Jumat, Mei 1, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 14

Dari Lingkungan sampai Material, ini Ciri Rumah Bebas Banjir yang Jarang Diperhatikan!

Ciri Rumah Bebas Banjir tidak cuma soal rumahnya tidak tergenang saat hujan besar, tapi juga bagaimana bangunan dan lingkungannya dirancang sejak awal. Buat kamu yang sedang mencari rumah atau berencana membangun dari nol, memahami hal-hal dasar ini bisa menghindarkan penyesalan di kemudian hari, apalagi di kota-kota yang curah hujannya tinggi.

Ciri Rumah Bebas Banjir yang paling mudah dilihat adalah posisi rumah lebih tinggi dari jalan dan lingkungan sekitarnya. Kalau lantai utama rumah lebih rendah dari jalan, air hujan yang mengalir di permukaan tanah lebih mudah masuk ke rumah saat debit air meningkat. Selain itu, lihat juga sistem drainase di sekitar: apakah saluran air cukup lebar, bersih, dan tidak tersumbat, atau justru sering penuh dan meluap saat hujan deras.

Ciri lain yang penting adalah lokasi rumah tidak berada di cekungan atau bantaran sungai tanpa perlindungan memadai. Rumah di dataran rendah atau dekat sungai berisiko mendapatkan kiriman air ketika hujan di hulu, meskipun di lokasi rumah sendiri tidak hujan deras. Sebelum jatuh hati pada satu lokasi, tanyakan juga riwayat banjir ke warga sekitar, pengelola perumahan, atau cek berita lokal beberapa tahun terakhir.

Dari Sisi Desain Bangunan, Bagaimana Ciri Rumah Bebas Banjir?

Selain lingkungan, Ciri Rumah Bebas Banjir juga bisa dilihat dari desain bangunannya sendiri. Misalnya, fondasi yang ditinggikan, lantai utama diangkat beberapa puluh sentimeter dari permukaan tanah, atau menggunakan konsep rumah panggung pada area yang sangat berisiko. Desain seperti ini membuat air di sekitar bangunan mengalir menjauh, bukan mengarah masuk ke dalam rumah.

Perhatikan juga bentuk atap dan sistem talang air. Atap miring dengan talang yang didesain baik akan membantu mengalirkan air hujan ke saluran pembuangan tanpa mengalir ke area yang salah, misalnya tepat di depan pintu atau teras. Di beberapa rumah, halaman depan sengaja didesain sebagai area resapan dengan taman atau paving berpori agar air tidak langsung menggenang di permukaan keras.

Lalu, Bagaimana Cara Memilih Lokasi Rumah yang Aman dari Banjir?

Sebelum membeli rumah, ada beberapa langkah praktis yang bisa kamu lakukan. Pertama, cek elevasi lingkungan dengan membandingkan ketinggian jalan, halaman, dan lantai rumah. Rumah yang ideal biasanya punya lantai utama yang lebih tinggi dari jalan dan saluran drainase. Kedua, perhatikan kondisi selokan dan sungai terdekat: apakah sering penuh, mampet, atau justru mengalir lancar meskipun habis hujan.

Ketiga, cari tahu riwayat banjir di area tersebut. Tanyakan langsung ke tetangga, petugas lingkungan, atau cek apakah pengembang berani mencantumkan keterangan bebas banjir di materi pemasarannya. Di beberapa daerah, bahkan ada surat keterangan bebas banjir dari instansi terkait yang bisa jadi nilai tambah. Terakhir, perhatikan keberadaan ruang terbuka hijau, kolam retensi, atau fasilitas penahan banjir lain di kawasan tersebut. Lingkungan yang direncanakan dengan baik biasanya lebih mampu mengelola limpasan air hujan.

Bangun dari Nol? Pastikan Konstruksi Siap Hadapi Genangan!

Kalau kamu membangun dari nol, kesempatan untuk menerapkan Ciri Rumah Bebas Banjir justru lebih besar. Kamu bisa mulai dari pemilihan ketinggian fondasi dan lantai, mengatur kemiringan halaman, sampai merancang jalur air hujan di sekitar bangunan. Gunakan material yang tahan lembap untuk bagian yang dekat tanah, seperti plesteran dan acian dengan kualitas baik agar dinding tidak cepat rusak ketika sering terkena percikan air.

Di tahap ini, memilih produk Mortar Indonesia yang sudah teruji kualitasnya akan membantu menjaga dinding lebih padat, tidak mudah retak, dan tidak cepat keropos ketika sering terkena air. Struktur yang rapi dan permukaan yang kedap membantu mengurangi jalur air masuk ke dalam bangunan, terutama pada area seperti dinding penahan tanah, lantai dekat halaman, dan dinding luar yang langsung terpapar hujan.

Peran Material dan Finishing dalam Rumah yang Tahan Genangan

Selain struktur utama, detail finishing juga ikut memengaruhi Ciri Rumah Bebas Banjir. Misalnya, pemilihan mortar perekat keramik dan nat yang baik untuk area lantai yang berpotensi tergenang, seperti teras, carport, dan area dekat pintu masuk. Jika pemasangan keramik kurang rapi, air bisa mengendap di celah dan meresap ke bawah, membuat lantai mudah mengangkat atau nat cepat rusak.

Di sinilah produk seperti Top Mortar perekat keramik dan solusi waterproofing Top Mortar WaStop Immersa atau WaStop Elastica bisa membantu, terutama untuk area yang sering bersentuhan dengan air. Kombinasi perekat yang kuat dan lapisan pelindung yang kedap air membantu menjaga lantai tetap stabil dan dinding tidak mudah lembap meskipun berada di lingkungan yang curah hujannya tinggi. Banyak pemilik rumah yang tadinya hanya fokus pada tampilan, akhirnya menyadari bahwa kualitas lapisan di bawah permukaan justru menentukan seberapa awet rumah mereka menghadapi musim hujan dan potensi genangan.

