Selasa, September 1, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 57

Harga Perak Antam Turun ke Rp53.900 per Gram, Jauh dari Rekor Tertinggi Januari

0

Harga Perak Murni yang diperdagangkan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam kembali bergerak turun pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026. Berdasarkan pantauan resmi, Harga Perak Murni hari ini berada di level Rp53.900 per gram, mencerminkan koreksi lanjutan setelah sebelumnya mengalami fluktuasi tajam dalam beberapa hari terakhir.

Mengacu pada data yang dirilis melalui laman Logammulia.com, harga tersebut turun Rp600 dibandingkan posisi perdagangan sehari sebelumnya, Senin (2/2/2026), yang masih bertengger di angka Rp54.500 per gram. Penurunan ini menambah tekanan setelah pasar perak domestik sempat mencatatkan lonjakan signifikan pada akhir Januari lalu.

Koreksi yang terjadi saat ini terbilang cukup dalam jika dibandingkan dengan pergerakan Harga Perak Murni pada Kamis, 29 Januari 2026. Pada tanggal tersebut, perak Antam sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) di angka Rp72.900 per gram. Lonjakan tersebut dipicu oleh sentimen global serta meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian pasar keuangan.

Daftar Harga Perak Batangan Antam

Berdasarkan data resmi Logammulia.com per Selasa (3/2/2026), berikut rincian Harga Perak Murni batangan produksi Antam:

  • Perak batangan 1 gram dibanderol Rp53.900

  • Perak batangan 250 gram dijual Rp13.875.000, atau Rp15.401.250 setelah dikenakan PPN 11 persen

  • Perak batangan 500 gram dibanderol Rp26.950.000, atau Rp29.914.500 termasuk PPN 11 persen

Sementara itu, untuk kategori perak batangan heritage, harga yang berlaku adalah sebagai berikut:

  • Perak heritage 31,1 gram: Rp2.224.109, atau Rp2.468.761 dengan PPN

  • Perak heritage 186,6 gram: Rp12.223.036, atau Rp13.567.570 setelah PPN

Penurunan Harga Perak Murni di dalam negeri terjadi di tengah pergerakan berbeda pada pasar global. Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip pukul 09.53 WIB, harga perak spot internasional justru terpantau menguat ke level USD 81,7800 per troy ons. Secara harian, harga perak dunia naik sekitar 3,16 persen atau menguat 2,51 poin.

Di sisi lain, sentimen positif juga terlihat di pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 42,15 poin atau naik 0,53 persen ke posisi 7.964,88 pada perdagangan pagi hari. Penguatan ini menjadi sinyal pemulihan setelah tekanan yang sempat membebani pasar dalam beberapa sesi terakhir.

Pergerakan Harga Perak Murni ke depan masih akan dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik, mulai dari dinamika pasar komoditas internasional, nilai tukar rupiah, hingga sentimen investor terhadap aset aman.

Pariwisata Bahari Indonesia Berbenah, Sampah dan Ekosistem Jadi Perhatian Utama

0

Di tengah geliat pemulihan sektor wisata, Pariwisata Bahari Indonesia mulai diarahkan ke babak baru yang menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai fondasi utama. Bukan hanya mengandalkan panorama laut dan pesisir yang memesona, pengelolaan destinasi kini dituntut lebih bertanggung jawab agar daya tarik alam tetap terjaga dalam jangka panjang. Kesadaran ini tumbuh seiring meningkatnya tantangan lingkungan, terutama persoalan sampah dan degradasi ekosistem laut yang berpotensi menggerus masa depan Pariwisata Bahari Indonesia.

Sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari aktivis lingkungan, pelaku industri, hingga komunitas lokal, sepakat bahwa keindahan laut tidak hadir dengan sendirinya. Diperlukan upaya kolektif untuk memastikan aktivitas wisata berjalan seimbang dengan perlindungan alam. Perubahan pola pikir menjadi langkah awal, bahwa keberlanjutan bukan sekadar jargon, melainkan investasi nyata bagi ekonomi daerah dan generasi mendatang.

Aktivis lingkungan sekaligus Founder Ecotourism Bali, Suzy Hutomo, menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dipandang sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, aktor pariwisata tidak bisa lagi melempar persoalan lingkungan kepada pihak lain, karena kualitas destinasi sangat ditentukan oleh kepedulian seluruh ekosistem pelaku wisata.

“Keindahan Bali dan wilayah pesisir Indonesia sebanding dengan usaha yang kita lakukan untuk menjaganya. Kalau ingin alam tetap lestari, kita harus siap berinvestasi, termasuk mengurus sampah secara serius,” ujar Suzy saat menjadi moderator dalam Bali Ocean Days di Jimbaran, Sabtu (31/1/2026).

