Kamis, November 5, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 13

Jelang MotoGP 2026, Pemeliharaan Sirkuit Mandalika Ditingkatkan

Menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, pemeliharaan sirkuit di Pertamina Mandalika International Circuit terus ditingkatkan. Meski pekerjaan perawatan dilakukan sepanjang tahun, intensitasnya kini diperketat untuk memastikan seluruh bagian lintasan dan fasilitas pendukung siap digunakan pada ajang MotoGP yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.

Track, Race Electronic, and Motorsport Manager MGPA di Pertamina Mandalika International Circuit, Muhammad Awallutfi Andhika Putra, mengatakan persiapan menghadapi MotoGP tidak dimulai hanya ketika jadwal balapan semakin dekat. Menurutnya, pemeliharaan sirkuit telah menjadi pekerjaan rutin sejak lintasan tersebut beroperasi.

Awallutfi menjelaskan, tim melakukan perawatan setiap hari sejak 2023. Menjelang balapan, ritme pekerjaan kemudian ditingkatkan dengan pemeriksaan yang lebih intensif untuk memastikan setiap elemen sirkuit berada dalam kondisi sesuai standar keselamatan.

Ruang lingkup pekerjaan mencakup lintasan utama, area gravel, pagar pengaman, hingga fasilitas pendukung lainnya. Pemeriksaan dilakukan untuk menemukan kerusakan yang perlu ditangani sekaligus memastikan komponen yang masih dalam kondisi baik tetap memenuhi persyaratan.

Pemeliharaan Sirkuit Mengacu Standar FIM

Dalam pemeliharaan sirkuit tahun ini, MGPA juga menggunakan FIM Request of Work sebagai salah satu acuan. Dokumen tersebut diterima sehari setelah penyelenggaraan MotoGP 2025 dan menjadi dasar pekerjaan yang dilakukan untuk persiapan musim 2026.

Salah satu pekerjaan berkaitan dengan area run-off. Terdapat tambahan sambungan beton yang dikerjakan menggunakan metode, material, dan tata letak yang telah memperoleh persetujuan FIM. Setelah itu, permukaan area tersebut dipersiapkan melalui pengecatan sesuai standar yang berlaku.

Elevasi run-off juga menjadi perhatian. Permukaan area tersebut dapat mengalami perubahan setelah bertahun-tahun terpapar panas dan hujan. Karena itu, re-elevasi dilakukan secara berkala, dengan siklus pekerjaan sekitar dua hingga tiga tahun.

Selain pekerjaan teknis, pemeliharaan sirkuit juga mencakup pembersihan lintasan secara rutin. Pada 2026, kesiapan kendaraan pembersih menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi. Tiga unit cleaning car, road sweeper, serta vacuum sprayer disiapkan untuk mendukung kebersihan lintasan selama rangkaian balapan.

Tim juga melakukan pemeriksaan dengan berjalan mengelilingi lintasan. Cara tersebut digunakan untuk menemukan kondisi tertentu yang mungkin luput dari pemeriksaan menggunakan kendaraan.

Kondisi Aspal Mandalika Masih Terjaga

Kondisi permukaan aspal menjadi perhatian penting dalam pemeliharaan sirkuit, mengingat lintasan menghadapi pengereman keras, temperatur tinggi, beban kendaraan balap, serta gesekan ban secara berulang.

Awallutfi menyebut kondisi aspal Mandalika secara umum masih baik dan aman. Sejumlah goresan yang ditemukan telah ditangani melalui patching dengan metode yang sebelumnya digunakan, termasuk cold patching.

MGPA juga belum melakukan resurfacing baru pada lintasan utama menjelang MotoGP 2026. Pekerjaan resurfacing terakhir dilakukan pada 2022 dan hingga kini kondisi perkerasan masih dinilai baik.

Dengan perawatan rutin, pemeriksaan berkala, serta penyesuaian berdasarkan standar FIM, pemeliharaan sirkuit Mandalika terus dilakukan untuk menjaga kesiapan lintasan hingga balapan MotoGP berlangsung.

Harga Murah hingga Ekspansi Agresif, Apa Strategi MR DIY Menaklukkan Pasar Ritel?

0

Persaingan bisnis ritel yang semakin ketat membuat strategi MR DIY menarik untuk dicermati. Peritel asal Malaysia tersebut mampu mengembangkan bisnis dari sebuah toko perkakas sederhana menjadi jaringan ritel berskala besar dengan mengandalkan harga terjangkau, efisiensi operasional, serta ekspansi gerai yang disesuaikan dengan karakter pasar.

