Jumat, Mei 1, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 13

Jangan Asal Investasi, Ini Langkah Pertama untuk Investasi yang Lebih Aman!

0

Bagi banyak pelaku usaha, keputusan untuk mulai berinvestasi sering terasa membingungkan. Di satu sisi ingin mengembangkan aset, tapi di sisi lain masih khawatir uang bisnis terganggu. Di titik ini, memahami Langkah Pertama untuk Investasi jadi hal yang penting, terutama bagi pemilik usaha yang baru ingin mencoba.

Langkah Pertama untuk Investasi bukan soal langsung menaruh uang di instrumen tertentu, melainkan soal memastikan fondasi keuangan bisnis sudah cukup kuat. Tanpa persiapan ini, investasi justru bisa menjadi beban baru, bukan peluang.

Banyak kasus di mana bisnis yang sebenarnya sudah menghasilkan malah terganggu karena pemiliknya terlalu cepat mengalihkan dana ke investasi. Padahal, Langkah Pertama untuk Investasi seharusnya dimulai dari kondisi internal bisnis itu sendiri.

Pastikan Keuangan Bisnis Sudah Stabil

Sebelum berpikir tentang saham, emas, atau properti, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kestabilan arus kas bisnis. Apakah pemasukan sudah rutin? Apakah biaya operasional sudah terkendali?

Bisnis yang masih naik turun secara ekstrem sebaiknya fokus dulu pada stabilisasi. Investasi membutuhkan dana yang “dingin”, bukan uang yang sewaktu waktu harus dipakai untuk operasional.

Selain itu, penting juga memastikan bahwa bisnis sudah memiliki dana cadangan. Dana ini berfungsi sebagai penyangga jika terjadi kondisi tak terduga seperti penurunan penjualan atau kenaikan biaya produksi.

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah mencampur uang investasi dengan uang bisnis. Ini berbahaya karena bisa mengganggu arus kas harian.

Pemilik usaha yang bijak biasanya sudah menentukan porsi khusus untuk investasi. Misalnya dari keuntungan bersih, bukan dari omzet atau modal utama. Dengan cara ini, bisnis tetap berjalan normal tanpa tekanan.

Menentukan porsi ini juga membantu mengontrol risiko. Jika investasi mengalami penurunan, bisnis tetap aman karena tidak bergantung pada dana tersebut.

Mulai dari Instrumen yang Paling Dipahami

Salah satu prinsip penting dalam investasi adalah tidak menaruh uang pada sesuatu yang tidak dipahami. Banyak orang tergoda ikut tren tanpa benar benar mengerti cara kerjanya.

Untuk pemula, tidak masalah memulai dari instrumen yang sederhana. Misalnya emas, reksa dana, atau bahkan deposito. Yang penting adalah memahami risiko dan cara kerjanya terlebih dahulu.

Dengan pendekatan ini, proses belajar berjalan lebih aman dan terukur.

Investasi bukan soal langsung besar di awal. Justru pendekatan bertahap lebih aman, terutama bagi pemilik usaha.

Mulai dari nominal kecil memberikan ruang untuk belajar tanpa tekanan besar. Selain itu, cara ini juga membantu membangun kebiasaan investasi secara konsisten.

Seiring waktu, ketika pemahaman dan kepercayaan diri meningkat, nominal investasi bisa ditambah secara perlahan.

Evaluasi dan Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan

Banyak pemilik usaha yang terbiasa mengambil keputusan cepat di bisnis, lalu menerapkan hal yang sama dalam investasi. Padahal, investasi membutuhkan pendekatan yang lebih tenang.

Evaluasi secara berkala penting dilakukan. Lihat apakah investasi yang dipilih sesuai dengan tujuan awal. Jika tidak, lakukan penyesuaian secara bertahap, bukan reaktif.

Keputusan yang terburu buru sering kali justru menimbulkan kerugian yang sebenarnya bisa dihindari.

Pengiriman Hewan Peliharaan via KAI Meningkat Jelang Mudik Lebaran 2026

Layanan pengiriman Hewan Peliharaan via KAI mengalami lonjakan signifikan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat peningkatan permintaan melalui layanan ritel KALOG Express, seiring tingginya mobilitas masyarakat yang ingin memastikan hewan kesayangan tetap bisa ikut pulang kampung atau lebih dulu tiba di kota tujuan.

Memasuki pekan terakhir Ramadan, rata-rata pengiriman Hewan Peliharaan via KAI mencapai sekitar 523 ekor per hari. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 7 persen dibandingkan hari normal, serta meningkat sekitar 5 persen dibandingkan awal Ramadan. Tren ini mencerminkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin memperhatikan keberadaan hewan peliharaan sebagai bagian dari keluarga, terutama saat momentum mudik Lebaran.

