Minggu, Agustus 30, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 13

Mau Jualan Online tapi Gaptek? Mulai dari Modal Dasar Usaha Online Ini

0

Banyak orang mengira memulai bisnis digital membutuhkan kemampuan teknologi yang rumit. Padahal, Modal Dasar Usaha Online bukanlah harus bisa membuat website atau menguasai coding. Di Berempat.com, kami melihat semakin banyak pelaku UMKM yang berhasil membangun usaha hanya dengan memanfaatkan smartphone, koneksi internet, dan kemauan untuk belajar langkah demi langkah. Artinya, siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk memulai, termasuk mereka yang belum terbiasa menggunakan berbagai aplikasi digital.

Perkembangan ekonomi digital di Indonesia juga menjadi peluang yang sayang untuk dilewatkan. Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA 2024 memperkirakan Indonesia tetap menjadi pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Sementara itu, DataReportal Digital 2025 Indonesia mencatat masyarakat Indonesia menghabiskan rata-rata lebih dari 7 jam per hari mengakses internet. Kebiasaan tersebut membuat semakin banyak konsumen mencari produk melalui marketplace maupun media sosial.

Kabar baiknya, membangun usaha online saat ini jauh lebih mudah dibanding beberapa tahun lalu. Berbagai platform telah menyediakan fitur yang memudahkan pelaku usaha mengunggah produk, menerima pembayaran, hingga mengatur pengiriman tanpa memerlukan keahlian teknis yang kompleks.

Modal Dasar Usaha Online Dimulai dari Hal Sederhana

Sebelum memikirkan strategi pemasaran yang rumit, fokuslah pada fondasi usaha terlebih dahulu.

Banyak calon pelaku usaha gagal memulai karena merasa semuanya harus sempurna sejak awal. Padahal, yang terpenting adalah memiliki sistem sederhana yang bisa langsung dijalankan.

  • Tentukan Produk yang Akan Dijual

Langkah pertama tentu memilih produk.

Tidak harus membuat produk sendiri. Banyak orang memulai dengan menjadi reseller, dropshipper, atau menjual produk UMKM di sekitarnya.

Pilih produk yang benar-benar dipahami sehingga lebih mudah menjelaskan manfaatnya kepada calon pembeli.

  • Buat Akun Khusus untuk Berjualan

Pisahkan akun pribadi dengan akun bisnis.

Gunakan nama toko yang mudah diingat, foto profil yang jelas, serta lengkapi deskripsi usaha.

Jika memungkinkan, manfaatkan akun bisnis di media sosial atau marketplace agar memperoleh akses terhadap fitur promosi dan statistik penjualan.

Menurut laporan Meta, akun bisnis yang memiliki profil lengkap cenderung lebih dipercaya dibanding akun yang minim informasi.

Siapkan Tampilan Produk yang Menarik

Calon pembeli tidak bisa memegang produk secara langsung ketika berbelanja online.

Karena itu, foto menjadi salah satu faktor penting.

Kabar baiknya, tidak perlu kamera mahal.

Gunakan pencahayaan alami di dekat jendela, latar belakang yang bersih, dan ambil foto dari beberapa sudut.

Tambahkan foto detail agar pembeli memahami ukuran, warna, maupun kualitas produk.

Selain foto, tuliskan deskripsi yang informatif.

Hindari hanya menulis “bagus” atau “berkualitas”. Jelaskan manfaat, ukuran, bahan, cara penggunaan, atau informasi lain yang memang dibutuhkan pelanggan.

Modal Dasar Usaha Online Juga Meliputi Sistem Pembayaran

Salah satu hal yang sering membuat pemula bingung adalah menerima pembayaran.

Padahal, saat ini pilihannya cukup banyak.

Pelaku usaha dapat menyediakan transfer bank, dompet digital, maupun pembayaran melalui marketplace yang sudah dilengkapi sistem pembayaran otomatis.

Menurut Bank Indonesia, nilai transaksi uang elektronik terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang terbiasa menggunakan pembayaran digital sehingga pelaku usaha sebaiknya menyediakan beberapa opsi pembayaran agar lebih memudahkan pelanggan.

Selain itu, pastikan selalu memberikan konfirmasi setelah pembayaran diterima agar pembeli merasa lebih tenang.

Jangan Lupa Menentukan Cara Pengiriman

Langkah berikutnya adalah memilih jasa pengiriman yang sesuai.

