Jumat, September 11, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 326

Menjangkau Pasar Mahasiswa: Tips Mengoptimalkan Bisnis di Daerah Sekitar Kampus

Membuka usaha di daerah kampus adalah langkah yang menarik dan berpotensi menguntungkan. Dengan populasi mahasiswa yang besar dan kebutuhan mereka yang beragam, daerah kampus menjadi tempat yang ideal untuk menjalankan bisnis. Namun, sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk memahami peluang dan tantangan yang mungkin dihadapi dalam menjalankan usaha di lingkungan kampus. Pada artikel ini berempat.com akan memberikan panduan tentang membuka usaha di daerah kampus serta beberapa tips untuk sukses.

Menganalisis Peluang

Lakukan riset untuk memahami kebutuhan dan preferensi mahasiswa di daerah kampus. Apakah mereka membutuhkan toko buku, restoran murah, jasa laundry, atau layanan cetak? Pahami segmen pasar yang ada dan temukan celah yang bisa Anda isi.

Memilih Jenis Usaha

Berdasarkan hasil analisis Anda, tentukan jenis usaha yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa di kampus. Misalnya, jika Anda menemukan kebutuhan akan tempat makan murah, Anda bisa mempertimbangkan restoran atau kantin dengan harga terjangkau.

Perencanaan dan Persiapan
  • Rencanakan Modal

Tentukan estimasi biaya yang dibutuhkan untuk membuka usaha Anda, termasuk biaya sewa tempat, peralatan, persediaan, dan gaji karyawan jika diperlukan. Rencanakan sumber pendanaan, apakah dari tabungan pribadi, pinjaman, atau investasi dari pihak lain.

  • Lokasi yang Strategis

Pilih lokasi yang strategis di dekat kampus atau di dalam kampus itu sendiri. Pastikan aksesibilitas yang baik dan terlihat oleh mahasiswa.

  • Izin dan Perijinan

Pastikan Anda memenuhi semua persyaratan izin dan perijinan yang diperlukan untuk menjalankan bisnis Anda di daerah kampus. Periksa peraturan lokal dan konsultasikan dengan pihak berwenang jika diperlukan.

Pemasaran dan Promosi
  • Gunakan Media Sosial

Manfaatkan media sosial untuk mempromosikan bisnis Anda. Buat halaman bisnis di platform seperti Instagram, Facebook, dan Twitter untuk berbagi informasi, promosi, dan menarik minat mahasiswa.

  • Kemitraan dengan Organisasi Mahasiswa

Jalin kerjasama dengan organisasi mahasiswa di kampus. Misalnya, sponsori acara atau tawarkan diskon khusus untuk anggota organisasi tertentu.

  • Berikan Layanan yang Berkualitas

Berikan pelayanan yang baik dan berkualitas kepada pelanggan. Mulailah dengan memberikan pengalaman yang positif kepada mahasiswa yang datang ke usaha Anda. Ini akan membantu dalam membangun reputasi yang baik dan menarik lebih banyak pelanggan.

Membuka usaha di daerah kampus adalah peluang yang menarik, tetapi juga menghadirkan tantangan tersendiri. Dengan melakukan analisis pasar yang baik, memilih jenis usaha yang sesuai, melakukan perencanaan dan persiapan yang matang, serta melakukan pemasaran yang efektif, Anda dapat meningkatkan peluang sukses dalam menjalankan bisnis di daerah kampus. Ingatlah untuk selalu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan mahasiswa dan terus memperbaiki bisnis Anda untuk mempertahankan daya saing di lingkungan kampus.

Kebutuhan Pembiayaan UMKM Meningkat, AFPI Catat Selisih Rp2.400 Triliun

0

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat anggotanya telah berhasil menyalurkan pinjaman online (pinjol) sebesar Rp621 triliun kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari tahun 2017 hingga pertengahan 2023.

Hingga Mei 2013, jumlah pinjaman yang belum lunas mencapai Rp51 triliun. Meskipun demikian, Sekretaris Jenderal AFPI, Sunu Widyatmoko, menyatakan bahwa angka tersebut masih jauh dari kebutuhan UMKM di Indonesia.

Berdasarkan hasil riset AFPI dan EY-Parthenon: Studi Pasar dan Advokasi UMKM di Indonesia, kebutuhan pembiayaan UMKM diperkirakan akan meningkat menjadi Rp4.300 triliun pada tahun 2026. Namun, kemampuan suplai hanya sebesar Rp1.900 triliun pada tahun yang sama.

