Minggu, September 13, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 347

Hubungan Bilateral Indonesia-Vietnam Mendorong Perdagangan hingga USD 15 Miliar pada 2028

0

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Vietnam semakin erat dengan upaya untuk mendorong nilai perdagangan antara kedua negara mencapai USD 15 miliar pada tahun 2028, menurut pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh. Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, mengutip pernyataan tersebut dalam pertemuan bilateral kedua pemimpin negara yang berlangsung di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 9 Mei 2023, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-42.

Retno menyampaikan optimisme bahwa target tersebut dapat tercapai dengan syarat bahwa semua restriksi perdagangan atau hambatan perdagangan dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sepenuhnya. Peningkatan target perdagangan ini telah menjadi kesepakatan antara kedua negara setelah Presiden Jokowi menerima kunjungan kenegaraan dari Presiden Vietnam Nguyen Xuan Puc pada akhir tahun sebelumnya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 22 Desember 2022.

Kesepakatan ini tercapai setelah keduanya mengetahui bahwa target perdagangan sebesar USD 10 miliar yang ditetapkan untuk tahun 2023 telah terlampaui pada tahun 2021, di mana nilai perdagangan bahkan mencapai USD 11,06 miliar. Presiden Jokowi juga mengungkapkan kekhawatiran mengenai hambatan yang masih ada terhadap produk pertanian dan buah-buahan Indonesia untuk masuk ke pasar Vietnam.

Selain membahas target perdagangan, dalam pertemuan hubungan bilateral di Labuan Bajo, kedua pemimpin juga sepakat untuk menegosiasikan Perjanjian Investasi Bilateral (BIT) sebagai respons terhadap peningkatan investasi dari kedua negara. Mereka juga setuju untuk meningkatkan kerja sama di bidang energi baru dan terbarukan (EBT).

Selanjutnya, Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Chinh memutuskan untuk mempercepat implementasi dan proses ratifikasi hasil perundingan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) antara kedua negara. Proses perundingan tersebut telah berlangsung selama 12 tahun yang melibatkan penetapan batas ZEE berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982.

ZEE merupakan wilayah perairan sejauh 200 mil laut dari garis pantai suatu negara, di mana negara tersebut memiliki hak atas sumber daya alam yang terdapat di dalamnya. Dalam UU Nomor 5 Tahun 1983 tentang ZEE, kebebasan pelayaran dan penerbangan internasional serta pemasangan kabel dan pipa bawah laut diakui dalam wilayah ZEE Indonesia sesuai dengan prinsip-prinsip hukum laut internasional yang berlaku.

Perbedaan UMKM dan UKM, Mengenal Karakteristik dan Skala Bisnis yang Berbeda

Bisnis skala kecil dan menengah memiliki peranan penting dalam perekonomian suatu negara. Di Indonesia, ada dua istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan jenis bisnis tersebut, yaitu UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah). Meskipun kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian, sebenarnya terdapat perbedaan karakteristik dan skala bisnis yang membedakan keduanya. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi perbedaan UMKM dan UKM.

UMKM, singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, merujuk pada bisnis yang memiliki jumlah karyawan, aset, dan pendapatan tertentu. Definisi UMKM dapat berbeda-beda di setiap negara, tetapi umumnya mereka termasuk dalam kategori bisnis kecil dan menengah. Di Indonesia, UMKM ditetapkan berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, yang membaginya menjadi tiga kategori berdasarkan tingkat aset atau omzet tahunan.

  • Usaha Mikro

Bisnis dengan aset hingga Rp 50 juta atau omzet tahunan hingga Rp 300 juta.

  • Usaha Kecil

Bisnis dengan aset antara Rp 50 juta hingga Rp 500 juta atau omzet tahunan antara Rp 300 juta hingga Rp 2,5 miliar.

  • Usaha Menengah

Bisnis dengan aset antara Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar atau omzet tahunan antara Rp 2,5 miliar hingga Rp 50 miliar.