Dari sisi rute, sejumlah kota besar masih menjadi tujuan utama pengiriman. Yogyakarta, Bandung, Purwokerto, dan Jakarta tercatat sebagai destinasi favorit. Sementara itu, wilayah Jawa Timur seperti Tulungagung, Blitar, dan Jombang mendominasi sebagai titik asal pengiriman Hewan Peliharaan via KAI. Pergerakan ini menunjukkan tingginya aktivitas pengiriman dari daerah menuju kota-kota tujuan utama di Pulau Jawa.

Jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun sebelumnya, lonjakan tahun ini terbilang cukup tajam. Pada angkutan Lebaran 2025, total pengiriman tercatat sebanyak 5.492 hewan dengan rata-rata sekitar 250 ekor per hari. Namun pada Ramadan tahun ini, angka rata-rata harian sudah menembus lebih dari 500 ekor. Artinya, layanan Hewan Peliharaan via KAI kini mencatat peningkatan lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Standar Layanan dan Keamanan Hewan Jadi Prioritas

KAI Logistik menegaskan bahwa peningkatan volume pengiriman tidak mengurangi standar pelayanan. Setiap pengiriman Hewan Peliharaan via KAI dilakukan dengan prosedur khusus yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan hewan selama perjalanan. Pihak perusahaan menerapkan prinsip animal welfare, mulai dari pemeriksaan kondisi awal hingga pengawasan selama proses pengiriman berlangsung.

Prosedur tersebut meliputi pengecekan kesehatan hewan, verifikasi kandang sesuai standar, hingga penempatan di area dengan sirkulasi udara yang baik. Selain itu, setiap kandang diberi label khusus “Live Animal” agar penanganan dilakukan lebih hati-hati oleh petugas di lapangan.

Di sisi lain, pemilik hewan juga diimbau untuk melakukan persiapan sebelum pengiriman. Hewan disarankan diberi makan sekitar dua hingga empat jam sebelum keberangkatan, serta dilengkapi wadah makan dan minum yang aman di dalam kandang. Selama perjalanan, posisi kandang dijaga agar tidak tertumpuk barang lain dan tetap memiliki ventilasi yang memadai.

Jenis hewan yang dapat dikirim cukup beragam, mulai dari kucing, anjing, kelinci, burung, hamster, hingga ikan hias. Estimasi waktu pengiriman umumnya sekitar satu hari, menyesuaikan jadwal perjalanan kereta api. Sementara biaya pengiriman berkisar antara Rp100.000 hingga Rp250.000, tergantung ukuran hewan dan kandang yang digunakan.

Pariwisata Tetap Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Tekanan Global

0

Sektor pariwisata kembali menunjukkan perannya sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi yang solid bagi Indonesia sepanjang 2025. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat mencapai Rp945,7 triliun atau sekitar 3,97%. Angka tersebut didorong oleh peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara yang menembus 15,39 juta orang, tumbuh 10,7% secara tahunan. Di sisi lain, sektor ini juga menyumbang devisa hingga USD18,91 miliar serta menopang kehidupan sekitar 25,91 juta tenaga kerja.

Namun, status pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi kini menghadapi ujian serius akibat dinamika global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah. Gejolak tersebut berdampak langsung pada konektivitas penerbangan internasional. Kementerian Pariwisata memperkirakan potensi kehilangan sekitar 5.500 wisatawan mancanegara, dengan risiko kerugian devisa mencapai Rp184,8 miliar per hari apabila tidak segera diantisipasi.

Data dari InJourney Airports menunjukkan adanya gangguan pada sembilan rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Ngurah Rai dalam periode akhir Februari hingga 10 Maret 2026. Gangguan tersebut berdampak pada lebih dari 47 ribu penumpang. Situasi semakin menantang dengan lonjakan harga avtur yang turut menekan biaya operasional maskapai.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah menilai perlunya langkah cepat untuk menjaga stabilitas sektor ini sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan pentingnya reformasi kebijakan guna memperkuat daya tahan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan daya saing global.

Strategi Menjaga Daya Saing Pariwisata

Salah satu langkah strategis yang didorong adalah perluasan kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK). Berdasarkan kajian World Travel and Tourism Council, kebijakan ini terbukti efektif meningkatkan kunjungan wisatawan hingga 15% per tahun sejak pertama kali diterapkan pada 2015. Selain itu, kebijakan tersebut juga berkontribusi pada penciptaan sekitar 400 ribu lapangan kerja baru. Saat ini, pemerintah telah mengidentifikasi 20 negara potensial untuk memperluas kebijakan tersebut sebagai respons terhadap situasi global.

Di tengah ketidakpastian global, pasar domestik juga dipandang sebagai penopang utama. Momentum libur Lebaran dimanfaatkan melalui konsep micro-tourism, yakni pengembangan destinasi jarak dekat dengan pengalaman wisata yang lebih mendalam. Pemerintah turut memberikan stimulus berupa diskon transportasi serta kebijakan Work From Anywhere guna mendorong mobilitas wisatawan dalam negeri.

