Kamis, November 5, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 18

Capai Financial Freedom dengan Penghasilan Terbatas, Apakah Mungkin?

0

Capai Financial Freedom sering dibayangkan sebagai kondisi ketika seseorang memiliki kekayaan luar biasa besar, rumah di banyak tempat, investasi bernilai miliaran rupiah, dan tidak perlu bekerja lagi. Gambaran seperti itu membuat konsep kebebasan finansial terasa jauh dari kehidupan orang biasa. Padahal, capai Financial Freedom tidak selalu berarti harus menjadi miliarder terlebih dahulu. Bagi kami di Berempat.com, kebebasan finansial lebih berkaitan dengan bagaimana seseorang mampu mengelola penghasilan, mengendalikan pengeluaran, dan membangun aset secara bertahap hingga punya lebih banyak pilihan dalam menentukan arah hidupnya.

Sederhananya, financial freedom bisa berarti kondisi ketika seseorang tidak sepenuhnya bergantung pada gaji bulanan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bentuknya tentu berbeda bagi setiap orang.

Bagi seorang karyawan, misalnya, kebebasan finansial mungkin berarti memiliki tabungan dan investasi yang cukup sehingga kehilangan pekerjaan tidak langsung membuat kondisi keuangan berantakan. Bagi pengusaha, ukurannya bisa berupa bisnis yang mampu menghasilkan pemasukan tanpa seluruh aktivitas bergantung pada pemilik.

Ada pula yang mendefinisikannya sebagai kemampuan berhenti bekerja lebih awal. Namun, definisi tersebut bukan satu-satunya ukuran.

Hal yang penting adalah memiliki kendali lebih besar terhadap keputusan finansial sendiri.

Data terbaru dari OJK dan BPS juga menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat mengenai keuangan terus berkembang. Hasil SNLIK 2026 mencatat indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2025, ketika literasi keuangan berada di 66,64 persen dan inklusi keuangan 92,74 persen.

Angka tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memiliki akses sekaligus pemahaman mengenai layanan keuangan. Namun, akses terhadap produk keuangan tetap perlu diikuti kemampuan menentukan prioritas dan menggunakannya secara tepat.

Financial Freedom Bukan Perlombaan Menjadi Kaya

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menganggap capai Financial Freedom sebagai perlombaan mengumpulkan uang sebanyak mungkin.

Akibatnya, seseorang bisa merasa tertinggal hanya karena melihat orang lain memiliki portofolio investasi yang jauh lebih besar atau sudah membeli aset bernilai miliaran rupiah.

Padahal, kebutuhan finansial setiap orang berbeda.

Seseorang yang tinggal sendiri dengan pengeluaran Rp5 juta per bulan tentu membutuhkan target yang berbeda dengan keluarga yang memiliki tiga anak dan pengeluaran Rp15 juta per bulan.

Karena itu, target kebebasan finansial sebaiknya dimulai dari pertanyaan:

Berapa biaya hidup yang sebenarnya ingin saya tanggung setiap bulan?

Dari angka tersebut, perhitungan menjadi lebih masuk akal.

Jika kebutuhan hidup relatif rendah dan seseorang memiliki aset produktif yang mampu menghasilkan pemasukan cukup untuk menutup kebutuhan tersebut, ia bisa saja lebih dekat dengan financial freedom dibandingkan orang yang memiliki aset jauh lebih besar tetapi pengeluarannya juga sangat tinggi.

Mulai dari Mengurangi Ketergantungan pada Gaji

Salah satu cara melihat kebebasan finansial adalah mengukur seberapa besar kehidupan seseorang masih bergantung pada satu sumber penghasilan.

Bayangkan seseorang memperoleh gaji Rp10 juta per bulan dan seluruh penghasilannya langsung habis untuk kebutuhan rutin.

Secara nominal, penghasilannya mungkin terlihat cukup baik. Namun, apabila gaji tersebut berhenti selama beberapa bulan, kondisi keuangannya bisa langsung terganggu.

Situasinya berbeda jika orang tersebut memiliki:

  • Dana darurat yang memadai.
  • Investasi jangka panjang.
  • Pendapatan dari bisnis sampingan.
  • Aset yang menghasilkan uang.
  • Keterampilan yang dapat menghasilkan pemasukan tambahan.
  • Utang konsumtif yang rendah atau terkendali.

Artinya, capai Financial Freedom bukan hanya soal berapa banyak uang yang dimiliki, tetapi juga seberapa kuat fondasi keuangan ketika sumber pendapatan utama mengalami gangguan.

Pengeluaran Sering Lebih Menentukan daripada Gaji

Ada orang dengan penghasilan Rp20 juta per bulan tetapi tetap merasa kekurangan. Ada pula yang berpenghasilan Rp8 juta dan mampu menyisihkan sebagian pendapatan secara konsisten.

Perbedaannya sering kali terletak pada struktur pengeluaran.

Kenaikan pendapatan memang membantu, tetapi jika setiap kenaikan penghasilan langsung diikuti peningkatan gaya hidup, ruang untuk membangun aset tidak banyak berubah.

Contohnya sederhana.

Ketika pendapatan naik Rp3 juta, seseorang mungkin langsung meningkatkan biaya makan, membeli kendaraan dengan cicilan lebih besar, memperbesar biaya hiburan, atau menambah langganan berbagai layanan.

Tidak ada yang salah dengan menikmati peningkatan pendapatan. Namun, sebagian kenaikan tersebut sebaiknya dialihkan untuk memperkuat kondisi keuangan.

Salah satu pendekatan yang bisa dicoba adalah membagi tambahan penghasilan untuk beberapa tujuan:

  1. Menambah dana darurat.
  2. Melunasi utang berbunga tinggi.
  3. Meningkatkan investasi.
  4. Meningkatkan kualitas hidup secara wajar.
  5. Menyiapkan tujuan finansial jangka panjang.

Dengan cara tersebut, kenaikan penghasilan tidak seluruhnya berubah menjadi kenaikan pengeluaran.

Jangan Abaikan Inflasi

Target financial freedom juga perlu memperhitungkan perubahan harga.

BPS mencatat inflasi Indonesia sepanjang 2025 sebesar 2,92 persen. Inflasi tersebut menggambarkan kenaikan harga secara umum dalam satu tahun dan menunjukkan mengapa uang yang dibutuhkan untuk hidup di masa depan tidak bisa dihitung hanya berdasarkan harga hari ini.