Jika berjualan melalui marketplace, biasanya pilihan ekspedisi sudah tersedia secara otomatis.

Namun apabila menjual melalui media sosial atau aplikasi pesan, informasikan sejak awal mengenai ongkos kirim, estimasi waktu pengiriman, dan jadwal pengemasan.

Komunikasi yang jelas akan membantu mengurangi pertanyaan berulang dari pelanggan.

Bangun Kepercayaan Secara Bertahap

Banyak orang menganggap usaha online harus langsung mendapatkan ratusan pesanan.

Padahal, membangun kepercayaan pelanggan merupakan proses yang membutuhkan waktu.

Mulailah dengan melayani pembeli pertama sebaik mungkin, meminta ulasan setelah transaksi selesai, dan menjaga komunikasi secara sopan.

Menurut survei BrightLocal Local Consumer Review Survey, sekitar 98% konsumen membaca ulasan sebelum memutuskan menggunakan produk atau layanan. Artinya, testimoni pelanggan menjadi aset penting yang dapat membantu meningkatkan penjualan berikutnya.

Peredaran Kosmetik Ilegal Masih Marak, BPOM Sita Lebih dari 2,1 Juta Produk Senilai Rp35,8 Miliar

Peredaran Kosmetik Ilegal kembali menjadi perhatian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setelah lembaga tersebut menemukan jutaan produk yang tidak memenuhi ketentuan dalam operasi pengawasan nasional sepanjang Mei 2026. Nilai ekonomi dari barang yang berhasil diamankan mencapai sekitar Rp35,8 miliar, menunjukkan bahwa praktik distribusi produk kecantikan ilegal masih menjadi tantangan besar di tengah pesatnya pertumbuhan industri kosmetik.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkapkan, intensifikasi pengawasan dilakukan pada 11-22 Mei 2026 dengan menyasar sarana produksi, distribusi, hingga berbagai platform digital. Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan 2.205 item atau sekitar 2.127.765 pieces kosmetik ilegal yang beredar di pasaran.

Mayoritas temuan berasal dari produk tanpa izin edar yang mencapai sekitar 86,8 persen dari keseluruhan barang yang diamankan. Sementara itu, lebih dari 90 persen produk yang melanggar ketentuan diketahui merupakan kosmetik impor.

BPOM Perketat Pengawasan Peredaran Kosmetik Ilegal

Taruna menjelaskan tingginya permintaan produk kecantikan membuat Peredaran Kosmetik Ilegal semakin mudah memanfaatkan celah distribusi. Industri skincare dan kosmetik sendiri masih menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih intensif untuk melindungi konsumen.

Selama operasi berlangsung, BPOM memeriksa 190 sarana produksi dan distribusi. Hasilnya, sebanyak 128 sarana atau sekitar 67,4 persen dinyatakan tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.

Wilayah dengan nilai temuan terbesar berada di Tangerang sebesar Rp27,6 miliar, disusul Bogor senilai Rp4,6 miliar dan Jakarta sekitar Rp2,3 miliar. Terhadap seluruh produk yang melanggar, BPOM mengambil berbagai langkah, mulai dari penarikan barang, pemusnahan, penghentian sementara kegiatan usaha, pencabutan izin edar, hingga rekomendasi penghentian impor.

Selain pengawasan lapangan, BPOM juga memperkuat patroli siber untuk menekan Peredaran Kosmetik Ilegal melalui perdagangan elektronik.

Pengawasan Digital Diperkuat untuk Lindungi Konsumen

Dalam patroli dunia maya, BPOM memeriksa 9.617 tautan penjualan dan menemukan 9.042 tautan atau sekitar 94,02 persen menawarkan produk yang tidak memenuhi persyaratan. Sebagian besar pelanggaran berupa kosmetik tanpa izin edar, diikuti produk yang mengandung bahan berbahaya serta penggunaan yang tidak sesuai dengan definisi kosmetik.

Sebagai tindak lanjut, BPOM telah merekomendasikan penghapusan tautan penjualan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital serta Indonesian E-Commerce Association (idEA).