“Artinya, terdapat selisih sebesar Rp2.400 triliun dari total kebutuhan pembiayaan sektor UMKM,” ujar Sunu saat peluncuran riset AFPI dan EY-Parthenon: Studi Pasar dan Advokasi UMKM di Indonesia di Jakarta Pusat pada akhir pekan lalu (14/7/2023).

Sunu mengungkapkan bahwa sebelumnya diharapkan kesenjangan tersebut akan semakin menyusut karena pelaku fintech lending memberikan pinjaman kepada sektor yang belum terlayani dan underbanked. Namun, hasil riset menunjukkan sebaliknya, kesenjangan tersebut justru semakin besar.

Riset juga menemukan bahwa kontribusi pembiayaan industri fintech lending pada tahun 2026 diperkirakan hanya mencapai 1 persen dari total suplai, dengan pertumbuhan sebesar 0,1 persen. “Artinya, kemampuan fintech lending dalam industri ini masih terbatas,” tambahnya.

Disebabkan Ketidakmerataan Pembiayaan

Menurut Sunu, keterbatasan tersebut disebabkan oleh ketidakmerataan pembiayaan, rendahnya literasi keuangan dan literasi digital di berbagai daerah Indonesia, serta belum terbentuknya ekosistem regulasi dan operasional yang mendukung model bisnis dan pangsa pasar fintech lending.

“Oleh karena itu, diperlukan perubahan kebijakan seperti insentif pendanaan yang menarik atau peningkatan batasan penyediaan platform pendanaan fintech untuk meningkatkan pasokan pembiayaan,” paparnya.

Dengan hasil riset ini, Sunu berharap fintech lending dapat memainkan peran yang lebih besar. Pasalnya, minat dan aksesibilitas platform fintech lending lebih sesuai dengan kebutuhan UMKM, karena mudah diakses.

Para penyelenggara fintech lending AFPI dapat menggunakan hasil riset AFPI dan EY untuk menentukan segmentasi bisnis. Riset tersebut menghasilkan empat segmentasi baru, antara lain:

  • Kelompok Bisnis Prospektif

Bisnis skala ultra mikro dan mikro dengan literasi digital dan keuangan tinggi, memiliki potensi kemampuan perencanaan bisnis yang baik.

  • Kelompok Kebutuhan Dasar

Bisnis skala ultra mikro dan mikro dengan literasi digital dan keuangan rendah, memiliki potensi risiko pembiayaan yang lebih tinggi.

  • Kelompok Bisnis Konvensional Bertahan

Bisnis skala kecil hingga menengah dengan literasi digital dan keuangan rendah, hanya berfokus pada mempertahankan kondisi status quo mereka.

  • Kelompok Bisnis Unggul

Bisnis skala kecil hingga menengah dengan literasi digital dan keuangan tinggi, memiliki daya tarik tertinggi dalam hal pendanaan.

Dengan adanya segmentasi ini, diharapkan AFPI dapat memberikan dukungan yang lebih efektif kepada UMKM sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik bisnis mereka.

Pengusaha Crazy Rich Ong Beng Seng Terseret Kasus Korupsi Formula-1 Singapura

Kasus korupsi yang melibatkan penyelenggaraan Formula-1 (F1) di Singapura mengaitkan Ong Beng Seng, seorang konglomerat kaya raya. Keberadaan Ong Beng Seng, warga negara Singapura yang kaya mendadak, menarik perhatian pengguna internet setelah ia diduga terlibat dalam kasus korupsi yang juga melibatkan Menteri Transportasi Singapura, S Iswaran.

Pada Selasa (11/7/2023), Ong Beng Seng sendiri ditangkap oleh pihak kepolisian setempat. Ong, yang berusia 77 tahun, merupakan managing director, pemilik, dan operator Hotel Properties Limited (HPL), sebuah perusahaan terbuka di Singapura.

Dilansir dari The Guardian, Biro Investigasi Praktik Korupsi Singapura (CPIB) menyatakan bahwa Ong telah dibebaskan dengan jaminan pada Jumat (14/7/2023). Hotel Properties Limited (HPL), yang dimiliki oleh Ong, mengungkapkan bahwa Ong berjanji untuk bekerja sama dengan badan antikorupsi tersebut dan memberikan informasi terkait interaksinya dengan Iswaran.