Misalnya kebutuhan hidup saat ini Rp5 juta per bulan. Angka tersebut belum tentu tetap Rp5 juta dalam 10 atau 20 tahun mendatang.

Karena itu, seseorang yang ingin capai Financial Freedom perlu memikirkan daya beli, bukan hanya jumlah uang yang terlihat di rekening.

Investasi dan aset produktif kemudian menjadi bagian dari strategi untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Namun, pemilihan instrumen tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko, tujuan, jangka waktu, dan kemampuan masing-masing.

Membangun Aset Tidak Harus Menunggu Kaya

Banyak orang menunda investasi karena merasa jumlah uang yang dimiliki belum cukup.

Padahal, membangun aset dapat dilakukan secara bertahap.

Contohnya, seseorang yang baru mampu menyisihkan Rp500 ribu setiap bulan mungkin memang belum bisa membangun kekayaan besar dalam waktu singkat. Namun, kebiasaan tersebut jauh lebih berguna dibandingkan tidak memulai sama sekali.

Ketika penghasilan meningkat, nominal investasi dapat ikut dinaikkan.

Yang perlu diperhatikan bukan hanya nominal awal, melainkan konsistensi dan kualitas keputusan finansial.

Aset yang dibangun juga tidak selalu berbentuk saham atau instrumen pasar modal. Dalam kondisi tertentu, aset produktif dapat berupa:

  • Bisnis yang menghasilkan keuntungan.
  • Properti yang menghasilkan pendapatan sewa.
  • Portofolio investasi.
  • Hak kekayaan intelektual.
  • Keahlian yang dapat menghasilkan pendapatan.
  • Produk digital yang dapat dijual berulang kali.

Namun, setiap aset memiliki risiko dan karakteristik berbeda. Tidak semua aset otomatis menghasilkan keuntungan.

Utang Bisa Membuat Target Terasa Semakin Jauh

Sulit membangun kebebasan finansial jika sebagian besar pendapatan digunakan untuk membayar utang konsumtif.

Cicilan memang tidak selalu buruk. Kredit rumah, misalnya, bisa menjadi bagian dari strategi memiliki aset. Persoalannya adalah ketika utang digunakan untuk membiayai gaya hidup yang tidak sebanding dengan kemampuan.

Sebelum mengambil cicilan baru, beberapa hal layak diperiksa:

  • Berapa total cicilan setiap bulan?
  • Berapa lama cicilan berlangsung?
  • Berapa total biaya yang harus dibayar?
  • Apakah pendapatan masih menyisakan ruang untuk menabung?
  • Apa yang terjadi jika penghasilan turun?
  • Apakah pembelian tersebut benar-benar dibutuhkan?

Mengurangi utang yang mahal dapat memberikan efek besar terhadap arus kas. Uang yang sebelumnya digunakan untuk membayar cicilan bisa dialihkan untuk membangun dana darurat atau aset produktif.

Buat Angka Financial Freedom Versi Sendiri

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua orang.

Daripada mengatakan “saya harus punya Rp10 miliar”, lebih baik mulai dengan menghitung kebutuhan pribadi.

Misalnya:

Pengeluaran bulanan: Rp7 juta

Kemudian hitung kebutuhan tahunan:

Rp7 juta × 12 = Rp84 juta

Angka tersebut menjadi gambaran kebutuhan hidup selama satu tahun. Selanjutnya, pertimbangkan sumber pemasukan lain yang mungkin tetap berjalan tanpa pekerjaan utama.

Misalnya seseorang memiliki bisnis kecil yang menghasilkan rata-rata Rp3 juta per bulan. Berarti sebagian kebutuhan sudah ditutup oleh sumber pendapatan tersebut.

Target kebebasan finansial kemudian menjadi lebih konkret: bukan sekadar mengumpulkan kekayaan sebesar mungkin, melainkan menciptakan kombinasi aset dan pendapatan yang mampu menutup kebutuhan hidup.

Perhitungan tersebut tetap perlu mempertimbangkan pajak, inflasi, biaya kesehatan, perubahan kebutuhan, serta risiko investasi.

Capai Financial Freedom Juga Berarti Punya Pilihan

Intinya untuk capai Financial Freedom tidak harus berarti berhenti bekerja dan menghabiskan waktu untuk bersantai.

Ada orang yang tetap ingin bekerja meskipun sudah memiliki aset cukup. Juga ada yang ingin membuka bisnis sendiri. Ada yang ingin mengurangi jam kerja. Ada pula yang ingin memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga.

Inilah bagian yang sering terlupakan.

Kebebasan finansial sebenarnya memberikan pilihan.

Ketika kondisi keuangan lebih sehat, seseorang tidak harus menerima pekerjaan hanya karena takut tidak mampu membayar tagihan. Pengusaha juga bisa mengambil keputusan bisnis dengan lebih tenang karena kebutuhan rumah tangga tidak sepenuhnya bergantung pada keuntungan bulan berjalan.

Untuk menuju kondisi tersebut, beberapa kebiasaan sederhana bisa dibangun:

  • Ketahui ke mana uang pergi setiap bulan.
  • Bedakan kebutuhan dan keinginan.
  • Bangun dana darurat.
  • Kendalikan utang konsumtif.
  • Tingkatkan kemampuan menghasilkan uang.
  • Sisihkan uang untuk investasi sesuai profil risiko.
  • Tingkatkan aset produktif secara bertahap.
  • Evaluasi kondisi keuangan secara berkala.

Tidak perlu menunggu memiliki gaji fantastis untuk memulainya.

Kebebasan finansial justru lebih mudah dibangun ketika seseorang mulai memahami hubungan antara pendapatan, pengeluaran, aset, utang, dan tujuan hidup.

Jadi, capai Financial Freedom tidak harus menunggu menjadi miliarder. Yang lebih penting adalah mengetahui berapa biaya hidup yang dibutuhkan, membangun sumber pemasukan yang lebih beragam, menjaga pengeluaran tetap terkendali, dan secara bertahap menciptakan aset yang mendukung kehidupan di masa depan.

Jensen Huang Salip Mark Zuckerberg, Kini Jadi Orang Terkaya Keenam Dunia

0

Lonjakan saham Nvidia setelah laporan keuangan terbaru membawa Jensen Huang naik ke posisi enam besar orang terkaya di dunia. Kinerja perusahaan semikonduktor yang melampaui ekspektasi pasar membuat kekayaan CEO Nvidia tersebut bertambah puluhan miliar dolar hanya dalam satu hari perdagangan.

Mengutip Forbes, Sabtu (29/8/2026), kekayaan bersih Huang meningkat sekitar US$15,6 miliar atau setara Rp276,2 triliun. Dengan tambahan tersebut, total kekayaan Jensen Huang mencapai US$196,8 miliar atau sekitar Rp3.485 triliun berdasarkan asumsi kurs Rp17.708 per dolar AS.

Kenaikan itu membuat Huang melampaui kekayaan pendiri Meta Mark Zuckerberg yang tercatat sekitar US$196,2 miliar serta pendiri Oracle Larry Ellison dengan kekayaan sekitar US$194,9 miliar.

Penguatan posisi Huang terjadi setelah saham Nvidia melonjak 8,7 persen menjadi US$227,98 per saham pada perdagangan Kamis (27/8). Harga tersebut mendekati rekor tertinggi Nvidia yang sebelumnya berada di kisaran US$236 per saham.

Reli saham dipicu laporan keuangan Nvidia yang kembali menunjukkan kuatnya permintaan terhadap infrastruktur kecerdasan buatan. Pendapatan perusahaan tercatat mencapai US$96,2 miliar, melampaui proyeksi analis sebesar US$92,2 miliar. Sementara laba per saham mencapai US$2,22, lebih tinggi dari perkiraan pasar US$2,09.

Jensen Huang Diuntungkan Ledakan Permintaan AI

Kenaikan harga saham turut mendongkrak kapitalisasi pasar Nvidia sekitar US$450 miliar dalam satu hari. Nilai perusahaan pun melesat dari sekitar US$5,07 triliun menjadi US$5,52 triliun, memperkuat posisinya sebagai perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia.

Nvidia kini berada di atas Apple yang memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$4,59 triliun dan Alphabet senilai US$4,13 triliun. Posisi dominan perusahaan tersebut memperlihatkan besarnya pengaruh bisnis chip AI terhadap pergerakan pasar teknologi global.

Chief Financial Officer Nvidia Colette Kress mengatakan perusahaan memperkirakan pendapatan akan tumbuh sekitar 70 persen pada tahun fiskal 2028. Proyeksi itu mencakup periode Februari 2027 hingga Januari 2028.

Menurut Jensen Huang, permintaan terhadap produk Nvidia bahkan lebih tinggi dari angka pertumbuhan tersebut. Namun, kemampuan produksi masih menghadapi keterbatasan pasokan bahan baku.

Optimisme terhadap Nvidia juga tercermin dari revisi target harga saham oleh sejumlah analis. Raymond James menaikkan target menjadi US$515 per saham dari sebelumnya US$352. Bernstein meningkatkan proyeksinya menjadi US$400 dari US$315, sedangkan JPMorgan menaikkan target menjadi US$320 dari US$280.

Di tengah pertumbuhan bisnis inti, Nvidia juga dikabarkan memperluas langkah strategis di ekosistem AI. The Information melaporkan perusahaan tengah menyepakati pembelian platform model AI open source Hugging Face senilai US$12,9 miliar.

Tujuh Calon Emiten Masuk Antrean, Pipeline IPO BEI Didominasi Sektor Kesehatan

0

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pipeline IPO masih diisi tujuh perusahaan yang bersiap melantai di pasar modal. Antrean calon emiten tersebut berasal dari sejumlah sektor usaha, dengan industri kesehatan menjadi kelompok yang paling dominan menjelang akhir Agustus 2026.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, mengatakan data per 28 Agustus 2026 menunjukkan terdapat tujuh perusahaan dalam proses persiapan pencatatan saham. Kehadiran calon emiten baru ini menjadi sinyal bahwa minat perusahaan untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan masih terus berjalan.

Dilihat dari skala aset, tiga perusahaan dalam pipeline IPO merupakan perusahaan besar dengan aset di atas Rp250 miliar. Dua perusahaan lainnya masuk kategori menengah dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, sedangkan dua sisanya memiliki aset di bawah Rp50 miliar.

Pengelompokan tersebut mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK Nomor 53/POJK.04/2017 mengenai pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum dan klasifikasi perusahaan berdasarkan skala aset.

Sektor Kesehatan Jadi Penyumbang Terbesar

Dari sisi sektor, perusahaan kesehatan mendominasi daftar pipeline IPO dengan total empat calon emiten. Sementara tiga perusahaan lainnya masing-masing berasal dari sektor barang konsumen primer, energi, dan industri.

Sepanjang tahun berjalan hingga 28 Agustus 2026, BEI telah mencatat tujuh perusahaan resmi melakukan penawaran saham perdana. Total dana yang berhasil dihimpun dari aksi IPO tersebut mencapai Rp2,16 triliun.

Dengan tambahan emiten baru, jumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia kini telah mencapai 963 perusahaan. Angka tersebut mencerminkan terus bertambahnya pilihan instrumen investasi bagi investor di pasar saham domestik.

Selain pencatatan saham, aktivitas penghimpunan dana di pasar modal juga terjadi melalui instrumen Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS). Hingga periode yang sama, tercatat 122 emisi dari 62 penerbit dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp112 triliun.

BEI juga masih memiliki antrean penerbitan EBUS. Sebanyak 14 emisi dari sembilan penerbit saat ini berada dalam proses persiapan pencatatan.

Sementara untuk aksi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue, sebanyak 15 perusahaan telah merealisasikan aksi korporasi dengan nilai mencapai Rp15,85 triliun. Adapun satu perusahaan dari sektor properti masih tercatat dalam antrean untuk melaksanakan rights issue.

Fenomena Miliarder Beli Tim Olahraga Kian Marak, Valuasi Klub Terus Melonjak

0

Fenomena Miliarder Beli Tim Olahraga semakin menguat dalam beberapa tahun terakhir. Deretan transaksi bernilai miliaran dolar menunjukkan bahwa klub olahraga kini dipandang sebagai aset langka dengan potensi kenaikan valuasi jangka panjang, terutama ketika dunia bisnis mulai menghadapi ketidakpastian akibat perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Minat investor kelas kakap terhadap industri olahraga tidak hanya didorong gengsi. Jumlah tim profesional yang terbatas, basis penggemar yang loyal, serta nilai hak siar yang terus meningkat membuat kepemilikan klub menjadi rebutan. Ketika jumlah calon pembeli bertambah sementara aset yang tersedia tetap sedikit, harga tim pun terdorong naik.

Mengutip CNN, Jumat (28/8/2026), bankir investasi spesialis transaksi tim olahraga Sal Galatioto menilai klub profesional memiliki daya tahan tersendiri terhadap disrupsi teknologi. Menurutnya, sebuah tim dengan sejarah dan basis pendukung kuat dapat bertahan jauh lebih lama dibandingkan banyak perusahaan yang saat ini dianggap dominan.

Galatioto, yang telah puluhan tahun menangani transaksi penjualan tim atau saham klub, mengatakan kesibukan di sektor ini justru semakin meningkat. Ia melihat banyak pembeli tidak menjadikan arus kas sebagai tujuan utama.

Menurutnya, kepemilikan tim lebih dekat dengan investasi pada aset langka, layaknya karya seni. Nilai jangka panjang, prestise, serta kelangkaan menjadi pertimbangan utama. Dalam konteks perkembangan AI yang berpotensi mengubah banyak model bisnis, tim olahraga dianggap sebagai salah satu aset yang relatif sulit digantikan teknologi.

Miliarder Beli Tim Olahraga dan Valuasi Klub Terus Melonjak

Profesor ekonomi College of the Holy Cross sekaligus pakar bisnis olahraga Victor Matheson mengatakan banyak sektor yang juga mampu bertahan dari dampak AI. Namun, kepemilikan tim olahraga menawarkan daya tarik yang berbeda karena memiliki unsur emosional dan status sosial.

Tren Miliarder Beli Tim Olahraga terlihat dari sejumlah transaksi besar sepanjang tahun ini. Mantan CEO Disney Bob Iger bersama investor Josh Kushner dikabarkan sepakat membeli saham pengendali Los Angeles Lakers dalam kesepakatan yang menilai klub NBA tersebut sekitar US$12,5 miliar.

Fenway Sports Group, pemilik Boston Red Sox, juga dilaporkan melepas 40 persen kepemilikan Liverpool kepada konsorsium yang melibatkan pendiri Amazon Jeff Bezos. Di Major League Baseball, San Diego Padres berpindah tangan dalam transaksi sekitar US$3,9 miliar.

Nilai tersebut melampaui pembelian New York Mets oleh Steve Cohen senilai US$2,4 miliar pada 2020. Sementara itu, penjualan Seattle Seahawks dilaporkan mendekati US$9,6 miliar. Minnesota Timberwolves dan Minnesota Lynx juga mencatat transaksi sekitar US$4,5 miliar.

Yankees turut menarik minat investor besar setelah Apollo Global Management menyuntikkan dana US$2,6 miliar untuk memperoleh kepemilikan minoritas.

Kepala kelompok hukum olahraga Herrick Feinstein, Irwin Kishner, melihat masuknya modal ventura sebagai sinyal bahwa investor semakin percaya terhadap prospek aset olahraga. Valuasi klub yang terus meningkat membuat sektor ini menarik bagi investor institusional.

Faktor lain yang memperkuat tren Miliarder Beli Tim Olahraga adalah perubahan industri media. Siaran pertandingan langsung masih menjadi konten yang mampu menarik penonton secara bersamaan, bahkan ketika kebiasaan konsumsi hiburan bergeser ke layanan on-demand.

Masuknya platform seperti Amazon, Apple, dan Netflix dalam persaingan hak siar ikut menaikkan nilai konten olahraga. Selain itu, pertumbuhan taruhan olahraga di Amerika Serikat juga memperbesar keterlibatan penonton.

Bagi investor, kombinasi kelangkaan aset, loyalitas penggemar, hak siar, dan pertumbuhan ekosistem digital menjadikan klub olahraga sebagai investasi yang semakin sulit diabaikan.

ESDM Tetapkan Tarif Listrik Tidak Berubah, Daya Beli Masyarakat Jadi Pertimbangan

0

Pemerintah memastikan Tarif Listrik Tidak Berubah untuk pelanggan PT PLN (Persero) pada kuartal III 2026. Ketentuan tersebut berlaku sepanjang Juli hingga September dan mencakup 13 golongan pelanggan nonsubsidi serta 24 golongan pelanggan penerima subsidi listrik.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan keputusan mempertahankan harga listrik dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat. Kebijakan ini juga diharapkan memberikan kepastian biaya energi bagi dunia usaha sekaligus mendukung daya saing sektor industri.

Penetapan tarif mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024. Sesuai aturan tersebut, tarif listrik pelanggan nonsubsidi dievaluasi setiap tiga bulan dengan mempertimbangkan perubahan sejumlah indikator ekonomi makro.

Untuk kuartal III 2026, pemerintah menggunakan parameter ekonomi periode Februari hingga April 2026. Nilai tukar rupiah tercatat Rp16.959,32 per dolar AS, Indonesian Crude Price berada di level USD96,12 per barel, inflasi mencapai 0,21 persen, sedangkan Harga Batubara Acuan ditetapkan USD70 per ton sesuai kebijakan Domestic Market Obligation (DMO).

Hasil evaluasi tersebut membuat Tarif Listrik Tidak Berubah dibandingkan periode sebelumnya. Pemerintah memilih mempertahankan tarif meski sejumlah indikator ekonomi mengalami pergerakan.

Daftar Tarif Listrik yang Berlaku September 2026

Untuk pelanggan rumah tangga bersubsidi, tarif golongan 450 VA tetap Rp415 per kWh dan pelanggan 900 VA bersubsidi sebesar Rp605 per kWh. Sementara rumah tangga nonsubsidi 900 VA dikenakan Rp1.352 per kWh.

Tarif pelanggan rumah tangga berdaya 1.300 VA dan 2.200 VA tetap Rp1.444,70 per kWh. Untuk daya 3.500 VA hingga 5.500 VA, tarif berlaku Rp1.699,53 per kWh, sama dengan pelanggan rumah tangga berdaya 6.600 VA ke atas.

Di sektor bisnis, pelanggan berdaya 6.600 VA hingga 200 kVA membayar Rp1.444,70 per kWh. Sementara pelanggan bisnis tegangan menengah dan tinggi di atas 200 kVA dikenakan Rp1.114,74 per kWh.

Tarif industri juga dipertahankan, yakni Rp1.114,74 per kWh untuk pelanggan tegangan menengah di atas 200 kVA dan Rp996,74 per kWh bagi industri tegangan tinggi di atas 30.000 kVA.

Pemerintah turut memastikan Tarif Listrik Tidak Berubah bagi pelanggan subsidi. Kelompok tersebut meliputi pelanggan sosial, rumah tangga kurang mampu, bisnis kecil, industri kecil, serta sektor UMKM yang masih mendapatkan dukungan subsidi dari pemerintah.

Merchant Dilarang Tagih Admin QRIS, BI Siapkan Tarif MDR 0 Persen

0

Ketentuan Merchant yang Dilarang Tagih Admin kembali ditegaskan Bank Indonesia (BI) untuk memastikan konsumen tidak dibebani biaya tambahan ketika melakukan pembayaran menggunakan QRIS. Biaya Merchant Discount Rate (MDR) merupakan kewajiban yang dibayarkan merchant kepada Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP), sehingga tidak boleh dialihkan kepada pelanggan.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tengah Glenn Nathaniel Pandelaki mengatakan MDR adalah biaya jasa atas transaksi QRIS yang dibebankan kepada pelaku usaha oleh PJP. Menurutnya, BI tidak menerima bagian dari pungutan tersebut karena seluruh biaya MDR menjadi bagian dari industri penyelenggara sistem pembayaran.

“Pelaku usaha tidak diperkenankan membebankan kembali MDR kepada konsumen dalam bentuk biaya tambahan, biaya administrasi, maupun istilah lainnya hanya karena konsumen memilih melakukan pembayaran menggunakan QRIS,” ujar Glenn di Palu, dikutip dari Antara, Kamis (27/8/2026).

Besaran MDR ditetapkan BI dengan mempertimbangkan kategori usaha serta nilai transaksi. Saat ini, merchant usaha mikro memperoleh tarif MDR 0 persen untuk transaksi hingga Rp500.000. Untuk transaksi usaha mikro di atas nominal tersebut, tarif yang berlaku sebesar 0,3 persen.

Sementara itu, merchant reguler yang masuk kategori usaha kecil, menengah, dan besar dikenakan MDR sebesar 0,7 persen. Ketentuan tersebut menjadi dasar bagi pelaku usaha dalam menghitung biaya transaksi tanpa membebankannya kembali kepada konsumen.

Tarif MDR 0 Persen Diperluas Mulai Oktober

BI juga akan memperluas penerapan tarif MDR 0 persen mulai 1 Oktober 2026. Kebijakan tersebut tetap berlaku bagi usaha mikro untuk transaksi hingga Rp500.000.

Perubahan juga menyasar merchant reguler. Transaksi dengan nilai maksimal Rp100.000 akan mendapatkan tarif MDR 0 persen. Sebelumnya, transaksi pada kelompok merchant tersebut masih dikenakan tarif 0,7 persen.

Glenn mengatakan perluasan tarif ini ditujukan untuk menekan biaya transaksi pada pembayaran ritel bernilai kecil sekaligus memperluas manfaat digitalisasi sistem pembayaran bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Di sisi lain, BI mengingatkan merchant agar memahami ketentuan tersebut dan tidak mencari celah dengan menambahkan biaya kepada pelanggan. Praktik seperti mengenakan biaya administrasi khusus QRIS pada struk pembayaran tetap tidak diperbolehkan.

Ketentuan Merchant Dilarang Tagih Admin memiliki dasar regulasi, antara lain Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 21/18/PADG/2019 serta Peraturan Bank Indonesia Nomor 10 Tahun 2025 dan PADG Nomor 32 Tahun 2025 yang efektif berlaku sejak 31 Maret 2026.

Jika masih ditemukan pelaku usaha yang memungut biaya tambahan karena konsumen membayar melalui QRIS, BI bersama PJP akan melakukan tindakan korektif sesuai ketentuan yang berlaku.

UMKM Terdampak Bencana Bakal Terima Banpres Rp3 Juta, Total Anggaran Rp1,2 Triliun

0

Pemerintah menyiapkan bantuan lebih dari Rp1,2 triliun untuk mempercepat pemulihan UMKM Terdampak Bencana di wilayah Sumatera. Bantuan Presiden (Banpres) tersebut akan disalurkan secara bertahap pada 2026 dan 2027 dengan sasaran usaha mikro yang mengalami dampak langsung akibat bencana dan membutuhkan dukungan untuk kembali menjalankan kegiatan usahanya.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan program tersebut merupakan amanah Presiden Prabowo Subianto untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan akibat bencana. Pemerintah, kata dia, berupaya memastikan penyaluran bantuan berlangsung transparan dan tepat sasaran.

“Ini merupakan amanah langsung dari Bapak Presiden berdasarkan kondisi dan realitas di lapangan yang kami sampaikan kepada beliau,” ujar Maman saat Kick Off Sosialisasi Program Pemulihan Ekonomi Terdampak Bencana Sumatera di Jakarta, Rabu (26/8).

Banpres Rehabilitasi Usaha Mikro diberikan dalam bentuk hibah tunai sebesar Rp3 juta untuk setiap penerima. Dana tersebut akan disalurkan langsung melalui rekening penerima sehingga diharapkan dapat digunakan untuk memulihkan kegiatan usaha.

Anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp600 miliar pada 2026 dan kembali dialokasikan dengan nilai serupa pada 2027. Secara keseluruhan, program tersebut ditargetkan menjangkau lebih dari 400 ribu pelaku usaha mikro yang terdampak bencana dan belum atau tidak sedang memperoleh pembiayaan dari perbankan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pendataan UMKM Terdampak Bencana Diperketat

Kementerian UMKM menerapkan proses pendataan dan verifikasi berlapis untuk memastikan bantuan diterima kelompok yang sesuai kriteria. Data calon penerima harus terlebih dahulu diusulkan dan disetujui pemerintah daerah melalui bupati atau wali kota.

Setelah itu, data akan diverifikasi lintas lembaga melalui sistem SAPA UMKM. Sistem tersebut terhubung dengan sejumlah basis data pemerintah, termasuk Direktorat Jenderal Dukcapil, Sistem Informasi Kredit Program (SIKP), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Online Single Submission (OSS), dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Maman menegaskan prioritas diberikan kepada UMKM Terdampak Bencana yang belum memperoleh akses pembiayaan perbankan maupun KUR. Pelaku usaha yang pernah menerima KUR dan sudah menyelesaikan kewajibannya tetap berpeluang mendapatkan bantuan selama memenuhi ketentuan program.

Sementara itu, pelaku usaha yang masih memiliki KUR aktif akan mendapatkan penanganan melalui kebijakan afirmasi yang telah diberlakukan pemerintah sejak April 2026. Kebijakan tersebut mencakup bunga KUR 0 persen pada 2026 dan 3 persen pada 2027, perpanjangan tenor, serta kemudahan pengajuan restrukturisasi.

Pemerintah Pisahkan Skema Bantuan dan Restrukturisasi

Pemerintah juga membuka opsi penghapusbukuan dan penghapusan tagihan KUR bagi debitur yang memenuhi persyaratan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga keberlangsungan usaha masyarakat yang terdampak bencana sekaligus meringankan beban pembiayaan.

Menurut Maman, pemisahan skema diperlukan agar bantuan tunai tidak tumpang tindih dengan program restrukturisasi kredit. Banpres diarahkan kepada usaha mikro yang belum terjangkau layanan perbankan.

“Bantuan presiden ini kita peruntukkan bagi usaha mikro yang betul-betul belum terjangkau perbankan,” katanya.

Kementerian UMKM selanjutnya akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota. Penyamaan data menjadi langkah penting agar penyaluran bantuan tidak salah sasaran.

Arisan Bodong Makin Marak, Kenali Modusnya Sebelum Uang Terlanjur Hilang!

0

Arisan Bodong bisa terlihat seperti kegiatan keuangan yang sederhana: sejumlah orang berkumpul, menyetor uang secara rutin, lalu setiap anggota mendapatkan giliran menerima dana. Masalahnya muncul ketika sistem tersebut sengaja dibuat untuk mengambil uang peserta tanpa mekanisme yang jelas.

Bagi kami di Berempat.com, memahami mekanisme dan mengenali tanda-tanda arisan yang mencurigakan menjadi langkah penting sebelum memutuskan untuk ikut. Tawaran keuntungan yang terlihat menggiurkan sebaiknya tidak langsung dipercaya tanpa mengecek bagaimana sistem tersebut sebenarnya berjalan.

Arisan sebenarnya merupakan kegiatan yang sudah lama dikenal masyarakat. Peserta biasanya menyetorkan sejumlah uang secara berkala dan dana yang terkumpul diberikan kepada anggota sesuai kesepakatan. Dalam praktiknya, sistem seperti ini sangat bergantung pada kepercayaan dan transparansi.

Ketika unsur tersebut hilang, risikonya berubah.

Pelaku bisa menggunakan nama arisan untuk menarik setoran dari banyak orang, menjanjikan pencairan dalam waktu singkat, lalu menghilang setelah dana terkumpul. Modusnya juga dapat memanfaatkan media sosial, grup percakapan, atau jaringan pertemanan sehingga tawaran terlihat lebih meyakinkan.

Skala persoalan aktivitas keuangan ilegal di Indonesia juga tidak bisa dianggap kecil. OJK mencatat bahwa sejak 2017 hingga 30 Juli 2026, Satgas PASTI telah menghentikan 15.226 entitas keuangan ilegal, terdiri dari 2.122 investasi ilegal, 12.824 pinjaman online ilegal, 278 gadai ilegal, dan 2 aktivitas keuangan ilegal lainnya. Angka tersebut memang mencakup berbagai aktivitas ilegal, bukan khusus arisan, tetapi menunjukkan bahwa masyarakat memang perlu berhati-hati terhadap tawaran keuangan yang tidak jelas.

Apa yang Dimaksud Arisan Bodong?

Istilah Arisan Bodong umumnya digunakan untuk menyebut arisan palsu atau arisan yang dijalankan dengan praktik penipuan. Bentuknya bisa beragam sehingga tidak selalu mudah dikenali sejak awal.

Pada arisan konvensional, peserta mengetahui siapa pengelolanya, bagaimana mekanisme pengundian atau penentuan penerima, berapa setoran yang harus dibayar, dan kapan masing-masing peserta memperoleh haknya.

Sementara itu, dalam arisan bermasalah, informasi tersebut bisa dibuat samar.

Ada pula skema yang menawarkan keuntungan di luar konsep arisan biasa. Peserta diminta menyetor uang dengan janji mendapatkan jumlah lebih besar dalam waktu tertentu. Ketika keuntungan yang ditawarkan semakin tidak masuk akal, kewaspadaan seharusnya semakin tinggi.

Arisan yang benar-benar berjalan berdasarkan giliran anggota tentu berbeda dengan aktivitas yang menggunakan istilah arisan sebagai kedok untuk mengumpulkan dana.

Modus Arisan Bodong yang Perlu Diwaspadai

Pelaku biasanya tidak datang dengan penawaran yang terlihat mencurigakan. Justru sebaliknya, mereka dapat membuat tawaran terlihat sangat menarik.

Beberapa pola yang patut diperhatikan antara lain:

1. Menawarkan keuntungan tidak masuk akal

Misalnya peserta menyetor sejumlah uang dan dijanjikan menerima berkali-kali lipat dalam waktu sangat singkat. Jika hasil yang ditawarkan jauh melampaui mekanisme arisan normal, jangan langsung menganggapnya sebagai peluang.

2. Menggunakan sistem perekrutan anggota

Peserta lama diminta mengajak orang baru untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Jika sumber pembayaran lebih banyak bergantung pada masuknya anggota baru daripada aktivitas arisan yang jelas, risikonya perlu diperhatikan.

3. Memanfaatkan testimoni keberhasilan

Pelaku dapat menampilkan tangkapan layar transfer, testimoni peserta, atau foto penerima dana untuk membangun kepercayaan.

Masalahnya, bukti seperti itu belum tentu menunjukkan keseluruhan kondisi.

4. Menggunakan batas waktu

Calon peserta didorong segera menyetor karena kuota disebut hampir penuh atau pendaftaran akan ditutup dalam beberapa jam.

Teknik seperti ini membuat orang mengambil keputusan sebelum melakukan pemeriksaan.

5. Mengandalkan hubungan personal

Tawaran bisa datang dari teman, saudara, rekan kerja, atau seseorang yang dikenal di lingkungan sekitar. Kedekatan tersebut membuat calon peserta cenderung lebih percaya.

Padahal, siapa yang menawarkan bukan jaminan bahwa sistemnya aman.

Ciri-Ciri Arisan yang Patut Dicurigai Bodong

Sebelum menyetor uang, ada beberapa tanda yang sebaiknya diperiksa.

  • Pengelola tidak transparan mengenai identitas dan mekanisme arisan.
  • Aturan berubah-ubah setelah peserta mulai menyetor.
  • Pencairan selalu ditunda dengan berbagai alasan.
  • Peserta baru terus dikejar untuk bergabung.
  • Keuntungan dijanjikan terlalu tinggi.
  • Tidak ada catatan transaksi yang jelas.
  • Pengelola sulit dihubungi ketika peserta meminta informasi.
  • Peserta diminta mentransfer uang ke rekening pribadi tanpa penjelasan yang memadai.
  • Ada tekanan untuk segera melakukan pembayaran.
  • Testimoni lebih ditonjolkan daripada mekanisme bisnisnya.

Satu tanda saja belum tentu membuktikan bahwa sebuah arisan adalah penipuan. Namun, semakin banyak tanda tersebut muncul bersamaan, semakin besar alasan untuk menunda pembayaran sampai informasi dapat diverifikasi.

Jangan Terkecoh karena Sudah Ada Peserta yang Menerima Uang

Ini salah satu bagian yang sering membuat skema semacam ini sulit dikenali.

Misalnya seseorang bergabung dan melihat beberapa peserta sebelumnya memang sudah mendapatkan uang. Ia kemudian menganggap sistem tersebut pasti aman.

Padahal, pembayaran kepada peserta awal tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh sistem berjalan sehat.

Dalam skema penipuan tertentu, pembayaran awal justru bisa digunakan untuk membangun reputasi. Setelah kepercayaan terbentuk dan jumlah peserta bertambah, nominal dana yang masuk semakin besar.

Karena itu, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya “Siapa yang sudah mendapatkan uang?”, tetapi juga:

  • Dari mana dana pembayaran tersebut berasal?
  • Bagaimana mekanisme arisannya?
  • Berapa jumlah peserta?
  • Bagaimana urutan pencairannya?
  • Siapa yang mengelola dana?
  • Apakah seluruh transaksi tercatat?
  • Apa yang terjadi jika peserta berhenti membayar?

Pertanyaan sederhana tersebut dapat membantu melihat apakah sistemnya benar-benar masuk akal.

Cara Mengecek Sebelum Ikut Arisan

Tidak perlu memiliki pengetahuan finansial yang mendalam untuk melakukan pemeriksaan awal.

Pertama, minta aturan tertulis.
Jangan hanya mengandalkan penjelasan melalui chat. Pastikan jumlah setoran, jadwal pembayaran, mekanisme pencairan, dan kewajiban peserta dapat dipahami.

Kedua, kenali pengelolanya.
Cari tahu identitas pihak yang mengatur arisan dan bagaimana dana peserta dikelola.

Ketiga, hitung sendiri.
Jika jumlah uang yang dikumpulkan tidak masuk akal dibandingkan dengan dana yang dijanjikan kembali, itu merupakan sinyal penting.

Keempat, jangan terpengaruh testimoni saja.
Testimoni merupakan informasi tambahan, bukan bukti bahwa suatu kegiatan bebas risiko.

Kelima, jangan buru-buru transfer.
Tekanan untuk segera menyetor justru seharusnya menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Arisan Online Memerlukan Kewaspadaan Ekstra

Perkembangan media sosial membuat kegiatan arisan dapat dilakukan tanpa pertemuan tatap muka. Peserta cukup masuk grup, menerima nomor rekening, kemudian melakukan transfer.

Praktis, tetapi juga meningkatkan risiko.

Identitas seseorang di internet belum tentu mudah diverifikasi. Foto profil, nama akun, jumlah anggota grup, maupun tangkapan layar pembayaran dapat dibuat untuk membangun kesan terpercaya.

Oleh karena itu, jangan menganggap grup yang memiliki ratusan anggota otomatis aman.

OJK juga mencatat bahwa penanganan penipuan keuangan menjadi persoalan besar. Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), yang diluncurkan pada November 2024, menerima lebih dari 411 ribu laporan penipuan hingga 23 Desember 2025. Data tersebut mencakup berbagai jenis penipuan transaksi keuangan dan bukan khusus arisan.

Angka tersebut memperlihatkan betapa pentingnya kehati-hatian sebelum melakukan transfer kepada pihak yang belum benar-benar dikenal.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Mengikuti Arisan Bodong?

Jangan menunggu terlalu lama jika mulai muncul indikasi penipuan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Simpan seluruh bukti transaksi.
  2. Screenshot percakapan dan informasi grup.
  3. Catat rekening atau nomor telepon yang digunakan.
  4. Jangan menghapus komunikasi dengan pengelola.
  5. Segera hubungi bank atau penyedia layanan pembayaran jika terjadi transaksi mencurigakan.
  6. Laporkan dugaan penipuan kepada pihak berwenang.
  7. Gunakan kanal pengaduan resmi OJK/IASC sesuai jenis kasusnya.

Kecepatan pelaporan penting dalam kasus penipuan transaksi keuangan. OJK melaporkan bahwa hingga 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan dengan total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp7,8 triliun. Dari rekening yang dilaporkan, 106.222 rekening telah diblokir pada periode tersebut.

Tentu, pemblokiran rekening tidak berarti dana korban otomatis kembali. Namun, pelaporan cepat dapat membantu proses penanganan dan upaya pemblokiran dana yang masih tersedia.

Tumbuh Hampir 90 Persen, Transaksi Video Commerce Jadi Andalan Baru UMKM

0

Pemerintah melihat Transaksi Video Commerce sebagai salah satu peluang besar untuk memperluas pasar produk lokal sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia. Pertumbuhan perdagangan berbasis konten video dinilai dapat membuka akses yang lebih luas bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menjangkau konsumen di berbagai daerah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus mendorong kolaborasi antara pelaku e-commerce, asosiasi industri, dan UMKM. Upaya tersebut diperlukan agar produk buatan dalam negeri memiliki ruang yang semakin besar di pasar domestik sekaligus berpeluang menembus pasar global.

“Pada tahun 2026, Harbolnas memasuki tahun ke-14, event ini tidak hanya sebagai ajang diskon tahunan, tetapi juga sebagai gerakan nasional untuk memperkuat produk dalam negeri, meningkatkan inklusi digital, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan,” kata Airlangga dalam Kick Off Road to Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 di Jakarta, Kamis (27/8).

Harbolnas 2026 akan berlangsung pada 10-16 Desember mendatang. Pemerintah menargetkan nilai transaksi selama ajang tersebut dapat mencapai Rp40 triliun, naik dari realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp36,4 triliun. Kenaikan transaksi diharapkan ikut menopang konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV.

Transaksi Video Commerce Jadi Penggerak Ekonomi Digital

Potensi ekonomi digital Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di platform digital. Nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan mendekati USD100 miliar. Indonesia juga disebut menjadi pasar video commerce terbesar di Asia Tenggara.

Jumlah penjual yang memanfaatkan model perdagangan tersebut telah mencapai sekitar 800.000. Sementara itu, Transaksi Video Commerce tumbuh hampir 90 persen menjadi 2,6 miliar transaksi. Pertumbuhan tersebut didukung basis pengguna media sosial aktif yang telah melampaui 180 juta orang.

Pemerintah menilai perkembangan ini membuka peluang besar bagi UMKM, terutama pelaku usaha yang menjual produk kreatif dan artisan. Format video memungkinkan pelaku usaha memperkenalkan produk secara lebih interaktif sehingga calon pembeli dapat memperoleh gambaran barang sebelum melakukan transaksi.

Airlangga juga mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Salah satunya melalui pengembangan algoritma rekomendasi yang mampu menyesuaikan penawaran dengan karakteristik dan minat konsumen.

UMKM Didorong Tembus Pasar Global

Selain memperkuat perdagangan domestik, pemerintah menyiapkan integrasi platform digital dengan pasar ekspor. Implementasi Digital Economic Framework Agreement (DEFA) ASEAN dinilai dapat memperluas potensi pasar ekonomi digital kawasan hingga USD2 triliun, dengan Indonesia berpotensi menyumbang sekitar USD600 miliar.

Dukungan sistem pembayaran juga terus diperluas melalui QR Cross-Border atau QRIS antarnegara ASEAN. Sistem tersebut memberikan kemudahan transaksi bagi pelaku usaha yang menyasar konsumen dari negara lain.

Dengan perkembangan tersebut, Transaksi Video Commerce diharapkan tidak berhenti sebagai tren perdagangan digital. Pemerintah ingin pertumbuhan tersebut memberikan dampak langsung terhadap UMKM melalui peningkatan penjualan, perluasan pasar, serta kesempatan masuk ke rantai perdagangan internasional.

Setelah Lima Tahun Bersama Vincent, Desta Keluar dari Vindes

0

Kabar Desta Keluar dari Vindes menjadi perhatian publik setelah Deddy Mahendra Desta mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan Vindes Corp, perusahaan media digital yang dibangunnya bersama Vincent Rompies. Keputusan tersebut disampaikan Desta melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (26/8/2026).

Desta mengatakan keputusan untuk mundur telah dipikirkan secara matang. Setelah sekitar lima tahun menjalani perjalanan bersama Vindes, ia memilih mengambil langkah baru yang menurutnya menjadi keputusan terbaik bagi seluruh pihak.

“Saya izin pamit dari Vindes Corp yah teman-teman. Keputusan ini sudah melalui banyak pertimbangan dan pada akhirnya diambil dengan harapan menjadi yang terbaik untuk semua pihak,” tulis Desta dalam unggahannya.

Dalam pernyataan tersebut, Desta juga meminta masyarakat tidak mengaitkan kepergiannya dengan berbagai spekulasi yang tidak memiliki dasar. Ia menegaskan hubungannya dengan Vincent tetap berjalan baik meski dirinya tak lagi berada di dalam perusahaan.

Desta bahkan menyampaikan pesan khusus kepada Vincent. Menurutnya, hubungan persahabatan dan rasa saling menghargai di antara keduanya tidak berubah setelah keputusan tersebut.

“TIdak ada yang berubah dalam hal saling menghargai, saling mendukung, dan mendoakan yang terbaik untuk satu sama lain,” ujarnya.

Vindes Corp Masuk Babak Baru

Desta dan Vincent mendirikan Vindes Corp pada 2021. Dalam perjalanannya, perusahaan tersebut berkembang sebagai rumah kreatif yang menggarap berbagai konten, mulai dari hiburan, olahraga, hingga proyek digital lainnya.

Bagi Desta, lima tahun bersama Vindes menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupannya. Meski memutuskan keluar, ia memastikan kepergiannya tidak berarti berakhirnya hubungan dengan Vincent maupun keluarga besar Vindes.

Tak lama setelah pengumuman tersebut, Vindes Corp memberikan tanggapan melalui akun Instagram resminya. Perusahaan menyebut keputusan Desta sebagai bagian dari babak baru dan memastikan kegiatan Vindes tetap berjalan.

“Vindes Corp melangkah ke babak baru. Sebuah perjalanan yang akan terus berlanjut,” tulis manajemen Vindes.

Perusahaan juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Desta sejak Vindes pertama kali dibangun. Waktu, tenaga, dan dedikasi yang diberikan Desta disebut menjadi bagian dari perjalanan perusahaan selama lima tahun terakhir.

Posisi Desta di Dalam Perusahaan Vindes

Desta yang keluar dari Vindes menjadi perubahan cukup besar mengingat selama ini ia dan Vincent merupakan dua figur utama di balik perusahaan tersebut.

Dalam struktur organisasi yang pernah diperkenalkan Vindes pada Client Gathering Februari 2024, Desta tercatat sebagai Komisaris, sementara Vincent menduduki posisi Direktur Utama. Awan Prasetyo juga pernah menyebut dirinya sebagai Co-Founder & CEO yang menangani operasional harian perusahaan bersama tim.

Vindes sendiri awalnya lahir dari inisiatif Desta dan Vincent sebelum kemudian menjalankan bisnis melalui PT Vakansi Dedikasi Semesta. Profil perusahaan di LinkedIn menyebut Vindes sebagai media yang dibangun oleh keduanya dan berstatus sebagai perseroan tertutup.

Hingga pengumuman tersebut disampaikan, belum terdapat informasi terverifikasi mengenai alasan spesifik di balik keputusan Desta untuk mundur ataupun adanya investor eksternal yang menjadi pemodal Vindes.