Contoh Rumah Bebas Banjir yang Sudah Dihuni

Kalau rumah yang kamu incar sudah lama dihuni orang lain, beberapa Ciri Rumah Bebas Banjir bisa kamu amati langsung di lapangan. Lihat apakah ada bekas garis air di dinding luar, noda lumpur di pagar, atau jejak cat yang mengelupas di bagian bawah tembok. Jika tetangga sekitar punya jejak seperti itu tapi rumah yang kamu lihat bersih, ada kemungkinan rumah tersebut didesain sedikit lebih tinggi atau punya perlindungan ekstra.

Perhatikan juga kondisi lantai di dekat pintu dan jendela. Kalau banyak tambalan, keramik yang bergelombang, atau kayu pintu yang melengkung, ini bisa jadi tanda pernah terendam. Di sisi lain, rumah yang benar-benar bebas banjir biasanya punya permukaan lantai rata, dinding bawah yang rapi tanpa jejak lembap, dan drainase halaman yang bekerja baik meski hujan deras.

Intinya, Rumah yang Bebas Banjir nggak cuma di lihat dari lokasi, tapi juga bagaimana bangunan dipersiapkan untuk menghadapi air dalam jangka panjang. Produsen Mortar Indonesia seperti Top Mortar hadir dengan berbagai solusi untuk plesteran, acian, perekat keramik, hingga waterproofing yang membantu kontraktor dan pemilik rumah membangun struktur yang lebih tahan terhadap hujan dan genangan.

Mulai dari dinding yang lebih padat, lantai yang terpasang rapi, sampai dak dan talang yang dilapisi waterproofing berkualitas, semua ini akan terasa manfaatnya ketika cuaca sedang tidak bersahabat. Jadi, saat kamu memilih atau merencanakan rumah impian, jangan hanya melihat desain dan lokasi, tapi juga perhatikan produk dan detail teknis yang dipakai untuk membangun fondasi dan perlindungannya.

Fesyen Muslim Makin Diminati Dunia, Industri Dalam Negeri Siap Bersaing

0

Pertumbuhan populasi Muslim dunia turut mendorong meningkatnya permintaan terhadap produk Fesyen Muslim di pasar global. Tren busana yang identik dengan gaya modest fashion ini kini tidak lagi terbatas pada komunitas Muslim saja, melainkan juga mulai diminati berbagai kalangan lintas budaya. Perkembangan teknologi informasi serta media sosial turut mempercepat penyebaran tren Fesyen Muslim, sehingga industri ini semakin berkembang dan menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif yang menjanjikan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa konsumsi global terhadap produk Fesyen Muslim terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Hal tersebut tercermin dalam laporan State of Global Islamic Economy Report 2024/2025 yang mencatat nilai konsumsi busana muslim dunia mencapai sekitar 327 miliar dolar AS pada tahun 2023. Angka tersebut bahkan diproyeksikan meningkat hingga 433 miliar dolar AS pada tahun 2028.

Menurut Agus, perkembangan tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam industri modest fashion dunia. Dengan kekayaan budaya, keragaman tekstil, serta kreativitas desainer lokal, Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi produsen sekaligus pusat tren Fesyen Muslim di tingkat global.

Potensi tersebut juga tercermin dari kinerja ekspor Indonesia. Data menunjukkan nilai ekspor produk modest fashion Indonesia ke negara-negara anggota Organisation of Islamic Cooperation (OIC) pada tahun 2023 mencapai sekitar 990 juta dolar AS. Nilai ini meningkat signifikan sebesar 83 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka sekitar 540 juta dolar AS.

Kenaikan tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari tujuh negara eksportir terbesar produk fesyen ke pasar negara anggota OIC. Meski demikian, persaingan global masih cukup ketat karena pasar ekspor Fesyen Muslim saat ini masih didominasi oleh negara seperti China, Turki, dan India.

Industri Fesyen Muslim Nasional Berpeluang Jadi Pusat Tren Global

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri Fesyen Muslim baik sebagai pasar domestik maupun sebagai produsen.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, jumlah industri kecil yang bergerak di sektor pakaian jadi pada tahun 2024 mencapai sekitar 594 ribu unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 1,2 juta orang. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor fesyen, termasuk Fesyen Muslim, merupakan industri padat karya yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Reni menjelaskan bahwa modest fashion kini berkembang menjadi tren busana global yang semakin inklusif. Konsep berpakaian yang menekankan kesopanan dan kenyamanan ini tidak lagi dipandang sebagai simbol identitas agama semata, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup modern yang diminati berbagai kalangan.

Indonesia dinilai memiliki keunggulan kompetitif untuk mengembangkan industri Fesyen Muslim karena didukung oleh kreativitas desainer lokal, kekayaan budaya, serta ketersediaan bahan tekstil berkualitas yang menjadi identitas nasional.

Bahkan dalam laporan State of Global Islamic Economy Report terbaru, Indonesia disebut menempati peringkat pertama dalam kategori ekosistem lokal yang mendukung pengembangan industri modest fashion.

Selain itu, pemerintah juga tengah memperkuat daya saing industri nasional melalui kebijakan sertifikasi halal. Mulai Oktober 2026, penerapan kewajiban sertifikasi halal untuk berbagai produk barang gunaan, termasuk produk fesyen, akan mulai diberlakukan secara lebih luas.

HP, Laptop, atau Hal Lain? Strategi Penggunaan Uang THR yang Lebih Bijak

Setiap menjelang hari raya, banyak karyawan menantikan Tunjangan Hari Raya atau THR. Momen ini sering menjadi kesempatan untuk membeli sesuatu yang sudah lama diinginkan. Namun tanpa perencanaan yang matang, penggunaan uang THR sering kali berubah menjadi belanja impulsif yang akhirnya disesali setelahnya.