Profil Ong Beng Seng

Ong Beng Seng, yang juga dikenal dengan inisial OBS, adalah seorang warga Malaysia yang kemudian pindah ke Singapura bersama orang tuanya pada tahun 1950. Ong telah menunjukkan kecerdasannya saat ia berhasil menghasilkan jutaan dolar melalui prediksi harga minyak yang akurat ketika bekerja di Kuo International, perusahaan perdagangan minyak yang dimiliki oleh ayah mertuanya, Peter Fu Yun Siak.

Dikutip dari The Strait Times, Ong juga memiliki pengalaman bekerja di perusahaan pialang internasional sebelum akhirnya bergabung dengan Motor & General Underwriters Investment Holdings pada akhir 1960-an. Ketika ia bergabung dengan perusahaan ayahnya, Ong berhasil meningkatkan pendapatan perusahaan dan berhasil mendapatkan modal untuk membiayai investasi dan pengembangan bisnis propertinya.

Berkat kesuksesannya ini, Ong akhirnya mendirikan HPL pada tahun 1980 dan mengakuisisi sejumlah hotel dan properti. Perusahaan HPL kemudian secara resmi terdaftar di Singapura pada tahun 1982. Istri Ong juga terlibat dalam bisnis dengan menjalankan Como Hotels and Resorts, Klub 21, sebuah kerajaan ritel, dan Mulberry, produsen tas tangan yang terdaftar di London, Inggris. Kekayaan Ong diperkirakan mencapai lebih dari 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp15 triliun.

Kasus Korupsi dalam Formula-1

Ong merupakan salah satu individu yang berperan dalam membawa ajang balap Formula-1 ke Singapura. Singapura telah menandatangani kontrak sebagai tuan rumah Grand Prix Formula-1 selama tujuh tahun ke depan, mulai dari tahun 2022.

Ong memiliki hak atas Grand Prix Singapura dan menjabat sebagai pimpinan promotor balapan GP Singapura hingga tahun 2028. Ia juga bertanggung jawab atas 40% biaya penyelenggaraan acara F-1, sementara 60% sisanya didanai oleh Badan Pariwisata Singapura. Kasus korupsi yang melibatkan Ong bukanlah yang pertama kalinya. Konglomerat ini sebelumnya juga terlibat dalam kontroversi korupsi pada tahun 1996, yang sempat mengguncang mantan Perdana Menteri (PM) M Lee Kuan Yew.

Kunjungan Menparekraf Sandiaga ke Jawa Timur: Mendukung UMKM dan Berolahraga di Surabaya

0

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno selalu menyempatkan diri untuk berolahraga, termasuk saat kunjungan kerjanya ke Jawa Timur pada Sabtu (15/7/2023). Di tengah padatnya agenda kerja, ia berlari pagi bersama komunitas lari di Surabaya.

Menparekraf Sandiaga memulai larinya dari hotel di pusat kota dan menikmati suasana pagi Kota Surabaya selama lebih dari 5 kilometer menuju Taman Bungkul, sebuah taman wisata kota. Di sana, sedang berlangsung kegiatan “UMKM Expo HRA” yang menampilkan produk-produk ekonomi kreatif dari pelaku UMKM di Kota Surabaya.

Kunjungan Menparekraf Sandiaga ke Jawa Timur

Selama berada di Taman Bungkul, Menparekraf Sandiaga meluangkan waktu untuk mengunjungi stand-stand UMKM dan membeli beberapa produk. Sebelumnya, ia juga mengikuti senam aerobik bersama masyarakat setempat yang menyambutnya dengan antusias.

Menparekraf Sandiaga mengungkapkan, “Pagi ini kita melihat antusiasme masyarakat dalam berolahraga, termasuk senam. Namun, setelah itu, kita juga dapat mendukung UMKM dan memasarkan produk mereka agar omzet meningkat. Dengan demikian, mereka dapat memperluas peluang usaha dan menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru pada tahun 2024.”

Selama kesempatan tersebut, Menparekraf Sandiaga juga mendengarkan aspirasi pelaku UMKM yang menghadapi berbagai kendala, seperti masalah pemasaran, akses pembiayaan, perizinan, dan sertifikasi halal.

Menurut Sandiaga, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memiliki berbagai program yang dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas dan kualitas usaha mereka, termasuk mengatasi kendala yang dihadapi.