Ia juga menekankan peran wisatawan sebagai bagian dari solusi. Operator wisata bahari, menurut Suzy, memiliki tanggung jawab edukatif untuk membimbing pengunjung agar berperilaku ramah lingkungan, sehingga aktivitas wisata tidak meninggalkan jejak kerusakan.

Kolaborasi Industri dan Teknologi untuk Laut Berkelanjutan

Sejalan dengan pandangan tersebut, CEO Wedoo, Valerine Chandrakesuma, menilai bahwa keberlanjutan Pariwisata Bahari Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kesehatan ekosistem laut. Ia menegaskan bahwa laut yang bersih dan terumbu karang yang terjaga merupakan aset utama industri wisata.

“Wisatawan punya banyak pilihan destinasi. Jika laut tercemar dan terumbu karang rusak, daya tarik menyelam dan berselancar akan hilang. Padahal, laut Indonesia adalah salah satu yang terbaik di dunia,” ujarnya.

Melalui inovasi teknologi, Wedoo menghadirkan mesin pengelolaan sampah yang mampu mereduksi volume limbah hingga 95 persen. Teknologi ini dirancang untuk menjawab tantangan logistik di wilayah kepulauan dan destinasi terpencil, sekaligus mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat model ekonomi sirkular di sektor Pariwisata Bahari Indonesia.

Valerine juga mendorong penguatan regulasi yang konsisten agar inovasi di lapangan berjalan seiring dengan kebijakan pemerintah. Menurutnya, penegakan aturan menjadi kunci agar praktik berkelanjutan tidak berhenti pada wacana.

Peran Masyarakat Lokal dalam Menjaga Destinasi

Upaya menjaga laut tidak hanya datang dari pelaku industri, tetapi juga tumbuh kuat dari komunitas lokal. Di Desa Pemuteran, Bali, keterlibatan warga dalam konservasi terumbu karang menjadi contoh bagaimana pelestarian lingkungan mampu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan.

Manajer Yayasan Karang Lestari, Komang Astika, menjelaskan bahwa desa tersebut sempat menghadapi kerusakan karang akibat praktik penangkapan yang merusak. Melalui kolaborasi masyarakat dan penerapan metode biorock, ekosistem laut perlahan dipulihkan.

“Ketika terumbu karang pulih, kualitas pariwisata ikut meningkat. Dampaknya langsung terasa pada ekonomi masyarakat,” kata Komang.

Pengalaman Pemuteran menunjukkan bahwa Pariwisata Bahari Indonesia memiliki potensi besar jika dikelola secara berkelanjutan. Kesadaran kolektif, dukungan teknologi, dan kebijakan yang tegas menjadi pilar penting agar kekayaan laut Nusantara tetap menjadi sumber kesejahteraan tanpa mengorbankan kelestariannya.

Jaga Stabilitas Keuangan, Pemerintah Mantapkan Arah Reformasi Pasar Modal

0

Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong Reformasi Pasar Modal sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem keuangan nasional dan memperkuat kepercayaan investor. Penegasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama yang dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Kepala Badan Pengaturan BUMN, serta perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Dalam forum tersebut, pemerintah menilai Reformasi Pasar Modal menjadi agenda strategis yang harus berjalan seiring dengan penguatan fundamental ekonomi nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa kondisi makroekonomi Indonesia tetap solid. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2025 tercatat sebesar 5,04 persen dan diperkirakan meningkat pada kuartal IV. Inflasi Desember 2025 berada di level 2,92 persen, masih dalam rentang sasaran APBN. Dari sisi eksternal, cadangan devisa mencapai USD156,5 miliar atau setara 6,2 bulan impor, sementara defisit fiskal tetap terjaga di bawah 3 persen.

Kinerja sektor perbankan juga dinilai tetap kuat. Pertumbuhan kredit tercatat 9,6 persen, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 13,83 persen, dan rasio kecukupan modal (CAR) berada pada level 25,87 persen. Rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto pun masih berada di bawah 40 persen. Pemerintah menilai capaian ini menjadi fondasi penting untuk melanjutkan Reformasi Pasar Modal secara konsisten dan berkelanjutan.

Penguatan Tata Kelola dan Penegakan Integritas Pasar

Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya penguatan transparansi dan integritas pasar melalui reformasi struktural. Pemerintah mendorong percepatan demutualisasi bursa serta peningkatan likuiditas pasar dengan menaikkan batas minimum free float emiten menjadi 15 persen, sejalan dengan standar global. Selain itu, pengaturan terkait beneficial ownership dan afiliasi pemegang saham akan diperketat untuk memastikan keterbukaan struktur kepemilikan dan mencegah konflik kepentingan.