Taruna menilai peningkatan jumlah temuan bukan berarti pelanggaran semakin tidak terkendali, melainkan menunjukkan efektivitas pengawasan yang terus meningkat. Dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang menemukan sekitar 205 ribu pieces kosmetik ilegal, jumlah temuan tahun ini meningkat signifikan. Menurutnya, kemampuan identifikasi modus pelanggaran yang semakin baik, ditambah kolaborasi lintas lembaga, membuat upaya pemberantasan Peredaran Kosmetik Ilegal semakin efektif dalam melindungi masyarakat.

Di Tengah Gejolak Global, Pertumbuhan Positif Pariwisata Indonesia Tetap Terjaga

Pertumbuhan Positif Pariwisata Indonesia kembali terlihat hingga Mei 2026 dengan sejumlah indikator yang menunjukkan tren menggembirakan. Kenaikan jumlah wisatawan mancanegara, meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara, serta membaiknya tingkat hunian hotel menjadi sinyal bahwa sektor pariwisata tetap mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa berbagai strategi pengembangan destinasi dan promosi wisata mulai memberikan hasil nyata. Selain mendorong aktivitas ekonomi, sektor ini juga terus membuka peluang usaha dan lapangan kerja di berbagai daerah.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, pergerakan wisatawan domestik masih menjadi tulang punggung industri pariwisata nasional. Di sisi lain, kunjungan wisatawan asing juga terus bertambah sehingga memperkuat kinerja sektor pariwisata sepanjang tahun ini.

Menurutnya, Pertumbuhan Positif Pariwisata Indonesia mencerminkan daya tahan industri yang tetap solid. Kondisi tersebut sekaligus menegaskan bahwa pariwisata masih menjadi salah satu penggerak penting pertumbuhan ekonomi nasional.

Kunjungan Wisatawan Asing dan Domestik Sama-Sama Menguat

Berdasarkan data Kemenpar, jumlah wisatawan mancanegara pada Mei 2026 mencapai sekitar 1,38 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 5,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 1,31 juta kunjungan.

Secara akumulatif, selama Januari hingga Mei 2026, Indonesia menerima sekitar 6,07 juta kunjungan wisatawan asing atau naik 7,68 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Peningkatan terbesar berasal dari kawasan Asia Tenggara, disusul Timur Tengah, Asia lainnya, Oseania, Afrika, dan Amerika. Sementara itu, pasar Eropa mengalami penurunan akibat ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung.

Kemenpar menilai hasil tersebut tidak terlepas dari strategi memperkuat pasar wisata jarak dekat dan menengah, tanpa mengabaikan pasar jarak jauh yang memiliki kontribusi belanja wisatawan lebih tinggi.

Wisata Nusantara Jadi Penopang Pertumbuhan

Selain kunjungan wisatawan asing, Pertumbuhan Positif Pariwisata Indonesia juga ditopang meningkatnya mobilitas wisatawan nusantara. Sepanjang Mei 2026 tercatat sekitar 106,16 juta perjalanan domestik, naik 8,69 persen dibandingkan Mei tahun lalu.

Selama lima bulan pertama 2026, total perjalanan wisatawan nusantara mencapai 523,22 juta perjalanan atau tumbuh 2,86 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Momentum libur nasional dan cuti bersama dinilai menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya aktivitas wisata di dalam negeri.

Di sisi lain, perjalanan masyarakat Indonesia ke luar negeri justru mengalami penurunan. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyebut jumlah perjalanan wisata ke luar negeri pada Mei 2026 turun sekitar 6,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memilih berlibur di destinasi domestik.

Kemenpar optimistis Pertumbuhan Positif Pariwisata Indonesia dapat terus berlanjut sepanjang 2026. Dukungan terhadap destinasi wisata, promosi yang lebih agresif, serta meningkatnya minat masyarakat menjelajahi berbagai daerah diyakini akan semakin memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.

INNOPROM 2026 Buka Peluang Baru bagi Pengembangan SDM Industri Indonesia

Penguatan SDM Industri menjadi salah satu fokus utama yang dibawa Kementerian Perindustrian dalam ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Melalui pameran industri terbesar di kawasan Eurasia tersebut, pemerintah memperkenalkan berbagai program pendidikan vokasi, pelatihan, hingga transformasi digital sebagai upaya mencetak tenaga kerja manufaktur yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country menjadi kesempatan penting untuk memperluas hubungan dengan Rusia dan negara-negara Eurasia. Selain mempromosikan potensi industri nasional, pemerintah juga ingin memperkuat kerja sama dalam pengembangan SDM Industri yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan manufaktur modern.

Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang dipercaya sebagai mitra resmi dalam penyelenggaraan INNOPROM 2026. Pada pameran yang berlangsung 6–9 Juli 2026 itu, Indonesia menghadirkan paviliun seluas lebih dari 1.500 meter persegi dengan melibatkan sekitar 50 peserta dari berbagai sektor strategis.

Pengembangan SDM Industri Jadi Fokus Kerja Sama Internasional

Dalam pameran tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) turut memperkenalkan ekosistem pendidikan vokasi nasional. Bersama Politeknik APP Jakarta dan Politeknik STMI Jakarta, BPSDMI membuka peluang kolaborasi internasional di bidang pendidikan, riset, hingga peningkatan kompetensi SDM Industri.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menjelaskan bahwa pembangunan SDM Industri yang berkualitas menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan sektor manufaktur nasional. Karena itu, kerja sama dengan berbagai institusi luar negeri terus diperluas agar lulusan pendidikan vokasi memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri global.

Sebelumnya, Kemenperin telah menjalankan sejumlah program kolaborasi internasional, seperti kelas kerja sama antara Politeknik ATI Makassar dengan Morimitsu Industry dari Jepang, serta Luban-Mozi College yang melibatkan Politeknik ATK Yogyakarta bersama Sailun Group dan Qingdao Technical College dari China.

Transformasi Industri 4.0 Perkuat Daya Saing Nasional

Selain pendidikan vokasi, pemerintah juga memperkenalkan Pusat Industri Digital 4.0 (PIDI 4.0) sebagai pusat pengembangan transformasi manufaktur berbasis teknologi. Fasilitas ini menyediakan layanan terpadu mulai dari pendampingan implementasi industri 4.0, pengembangan kecerdasan buatan (AI), hingga pusat rekayasa teknologi.

Menurut Kemenperin, PIDI 4.0 telah menjalin kemitraan dengan berbagai institusi nasional maupun internasional. Melalui jaringan tersebut, pemerintah berharap semakin banyak kolaborasi yang dapat mempercepat modernisasi industri sekaligus memperkuat kualitas SDM Industri Indonesia agar mampu menjawab kebutuhan manufaktur global yang terus berkembang.

Harga Tiket Piala Dunia Turun hingga 50 Persen, Apa Penyebabnya?

Harga tiket Piala Dunia 2026 mengalami penurunan signifikan menjelang babak perempat final setelah tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, gagal melanjutkan langkahnya di turnamen. Berkurangnya minat penonton dari negara penyelenggara disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga di pasar penjualan tiket.

Berdasarkan data yang dirilis platform penjualan tiket TickPick, harga tiket untuk sejumlah pertandingan fase delapan besar turun drastis dibandingkan sebelum babak 16 besar berakhir. Penurunan ini terlihat pada laga-laga yang sebelumnya diperkirakan akan dipadati pendukung tuan rumah.

Pertandingan Spanyol melawan Belgia di Inglewood, California, misalnya, kini memiliki harga tiket termurah sebesar 1.381 dolar AS. Sebelum Amerika Serikat tersingkir, tiket untuk pertandingan yang sama sempat diperdagangkan hingga 3.261 dolar AS.

Penurunan Terjadi di Sejumlah Laga Perempat Final Piala Dunia 2026 Kali Ini

Tren serupa juga terlihat pada duel Inggris kontra Norwegia yang berlangsung di Miami Gardens, Florida. Tiket termurah kini berada di angka 2.049 dolar AS, jauh lebih rendah dibandingkan sebelumnya yang sempat menyentuh 3.866 dolar AS sebelum Meksiko gagal melaju ke babak berikutnya.

Sementara itu, laga Argentina menghadapi Swiss di Kansas City juga mengalami penyesuaian harga. Harga tiket Piala Dunia untuk pertandingan tersebut kini dimulai dari 1.142 dolar AS, turun hampir separuh dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai 2.381 dolar AS.

Meski demikian, penurunan harga tidak berlaku untuk partai final. FIFA masih menawarkan tiket kategori dua dengan harga 7.380 dolar AS melalui platform penjualan resminya. Ribuan kursi di beberapa sektor stadion masih tersedia untuk pertandingan puncak yang dijadwalkan berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey.