Peluang Baru di Tengah Tantangan Global

Selain penguatan pasar domestik, pemerintah juga membuka peluang melalui negosiasi rute internasional baru serta penguatan citra Indonesia sebagai destinasi yang aman dan stabil. Promosi destinasi bagi digital nomad menjadi salah satu fokus, terutama di kawasan seperti Jakarta, Kepulauan Riau, dan KEK Kura-Kura Bali yang dinilai memiliki infrastruktur memadai untuk mendukung ekosistem kerja berbasis teknologi.

Di tengah fluktuasi nilai tukar, terdapat peluang tersendiri untuk menarik wisatawan asing. Nilai tukar yang kompetitif membuat Indonesia menjadi destinasi dengan value for money yang tinggi. Hal ini menjadi celah untuk memperkuat positioning Indonesia sebagai destinasi premium dengan harga yang relatif terjangkau.

Dengan berbagai strategi tersebut, pemerintah berharap sektor pariwisata tetap mampu bertahan dan terus berkembang sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi yang berkelanjutan, meskipun dihadapkan pada tekanan global yang tidak menentu.

5 Kebiasaan Sederhana Pemilik Usaha yang Membuat Bisnis Tidak Mudah Boncos

0

Banyak orang mengira kesehatan keuangan bisnis hanya ditentukan oleh seberapa besar omzet yang dihasilkan. Padahal kenyataannya tidak selalu begitu. Ada banyak usaha dengan penjualan besar tetapi tetap mengalami masalah keuangan. Di sisi lain, ada juga bisnis yang tumbuh stabil karena pemiliknya memiliki Kebiasaan Sederhana Pemilik Usaha yang konsisten dalam mengelola uang.

Sering kali perbedaan antara bisnis yang sehat dan yang mudah goyah bukan terletak pada besar kecilnya modal, tetapi pada kebiasaan sehari hari pemiliknya. Kebiasaan Sederhana Pemilik Usaha seperti disiplin mencatat pengeluaran atau memisahkan uang bisnis dari uang pribadi bisa memberikan dampak besar dalam jangka panjang.

Hal menariknya, kebiasaan ini tidak selalu rumit. Justru banyak kebiasaan kecil yang terlihat sederhana tetapi memiliki efek besar terhadap kestabilan finansial usaha. Ketika Kebiasaan Sederhana Pemilik Usaha dilakukan secara konsisten, bisnis menjadi lebih mudah dikontrol dan risiko keuangan bisa ditekan.

1. Memisahkan Keuangan Bisnis dan Pribadi

Ini adalah kebiasaan dasar yang sering diremehkan oleh banyak pemilik usaha kecil. Ketika uang bisnis dan uang pribadi bercampur dalam satu rekening, entrepreneur akan kesulitan mengetahui berapa sebenarnya keuntungan yang dihasilkan.

Dengan memisahkan keduanya, aliran uang menjadi lebih jelas. Pemilik usaha bisa melihat dengan lebih mudah berapa pemasukan bisnis, berapa biaya operasional, dan berapa keuntungan yang benar benar bisa digunakan.

2. Rutin Mencatat Setiap Pemasukan dan Pengeluaran

Banyak pelaku usaha merasa pencatatan keuangan hanya penting untuk perusahaan besar. Padahal justru usaha kecil sangat membutuhkan catatan yang rapi agar kondisi keuangan bisa dipantau dengan baik.

Pencatatan tidak harus menggunakan sistem yang rumit. Buku catatan sederhana atau aplikasi keuangan sudah cukup membantu untuk memantau setiap transaksi yang terjadi dalam bisnis.

3. Mengontrol Pengeluaran Operasional

Ketika bisnis mulai berjalan lancar, sering muncul keinginan untuk menambah berbagai pengeluaran. Misalnya membeli peralatan baru, memperluas tempat usaha, atau menambah fasilitas yang sebenarnya belum terlalu dibutuhkan.

Pemilik usaha yang memiliki Kebiasaan Sederhana biasanya lebih berhati hati dalam mengeluarkan uang. Mereka akan mempertimbangkan apakah pengeluaran tersebut benar benar membantu meningkatkan bisnis atau tidak.

4. Menyisihkan Dana Cadangan Bisnis

Banyak bisnis yang mengalami kesulitan bukan karena tidak menghasilkan uang, tetapi karena tidak memiliki cadangan ketika kondisi pasar berubah. Penjualan bisa saja turun pada periode tertentu, dan tanpa dana cadangan bisnis akan mudah terguncang.

Karena itu, menyisihkan sebagian keuntungan sebagai dana cadangan merupakan salah satu kebiasaan yang sangat penting bagi pemilik usaha.