Kisah pertumbuhan MR DIY bermula pada 2005 ketika dua bersaudara, Tan Yu Yeh dan Tan Yu Wei, membuka toko pertama di Jalan Tuanku Abdul Rahman, Kuala Lumpur. Dengan modal yang masih terbatas, keduanya membangun bisnis dengan fokus menyediakan kebutuhan rumah tangga dan perkakas dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat luas.

Seiring waktu, strategi MR DIY berkembang dengan menempatkan efisiensi rantai pasok sebagai salah satu fondasi utama bisnis. Perusahaan memilih memperoleh produk langsung dari produsen sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap perantara. Pola tersebut membantu MR DIY menjaga struktur biaya sekaligus mempertahankan konsep harga rendah yang menjadi bagian penting dari identitas mereknya.

Laporan Macro Ops mencatat perkembangan MR DIY hingga menjadi perusahaan bernilai lebih dari US$5 miliar atau sekitar Rp80 triliun. Jaringannya juga telah berkembang ke sejumlah pasar, termasuk Malaysia, Indonesia, Thailand dan Filipina. Perusahaan juga melakukan ekspansi ke wilayah lain di luar Asia Tenggara.

Ekspansi Gerai Jadi Bagian Strategi MR DIY

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh model toko yang relatif terstandardisasi sehingga lebih mudah direplikasi ketika memasuki wilayah baru. Namun, strategi MR DIY tetap memberikan ruang bagi perusahaan untuk menyesuaikan produk dan pendekatan bisnis dengan kebutuhan konsumen di masing-masing negara.

Indonesia menjadi salah satu pasar yang menunjukkan perkembangan signifikan. Berdasarkan keterangan MR DIY Indonesia, laba bersih perusahaan tumbuh 20,56 persen pada 2024. Kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan volume penjualan, pengendalian biaya operasional, serta penambahan jaringan toko secara berkelanjutan.

Ekspansi juga diarahkan hingga kota lapis kedua dan ketiga. Pendekatan ini membuat MR DIY dapat menjangkau konsumen di luar pusat-pusat ekonomi utama. Bagi perusahaan, pertambahan jumlah gerai berjalan bersamaan dengan upaya mempertahankan efisiensi dan daya saing harga.

Di Malaysia, prospek pemulihan kinerja MR DIY Group Bhd pada paruh kedua 2026 turut mendapat perhatian. New Straits Times melaporkan peningkatan produktivitas toko serta normalisasi biaya input dan logistik menjadi faktor yang mendukung pemulihan tersebut.

Analis juga menyoroti kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan tata letak toko, menyesuaikan bauran produk, serta menjalankan program loyalitas pelanggan. Artinya, strategi MR DIY tidak berhenti pada penambahan jumlah toko, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan penjualan dari setiap gerai.

Pengalaman Belanja Perkuat Daya Tarik

Konsep toko menjadi bagian lain dari strategi MR DIY dalam membangun kedekatan dengan konsumen. Gerai yang terang, bersih, tertata dan dilengkapi pendingin udara membuat konsumen dapat berbelanja kebutuhan rumah tangga dengan lebih nyaman.

Kombinasi harga kompetitif, pilihan produk yang beragam, lokasi yang semakin dekat dengan permukiman, serta pengalaman berbelanja tersebut membantu MR DIY membangun basis pelanggan yang luas.

Model bisnis ini menunjukkan bahwa pertumbuhan jaringan ritel tidak semata bergantung pada jumlah gerai. Efisiensi pasokan, produktivitas toko, pemilihan lokasi dan kemampuan membaca kebutuhan konsumen menjadi elemen yang saling berkaitan dalam strategi MR DIY untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis.

Solusi Dinding Rembes Air yang Lebih Masuk Akal untuk Iklim Tropis

0

Dinding yang rembes karena air memang sering jadi masalah yang bikin tidak nyaman. Noda kuning, cat yang mengelupas, sampai bau lembap bisa muncul kalau masalah ini dibiarkan terlalu lama. Karena itu, solusi dinding rembes air yang tepat sangat penting agar masalahnya tidak terus berulang.

Banyak orang langsung mengecat ulang atau menempelkan wallpaper untuk menutupi noda. Padahal, kalau sumber rembesan belum ditangani, hasilnya hanya sementara. Air tetap bisa masuk dan merusak bagian dalam dinding.

Memilih Solusi Dinding Rembes Air yang Sesuai Penyebab

Langkah pertama dalam mencari solusi dinding rembes air adalah mengetahui dari mana air berasal. Rembesan bisa datang dari pipa yang bocor di dalam dinding, talang yang tersumbat, sambungan atap yang tidak rapat, atau dinding luar yang tidak memiliki lapisan pelindung.