Pemerintah juga menegaskan sikap tegas terhadap praktik manipulasi harga saham yang merugikan investor dan merusak kredibilitas pasar. BEI bersama aparat penegak hukum akan mengambil langkah penindakan terhadap pihak-pihak yang melanggar peraturan bursa, POJK, maupun ketentuan perundang-undangan di sektor jasa keuangan. Langkah penegakan hukum ini disebut sebagai bagian penting dari agenda Reformasi Pasar Modal guna menjaga keadilan dan kepercayaan pelaku pasar.

OJK dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pengunduran diri tiga anggota Dewan Komisioner telah ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Penunjukan pejabat sementara dilakukan untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan dan fungsi pengawasan. OJK menegaskan Reformasi Pasar Modal akan terus dilanjutkan secara menyeluruh, mencakup peningkatan kualitas emiten, penguatan literasi dan perlindungan investor ritel, pendalaman likuiditas, serta pengawasan market conduct.

Sementara itu, BEI memastikan seluruh kegiatan operasional bursa tetap berjalan normal. Mekanisme transisi kepemimpinan dilakukan sesuai tata kelola internal melalui penunjukan pejabat direktur utama. BEI juga menyatakan komitmennya untuk meningkatkan transparansi, memperkuat tata kelola, serta mempercepat pemenuhan ekspektasi penyedia indeks global.

Ini Dia Mata Uang Terendah di Dunia, Apa Penyebabnya?

Dalam pembahasan ekonomi global, topik Mata Uang Terendah di dunia selalu menarik perhatian. Banyak orang mengira nilai tukar mata uang hanya soal angka, padahal di balik kurs yang lemah ada cerita panjang tentang kebijakan ekonomi, stabilitas politik, hingga ketergantungan pada utang luar negeri. Membahas Mata Uang Terendah di dunia bukan semata soal siapa yang paling “murah”, tetapi juga memahami kondisi ekonomi negara di baliknya. Bahkan bagi pelaku bisnis dan investor, memahami dinamika Mata Uang Terendah di dunia bisa membantu membaca peluang maupun risiko di pasar global.

Secara umum, mata uang disebut bernilai rendah ketika kursnya sangat jauh dibanding dolar AS atau mata uang utama lain. Namun penting dicatat, nilai rendah tidak selalu berarti negara tersebut miskin. Ada juga negara yang sengaja menjaga kurs mata uangnya tetap lemah demi mendorong ekspor dan daya saing industri lokal.

Faktor yang Membuat Mata Uang Menjadi Sangat Rendah

Ada beberapa faktor utama yang membuat suatu mata uang masuk dalam kategori Mata Uang Terendah di dunia. Salah satunya adalah inflasi tinggi yang tidak terkendali. Ketika harga barang terus naik, daya beli masyarakat melemah dan nilai mata uang ikut tergerus.

Selain inflasi, ketidakstabilan politik juga berperan besar. Konflik berkepanjangan, sanksi internasional, atau pergantian kebijakan yang tidak konsisten membuat kepercayaan investor turun. Dampaknya, permintaan terhadap mata uang tersebut ikut melemah.

Faktor lain yang sering terjadi adalah ketergantungan pada impor dan utang luar negeri. Negara yang lebih banyak mengimpor daripada mengekspor akan membutuhkan valuta asing dalam jumlah besar. Jika cadangan devisa menipis, nilai mata uang lokal pun tertekan.

Daftar Mata Uang Terendah di Dunia yang Perlu Diketahui

Beberapa mata uang sering disebut dalam daftar Mata Uang Terendah di dunia. Salah satunya adalah Rial Iran. Tekanan sanksi ekonomi dan pembatasan perdagangan internasional membuat nilai mata uang ini terus melemah dalam jangka panjang.

Kemudian ada Dong Vietnam. Meski nilainya rendah terhadap dolar AS, Vietnam justru memanfaatkan kondisi ini untuk memperkuat sektor ekspor. Ini contoh bahwa mata uang rendah tidak selalu berdampak negatif jika dikelola dengan strategi yang tepat.

Rupiah Indonesia juga kerap masuk dalam pembahasan mata uang bernilai rendah secara nominal. Namun secara fundamental, Rupiah relatif stabil karena ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik dan kebijakan moneter yang terjaga. Hal ini menunjukkan bahwa angka kurs tidak bisa dilihat secara mentah tanpa memahami konteksnya.

Selain itu, ada Kip Laos dan Leone Sierra Leone yang nilainya sangat kecil akibat keterbatasan industri dan ketergantungan pada sektor primer. Negara-negara ini masih menghadapi tantangan besar dalam memperkuat struktur ekonominya.

Apa Dampaknya bagi Bisnis dan Pelaku Usaha?

Bagi pelaku bisnis, memahami kondisi Mata Uang Terendah di dunia bisa menjadi bekal penting. Mata uang lemah bisa membuka peluang ekspor karena harga produk menjadi lebih kompetitif di pasar internasional. Namun di sisi lain, biaya impor bahan baku bisa melonjak.