Sementara itu, UKM (Usaha Kecil dan Menengah) adalah istilah yang lebih umum digunakan untuk menggambarkan bisnis yang beroperasi dalam skala kecil hingga menengah. UKM biasanya mengacu pada bisnis yang tidak termasuk dalam kategori besar atau korporat. UKM bisa mencakup berbagai jenis bisnis, mulai dari toko kelontong dan restoran kecil hingga perusahaan manufaktur skala menengah. Istilah UKM tidak memiliki definisi yang baku dan bisa berbeda di setiap negara atau wilayah.

Salah satu perbedaan utama antara UMKM dan UKM terletak pada kriteria pengukuran, yaitu tingkat aset dan omzet tahunan. UMKM memiliki batasan yang lebih spesifik dan terukur berdasarkan kategori aset atau omzet, sedangkan UKM cenderung lebih fleksibel dalam definisinya. UKM sering kali digunakan sebagai istilah umbrella yang mencakup UMKM dan bisnis kecil serta menengah lainnya.

Meskipun istilah UMKM dan UKM sering digunakan secara bergantian, terdapat perbedaan dalam kriteria pengukuran, karakteristik, dan skala bisnis antara keduanya. UMKM lebih terfokus pada bisnis skala mikro, kecil, dan menengah dengan batasan tertentu berdasarkan aset dan omzet, sementara UKM mencakup bisnis kecil dan menengah secara umum. Meskipun memiliki tantangan dan peluang yang berbeda, baik UMKM maupun UKM memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

Di Masa Depan, Bisnis UMKM Butuh Ini!

0

Berempat.com – Seiring berjalannya waktu, persaingan di dunia bisnis pun semakin ketat. Lalu, hal apa sajakah yang dibutuhkan untuk pengembangan bisnis UMKM di masa depan?

 

  1. PERIZINAN / MEMILIKI LEGALITAS LENGKAP

UMKM yang siap bersaing dengan tantangan masa depan sudah tentu memiliki kelengkapan legalitas usaha. Dengan memiliki legalitas usaha yang lengkap, anda bisa mengakses program – program pengembangan hingga pembiayaan usaha dari pemerintah maupun Lembaga lainnya. Anda juga dapat menjalin kerja sama bisnis dan bergabung ke dalam lingkup dagang yang lebih besar.

Selain itu, usaha anda akan lebih aman dan berbisnis lebih nyaman dengan perlindungan hukum yang diakui oleh Pemerintah.

Sebagai Langkah awal, daftarkan usaha anda supaya mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).

 

  1. OPTIMASI DIGITALISASI DALAM KEGIATAN USAHA

Digitalisasi tidak hanya sekedar memasarkan produk secara online, melainkan juga menerapkan pola pikir yang lebih efisien dengan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan proses bisnis. Di era digitalisasi saat ini, konsumen pun sudah semakin akrab dengan dunia digital. Oleh karena itu, anda juga harus bisa selangkah lebih maju agar dapat memberikan pelayanan yang optimal terhadap kebutuhan konsumen di era digital ini.

 

  1. INOVATIF & MENGEDEPANKAN RISET BERBASIS DATA

Sebelum memulai sebuah usaha atau mengeluarkan produk baru, sangat penting bagi anda untuk terlebih dahulu melakukan riset pasar. Riset ini akan membantu anda dalam mewujudkan produk atau usaha yang inovatif dengan nilai atau keunikannya tersendiri yang memang dibutuhkan oleh pasar.

Selain itu, riset yang dilakukan pun bisa juga dengan cara sederhana yaitu melalui survei. Tentukan poin – poin riset yang ingin ditanyakan serta lakukan riset secara berkala dan konsisten untuk menjaga kualitas produk.

Anda juga bisa melibatkan pelanggan, teman, keluarga, ataupun tetangga untuk berpartisipasi dalam riset yang anda lakukan. Dari hasil riset yang telah dilakukan, dapat anda gunakan sebagai masukan dan bahan pertimbangan untuk pengembangan produk maupun usaha anda di masa depan.

 

Dengan memperhatikan hal – hal yang ada diatas, diharapkan UMKM bisa menjalankan kegiatan usaha secara legal dan produk yang dipasarkan memiliki nilai lebih dalam memberikan keamanan bagi konsumen karena mendapatkan perlindungan hukum. Tentunya, hal itu juga harus didukung dengan inovasi serta pemilihan target pasar yang tepat agar pengembangan bisnis anda dapat tercapai seiring dengan tantangan yang dihadapi di masa depan.