Kalau rembesan berasal dari pipa, perbaikan harus dilakukan pada instalasi plumbing terlebih dahulu. Jika berasal dari atap atau talang, saluran air perlu dibersihkan dan diperbaiki kemiringannya agar air tidak menggenang. Untuk dinding luar, waterproofing atau lapisan anti air bisa menjadi pilihan yang efektif.

Tanda-Tanda Dinding Perlu Perbaikan Serius

Sebelum menentukan langkah perbaikan, ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan:

  1. Noda kecokelatan atau kekuningan yang terus melebar.
  2. Cat yang mengelupas atau berjamur di area tertentu.
  3. Dinding terasa lembap saat disentuh.
  4. Bau apek yang tidak hilang meski ruangan sudah dibersihkan.
  5. Retak halus pada plester atau acian.

Kalau tanda-tanda ini muncul, solusi dinding rembes air yang hanya menutup permukaan biasanya tidak akan bertahan lama. Perbaikan harus menyentuh akar masalahnya.

Langkah Perbaikan apa yang Bisa Dilakukan?

Untuk rembesan ringan, langkah pertama adalah membersihkan area yang terdampak. Hilangkan cat yang mengelupas, bersihkan jamur dengan larutan khusus, lalu biarkan dinding benar-benar kering sebelum dilakukan perawatan lanjutan.

Setelah itu, aplikasikan bahan waterproofing pada permukaan dinding. Pastikan produk yang digunakan memang dirancang untuk menahan tekanan air, bukan sekadar cat anti lembap. Lapisan ini berfungsi sebagai barrier yang mencegah air masuk ke dalam struktur dinding.

Untuk kasus yang lebih parah, mungkin perlu dilakukan pembongkaran plester di area yang terdampak. Setelah itu, dinding dibersihkan, diberi lapisan waterproofing, lalu diplester ulang dengan material yang memiliki daya tahan lebih baik terhadap kelembapan.

Tidak semua masalah rembesan bisa ditangani sendiri. Jika sumber air sulit dilacak, rembesan terjadi di area yang luas, atau sudah merusak struktur dinding, lebih baik memanggil tenaga ahli. Mereka memiliki alat untuk mendeteksi kebocoran dan pengalaman dalam menangani kasus yang kompleks.

Dalam perkembangan industri bahan bangunan saat ini, banyak produk yang dirancang khusus untuk menangani masalah kelembapan. Mortar Indonesia, misalnya, menjadi salah satu referensi yang menunjukkan bagaimana inovasi material terus berkembang untuk menjawab kebutuhan di lapangan.

Pemilihan produk yang tepat sangat memengaruhi hasil akhir. Material yang memiliki daya rekat baik dan tahan terhadap perubahan cuaca biasanya lebih cocok untuk area yang rawan lembap.

Solusi dan Cara Mencegah Dinding Rembes Air Kembali Terjadi!

Setelah perbaikan selesai, langkah pencegahan juga penting agar masalah tidak terulang. Pastikan talang air tidak tersumbat, kemiringan lantai luar cukup untuk mengalirkan air, dan tidak ada tanaman yang terlalu dekat dengan dinding karena akar atau kelembapan dari tanah bisa menjadi sumber masalah.

Untuk dinding yang langsung terkena hujan, pertimbangkan untuk menambahkan lisplang atau overstek atap yang lebih lebar. Ini akan mengurangi intensitas air yang langsung mengenai permukaan dinding.

Perawatan Berkala

Perawatan dinding juga perlu dilakukan secara berkala. Cek kondisi cat, bersihkan area yang mulai berjamur, dan pastikan tidak ada retak baru yang muncul. Deteksi dini bisa menghemat biaya perbaikan di kemudian hari.

Solusi dinding rembes air yang baik bukan hanya tentang memperbaiki kerusakan yang sudah ada, tetapi juga mencegah masalah baru muncul. Dengan perawatan yang tepat, dinding bisa tetap kering dan nyaman dalam jangka waktu yang lebih lama.

Dinding yang rembes memang mengganggu, tapi dengan pendekatan yang tepat masalah ini bisa diatasi. Kuncinya adalah menemukan sumber air, memilih material yang sesuai, dan melakukan perawatan berkala.

Kalau semua langkah ini dilakukan dengan benar, solusi dinding rembes air yang diterapkan bisa bertahan lama dan tidak perlu terus-menerus diperbaiki. Dinding pun kembali kering, bersih, dan bebas dari masalah kelembapan yang mengganggu.