“Kami memiliki beberapa program terkait kemasan produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Kemasan sangat penting untuk penjualan. Meskipun produk atau makanannya bagus, jika kemasannya kurang baik, sulit untuk memasarkannya, terutama jika kita ingin menembus pasar internasional,” ujar Sandiaga.

Dukungan masyarakat terhadap produk-produk UMKM akan mendorong pertumbuhan mereka. Sandiaga menekankan, “Kita harus mendukung produk-produk UMKM ini dan hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mempercepat perkembangan usaha mereka agar bisa bersaing dengan bisnis yang lebih besar. Mari kita ciptakan kondisi yang kondusif agar UMKM ini naik kelas.”

PLN Kuatkan Pasokan Listrik untuk Mendukung Jakarta sebagai Kota Bisnis

0

Ibu Kota Indonesia berencana untuk dipindahkan dari Jakarta ke IKN Nusantara mulai tahun 2024. Sebagai pusat bisnis utama, Jakarta telah didukung oleh pasokan listrik yang andal.

PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) telah menambahkan 227 kilometer sirkuit (kms) kabel listrik tegangan rendah pada semester pertama tahun ini. Dengan penambahan ini, total panjang kabel atau jaringan tegangan rendah di seluruh Jakarta dan sekitarnya mencapai 26.228 kms.

Doddy Pangaribuan, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, menjelaskan bahwa PLN siap mendukung Jakarta sebagai pusat bisnis dengan pasokan listrik yang andal. Menurutnya, salah satu indikator kemajuan bisnis di Jakarta adalah konsumsi listrik. Meskipun jumlah pelanggan bisnisnya sedikit, namun konsumsi listriknya besar. Hal ini terjadi karena aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan, hotel, restoran, transportasi publik, tempat wisata, dan kantor bisnis lainnya.

Penambahan Jumlah Gardu Distribusi Listrik

Panjang kabel tegangan menengah juga mengalami peningkatan sebesar 136 kms pada semester I tahun ini, mencapai 17.773 kms. Selain itu, jumlah gardu distribusi listrik juga bertambah menjadi 14.368, dengan penambahan sebanyak 51 gardu di wilayah kerja PLN UID Jakarta Raya. Pada semester I 2023, telah beroperasi satu Gardu Induk 20 kilo Volt.

Hingga Juni 2023, jumlah pelanggan PLN kategori bisnis mencapai 307.020 dengan pemakaian listrik sebesar 6.400 Giga Watt hours (GWh). Konsumsi listrik pelanggan bisnis ini mengalami pertumbuhan sebesar 12,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Total pelanggan PLN UID Jakarta Raya pada semester I 2023 mencapai 5,1 juta pelanggan, dengan mayoritas pelanggan rumah tangga sebesar 4,7 juta. Meskipun pelanggan bisnis hanya menyumbang 6 persen dari total pelanggan PLN UID Jakarta Raya, namun konsumsi listriknya menempati peringkat kedua setelah konsumsi rumah tangga.

PLN siap mendukung kemajuan bisnis di Jakarta setelah ibukota negara dipindahkan pada tahun 2024. Terdapat masih 32 persen pasokan listrik di Jakarta yang dapat digunakan untuk pengembangan bisnis atau kebutuhan lainnya, termasuk pengembangan kendaraan listrik.

Kenapa Polri Pilih Pesawat Boeing 737-800 untuk Mobilitas Pasukan? Temukan Penjelasannya di Sini

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) baru-baru ini telah membeli pesawat terbang Boeing 737-800 Next Generation dengan nomor registrasi P-7301. Pesawat ini akan digunakan untuk mempermudah mobilisasi jajaran Korps Bhayangkara yang mendapat tugas ke daerah tertentu.

Namun, mengapa Polri lebih memilih untuk mengakuisisi pesawat Boeing 737-800 yang memiliki ukuran besar? Pasalnya, tidak semua bandara di Indonesia cocok untuk menampung pesawat dengan ukuran tersebut.

“Setiap kegiatan pasukan rata-rata melibatkan satu kompi. Jika menggunakan pesawat kecil, tidak akan mencukupi dan membuang-buang waktu karena harus bolak-balik. Oleh karena itu, diputuskan untuk menggunakan pesawat tersebut,” ungkap Kadiv Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho, di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Sabtu (15/7).

Sandi menjelaskan bahwa pesawat bekas yang dibeli masih baik dan layak untuk digunakan. “Kebetulan pesawatnya dalam kondisi yang sangat baik dan juga masih relatif muda,” ujar Sandi.