5. Rutin Mengevaluasi Kondisi Keuangan Bisnis

Kebiasaan terakhir yang tidak kalah penting adalah melakukan evaluasi secara berkala. Pemilik usaha yang disiplin biasanya selalu mengecek kondisi keuangan bisnis setiap bulan.

Evaluasi ini membantu melihat apakah keuntungan meningkat, apakah biaya operasional terlalu besar, atau apakah ada pengeluaran yang sebenarnya bisa ditekan.

Banyak bisnis yang gagal bukan karena ide usahanya buruk, tetapi karena pengelolaan keuangan yang kurang rapi. Dengan menerapkan Kebiasaan Sederhana entrepreneur secara konsisten, peluang bisnis untuk bertahan dan berkembang tentu akan jauh lebih besar.

Hal paling penting adalah memulai dari hal kecil. Kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari sering kali memberikan dampak yang jauh lebih besar dibanding strategi besar yang hanya dijalankan sesekali.

Laporan Penipuan Belanja Online Bertambah, Regulasi E-Commerce Akan Ditinjau Ulang

0

Pemerintah tengah menyiapkan langkah baru untuk memperkuat pengawasan transaksi digital di Indonesia. Salah satu fokus yang menjadi perhatian adalah maraknya Penipuan Belanja Online yang dilaporkan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mengevaluasi kembali aturan perdagangan melalui sistem elektronik agar perlindungan konsumen dapat berjalan lebih efektif.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa meningkatnya kasus Penipuan Belanja Online menjadi salah satu alasan utama pemerintah meninjau ulang regulasi e-commerce yang saat ini berlaku. Evaluasi tersebut bertujuan memastikan mekanisme pengawasan transaksi digital mampu mengikuti perkembangan aktivitas jual beli di platform online yang terus meningkat.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi saat melakukan kunjungan ke Pasar Rawasari, Jakarta, pada Senin. Dalam kesempatan itu, ia menanggapi berbagai laporan masyarakat mengenai praktik Penipuan Belanja Online yang terjadi melalui media sosial maupun platform digital lainnya.

Menurutnya, sejumlah modus penipuan kini semakin beragam. Salah satu yang kerap dilaporkan adalah penggunaan akun media sosial yang tampak resmi atau telah memiliki tanda verifikasi, namun ternyata digunakan untuk menipu pembeli. Dalam beberapa kasus, pembeli telah melakukan pembayaran, tetapi barang yang dijanjikan tidak pernah dikirimkan.

Budi menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi persoalan tersebut. Kementerian Perdagangan saat ini sedang melakukan pembenahan terhadap aturan perdagangan digital, termasuk melalui evaluasi terhadap Peraturan Menteri Perdagangan yang mengatur aktivitas e-commerce.

Ia menjelaskan bahwa proses evaluasi dilakukan bersama berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga terkait hingga pelaku usaha di sektor perdagangan digital. Tujuannya adalah menciptakan aturan yang lebih relevan dengan dinamika transaksi online sekaligus menekan potensi Penipuan Belanja Online yang merugikan konsumen.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Transaksi Digital

Selain meninjau ulang regulasi, pemerintah juga meningkatkan pengawasan terhadap praktik perdagangan melalui internet. Upaya tersebut dilakukan melalui Direktorat Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) di bawah Kementerian Perdagangan.

Budi menjelaskan bahwa berbagai laporan masyarakat terkait dugaan penipuan terus ditindaklanjuti oleh tim pengawas. Aduan dari masyarakat menjadi salah satu sumber informasi penting untuk mengidentifikasi pola penipuan yang terjadi di ruang digital.

Langkah pengawasan ini dinilai penting karena aktivitas perdagangan digital di Indonesia berkembang sangat cepat. Jika tidak diimbangi dengan sistem pengawasan yang memadai, potensi Penipuan Belanja Online dapat semakin meningkat dan merugikan lebih banyak konsumen.

Saat ini, aturan mengenai perdagangan melalui sistem elektronik telah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023. Regulasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari perizinan usaha, pengaturan iklan digital, pembinaan pelaku usaha, hingga mekanisme pengawasan terhadap aktivitas e-commerce.

Namun demikian, pemerintah menilai aturan tersebut masih perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan pola transaksi masyarakat. Oleh karena itu, proses evaluasi dilakukan untuk memperkuat perlindungan konsumen sekaligus menciptakan ekosistem perdagangan digital yang lebih sehat.

Ekonomi Bergerak Aktif, Penerimaan Pajak Tumbuh Lebih dari 30 Persen

0

Pemerintah melaporkan perkembangan positif pada kinerja Penerimaan Pajak nasional hingga akhir Februari 2026. Pertumbuhan yang signifikan ini mencerminkan aktivitas ekonomi domestik yang masih berjalan kuat, terutama didorong oleh meningkatnya transaksi masyarakat di berbagai sektor usaha.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam pemaparan APBN KiTa menjelaskan bahwa Penerimaan Pajak secara neto menunjukkan kenaikan cukup tinggi, yakni mencapai 30,4 persen secara tahunan (year on year). Hingga 28 Februari 2026, realisasi Penerimaan Pajak telah mencapai Rp245,1 triliun.