Tiket Final Tetap Dibanderol Sangat Tinggi

Selain tiket reguler, FIFA juga menyediakan tiket kategori satu dengan kisaran harga mulai 19.995 dolar AS. Bagi penonton yang menginginkan pengalaman premium, tersedia paket VIP Trophy Lounge dengan harga mencapai lebih dari 32 ribu dolar AS yang sudah mencakup fasilitas makanan dan minuman.

Di sisi lain, pasar penjualan kembali juga masih menawarkan berbagai pilihan. Harga tiket Piala Dunia untuk laga final di platform resale dibanderol mulai sekitar 7.440 dolar AS, bahkan ada penawaran yang mencapai jutaan dolar untuk kursi tertentu.

Terlalu Sering Kasih Harga Teman? Kebiasaan Ini Bisa Bikin Bisnis Kacau

0

Bikin Bisnis Kacau ternyata tidak selalu disebabkan oleh strategi pemasaran yang buruk atau produk yang kurang berkualitas. Dalam banyak kasus, niat baik pemilik usaha justru menjadi penyebab utamanya. Di Berempat.com, kami melihat masih banyak pelaku UMKM yang terlalu sering memberikan harga teman, bonus berlebihan, atau memenuhi semua permintaan pelanggan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap keberlangsungan usaha. Sekilas tindakan tersebut terlihat positif, tetapi jika dilakukan tanpa batas yang jelas, justru dapat bikin bisnis kacau dalam jangka panjang.

Banyak pelaku usaha merasa tidak enak menolak permintaan diskon dari teman atau pelanggan lama. Ada juga yang selalu memberikan tambahan produk gratis agar pembeli merasa puas. Padahal, setiap potongan harga dan bonus memiliki konsekuensi terhadap margin keuntungan yang diperoleh.

Menurut survei Small Business Trends, salah satu tantangan terbesar bisnis kecil adalah menjaga profitabilitas ketika harus bersaing melalui harga. Sementara itu, laporan Xero Small Business Insights menunjukkan bahwa pengelolaan margin menjadi faktor penting yang memengaruhi keberlangsungan usaha kecil dalam jangka panjang.

Artinya, menjaga hubungan baik dengan pelanggan memang penting, tetapi tetap harus dibarengi dengan perhitungan bisnis yang sehat.

Bikin Bisnis Kacau, Harga Teman Tidak Selalu Menguntungkan!

Memberikan harga khusus kepada teman atau kerabat memang terdengar wajar. Namun, jika kebiasaan ini dilakukan terlalu sering, dampaknya bisa lebih besar daripada yang diperkirakan.

Misalnya, satu pelanggan meminta diskon karena merasa dekat dengan pemilik usaha. Setelah itu, pelanggan lain mengetahui informasi tersebut dan berharap memperoleh perlakuan yang sama.

Akibatnya, standar harga menjadi tidak konsisten.

Dalam jangka panjang, pemilik usaha akan kesulitan menentukan harga normal karena sebagian pelanggan sudah terbiasa membeli dengan potongan khusus.

Lebih buruk lagi, keuntungan yang seharusnya digunakan untuk mengembangkan bisnis justru habis karena terlalu banyak memberikan diskon.

Bonus Berlebihan Bisa Menurunkan Nilai Produk

Memberikan bonus sesekali merupakan strategi pemasaran yang efektif.

Namun, jika setiap transaksi selalu disertai bonus, pelanggan akan menganggap bonus tersebut sebagai sesuatu yang wajib.

Ketika suatu hari bonus dihentikan, sebagian pelanggan justru merasa kualitas layanan menurun, meskipun produk utama tidak berubah.

Fenomena ini dikenal dalam dunia pemasaran sebagai perubahan ekspektasi pelanggan. Mereka akan menilai layanan berdasarkan pengalaman sebelumnya, bukan berdasarkan nilai produk yang sebenarnya.

Karena itu, bonus sebaiknya diberikan pada momen tertentu, seperti peluncuran produk baru, program loyalitas, atau periode promosi yang memiliki batas waktu jelas.

Bikin Bisnis Kacau karena Sulit Mengatakan “Tidak”

Banyak pelaku usaha merasa khawatir kehilangan pelanggan jika menolak permintaan tertentu.

Padahal, tidak semua permintaan harus dipenuhi.