Sudah Sesuai Ketentuan dan Kebutuhan Polri

“Ideally, dibandingkan dengan pengadaan pesawat lain yang tersedia, pengadaan pesawat ini sudah sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan Polri,” tambahnya.

Terakhir, Sandi meminta dukungan masyarakat agar pengadaan pesawat baru ini dapat meningkatkan kinerja Polri dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.

“Apabila pembelian ini tidak membawa berkah, maka tidak ada gunanya. Kita berharap kebaikan dalam kehidupan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, kami memohon dukungan agar dapat bekerja secara maksimal dalam rangka pelayanan, perlindungan, dan pengayoman masyarakat,” pungkasnya.

Pesawat ini merupakan produk dari pabrikan Boeing yang diproduksi di Amerika Serikat pada tahun 2019. Polri memperolehnya dari perusahaan di Dublin, Irlandia, pada tahun 2022 dalam kondisi bekas.

Pengadaan pesawat ini menggunakan anggaran mendesak dari Tahun Anggaran 2022 dan menghabiskan dana sebesar Rp 997 miliar.

Awalnya, pesawat ini memiliki kapasitas 184 kursi kelas ekonomi. Namun, pesawat telah dimodifikasi dengan menambahkan 4 kursi premium bisnis, 16 kursi bisnis, dan 114 kursi ekonomi.

Selain itu, pesawat ini juga telah dilengkapi dengan kargo khusus untuk menyimpan barang-barang berbahaya, seperti senjata api.

Mengenal Industri Warmindo: Peluang Bisnis yang Menjanjikan di Era Kuliner Modern

Bisnis makanan adalah salah satu industri yang paling menjanjikan, dan salah satu konsep yang sedang populer adalah bisnis warmindo. Warmindo adalah singkatan dari “Warung Makan Indomie,” yang mengacu pada warung makan atau restoran yang menyajikan berbagai jenis mie instan dengan tambahan bumbu dan pilihan topping yang beragam.

Jika Anda tertarik untuk membuka bisnis warmindo sendiri, pada artikel ini berempat.com akan memberikan panduan praktis untuk membantu Anda memulai langkah pertama dalam mewujudkannya.

Riset Pasar dan Lokasi Strategis

Sebelum memulai bisnis warmindo, penting untuk melakukan riset pasar terlebih dahulu. Pelajari tren dan preferensi konsumen terkait makanan mie instan. Cari tahu apakah ada permintaan yang cukup tinggi di daerah Anda. Selain itu, temukan lokasi strategis di mana banyak orang berpotensi menjadi pelanggan Anda, seperti dekat kampus, perkantoran, atau pusat perbelanjaan.

Menyusun Rencana Bisnis

Langkah berikutnya adalah menyusun rencana bisnis yang terperinci. Rencana bisnis ini mencakup segala hal mulai dari konsep bisnis, analisis pasar, target pasar, strategi pemasaran, proyeksi pendapatan dan pengeluaran, serta analisis persaingan. Rencana bisnis yang baik akan membantu Anda mengidentifikasi potensi bisnis dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai kesuksesan.

Modal dan Pendanaan

Tentukan sumber pendanaan untuk membuka bisnis warmindo. Anda dapat menggunakan tabungan pribadi, mencari investor, atau mengajukan pinjaman bisnis. Pastikan Anda memiliki dana yang cukup untuk membeli peralatan, bahan baku, menyewa atau membeli ruang usaha, serta mengelola biaya operasional awal.

Menyediakan Menu dan Bahan Baku

Anda perlu menyusun menu yang menarik dan beragam untuk bisnis warmindo Anda. Selain mie instan, pertimbangkan tambahan topping seperti telur, sayuran, daging, atau makanan laut. Jika Anda ingin memberikan variasi lebih pada menu, Anda juga bisa menambahkan hidangan sampingan seperti pangsit, tahu, atau lumpia. Pastikan untuk memilih bahan baku yang berkualitas tinggi dan dapat diandalkan dari pemasok yang terpercaya.

Membangun Branding dan Identitas Bisnis

Membangun merek dan identitas bisnis yang kuat sangat penting dalam memasarkan bisnis Anda. Pilihlah nama yang mudah diingat dan menarik. Desain logo, kemasan, dan interior restoran dengan gaya yang sesuai dengan konsep warmindo Anda. Buatlah strategi pemasaran yang efektif melalui media sosial, situs web, brosur, dan promosi khusus untuk menarik perhatian calon pelanggan.