Banyak orang langsung berpikir untuk membeli gadget baru, seperti smartphone atau laptop. Tidak sedikit juga yang tergoda membeli barang lain seperti televisi, peralatan rumah tangga, bahkan kendaraan kecil. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan membeli barang setelah menerima THR, tetapi penting untuk memastikan bahwa penggunaan uang THR benar benar memberikan manfaat jangka panjang.

Karena itu, sebelum memutuskan membeli sesuatu, ada baiknya mempertimbangkan beberapa hal. Apakah barang tersebut benar benar dibutuhkan? Apakah akan membantu aktivitas kerja atau justru hanya sekadar keinginan sesaat? Pertanyaan sederhana seperti ini bisa membantu menentukan apakah sebuah pembelian benar benar layak dilakukan.

Tips Penggunaan Uang THR yang Bijak, Beli Barang yang Memberi Manfaat Jangka Panjang

Jika berbicara tentang pembelian yang sering dianggap worth it, gadget seperti smartphone dan laptop memang sering berada di urutan teratas. Alasannya cukup jelas. Kedua perangkat ini tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga mendukung produktivitas sehari hari.

Smartphone baru misalnya, bisa menjadi pilihan jika perangkat lama sudah sering bermasalah. Ponsel yang lebih cepat dan memiliki kamera lebih baik bisa membantu banyak hal, mulai dari komunikasi kerja hingga aktivitas digital lainnya. Dalam beberapa kasus, smartphone bahkan menjadi alat kerja utama bagi banyak orang.

Laptop juga sering menjadi pilihan pembelian yang masuk akal setelah menerima THR. Perangkat ini sangat berguna bagi pekerja kantoran, freelancer, maupun pelaku usaha kecil. Laptop yang memadai bisa membantu meningkatkan produktivitas, belajar skill baru, hingga membuka peluang penghasilan tambahan.

Namun penting untuk tetap realistis dalam menentukan anggaran. Jangan sampai penggunaan uang THR justru membuat kondisi keuangan menjadi tidak stabil setelah hari raya.

Alternatif Pembelian yang Tidak Kalah Penting

Selain gadget, ada beberapa jenis pembelian lain yang sebenarnya juga cukup worth it setelah menerima THR. Salah satunya adalah peralatan kerja atau alat pendukung produktivitas.

Sebagai contoh, kursi kerja yang nyaman, meja kerja yang ergonomis, atau perangkat tambahan seperti monitor eksternal bisa memberikan dampak besar terhadap kenyamanan bekerja. Bagi sebagian orang, investasi seperti ini justru lebih bermanfaat dalam jangka panjang dibanding membeli barang yang hanya digunakan sesekali.

Peralatan rumah tangga juga bisa menjadi pilihan yang masuk akal. Misalnya mesin cuci baru, kompor yang lebih efisien, atau alat dapur yang membantu aktivitas sehari hari. Barang barang seperti ini mungkin tidak terlihat “wah”, tetapi sering memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari hari.

Selain membeli barang, sebagian orang juga mulai memanfaatkan penggunaan uang THR untuk hal yang lebih produktif. Contohnya mengikuti kursus online, membeli buku pengembangan diri, atau bahkan memulai usaha kecil kecilan.

Langkah seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bisa membuka peluang baru di masa depan.

Tetap Sisihkan Sebagian untuk Keuangan Masa Depan

Meskipun membeli sesuatu setelah menerima THR terasa menyenangkan, penting untuk tidak menghabiskan seluruh uang tersebut. Salah satu prinsip penting dalam penggunaan uang THR adalah menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan perencanaan masa depan.

Menyisihkan sebagian THR untuk tabungan atau dana darurat bisa menjadi langkah yang sangat bijak. Dengan cara ini, Anda tetap bisa menikmati hasil kerja selama satu tahun tanpa harus mengorbankan stabilitas keuangan.

Sebagian orang juga memilih menggunakan sebagian THR untuk investasi kecil. Tidak perlu langsung besar. Yang penting adalah membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak sekarang.

Pengiriman Sepeda Motor Tembus Ribuan Unit, Tren Mudik Praktis Kian Populer

0

Menjelang puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada pekan ketiga Ramadan, layanan Pengiriman Sepeda Motor semakin banyak dimanfaatkan masyarakat. PT KAI Logistik mengingatkan para pelanggan untuk memperhatikan prosedur keamanan sebelum melakukan Pengiriman Sepeda Motor, sehingga kendaraan tetap dalam kondisi baik saat tiba di kota tujuan.

Perusahaan logistik yang merupakan anak usaha dari Kereta Api Indonesia tersebut menilai layanan Pengiriman Sepeda Motor kini menjadi alternatif yang semakin populer bagi para pemudik. Dengan mengirimkan kendaraan lebih dahulu, masyarakat dapat melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi lain seperti kereta api yang lebih nyaman dan aman, sekaligus menghindari risiko kelelahan akibat perjalanan jauh menggunakan sepeda motor.

Vice President of Corporate Secretary KAI Logistik, Dwi Wulandari, mengatakan keberadaan sepeda motor di kota tujuan tetap penting untuk menunjang mobilitas masyarakat selama berada di kampung halaman. Karena itu, layanan Pengiriman Sepeda Motor menjadi solusi praktis bagi pemudik yang ingin tetap memiliki kendaraan pribadi saat tiba di daerah asal.

Memasuki pekan kedua Ramadan, tren Pengiriman Sepeda Motor melalui KAI Logistik menunjukkan peningkatan. Data perusahaan mencatat sekitar 2.300 unit sepeda motor telah dikirimkan hingga saat ini. Jumlah tersebut meningkat sekitar lima persen dibandingkan pekan pertama Ramadan yang mencapai 2.217 unit.

Peningkatan ini diperkirakan masih akan berlanjut seiring semakin dekatnya masa puncak mudik. Biasanya, permintaan pengiriman kendaraan meningkat tajam pada minggu ketiga Ramadan ketika banyak masyarakat mulai mempersiapkan perjalanan pulang ke kampung halaman.