AI dan Ekonomi Digital Makin Strategis, Airlangga Pelajari Ekosistem Teknologi Kanada

0

Perkembangan AI dan Ekonomi Digital menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Kanada. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri sesi makan siang bertajuk Scaling Canada’s AI and Technology Ecosystem dalam rangkaian Canada Investment Summit 2026 di Toronto, Kanada.

Forum tersebut membahas strategi Kanada membangun ekosistem kecerdasan buatan (AI), termasuk bagaimana pemerintah menciptakan kepercayaan publik, membuka peluang investasi, serta memperkuat kedaulatan data dan kapasitas komputasi nasional.

Menteri AI dan Ekonomi Digital Kanada Evan Solomon yang memandu diskusi menjelaskan bahwa strategi AI negaranya bertumpu pada tiga aspek utama, yakni trust, opportunity, dan sovereign control. Ketiganya menjadi dasar dalam membangun ekosistem teknologi yang mampu berkembang sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Kanada juga telah menyiapkan kerangka pembangunan pusat data yang memperhatikan aspek lingkungan, manfaat ekonomi bagi komunitas sekitar, serta perlindungan terhadap kedaulatan data. Kerangka tersebut disebut telah diadopsi oleh sejumlah perusahaan hyperscaler global.

Kanada Genjot Investasi Infrastruktur AI dan Ekonomi Digital

Untuk mempercepat pemanfaatan AI di dalam negeri, pemerintah Kanada menetapkan sejumlah sasaran di bidang strategis, termasuk kesehatan, pendidikan, sumber daya alam, dan pertahanan. Dukungan pembiayaan juga disiapkan melalui dana ekuitas sebesar USD500 juta.

Sektor swasta turut memiliki peran dalam memperkuat ekosistem teknologi. Salah satu yang disoroti dalam forum adalah investasi venture capital OpenText yang diarahkan untuk mendukung pengembangan ekosistem AI lokal agar mampu memiliki jangkauan global.

Dari sisi infrastruktur, Kanada memiliki keunggulan berupa ketersediaan energi bersih serta pasokan gas alam dengan biaya relatif kompetitif. Kondisi tersebut menjadi salah satu modal dalam pengembangan pusat data berskala besar, termasuk di Alberta, Ontario, dan Saskatchewan.

Bagi Indonesia, pengalaman Kanada dalam membangun infrastruktur dan tata kelola teknologi memberikan sejumlah pelajaran penting. Kesiapan energi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan seiring meningkatnya kebutuhan pusat data dan komputasi AI.

Selain infrastruktur, aspek kepercayaan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pengembangan AI dan Ekonomi Digital. Pengelolaan data, keamanan informasi, dan tata kelola teknologi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas komputasi.

Kehadiran Indonesia dalam forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas pemahaman mengenai arah kebijakan AI di tingkat global. Pengetahuan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memperkuat ekosistem digital dan pembangunan pusat data nasional.

BI Perluas QRIS di Luar Negeri, Empat Negara Baru Jadi Sasaran Kerja Sama

0

Penggunaan qris di luar negeri terus diperluas oleh Bank Indonesia (BI) melalui pengembangan QRIS Cross Border. Setelah terkoneksi dengan enam negara, BI kini menjajaki kerja sama pembayaran digital dengan Arab Saudi, India, Vietnam, dan Australia sebagai bagian dari penguatan konektivitas pembayaran regional.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Fitria Irmi Triswati mengatakan pembahasan dengan sejumlah negara tersebut masih berlangsung. Kerja sama ke depan tidak hanya berfokus pada QRIS, tetapi juga berpotensi mencakup konektivitas sistem pembayaran lain, termasuk BI-FAST.

“Regional payment connectivity semakin luas. Nantinya tidak hanya melalui QRIS, tetapi juga dengan BI-FAST di Indonesia,” ujar Fitria di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, penggunaan QRIS berkembang pesat sejak mulai diterapkan pada 2019. Pertumbuhan tersebut semakin kuat ketika pandemi COVID-19 mendorong masyarakat beralih ke transaksi digital.

Hingga saat ini, QRIS telah mencatat sekitar 15 miliar transaksi dari target 17 miliar transaksi. Jumlah merchant yang menggunakan layanan tersebut mencapai 45 juta unit usaha, mendekati target 47 juta merchant. Sementara jumlah pengguna telah mencapai 78 juta, melampaui sasaran awal sebanyak 70 juta pengguna.

Enam Negara Sudah Terhubung QRIS Cross Border

Untuk transaksi lintas negara, QRIS saat ini telah terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China. Konektivitas tersebut memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran di negara mitra dengan menggunakan sistem QRIS yang tersedia pada aplikasi pembayaran peserta.