Rekrut dan Latih Karyawan

Dalam bisnis warmindo, kerjasama tim yang efisien sangat penting. Rekrut karyawan yang berkualitas dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Latih mereka dalam hal persiapan makanan, tata letak restoran, kebersihan, dan keahlian layanan pelanggan.

Kebersihan, Kualitas, dan Pelayanan Pelanggan

Pastikan restoran Anda selalu bersih, termasuk dapur dan area makan. Jaga kualitas makanan dengan memilih bahan baku yang segar dan memperhatikan proses memasak yang baik. Berikan pelayanan pelanggan yang ramah, cepat, dan responsif untuk membangun hubungan yang baik dengan pelanggan Anda.

Evaluasi dan Inovasi

Selalu lakukan evaluasi rutin terhadap bisnis Anda. Tinjau kinerja keuangan, umpan balik pelanggan, dan tren pasar terbaru. Terus berinovasi dengan memperkenalkan menu baru, mengadakan promosi, atau mengembangkan layanan pengiriman makanan untuk tetap bersaing dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Membuka bisnis warmindo bisa menjadi peluang yang menarik dalam industri makanan. Namun, kesuksesan bisnis ini bergantung pada persiapan yang matang, pemilihan lokasi yang tepat, manajemen yang efisien, dan pelayanan pelanggan yang baik. Dengan mengikuti panduan praktis di atas, Anda dapat memulai bisnis warmindo dengan keyakinan dan meningkatkan peluang kesuksesan Anda. Selamat mencoba!

Ceker Jontor Pedas: Menggabungkan Keunikan Kuliner, Musik Punk, dan Sepak Bola

POJOK BISNIS — Dalam industri kuliner yang semakin berkembang, tren makanan pedas semakin diminati oleh pecinta kuliner. Salah satu yang sedang digandrungi oleh masyarakat adalah hidangan ceker pedas. Untuk mengungkap lebih banyak tentang tren makanan pedas ini, berempat.com berkesempatan mewawancarai Mustofa, pemilik usaha kuliner Ceker Jontor Pedas di Kota Malang.

Sejarah Awal

Mustofa, atau yang akrab disapa Mupe, membagikan sejarah singkat berdirinya usaha kuliner ini. Awalnya, pada tahun 2014, sang istri yang saat itu sedang melahirkan nyidam akan hidangan ceker, namun sulit menemukan olahan ceker, karena saat itu olahan hidangan ceker di Kota Malang sangat jarang ditemui. Akhirnya, Mupe memutuskan untuk mencoba memasak sendiri ceker dengan bumbu khasnya. Karena sang istri saat itu menyukainya, membuat mereka memutuskan untuk menjual hidangan ceker tersebut

Awalnya Ceker Jontor Pedas ini berlokasi di Singosari, Kabupaten Malang namun hanya bertahan satu tahun hingga mereka memutuskan berpindah ke Jalan S.Supriadi Sukun Kota Malang, yang dikenal sebagai Daerah RST (Rumah Sakit Tentara) Soepraoen.

Konsep Bisnis

Ceker Jontor Pedas memiliki konsep bisnis yang unik, yaitu menggabungkan elemen street food, musik punk, dan sepak bola. Awalnya, ceker jontor pedas hanya dikenal di kalangan supporter sepakbola dan pecinta musik punk. Namun, seiring berjalannya waktu, warung ini semakin dikenal oleh masyarakat umum secara luas. Mustofa menjelaskan bahwa mereka tidak hanya mengandalkan lingkaran pertemanan mereka, tetapi juga menggunakan strategi pemasaran yang lebih luas.

Warung Ceker Jontor Pedas buka mulai pukul 6 sore hingga tengah malam. Mereka memiliki beragam menu, antara lain ceker, sayap, kepala, usus, tahu, pentol beranak, kerang ijo, dan krengsengan bekicot. Menu andalan mereka adalah pentol beranak, ceker, dan sayap dengan bumbu khas ceker jontor. Dalam hal omzet, sebelum pandemi COVID-19, mereka dapat mencapai omzet harian hingga 2 juta rupiah per hari. Namun, setelah pandemi, omzet mereka menurun drastis menjadi rata-rata 750 ribu rupiah per hari.