Menurut Suahasil, lonjakan penerimaan terutama berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Kedua jenis pajak tersebut bahkan mencatat pertumbuhan hingga 97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan penerimaan dari PPN dan PPnBM menjadi indikator kuat bahwa aktivitas transaksi ekonomi masih berlangsung aktif. Pajak tersebut pada dasarnya hanya muncul ketika terjadi kegiatan jual beli di masyarakat.

“PPN dan PPnBM dibayarkan ketika ada transaksi. Ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergerak,” ujar Suahasil dalam pemaparannya di Kementerian Keuangan, Jakarta.

Kontribusi terbesar terhadap Penerimaan Pajak masih berasal dari sejumlah sektor utama perekonomian nasional. Industri pengolahan, perdagangan, sektor jasa keuangan dan asuransi, serta pertambangan tercatat menjadi penyumbang dominan dengan porsi sekitar 74 persen dari total penerimaan pajak.

Belanja Negara Digenjot untuk Dorong Ekonomi

Seiring meningkatnya Penerimaan Pajak, pemerintah juga mempercepat realisasi belanja negara untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026. Hingga akhir Februari, realisasi belanja negara telah mencapai Rp493,8 triliun atau tumbuh sekitar 41,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Salah satu program yang berkontribusi terhadap peningkatan belanja adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut telah menjangkau sekitar 61,6 juta penerima manfaat hingga awal Maret 2026.

Jumlah penerima tersebut terdiri dari sekitar 50 juta siswa serta 10,5 juta kelompok non-siswa seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan lanjut usia. Total anggaran yang telah terserap untuk program ini mencapai Rp44 triliun.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur negara. Hingga 10 Maret 2026, pembayaran THR bagi ASN, TNI, dan Polri telah terealisasi sebesar Rp24,7 triliun atau sekitar 45 persen dari total anggaran yang disiapkan sebesar Rp55 triliun.

Pemerintah mendorong kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk segera menuntaskan pembayaran tersebut sebelum Idulfitri.

Pemerintah Antisipasi Risiko Global dan Perkuat Pengawasan

Di sisi lain, pemerintah tetap mencermati dinamika global, terutama terkait fluktuasi harga minyak mentah dunia. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah sempat mendorong harga minyak mentah Indonesia (ICP) melewati angka US$100 per barel sebelum kembali bergerak fluktuatif.

Suahasil menegaskan bahwa APBN tetap difungsikan sebagai penyangga stabilitas ekonomi melalui berbagai instrumen kebijakan, termasuk subsidi dan kompensasi energi untuk menjaga daya beli masyarakat.

Sementara itu, dari sektor kepabeanan dan cukai, pemerintah juga meningkatkan pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal. Sepanjang 2026, jumlah penindakan meningkat dari 1.993 kasus pada tahun sebelumnya menjadi 2.872 kasus.

Jumlah rokok ilegal yang berhasil disita pun meningkat tajam hingga mencapai 369 juta batang.

Kalau Bisnis Sudah Mulai Untung, Apa yang Harus Dilakukan dengan Uangnya?

0

Saat sebuah Bisnis Mulai Untung, banyak pemilik usaha merasa berada di titik yang menyenangkan sekaligus membingungkan. Setelah sekian lama berjuang menghadapi modal terbatas, pemasaran yang belum stabil, hingga arus kas yang sering ketat, akhirnya bisnis mulai menghasilkan keuntungan. Namun di fase ini justru muncul pertanyaan baru: uangnya sebaiknya diapakan?

Tidak sedikit pelaku usaha yang langsung menggunakan keuntungan untuk keperluan pribadi. Ada juga yang langsung memperbesar bisnis tanpa perhitungan yang matang. Padahal ketika Bisnis Mulai Untung, cara mengelola keuntungan justru menjadi salah satu penentu apakah usaha tersebut bisa berkembang atau malah kembali stagnan.

Keuntungan bisnis seharusnya tidak hanya dilihat sebagai hasil kerja keras, tetapi juga sebagai bahan bakar untuk pertumbuhan berikutnya. Dengan pengelolaan yang tepat, fase Bisnis Mulai Untung bisa menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi usaha.

Mengatur Keuntungan Agar Bisnis Tetap Sehat

Langkah pertama yang sering disarankan adalah memisahkan uang bisnis dan uang pribadi. Banyak usaha kecil mengalami masalah karena pemiliknya mencampur kedua hal tersebut. Ketika keuntungan mulai terlihat, uang sering langsung dipakai untuk kebutuhan sehari hari tanpa pencatatan yang jelas.