Namun, perluasan qris di luar negeri tidak hanya ditentukan oleh jumlah negara yang terhubung. BI juga mempertimbangkan kebiasaan dan preferensi masyarakat di setiap negara agar sistem pembayaran dapat digunakan secara praktis oleh konsumen maupun merchant.

Fitria mencontohkan, masyarakat Jepang dan Korea Selatan cenderung menggunakan metode ketika merchant memindai kode QR yang ditampilkan pengguna. Di sejumlah negara Eropa, metode pembayaran dengan menempelkan perangkat atau melakukan tap QR dinilai lebih umum.

Karena itu, BI turut mengembangkan variasi fitur pembayaran, termasuk Customer Presented Mode (CPM) atau QRIS Tanpa Tatap Muka (TTM), serta QRIS-Tap. Pengembangan fitur tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan transaksi sekaligus memperluas penerimaan QRIS di berbagai negara.

Selain memperbanyak negara mitra, BI juga mendorong peningkatan kualitas dan cakupan merchant yang dapat menerima transaksi qris di luar negeri. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ekosistem pembayaran digital dan memperluas manfaat konektivitas pembayaran bagi masyarakat serta pelaku usaha.

Beras Fortifikasi Culas Diduga Rugikan Konsumen, 25 Merek Ditarik dari Peredaran

0

Pemerintah memperketat pengawasan terhadap peredaran Beras Fortifikasi Culas yang diduga tidak memenuhi klaim kandungan gizi sebagaimana tercantum pada label kemasan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh produk pangan sesuai izin edar, standar mutu, dan harga yang wajar.

Sebanyak 11 pelaku usaha yang menaungi 25 izin edar merek beras fortifikasi bermasalah telah menerima surat peringatan dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD). Pengawasan tersebut dilakukan dalam koordinasi Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan melibatkan OKKPD dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Sumatera Utara.

Hingga pekan pertama September 2026, seluruh pelaku usaha dilaporkan telah menghentikan produksi merek beras fortifikasi yang bermasalah. Sebanyak 12 merek juga sudah menarik stok dari peredaran, sedangkan merek lainnya masih menjalani proses penarikan.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan dugaan pelanggaran ditemukan setelah pemerintah melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap produk yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi. Hasil pengujian dari empat laboratorium kredibel menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kandungan produk dan informasi pada label.

“Dugaan kecurangan beras beralih dari premium ke fortifikasi. Setelah diperiksa di laboratorium, ternyata tidak sesuai dengan labelnya,” ujar Amran di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Beras Fortifikasi Culas Berpotensi Rugikan Konsumen

Amran menegaskan praktik tersebut tidak dapat dibiarkan karena berpotensi merugikan konsumen sekaligus mengganggu upaya pemerintah menjaga harga pangan yang terjangkau. Masyarakat seharusnya mendapatkan produk sesuai spesifikasi, sementara petani tetap memperoleh keuntungan yang layak.

Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej menyatakan penjualan produk yang tidak sesuai kandungan dan label dapat mengarah pada dugaan tindak pidana penipuan. Dugaan pelanggaran semakin serius apabila konsumen membayar harga tinggi untuk produk yang mutunya tidak sesuai dengan klaim.

Menurut Edward, ketentuan pidana dapat merujuk pada Pasal 492, 493, dan 495 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta aturan dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Pemerintah juga membuka kemungkinan penerapan sanksi terhadap korporasi apabila praktik tersebut terbukti dilakukan secara terorganisasi.

Sanksi bagi produsen Beras Fortifikasi Culas dapat berupa denda, pidana tambahan, hingga pencabutan izin usaha. Ketentuan tersebut berkaitan dengan dugaan keterlibatan badan usaha, bukan sekadar tindakan individu.

Puluhan Merek Diduga Tak Penuhi Standar

Temuan pemerintah bersama Satgas Pangan Polri mencakup 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi ketentuan SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi.

Merek yang masuk daftar pemeriksaan antara lain WFO, TKS, IMF, NUR, TKL, HOK, BRV, IMR, IHJ, IAK, PBK, GNB, DTR, TKR, WJK, PLK, MKY, IMC, PTK, ARP, ARN, SKM, GNM, TAR, dan CMS.

Pemerintah memastikan proses penarikan dan pengawasan terus dilakukan agar produk yang tidak sesuai standar tidak kembali beredar. Langkah ini diharapkan memperkuat perlindungan konsumen serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan dalam negeri.

