Sablon Digital DTG Kian Diminati

0
1294
sablin digital (dok alatsablonmedan.com)

 

Sablon digital memang sudah ada sejak 10 tahun lalu, namun dahulu sablon digital masih menggunakan media kertas khusus sebagai perantara yang kemudian dipress menggunakan mesin press. Tetapi dua tahun belakangan perkembangan usaha sablon digital cukup dihebohkan dengan penemuan mesin yang bisa langsung melakukan proses print pada kaos tanpa harus menggunakan perantara yang dikenal dengan sebutan DTG (Direct To Garment).

Tujuan diciptakannya sablon digital memang untuk mempermudah setiap orang melakukan proses sablon pada kaos tanpa harus memiliki keterampilan khusus seperti pada proses sablon manual. Bahkan hadirnya sablon DTG memungkinkan seseorang melakukan proses sablon dengan gambar yang sangat detail sekalipun sesuai desain yang diinginkan serta pelaku usaha juga bisa menerima orderan kaos secara eceran (satuan) dengan desain suka-suka yang tidak bisa dilakukan oleh sablon manual.

Namun pada perkembangannya seperti yang dijelaskan oleh Phaerly Maviec Musadi Ratulangie, Pemilik Parental Advisory Clothing kualitas sablon digital belum bisa menyaingi kualitas sablon manual. Memang tak diragukan perkembangan sablon digital semakin hari semakin baik, tetapi sangat disayangkan tinta sablon digital hanya terdapat satu jenis yaitu tinta tekstil. Beda halnya dengan sablon manual yang sangat banyak pilihan tintanya seperti rubber, plastisol, super wet, dan lain sebaginya. Dari segi daya tahan juga sablon manual dinilai lebih baik dan bisa bertahan dalam jangka waktu yang sukup panjang.

Harga Mesin. Meski masih ada kekurangannya, namun dikatakan Phaerly Maviec Musadi Ratulangie kalau setiap pengusaha sablon harus memiliki mesin DTG. Karena mau bagaimana pun juga banyak juga manfaat dari mesin DTG, yakni untuk melayani pesanan dalam jumlah satuan atau untuk mengantisipasi pesanan kaos dengan desain yang rumit dan detail seperti foto wajah atau gradasi warna yang cukup banyak.

Saat  awal kemunculannya  mesin DTG dijual cukup mahal  yaitu harganya  mencapai puluhan juta rupiah, bahkan hingga mencapai ratusan juta rupiah. Namun belakangan banyak  produsen mesin  lokal yang membuat produk serupa mesin DTG, baik merakitnya dari printer Epson, atau atau produk yang mirip  mesin DTG impor. Harga jualnya bervariasi antara Rp 5-50 jutaan tergantung ukuran dan kemampuan mesin mencetak gambar.

Biasanya  pelaku usaha sablon yang menggunakan mesin DTG, pada saat pesanannya mulai banyak.  Seperti yang dilakukan dua sahabat Ragil Prihantono dan Muhammad Nazarudin, pendiri Objecthees Cloth yang sebelumnya mendirikan sablon manual, kemudian  melengkapi peralatannya dengan mesin DTG rakitan yang dibeli seharga Rp 25 juta untuk mengakomodir pesanan dengan desain rumit namun deadline mepet. Tak jauh berbeda dengan Objecthees, Pemilik Elitle Sablon Digital Ady Permana juga memulai usaha dari digital printing, kemudian dikembangkan ke bisnis sablon dengan membeli mesin DTG seharga Rp 15 juta.

Namun bila Anda memang cukup memiliki modal dan tidak memiliki keahlian menyablon , tak ada salahnya  langsung mengunakan mesin DTG, karena meski Anda tidak memiliki keahlian menyablon, asal Anda memiliki desain, maka langsung bisa membuat produk sablon  pada kaos berbahan katun. Mesin DTG ini juga efektif bila Anda ingin usaha sablon di mal yang melayani kaos secara customize  karena bisa juga digunakan untuk mencetak satuan.

Prospek Usaha dan Potensi. Dari beberapa pelaku usaha yang ditemui Peluang Wirausaha, umumnya mengatakan optimis akan prospek usaha ini karena kaos tidak jauh berbeda dengan makanan yang menjadi kebutuhan pokok. Hanya saja yang membedakan adalah kaos tidak akan basi, sedangkan makanan bisa basi. Namun diperlukan juga strategi untuk mengurangi risiko usaha, yakni tidak memproduksi kaos untuk stok, melainkan menerapkan sistem pre order untuk mencegah kerugian desain yang diproduksi tidak laku.

Sementara dari pengalaman beberapa pelaku usaha sablon DTG, potensi keuntungan yang didapatkan cukup besar. Elitle Sablon Digital milik Ady dalam sebulan bisa melayani 500 pesanan sablon DTG dan meraih keuntungan bersih Rp 8,9 juta per bulan. Sementara Objecthees Cloth yang berada di Kemang, Jakarta Selatan bisa menangani 250-300 kaos sablon DTG setiap bulan dengan omset berkisar Rp 10,5 juta setiap bulan. Potensi keuntungan yang bisa dikantongi dari usaha ini berkisar antara 15-25% dari omset yang didapat setiap bulannya. Kini menjelang pemilihan Gubernur Jakarta, diperkirakan bisa jadi momentum tepat untuk mendongkrak penjualan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.