padahal keduanya punya dasar teknologi dan kegunaan yang berbeda. Koin biasanya berdiri di atas blockchain miliknya sendiri, sementara token berjalan di atas blockchain lain. Dari sinilah perbedaan besar muncul, baik dalam hal fungsi, keamanan, maupun potensi pengembangan.

Perbedaan Koin dan Token Kripto

Untuk lebih jelasnya, mari kita bedah satu per satu.

1. Koin Kripto

Koin kripto adalah aset digital yang berjalan di atas blockchain miliknya sendiri. Contoh paling populer adalah Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Bitcoin punya blockchain sendiri yang hanya digunakan untuk mencatat transaksi BTC. Begitu juga Ethereum, yang menjalankan blockchain khusus dengan ekosistem smart contract.

Koin umumnya digunakan layaknya uang digital: sebagai alat tukar, penyimpan nilai, atau bahkan instrumen investasi jangka panjang. Karena punya blockchain sendiri, koin biasanya dianggap lebih stabil dan memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

2. Token Kripto

Berbeda dengan koin, token tidak punya blockchain sendiri. Token dibangun di atas blockchain lain yang sudah ada. Misalnya, token USDT (Tether) berjalan di atas blockchain Ethereum, Tron, atau bahkan Binance Smart Chain. Token biasanya dibuat melalui smart contract, sehingga lebih fleksibel dan bisa diluncurkan dengan biaya relatif lebih rendah.

Fungsi token pun lebih bervariasi. Ada token utilitas (utility token) yang dipakai untuk mengakses layanan tertentu, token keamanan (security token) yang mewakili aset berharga, hingga token stablecoin yang nilainya dipatok pada mata uang fiat. Fleksibilitas inilah yang membuat token lebih mudah dikembangkan oleh startup atau proyek baru di dunia kripto.

3. Perbedaan Utama Koin dan Token

  • Blockchain: Koin punya blockchain sendiri, token menumpang pada blockchain lain.

  • Fungsi: Koin lebih sering dipakai sebagai alat pembayaran, token punya fungsi yang lebih luas, termasuk layanan dan representasi aset.

  • Pembuatan: Koin butuh infrastruktur blockchain, sedangkan token bisa dibuat dengan smart contract tanpa membangun blockchain baru.

Kenapa Penting Memahami Perbedaan Ini?

Memahami Perbedaan Koin dan Token Kripto sangat penting, terutama jika ingin berinvestasi. Koin biasanya dipandang lebih aman dan punya nilai jangka panjang karena infrastruktur blockchain-nya sendiri. Sementara token bisa menjadi peluang besar, tapi juga berisiko tinggi, karena banyak token yang diciptakan tanpa proyek nyata di belakangnya.

Bagi pelaku bisnis atau investor, pemahaman ini bisa membantu dalam strategi pengelolaan aset. Misalnya, koin cocok untuk investasi jangka panjang seperti emas digital, sedangkan token lebih cocok untuk diversifikasi atau mengikuti tren tertentu di industri blockchain.

Pada akhirnya, koin dan token sama-sama bagian dari ekosistem kripto yang terus berkembang. Yang terpenting adalah selalu melakukan riset sebelum membeli atau menggunakan aset digital agar tidak terjebak pada proyek abal-abal. Dengan begitu, baik koin maupun token bisa dimanfaatkan sesuai tujuan finansial masing-masing.

Brand Identity Jadi Senjata Andalan Tingkatkan Daya Saing Industri Kerajinan Indonesia

0

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) terus mengintensifkan berbagai langkah untuk memperkuat daya saing industri kerajinan Indonesia, baik di pasar domestik maupun internasional. Salah satu strategi yang kini ditekankan adalah penguatan identitas jenama (brand identity) bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) kerajinan agar produk lokal mampu menjadi kebanggaan di negeri sendiri sekaligus berorientasi ekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, kekuatan budaya yang melekat pada karya kerajinan Indonesia adalah modal besar yang harus dimanfaatkan secara optimal. “Produk kerajinan kita bukan sekadar barang, melainkan representasi nilai budaya yang unik. Potensi ini akan lebih maksimal jika didukung dengan strategi pemasaran yang tepat, termasuk penguatan identitas jenama,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (14/9).

Kerajinan sebagai Media Promosi Budaya

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menambahkan bahwa kerajinan Indonesia memiliki ciri khas yang tidak bisa dipisahkan dari nilai budaya di tiap daerah. “Setiap produk kerajinan pada dasarnya membawa cerita. Produk inilah yang bisa menjadi media promosi budaya Indonesia kepada dunia, sekaligus memperkuat daya saing industri kerajinan kita di pasar global,” kata Reni.

Sebagai bentuk dukungan, Ditjen IKMA secara konsisten menyelenggarakan berbagai program, salah satunya webinar bertajuk “Karya, Cerita, dan Identitas: Membangun Brand Identity Produk Kerajinan Unggulan” yang digelar akhir Agustus 2025. Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-45 Dekranas, menghadirkan pakar ekspor UMKM Indonesia dari CBI Belanda, Liena Mahalli, serta CEO IKM Studio Dapur, Mega Puspita.

Reni menjelaskan, identitas jenama yang kuat bukan hanya menegaskan ciri khas produk, tetapi juga menciptakan ikatan emosional dengan konsumen. “Identitas inilah yang membuat konsumen tidak sekadar membeli produk, melainkan juga nilai dan cerita di baliknya,” ujarnya.

Dukungan Program dan Fasilitasi

Tak hanya melalui webinar, Kemenperin bersama Dekranas juga menggulirkan berbagai program lain untuk mendukung pengembangan kerajinan nasional. Mulai dari sertifikasi, pendampingan ekspor, pengembangan sentra, fasilitasi pameran, hingga layanan kemasan, Kekayaan Intelektual, serta edukasi pemasaran digital.

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menilai program pendampingan tersebut berhasil memantik ide-ide kreatif perajin sekaligus memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan. “Harapannya, produk kerajinan tidak hanya indah dipandang, tetapi juga berkelanjutan, ramah lingkungan, dan mampu menembus pasar global,” ungkapnya.

Menurut Budi, tren konsumen dunia kini mengarah pada produk otentik dengan nilai sosial dan lingkungan yang jelas. “Kerajinan Indonesia punya semua kriteria itu. Tidak heran, pasar dari Jepang, Korea, Amerika Serikat, hingga Eropa sangat mengapresiasi karya perajin kita,” imbuhnya.