Mau Bisnis Ramai Terus? Ini Cara Bikin Pelanggan Setia Tanpa Bakar Uang

0

Persaingan bisnis yang semakin ketat membuat cara bikin pelanggan setia perlu mendapat perhatian lebih dari sekadar memberikan harga murah. Pelanggan mungkin datang karena promo, tetapi keputusan untuk kembali membeli sering kali dipengaruhi oleh pengalaman yang mereka dapatkan. Bagi kami di Berempat.com, membangun loyalitas pelanggan merupakan bagian penting dari strategi bisnis yang berkelanjutan, terutama bagi UMKM dan pelaku usaha yang ingin menjaga pendapatan tanpa terus-menerus bergantung pada diskon.

Bayangkan seseorang membeli kopi dari sebuah kedai. Ada banyak tempat lain yang menawarkan harga serupa, bahkan mungkin lebih rendah. Namun, ia tetap kembali ke kedai yang sama karena pesanannya selalu sesuai, pelayanan ramah, tempat nyaman, dan proses pembelian tidak merepotkan. Kebiasaan tersebut menjadi contoh sederhana bahwa pelanggan memiliki alasan yang lebih luas daripada harga ketika menentukan tempat untuk berbelanja.

Mengapa Pelanggan Mau Kembali Membeli?

Pengalaman pelanggan atau customer experience menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam membangun hubungan jangka panjang. Pengalaman tersebut mencakup seluruh interaksi, mulai dari melihat informasi produk, melakukan pemesanan, menerima barang, hingga memperoleh bantuan ketika terjadi masalah.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Business Administration and Entrepreneurship Innovation pada 2025 menelaah perilaku pembelian ulang pelanggan April Eyewear di Shopee. Studi tersebut menyoroti informasi produk yang jelas, proses pemesanan yang efisien, layanan pelanggan yang responsif, dan kebijakan pengembalian sebagai bagian dari pengalaman yang dapat memengaruhi keputusan pembelian ulang.

Temuan tersebut relevan bagi berbagai jenis usaha. Pelanggan yang memperoleh pengalaman baik memiliki alasan untuk mempercayai bisnis. Kepercayaan kemudian dapat berkembang menjadi kebiasaan membeli kembali, terutama ketika kualitas produk dan layanan tetap konsisten.

Bagi pemilik usaha, hal ini berarti pengalaman pelanggan perlu diperhatikan sejak interaksi pertama. Deskripsi produk yang lengkap, respons chat yang cepat, proses pembayaran yang mudah, serta pengemasan yang rapi merupakan detail yang dapat membentuk kesan terhadap bisnis.

Cara Bikin Pelanggan Setia Tanpa Harus Menurunkan Harga

Ada beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk meningkatkan peluang pelanggan kembali bertransaksi. Strategi ini tidak harus membutuhkan anggaran pemasaran yang besar, tetapi memerlukan konsistensi dalam operasional.

1. Jaga kualitas produk tetap konsisten

Pelanggan yang sudah menemukan produk sesuai kebutuhannya akan memiliki alasan untuk kembali. Konsistensi rasa pada bisnis kuliner, ketepatan ukuran pada bisnis fashion, atau kualitas bahan pada produk kerajinan dapat membantu membangun kepercayaan.

Pemilik usaha perlu memiliki standar produksi yang jelas. Jika kualitas berubah-ubah, pelanggan akan kesulitan mengetahui apa yang bisa mereka harapkan pada pembelian berikutnya.

2. Berikan pelayanan yang mudah dan manusiawi

Pelayanan yang ramah tidak berarti harus selalu memberikan diskon atau hadiah. Terkadang, pelanggan hanya membutuhkan respons yang jelas, informasi yang jujur, dan penyelesaian masalah yang tidak berbelit-belit.

Bisnis dapat melatih karyawan untuk memahami produk, menjawab pertanyaan dengan tepat, dan menangani keluhan secara profesional. Ketika pelanggan merasa dihargai, hubungan bisnis dapat berkembang lebih baik.

3. Gunakan program loyalitas yang relevan

Program loyalitas dapat berbentuk poin, voucher pembelian berikutnya, hadiah ulang tahun, atau manfaat khusus bagi pelanggan yang sering bertransaksi bisa jadi salah satu cara bikin pelanggan setia. Namun, program tersebut perlu disesuaikan dengan karakter bisnis.

Misalnya, kedai kopi dapat memberikan satu minuman gratis setelah sejumlah pembelian. Toko online dapat menawarkan voucher untuk pembelian berikutnya dengan ketentuan yang mudah dipahami. Manfaat seperti ini memberikan alasan tambahan bagi pelanggan untuk kembali.

Data dari studi Bain & Company mengenai loyalitas pelanggan online menunjukkan bahwa pembeli berulang pada kategori pakaian menghabiskan rata-rata 67 persen lebih banyak pada bulan ke-31 hingga ke-36 hubungan belanja dibandingkan enam bulan pertama. Penelitian tersebut dilakukan pada akhir 1990-an, sehingga angka ini bukan tolok ukur terkini untuk seluruh industri, tetapi tetap memberikan gambaran mengenai potensi nilai hubungan pelanggan jangka panjang.

4. Bangun komunikasi setelah transaksi

Hubungan dengan pelanggan tidak harus berhenti setelah barang diterima. Pesan terima kasih, informasi cara menggunakan produk, atau pengingat pembelian ulang yang relevan dapat menjadi bagian dari layanan purnajual.

Komunikasi perlu dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan. Pelanggan yang merasa terus-menerus menerima promosi tanpa manfaat yang jelas justru dapat terganggu.

5. Dengarkan keluhan dan masukan

Keluhan pelanggan dapat menjadi sumber informasi untuk memperbaiki bisnis. Pemilik usaha bisa mencatat masalah yang sering muncul, seperti keterlambatan pengiriman, produk tidak sesuai deskripsi, atau kesulitan melakukan pembayaran.

Data keluhan tersebut kemudian dapat digunakan untuk menentukan prioritas perbaikan. Bisnis yang mampu memperbaiki masalah secara konsisten memiliki peluang lebih besar untuk menjaga kepercayaan pelanggan.

Harga Murah Tetap Penting, Tetapi Bukan Satu-satunya Faktor

Harga tetap menjadi pertimbangan penting dalam keputusan pembelian. Pelanggan tentu ingin memperoleh nilai yang sesuai dengan uang yang dikeluarkan. Namun, harga yang murah tidak selalu menghasilkan loyalitas jika kualitas produk dan pelayanan mengecewakan.

Penelitian pada pelanggan coffee shop di Jakarta yang diterbitkan dalam Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan pada 2025 meneliti hubungan antara digital marketing, customer experience, customer satisfaction, dan repurchase intention. Studi tersebut menggunakan survei terhadap 100 pelanggan coffee shop aktif di Jakarta.

Penelitian tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman pelanggan dan kepuasan merupakan bagian penting yang perlu diperhatikan ketika bisnis ingin mendorong pembelian ulang. Bagi pelaku usaha, temuan ini dapat menjadi pengingat untuk tidak hanya mengejar transaksi pertama, tetapi juga memikirkan bagaimana pelanggan akan menilai pengalaman setelah membeli.

Pemilik bisnis dapat mulai dengan mengevaluasi beberapa hal sederhana. Apakah produk sesuai dengan deskripsi? Lalu, apakah pelanggan memperoleh respons ketika membutuhkan bantuan? Apakah proses pembelian mudah? Apakah ada alasan yang membuat pelanggan ingin kembali?

Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat membantu menentukan perbaikan yang paling relevan.

Mengukur Loyalitas Pelanggan dari Data Penjualan

Loyalitas pelanggan sebaiknya diukur menggunakan data, bukan hanya berdasarkan perasaan bahwa pelanggan terlihat puas. Salah satu metrik yang dapat digunakan adalah repeat purchase rate atau tingkat pembelian ulang.

  • Rumus sederhananya adalah:

Repeat Purchase Rate = Jumlah pelanggan yang melakukan pembelian ulang ÷ Jumlah pelanggan dalam periode pengamatan × 100%

Misalnya, sebuah toko memiliki 200 pelanggan yang bertransaksi pada Januari. Pada Februari, sebanyak 50 pelanggan dari kelompok tersebut kembali membeli. Tingkat pembelian ulangnya adalah 25 persen.

Angka ini merupakan contoh perhitungan, bukan rata-rata industri. Pemilik bisnis dapat menggunakan data aktual dari kasir, marketplace, atau sistem CRM untuk memantau perubahan dari waktu ke waktu.

Selain pembelian ulang, bisnis juga dapat mengamati nilai transaksi rata-rata, jumlah keluhan, waktu respons layanan, dan jumlah pelanggan yang datang melalui rekomendasi. Metrik tersebut membantu melihat apakah strategi loyalitas memberikan perubahan yang nyata.

Pelanggan Setia Dibangun dari Pengalaman yang Konsisten

Cara bikin pelanggan setia membutuhkan proses yang berkelanjutan. Pelanggan mungkin tertarik karena harga promo, tetapi alasan untuk kembali dapat berasal dari kualitas produk, pelayanan, kemudahan transaksi, serta kepercayaan terhadap bisnis.