Peran Media Sosial Terhadap Bisnis Kuliner

Ceker Jontor Pedas menggunakan kekuatan media sosial untuk mempromosikan bisnis mereka. Mereka berkolaborasi dengan konten kreator seperti food vlogger, yang membantu meningkatkan popularitas warung mereka. Selain itu, mereka rutin mengunggah konten di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook, SnackVideo, dan lainnya. Mereka juga meminta pelanggan untuk memberikan review di Google Maps dan memberikan testimoni sebagai upaya untuk memperluas jangkauan bisnis mereka.

Selama pandemi, Ceker Jontor Pedas mengalami penurunan omzet yang signifikan. Namun, mereka berhasil bertahan dengan melakukan inovasi, seperti menyediakan gratis ongkos kirim sampai ke rumah pelanggan dan melaksanakan berbagai promosi untuk mempertahankan bisnis mereka.

Potensi Bisnis Kuliner di tahun 2023

Melihat potensi bisnis kuliner di tahun 2023, Mustofa mengakui ada tantangan dengan banyaknya pesaing baru. Namun, mereka siap bersaing dengan sehat, memanfaatkan potensi media sosial dan meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan.

Bagi para pebisnis yang ingin memulai bisnis kuliner, Mustofa memberikan saran untuk tidak pernah putus asa dan tetap konsisten. Meskipun dalam kondisi sepi, tetaplah berjualan, berusaha, berdoa, dan bersyukur kepada Tuhan.

Harapan Mustofa untuk bisnis Ceker Jontor Pedas di masa depan adalah tetap lancar dan berkembang. Mereka ingin tetap mempertahankan cabang yang ada, karena khawatir pembukaan cabang baru di tempat lain tidak cocok dengan selera pelanggan. Mereka akan terus berinovasi dan menjaga keaslian resep mereka.

Dengan konsep kuliner yang unik dan sentuhan musik punk serta sepak bola, Ceker Jontor Pedas memberikan pengalaman kuliner yang menarik bagi pecinta makanan pedas di Kota Malang. Meskipun menghadapi tantangan, mereka tetap optimis dan siap bersaing dalam industri kuliner yang semakin berkembang.

PT Pupuk Kalimantan Timur Tingkatkan Kontribusi Pajak untuk Negara dan Raih Penghargaan

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) berhasil mencatatkan kinerja positif pada tahun lalu dengan menyetorkan dana perpajakan sebesar Rp5,2 triliun kepada negara, mengalami kenaikan sebesar 248% dibandingkan tahun sebelumnya.

Prestasi ini sejalan dengan pendapatan tertinggi yang pernah dicapai perusahaan sepanjang sejarahnya, mencapai Rp14,59 triliun atau meningkat sebesar 137% dibandingkan pendapatan bersih pada tahun 2021.

Qomaruzzaman, Direktur Keuangan dan Umum PKT, menyampaikan bahwa kontribusi PKT sebagai agen pembangunan terus memberikan dampak positif dalam aspek sosial dan perekonomian negara.

Produktivitas perusahaan dalam upaya membantu petani dan mendukung ketahanan pangan berhasil tercapai berkat penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), khususnya transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan fairness (TARIF).

Dengan menerapkan prinsip TARIF, PT Pupuk Kalimantan Timur dapat mempertahankan komitmennya dalam memenuhi kewajiban pajak kepada negara sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Ke depannya, kami akan terus menjaga transparansi, terutama dalam administrasi finansial perusahaan, agar tata kelola keuangan tetap bersih, akuntabel, dan mampu mendukung kelangsungan bisnis,” ujar Qomaruzzaman.

Komitmen dan kontribusi PKT dalam membayar pajak mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. PKT menerima penghargaan dalam dua kategori sekaligus dalam acara Tax Gathering 2023 yang diadakan oleh KPP Wajib Pajak Besar Tiga pada bulan Februari lalu.

Penghargaan yang diterima adalah Wajib Pajak dengan Pertumbuhan Pembayaran Pajak Tertinggi Tahun 2022 dan Wajib Pajak sebagai kontributor penerimaan terbesar tahun 2022. Selain itu, PKT juga meraih penghargaan sebagai Wajib Pajak Badan pembayar pajak terbesar tahun 2022 dari KPP Pratama Bontang dalam acara Tax Gathering 2023 Bontang.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru yang telah diaudit, PKT membayar berbagai jenis pajak seperti Pajak Penghasilan (PPh) potong/pungut, Pajak dibayar di muka, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Pertambahan Nilai Wajib Pungut (PPN Wapu), dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.