Dengan pemisahan yang rapi, pemilik usaha bisa melihat secara lebih jelas berapa sebenarnya laba yang dihasilkan setiap bulan. Hal ini penting untuk menentukan strategi bisnis selanjutnya.

Langkah berikutnya adalah membangun dana cadangan bisnis. Banyak orang berpikir dana darurat hanya berlaku untuk keuangan pribadi. Padahal bisnis juga membutuhkan cadangan dana untuk menghadapi situasi tidak terduga seperti penurunan penjualan, gangguan operasional, atau perubahan pasar.

Sebagian keuntungan juga bisa dialokasikan untuk meningkatkan kualitas produk atau layanan. Misalnya dengan memperbaiki kemasan, meningkatkan kualitas bahan baku, atau memperbaiki sistem pelayanan. Hal-hal kecil seperti ini sering memberikan dampak besar terhadap kepuasan pelanggan.

Menggunakan Keuntungan untuk Pertumbuhan Usaha

Setelah fondasi keuangan bisnis lebih stabil, langkah berikutnya adalah memikirkan bagaimana keuntungan tersebut dapat membantu bisnis berkembang.

Salah satu cara paling umum adalah menginvestasikan kembali sebagian laba ke dalam bisnis. Contohnya dengan menambah stok produk, memperluas pemasaran digital, atau meningkatkan kapasitas produksi. Strategi ini sering disebut sebagai reinvestasi.

Namun reinvestasi tidak selalu harus dalam bentuk ekspansi besar. Kadang yang lebih penting adalah memperkuat sistem bisnis. Misalnya membuat sistem pencatatan keuangan yang lebih rapi, membangun website bisnis, atau memperbaiki strategi pemasaran.

Selain itu, sebagian keuntungan juga bisa dialokasikan untuk pengembangan diri pemilik usaha. Mengikuti pelatihan bisnis, belajar strategi pemasaran digital, atau mempelajari manajemen keuangan bisa memberikan dampak yang sangat besar dalam jangka panjang.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah mulai memikirkan investasi di luar bisnis. Ketika Bisnis Mulai Untung, ada baiknya pemilik usaha tidak hanya bergantung pada satu sumber penghasilan. Menyisihkan sebagian keuntungan untuk investasi jangka panjang dapat membantu menciptakan kestabilan finansial.

OJK Ingatkan Debitur Bank Soal Risiko Pidana dalam Penyalahgunaan Kredit

0

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengingatkan bahwa Debitur Bank yang terbukti melakukan pelanggaran hukum di sektor perbankan dapat dikenai sanksi pidana. Peringatan ini disampaikan menyusul putusan pengadilan terhadap kasus pidana perbankan yang melibatkan Debitur Bank pada PT BPR Duta Niaga Pontianak.

Kasus tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana penyalahgunaan fasilitas kredit dapat berujung pada proses hukum. Putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap dibacakan oleh Pengadilan Negeri Pontianak pada 6 Februari 2026 setelah melalui rangkaian proses hukum yang panjang.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, menjelaskan bahwa perkara ini bermula dari hasil pengawasan yang dilakukan oleh OJK terhadap aktivitas perbankan. Dari pengawasan tersebut, ditemukan sejumlah indikasi pelanggaran yang kemudian ditindaklanjuti melalui pemeriksaan khusus hingga tahap penyidikan.

Dalam proses tersebut, aparat penegak hukum menemukan bahwa Debitur Bank diduga sengaja melakukan tindakan yang membantu anggota direksi melakukan manipulasi pencatatan dalam pembukuan bank. Praktik tersebut meliputi pemalsuan dokumen transaksi, laporan kegiatan usaha, hingga pencatatan rekening yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Selain manipulasi administrasi, para pelaku juga diketahui menerima fasilitas kredit yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku di industri perbankan. Kondisi ini dinilai berpotensi merugikan stabilitas lembaga keuangan serta menimbulkan risiko bagi sistem perbankan secara keseluruhan.

Atas tindakan tersebut, para pelaku dijerat dengan ketentuan pidana yang diatur dalam Pasal 49 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Regulasi ini mengatur sanksi bagi pihak yang terbukti melakukan pelanggaran serius dalam kegiatan perbankan.

Vonis Pengadilan terhadap Debitur Bank

Dalam putusan pengadilan yang dibacakan pada Februari 2026, dua Debitur Bank dinyatakan bersalah atas keterlibatan mereka dalam perkara tersebut.

Berdasarkan Putusan Nomor 450/Pid.Sus/2025/PN Ptk, terdakwa berinisial AS dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun serta denda sebesar Rp250 juta. Sementara itu, terdakwa HS dalam perkara terpisah yang tercatat pada Putusan Nomor 449/Pid.Sus/2025/PN Ptk juga dijatuhi hukuman penjara satu tahun dengan denda yang lebih besar, yakni Rp400 juta.