Untuk bisnis di era digital, fluktuasi nilai tukar juga berdampak pada pembayaran lintas negara, langganan software asing, hingga iklan digital berbasis dolar. Karena itu, strategi lindung nilai dan manajemen arus kas menjadi semakin relevan.

Intinya, Mata Uang Paling Rendah di dunia bukan sekadar daftar peringkat. Di baliknya ada pelajaran penting tentang bagaimana kebijakan ekonomi, stabilitas, dan strategi jangka panjang memengaruhi nilai suatu mata uang. Memahami hal ini membantu pelaku bisnis, investor, maupun pembaca umum melihat ekonomi global dengan sudut pandang yang lebih utuh dan realistis.

Harga BBM Terbaru Berlaku 1 Februari 2026, Pertamax dan Dex Series Resmi Disesuaikan

0

Pertamina kembali menetapkan Harga BBM Terbaru untuk produk bahan bakar non-subsidi yang mulai berlaku efektif per 1 Februari 2026. Penyesuaian Harga BBM Terbaru ini mencakup seluruh produk Pertamax Series dan Dex Series yang dipasarkan oleh PT Pertamina Patra Niaga. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkala yang menyesuaikan dinamika harga energi global dan kondisi ekonomi nasional.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penetapan Harga BBM Terbaru tetap berpedoman pada formula resmi pemerintah. Formula tersebut mengacu pada rata-rata harga minyak dunia yang dipublikasikan lembaga internasional seperti Argus dan Mean of Platts Singapore (MOPS), serta mempertimbangkan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Menurut Roberth, mekanisme penyesuaian harga dilakukan secara rutin agar harga BBM non-subsidi tetap berada pada level yang kompetitif. Ia menegaskan bahwa Pertamina berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan keberlanjutan pasokan energi nasional. Dalam konteks tersebut, Harga BBM Terbaru Pertamax dan Dex Series dinilai masih kompetitif dibandingkan produk sejenis di pasar.

Untuk wilayah dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, Harga BBM Terbaru per 1 Februari 2026 ditetapkan sebagai berikut: Pertamax Rp11.800 per liter, Pertamax Green 95 Rp12.450 per liter, Pertamax Turbo Rp12.700 per liter, Dexlite Rp13.250 per liter, serta Pertamina Dex Rp13.500 per liter. Adapun harga di wilayah lain dapat berbeda sesuai kebijakan pajak daerah masing-masing.

Promo MyPertamina Jadi Penopang di Tengah Penyesuaian Harga BBM Terbaru

Selain menetapkan Harga BBM Terbaru, Pertamina Patra Niaga juga menghadirkan berbagai program promo melalui aplikasi MyPertamina. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memberikan nilai tambah bagi konsumen di tengah penyesuaian harga BBM non-subsidi.

Roberth menyampaikan bahwa sepanjang Februari 2026, sejumlah program promo masih dapat dinikmati masyarakat. Salah satunya adalah program I Like Monday yang memberikan potongan Rp300 per liter setiap hari Senin untuk pembelian Pertamax, Pertamax Green, dan Pertamax Turbo. Selain itu, terdapat pula program Thank God It’s Fuel Day (TGIF) setiap hari Jumat dengan diskon Rp300 per liter untuk Pertamax Series dan Pertamina Dex.

Antusiasme masyarakat terhadap produk ramah lingkungan juga mendapat perhatian khusus. Konsumen Pertamax Green 95 dapat menikmati potongan harga Rp300 per liter setiap hari Rabu melalui aplikasi MyPertamina. Program ini diharapkan dapat mendorong penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan.

Tak hanya itu, konsumen juga berkesempatan memperoleh berbagai keuntungan lain, seperti double loyalty points setiap hari Sabtu, bonus cashback untuk transaksi menggunakan kartu kredit atau dompet digital tertentu, serta e-voucher khusus untuk pembelian BBM pada hari Minggu di jam-jam tertentu.

Melalui kombinasi penyesuaian Tarif BBM Terbaru dan beragam program loyalitas tersebut, Pertamina berharap masyarakat tetap memperoleh manfaat optimal dalam memenuhi kebutuhan energi. Seluruh informasi terkait harga dan promo dapat diakses langsung melalui aplikasi MyPertamina yang terus dikembangkan agar semakin mudah dan praktis digunakan oleh konsumen.

Sidak Pasar Padalarang Temukan Pelanggaran Harga Eceran Tertinggi MinyaKita

0

Komitmen pemerintah menjaga stabilitas harga pangan kembali ditegaskan menyusul temuan pelanggaran Harga Eceran Tertinggi MinyaKita di lapangan. Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan di Pasar Tagog Padalarang, Jawa Barat, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menemukan minyak goreng rakyat MinyaKita dijual jauh di atas ketentuan Harga Eceran Tertinggi MinyaKita yang telah ditetapkan pemerintah. Temuan ini menjadi sinyal bahwa pengawasan distribusi pangan strategis masih perlu diperketat, terutama menjelang periode konsumsi tinggi.

Sidak yang dilakukan pada Rabu (28/1/2026) tersebut berlangsung tanpa pemberitahuan sebelumnya. Amran menyebut sebagian besar harga pangan pokok di pasar tersebut masih terkendali dan bahkan berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP). Harga telur ayam ras tercatat di kisaran Rp28.000 per kilogram, daging ayam Rp35.000–Rp37.000 per kilogram, sementara daging sapi dijual sekitar Rp125.000 per kilogram.

Namun, kondisi berbeda ditemukan pada MinyaKita. Produk minyak goreng bersubsidi itu diketahui dijual dengan harga Rp18.000 per liter, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi MinyaKita di tingkat konsumen yang dipatok Rp15.700 per liter. Amran menilai pelanggaran ini tidak dapat ditoleransi karena menyangkut akses masyarakat terhadap pangan pokok dengan harga terjangkau.

“Ini jelas melanggar. MinyaKita dijual Rp18.000, padahal HET-nya Rp15.700. Ini tidak boleh dibiarkan. Kami minta aparat penegak hukum segera menelusuri produsen dan jalur distribusinya,” ujar Amran di sela sidak.

Pengawasan Harga dan Penelusuran ke Hulu

Amran menegaskan, pemerintah tidak lagi berhenti pada tahap imbauan. Penindakan hukum akan dilakukan secara tegas dan terukur, terutama kepada produsen dan distributor yang terbukti menjual MinyaKita di atas Harga Eceran Tertinggi MinyaKita. Ia memastikan pedagang eceran tidak menjadi sasaran utama, selama mereka tidak terlibat langsung dalam praktik pelanggaran distribusi.

Adapun ketentuan harga MinyaKita telah diatur melalui Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1028 Tahun 2024. Dalam regulasi tersebut, harga MinyaKita ditetapkan maksimal Rp13.500 per liter di tingkat distributor lini pertama (D1), Rp14.000 per liter di D2, dan Rp14.500 per liter di tingkat pengecer. Sementara harga jual tertinggi kepada konsumen berada di angka Rp15.700 per liter.

Kementerian Perdagangan mencatat, hingga 26 Januari 2026, rata-rata harga MinyaKita secara nasional memang mulai menunjukkan tren penurunan, meski masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi MinyaKita. Penurunan tersebut dinilai sebagai dampak awal dari implementasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 yang berlaku sejak 26 Desember 2025.

Distribusi DMO dan Peran BUMN Pangan

Dalam Permendag tersebut, produsen minyak nabati diwajibkan menyalurkan MinyaKita minimal 35 persen dari realisasi Domestic Market Obligation (DMO). Penyaluran ini difokuskan melalui Perum Bulog dan BUMN pangan sebagai distributor lini pertama guna memperkuat pasokan ke pasar.

Berdasarkan data Kemendag, realisasi DMO MinyaKita ke BUMN pangan pada periode 26 Desember 2025 hingga 23 Januari 2026 telah mencapai 21,35 ribu ton. Jumlah tersebut terdiri dari 13,47 ribu ton yang disalurkan melalui Perum Bulog dan 7,88 ribu ton melalui ID FOOD.

Pemerintah juga mencatat selisih harga MinyaKita dengan minyak goreng kemasan premium masih berada di kisaran 33 persen. Rata-rata harga minyak goreng premium saat ini tercatat sekitar Rp22.265 per liter. Untuk itu, pemerintah berencana terus memperkuat distribusi MinyaKita agar Harga Eceran Tertinggi MinyaKita dapat benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat konsumen.

Menutup keterangannya, Amran menegaskan penegakan hukum akan menjadi langkah utama ke depan. “Ini sudah bukan tahap peringatan. Aparat diminta menelusuri dari hulu sampai hilir. Kalau terbukti melanggar, izin usaha bisa dicabut,” tegasnya.

Airlangga: Negara Tak Akan Tolerir Praktik Menggoreng Saham di Pasar Modal

0

Pemerintah kembali menegaskan sikap tegas terhadap praktik menggoreng saham yang dinilai merusak kepercayaan investor dan mencederai mekanisme pasar modal. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang menyatakan bahwa negara tidak akan memberikan toleransi terhadap aktivitas spekulatif dan manipulatif di bursa saham. Praktik menggoreng saham dianggap menciptakan distorsi harga dan menempatkan investor, khususnya ritel, pada posisi yang rentan terhadap kerugian.

Dalam keterangannya di Wisma Danantara, Sabtu (31/1/2026), Airlangga menilai manipulasi harga saham yang dilakukan secara tidak wajar merupakan pelanggaran serius terhadap integritas pasar. Ia menyebut, praktik semacam ini tidak hanya merugikan investor secara langsung, tetapi juga berpotensi merusak reputasi pasar modal Indonesia di mata publik dan komunitas internasional. Menurutnya, pasar yang sehat harus berjalan berdasarkan prinsip transparansi, keterbukaan informasi, dan harga yang mencerminkan fundamental perusahaan.

