Sabtu, Mei 2, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 45

Sektor Kreatif Melaju, Holding UMKM Fesyen dan Kerajinan Tangan Resmi Dibentuk

0

Kementerian UMKM terus memperkuat fondasi industri kreatif nasional lewat peluncuran program Holding UMKM untuk klaster Fesyen dan Kerajinan Tangan. Langkah ini disebut sebagai upaya strategis untuk membangun ekosistem usaha yang lebih terhubung, khususnya bagi pelaku mikro dan kecil yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan dalam rantai pasok.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menyampaikan bahwa Holding UMKM dirancang sebagai jembatan kemitraan antara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar tiap klaster memiliki struktur yang lebih rapi dan terintegrasi. Dengan pola ini, usaha menengah diharapkan mampu berperan sebagai penggerak utama yang menghubungkan pelaku kecil dalam satu sistem produksi yang sama.

Bagus menjelaskan, banyak kendala yang selama ini menghambat pelaku mikro berkembang, mulai dari keterbatasan kapasitas produksi, lemahnya akses pembiayaan, hingga belum meratanya standardisasi mutu. Melalui struktur klaster yang lebih terorganisir, hambatan-hambatan tersebut dapat diselesaikan bersama sehingga usaha kecil punya peluang yang sama untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

“Holding UMKM ini merupakan bagian dari transformasi struktural yang mengutamakan integrasi dan keberlanjutan. Kita ingin ekosistem UMKM tumbuh dalam satu rantai pasok yang efektif dan stabil,” ujar Bagus di Klaten, Jawa Tengah, Rabu (19/11).

Dorongan bagi Sektor Kreatif Lokal

Peluncuran klaster Fesyen dan Kerajinan Tangan dipilih karena kedua sektor ini menjadi pilar penting industri kreatif Indonesia. Data pemerintah menunjukkan sektor fesyen mencatat kontribusi Rp249,67 triliun terhadap PDB dan menghasilkan ekspor hingga Rp238,37 triliun sepanjang 2024. Sementara industri kerajinan tangan, yang dihuni lebih dari 700 ribu unit usaha, membukukan ekspor sekitar Rp11,03 triliun.

Permintaan global yang terus meningkat membuat kedua sektor ini membutuhkan ekosistem yang lebih kuat agar produk lokal mampu bersaing. Karena itulah dua perusahaan, PT Lurik Prasojo dan CV Agil Craft Indonesia, ditunjuk sebagai operator Holding UMKM klaster Fesyen dan Kerajinan Tangan. Keduanya dinilai memiliki kapasitas dalam mengembangkan jaringan produksi sekaligus menjalankan fungsi inkubasi bagi perajin kecil.

PT Lurik Prasojo selama ini dikenal sebagai penggerak pelestarian wastra nusantara, khususnya lurik, dengan memberdayakan lebih dari 250 perajin perempuan serta puluhan tenaga kerja tetap. Di sisi lain, CV Agil Craft Indonesia telah membangun ekosistem kerajinan tangan bersama 150 perajin, dan mengekspor 95 persen produknya ke berbagai negara seperti Jepang, Belanda, Portugal, dan Afrika Selatan.

“Peran dua perusahaan ini diharapkan menjadi anchor yang dapat menarik pelaku mikro dan kecil untuk berkembang bersama dalam rantai pasok. Semakin kuat kemitraan, semakin besar peluang mereka menembus pasar internasional,” kata Bagus.

Harapan dari Daerah

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyambut baik peluncuran ini dan menyebut bahwa produk lokal seperti lurik memiliki potensi besar untuk bersaing di luar negeri. Ia menilai kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha akan memperkuat langkah menuju visi Indonesia Emas 2045.

Pemilik Lurik Prasojo, Hanggo Wahyu Amerto, juga menilai kerja sama ini sebagai peluang untuk membawa karya perajin lokal ke pangsa pasar yang lebih besar. “Kolaborasi ini membuat kami mampu mengangkat warisan budaya sebagai komoditas global,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Manager Eksekutif CV Agil Craft Indonesia, Eka Mutiara Sari. Ia optimistis bahwa dukungan dalam pembiayaan dan pendampingan akan memperkuat posisi sektor kerajinan sebagai salah satu pilar penting ekonomi nasional.

Dengan hadirnya Holding UMKM klaster Fesyen dan Kerajinan Tangan, pemerintah berharap pelaku usaha kecil dapat tumbuh lebih kuat dalam sistem yang terhubung, efisien, dan mampu bersaing hingga ke pasar internasional.

Aturan Baru Rekening Bank Resmi Berlaku, Ini Poin yang Dikhawatirkan YLKI

0

Penerbitan Aturan Baru Rekening Bank melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24 Tahun 2025 kembali menjadi sorotan publik. Kebijakan yang mengubah ketentuan pengelolaan rekening bank umum ini dinilai strategis, namun Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mempertanyakan apakah penyusunannya sudah melibatkan suara konsumen, terutama pemilik tabungan yang berpotensi masuk kategori rekening tak aktif atau dormant.

Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo, menilai aturan baru ini semestinya tidak hanya diumumkan, tetapi juga disosialisasikan secara menyeluruh agar masyarakat memahami perubahan yang berlaku. Menurutnya, banyak nasabah yang belum menyadari risiko rekening menjadi dormant jika tidak ada aktivitas dalam jangka waktu tertentu.

“YLKI memandang regulasi ini harus dipahami konsumen. Mereka perlu tahu apa konsekuensinya dan bagaimana mencegah rekening masuk kategori dormant,” ujar Rio kepada media, Rabu (19/11/2025).

Ia menambahkan, OJK memiliki kewajiban memberikan edukasi yang selaras untuk semua jenis nasabah, termasuk penjelasan mengenai cara mengaktifkan kembali rekening yang tidak bergerak selama lebih dari 1.800 hari. Rio menegaskan perlunya pengawasan ketat terhadap perbankan agar dana nasabah tetap aman meski rekening terkena penghentian sementara.

Yang menjadi perhatian YLKI, kata Rio, adalah jaminan bahwa uang nasabah dalam rekening dormant tidak hilang ataupun terdampak penyalahgunaan. “Pengawasan harus kuat supaya tidak ada satu rupiah pun yang lenyap. Itu bentuk tanggung jawab perbankan kepada konsumen,” tegasnya.

Standarisasi Pengelolaan Rekening

Otoritas Jasa Keuangan sendiri menegaskan bahwa Aturan Baru Rekening Bank diterbitkan untuk memperkuat tata kelola sektor perbankan. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa POJK 24/2025 menjadi pedoman penting agar pengelolaan rekening dilakukan secara lebih akuntabel, aman, dan konsisten di seluruh bank.

Dengan aturan ini, setiap bank wajib memiliki kebijakan pengelolaan rekening yang jelas, termasuk mekanisme pengawasan internal. Bank juga diminta memastikan kemudahan bagi nasabah dalam membuka, menutup, atau mengaktifkan kembali rekening melalui layanan kantor fisik maupun kanal digital.

OJK menyebut kebijakan baru ini sebagai langkah memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional. Standarisasi pengelolaan rekening dinilai mampu mengurangi disparitas prosedur antarbank sekaligus memberikan kepastian hak dan kewajiban bagi nasabah.

Dalam POJK tersebut, bank harus mengklasifikasikan rekening ke dalam tiga kategori: aktif, tidak aktif, dan dormant. Rekening aktif adalah yang masih memiliki transaksi atau pengecekan saldo. Rekening tidak aktif ditetapkan bagi rekening tanpa pergerakan lebih dari 360 hari. Sedangkan rekening dormant berlaku bagi rekening tanpa aktivitas lebih dari 1.800 hari.

Dorongan Inklusi Keuangan

Penerapan Aturan Baru Rekening Bank juga berkaitan dengan target pemerintah dalam meningkatkan inklusi keuangan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menargetkan 98 persen masyarakat memiliki rekening bank pada 2027.

Menurut Airlangga, keberadaan rekening di setiap rumah tangga menjadi fondasi penting dalam penyaluran bantuan sosial serta berbagai program pemerintah agar lebih tepat sasaran. “Dengan semakin banyak keluarga memiliki rekening, distribusi bansos akan berjalan lebih efektif dan akurat,” ujarnya.

Dengan regulasi yang lebih jelas, pengawasan lebih ketat, serta dorongan untuk memperluas kepemilikan rekening, pemerintah berharap hubungan antara perbankan dan masyarakat menjadi lebih kuat. Aturan OJK tersebut juga diharapkan meminimalisasi penyalahgunaan rekening dan memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan keuangan.

Melalui serangkaian langkah itu, OJK dan pemerintah berharap Aturan Baru Rekening Bank tidak sekadar menjadi regulasi, tetapi benar-benar memberikan perlindungan maksimal bagi nasabah dan mendukung stabilitas perbankan nasional.

Cara Cerdas Naikin Omzet dengan Diskon, Trik Psikologi yang Jarang Dibahas!

Banyak pelaku usaha kecil yang penasaran kenapa strategi sederhana seperti diskon bisa naikin omzet dalam waktu cepat. Fenomena ini bukan kebetulan. Ada unsur psikologi harga yang membuat konsumen lebih mudah mengambil keputusan. Menariknya, UMKM pemula yang masih mencari ritme penjualan justru bisa naikin omzet dengan diskon tanpa mengorbankan brand atau kualitas, asalkan paham cara mainnya. Di saat persaingan makin padat, pemahaman soal psikologi harga bisa jadi bekal penting untuk naikin omzet dengan diskon secara lebih terukur dan efektif.

Di dunia bisnis, konsumen jarang membeli sesuatu semata-mata karena butuh. Banyak keputusan terjadi akibat impuls, emosi, atau persepsi terhadap harga. Diskon membantu menciptakan pengalaman “menang banyak” bagi pembeli. Ini yang bikin strategi tersebut sangat kuat, bahkan untuk usaha kecil.

Psikologi Harga yang Membuat Diskon Begitu Ampuh

Satu hal yang sering dilupakan UMKM adalah bahwa harga tidak hanya angka. Harga bisa memengaruhi persepsi, ekspektasi, sampai rasa urgensi. Diskon bekerja di antara tiga hal itu.

Pertama, ada konsep yang disebut reference price. Saat konsumen melihat harga asli lalu dibandingkan dengan harga diskon, mereka merasa mendapatkan nilai lebih besar. Perbedaan ini menciptakan ilusi keuntungan yang membuat keputusan membeli terasa lebih ringan.

Lalu ada efek urgensi. Label seperti “diskon hari ini saja” atau “limited stock” membuat konsumen merasa harus bertindak cepat. Otak memproses informasi tersebut sebagai momen langka. Ketakutan kehilangan kesempatan membuat pembeli jadi lebih cepat mengambil keputusan.

Terakhir, diskon membangun persepsi bahwa produk sedang dalam “momen terbaik untuk dibeli”. Efek psikologis semacam ini sangat kuat untuk produk impulsif seperti kuliner, fesyen, atau aksesoris gadget.

Jika UMKM memahami tiga fondasi ini, strategi harga bisa diarahkan dengan lebih cerdas, bukan hanya menurunkan angka tanpa perhitungan.

Cara UMKM Menggunakan Diskon Tanpa Merugikan Bisnis

Banyak pemilik usaha khawatir diskon bakal menurunkan margin. Kekhawatiran itu wajar, tapi diskon yang strategis justru bisa meningkatkan nilai transaksi secara keseluruhan.

Pertama, diskon bisa diarahkan untuk menarik pembeli pertama. Ketika konsumen mencoba produk dan menyukainya, mereka berpotensi melakukan repeat order. Nilai jangka panjang inilah yang lebih penting.

Kedua, gunakan diskon untuk produk tertentu saja. Produk dengan margin lebih tinggi atau yang mudah diproduksi bisa jadi pilihan tepat. Dengan begitu, arus kas tetap aman.

Ketiga, manfaatkan bundling. Misalnya, produk utama dibeli dengan harga normal, tapi tambahan produk kecil mendapat potongan. Cara ini membantu menaikkan rata-rata nilai keranjang belanja.

Selain itu, diskon juga bisa dikombinasikan dengan momen tertentu—tanggal cantik, hari gajian, atau libur besar. UMKM yang mampu menyesuaikan momen seperti ini biasanya memiliki peluang lebih besar untuk mendorong lonjakan penjualan.

Pada akhirnya, diskon yang efektif bukan soal menurunkan harga, tetapi soal menggerakkan psikologi konsumen agar pembelian terasa lebih meyakinkan dan menyenangkan.

Cegah Risiko bagi Anak, Roblox Terapkan Verifikasi Usia Mulai Januari 2026

0

Kebijakan baru kembali disiapkan Roblox untuk memperketat perlindungan bagi para pemain muda. Platform game asal Amerika Serikat itu mengumumkan akan mewajibkan verifikasi usia pada roblox bagi seluruh pengguna yang ingin memanfaatkan fitur percakapan mulai Januari 2026, sebuah langkah besar yang diambil setelah rentetan gugatan hukum terkait keamanan anak di ekosistem mereka.

Selama ini, proses verifikasi usia bersifat sukarela dan hanya ditujukan bagi pemain yang ingin membuka akses ke fitur chat tertentu. Namun Roblox menilai pendekatan tersebut tidak lagi memadai. Mulai awal Desember, uji coba kewajiban verifikasi usia akan diterapkan di beberapa negara seperti Australia, Belanda, dan Selandia Baru, sebelum diberlakukan secara global pada Januari mendatang.

Dorongan untuk memperketat aturan ini tidak datang tanpa alasan. Beberapa bulan terakhir, Roblox menghadapi tekanan hukum dari sejumlah negara bagian Amerika Serikat, termasuk Texas dan Louisiana. Jaksa agung dari kedua wilayah tersebut menuding Roblox gagal menyediakan lingkungan yang aman bagi pemain anak, khususnya terkait paparan konten sensitif dan potensi eksploitasi seksual.

Proses Verifikasi Mengandalkan Pemindaian Wajah

Untuk menyelesaikan tahapan verifikasi, pengguna diminta membuka aplikasi Roblox, memberikan izin penggunaan kamera, lalu mengikuti instruksi pemindaian wajah yang tampil di layar. Sistem kemudian akan mengunggah data visual tersebut ke penyedia pihak ketiga bernama Persona, yang bertugas melakukan pengecekan.

Roblox menegaskan bahwa foto maupun video yang terekam tidak akan disimpan. Begitu verifikasi usia roblox selesai diproses, seluruh data visual dihapus baik oleh Persona maupun Roblox. Langkah ini diambil untuk meredam kekhawatiran terkait privasi yang selama ini menjadi sorotan utama para orang tua.

Setelah verifikasi selesai, pengguna akan ditempatkan ke dalam kelompok usia tertentu. Roblox membagi pemain menjadi enam kategori mulai dari bawah 9 tahun hingga 21 tahun ke atas. Pengelompokan ini akan menentukan siapa saja yang dapat dihubungi melalui fitur chat.

Misalnya, pemain yang diidentifikasi berusia sekitar 12 tahun akan masuk kelompok 9–12 tahun. Mereka hanya dapat berinteraksi dengan pemain yang usianya masih berada dalam rentang aman, maksimal hingga 15 tahun. Sebaliknya, pemain berusia 16 tahun ke atas hanya dapat berkomunikasi dengan kelompok usia remaja dan dewasa.

“Kami menganggap kebijakan ini sebagai cara untuk menjaga interaksi tetap berada di jalur yang aman, terutama bagi pengguna di bawah umur,” ujar Raj Bhatia, Wakil Presiden sekaligus Kepala Pengguna dan Penemuan Produk Roblox. Menurutnya, pemisahan kelompok usia dapat meminimalkan risiko pertemuan online antara anak-anak dan orang dewasa yang tidak mereka kenal.

Kebijakan Baru Disebut Pertama di Industri

Roblox menyebut aturan ini sebagai langkah yang belum pernah dilakukan platform game besar maupun layanan pesan lainnya. Menurut Matt Kaufman, Kepala Keamanan Roblox, verifikasi usia di roblox berbasis pemindaian wajah dinilai jauh lebih akurat ketimbang sekadar mencantumkan tahun lahir saat membuat akun.

Selain kebijakan verifikasi, Roblox juga memperkenalkan Pusat Keamanan baru. Fitur ini menyediakan panduan bagi orang tua dan pengasuh untuk membantu mengatur batasan penggunaan, kontrol interaksi, serta pengawasan aktivitas anak di platform tersebut.

Dengan rangkaian perubahan ini, Roblox berharap ekosistem mereka semakin aman bagi pengguna muda, sekaligus memberikan transparansi lebih besar kepada keluarga yang selama ini mengkhawatirkan keselamatan anak di dunia game online.

Penyaluran dan Penjaminan KUR Dipacu, Pemerintah Hapus Batas Pengajuan Mulai Tahun Depan

0

Upaya memperkuat ekosistem pembiayaan bagi pelaku usaha kecil kembali menjadi perhatian utama pemerintah. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa penguatan sistem penyaluran dan penjaminan KUR harus menjadi prioritas karena terbukti menjadi salah satu instrumen paling efektif dalam memperluas akses permodalan bagi jutaan pelaku usaha di berbagai sektor.

Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (17/11), Menteri Maman menyampaikan bahwa KUR tetap menjadi pilar strategis dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menilai, semakin baik skema penjaminan, semakin besar pula keberanian perbankan menyalurkan kredit produktif kepada pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal.

Menurut data terbaru hingga 15 November 2025, penyaluran KUR telah mencapai Rp238,7 triliun atau sekitar 83 persen dari plafon KUR tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp286,61 triliun. Pembiayaan tersebut telah menjangkau lebih dari 4 juta pelaku usaha. Dari jumlah itu, debitur graduasi tercatat mencapai 1,32 juta atau melebihi target yang dipatok pemerintah, sementara debitur baru berada pada posisi 2,25 juta atau mendekati sasaran yang ditentukan.

Dorongan perbankan untuk semakin agresif memberikan pembiayaan juga terlihat dari peningkatan kredit di sektor produksi. Tahun ini, penyaluran KUR untuk sektor produktif menembus 60,7 persen, tertinggi sejak program ini diluncurkan lebih dari satu dekade lalu. Selain itu, tingkat Non-Performing Loan (NPL) atau kredit macet KUR berada di level 2,3 persen—jauh di bawah ambang batas 5 persen yang dianggap aman.

Skema Baru KUR Mulai 2026

Di tengah capaian tersebut, pemerintah menyiapkan pembaruan besar dalam kebijakan KUR yang berlaku mulai 2026. Melalui Komite Kebijakan KUR yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pemerintah menyusun mekanisme baru yang lebih fleksibel. Jika pada tahun ini pengajuan KUR dibatasi dua kali untuk sektor perdagangan dan empat kali untuk sektor produksi, maka tahun depan seluruh batasan tersebut dihapuskan.

Menteri Maman menilai banyak UMKM yang sesungguhnya masih memerlukan dukungan pembiayaan, namun terkendala aturan pembatasan pengajuan. Di sisi lain, mereka sering kali belum memenuhi syarat untuk mengakses kredit komersial karena bunga yang lebih tinggi. Dengan skema baru ini, UMKM dapat mengajukan KUR selama usahanya dinilai layak dan produktif.

Selain penghapusan batas pengajuan, pemerintah juga menetapkan suku bunga tunggal sebesar enam persen untuk seluruh jenis KUR, termasuk kategori Super Mikro dan Mikro. Penyederhanaan ini diharapkan membuat proses pembiayaan menjadi lebih mudah dipahami dan lebih adil bagi pelaku UMKM.

Pengawasan dan Penjaminan Diperkuat

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Maman kembali menegaskan bahwa pengajuan KUR hingga Rp100 juta tidak membutuhkan agunan tambahan. Ia memastikan proses pengawasan terus berjalan agar penyaluran kredit tetap tepat sasaran.

Kementerian UMKM juga meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran dan penjaminan KUR agar berlangsung lebih transparan, merata, dan berpihak pada sektor prioritas seperti produksi, padat karya, ekonomi kreatif, dan pariwisata. Pemerintah turut menggandeng lembaga penjamin, termasuk PT Jamkrindo dan PT Askrindo, untuk memperkuat kepercayaan bank dalam menyalurkan pembiayaan.

Direktur Utama Askrindo, M. Fankar Umran, bersama Plt Direktur Utama Jamkrindo, Abdul Bari, menyampaikan kesiapan mereka memberikan dukungan penuh. Menurut keduanya, penjaminan yang kuat akan membuat lembaga keuangan semakin percaya diri dalam menyalurkan dana kepada UMKM yang masih kesulitan membuktikan kelayakan kredit di tahap awal.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap penyaluran dan penjaminan KUR dapat terus ditingkatkan sehingga UMKM semakin mendapatkan ruang untuk tumbuh dan memperkuat ekonomi nasional dari level paling dasar.

Mengapa Jasa Personal Organizer Online Makin Dibutuhkan di Indonesia?

Di tengah gaya hidup serba cepat, kebutuhan akan personal organizer online semakin banyak dibicarakan. Banyak orang mulai sadar pentingnya perencanaan yang rapi agar hidup lebih teratur, mulai dari pekerjaan, keuangan, jadwal pribadi, hingga pengelolaan rumah. Karena itu, personal organizer online menjadi layanan yang cukup menarik untuk diikuti perkembangannya, apalagi layanan ini tidak mengharuskan pertemuan langsung, sehingga bisa menjangkau siapa saja. Dengan semakin padatnya aktivitas masyarakat Indonesia, keberadaan personal organizer online justru membuka ruang baru bagi industri kreatif berbasis layanan digital.

Namun seperti industri digital lainnya, bisnis ini tidak lepas dari tantangan. Persaingan yang makin ramai, ekspektasi klien yang tinggi, ditambah tuntutan untuk selalu tampil profesional dan responsif membuat pelaku jasa ini harus benar-benar memahami karakter konsumennya. Meski begitu, peluangnya justru cukup besar karena pasar di Indonesia masih luas dan belum jenuh. Ini yang membuat jasa pengorganisasian online terus berkembang dari tahun ke tahun.

Tantangan yang Kerap Dihadapi Personal Organizer Online

Jika melihat kondisi pasar saat ini, salah satu tantangan terbesar bagi penyedia jasa pengorganisasian adalah edukasi pasar. Banyak orang masih mengira layanan ini mirip sekadar asisten pribadi, padahal perannya jauh lebih strategis. Seorang organizer membantu menyusun prioritas hidup, mengatur sistem kerja, membuat rencana jangka panjang, hingga membantu mengelola berbagai dokumen atau waktu yang berserakan.

Selain itu, ada juga tantangan dalam kredibilitas. Karena layanan dilakukan secara online, calon pengguna perlu diyakinkan lebih dulu bahwa mereka bekerja dengan orang yang kompeten dan profesional. Portofolio, testimoni, dan branding menjadi sangat penting agar orang percaya. Tidak jarang, penyedia jasa harus memberikan sesi trial atau konsultasi awal untuk menciptakan rasa nyaman bagi calon klien.

Kompetisi harga juga menjadi tantangan tersendiri. Karena masih industri baru, standar harga belum seragam. Ada yang menawarkan harga sangat murah, namun kualitasnya kurang terukur. Sebaliknya, ada yang menawarkan harga tinggi karena sudah memiliki pengalaman. Ini membuat pasar cukup dinamis, dan pelaku bisnis dituntut cerdas menentukan nilai jasa yang sesuai dengan kualitas layanan mereka.

Peluang Besar yang Bisa Dimanfaatkan

Di luar tantangannya, personal organizer online justru memiliki kesempatan besar untuk berkembang. Gaya hidup digital yang meningkat membuat banyak orang mencari solusi simpel dan cepat agar hidup lebih teratur. Bahkan kalangan profesional muda, pekerja remote, hingga pemilik bisnis kecil mulai mencari bantuan untuk mengelola jadwal atau sistem kerja mereka.

Tidak hanya individu, banyak UMKM kini membutuhkan orang yang bisa membantu merapikan manajemen dokumen, kalender produksi, hingga sistem operasional. Artinya, pasar B2B kecil juga mulai terbuka.

Selain itu, kehadiran platform seperti Zoom, Google Workspace, Notion, dan Trello membuat pekerjaan organizer menjadi lebih mudah dan bisa diakses tanpa batas lokasi. Ini menjadi pintu masuk bagi layanan lokal untuk menjangkau klien dari berbagai kota tanpa perlu membuka kantor fisik.

Peluang lain yang muncul adalah diversifikasi layanan. Seorang organizer tidak hanya menawarkan penyusunan jadwal, tetapi juga bisa mengembangkan jasa seperti:

  • Konsultasi manajemen waktu,

  • Penataan digital file dan dokumen,

  • Manajemen keuangan personal,

  • Pembuatan sistem kerja untuk UMKM,

  • Pendampingan produktivitas mingguan.

Dengan strategi yang tepat, layanan ini bisa berkembang menjadi bisnis berkelanjutan dan memiliki pelanggan setia.

Hunian Layak untuk Semua! Pemerintah Siapkan Langkah Besar Penataan Kota

0

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kembali menegaskan bahwa penyediaan hunian yang layak bagi warga kota merupakan pondasi penting dalam mewujudkan tata kelola perkotaan yang lebih aman, manusiawi, dan tertata. Menurutnya, kota yang maju tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat bisa tinggal di ruang yang sehat, nyaman, dan mendukung produktivitas mereka.

Tito menjelaskan, ia telah melihat contoh nyata dari negara-negara yang berhasil melakukan transformasi permukiman, seperti Singapura dan Tiongkok. Pada akhir 1990-an, kedua negara tersebut masih menghadapi tantangan besar berupa kawasan padat penduduk dan kondisinya pun jauh dari ideal. Namun, perubahan bertahap lewat pembangunan perumahan vertikal membuat lingkungan mereka berubah signifikan.

“Sebetulnya kita ingin Jakarta bisa menuju ke arah itu. Ada perubahan nyata. Tapi semuanya harus dimulai dengan edukasi yang menyeluruh kepada masyarakat,” ujar Tito dalam keterangan resminya, Sabtu (15/11/2025).

Penataan Hunian Vertikal dan Dampak Sosialnya

Ia menilai pembangunan rumah susun di wilayah padat penduduk, termasuk di Ibu Kota, perlu dipercepat. Hunian vertikal dianggap mampu memperbaiki pola penataan kota sekaligus mempermudah penyediaan fasilitas publik. Dengan model ini, pemerintah dapat menghadirkan akses olahraga, ruang terbuka hijau, dan layanan dasar lainnya di lokasi yang lebih terintegrasi untuk warga.

Tito juga sempat mengenang pengalamannya saat menjabat Kapolda Metro Jaya. Pada periode tersebut, ia ikut mendampingi Gubernur DKI Jakarta dalam menata permukiman kumuh di bantaran sungai yang rawan banjir. Warga kemudian dipindahkan ke rumah susun, dan proses relokasi itu berhasil berkat kerja sama banyak pihak serta pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Menurut Tito, program pemindahan warga ke tempat tinggal yang lebih baik bukan hanya soal penertiban, tetapi juga memberikan kesempatan agar masyarakat bisa hidup lebih sehat dan produktif. Ia mengajak masyarakat lebih terlibat dalam upaya menyediakan hunian yang layak, karena manfaatnya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga memperkuat ekonomi keluarga dan lingkungan sekitar.

Semangat tersebut, kata Tito, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin memastikan kesejahteraan masyarakat terus meningkat. Beragam program prorakyat kini dijalankan pemerintah, mulai dari Program Tiga Juta Rumah, inisiatif Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pembangunan Kampung Nelayan, hingga penguatan Program Ketahanan Pangan.

“Bantulah menyuarakan kepada masyarakat. Ini program Bapak Prabowo, program yang benar-benar menyentuh rakyat,” ujar Tito. Ia kembali menekankan pentingnya dukungan publik agar upaya menghadirkan hunian yang layak di berbagai daerah dapat berjalan lebih efektif dan memberi manfaat jangka panjang.

Kewalahan? Ini Cara Membagi Waktu Agar Bisnis dan Hidup Tetap Seimbang

Membahas soal membagi waktu bisnis memang selalu menarik karena hampir semua entrepreneur pernah merasakan betapa rumitnya mengatur ritme hidup. Ketika bisnis sedang berkembang, tuntutan datang dari segala arah. Di sisi lain, kehidupan pribadi juga butuh perhatian supaya pikiran tetap waras dan energi tidak cepat habis. Tak heran, konsep membagi waktu bisnis sering jadi topik utama di kalangan pelaku usaha yang ingin tetap produktif tanpa mengorbankan hubungan, kesehatan, ataupun kebahagiaan. Bahkan, kemampuan membagi waktu bisnis sering jadi pembeda antara entrepreneur yang bertahan lama dan mereka yang cepat kelelahan di tengah jalan.

Masalahnya, kehidupan entrepreneurial itu tidak pernah benar-benar punya jam kerja tetap. Ide bisa muncul tengah malam, deadline bisa menghimpit kapan saja, dan kadang satu keputusan bisa menentukan arah bisnis berbulan-bulan ke depan. Di titik inilah manajemen waktu bukan cuma skill, tapi strategi bertahan hidup. Banyak orang berpikir entrepreneur itu bebas, padahal kebebasan itu justru datang karena mereka tahu cara mengatur batasan.

Cara Realistis untuk Menjaga Keseimbangan Bisnis dan Kehidupan Pribadi

Salah satu hal pertama yang perlu disadari adalah bahwa tidak ada satu pun entrepreneur yang benar-benar bekerja sendirian. Walaupun membangun semuanya dari nol, tetap ada batas energi yang perlu dijaga. Itulah sebabnya penting untuk menetapkan jadwal yang jelas. Bukan berarti harus kaku, tapi ada struktur yang membantu hidup tetap teratur. Dengan pola seperti ini, entrepreneur bisa memutuskan kapan harus fokus bekerja dan kapan harus berhenti untuk memberikan ruang bagi kehidupan pribadi.

Cara lainnya adalah belajar merapikan prioritas. Tidak semua hal yang mendesak itu penting, dan tidak semua yang penting harus dikerjakan hari ini. Entrepreneur yang berhasil biasanya tahu membedakan mana tugas yang berdampak langsung pada pertumbuhan bisnis dan mana yang bisa didelegasikan. Kalau bisnis sudah mulai berkembang, menggunakan bantuan tim, freelancer, atau tools otomatisasi akan sangat meringankan.

Hubungan dengan pasangan, keluarga, dan teman juga tidak boleh diabaikan. Tanpa disadari, lingkungan sekitar punya pengaruh besar terhadap kesehatan mental. Dengan menjaga koneksi personal, entrepreneur bisa tetap grounded dan lebih mudah membuat keputusan. Selain itu, waktu istirahat yang berkualitas akan membuat energi selalu terisi dan kreativitas tetap hidup.

Hal lain yang sering terlupakan adalah memberikan waktu khusus untuk diri sendiri. Banyak entrepreneur jatuh pada pola kerja tanpa henti karena merasa bersalah kalau tidak produktif. Padahal, jeda justru memperkuat ketahanan mental dan memperbaiki kualitas fokus. Jalan pagi, membaca buku, atau sekadar minum kopi tanpa gangguan bisa jadi momen reset yang sangat berharga.

AS Dukung Langkah Indonesia Percepat Investasi Baru Lewat Kerja Sama Strategis

0

Pemerintah menegaskan langkah untuk memperkuat pondasi ekonomi nasional melalui berbagai upaya yang diarahkan untuk Percepat Investasi Baru. Dalam sejumlah dialog dengan mitra internasional dan pelaku usaha global, pemerintah menekankan bahwa percepatan investasi tidak hanya menjadi target pertumbuhan, tetapi juga strategi menjaga daya saing Indonesia di tengah tekanan ekonomi dunia. Pemerintah memandang kolaborasi yang lebih terstruktur antara sektor publik dan swasta sebagai kunci untuk memanfaatkan peluang dan mengatasi tantangan berusaha di Indonesia.

Komitmen tersebut sejalan dengan langkah reformasi regulasi yang terus digulirkan pemerintah. Penyederhanaan proses perizinan, kepastian kebijakan, serta penguatan sistem pengawasan menjadi prioritas untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif. Pemerintah optimistis, bila upaya ini terus berjalan, Indonesia akan semakin kompetitif sebagai tujuan investasi global, termasuk bagi Amerika Serikat yang selama ini menjadi mitra strategis.

Penguatan Kolaborasi Indonesia–Amerika Serikat

Dalam ajang 13th US-Indonesia Investment Summit 2025 bertema Turning Headwinds into Opportunities: Unlocking Investment Potential to Power Indonesia’s Growth, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa dukungan Amerika Serikat memainkan peran penting dalam mempercepat masuknya modal baru ke Indonesia. Ia menyoroti bahwa hubungan kedua negara selama ini berkembang positif, baik di sektor industri ekstraktif maupun ekonomi digital.

“Amerika Serikat merupakan mitra strategis Indonesia. Selama ini, dukungan investasi dari AS menjangkau berbagai sektor yang dibutuhkan perekonomian nasional,” ujar Airlangga, Senin (17/11). Menurutnya, penguatan hubungan ekonomi ini akan semakin efektif bila kedua negara dapat bekerja sama untuk Percepat Investasi Baru, terutama di sektor-sektor bernilai tambah tinggi.

Data pemerintah menunjukkan ekspor Indonesia ke AS mencapai USD 26,4 miliar, sedangkan impor berada di kisaran USD 12 miliar. Ketimpangan data dengan Pemerintah AS yang mencatat defisit sekitar USD 18 miliar kini tengah dibahas untuk mendapatkan angka yang lebih selaras. Guna menjaga keseimbangan perdagangan, Indonesia dan Amerika Serikat tengah menyiapkan kesepakatan strategis, di antaranya rencana impor energi dari AS senilai USD 15 miliar serta pembelian produk pertanian sebesar USD 4,5 miliar.

Proyek Strategis dan Upaya Percepat Investasi Baru

Selain isu perdagangan, Airlangga turut membahas proyek Carbon Capture and Storage (CCS) yang dikembangkan bersama Exxon. Pemerintah berharap proyek ini segera direalisasikan sebagai bentuk komitmen kedua negara dalam memperkuat transisi energi dan menurunkan emisi karbon. Airlangga juga menyinggung peresmian proyek kilang besar di Cilegon senilai USD 4 miliar oleh Presiden Prabowo Subianto—yang dinilai sebagai salah satu langkah strategis memperkuat hilirisasi industri nasional.

Proses negosiasi lanjutan dengan Amerika Serikat terus berjalan. Pemerintah menekankan pentingnya finalisasi kesepakatan untuk memperluas peluang kerja sama dan mendukung agenda nasional dalam Percepat Investasi Baru. Kesepakatan baru diharapkan dapat membuka akses pasar, menciptakan peluang investasi yang lebih besar, serta memperkuat hubungan ekonomi jangka panjang.

Airlangga menyampaikan bahwa meski ketidakpastian global masih membayangi, Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di level 5 persen selama tujuh tahun terakhir. Stabilitas ini dianggap sebagai modal penting bagi Indonesia untuk terus memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan.

Di akhir penyampaiannya, pemerintah mengapresiasi pandangan positif dunia internasional terhadap program transformasi ekonomi Danantara dan proses aksesi Indonesia menuju keanggotaan OECD—dua agenda besar yang diyakini akan memperkuat struktur ekonomi nasional sekaligus menambah ruang bagi Percepat Investasi Baru di masa mendatang.

Industri Farmasi dan Kosmetik RI Masuki Babak Baru dengan Ekspor ke 5 Kawasan Dunia

0

Industri farmasi dan kosmetik kembali menjadi salah satu sektor yang menunjukkan ketangguhan Indonesia di pasar internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, pelaku usaha nasional berhasil memperluas ekspor hingga menjangkau negara-negara di Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Oseania. Tren ini sekaligus mempertegas bahwa industri farmasi dan kosmetik dalam negeri semakin dipercaya karena kualitas, standar produksi, dan inovasi yang terus berkembang. Mulai dari produk perawatan diri, kosmetik, obat-obatan, suplemen kesehatan, hingga minyak atsiri, semuanya kini makin diterima luas di berbagai belahan dunia. Kinerja ekspor ini menjadi cerminan nyata bahwa industri farmasi dan kosmetik Indonesia telah memasuki fase pertumbuhan yang lebih solid dan kompetitif.

Dalam rangkaian kegiatan Pameran Indonesia Pharmaceutical and Cosmetics for Sustainability 2025 yang berlangsung pada 12–14 November di Plaza Industri Kementerian Perindustrian, Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil, Taufiek Bawazier, menyampaikan bahwa geliat ekspor sektor ini menunjukkan peningkatan signifikan. Ia menegaskan, keberhasilan yang diraih para pelaku industri bukan hanya menjadi bukti peningkatan kualitas produk, tetapi juga memperlihatkan kesiapan Indonesia bersaing di pasar global.

Lonjakan Ekspor Kosmetik dan Produk Perawatan Diri

Di kategori kosmetik dan produk perawatan diri, sejumlah perusahaan nasional mampu mencatatkan pencapaian ekspor yang mencolok. PT Prioritas Jaya Indonesia menjadi salah satu contoh dengan keberhasilannya menembus pasar Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Nigeria, hingga negara-negara di Kepulauan Pasifik melalui produk sabun pepaya merek Jinzu dan Thai. Selain itu, parfum merek Honor dan Vlagio juga telah diterima di Malaysia dan Filipina.

Perusahaan lain, seperti PT Malidas Sterilindo, turut memperkuat posisi Indonesia di pasar regional melalui ekspor sabun mandi dan sampo merek d’orzu ke Malaysia. Sementara itu, PT Gemma Natura Lestari berhasil memasarkan produk Shumi ke Jepang dan Secrets ke Nigeria, menegaskan bahwa produk Indonesia bisa bersaing di dua pasar dengan karakter konsumen yang sangat berbeda.

Daya saing industri farmasi dan kosmetik nasional turut diperkuat dengan kehadiran pabrik-pabrik berskala global. PT Yasulor Indonesia—bagian dari L’Oréal Group—mengalokasikan sekitar 60 persen kapasitas produksinya untuk pasar ekspor. Produk mereka kini dipasarkan ke hampir 20 negara, mulai dari kawasan ASEAN hingga Uni Emirat Arab, Pakistan, Korea, Australia, dan Afrika Selatan. Unilever Indonesia juga mencatatkan penyebaran pasar yang luas, dengan berbagai produknya telah diekspor ke 22 negara.

Kinerja Perusahaan Farmasi Makin Solid di Pasar Global

Pada sektor farmasi, sejumlah perusahaan mampu mempertahankan performa ekspor yang stabil. PT Darya-Varia Laboratoria Tbk mengirimkan produknya ke Filipina, Hong Kong, dan Uni Emirat Arab. PT Indofarma Tbk—salah satu BUMN farmasi—mengekspor berbagai jenis obat ke Afghanistan, Singapura, dan Kamboja. PT Phapros juga memperluas pengiriman produknya hingga ke Peru dan Timor Leste.

Dexa Group menjadi salah satu pemain besar yang memiliki jaringan ekspor paling luas, mencakup Asia Tenggara, Eropa, Amerika, hingga Afrika. PT Konimex turut meramaikan pasar internasional dengan negara tujuan seperti Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam, Jepang, Tiongkok, Arab Saudi, hingga Kanada.

Produk herbal dan minyak atsiri Indonesia juga terus menguat sebagai bagian penting dalam rantai pasok global. PT Setia Kawan Abadi sukses mengekspor produk Golden Koffie, Go-Slim, dan Pinoy Jamu Booster ke berbagai negara. Adapun PT Sinkona Indonesia Lestari memasok minyak nilam, sereh wangi, dan pala sebagai bahan baku industri kosmetik dunia.

“Pencapaian ekspor ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki standar kualitas tinggi, inovasi, dan kemampuan produksi yang bisa bersaing di tingkat global. Permintaan terhadap produk berbahan alami dan berteknologi modern semakin meningkat, dan industri kita mampu menjawab kebutuhan itu,” ujar Taufiek saat meninjau pameran di Jakarta.