Persiapan Kendaraan Penting untuk Keamanan Pengiriman

Tingginya minat masyarakat terhadap layanan Pengiriman Sepeda Motor juga terlihat pada periode mudik tahun sebelumnya. Pada musim Lebaran lalu, KAI Logistik berhasil mendistribusikan lebih dari 6.600 unit sepeda motor baik selama arus mudik maupun arus balik.

Beberapa kota di Jawa Tengah tercatat menjadi tujuan favorit pengiriman kendaraan, di antaranya Yogyakarta dan Solo. Selain itu, kota besar lainnya seperti Surabaya, Jakarta, dan Bandung juga menjadi destinasi pengiriman yang cukup tinggi selama periode mudik.

Seiring meningkatnya permintaan layanan, KAI Logistik mengingatkan pelanggan agar memastikan kendaraan dalam kondisi siap kirim sebelum proses distribusi dilakukan. Salah satu langkah penting yang perlu diperhatikan adalah mengosongkan tangki bahan bakar untuk mengurangi potensi risiko selama perjalanan.

Selain itu, pemilik kendaraan juga disarankan melepas berbagai aksesori tambahan pada sepeda motor yang berpotensi rusak selama proses pengiriman. Penggunaan pelindung atau kemasan tambahan juga dianjurkan untuk memberikan perlindungan ekstra pada kendaraan.

Pelanggan juga diminta melakukan pemeriksaan kondisi sepeda motor sebelum proses serah terima berlangsung. Pencatatan kondisi kendaraan dinilai penting sebagai bagian dari prosedur administrasi sekaligus memastikan transparansi selama proses pengiriman.

Untuk menambah rasa aman, pelanggan dapat memanfaatkan fasilitas perlindungan asuransi yang disediakan perusahaan. Premi asuransi yang ditawarkan relatif terjangkau, yakni sekitar 0,12 persen dari nilai kendaraan, sehingga memberikan jaminan tambahan selama proses distribusi berlangsung.

KAI Logistik juga terus mengembangkan kemudahan layanan melalui platform digital. Masyarakat kini dapat memanfaatkan aplikasi KAI Logistik TRAX untuk melakukan pemesanan layanan pengiriman secara praktis. Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat mengatur penjemputan kendaraan dari rumah, melakukan pembayaran secara digital, hingga memantau proses Pengiriman Sepeda Motor secara real-time hingga kendaraan tiba di alamat tujuan.

Tiket Lebaran KAI Laris Manis, Lebih dari 2,5 Juta Kursi Sudah Terjual

Penjualan Tiket Lebaran KAI untuk periode mudik 2026 terus mengalami peningkatan seiring mendekatnya Hari Raya Idulfitri. PT Kereta Api Indonesia mencatat minat masyarakat terhadap transportasi kereta api tetap tinggi karena dinilai praktis dan relatif nyaman untuk perjalanan jarak jauh. Hingga 11 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan Tiket Lebaran KAI telah mencapai 2.578.820 lembar.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 57,3 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan selama periode Angkutan Lebaran tahun ini. Secara keseluruhan, KAI menyiapkan 4.498.696 kursi untuk perjalanan kereta api jarak jauh dan kereta api lokal dalam rentang keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026.

Dengan capaian tersebut, masih tersedia sekitar 1.919.876 kursi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan mudik maupun arus balik. Ketersediaan ini memberikan peluang bagi calon penumpang yang belum mendapatkan Tiket Lebaran KAI untuk tetap merencanakan perjalanan menggunakan kereta api.

Dari total tiket yang terjual, sebagian besar berasal dari layanan kereta api jarak jauh. Penjualan pada layanan ini tercatat mencapai 2.468.309 tiket atau sekitar 69,1 persen dari total 3.571.760 kursi yang disediakan. Artinya, masih ada sekitar 1.103.451 kursi yang dapat dipesan oleh masyarakat yang ingin bepergian ke berbagai kota tujuan selama musim mudik.

Sementara itu, penjualan tiket untuk layanan kereta api lokal masih relatif rendah. Hingga saat ini, sebanyak 110.511 tiket telah terjual dari total 926.936 kursi yang tersedia. Dengan demikian, peluang mendapatkan Tiket Lebaran KAI untuk layanan kereta lokal masih terbuka lebar.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan masyarakat masih memiliki banyak pilihan jadwal perjalanan yang dapat dimanfaatkan selama masa Angkutan Lebaran tahun ini. Ia mengimbau calon penumpang untuk merencanakan perjalanan lebih awal agar mendapatkan jadwal yang sesuai dengan kebutuhan.

Puncak Arus Mudik Diperkirakan Terjadi H-3 Lebaran

KAI memprediksi puncak arus mudik akan terjadi sekitar tiga hari sebelum Lebaran atau H-3. Pada periode tersebut, volume penumpang diperkirakan dapat mencapai sekitar 247.440 orang dalam satu hari perjalanan.

Angka ini masih bersifat sementara karena penjualan Tiket Lebaran KAI masih terus berlangsung. Permintaan biasanya akan meningkat tajam pada hari-hari mendekati jadwal keberangkatan.

Sejumlah stasiun tercatat menjadi tujuan favorit penumpang selama masa mudik tahun ini. Di antaranya adalah Stasiun Pasarsenen, Gambir, Yogyakarta, Bekasi, Surabaya Pasar Turi, Purwokerto, Semarang Tawang, Bandung, Surabaya Gubeng, serta Jatinegara. Stasiun-stasiun tersebut menjadi simpul pergerakan utama masyarakat menuju berbagai kota di Pulau Jawa.

Selain layanan reguler, kereta ekonomi bersubsidi juga menjadi salah satu pilihan masyarakat. Hingga saat ini, tingkat keterisian kereta ekonomi kerakyatan telah mencapai sekitar 78 persen atau sebanyak 21.451 tiket dari total 27.368 kursi yang tersedia.

Tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi ini menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama untuk perjalanan mudik. Selain menawarkan kenyamanan, kereta api juga dinilai lebih stabil dari sisi waktu tempuh dibandingkan moda transportasi darat lainnya.

Anne menambahkan bahwa KAI terus memantau perkembangan penjualan Tiket Lebaran KAI sekaligus memastikan kesiapan operasional di seluruh wilayah kerja perusahaan. Berbagai aspek layanan mulai dari kesiapan sarana, prasarana, hingga koordinasi operasional di lapangan terus diperkuat agar perjalanan masyarakat selama periode Angkutan Lebaran dapat berjalan lancar.

Jelang Lebaran, Bantuan Pangan Mulai Mengalir ke Masyarakat Berpenghasilan Rendah

0

Program Bantuan Pangan Jelang Lebaran mulai digulirkan pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Melalui penugasan dari Badan Pangan Nasional, distribusi bantuan berupa beras dan minyak goreng kini mulai menjangkau sejumlah daerah di Indonesia. Program Bantuan Pangan Jelang Lebaran ini menjadi salah satu langkah pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus menahan tekanan harga pangan menjelang hari raya.

Berdasarkan data terbaru, hingga pekan pertama Maret 2026, Perum Bulog telah menyalurkan bantuan kepada sekitar 3.427 penerima manfaat. Total bantuan yang telah tersalurkan mencapai 68.540 kilogram beras serta 13.708 liter minyak goreng.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional, Rachmi Widiriani, mengatakan pemerintah terus mempercepat distribusi Bantuan Pangan Jelang Lebaran agar dapat diterima masyarakat sebelum perayaan Idulfitri.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kebutuhan pangan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran. Penyaluran bantuan pun terus diperluas agar lebih banyak keluarga berpenghasilan rendah yang dapat merasakan manfaatnya.

Beberapa wilayah telah memulai distribusi bantuan tersebut. Di antaranya meliputi Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali, Jambi, Banten, hingga Sulawesi Selatan. Pemerintah daerah pun menyambut baik pelaksanaan program tersebut karena dinilai mampu membantu masyarakat dalam menghadapi lonjakan kebutuhan konsumsi menjelang hari raya.

Salah satu daerah yang telah menyalurkan bantuan adalah Kota Madiun. Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengapresiasi program tersebut karena dinilai sangat tepat waktu. Setiap penerima manfaat memperoleh paket bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga menjelang Idulfitri.

Distribusi Bantuan Dipercepat untuk Jaga Daya Beli

Badan Pangan Nasional mendorong Bulog di seluruh daerah untuk segera memperluas penyaluran program Bantuan Pangan Jelang Lebaran. Langkah ini dianggap penting untuk memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok di tengah meningkatnya aktivitas konsumsi selama Ramadan.

Program bantuan pangan juga terbukti memberikan dampak positif terhadap ketahanan konsumsi rumah tangga. Dengan adanya dukungan pemerintah terhadap kebutuhan pangan pokok, pengeluaran masyarakat dapat lebih terkendali sehingga daya beli tetap terjaga.

Selain itu, program Bantuan Pangan Jelang Lebaran turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga menjadi komponen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ketika konsumsi masyarakat terjaga, aktivitas ekonomi di berbagai sektor juga ikut bergerak, mulai dari perdagangan hingga distribusi bahan pangan. Kondisi ini berperan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil.

Sepanjang 2025, perekonomian Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,11 persen. Angka tersebut menjadi salah satu capaian pertumbuhan ekonomi terbaik sejak 2023. Sementara secara tahunan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 mencapai 5,39 persen, menjadi yang tertinggi untuk periode tersebut sejak pandemi COVID-19.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan seluruh persiapan program bantuan telah selesai dan siap disalurkan secara luas kepada masyarakat.

Ia menyebutkan pemerintah telah menyiapkan bantuan bagi sekitar 33,2 juta penerima di seluruh Indonesia. Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk meringankan beban masyarakat selama Ramadan.

Amran menegaskan bahwa setiap kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat harus ditangani secara cepat. Dengan percepatan distribusi Bantuan Pangan Jelang Lebaran, pemerintah berharap beban pengeluaran masyarakat dapat berkurang sekaligus menjaga stabilitas ekonomi menjelang perayaan Idulfitri.

Peran Penting Otomasi dalam Proses Manufaktur untuk Pabrik Masa Kini!

Banyak pabrik di Indonesia sekarang sudah mulai merasakan bahwa tanpa otomasi, operasional akan makin berat, pelan, dan boros. Otomasi dalam Proses Manufaktur bukan lagi soal robot canggih saja, tapi soal bagaimana pabrik bisa bekerja lebih rapi, terukur, dan mudah dipantau. Data produksi, kondisi mesin, dan konsumsi energi yang dulunya tersebar di kertas dan chat, kini bisa ditarik langsung ke satu sistem yang rapi dan siap dianalisis.

Di tengah tekanan persaingan dan biaya yang terus naik, pemilik pabrik dan manajer produksi tidak bisa lagi hanya mengandalkan feeling. Otomasi membantu mengubah proses yang tadinya serba manual menjadi alur kerja yang punya standar jelas. Di sini, IoT dan solusi real-time seperti yang dikembangkan Miraswift mulai memainkan peran penting sebagai “tulang punggung” data dan kontrol di lantai produksi.

Otomasi dalam Proses Manufaktur di Era Data Real-Time

Jika dulu otomasi identik dengan panel kontrol dan mesin yang diprogram, kini Otomasi dalam Proses Manufaktur hampir selalu bersentuhan dengan data real-time. Sensor yang terpasang di mesin mengirim informasi terus menerus: suhu, getaran, arus listrik, jumlah output, hingga status fault. Data ini kemudian masuk ke sistem yang bisa diakses lewat komputer maupun smartphone.

Bedanya dengan pendekatan lama, informasi tidak lagi berhenti di ruang kontrol. Owner dan manajer bisa ikut melihat apa yang terjadi di lantai produksi, bahkan ketika mereka sedang tidak berada di pabrik. Hal ini membuat koordinasi lebih cepat dan keputusan bisa diambil sebelum masalah menumpuk.

1. Produksi Lebih Konsisten dan Bisa Diprediksi

Salah satu peran paling terasa dari Otomasi dalam Proses Manufaktur adalah menjaga konsistensi. Mesin yang dikontrol otomatis dapat berjalan dengan parameter yang sama dari shift ke shift, sesuatu yang sulit dicapai jika semua diserahkan ke pengaturan manual.

Misalnya, waktu pemanasan, kecepatan conveyor, atau tekanan tertentu tidak lagi mengandalkan “kira-kira operator”, tetapi diatur oleh sistem. Operator tetap penting, tetapi mereka bekerja di atas standar yang sudah jelas. Dampaknya, kualitas produk lebih stabil, scrap berkurang, dan rework menurun. Di sisi lain, data historis dari proses ini membuat pabrik bisa memprediksi kapasitas produksi secara lebih akurat.

2. Downtime Lebih Terkendali dengan Pemantauan dan Alarm Otomatis

Downtime mendadak sering menjadi mimpi buruk di pabrik. Tanpa otomasi, tim biasanya baru sadar ada masalah ketika mesin sudah berhenti atau kualitas produk turun drastis. Dengan otomasi yang terhubung IoT, sistem dapat memberikan peringatan lebih awal.

Sensor memantau tanda-tanda yang tidak normal, seperti getaran berlebih, suhu yang naik, atau konsumsi daya yang tiba-tiba melonjak. Ketika batas aman terlewati, sistem bisa memunculkan alarm di panel, mengirim notifikasi ke smartphone, atau bahkan mengambil tindakan otomatis seperti menghentikan sebagian proses untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Pendekatan ini membuat maintenance lebih terarah dan tidak selalu bersifat pemadam kebakaran.

3. Transparansi Proses dari Lantai Produksi sampai Manajemen

Dengan Otomasi dalam Proses Manufaktur, setiap langkah produksi meninggalkan jejak data. Berapa output per jam, berapa lama mesin idle, berapa banyak reject, semua bisa dilihat dalam bentuk grafik dan angka yang mudah dibaca.

Transparansi ini membawa dua efek penting. Pertama, manajer produksi punya dasar kuat untuk melakukan perbaikan proses. Kedua, manajemen atas tidak perlu lagi menunggu laporan manual tiap akhir minggu. Mereka bisa melihat performa pabrik secara langsung dan memberikan arahan yang lebih tepat. Di banyak perusahaan, hal ini juga membantu ketika harus menjelaskan performa ke pemilik, investor, atau auditor.

4. Integrasi dengan Sistem Lain dan Fleksibilitas ke Depan

Otomasi modern tidak berjalan sendirian. Sistem kontrol di lantai produksi kini banyak yang diintegrasikan dengan perangkat lunak lain seperti ERP, MES, atau software manufaktur. Integrasi ini membuat data dari Otomasi dalam Proses Manufaktur mengalir ke sistem perencanaan, pembelian bahan baku, hingga kontrol biaya.

Fleksibilitas ini penting karena permintaan pasar berubah cepat. Dengan sistem yang sudah otomatis dan terintegrasi, pabrik bisa lebih mudah menyesuaikan kapasitas, mengubah jadwal, atau menambah variasi produk tanpa harus membangun semuanya dari nol lagi.

Lalu, Bagaimana Peran Miraswift dalam Membawa Otomasi Lebih Dekat ke Pabrik Lokal

Miraswift hadir sebagai perusahaan teknologi asal Indonesia yang fokus pada solusi IoT dan otomasi untuk berbagai sektor industri, dari pabrik besar sampai usaha skala rumahan atau UMKM. Alih-alih menawarkan sistem yang rumit dan mahal, Miraswift membangun Otomasi dalam Proses Manufaktur dengan pendekatan bertahap dan praktis.

  • Dimulai dari Konsultasi dan Pemetaan Proses

Setiap proyek biasanya diawali dengan sesi konsultasi di lapangan. Tim Miraswift memetakan proses produksi, melihat alur material, dan mengidentifikasi titik paling krusial: apakah masalah terbesarnya downtime, boros energi, atau sulitnya memantau output produksi.

Dari situ, barulah dirancang solusi otomasi dan IoT yang paling relevan. Pendekatannya modular, sehingga pabrik bisa mulai dari satu lini atau satu mesin terlebih dulu. Setelah manfaatnya terasa, sistem dapat diperluas ke area lain tanpa mengganggu operasi yang sudah berjalan.

  • Monitoring Produksi dan Mesin Lewat Smartphone

Salah satu nilai tambah yang sering disorot adalah kemampuan monitoring real-time dari smartphone. Sistem Miraswift memungkinkan pemilik dan manajer pabrik melihat status mesin, output produksi, dan konsumsi energi langsung dari dashboard mobile. Jadi, Owner tidak harus selalu ada di pabrik untuk tahu apa yang sedang terjadi.

  • Kompatibel dengan Mesin Lama dan Infrastruktur yang Sudah Ada

Banyak pabrik di Indonesia masih mengandalkan mesin lama yang belum “siap digital”. Miraswift mengatasi hal ini dengan menambahkan sensor dan modul komunikasi yang bisa dipasang tanpa perlu mengganti mesin sepenuhnya.

Dengan cara ini, pabrik bisa merasakan manfaat otomasi dan IoT tanpa investasi yang terlalu besar di awal. Sistem yang dibangun tetap bisa dikembangkan di masa depan saat perusahaan siap naik ke level berikutnya.

Kabar baiknya, otomasi dan IoT sekarang bukan hanya milik pabrik besar. Dengan partner teknologi seperti Miraswift yang menawarkan pendekatan bertahap, pabrik-pabrik di Indonesia bisa mulai dari langkah kecil yang terukur, lalu berkembang seiring hasil yang dirasakan.

Pasar Minyak Mentah Bergejolak, AS Lepas 172 Juta Barel dari Cadangan Strategis

0

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengguncang Pasar Minyak Mentah global setelah konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu lonjakan harga energi. Untuk meredam gejolak tersebut, pemerintah Amerika Serikat memutuskan melepas sebagian cadangan minyak strategisnya dalam jumlah besar guna menjaga stabilitas pasokan dan menahan tekanan harga di Pasar Minyak Mentah internasional.

Menteri Energi Amerika Serikat, Chris Wright, menyampaikan bahwa pemerintah akan melepas sekitar 172 juta barel minyak dari cadangan strategis nasional atau Strategic Petroleum Reserve (SPR). Kebijakan ini diambil sebagai langkah darurat untuk meredam kenaikan harga energi yang terjadi akibat terganggunya pasokan global sejak konflik di kawasan Timur Tengah meningkat.

Pelepasan minyak tersebut juga merupakan bagian dari keputusan bersama yang lebih luas oleh International Energy Agency (IEA). Organisasi energi internasional yang beranggotakan 32 negara tersebut sepakat melepas total sekitar 400 juta barel minyak ke pasar global guna menstabilkan kondisi Pasar Minyak Mentah yang tengah mengalami tekanan cukup besar.

Menurut Wright, distribusi minyak dari cadangan strategis Amerika Serikat dijadwalkan mulai dilakukan dalam waktu dekat dan diperkirakan berlangsung sekitar 120 hari. Selama periode tersebut, minyak akan disalurkan secara bertahap untuk menambah pasokan global yang saat ini mengalami gangguan akibat ketegangan geopolitik.

Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasokan Energi

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat bersama Israel terhadap target di Iran pada akhir Februari lalu. Konflik tersebut memicu serangan balasan dari Iran yang menargetkan Israel serta sejumlah negara di kawasan Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan pelaku industri energi global. Korps Garda Revolusi Islam Iran bahkan menyatakan kemungkinan untuk memblokir jalur pengiriman minyak dari kawasan Teluk jika serangan militer terhadap negaranya tidak dihentikan.

Ancaman tersebut menimbulkan kekhawatiran karena kawasan Teluk merupakan salah satu jalur distribusi energi paling vital bagi perdagangan minyak dunia. Jika jalur tersebut terganggu, maka dampaknya dapat memperparah ketidakstabilan Pasar Minyak Mentah sekaligus mendorong kenaikan harga energi secara signifikan di berbagai negara.

Gangguan terhadap pasokan minyak tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi global. Negara-negara yang bergantung pada impor minyak kemungkinan akan menghadapi kenaikan biaya produksi serta tekanan inflasi yang lebih besar.

Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa langkah pelepasan cadangan minyak ini bersifat sementara. Wright memastikan bahwa cadangan strategis yang dilepas akan kembali diisi secara bertahap dalam waktu sekitar satu tahun ke depan. Pemerintah bahkan telah menyiapkan rencana untuk membeli kembali lebih dari 200 juta barel minyak guna memulihkan tingkat cadangan nasional.

Penyaluran Kredit UMKM Diproyeksi Meningkat, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

0

Optimisme terhadap Penyaluran Kredit UMKM pada tahun 2026 masih cukup kuat meskipun dinamika ekonomi global dan domestik sempat memengaruhi pertumbuhan pembiayaan sektor tersebut. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan Penyaluran Kredit UMKM akan kembali meningkat dalam kisaran 7 hingga 9 persen secara tahunan. Proyeksi ini didorong oleh membaiknya keyakinan konsumen, prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap stabil, serta berbagai kebijakan yang dirancang untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa perluasan akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah akan terus menjadi fokus utama lembaganya. Menurutnya, penguatan Penyaluran Kredit UMKM tidak hanya penting bagi keberlangsungan pelaku usaha, tetapi juga menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Data OJK menunjukkan bahwa hingga Januari 2026, total kredit yang disalurkan kepada sektor UMKM mencapai sekitar Rp1.482,9 triliun atau setara dengan 17,33 persen dari total kredit perbankan nasional. Meskipun secara tahunan pertumbuhan tercatat mengalami moderasi sekitar 0,53 persen, kondisi fundamental sektor UMKM dinilai tetap berada pada jalur yang cukup sehat.

Menurut Dian, perlambatan pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari sejumlah faktor eksternal maupun domestik. Ketidakpastian ekonomi global, perubahan dinamika pasar, serta proses pemulihan sektor UMKM setelah pandemi yang berjalan lebih lambat dibandingkan sektor korporasi menjadi beberapa penyebab yang memengaruhi kinerja pembiayaan.

Regulasi Baru Dorong Akses Pembiayaan UMKM

Meski menghadapi sejumlah tantangan, prospek Penyaluran Kredit UMKM pada tahun ini tetap dipandang positif. OJK menilai meningkatnya optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan kredit di sektor usaha kecil.

Indeks Keyakinan Konsumen pada awal 2026 tercatat berada di level 127,00 persen, sementara indeks ekspektasi konsumen berada pada angka 109,75 persen. Kedua indikator tersebut menunjukkan tren peningkatan dalam satu tahun terakhir dan mencerminkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun prospeknya ke depan.

Selain itu, momentum musiman seperti perayaan Idulfitri diperkirakan turut mendorong aktivitas ekonomi pada triwulan pertama 2026. Lonjakan konsumsi rumah tangga biasanya berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan modal kerja pelaku usaha kecil. Situasi tersebut berpotensi mempercepat Penyaluran Kredit UMKM, terutama pada sektor perdagangan, makanan dan minuman, serta jasa.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat akses pembiayaan, OJK telah menerbitkan Peraturan OJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM. Aturan tersebut mengharuskan bank maupun lembaga keuangan nonbank untuk menyediakan skema pembiayaan yang lebih mudah dijangkau oleh pelaku usaha kecil.

Regulasi ini juga menekankan penerapan prinsip pembiayaan yang sederhana, cepat, tepat sasaran, serta inklusif. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan Penyaluran Kredit UMKM dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha yang sebelumnya kesulitan memperoleh akses permodalan.

OJK juga membentuk Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat dukungan terhadap sektor usaha kecil. Melalui unit tersebut, berbagai strategi pengembangan pembiayaan terus disusun, mulai dari pengembangan model bisnis pembiayaan UMKM, pemanfaatan sistem credit scoring, hingga pemetaan profil pelaku usaha secara lebih akurat.

Koordinasi dengan industri perbankan pun terus dilakukan untuk memastikan implementasi kebijakan tersebut berjalan efektif. OJK berharap langkah-langkah ini dapat memperkuat ekosistem pembiayaan sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha dalam memperoleh akses modal.

Momentum Ramadan Dimanfaatkan untuk Mendorong Konsumsi Produk Sendiri

0

Aktivitas konsumsi masyarakat yang meningkat selama bulan Ramadan menjadi salah satu penggerak penting bagi roda perekonomian nasional. Permintaan terhadap berbagai kebutuhan harian, terutama makanan, minuman, hingga pakaian menjelang Idulfitri, turut mendorong perputaran usaha mikro, kecil, dan menengah. Dalam momentum ini, pemerintah juga mendorong masyarakat untuk lebih banyak memilih Produk Sendiri sebagai bagian dari upaya memperkuat industri dalam negeri.

Sejalan dengan itu, Kementerian Perindustrian kembali menggelar Bazaar Lebaran 2026 yang berlangsung pada 10–13 Maret 2026 di Plasa Pameran Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mempermudah masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memperkenalkan berbagai Produk Sendiri hasil industri nasional kepada publik yang lebih luas.

Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian, M. Rum, menjelaskan bahwa bazaar ini bukan sekadar agenda tahunan menjelang Hari Raya. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah promosi bagi industri dalam negeri, khususnya sektor agro dan produk konsumsi yang memiliki peran besar dalam menopang perekonomian.

Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini masyarakat semakin terdorong untuk mengenal sekaligus menggunakan Produk Sendiri yang diproduksi oleh pelaku industri nasional. Dengan begitu, rantai produksi dalam negeri dapat terus bergerak dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Industri Agro Jadi Penopang Ekonomi

Sektor industri agro selama ini menjadi salah satu pilar utama industri pengolahan nasional. Pada tahun 2025, sektor ini tercatat menyumbang sekitar 52,09 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri nonmigas serta memberikan kontribusi sebesar 9 persen terhadap PDB nasional. Pertumbuhan sektor ini juga mencapai 4,95 persen sepanjang tahun tersebut.

Dari sisi perdagangan internasional, industri agro mencatatkan kinerja yang cukup kuat. Nilai ekspor sektor ini mencapai sekitar USD78,77 miliar, sementara nilai impor tercatat sebesar USD21,19 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan sektor agro menghasilkan surplus hingga USD57,58 miliar.

Selain kontribusi terhadap perdagangan, sektor ini juga memiliki peran besar dalam penyerapan tenaga kerja. Realisasi investasi industri agro pada 2025 mencapai sekitar Rp191,7 triliun dan mampu menyerap sekitar 10 juta tenaga kerja hingga Agustus 2025. Capaian ini memperlihatkan bahwa sektor agro masih menjadi salah satu bidang industri yang menarik bagi investor sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Memasuki tahun 2026, optimisme pelaku industri juga masih terlihat dari capaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang berada pada level 54,02. Angka ini menunjukkan sektor industri masih berada dalam fase ekspansi, termasuk dalam meningkatkan produksi guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.

Hilirisasi Dorong Nilai Tambah Industri

Pemerintah juga terus memperkuat struktur industri melalui program hilirisasi berbasis sumber daya alam. Strategi ini bertujuan menghubungkan sektor hulu dan hilir dalam satu ekosistem industri yang saling mendukung, sehingga mampu menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi.

Melalui pendekatan klaster industri berbasis wilayah, sejumlah komoditas unggulan seperti kakao, kelapa, dan sagu diarahkan untuk diolah menjadi berbagai produk turunan. Produk tersebut mencakup sektor pangan, farmasi, kosmetik, hingga bioenergi. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas dalam negeri secara signifikan.

Dalam sektor makanan dan minuman, pelaku industri juga telah meningkatkan kapasitas produksi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan. Tingkat utilisasi industri makanan dan minuman saat ini berada pada kisaran 70–80 persen, lebih tinggi dibandingkan kondisi normal yang biasanya sekitar 60 persen.

Melalui kegiatan Bazaar Lebaran, pemerintah berharap masyarakat semakin mengenal kualitas Produk Sendiri sekaligus menjadikannya pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dukungan terhadap Produk Sendiri dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat industri nasional sekaligus menjaga stabilitas ekonomi.

Bazaar Lebaran Kementerian Perindustrian tahun ini diikuti sekitar 80 perusahaan yang terdiri dari industri besar, menengah, serta pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Berbagai produk ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari minyak goreng, gula, roti, kopi, susu, yoghurt, cokelat, hingga makanan siap saji dan frozen food.

Selain itu, pengunjung juga dapat menemukan produk nonpangan seperti kertas, tisu, minyak atsiri, porselen, batik, kerajinan kulit, hingga busana muslim. Keberagaman produk tersebut menunjukkan potensi besar industri nasional sekaligus memperkuat kampanye penggunaan Produk Sendiri di tengah masyarakat.