Vonis ini menunjukkan bahwa Debitur Bank yang terlibat dalam penyalahgunaan fasilitas kredit tidak hanya menghadapi konsekuensi administratif, tetapi juga dapat dijatuhi hukuman pidana oleh pengadilan.

Pejabat Bank Juga Terjerat Kasus

Dalam perkara yang sama, sejumlah pejabat bank juga dinyatakan bersalah karena turut terlibat dalam praktik yang melanggar hukum. Direktur Utama BPR Duta Niaga Pontianak berinisial ZB dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun serta denda sebesar Rp600 juta.

Sementara itu, Direktur Operasional berinisial DD dijatuhi hukuman penjara tiga tahun enam bulan dengan denda sebesar Rp600 juta. Hukuman tersebut menegaskan bahwa pelanggaran di sektor perbankan dapat melibatkan berbagai pihak, baik dari internal bank maupun nasabah penerima kredit.

OJK menilai penegakan hukum dalam kasus ini merupakan langkah penting untuk menjaga integritas industri perbankan. Selain itu, tindakan tegas terhadap Debitur Bank yang menyalahgunakan fasilitas kredit diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

Simak Jam Operasional Bank Saat Lebaran 2026, Sejumlah Bank Buka Layanan Terbatas!

0

Menjelang Idulfitri 2026, informasi mengenai jam operasional bank saat Lebaran menjadi perhatian banyak masyarakat. Pada periode libur panjang tersebut, aktivitas keuangan biasanya meningkat, mulai dari penarikan tunai, transfer dana, hingga berbagai kebutuhan transaksi lainnya. Karena itu, sejumlah bank menyesuaikan jam operasional bank saat Lebaran dengan membuka layanan terbatas agar kebutuhan nasabah tetap dapat terpenuhi.

Meski layanan digital dan mesin ATM tetap tersedia selama libur hari raya, sebagian nasabah masih membutuhkan layanan langsung di kantor cabang. Oleh sebab itu, beberapa bank nasional memutuskan untuk tetap membuka kantor cabang tertentu dengan jadwal operasional terbatas selama masa libur Lebaran.

Salah satu bank yang telah mengumumkan jadwal operasionalnya adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI). Bank ini akan membuka layanan terbatas pada tanggal 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026. Layanan tersebut tersedia di 186 unit kerja yang terdiri dari kantor cabang pembantu serta kantor kas.

Dalam periode tersebut, jam operasional bank saat Lebaran di unit layanan BRI dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 waktu setempat. Melalui skema ini, BRI berharap nasabah tetap dapat melakukan berbagai transaksi penting tanpa harus menunggu hingga seluruh kantor cabang kembali beroperasi normal.

Sementara itu, Bank Mandiri hingga kini belum memberikan pengumuman resmi terkait jadwal operasional cabangnya selama libur Lebaran. Namun, untuk jaringan Bank Mandiri Taspen, seluruh kantor cabang diketahui tidak beroperasi pada periode 18 hingga 24 Maret 2026.

Layanan perbankan Bank Mandiri Taspen dijadwalkan kembali berjalan normal mulai 25 Maret 2026 dengan waktu operasional pukul 08.00 sampai 15.00 waktu setempat. Kebijakan ini menjadi bagian dari penyesuaian jam operasional bank saat Lebaran yang dilakukan untuk menyesuaikan dengan jadwal libur nasional.

Sejumlah Bank Tetap Buka Layanan Terbatas

Selain BRI, beberapa bank lain juga menyiapkan layanan operasional terbatas selama periode Lebaran. Bank Negara Indonesia (BNI), misalnya, menyiapkan sejumlah outlet yang tetap melayani nasabah pada tanggal tertentu.

BNI akan membuka 23 outlet pada 20 Maret 2026 dan menambah jumlahnya menjadi 32 outlet pada 23 Maret 2026. Untuk layanan ini, jam operasional bank saat Lebaran di BNI berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 waktu setempat.

Sementara itu, Bank Central Asia (BCA) mengambil kebijakan berbeda. Seluruh cabang BCA diketahui tidak beroperasi pada 19 dan 23 Maret 2026. Namun pada 20 Maret 2026, beberapa kantor cabang tetap dibuka secara terbatas untuk melayani transaksi bisnis tertentu, khususnya layanan B2B yang berkaitan dengan Pertamina.

Beberapa kantor cabang BCA yang tetap beroperasi pada tanggal tersebut antara lain berada di Bandung, Galaxy, Madiun, Matraman, Palembang, dan Semarang.