Airlangga menekankan bahwa praktik menggoreng saham dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan nasional. Jika kepercayaan tersebut menurun, dampaknya bisa meluas ke sektor lain, termasuk melambatnya aktivitas investasi dan terganggunya stabilitas pasar keuangan. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menjaga pasar modal sebagai instrumen pembiayaan yang kredibel bagi pembangunan ekonomi.

“Pemerintah tidak mentolerir praktik manipulatif saham gorengan yang merugikan investor serta merusak kredibilitas dan integritas pasar modal di Indonesia,” ujar Airlangga. Ia menambahkan bahwa langkah penindakan akan terus diperkuat bersama otoritas terkait untuk memastikan perdagangan saham berlangsung secara adil.

Penegakan Hukum dan Insentif Pasar Modal

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa praktik manipulasi harga saham juga berdampak pada minat investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI). Investor global, menurutnya, sangat memperhatikan kualitas tata kelola pasar dan kepastian hukum sebelum menanamkan modal. Karena itu, upaya memberantas menggoreng saham menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam memperbaiki iklim investasi nasional.

Sikap serupa sebelumnya disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku manipulasi perdagangan saham harus menjadi prioritas sebelum pemerintah memberikan insentif tambahan bagi investor ritel. Purbaya menyatakan, pemerintah ingin sektor swasta bergerak lebih aktif dengan dukungan pasar modal yang bersih dan aman.

Dalam sebuah forum ekonomi pada akhir 2025, Purbaya menekankan bahwa langkah tegas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan investor. Ia bahkan menyebut bahwa pemerintah siap memberikan tambahan insentif apabila terdapat tindakan nyata terhadap pelaku menggoreng saham dalam jangka waktu tertentu.

Purbaya menyampaikan, dalam enam bulan ke depan, pemerintah akan menunggu hasil konkret berupa penindakan hukum terhadap pelaku manipulasi pasar. Jika hal tersebut terealisasi, insentif fiskal seperti keringanan pajak akan disiapkan untuk mendorong partisipasi investor yang lebih luas di pasar saham.

Menurut Purbaya, insentif tersebut bukan ditujukan untuk mendorong spekulasi, melainkan untuk memastikan masyarakat berinvestasi di pasar yang sehat dan transparan. Dengan kombinasi penegakan hukum dan kebijakan insentif yang tepat, pemerintah berharap praktik menggoreng saham dapat ditekan, sekaligus memperkuat peran pasar modal sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional.

Minat Mudik Tinggi, Penjualan Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Terus Meningkat

0

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan layanan Kereta Api Lebaran 2026 masih menyediakan tiket bagi masyarakat yang ingin merencanakan perjalanan mudik lebih awal. Hingga akhir Januari, pemesanan tiket Kereta Api Lebaran 2026 tetap dibuka sesuai skema H-45 sebelum jadwal keberangkatan, sehingga calon penumpang masih memiliki kesempatan memilih jadwal perjalanan yang diinginkan.

Saat ini, masyarakat sudah dapat memesan tiket kereta api untuk keberangkatan 11 hingga 16 Maret 2026 melalui seluruh kanal resmi penjualan KAI. Periode tersebut menjadi fase awal Angkutan Lebaran yang setiap tahunnya diiringi peningkatan mobilitas penumpang antarkota, khususnya menuju wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa minat terhadap layanan Kereta Api Lebaran 2026 terbilang cukup tinggi sejak awal pembukaan pemesanan. Hingga 30 Januari 2026 pukul 10.00 WIB, KAI mencatat sebanyak 131.756 tiket telah terjual untuk periode keberangkatan tersebut. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring masih berlangsungnya proses pemesanan dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengamankan tiket mudik lebih dini.

Relasi Favorit Didominasi Jalur Menuju Kota Besar

Berdasarkan data sementara, terdapat sepuluh relasi dengan tingkat pemesanan tertinggi. Relasi tersebut antara lain Yogyakarta–Gambir, Pasarsenen–Lempuyangan, Lempuyangan–Pasarsenen, Gambir–Yogyakarta, Pasarsenen–Purwokerto, Yogyakarta–Surabaya Gubeng, Pasarsenen–Kutoarjo, Pasarsenen–Surabaya Pasar Turi, Bandung–Gambir, serta Gambir–Cirebon.

Tingginya permintaan pada rute-rute tersebut mencerminkan pola pergerakan masyarakat yang menuju pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, serta daerah tujuan mudik menjelang Hari Raya Idulfitri. KAI memproyeksikan lonjakan penumpang akan terus terjadi seiring mendekatnya puncak arus mudik Kereta Api Lebaran 2026.