PKT juga telah menyetorkan Rp41 miliar kepada pemerintah daerah Kota Bontang, Kalimantan Timur, sebagai PBB, sesuai dengan luas lahan dan bangunan yang dimiliki.

Selain PBB, PKT juga secara rutin dan tepat waktu membayar Pajak Air Bawah Tanah, Pajak Kendaraan Bermotor, dan Pajak Penerangan Jalan kepada Pemkot Bontang. Ketaatan PKT dalam membayar pajak tidak terlepas dari peran sebagai BUMN yang mengedepankan nilai-nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) yang diajarkan dan dipraktikkan di seluruh lingkup kerja perusahaan.

Dalam menjalankan kewajiban membayar pajak sesuai regulasi dan tepat waktu, PKT juga didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dalam pengetahuan perpajakan. PKT senantiasa berupaya membangun komunikasi yang baik dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), terutama dalam aspek administratif perpajakan, untuk mewujudkan kontribusi pembayaran pajak yang maksimal.

Gaya Penyampaian Berbeda, Ganjar, Anies, dan Prabowo Sampaikan Visi Misi di Rakernas Apeksi

0

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) mengadakan Rapat Kerja Nasional XVI (Rakernas XVI) di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (13/7). Acara ini dihadiri oleh tiga tokoh yang berpotensi menjadi calon presiden dalam Pemilihan Presiden 2024.

Tiga tokoh tersebut adalah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta, dan Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan. Ketiganya diberikan kesempatan untuk menyampaikan paparan dan menjawab pertanyaan dari peserta yang merupakan wali kota dalam acara Rakernas Apeksi tersebut.

Selama acara, hanya Ganjar dan Anies yang mengenakan batik, sementara Prabowo memilih mengenakan kemeja cokelat muda atau krem.

Para tokoh tersebut juga ditanya tentang pendapat mereka terkait calon lawan politik dalam Pilpres 2024. Ganjar menyebut Prabowo sebagai senior, sementara Anies hanya sebagai teman kuliah. Anies menganggap Prabowo sebagai seorang patriot dan Ganjar sebagai sahabat selama kuliah di UGM. Sementara itu, Prabowo menilai Ganjar sebagai gubernur dan Anies sebagai profesor.

Ketiga tokoh ini memiliki gaya penyampaian yang berbeda ketika mempresentasikan visi misi mereka dalam membangun kota jika terpilih sebagai presiden.

Berikut ini adalah gambaran gaya penyampaian dan tema presentasi dari masing-masing tokoh:

Ganjar Pranowo

Ganjar menjadi pembicara pertama dalam acara Apeksi. Sebelum menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar adalah anggota DPR. Dalam presentasinya, Ganjar membahas tentang korupsi, lingkungan hidup, dan birokrasi dalam pemerintahan. Ia seringkali bergerak dan berjalan di sekitar panggung sambil memberikan presentasinya. Tidak jarang ia melemparkan senyum, menunjuk peserta, dan tertawa saat membahas topik Indonesia.

Anies Baswedan

Anies menjadi pembicara kedua setelah Ganjar dalam acara Apeksi di Makassar. Seperti Ganjar, Anies juga aktif bergerak dan berjalan di sekitar panggung saat memberikan presentasinya. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini membahas tata ruang perkotaan, pendidikan, lingkungan hidup, dan perilaku masyarakat di DKI Jakarta. Ia seringkali menyertai presentasinya dengan senyuman.

Prabowo Subianto

Prabowo menjadi pembicara terakhir dalam acara ini. Berbeda dengan dua tokoh lainnya, Prabowo lebih statis dan berbicara di atas podium dengan gaya yang tegas. Meskipun diminta untuk mempresentasikan isu perkotaan, Prabowo lebih banyak membahas tentang pertahanan dan hilirisasi. Tak jarang dia juga memuji Presiden Joko Widodo sebagai atasannya yang memberikan arahan kepada Menteri Pertahanan.

Rakernas Apeksi ini menjadi ajang penting bagi tiga tokoh ini untuk menyampaikan pandangan dan ide-ide mereka kepada para wali kota. Dengan gaya dan pendekatan yang berbeda-beda, mereka berharap dapat meraih dukungan untuk mewujudkan visi membangun kota jika terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia.