Kamis, November 5, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 19

Masih Muda Bukan Alasan Menunda Dana Pensiun, Ini yang Sering Terjadi

0

Menunda Dana Pensiun merupakan kebiasaan yang cukup mudah terjadi ketika seseorang merasa masa pensiun masih sangat jauh. Usia masih muda, penghasilan masih aktif, kebutuhan sehari-hari terus bertambah, dan ada banyak target yang dianggap lebih mendesak. Akibatnya, persiapan untuk kehidupan setelah berhenti bekerja sering ditempatkan paling belakang.

Kalau dilihat dari sudut pandang Berempat.com, kebiasaan menyiapkan dana pensiun yang terus tertunda tidak selalu berarti seseorang mengabaikan masa depannya. Ada banyak faktor yang memengaruhinya, mulai dari kondisi keuangan saat ini, kebutuhan keluarga yang lebih mendesak, cara seseorang memandang masa depan, hingga belum memahami pilihan instrumen untuk mempersiapkan pensiun.

Padahal, waktu merupakan salah satu komponen penting dalam perencanaan pensiun. Semakin panjang periode menabung dan berinvestasi, semakin banyak waktu yang tersedia untuk membangun dana secara bertahap.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa persoalan ini memang masih menjadi tantangan. Dalam Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Dana Pensiun Indonesia 2024–2028, OJK mencatat tingkat densitas industri dana pensiun pada akhir 2023 baru mencapai 18,94% dari 147,7 juta angkatan kerja. Artinya, kepesertaan program dana pensiun masih memiliki ruang yang sangat besar untuk diperluas.

OJK juga mencatat hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2022. Tingkat literasi dana pensiun berada di 30,5%, sedangkan tingkat inklusinya hanya 5,42%.

Angka tersebut memberikan gambaran bahwa memahami konsep dana pensiun dan benar-benar memiliki produk atau program pensiun merupakan dua hal yang berbeda.

Merasa Pensiun Masih Terlalu Jauh

Alasan paling sederhana adalah persepsi terhadap waktu.

Seseorang yang berusia 25 atau 30 tahun mungkin merasa usia pensiun masih puluhan tahun lagi. Karena itu, dana pensiun terasa seperti kebutuhan yang belum mendesak.

Masalahnya, keputusan finansial jangka panjang justru membutuhkan waktu.

Misalnya seseorang baru mulai menyisihkan uang pada usia 45 tahun. Waktu yang tersedia tentu jauh lebih pendek dibandingkan seseorang yang mulai pada usia 25 tahun.

Bukan berarti orang yang terlambat memulai tidak memiliki kesempatan. Hanya saja, kebutuhan menabung bulanannya bisa menjadi lebih besar karena periode persiapannya lebih singkat.

Menunda selama satu atau dua tahun mungkin terlihat kecil. Jika kebiasaan tersebut berlangsung selama belasan tahun, dampaknya bisa berbeda.

Penghasilan Sekarang Terasa Lebih Penting

Ketika pendapatan bulanan masih terbatas, kebutuhan yang terlihat di depan mata biasanya menang.

Ada biaya rumah tangga, cicilan, pendidikan anak, kendaraan, biaya kesehatan, hingga kebutuhan membantu orang tua. Dana pensiun yang manfaatnya baru terasa bertahun-tahun kemudian akhirnya kalah prioritas.

Kondisi tersebut cukup masuk akal.

Namun, masalah muncul ketika dana pensiun selalu ditempatkan setelah semua kebutuhan lain selesai. Jika menunggu sampai memiliki “uang sisa”, belum tentu uang tersebut benar-benar tersedia.

Pendekatan yang lebih realistis adalah memasukkan persiapan pensiun sebagai salah satu pos keuangan sejak awal.

Tidak harus langsung besar.

Yang penting adalah membangun kebiasaan menyisihkan dana secara konsisten dan kemudian meningkatkan jumlahnya seiring pertumbuhan penghasilan.

Takut Tidak Bisa Menikmati Uang Sekarang

Ada pula alasan psikologis yang lebih sederhana: seseorang ingin menikmati hasil kerja saat masih muda.

Menabung terlalu banyak untuk masa depan dapat dianggap mengurangi kesempatan menikmati kehidupan sekarang.

Ini bukan persoalan benar atau salah. Perencanaan keuangan memang perlu mempertimbangkan kualitas hidup saat ini.

Yang menjadi masalah adalah ketika seluruh pendapatan digunakan untuk konsumsi tanpa menyisakan ruang bagi kebutuhan jangka panjang.

Keseimbangan bisa dibangun dengan membagi pendapatan ke beberapa tujuan:

  • Kebutuhan sehari-hari.
  • Dana darurat.
  • Perlindungan seperti asuransi yang sesuai kebutuhan.
  • Tujuan jangka menengah.
  • Dana pensiun.
  • Hiburan dan gaya hidup.

Dengan pembagian tersebut, persiapan masa depan tidak harus berarti menghentikan seluruh pengeluaran untuk menikmati kehidupan sekarang.

Tidak Tahu Berapa Dana yang Sebenarnya Dibutuhkan

Sebagian orang Menunda Dana Pensiun karena tidak tahu harus mengumpulkan berapa.

Target yang terlalu abstrak memang sulit membuat seseorang bergerak.

“Harus punya dana pensiun” terdengar bagus, tetapi belum memberikan gambaran konkret.

Coba ubah menjadi pertanyaan yang lebih spesifik:

Berapa biaya hidup yang dibutuhkan setiap bulan setelah pensiun?

Misalnya pengeluaran saat ini Rp8 juta per bulan. Setelah pensiun, sebagian biaya mungkin hilang, tetapi biaya lain seperti kesehatan bisa meningkat.

Karena itu, perhitungan tidak cukup hanya menggunakan pengeluaran saat ini. Perlu dipikirkan juga:

  • Usia ketika berhenti bekerja.
  • Perkiraan usia harapan hidup.
  • Biaya hidup setelah pensiun.
  • Inflasi.
  • Aset yang sudah dimiliki.
  • Pendapatan pasif yang mungkin tersedia.
  • Program pensiun dari perusahaan.
  • Investasi atau tabungan yang dimiliki.

BPS mencatat umur harapan hidup bayi yang lahir di Indonesia pada 2024 mencapai 74,15 tahun. Angka ini merupakan indikator populasi, bukan ramalan usia seseorang secara individual, tetapi tetap menunjukkan bahwa masa hidup setelah usia pensiun dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Artinya, dana pensiun tidak hanya perlu cukup untuk beberapa tahun setelah berhenti bekerja.

Terlalu Mengandalkan Pensiun dari Perusahaan

Karyawan terkadang merasa persiapan pensiun sudah otomatis beres karena perusahaan menyediakan program pensiun atau jaminan sosial.

Program tersebut memang dapat menjadi bagian penting dari persiapan. Namun, kebutuhan setiap orang berbeda.

Seseorang yang memiliki cicilan rumah, tanggungan keluarga, atau gaya hidup tertentu mungkin membutuhkan sumber dana tambahan setelah tidak lagi menerima gaji aktif.

Karena itu, penting untuk mengetahui dengan jelas:

  • Apakah perusahaan memiliki program pensiun?
  • Berapa iuran yang dibayarkan?
  • Berapa lama kepesertaan?
  • Bagaimana manfaatnya dihitung?
  • Kapan manfaat dapat diterima?
  • Apakah ada sumber dana pensiun lain?

Dengan memahami jawabannya, seseorang bisa mengetahui apakah masih ada kekurangan yang perlu dipersiapkan secara mandiri.

Menunda Dana Pensiun karena Merasa Belum Punya Uang

Ini adalah alasan yang sangat umum.

Ketika penghasilan pas-pasan, menyisihkan uang untuk kebutuhan 20 atau 30 tahun mendatang memang terasa sulit.

Namun, menunggu sampai penghasilan “cukup” juga bisa menjadi jebakan. Penghasilan meningkat, tetapi kebutuhan biasanya ikut berkembang.

Karena itu, jumlah awal tidak harus spektakuler.

Misalnya seseorang mulai menyisihkan Rp300 ribu per bulan. Jumlah tersebut memang belum tentu cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan pensiun. Tetapi kebiasaan tersebut menciptakan titik awal.

Ketika pendapatan meningkat, kontribusi dapat dinaikkan menjadi Rp500 ribu, Rp1 juta, atau lebih sesuai kemampuan.

Yang penting adalah targetnya berkembang bersama kondisi keuangan.

Cara Berhenti Menunda Dana Pensiun

Tidak perlu langsung membuat strategi yang rumit. Beberapa langkah berikut bisa menjadi awal:

1. Tentukan usia target pensiun

Tentukan perkiraan kapan ingin berhenti dari pekerjaan utama. Target tersebut dapat dievaluasi seiring waktu.

2. Hitung kebutuhan hidup

Buat perkiraan pengeluaran bulanan setelah pensiun dengan memasukkan kebutuhan pokok, kesehatan, tempat tinggal, dan aktivitas lainnya.

3. Inventarisasi aset

Catat tabungan, investasi, properti, program pensiun perusahaan, maupun sumber pendapatan pasif lainnya.

4. Mulai dari nominal yang realistis

Jangan membuat target terlalu besar sampai akhirnya tidak mampu konsisten.

5. Naikkan kontribusi secara berkala

Ketika mendapatkan kenaikan gaji, bonus, atau penghasilan tambahan, sebagian dapat dialokasikan untuk meningkatkan dana pensiun.

6. Evaluasi setiap tahun

Target pensiun bukan angka yang dibuat sekali lalu dilupakan. Kondisi penghasilan, keluarga, inflasi, dan tujuan hidup dapat berubah.

Pensiun Bukan Berarti Berhenti Menghasilkan Uang

Persiapan pensiun juga tidak selalu berarti seseorang harus berhenti memperoleh penghasilan sepenuhnya.

Sebagian orang mungkin tetap ingin bekerja paruh waktu, menjalankan bisnis kecil, menjadi konsultan, menyewakan aset, atau memperoleh penghasilan dari investasi.

Namun, sebaiknya pilihan tersebut menjadi opsi, bukan satu-satunya jalan untuk bertahan hidup.

Inilah alasan pentingnya membangun sumber daya finansial sebelum masa kerja berakhir.

Dana pensiun memberikan ruang untuk menentukan pilihan dengan lebih leluasa. Seseorang bisa tetap bekerja karena memang ingin bekerja, bukan semata-mata karena tidak memiliki alternatif.

Standardisasi Diperketat, Industri AMDK Didorong Tingkatkan Daya Saing

0

Pemerintah terus memperkuat penerapan standardisasi untuk menjaga kualitas produk sekaligus meningkatkan daya saing Industri AMDK di dalam negeri. Kebijakan tersebut dilakukan melalui pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) secara wajib bagi produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 62 Tahun 2024.

Aturan tersebut menjadi perhatian bagi pelaku usaha karena sertifikasi SNI berkaitan langsung dengan persyaratan mutu, keamanan, dan keselamatan produk yang beredar di masyarakat. Kementerian Perindustrian juga mendorong pelaku Industri AMDK segera memastikan pemenuhan ketentuan sesuai regulasi terbaru.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan standardisasi memiliki posisi penting dalam pembangunan industri. Menurut dia, keberadaan SNI membantu negara memastikan produk yang beredar memenuhi aspek keselamatan, kesehatan, dan keamanan bagi konsumen.

“SNI pada dasarnya merupakan sebuah instrumen negara di mana negara harus bisa memastikan semua produk yang masuk ke Indonesia terjamin aspek 3K, yaitu keselamatan, kesehatan, dan keamanan,” ujar Agus.

Permenperin Nomor 62 Tahun 2024 tentang Pemberlakuan SNI untuk AMDK Secara Wajib telah diundangkan pada 18 Oktober 2024. Regulasi tersebut kemudian efektif berlaku pada 18 April 2025 setelah melewati masa transisi selama enam bulan.

Pelaku Industri AMDK Dapatkan Pendampingan

Untuk membantu pelaku usaha memenuhi aturan tersebut, Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Ambon menyediakan layanan konsultasi, pengujian, serta pendampingan sertifikasi SNI bagi pelaku Industri AMDK di Maluku dan wilayah sekitarnya.

Layanan tersebut diharapkan memberikan kepastian bagi perusahaan dalam memahami persyaratan teknis sekaligus menjalankan proses sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah juga memberikan masa penyesuaian bagi perusahaan yang telah memiliki Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI) sebelum aturan baru diterapkan. Sertifikat lama tetap dapat digunakan, tetapi harus disesuaikan dengan ketentuan Permenperin 62/2024 paling lambat 18 Oktober 2026.

Batas waktu tersebut menjadi penting karena masa penyesuaian selama 18 bulan akan berakhir pada Oktober tahun ini. Pelaku usaha perlu memastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi sebelum tenggat tersebut.

Standardisasi Didorong Perkuat Daya Saing

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari mengatakan pihaknya melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di berbagai daerah terus memberikan pendampingan kepada industri.

Pendampingan mencakup pemahaman regulasi, proses sertifikasi, hingga tata cara pelaporan melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Langkah tersebut sekaligus ditujukan untuk meningkatkan kepatuhan perusahaan terhadap kebijakan industri.

Menurut Emmy, pelaporan melalui SIINas juga berperan dalam memperkuat basis data industri nasional. Data tersebut nantinya dapat digunakan pemerintah sebagai bahan penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Penerapan SNI wajib diharapkan menciptakan persaingan usaha yang lebih sehat karena seluruh pelaku Industri AMDK memiliki standar yang harus dipenuhi. Dengan mutu produk yang lebih konsisten dan jaminan keamanan yang lebih baik, industri nasional diharapkan semakin mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.

Daftar Cicilan KUR BRI Lengkap, Pinjaman Rp25 Juta hingga Rp100 Juta

0

Cicilan KUR BRI menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan pelaku UMKM sebelum mengajukan pembiayaan. Kredit Usaha Rakyat (KUR) sendiri merupakan program pembiayaan bersubsidi pemerintah yang dapat dimanfaatkan untuk menambah modal kerja maupun mendukung investasi usaha.

Salah satu bank penyalur KUR adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Besaran pembiayaan yang tersedia disesuaikan dengan kebutuhan usaha dan kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban pembayaran.

Pilihan tenor juga memengaruhi besaran angsuran setiap bulan. Semakin panjang jangka waktu pinjaman, nominal cicilan bulanan menjadi lebih ringan, meski debitur harus mempertimbangkan keseluruhan kewajiban selama masa kredit.

Berdasarkan rincian yang tersedia dari BRI, pembiayaan mulai Rp25 juta hingga Rp100 juta memiliki pilihan tenor antara 12 bulan sampai 60 bulan.

Rincian Cicilan KUR BRI Rp25 Juta-Rp60 Juta

Untuk pinjaman Rp25 juta, angsuran selama 12 bulan tercatat Rp2.163.169 per bulan. Jika memilih tenor 24 bulan, cicilannya menjadi Rp1.119.314, sedangkan tenor 60 bulan sebesar Rp495.030 per bulan.

Pada pinjaman Rp30 juta, angsuran 12 bulan mencapai Rp2.595.802 per bulan. Cicilan turun menjadi Rp1.343.177 untuk tenor 24 bulan dan Rp594.036 jika menggunakan tenor 60 bulan.

Sementara itu, pinjaman Rp40 juta memiliki cicilan Rp3.461.070 per bulan untuk tenor 12 bulan. Angsuran menjadi Rp1.790.903 pada tenor 24 bulan dan Rp792.048 untuk jangka waktu 60 bulan.

Untuk pembiayaan Rp50 juta, cicilan 12 bulan tercatat Rp4.326.337 per bulan. Debitur dengan tenor 36 bulan membayar sekitar Rp1.543.855 per bulan, sedangkan tenor 60 bulan sebesar Rp990.060.

Pinjaman Rp60 juta memiliki angsuran Rp5.191.605 per bulan untuk tenor 12 bulan. Jika mengambil tenor 24 bulan, cicilan menjadi Rp2.686.355, sementara tenor 60 bulan mencapai Rp1.188.072.

Cicilan KUR BRI Rp70 Juta-Rp100 Juta

Untuk pinjaman Rp70 juta, cicilan 12 bulan mencapai Rp6.056.872 per bulan. Angsuran turun menjadi Rp3.134.081 pada tenor 24 bulan dan Rp1.386.084 untuk tenor 60 bulan.

Pinjaman Rp80 juta memiliki cicilan Rp6.922.140 per bulan untuk tenor 12 bulan. Pada tenor 36 bulan, angsuran menjadi Rp2.470.168, sedangkan tenor 60 bulan sebesar Rp1.548.096.

Adapun pembiayaan Rp90 juta memiliki cicilan Rp7.787.407 per bulan untuk tenor 12 bulan. Angsuran pada tenor 24 bulan mencapai Rp4.029.532 dan turun menjadi Rp1.782.108 untuk tenor 60 bulan.

Untuk pinjaman terbesar dalam daftar tersebut, yakni Rp100 juta, cicilan selama 12 bulan mencapai Rp8.652.675 per bulan. Jika memilih tenor 36 bulan, angsuran menjadi Rp3.087.710, sedangkan tenor 60 bulan sebesar Rp1.980.120.

Besaran Cicilan KUR BRI tersebut dapat menjadi gambaran awal bagi pelaku usaha dalam menyesuaikan jumlah pinjaman dengan kemampuan keuangan. Sebelum mengajukan pembiayaan, calon debitur tetap perlu memperhitungkan arus kas usaha dan kewajiban pembayaran agar kredit tidak mengganggu operasional bisnis.

Bisnis Dari Limbah Barang Mulai dari Nol, Apa Saja yang Bisa Dijual?

0

Bisnis Dari Limbah Barang mulai menarik perhatian karena semakin banyak orang melihat barang bekas dari sisi yang berbeda. Kardus, botol plastik, kain sisa produksi, kayu bekas, minyak jelantah, sampai perangkat elektronik lama sering kali berakhir sebagai barang yang tidak terpakai. Padahal, sebagian di antaranya masih memiliki nilai ekonomi jika dikumpulkan, dipilah, diperbaiki, atau diolah kembali.

Di Berempat.com, kami melihat peluang tersebut sebagai bagian dari cara baru membangun usaha dengan memanfaatkan sumber daya yang sudah tersedia. Peluangnya tidak selalu berbentuk bisnis daur ulang dalam skala besar. Ada juga usaha kecil yang dimulai dari mengumpulkan barang bekas di lingkungan sekitar, kemudian menjualnya kembali atau mengubahnya menjadi produk yang memiliki nilai lebih tinggi.

Potensinya juga cukup besar jika melihat volume sampah yang dihasilkan di Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah dari 317 kabupaten/kota yang melaporkan data pada 2024 mencapai sekitar 34,21 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 20,44 juta ton atau 59,74% tercatat terkelola, sedangkan sekitar 13,77 juta ton atau 40,26% belum terkelola.

Angka tersebut tidak berarti seluruh sampah bisa langsung dijadikan produk bisnis. Namun, volumenya menunjukkan adanya sumber daya dalam jumlah besar yang berpotensi masuk kembali ke rantai ekonomi.

Kardus Bekas Bisa Menjadi Sumber Pendapatan

Kardus merupakan salah satu jenis limbah yang cukup mudah ditemukan. Pertumbuhan perdagangan online membuat penggunaan kardus untuk mengirim barang juga semakin umum.

Barang yang dianggap tidak berguna oleh satu orang bisa saja dibutuhkan oleh orang lain. Kardus yang masih kokoh, bersih, dan ukurannya sesuai dapat dikumpulkan kemudian dijual kembali.

Beberapa peluang yang bisa dikembangkan dari kardus antara lain:

  • Menjual kardus bekas kepada pelaku UMKM.
  • Menyediakan kardus berdasarkan ukuran tertentu.
  • Membuat paket kemasan untuk penjual online.
  • Mengolah kardus menjadi organizer.
  • Membuat dekorasi atau kerajinan.
  • Menyalurkan kardus yang sudah tidak layak ke pengepul atau industri daur ulang.

Model bisnis ini dapat dimulai dari lingkungan sekitar. Misalnya, bekerja sama dengan toko, gudang, minimarket, atau penjual online untuk mengambil kardus yang sudah tidak digunakan.

Nilai tambah semakin besar ketika kardus tidak hanya dijual berdasarkan berat, tetapi sudah dipilah berdasarkan ukuran dan kondisinya.

Kain Sisa Konveksi Bisa Masuk ke Pasar Fashion

Potongan kain yang tersisa dari proses produksi sering kali terlalu kecil untuk digunakan kembali dalam produk utama. Namun, ukurannya bisa cocok untuk membuat produk dengan bentuk lebih kecil.

Misalnya:

  • Pouch.
  • Dompet kecil.
  • Scrunchie.
  • Tote bag.
  • Sarung bantal.
  • Aksesori rambut.
  • Boneka kain.
  • Produk patchwork.

Salah satu keuntungan model ini adalah sumber bahan bakunya bisa diperoleh dari konveksi atau penjahit.

Pelaku Bisnis Dari Limbah Barang dapat menjalin kerja sama dengan beberapa tempat produksi sekaligus. Sisa kain yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dikumpulkan, kemudian dipilah berdasarkan warna, jenis bahan, dan ukuran.

Setelah itu, material dapat dijadikan produk baru.

Konsep tersebut juga bisa dikembangkan sebagai produk upcycling. Cerita mengenai bahan bekas yang diubah menjadi barang baru dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran, terutama jika menyasar konsumen yang tertarik dengan produk ramah lingkungan.

Botol Plastik Punya Banyak Jalur Pemanfaatan

Botol plastik merupakan material lain yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Cara memanfaatkannya juga cukup beragam.

Pelaku usaha dapat memilih model yang paling sesuai dengan modal dan kemampuan.

Model pertama adalah pengumpulan. Botol dikumpulkan dari rumah tangga, tempat usaha, restoran, atau lingkungan sekitar untuk kemudian dijual kepada pengepul atau bank sampah.

Model kedua adalah pengolahan. Botol tertentu dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan atau produk kreatif.

Model ketiga adalah pemilahan material. Botol dipisahkan berdasarkan jenis plastiknya sebelum masuk ke rantai daur ulang.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa bisnis limbah tidak selalu harus membuat produk jadi. Menjadi pengumpul dan pemasok material terpilah juga bisa menjadi model usaha.

Kayu Bekas Bisa Diubah Menjadi Produk Furnitur

Kayu bekas dari palet, peti, proyek konstruksi, atau furnitur lama juga memiliki potensi ekonomi.

Material yang masih kuat dapat dibersihkan, dipotong, diamplas, dan diolah menjadi berbagai produk.

Contohnya:

  • Rak dinding.
  • Meja kecil.
  • Kursi.
  • Papan dekorasi.
  • Rak tanaman.
  • Meja kopi.
  • Papan nama.
  • Dekorasi interior.

Di sini, nilai bisnis muncul dari kemampuan mengubah material murah menjadi barang yang memiliki fungsi dan desain.

Namun, kondisi kayu harus diperiksa terlebih dahulu. Paku, jamur, bahan pelapis tertentu, atau kerusakan struktur perlu diperhatikan sebelum material digunakan kembali.

Minyak Jelantah Juga Bisa Dikumpulkan

Minyak jelantah sering dianggap sebagai sisa rumah tangga yang tidak memiliki nilai. Padahal, terdapat pasar untuk minyak jelantah yang dikumpulkan dan disalurkan kepada pihak pengolah yang sesuai.

Salah satu model usaha yang bisa dikembangkan adalah layanan pengumpulan minyak jelantah.

Caranya bisa dimulai dengan menyediakan wadah kepada rumah makan, katering, warung, atau rumah tangga. Setelah jumlahnya terkumpul, minyak tersebut disalurkan kepada pengelola atau pengolah yang memang membutuhkan bahan tersebut.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pastikan minyak tidak dicampur dengan limbah lain.
  • Gunakan wadah yang aman dan tertutup.
  • Buat jadwal pengambilan secara rutin.
  • Hitung biaya transportasi.
  • Cari pembeli sebelum memperbesar volume pengumpulan.
  • Jangan menjual kembali minyak jelantah untuk konsumsi manusia.

Model seperti ini menarik karena pelaku usaha dapat membangun jaringan pemasok secara bertahap.

Barang Elektronik Rusak Jangan Langsung Dianggap Tidak Bernilai

Telepon genggam lama, komputer, printer, kabel, adaptor, dan perangkat elektronik lainnya dapat masuk dalam kategori limbah elektronik atau e-waste ketika sudah tidak digunakan.

Material tersebut membutuhkan penanganan yang lebih hati-hati dibandingkan kardus atau kain. Karena itu, peluang bisnisnya juga membutuhkan pengetahuan yang lebih spesifik.

Ada beberapa model yang bisa dipertimbangkan:

  1. Mengumpulkan e-waste untuk disalurkan kepada pengelola yang memiliki fasilitas pengolahan.
  2. Membeli perangkat rusak untuk dipilah berdasarkan kondisi dan komponennya.
  3. Refurbish, yaitu memperbaiki perangkat yang masih memiliki nilai guna kemudian menjualnya kembali.
  4. Menjual komponen tertentu kepada teknisi atau pihak yang membutuhkan.

Model refurbish memiliki potensi nilai tambah lebih tinggi karena produk tidak berhenti sebagai barang bekas. Setelah diperbaiki dan diuji, perangkat bisa kembali digunakan.

Namun, aspek keamanan data juga perlu diperhatikan ketika menangani perangkat milik orang lain.

Cara Memulai Bisnis Dari Limbah Barang

Tidak perlu langsung mengumpulkan berbagai jenis limbah. Justru lebih baik memilih satu jenis material yang paling mudah ditemukan.

Beberapa langkah awal yang dapat dilakukan:

1. Tentukan material yang tersedia

Cari barang yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar. Misalnya kardus jika tinggal di area dengan banyak toko online, atau kain jika berada dekat sentra konveksi.

2. Temukan sumber bahan baku

Jalin kerja sama dengan toko, restoran, konveksi, gudang, rumah tangga, atau tempat usaha lain.

3. Cari calon pembeli

Ini bagian yang sering dilewatkan. Jangan mengumpulkan material dalam jumlah besar sebelum mengetahui siapa yang akan membeli.

4. Hitung biaya operasional

Material gratis bukan berarti bisnisnya tanpa biaya. Ada ongkos transportasi, tenaga kerja, penyortiran, tempat penyimpanan, dan pengolahan.

5. Tentukan nilai tambah

Pilih apakah material akan dijual kembali, dipilah, diperbaiki, atau diubah menjadi produk baru.

6. Uji dalam skala kecil

Mulailah dengan volume yang bisa dikendalikan. Jika pasar mulai terbentuk, barulah kapasitas diperbesar.

Jangan Hanya Melihat Barangnya, Lihat Rantai Bisnisnya

Peluang Bisnis Dari Limbah Barang tidak otomatis menguntungkan hanya karena bahan bakunya murah atau bahkan gratis.

Ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab sebelum memulai:

  • Apakah bahan bakunya tersedia secara rutin?
  • Berapa biaya untuk mengumpulkannya?
  • Berapa lama proses sortir?
  • Apakah membutuhkan tempat penyimpanan besar?
  • Apakah material memiliki kualitas yang konsisten?
  • Siapa pembelinya?
  • Berapa harga jual realistis?
  • Berapa margin setelah seluruh biaya dihitung?

Hal ini penting karena bisnis limbah sangat berkaitan dengan volume dan efisiensi.

Jika biaya mengambil barang lebih mahal daripada nilai jualnya, model tersebut sulit berkembang. Sebaliknya, jika sumber material dekat, pasokannya stabil, dan pembelinya jelas, peluangnya menjadi jauh lebih menarik.

Bank Sampah Menunjukkan Adanya Ekosistem Ekonomi

Pengelolaan limbah juga tidak selalu berdiri sendiri. Di Indonesia terdapat ekosistem bank sampah yang menjadi salah satu bagian dari pengelolaan sampah berbasis prinsip reduce, reuse, recycle (3R).

Sistem Informasi Manajemen Bank Sampah (SIMBA) milik Kementerian Lingkungan Hidup menyediakan data mengenai berbagai aktivitas bank sampah, termasuk jumlah sampah yang dikumpulkan dan dikelola, jumlah nasabah, hingga omzet.

Artinya, aktivitas mengumpulkan barang bekas dapat terhubung dengan rantai ekonomi yang lebih luas. Ada pengumpul, pemilah, pengolah, produsen, hingga konsumen akhir.

Pelaku usaha baru bisa masuk pada salah satu bagian tersebut sesuai kemampuan.

Indonesia-India Bidik Rantai Pasok Indo-Pasifik Lewat Industri Semikonduktor

0

Indonesia dan India membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor manufaktur dan teknologi, termasuk Industri semikonduktor yang dinilai semakin penting bagi penguatan rantai pasok kawasan Indo-Pasifik. Kedua negara memiliki pasar domestik besar serta basis manufaktur yang dapat saling melengkapi untuk mendorong investasi, hilirisasi, dan pengembangan teknologi.

Peluang tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza dengan Menteri Negara Perindustrian dan Perdagangan India Jitin Prasada. Pertemuan berlangsung di sela agenda 10th BRICS Industry Ministers’ Meeting di Jaipur, India.

Faisol mengatakan hubungan industri Indonesia dan India memiliki ruang yang besar untuk dikembangkan menjadi kerja sama yang lebih konkret. Menurutnya, kesamaan kepentingan dalam memperkuat manufaktur dan pasar domestik dapat menjadi modal untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan.

“Kami berharap pertemuan ini dapat semakin mempererat hubungan kedua negara sekaligus membuka peluang kolaborasi industri yang lebih konkret, implementatif, dan saling menguntungkan,” ujar Faisol.

Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke India dalam peringatan Republic Day 2025 dan kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada Juli 2026.

Perdagangan dan Akses Pasar Jadi Perhatian

Hubungan ekonomi kedua negara terus berkembang. Pada 2025, nilai perdagangan Indonesia dan India tercatat mencapai USD23,16 miliar. Indonesia membukukan ekspor sebesar USD18,32 miliar, sementara impor dari India mencapai USD4,84 miliar.

Meski demikian, ekspor produk industri pengolahan nonmigas Indonesia ke India mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, perluasan akses pasar bagi produk manufaktur Indonesia menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan bilateral.

Pemerintah India menyambut usulan kerja sama Indonesia pada sejumlah sektor strategis, antara lain industri hijau, semikonduktor, dan agroindustri. India juga menyampaikan sejumlah perhatian terkait kebijakan pembatasan kuota impor beberapa produknya ke Indonesia.

Industri Semikonduktor Didorong Jadi Motor Kolaborasi

Indonesia turut mendorong penguatan kerja sama Industri semikonduktor karena sektor ini memiliki peran penting dalam berbagai industri bernilai tambah tinggi. Semikonduktor menjadi komponen utama dalam elektronika, otomotif, telekomunikasi, energi, hingga perangkat berbasis teknologi digital.

Kolaborasi kedua negara juga dapat diarahkan pada pengembangan teknologi manufaktur modern. Penerapan otomatisasi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta smart manufacturing dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas industri.

Selain itu, pengembangan data center menjadi bagian penting dalam agenda transformasi digital. Infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk menopang pemanfaatan teknologi berbasis data sekaligus memperkuat daya saing pelaku industri.

Dengan posisi Indonesia sebagai anggota penuh BRICS, ruang kerja sama dengan India semakin terbuka. Pengembangan Industri semikonduktor dan sektor teknologi lainnya diharapkan dapat menjadi pijakan bagi terbentuknya rantai pasok yang lebih kuat sekaligus memperluas peluang investasi dan transfer teknologi kedua negara.

Pemblokiran Rekening Bank Mandiri Jadi Sorotan, OJK Turun Tangan

0

Pemblokiran Rekening Bank Mandiri milik koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono atau Mas Botok, tengah didalami oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Regulator memastikan penundaan transaksi rekening perbankan memiliki dasar hukum dan pada prinsipnya bersifat sementara.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan, mekanisme penundaan transaksi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Ketentuan tersebut juga diperkuat melalui Pasal 47 POJK Nomor 8 Tahun 2023.

Menurut Dian, bank sebagai penyedia jasa keuangan dapat melakukan penundaan transaksi apabila memperoleh perintah atau permintaan dari pihak yang berwenang, seperti Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), penyidik, penuntut umum, maupun hakim.

Penundaan transaksi tersebut memiliki batas waktu sesuai ketentuan, yakni paling lama lima hari kerja sejak tindakan penundaan dilakukan.

Bank Mandiri Klaim Bertindak Sesuai Prosedur

Persoalan ini mencuat setelah rekening Supriyono diketahui diblokir pada 22 Agustus 2026. Rekening tersebut sebelumnya digunakan untuk menghimpun dana pribadi dan donasi masyarakat yang ditujukan untuk mendukung rencana aksi AMPB di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus.

Supriyono menyebut dana yang terkumpul melalui rekening tersebut mencapai sekitar Rp80,9 juta. Ia kemudian mempertanyakan tindakan pemblokiran karena dilakukan ketika persiapan keberangkatan massa dan kebutuhan logistik aksi tengah berlangsung.

Mandiri sebelumnya telah memberikan penjelasan melalui akun Threads resminya. Bank menyatakan tindakan tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan dilakukan berdasarkan prosedur serta ketentuan yang berlaku.

Bank Mandiri juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan, dan kehati-hatian dalam menjalankan kegiatan perbankan.

OJK Pantau Proses dan Kemungkinan Pemulihan Akses

Dian mengatakan OJK kini berkoordinasi dengan manajemen Bank Mandiri untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai kasus tersebut. Regulator akan mengambil langkah pengawasan apabila hasil pendalaman menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

OJK juga meminta pihak bank terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan selama proses penundaan berlangsung. Pemulihan akses rekening akan dilakukan apabila tahapan yang diperlukan telah selesai dan tidak ditemukan alasan hukum untuk mempertahankan penundaan.

Menurut Dian, tindakan penundaan transaksi yang dilakukan sesuai aturan merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan terhadap sistem perbankan. Jika tidak ditemukan unsur pelanggaran pidana, akses terhadap rekening pada prinsipnya dapat dibuka kembali.

OJK mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keamanan dana yang tersimpan di perbankan. Simpanan nasabah tetap memperoleh perlindungan sesuai ketentuan perbankan dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dengan demikian, Pemblokiran Rekening Bank Mandiri tersebut masih berada dalam proses pendalaman regulator. OJK akan melihat kesesuaian tindakan bank dengan dasar hukum serta perkembangan proses yang dilakukan aparat terkait.

Pinjol untuk UMKM Kian Berperan, Pembiayaan Capai Rp35,12 Triliun

0

Pembiayaan Pinjol untuk UMKM terus menunjukkan pertumbuhan di tengah kebutuhan pelaku usaha terhadap akses modal yang lebih cepat dan fleksibel. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan industri pinjaman daring atau fintech lending kepada sektor UMKM mencapai Rp35,12 triliun hingga Juni 2026, tumbuh 23,25 persen secara tahunan.

Nilai tersebut setara dengan 33,41 persen dari total pembiayaan industri pinjaman daring yang pada periode sama mencapai Rp105,14 triliun. Sementara itu, tingkat risiko kredit bermasalah secara agregat yang diukur melalui TWP90 tercatat sebesar 4,26 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK Agusman mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan semakin pentingnya industri pinjaman daring dalam menyediakan alternatif pendanaan bagi pelaku UMKM.

“Industri Pinjaman daring memiliki posisi yang semakin penting dalam menyediakan alternatif pendanaan bagi UMKM,” ujar Agusman dalam acara Fintech Lending Days di Denpasar, Bali, Jumat.

Menurut Agusman, peningkatan pembiayaan UMKM melalui industri pinjaman daring sejalan dengan kebijakan OJK untuk memperluas akses pembiayaan yang berkualitas. Pemerintah dan regulator juga terus mendorong agar pertumbuhan industri memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pinjol Dinilai Punya Peran Strategis

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai industri pinjaman daring memiliki kontribusi besar terhadap pembiayaan UMKM. Menurutnya, dukungan terhadap sektor usaha kecil perlu terus diperkuat karena UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam perekonomian nasional.

Misbakhun mendorong agar industri Pinjol mendapat ruang untuk berkembang melalui dukungan regulasi, kepastian hukum, serta ekosistem usaha yang sehat.

Ia menilai momentum pertumbuhan pembiayaan saat ini dapat dimanfaatkan untuk memperbesar peran industri fintech lending dalam mendukung pelaku usaha yang membutuhkan akses permodalan.

Dorong Pembiayaan Produktif dan Berkelanjutan

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S. Djafar mengatakan pertumbuhan industri Pindar/pinjol harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola. Menurutnya, ekspansi bisnis perlu tetap memperhatikan aspek kesehatan industri dan perlindungan konsumen.

Entjik menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, investor, perbankan, serta berbagai pihak dalam ekosistem keuangan digital. Kolaborasi tersebut diperlukan agar industri dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menilai porsi pembiayaan produktif perlu terus diperbesar. Pinjol untuk UMKM diharapkan semakin diarahkan untuk mendukung kegiatan usaha yang mampu menciptakan nilai tambah dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Dengan pertumbuhan pembiayaan yang mencapai Rp35,12 triliun, Pinjol untuk UMKM kini menjadi salah satu alternatif pendanaan yang semakin diperhitungkan. Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan tersebut tetap diikuti kualitas pembiayaan, pengelolaan risiko, dan dukungan ekosistem yang memadai.

Tekanan Geopolitik Belum Reda, Harga Minyak Dunia Ambruk Setelah Reli Dua Pekan

0

Harga Minyak Dunia Ambruk pada awal perdagangan Senin (24/8/2026), setelah mencatat penguatan selama dua pekan sebelumnya. Pelemahan harga dipicu aksi ambil untung investor sekaligus meningkatnya perhatian pasar terhadap rencana Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi baru kepada Iran.

Mengutip Investing.com, harga minyak mentah Brent berjangka turun 0,9 persen menjadi USD93,51 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 1,1 persen ke level USD86,08 per barel.

Penurunan tersebut terjadi setelah harga Brent sebelumnya menguat lebih dari 5 persen dalam dua pekan. Pergerakan minyak kini sangat dipengaruhi perkembangan ketegangan AS dan Iran, terutama potensi terganggunya distribusi energi dari kawasan Teluk Persia.

Pemerintah AS dijadwalkan mengumumkan paket sanksi baru terhadap Iran pada Senin. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut kebijakan tersebut akan menjadi salah satu sanksi paling keras yang pernah diberlakukan terhadap Teheran.

Ketegangan Hormuz Jadi Perhatian Pasar

Pernyataan Bessent memperkuat kekhawatiran pelaku pasar terhadap kemungkinan tekanan ekonomi yang semakin besar terhadap Iran. Situasi tersebut berlangsung ketika aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan mengalami perlambatan dalam sepekan terakhir.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Mohsen Rezaee bahkan memperingatkan bahwa Iran dapat menghentikan ekspor minyak melalui Selat Hormuz maupun kawasan Teluk Persia apabila tekanan ekonomi terhadap negaranya terus berlanjut.

Ancaman tersebut menjadi perhatian serius karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia. Sebelum konflik AS-Iran memanas, jalur tersebut diperkirakan menjadi lintasan sekitar 20 persen kebutuhan minyak global.

Dengan kondisi tersebut, pasar tetap bersiap menghadapi kemungkinan gangguan pasokan yang lebih besar. Jika ketegangan berkembang menjadi konflik berkepanjangan, arus perdagangan energi dari kawasan Timur Tengah berpotensi kembali menghadapi tekanan.

Risiko Meluas ke Jalur Perdagangan Energi

Selain Selat Hormuz, perhatian investor juga tertuju pada kemungkinan meluasnya dampak konflik ke jalur perdagangan lainnya, termasuk Laut Merah.

Kelompok Houthi Yaman yang mendapat dukungan Iran sebelumnya menyatakan blokade angkatan laut terhadap Arab Saudi. Perkembangan ini menambah kekhawatiran mengenai keamanan jalur pelayaran dan distribusi energi di kawasan.

Meski demikian, pelemahan harga pada awal perdagangan juga mencerminkan aksi ambil untung setelah reli sebelumnya. Investor kini mencermati apakah tekanan geopolitik akan kembali mendorong harga naik atau justru mereda dalam beberapa hari mendatang.

Situasi tersebut membuat Harga Minyak Dunia Ambruk belum sepenuhnya menggambarkan arah pasar berikutnya. Perubahan kebijakan AS, respons Iran, serta kondisi lalu lintas di Selat Hormuz akan menjadi faktor penting yang menentukan pergerakan harga minyak dunia.

Jika ketegangan meningkat, risiko pasokan dapat kembali mengangkat harga. Sebaliknya, meredanya konflik berpotensi membuat tekanan jual berlanjut.

Jangan Asal Masukkan ke Kardus, Ini Cara Packing Barang yang Lebih Aman!

0

Barang sudah terjual, alamat penerima sudah lengkap, tinggal dikirim. Namun, satu hal yang sering dianggap sepele justru bisa menentukan pengalaman pelanggan: Cara Packing Barang. Kemasan yang terlalu longgar dapat membuat isi bergeser, sementara penggunaan bahan yang tidak sesuai bisa meningkatkan risiko barang rusak selama perjalanan. Bagi pelaku usaha online, memahami Cara Packing Barang dengan benar berarti menjaga produk sekaligus menjaga kepercayaan pembeli.

Di Berempat.com, kami melihat urusan packing sebagai bagian dari operasional bisnis yang sering luput dari perhatian. Padahal, pelanggan tidak hanya menilai produk ketika paket dibuka. Kondisi kardus, perlindungan barang, kebersihan kemasan, hingga apakah isi paket tiba dalam kondisi utuh ikut membentuk pengalaman mereka.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan aktivitas perdagangan melalui sistem elektronik terus menjadi bagian penting dalam ekonomi Indonesia. Dalam Statistik E-Commerce 2023, BPS memperkirakan terdapat 3.816.750 usaha yang melakukan kegiatan e-commerce pada 2022, atau sekitar 40,51% dari seluruh usaha yang dicakup dalam pendataan.

Semakin banyak bisnis berjualan melalui kanal digital, semakin besar pula kebutuhan terhadap proses pengemasan dan pengiriman yang rapi.

Kenali Karakter Barang Sebelum Mulai Packing

Kesalahan pertama dalam packing biasanya terjadi karena semua barang diperlakukan dengan cara yang sama.

Produk pakaian tentu tidak membutuhkan perlindungan seperti gelas kaca. Barang elektronik membutuhkan perhatian terhadap benturan dan kelembapan. Produk cair membutuhkan pengamanan agar tidak bocor. Sementara makanan memiliki pertimbangan berbeda karena berkaitan dengan kebersihan dan ketahanan produk.

Sebelum mengambil kardus atau bubble wrap, tentukan terlebih dahulu karakter barang.

Beberapa pertanyaan yang bisa digunakan:

  • Apakah barang mudah pecah?
  • Apakah barang bisa berubah bentuk?
  • Apakah produk sensitif terhadap air?
  • Apakah terdapat bagian yang mudah tergores?
  • Apakah barang memiliki sudut atau komponen yang mudah patah?
  • Berapa berat dan ukuran produk?
  • Apakah barang membutuhkan kemasan kedap udara?

Jawaban tersebut akan menentukan jenis bahan pelindung yang dibutuhkan.

Untuk barang yang mudah pecah, misalnya, ruang kosong di dalam kardus sebaiknya diminimalkan. Jika barang dapat bergerak bebas ketika kardus diguncang, ada kemungkinan benturan terjadi selama proses pengiriman.

Pilih Ukuran Kardus yang Sesuai

Kardus yang terlalu besar memang terlihat aman karena memberikan banyak ruang. Kenyataannya, ruang kosong yang berlebihan dapat membuat produk bergerak selama perjalanan.

Sebaliknya, kardus yang terlalu kecil juga berisiko menekan produk atau membuat lapisan pelindung tidak bekerja maksimal.

Idealnya, pilih kemasan yang memberikan ruang cukup untuk menempatkan perlindungan di sekeliling barang.

Untuk produk tertentu, gunakan lapisan seperti bubble wrap, foam, kertas kraft, atau material bantalan lainnya. Jangan hanya membungkus bagian luar barang. Area yang paling rentan terkena benturan juga perlu mendapatkan perlindungan tambahan.

Dalam Cara Packing Barang, prinsip sederhananya adalah memastikan produk tetap stabil di dalam kemasan.

Coba lakukan simulasi kecil sebelum paket ditutup. Gerakkan kardus secara perlahan. Jika terdengar atau terasa barang bergeser, tambahkan bahan pengisi.

Jangan Lupakan Bagian yang Sering Rusak

Ada beberapa bagian paket yang sering dianggap tidak penting, padahal justru menentukan keamanan pengiriman.

Salah satunya adalah sudut barang.

Untuk produk seperti peralatan rumah tangga, elektronik, atau barang berbentuk kotak, sudut dapat menjadi titik yang menerima tekanan ketika paket tertumpuk dengan barang lain.

Bagian lain yang perlu diperhatikan adalah permukaan produk. Barang dengan permukaan mengilap, kaca, atau material yang mudah tergores sebaiknya memiliki lapisan pemisah sebelum dimasukkan ke dalam kardus.

Untuk barang cair, gunakan pengamanan berlapis. Tutup produk harus dipastikan rapat, kemudian gunakan plastik atau pembungkus tambahan sebagai perlindungan apabila terjadi kebocoran.

Dengan demikian, satu lapisan kemasan tidak menjadi satu-satunya pertahanan.

Gunakan Metode Packing Sesuai Jenis Produk

Tidak ada satu teknik packing yang cocok untuk semua barang.

  1. Pakaian dan tekstil biasanya relatif mudah dikemas. Produk dapat dilipat rapi, dimasukkan ke dalam plastik pelindung, lalu menggunakan polymailer atau kardus sesuai kebutuhan.
  2. Barang pecah belah membutuhkan perlindungan lebih serius. Setiap bagian sebaiknya dibungkus secara individual. Ruang kosong kemudian diisi dengan material pelindung agar produk tidak saling berbenturan.
  3. Elektronik membutuhkan perhatian terhadap benturan dan kelembapan. Jika tersedia, gunakan kemasan asli produk sebagai lapisan pertama, kemudian berikan perlindungan tambahan pada bagian luar.
  4. Produk cair perlu diamankan dari kemungkinan tutup terbuka. Penggunaan plastik pelindung tambahan dapat membantu mencegah cairan mengenai produk lain apabila terjadi kebocoran.
  5. Makanan perlu memperhatikan jenis produknya. Produk kering tentu memiliki kebutuhan kemasan berbeda dengan makanan yang mudah rusak atau membutuhkan pengendalian suhu.

Itulah sebabnya Cara Packing Barang sebaiknya dimulai dari memahami produk, bukan sekadar memilih kardus.

Tutup Paket dengan Benar

Setelah barang berada di dalam kardus, jangan langsung menganggap proses packing selesai.

Gunakan selotip yang cukup kuat dan pastikan bagian sambungan kardus tertutup dengan baik. Untuk paket yang cukup berat, penguatan pada bagian bawah kardus menjadi penting karena area tersebut menanggung beban terbesar.

Teknik penutupan berbentuk huruf H pada bagian atas dan bawah kardus sering digunakan untuk membantu menutup sambungan utama. Untuk paket berat, penguatan tambahan dapat dipertimbangkan.

Jangan lupa memastikan label alamat tidak tertutup selotip secara berlebihan atau ditempatkan pada bagian yang mudah terlepas.

Alamat yang jelas membantu mengurangi risiko kesalahan dalam proses distribusi.

Foto Paket Sebelum Diserahkan ke Kurir

Satu kebiasaan sederhana yang layak diterapkan oleh penjual online adalah mendokumentasikan paket sebelum dikirim.

Foto dapat memperlihatkan kondisi kemasan, label pengiriman, dan bentuk paket ketika masih berada di tangan penjual.

Dokumentasi ini berguna untuk pencatatan internal. Jika terjadi komplain terkait kondisi paket, penjual memiliki bukti mengenai kondisi barang sebelum diserahkan kepada pihak logistik.

Untuk bisnis yang mengirim puluhan atau ratusan paket per hari, dokumentasi bahkan bisa menjadi bagian dari prosedur operasional standar.

Selain foto, simpan juga nomor resi dan informasi pesanan.

Dengan begitu, proses penelusuran ketika terjadi masalah menjadi lebih mudah.

Packing yang Baik Bisa Menjadi Bagian dari Pengalaman Pelanggan

Kemasan bukan sekadar pelindung selama perjalanan. Bagi bisnis online, kemasan juga menjadi titik pertama interaksi fisik antara pelanggan dengan produk.

Kardus yang rapi, barang terlindungi, produk tidak kotor, dan isi sesuai pesanan dapat memberikan kesan bahwa penjual memperhatikan detail.

Sebaliknya, kemasan yang asal-asalan bisa membuat pelanggan mempertanyakan kualitas bisnis meskipun produknya sebenarnya bagus.

Karena itu, Cara Packing Barang perlu dibuat konsisten. Tentukan standar berdasarkan kategori produk, jenis kemasan, material pelindung, metode penyegelan, dan dokumentasi sebelum pengiriman.

Bisnis tidak harus selalu menggunakan kemasan mahal. Yang lebih penting adalah kemasan tersebut sesuai dengan karakter produk dan mampu memberikan perlindungan yang memadai.

Data Desil Tidak Sesuai dengan Kondisi Sebenarnya, Ini yang Harus Dilakukan

0

Masyarakat yang menemukan Data Desil Tidak Sesuai dengan kondisi sosial ekonomi sebenarnya kini dapat mengajukan pembaruan melalui sejumlah kanal resmi pemerintah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar tetap menggambarkan kondisi masyarakat secara akurat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pemutakhiran data perlu dilakukan secara berkelanjutan karena DTSEN menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam merancang, menentukan sasaran, hingga mengevaluasi berbagai program.

Menurut Amalia, masyarakat juga memiliki peran penting dalam memastikan informasi mengenai dirinya maupun anggota keluarga yang tercatat dalam DTSEN sesuai dengan keadaan sebenarnya.

“BPS bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran untuk menjaga kualitas DTSEN agar semakin mencerminkan kondisi masyarakat,” ujar Amalia, dikutip Minggu (23/8/2026).

Cara Mengajukan Pembaruan Data DTSEN

Bagi masyarakat yang menemukan Data Desil Tidak Sesuai, pembaruan dapat disampaikan melalui kanal Cek Bansos milik Kementerian Sosial, baik melalui situs maupun aplikasi resminya.

Pengajuan juga dapat dilakukan melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) dengan bantuan operator di tingkat desa atau kelurahan. Selain itu, tersedia kanal Cek DTSEN yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi terkait kondisi sosial ekonomi keluarga.

Namun, masyarakat perlu memahami bahwa pengajuan pembaruan tidak serta-merta membuat posisi desil berubah. Informasi yang disampaikan akan masuk dalam proses pemutakhiran dan selanjutnya dihitung kembali berdasarkan metode serta ketentuan yang berlaku.

Data Desil Ditentukan dari Banyak Indikator

Posisi desil tidak ditentukan hanya berdasarkan satu kondisi atau indikator. BPS menggunakan berbagai karakteristik sosial ekonomi untuk menyusun peringkat kesejahteraan keluarga.

Sejumlah aspek yang menjadi pertimbangan antara lain kondisi tempat tinggal, sumber air minum, energi memasak, kepemilikan aset, akses listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, hingga kondisi disabilitas.

Karena itu, apabila ditemukan Data Desil Tidak Sesuai, masyarakat disarankan menyampaikan informasi berdasarkan kondisi faktual dan terbaru.

Per 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 mencakup 290,13 juta data individu dan 95,98 juta data keluarga. Basis data tersebut terus diperbarui menggunakan berbagai sumber, mulai dari administrasi pemerintah, sensus dan survei, pembaruan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah, verifikasi lapangan, hingga informasi yang disampaikan masyarakat.

BPS mengimbau masyarakat turut memeriksa informasi keluarga yang tercatat. Dengan data yang lebih akurat, penyaluran berbagai program pemerintah diharapkan dapat semakin tepat sasaran.