KAI Imbau Pemesanan Lewat Kanal Resmi

Anne menegaskan, KAI berkomitmen menjaga keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan perjalanan selama masa Angkutan Lebaran. Seluruh layanan Kereta Api Lebaran 2026 dikelola secara terukur, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, pengaturan jadwal perjalanan, hingga optimalisasi layanan pelanggan di stasiun dan di atas kereta.

KAI juga mengimbau masyarakat agar melakukan pemesanan tiket hanya melalui kanal resmi guna menghindari potensi penipuan. Informasi terkait perjalanan, ketersediaan tiket, serta layanan pelanggan dapat diakses melalui Contact Center KAI121 di nomor (021) 121 atau WhatsApp resmi KAI121 di 081-122-233-121.

Dengan perencanaan perjalanan yang matang dan pemanfaatan layanan resmi, KAI berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik Kereta Api Lebaran yang aman, nyaman, dan tertib, sekaligus mendukung kelancaran angkutan Lebaran secara nasional.

Kapan Harga Emas Turun? Mengulik Siklus dan Sentimen Pasar

Tiap kali harga emas naik dan mencetak rekor baru, pertanyaan yang sama selalu muncul: kapan harga emas turun? Banyak orang mulai beranggapan bahwa emas adalah aset yang akan terus naik selamanya dan nyaris tidak mungkin mengalami penurunan. Pandangan ini wajar, apalagi emas sering disebut sebagai aset paling aman di tengah gejolak ekonomi. Namun, kalau dilihat lebih jernih, pergerakan emas tidak sesederhana itu. Kapan harga emas turun sebenarnya sangat mungkin terjadi, tergantung kondisi ekonomi global, kebijakan moneter, hingga sentimen pasar. Maka sebelum ikut arus membeli emas karena takut ketinggalan, penting memahami cara emas bergerak dan faktor apa saja yang memengaruhinya.

Emas memang punya sejarah panjang sebagai penyimpan nilai. Dari krisis ke krisis, emas sering menjadi pelarian investor ketika inflasi tinggi atau ketidakpastian ekonomi meningkat. Tapi sejarah juga menunjukkan bahwa harga emas tidak selalu bergerak naik lurus. Ada fase koreksi, stagnan, bahkan penurunan cukup tajam. Jadi anggapan bahwa emas “pasti naik terus” perlu dilihat dengan lebih realistis. Pertanyaan kapan harga emas turun justru penting agar keputusan investasi tidak hanya didorong oleh emosi.

Harga Emas Tidak Kebal Terhadap Siklus Ekonomi

Banyak yang lupa bahwa emas tetap mengikuti siklus ekonomi. Saat inflasi tinggi, konflik geopolitik meningkat, atau nilai mata uang melemah, harga emas cenderung naik. Namun sebaliknya, ketika ekonomi mulai stabil, suku bunga naik, dan pasar saham kembali menarik, minat terhadap emas bisa menurun.

Salah satu faktor kunci adalah kebijakan suku bunga bank sentral, terutama The Fed di Amerika Serikat. Ketika suku bunga tinggi, instrumen berbunga seperti obligasi dan deposito menjadi lebih menarik. Dalam kondisi ini, emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung kehilangan daya tarik. Di titik inilah peluang kapan harga emas turun mulai terbuka.

Selain itu, penguatan dolar AS juga sering menekan harga emas. Karena emas diperdagangkan dalam dolar, dolar yang kuat membuat harga emas terasa lebih mahal bagi pembeli dari negara lain. Akibatnya, permintaan bisa melemah dan harga terkoreksi.

Sentimen Pasar dan Perilaku Investor

Harga emas juga sangat dipengaruhi oleh psikologi pasar. Saat banyak investor merasa takut dan pesimis, emas diburu sebagai aset aman. Namun ketika rasa optimisme kembali muncul, emas sering ditinggalkan sementara.

Fenomena ini pernah terjadi beberapa kali. Setelah krisis mereda, investor mulai berani masuk ke aset berisiko seperti saham atau properti. Aliran dana pun berpindah, dan emas mengalami fase penurunan atau pergerakan datar dalam waktu cukup lama. Jadi kalau bertanya kapan harga emas turun, jawabannya sering kali berkaitan dengan perubahan sentimen, bukan sekadar angka inflasi.

Menariknya, penurunan harga emas tidak selalu berarti buruk. Bagi investor jangka panjang, fase koreksi justru sering dimanfaatkan untuk akumulasi. Yang berbahaya adalah membeli emas di puncak harga tanpa memahami siklusnya.

Apakah Emas Masih Layak Dijadikan Investasi?

Meski harga emas bisa turun, bukan berarti emas kehilangan relevansinya. Emas tetap berperan sebagai pelindung nilai, terutama untuk jangka panjang dan diversifikasi aset. Namun emas bukan instrumen untuk “cepat kaya”. Nilainya lebih pada menjaga daya beli, bukan mengejar imbal hasil agresif.

Kunci utama adalah strategi. Jangan membeli emas hanya karena takut ketinggalan tren. Pahami tujuan keuangan, jangka waktu investasi, dan kondisi pasar. Dengan begitu, pertanyaan kapan harga emas turun tidak lagi menimbulkan kecemasan, melainkan menjadi bagian dari perhitungan yang matang.

Bangun Ekosistem Semikonduktor, Pemerintah Siapkan Strategi Jangka Panjang Industri Nasional

0

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mematangkan strategi jangka panjang untuk membangun Ekosistem Semikonduktor nasional yang kuat dan berdaya saing. Penguatan Ekosistem Semikonduktor dinilai menjadi fondasi penting dalam menghadapi kebutuhan industri manufaktur yang semakin kompleks, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap komponen impor bernilai strategis. Pada tahap awal, pemerintah menitikberatkan pengembangan sumber daya manusia dan desain chip sebagai pintu masuk utama penguatan industri semikonduktor dalam negeri.

Industri semikonduktor memiliki peran vital dalam menopang berbagai sektor prioritas nasional, mulai dari elektronika, otomotif, telekomunikasi, energi, hingga transformasi digital. Seiring meningkatnya produksi industri hilir, kebutuhan terhadap komponen semikonduktor juga terus melonjak. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mempercepat pembangunan Ekosistem Semikonduktor yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Pada sektor elektronik, misalnya, produksi ponsel nasional saat ini berada di kisaran 30 hingga 60 juta unit per tahun. Sementara itu, kebutuhan laptop nasional diproyeksikan mencapai 1,57 juta unit pada 2026. Dari sisi otomotif, produksi kendaraan bermotor Indonesia pada 2025 tercatat mencapai lebih dari 800 ribu unit, termasuk kendaraan listrik dan hybrid yang memiliki kandungan semikonduktor jauh lebih besar dibandingkan kendaraan konvensional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pembangunan industri semikonduktor tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, pendekatan bertahap yang realistis menjadi kunci agar Indonesia mampu masuk ke rantai nilai global dengan posisi yang kompetitif.

Pengembangan Talenta dan Desain Chip Jadi Prioritas

Dalam sambutannya pada Indonesia Semiconductor Summit (ISS) 2026 di Bandung, Menperin menyampaikan bahwa penguatan talenta lokal dan desain chip merupakan langkah strategis pada fase awal pembangunan Ekosistem Semikonduktor. Indonesia dinilai telah memiliki modal awal berupa fasilitas perakitan dan pengujian semikonduktor yang terhubung dengan global value chain, serta sejumlah perusahaan desain integrated circuit.

Selain itu, basis industri hilir seperti Electronic Manufacturing Services (EMS), Original Equipment Manufacturer (OEM), dan industri otomotif nasional juga menjadi penopang penting bagi tumbuhnya ekosistem ini. Dengan fondasi tersebut, pemerintah optimistis Indonesia dapat meningkatkan perannya dalam rantai pasok semikonduktor global.

Namun demikian, tantangan besar masih dihadapi. Ketergantungan terhadap impor semikonduktor masih tergolong tinggi dan berpotensi melemahkan ketahanan industri nasional.

Ketergantungan Impor Jadi Tantangan Strategis

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor semikonduktor Indonesia mengalami peningkatan signifikan, dari USD 2,33 miliar pada 2020 menjadi USD 4,87 miliar pada periode Januari hingga November 2025. Lonjakan tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri nasional terhadap komponen strategis, namun sekaligus menjadi peringatan akan pentingnya memperkuat Ekosistem Semikonduktor dalam negeri.

Menperin menilai kondisi tersebut harus direspons melalui penguatan kapasitas nasional, terutama pada aspek desain chip dan pengembangan kekayaan intelektual. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi awal menuju kemandirian teknologi semikonduktor.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemenperin telah menyusun roadmap pengembangan industri semikonduktor nasional dengan visi menjadikan Indonesia pemain aktif dalam rantai pasok global. Roadmap ini mencakup empat pilar utama, yakni material, desain, fabrikasi (front end), serta assembly, testing, dan packaging (back end). Keempat pilar tersebut didukung oleh penguatan SDM, riset dan inovasi, infrastruktur, serta kebijakan industri yang kondusif.

Dengan roadmap yang jelas dan dukungan lintas sektor, pemerintah berharap Ekosistem Semikonduktor nasional tidak hanya mampu menarik investasi, tetapi juga menciptakan nilai tambah, memperkuat kemandirian teknologi, serta memastikan Indonesia terintegrasi secara berkelanjutan dalam ekosistem semikonduktor global.