 

Ikuti terus situs berempat.com untuk mendapatkan info dan berita terbaru seputar UMKM, Bisnis , juga Ekonomi.

Erick Thohir Berencana Menggabungkan Telkomsel dan Indihome untuk Mendukung UMKM

Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara, telah menyatakan niatnya untuk menggabungkan Telkomsel dan Indihome, dua entitas terkemuka di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah ini bertujuan untuk memberikan dukungan yang lebih kuat kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Rencana penggabungan ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan UMKM, yang dianggap sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia. Dengan mengintegrasikan Telkomsel, penyedia jaringan seluler terbesar di negara ini, dengan Indihome, penyedia layanan broadband tetap dan digital terkemuka, pemerintah bertujuan untuk menciptakan infrastruktur telekomunikasi yang lebih komprehensif dan efisien.

Gabungan antara Telkomsel dan Indihome akan memberikan banyak manfaat bagi UMKM. Ini akan menyediakan platform yang terpadu dan mudah digunakan bagi bisnis, memungkinkan mereka untuk mengakses berbagai layanan telekomunikasi, termasuk data seluler, panggilan suara, internet broadband, dan solusi digital. Pendekatan terpadu ini akan menyederhanakan operasi bisnis dan memfasilitasi transformasi digital bagi UMKM, memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan lanskap digital yang terus berkembang dan bersaing dengan lebih efektif.

Selain itu, penggabungan ini dapat menghasilkan penghematan biaya dan efisiensi operasional bagi Telkomsel dan Indihome. Dengan menyelaraskan operasi dan menggabungkan sumber daya, entitas yang digabungkan akan lebih siap untuk berinvestasi dalam peningkatan infrastruktur jaringan, memperluas jangkauan, dan meningkatkan kualitas layanan. Ini pada akhirnya akan bermanfaat tidak hanya bagi UMKM tetapi juga bagi masyarakat secara luas, karena konektivitas yang lebih baik dan akses digital akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial.

Erick Thohir telah menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara BUMN dalam mencapai tujuan pembangunan nasional. Rencana penggabungan antara Telkomsel dan Indihome mencerminkan visi ini, karena memanfaatkan kekuatan dan keahlian kedua perusahaan untuk menciptakan ekosistem telekomunikasi yang lebih kuat dan berorientasi pada pelanggan.

Namun, perlu dicatat bahwa rencana penggabungan ini masih dalam tahap awal, dan berbagai aspek perlu dievaluasi dengan teliti sebelum implementasinya. Faktor seperti pertimbangan hukum dan regulasi, implikasi keuangan, dan kepentingan pemangku kepentingan akan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan penggabungan yang diusulkan ini.

Diduga Produsen Sepatu Adidas Memotong Gaji Karyawan dan Melakukan PHK Secara Sepihak

Adidas, sebuah perusahaan ternama yang memproduksi sepatu, diduga melakukan diskriminasi dan eksploitasi terhadap buruhnya. Perusahaan tersebut, yang dikenal dengan nama PT Panarub Industry dan berlokasi di Tangerang, Banten, diduga telah melakukan tindakan ini secara massif sejak wabah covid-19 dan munculnya berita tentang resesi global.

Selain itu, PT Panarub diduga melakukan pemotongan gaji karyawan dan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tanpa sepengetahuan karyawan.

Sekretaris Jenderal Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), Emelia Yanti Siahaan, menyatakan bahwa PT Panarub Industry, yang merupakan mitra produksi (pemasok/supplier) Adidas di Indonesia, telah melakukan pemotongan upah dan memberhentikan ribuan pekerja secara sepihak. Pernyataan ini dikutip dalam keterangan yang diterima pada Selasa (9/5/2023).

Berdasarkan hasil investigasi dan perhitungan dari serikat pekerja, PT Panarub diduga melakukan pemotongan upah buruh setidaknya dua kali selama masa pandemi, yaitu pada periode Juni-Juli dan Agustus-September 2020. Rata-rata pemotongan upah mencapai sekitar Rp 800.000 hingga Rp 1.300.000 dalam dua periode tersebut.

Emelia mengungkapkan keyakinannya, “Kami yakin bahwa Panarub dan Adidas memperoleh keuntungan besar dari praktik yang melanggar hak-hak buruh.”

Selain itu, PT Panarub juga secara aktif melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap buruh. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Federasi Serikat Buruh Garteks, sekitar 1500 pekerja telah terkena PHK dengan alasan resesi ekonomi.
Berdasarkan data Serikat Pekerja Nasional (SPN), setidaknya ada 360 anggota mereka yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dalam rentang waktu 2022-2023.

Selama proses PHK, PT Panarub diduga melakukan intimidasi dan memanfaatkan kerentanan para buruh. GSBI mengungkapkan bahwa PT Panarub mengancam akan mengurangi jumlah pesangon jika surat PHK tidak segera ditandatangani.

“Mereka dari HRD (PT Panarub) mengatakan bahwa jika surat tersebut tidak ditandatangani, jumlah pesangon yang diterima akan jauh lebih rendah. Para buruh tidak diberikan waktu 7 hari untuk membuat keputusan, melainkan langsung pada hari yang ditentukan, mereka di-PHK,” ujar GSBI.

GSBI mengungkapkan bahwa PHK sepihak yang dilakukan oleh PT Panarub telah menjadi bencana bagi buruh yang masih bekerja di pabrik tersebut, menurut mereka. Mereka yang masih bekerja harus menanggung beban tambahan dengan mengambil alih tugas rekan-rekan mereka yang telah terkena PHK. Bahkan, buruh di PT Panarub disebut bekerja selama 11-12 jam per hari.

“Panarub masih terus melakukan lembur hingga saat ini, ada bukti videonya. PHK terus berlanjut, namun lembur juga terus dilakukan,” tambah GSBI.

Akibat PHK tersebut, pekerjaan malah menjadi semakin padat. Dengan kurangnya tenaga kerja, pekerjaan menjadi menumpuk dan buruh terpaksa harus bekerja seperti budak. Satu orang harus mengerjakan 2-3 tahap proses di pabrik yang sebelumnya hanya menjadi tanggung jawab satu orang.

Menjadi Reseller Frozen Food, Peluang Bisnis yang Menjanjikan

Mungkin Anda pernah berpikir untuk membuka bisnis sendiri tetapi bingung memulai dari mana. Salah satu jenis bisnis yang dapat dijalankan adalah bisnis reseller frozen food. Tidak seperti bisnis makanan lainnya, bisnis reseller frozen food memiliki banyak keuntungan dan kelebihan yang menarik untuk dijelajahi.

Salah satu keuntungan terbesar dari menjadi reseller frozen food adalah ketersediaan produk yang stabil sepanjang tahun. Anda tidak perlu khawatir tentang musim atau waktu yang berubah-ubah dalam bisnis ini. Produk-produk makanan beku selalu tersedia dan mudah ditemukan di berbagai tempat. Dalam bisnis reseller frozen food, Anda dapat memilih berbagai jenis makanan beku seperti ayam, daging sapi, ikan, sayuran, buah-buahan, dan berbagai macam produk olahan yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

Selain itu, menjadi reseller frozen food juga memungkinkan Anda untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Produk beku dapat disimpan dalam waktu yang lama dan tidak mudah rusak sehingga dapat dijual dan dikirim ke lokasi yang jauh. Hal ini memungkinkan bisnis Anda untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan tidak terbatas pada lokasi tertentu.

Salah satu kelebihan lain dari bisnis reseller frozen food adalah Anda tidak perlu memiliki stok produk dalam jumlah besar. Anda dapat membeli produk dalam jumlah yang sesuai dengan permintaan pelanggan. Dalam hal ini, Anda tidak perlu khawatir tentang masalah stok atau produk yang kadaluwarsa.

Selain itu, menjadi reseller frozen food juga dapat menjadi pilihan bisnis yang lebih hemat biaya. Biaya awal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis reseller frozen food relatif lebih rendah dibandingkan dengan bisnis kuliner lainnya. Anda tidak perlu membeli peralatan memasak, menyewa tempat, atau memperkerjakan karyawan. Dalam bisnis reseller frozen food, Anda hanya perlu fokus pada penjualan dan pemasaran produk.

Hal yang perlu diperhatikan

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai bisnis reseller frozen food. Pertama, pastikan untuk membeli produk dari pemasok yang terpercaya dan menjaga kualitas produk. Kualitas produk adalah hal yang sangat penting dalam bisnis makanan. Kedua, perlu diketahui bahwa produk makanan beku memiliki masa simpan yang terbatas. Pastikan untuk memperhatikan tanggal kadaluwarsa dan menjual produk sebelum masa simpan berakhir.

Terakhir, perlu diingat bahwa bisnis reseller frozen food juga membutuhkan usaha dalam memasarkan produk. Anda perlu mengembangkan strategi pemasaran yang efektif untuk menarik minat konsumen. Anda dapat memanfaatkan media sosial atau berbagai platform online untuk mempromosikan produk Anda.

Tentu saja, menjadi reseller frozen food adalah pilihan bisnis yang menarik dengan banyak keuntungan. Bisnis ini menawarkan stabilitas produk sepanjang tahun, akses ke pasar yang lebih luas, kemampuan untuk mengatur stok sesuai permintaan, serta biaya awal yang lebih rendah. Namun, perlu diingat untuk memilih pemasok yang terpercaya dan menjaga kualitas produk, serta mengembangkan strategi pemasaran yang efektif. Dengan memperhatikan hal-hal ini, Anda dapat memulai bisnis reseller frozen food yang sukses dan menguntungkan.

Analisis Kinerja Keuangan dan Dampak Auto Reject Bawah (ARB) pada Investor

Saham emiten teknologi PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH) telah menjadi familiar dengan batas auto reject bawah (ARB) sebesar 7%. Situasi ini telah berulang sejak akhir Februari tahun ini.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa pada pukul 14.31 WIB, saham TECH mengalami penurunan tajam sebesar 6,67% menjadi Rp154/saham. Meskipun nilai transaksi terbilang kecil, hanya sebesar Rp96,82 juta dengan volume saham sebanyak 628 ribu lembar.

Seiring seringnya terjadi ARB sejak bulan kedua tahun 2023, saham TECH telah turun sebesar 96,15% secara year to date (YtD).

Sebagai contoh, jika seorang investor mengoleksi saham TECH sejak awal tahun dengan nilai investasi Rp100 juta, ia akan mengalami potensi kerugian (floating loss) sebesar Rp96 juta. Artinya, hanya tersisa sekitar Rp4 juta dari dana tersebut.

Untuk sedikit melihat masa lalu, pada akhir tahun 2021 saat euforia saham teknologi sedang tinggi, harga saham TECH sempat melonjak hingga mencapai angka Rp9.500. Meskipun valuasinya sangat tinggi, para investor saat itu tetap antusias untuk membeli saham TECH.

Namun, kinerja keuangan TECH memang sangat buruk. Pendapatan bersih perusahaan turun 91,80% secara tahunan (yoy) menjadi hanya Rp370,80 juta pada kuartal I 2023. Pada periode yang sama tahun 2022, perusahaan masih berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,52 miliar.

Penjualan perangkat lunak hanya menyumbang Rp370,35 juta pada triwulan I 2023, turun drastis dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,63 miliar.

Sementara itu, kontribusi dari segmen perangkat keras hanya sebesar Rp441 ribu, jauh berkurang dari kuartal I 2023 yang mencapai Rp1,60 juta.

Di sisi lain, jasa dan pemeliharaan sama sekali tidak memberikan kontribusi pendapatan pada kuartal I tahun ini. Padahal, pada kuartal I 2022, segmen tersebut berhasil memberikan kontribusi sebesar Rp1,88 miliar.

Arus kas operasional TECH juga menunjukkan angka minus sebesar Rp836,61 miliar per 31 Maret 2023, akibat minimnya penerimaan dari pelanggan yang hanya mencapai Rp398,77 miliar.

DPUPR Kabupaten Penajam Paser Utara Menyelenggarakan Sertifikasi Untuk Tenaga Ahli Muda Tingkat Tujuh

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi ahli muda tingkat tujuh di bidang Teknik Bangunan Gedung, Teknik Jalan, dan Manajemen Konstruksi pada tahun 2023. Kegiatan ini dilaksanakan di Meeting Room Hotel Aqila pada hari Senin (8/5/2023) dan berlangsung selama tiga hari pelatihan dan satu hari sertifikasi. Pelatihan serupa juga dilaksanakan secara serentak di tiga kabupaten/kota lainnya, yaitu Kutai Kartanegara, Samarinda, dan Penajam Paser Utara.

Acara tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat, antara lain Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kutai Kartanegara, Totok Heru Subroto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kepala Bidang Bina Konstruksi DPUPR dan PERA Kaltim, Sri Rejeki, serta peserta pelatihan.

Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Penajam Paser Utara, Safwana, yang mewakili Bupati PPU, menjelaskan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja di sektor konstruksi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Jasa Konstruksi. Dari total 100.000 tenaga kerja konstruksi di Kalimantan Timur (Kaltim), saat ini hanya 35.000 orang atau sekitar 35% yang telah memperoleh sertifikasi kompetensi. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat 65.000 (65%) pekerja yang belum memiliki sertifikat kompetensi, dan hal ini menjadi tantangan bersama untuk memenuhi persyaratan tersebut.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 90 peserta dari berbagai instansi di Kabupaten Penajam Paser Utara dan penyedia jasa konstruksi, seperti kontraktor dan konsultan. Dalam pelatihan tersebut, para peserta terbagi menjadi tiga kelas jabatan kerja, yakni ahli muda teknik bangunan gedung, ahli muda teknik jalan, serta ahli muda manajemen konstruksi. Safwana mengharapkan partisipasi sepenuh hati dari setiap peserta dalam mengikuti pelatihan dan sertifikasi ini, dengan tujuan untuk memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan daerah.

Safwana juga menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan tenaga ahli ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam upaya mengatasi kesenjangan tersebut. Ia berharap dengan adanya pelatihan ini, tenaga kerja konstruksi yang memiliki kualifikasi ahli di Kabupaten Penajam Paser Utara dapat berkontribusi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara dan pembangunan di Serambi Nusantara, khususnya di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Potensi Wisata di Indonesia dan Keuntungan Bisnis Travel yang Menjanjikan

Indonesia memiliki potensi wisata yang melimpah di seluruh pelosok Nusantara, yang menjadikannya salah satu alasan mengapa bisnis travel begitu menggiurkan. Dari wisata laut, gunung, pantai, peninggalan sejarah, hingga pagelaran acara budaya, semuanya dapat menjadi daya tarik wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Selain potensi wisata yang kaya, ada beberapa alasan lain mengapa bisnis travel sangat menjanjikan. Berikut adalah ulasannya:

  • Kebutuhan Hiburan Masyarakat yang Tinggi

Kebutuhan manusia akan wisata terus meningkat dari tahun ke tahun. Bagi banyak orang, berpergian dan berlibur telah menjadi kebutuhan sekunder bahkan primer karena rutinitas yang melelahkan. Ini menjadikan perjalanan sebagai kebutuhan dan tren yang populer di masyarakat saat ini.

  • Pemerintah yang Aktif Mempromosikan Pariwisata

Pemerintah Indonesia gencar mempromosikan pariwisata dengan tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Setiap daerah di Indonesia memiliki daya tarik wisata uniknya sendiri, mulai dari wisata alam, kebudayaan, tradisi, hingga even-even budaya tertentu. Kekayaan alam dan budaya ini menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

  • Tidak Memerlukan Stok Barang

Salah satu keuntungan bisnis travel adalah tidak perlu memikirkan modal atau stok barang. Bisnis ini berfokus pada jasa atau pelayanan, sehingga tidak ada kebutuhan untuk menyimpan barang yang memiliki masa berlaku terbatas. Kerugian dalam bentuk uang kemungkinan besar hanya akan terjadi jika pemasaran tidak efektif dalam menarik pelanggan, sehingga biaya perjalanan bisa menjadi lebih tinggi dari perkiraan. Namun, hal ini dapat diatasi dengan menerapkan minimum person pada paket wisata.

  • Pasar yang Luas

Pertumbuhan industri pariwisata terus meningkat dari tahun ke tahun, terutama di Indonesia yang memiliki keindahan alam yang tak terhingga. Pertumbuhan jumlah penduduk yang terus bertambah menghasilkan pangsa pasar yang lebih luas untuk industri pariwisata. Semakin banyak orang yang tertarik untuk berwisata, semakin besar pula jumlah wisatawan yang potensial.

  • Peningkatan Fasilitas Pendukung Wisata

Kegiatan wisata semakin dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung, seperti penambahan jumlah hotel atau penginapan dengan berbagai pilihan harga yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan. Jumlah restoran atau tempat makan dengan variasi menu juga terus bertambah. Selain itu, peningkatan jumlah alat transportasi memudahkan wisatawan dalam menjelajahi tempat-tempat wisata.

Dengan potensi wisata yang melimpah, permintaan yang tinggi dari masyarakat, promosi pariwisata yang aktif, dan berbagai fasilitas pendukung yang semakin berkembang, tidak heran bahwa bisnis travel menjadi salah satu bisnis yang menggiurkan untuk saat ini.

Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Meraih Juara dalam Kompetisi Konstruksi Internasional

0

Tim Askara Victoria, sebuah kelompok mahasiswa dari Fakultas Teknik, Universitas Indonesia (FTUI), berhasil meraih prestasi di ajang The Chartered Institute of Building (CIOB) Global Student Challenge 2023 dan menjadi Juara Utama untuk kelima kalinya sejak tahun 2019.

“CIOB Global Student Challenge 2023 adalah kompetisi yang mengevaluasi biaya dan durasi proyek, dokumen teknis pendukung, dan penciptaan nilai. Tim mahasiswa kita berhasil diakui karena kemampuannya menghasilkan sistem konstruksi yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan,” kata Profesor Mohammed Ali Berawi, dosen di Departemen Teknik Sipil, FTUI.

Selain menciptakan nilai tambah, tim Askara Victoria juga menerapkan metode konstruksi ramping (lean construction) untuk memaksimalkan pengurangan limbah, dengan pendekatan rendah karbon sambil mempertimbangkan aspek komersial, teknis, dan keberlanjutan.

Acara global ini yang berkaitan dengan manajemen konstruksi diselenggarakan setiap tahun oleh CIOB. Tim dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) FTUI berhasil mengungguli sembilan finalis lainnya dari berbagai negara. Sebagai juara, tim Askara Victoria diundang untuk mengikuti CIOB Member’s Forum dan mempresentasikan Universitas Indonesia Learning Hub pada Juni 2023 di Liverpool, Inggris Raya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kompetisi kali ini memberikan studi kasus di mana peserta harus menghadapi skenario di mana seorang alumni ingin memberikan dana untuk pengembangan fasilitas di kampus peserta. Namun, alumni tersebut menginginkan fasilitas tersebut mencapai keseimbangan antara kebutuhan teknis, lingkungan, dan sosial.

Untuk menjawab tantangan ini, tim Askara Victoria yang terdiri dari Juan Fidel Ferdani, Nada Laili Nurfadhilah, Elgrytha Victoria Tybeyuliana, dan Evan Ariel Christoper mengusulkan gagasan solutif dan inovatif bernama Universitas Indonesia Learning Hub, sebuah fasilitas belajar yang ramah lingkungan dengan mengadopsi desain bangunan hijau (green building) dan bangunan pintar (smart building).

Profesor Mohammed Ali Berawi membimbing tim dalam mengembangkan rincian manajemen proyek untuk gagasan mereka, dengan memanfaatkan metode konstruksi yang dapat mengurangi limbah dan meningkatkan nilai bagi pelanggan dengan mengadopsi berbagai inovasi Konstruksi 4.0.