Layanan Perbankan Syariah Juga Tetap Dibuka

Selain bank konvensional, bank syariah juga menyiapkan layanan khusus selama libur Lebaran. Bank Syariah Indonesia (BSI) menyediakan layanan operasional terbatas di 162 kantor cabang yang tersebar di berbagai wilayah dengan tingkat kebutuhan transaksi yang tinggi.

Layanan BSI tersebut akan berlangsung dalam rentang waktu 14 hingga 24 Maret 2026. Penyesuaian jam buka bank saat Lebaran ini diharapkan mampu membantu nasabah yang masih membutuhkan transaksi langsung di kantor cabang selama masa libur Idulfitri.

Dengan berbagai penyesuaian tersebut, perbankan berupaya menjaga layanan kepada masyarakat tetap berjalan meskipun berada dalam periode libur panjang. Keberadaan layanan terbatas ini juga diharapkan dapat membantu masyarakat mengatur kebutuhan transaksi keuangan selama perayaan Lebaran berlangsung.

Isu Kenaikan Harga Daging Sapi Ditindak, Operasi Pasar Digenjot Hingga Lebaran

0

Pemerintah bergerak cepat merespons isu Kenaikan Harga Daging Sapi yang sempat muncul di tingkat distributor menjelang Idulfitri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga tetap stabil selama Ramadan hingga Lebaran, mengingat daging sapi menjadi salah satu komoditas yang permintaannya meningkat pada periode tersebut.

Masalah Kenaikan Harga Daging Sapi bermula dari keputusan sepihak salah satu distributor yang menaikkan harga daging sapi karkas hingga sekitar Rp110.000 per kilogram. Kebijakan tersebut langsung mendapat perhatian pemerintah karena berpotensi memicu lonjakan harga di tingkat pasar.

Setelah dilakukan koordinasi antara pemerintah dan pihak pengelola rumah potong hewan, harga akhirnya diturunkan kembali. Pengelola RPH Sinar Mulya Tengki memastikan harga daging sapi karkas di tingkat distributor kini kembali berada di kisaran Rp107.000 per kilogram hingga mendekati Idulfitri.

Pengelola RPH tersebut, Ibnu Abbas, menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan teguran kepada mitra distributor yang menaikkan harga secara sepihak. Menurutnya, langkah tersebut diambil agar tidak terjadi gangguan pasokan maupun lonjakan harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

Ia menegaskan bahwa distributor yang bersangkutan telah diminta menyesuaikan harga sesuai arahan pemerintah. Selain itu, pihak pengelola juga akan melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan tidak terjadi lagi Kenaikan Harga Daging Sapi hingga masa Lebaran berakhir.

Pemerintah Perketat Pengawasan Harga di Rantai Distribusi

Sementara itu, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan dari Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa pelaku usaha di sektor pangan tidak diperkenankan menaikkan harga secara sepihak selama periode Ramadan hingga Idulfitri.

Menurutnya, pemerintah telah menetapkan acuan harga di berbagai rantai distribusi, mulai dari peternak, feedloter, rumah potong hewan, hingga pedagang pengecer. Kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pangan dengan harga yang wajar.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelaku usaha yang melanggar ketentuan tersebut. Pengawasan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya spekulasi pasar yang dapat memicu Kenaikan Harga Daging Sapi secara tidak terkendali.

Selain memperketat pengawasan, pemerintah juga menggencarkan program stabilisasi harga melalui operasi pasar. Upaya ini dilakukan bekerja sama dengan sejumlah badan usaha milik negara di sektor pangan.

Operasi Pasar Digencarkan untuk Menjaga Stabilitas Harga

Dua perusahaan pelat merah yang dilibatkan dalam program tersebut adalah PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan PT Berdikari. Kedua perusahaan tersebut ditugaskan untuk memperluas distribusi daging sapi dan kerbau dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Melalui operasi pasar ini, pemerintah berharap pasokan daging tetap tersedia dalam jumlah cukup sekaligus menahan potensi Kenaikan Harga Daging Sapi di tingkat konsumen.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan pemerintah, harga daging sapi secara nasional selama Ramadan masih tergolong stabil. Data menunjukkan bahwa sebelum Ramadan, harga daging sapi sempat mencapai sekitar Rp143.048 per kilogram pada pertengahan Februari.

Namun, memasuki Maret 2026, harga mulai menunjukkan tren penurunan. Per 11 Maret, harga rata-rata tercatat turun sekitar 1,64 persen menjadi Rp140.698 per kilogram.

Data dari Badan Pusat Statistik juga menunjukkan bahwa jumlah daerah yang mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging sapi meningkat pada awal Maret. Tercatat sebanyak 48 kabupaten dan kota mengalami penurunan IPH komoditas tersebut.

Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dalam satu bulan terakhir. Sebagai perbandingan, pada pekan kedua hingga keempat Februari, daerah yang mengalami penurunan IPH masing-masing hanya berkisar antara 19 hingga 25 wilayah.