Misalnya:

  • Meminta perubahan desain berkali-kali tanpa biaya tambahan.
  • Meminta pengiriman di luar area layanan tanpa ongkos tambahan.
  • Menginginkan pekerjaan selesai lebih cepat tanpa penyesuaian harga.
  • Meminta tambahan produk gratis di setiap pembelian.

Jika semua permintaan tersebut diterima, waktu kerja bertambah, biaya operasional meningkat, sementara keuntungan justru menurun.

Menetapkan batas bukan berarti tidak peduli kepada pelanggan, melainkan menjaga agar bisnis tetap dapat berjalan secara sehat.

Bangun Kebijakan yang Konsisten

Salah satu cara menghindari kondisi yang dapat bikin bisnis kacau adalah memiliki aturan yang jelas sejak awal.

Misalnya, tentukan:

Program Diskon Memiliki Syarat

Alih-alih memberikan harga teman secara spontan, buat program promo yang berlaku untuk semua pelanggan dengan ketentuan tertentu.

Cara ini terasa lebih adil sekaligus menjaga citra profesional.

Bonus Memiliki Batas

Jika ingin memberikan bonus, tentukan periode, jumlah pembelian minimum, atau stok yang tersedia.

Dengan demikian, pelanggan memahami bahwa bonus merupakan bagian dari program promosi, bukan fasilitas permanen.

Komunikasi yang Jujur

Ketika harus menolak permintaan pelanggan, sampaikan alasan dengan sopan.

Sebagai contoh, jelaskan bahwa harga sudah disusun berdasarkan biaya produksi agar kualitas produk tetap terjaga.

Pendekatan seperti ini biasanya lebih mudah diterima dibanding langsung mengatakan tidak tanpa penjelasan.

Bisnis Bertahan karena Sistem, Bukan Sekadar Kebaikan

Menurut Harvard Business Review, pelanggan memang menghargai pelayanan yang baik, tetapi mereka juga menghargai konsistensi. Standar layanan yang jelas justru meningkatkan kepercayaan karena pelanggan mengetahui apa yang akan mereka dapatkan.

Sementara itu, riset PwC Global Consumer Insights Survey menunjukkan bahwa pengalaman pelanggan dipengaruhi oleh kualitas layanan secara menyeluruh, bukan hanya oleh harga murah atau bonus.

Artinya, membangun hubungan baik dengan pelanggan tidak harus selalu dilakukan melalui diskon atau hadiah tambahan.

Harga Biodiesel B50 Juli 2026 Terungkap, Begini Skema yang Berlaku

Program Biodiesel B50 resmi diterapkan secara nasional mulai 1 Juli 2026 sebagai bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil. Seiring kebijakan tersebut berjalan, banyak masyarakat mulai mencari informasi mengenai harga Biodiesel B50, terutama karena muncul dua angka berbeda yang beredar di berbagai pemberitaan.

Pemerintah menjelaskan bahwa terdapat dua skema harga dalam implementasi program ini. Pertama adalah harga jual yang dibayarkan masyarakat di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kedua ialah Harga Indeks Pasar (HIP) yang digunakan sebagai dasar transaksi pemerintah dengan badan usaha penyedia biodiesel.

Bagi masyarakat yang memperoleh bahan bakar bersubsidi, harga Biodiesel B50 tetap dipatok Rp6.800 per liter. Nilai tersebut tidak berubah karena pemerintah memberikan dukungan pembiayaan sehingga masyarakat tidak dibebani harga keekonomian biodiesel yang sebenarnya.

HIP Biodiesel Berbeda dengan Harga di SPBU

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) biodiesel untuk Juli 2026 sebesar Rp14.562 per liter di luar biaya angkut. Angka tersebut bukan harga yang berlaku di SPBU, melainkan menjadi acuan pembayaran kepada badan usaha yang memasok bahan bakar nabati dalam program mandatori pemerintah.

HIP dihitung menggunakan formula yang mempertimbangkan rata-rata harga crude palm oil (CPO) serta biaya konversi menjadi biodiesel. Dengan demikian, nilai tersebut hanya digunakan dalam mekanisme bisnis antara pemerintah dan produsen.

Perbedaan harga antara HIP dan harga jual kepada masyarakat ditutup melalui dukungan pendanaan yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Skema tersebut membuat harga Biodiesel B50 tetap terjangkau bagi konsumen meskipun biaya produksinya lebih tinggi.

Dorong Ketahanan Energi Nasional

Penerapan Biodiesel B50 menjadi langkah lanjutan pemerintah dalam meningkatkan penggunaan energi berbasis minyak sawit di dalam negeri. Melalui kebijakan ini, kandungan biodiesel dalam campuran solar ditingkatkan menjadi 50 persen sehingga pemanfaatan bahan baku domestik semakin besar.

Selain mengurangi ketergantungan pada impor solar, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat industri sawit nasional, meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, serta mendukung target transisi energi yang lebih berkelanjutan. Pemerintah optimistis implementasi Biodiesel B50 akan memberikan manfaat bagi sektor energi sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Inovasi Bioenergi Sawit Jadi Andalan Indonesia Perluas Kerja Sama Industri dengan Rusia

Inovasi Bioenergi Sawit menjadi salah satu fokus yang dibawa pemerintah Indonesia dalam Forum Bisnis Indonesia–Rusia pada ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Melalui forum tersebut, pemerintah berupaya memperluas kerja sama industri sekaligus memperkenalkan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan energi terbarukan berbasis kelapa sawit kepada mitra internasional.

Forum bertajuk Palm Oil and the Future of Sustainable Energy dimanfaatkan sebagai ruang untuk mempertemukan pelaku industri, investor, hingga pemerintah dari berbagai negara. Selain memperkenalkan potensi industri nasional, kegiatan ini juga diarahkan untuk membuka peluang investasi, perdagangan, serta kolaborasi teknologi dengan Rusia dan negara-negara anggota Eurasia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Potensi tersebut dinilai mampu menjadi fondasi kuat dalam mengembangkan Inovasi Bioenergi Sawit yang tidak hanya mendukung pertumbuhan industri, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional.

Menurutnya, pengembangan industri sawit saat ini tidak lagi sekadar berorientasi pada ekspor bahan baku, melainkan terus diarahkan menuju hilirisasi dan penciptaan produk bernilai tambah yang berkelanjutan.

Kolaborasi Industri dan Teknologi Jadi Fokus Pembahasan

Lebih dari 100 peserta yang terdiri atas pejabat pemerintah, pelaku usaha, hingga pemimpin industri menghadiri forum tersebut. Mereka berdiskusi mengenai berbagai peluang kerja sama, termasuk pengembangan teknologi, investasi, serta pemanfaatan energi bersih yang berasal dari sektor kelapa sawit.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian, Tri Supondy, menilai forum tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Inovasi Bioenergi Sawit Indonesia telah berkembang jauh melampaui fungsi sawit sebagai komoditas ekspor.

Ia menegaskan transformasi industri sawit nasional kini mengarah pada pengembangan berbagai produk inovatif yang mampu mendukung agenda transisi energi global sekaligus meningkatkan daya saing industri Indonesia.

Biodiesel B50 Perkuat Posisi Indonesia

Dalam kesempatan itu, pemerintah juga memaparkan implementasi mandatori biodiesel B50 yang mulai diberlakukan sejak Juli 2026. Kebijakan tersebut mewajibkan penggunaan bahan bakar diesel dengan campuran 50 persen biodiesel berbahan baku minyak sawit.

Penerapan B50 menjadi salah satu contoh nyata Inovasi Bioenergi Sawit yang terus dikembangkan Indonesia. Selain mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil impor, kebijakan ini juga diharapkan mampu menekan emisi karbon sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Melalui forum internasional tersebut, Indonesia berharap pengembangan Inovasi Bioenergi Sawit dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya kolaborasi industri yang lebih luas dengan Rusia dan kawasan Eurasia, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

RANS Entertainment Resmi Melantai di Bursa, Raup Dana IPO Rp429 Miliar

0

RANS Entertainment resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7/2026). Perusahaan yang didirikan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp429,25 miliar melalui aksi Initial Public Offering (IPO). Antusiasme investor langsung terlihat pada hari pertama perdagangan ketika saham perseroan melesat hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA).

Saham RANS Entertainment ditawarkan dengan harga Rp170 per lembar dan ditutup melonjak menjadi Rp228 per saham atau naik sekitar 34 persen. Kenaikan tersebut mencerminkan tingginya minat pasar terhadap emiten yang bergerak di sektor industri kreatif dan hiburan tersebut.

Direktur Utama RANS Entertainment, Nagita Slavina, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam melahirkan karya kreatif yang mampu berkembang menjadi bisnis bernilai tinggi. Menurutnya, industri kreatif tidak hanya menghasilkan hiburan, tetapi juga dapat menciptakan intellectual property yang kuat, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis

Melalui penawaran saham perdana, perseroan melepas sekitar 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Dana hasil IPO kemudian akan digunakan untuk mempercepat berbagai agenda pengembangan usaha.

Porsi terbesar dialokasikan untuk penyelenggaraan konser yang menyerap sekitar 37,61 persen dana atau sekitar Rp161,5 miliar. Selain itu, RANS Entertainment juga menyiapkan investasi untuk mengakuisisi mayoritas saham PT Rans Kosmetika Indonesia senilai sekitar Rp85 miliar.

Perseroan turut mengembangkan Cipungland, wahana bermain dan edukasi keluarga, dengan alokasi investasi sekitar Rp80 miliar. Di sisi lain, perusahaan juga memperluas langkah ke sektor teknologi melalui investasi pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi.

Raffi Ahmad: Ini Awal Babak Baru Perusahaan

Pendiri RANS Entertainment, Raffi Ahmad, menegaskan bahwa pencatatan saham di BEI bukanlah garis akhir perjalanan perusahaan. Menurutnya, status sebagai perusahaan publik justru menjadi awal untuk menjalankan bisnis dengan tata kelola yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

Sebagian dana IPO juga akan dimanfaatkan untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan, termasuk melunasi sebagian fasilitas kredit investasi dan menambah modal kerja anak usaha. Dengan strategi tersebut, perseroan berharap mampu memperluas lini bisnis sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan kreatif yang terus berkembang di Indonesia.

BPS Ungkap Perkembangan Harga Beras Mulai Membaik, Daerah Terdampak Semakin Berkurang

0

Perkembangan Harga Beras nasional masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil pada awal Juli 2026. Pemerintah mencatat jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga beras terus berkurang seiring berbagai langkah pengendalian yang dilakukan. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif di tengah kewaspadaan menghadapi musim kemarau dan potensi dampak El Nino terhadap produksi pangan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa hingga pekan pertama Juli terdapat 113 kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras. Angka itu lebih rendah dibandingkan akhir Juni yang masih mencapai 138 daerah.

Menurut Ateng, meskipun beras masih mengalami inflasi, kenaikannya belum menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan. Pergerakan harga di berbagai provinsi juga dinilai masih berada dalam batas yang terkendali sehingga belum memberikan tekanan besar terhadap stabilitas pangan nasional.

Cadangan Beras Pemerintah Jadi Penyangga Stabilitas Harga

Sementara itu, analisis Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan kondisi yang lebih baik. Dari seluruh daerah yang dipantau, hanya 55 kabupaten dan kota yang mencatat kenaikan harga beras hingga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium. Selebihnya masih berada dalam kisaran harga yang ditetapkan pemerintah.

Melihat Perkembangan Harga Beras tersebut, pemerintah terus mengoptimalkan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai instrumen utama menjaga stabilitas pasar. Hingga 7 Juli 2026, stok CBP yang dikelola Perum Bulog telah mencapai sekitar 5,2 juta ton, jumlah yang disebut sebagai cadangan terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menyatakan cadangan tersebut menjadi modal penting dalam menjaga pasokan pangan, terutama ketika produksi menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Pemerintah optimistis kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi berkat dukungan stok yang memadai dan distribusi yang terus diperkuat.

Intervensi Pasar Terus Dilanjutkan di Berbagai Daerah

Pemerintah juga terus menjalankan berbagai program intervensi untuk menjaga Perkembangan Harga Beras tetap stabil. Sejak awal tahun, realisasi penyaluran CBP telah mencapai sekitar 1,36 juta ton melalui sejumlah program, termasuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, penyaluran bagi aparatur sipil negara di wilayah tertentu, hingga bantuan untuk daerah terdampak bencana.

Program bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret telah disalurkan kepada lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat dengan total distribusi beras mencapai ratusan ribu ton. Selain itu, pemerintah terus menggencarkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah guna menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan pokok.

Melalui kombinasi cadangan beras yang kuat, distribusi yang semakin luas, serta pelaksanaan intervensi pasar secara berkelanjutan, pemerintah berharap Perkembangan Harga Beras tetap terkendali hingga beberapa bulan mendatang. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas pangan nasional tetap terjaga di tengah tantangan iklim dan dinamika pasar.