Bagi UMKM dan pelaku usaha digital, menjaga pengalaman pelanggan dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran jangka panjang. Ketika pelanggan memperoleh pengalaman yang sesuai harapan, mereka memiliki alasan untuk melakukan pembelian ulang dan merekomendasikan bisnis kepada orang lain.

Intinya, harga murah merupakan salah satu alat pemasaran. Loyalitas pelanggan berkembang ketika bisnis mampu memberikan nilai yang konsisten dan memenuhi kebutuhan konsumennya. Pemilik usaha yang memahami hal tersebut dapat membangun hubungan pelanggan yang lebih kuat sekaligus menciptakan fondasi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Menghitung Biaya Proyek, Apa Saja yang Sering Terlupakan?

0

Dalam proyek konstruksi, Menghitung Biaya Proyek tidak cukup hanya dengan membandingkan harga material per sak, per kubik, atau per meter persegi. Ada biaya lain yang ikut menentukan hasil akhir, seperti volume pemakaian, waktu pengerjaan, tingkat material terbuang, dan kemungkinan pekerjaan ulang.

Situasi seperti ini cukup sering terjadi di lapangan. Sebuah proyek mungkin terlihat hemat karena memilih material dengan harga satuan paling rendah. Namun setelah pekerjaan berjalan, biaya justru bertambah karena pemakaiannya lebih banyak, proses aplikasinya lebih lama, atau hasilnya perlu diperbaiki. Harga yang murah di awal akhirnya tidak lagi terasa murah.

Masalah RAB yang Hanya Mengandalkan Harga Satuan

RAB sering disusun dengan cara sederhana: volume pekerjaan dikalikan harga material, kemudian ditambah biaya tenaga kerja. Cara ini memang praktis dan mudah dipahami, terutama ketika kontraktor harus menyiapkan penawaran dalam waktu singkat.

Namun, pendekatan tersebut belum tentu menggambarkan biaya sebenarnya. Dua material yang memiliki fungsi serupa bisa menghasilkan pemakaian, produktivitas, dan tingkat waste yang berbeda. Perbedaan itu biasanya baru terlihat setelah material digunakan di lapangan.

Karena itu, Menghitung Biaya Proyek perlu melihat lebih dari sekadar angka yang tercantum di daftar harga. Material dengan harga satuan lebih rendah belum tentu menghasilkan biaya pekerjaan jadi yang lebih kecil.

Kenapa Harga Termurah Bisa Menjebak

Ada beberapa faktor yang membuat material murah justru berpotensi menambah pengeluaran.

Volume Pemakaian

Material dengan harga per satuan lebih rendah tidak otomatis membutuhkan volume yang lebih sedikit. Pada adukan konvensional, misalnya, konsistensi campuran dan ketebalan aplikasi bisa berbeda-beda karena prosesnya dilakukan secara manual. Jika pemakaian per meter persegi lebih besar dari perkiraan, selisih harga awal bisa tertutup oleh kebutuhan material tambahan.

Material yang komposisinya sudah lebih konsisten biasanya lebih mudah dikendalikan pemakaiannya. Meski harga per kemasannya lebih tinggi, jumlah yang dibutuhkan bisa lebih terukur, tergantung jenis pekerjaan dan kondisi lapangan.

Produktivitas Tenaga Kerja

Material tertentu membutuhkan proses persiapan yang lebih panjang. Ada yang perlu dicampur, diayak, atau disiapkan secara bertahap sebelum bisa digunakan. Waktu tambahan ini akan memengaruhi produktivitas harian pekerja.

Semakin lama pekerjaan selesai, semakin besar pula biaya tidak langsung yang mungkin muncul. Biaya tersebut bisa berupa upah harian, sewa alat, pengawasan, konsumsi pekerja, sampai risiko denda jika proyek memiliki batas waktu yang ketat.

Material Terbuang

Waste juga perlu diperhitungkan. Sisa adukan yang mengeras, kesalahan takaran, tumpahan, dan penyimpanan yang kurang baik bisa membuat material terbuang sebelum sempat digunakan. Pada proyek dengan volume besar, jumlah kecil yang terbuang berulang kali dapat menjadi angka yang cukup besar.

Dampak Mengejar Harga Paling Rendah

Jika hanya harga satuan yang dijadikan patokan, beberapa dampak berikut bisa muncul:

  1. Biaya material bertambah karena volume aktual melebihi perhitungan awal.
  2. Jadwal kerja mundur karena produktivitas tidak sesuai perkiraan.
  3. Pekerjaan harus dibongkar ulang jika hasilnya tidak memenuhi spesifikasi.
  4. Biaya pengawasan dan operasional proyek ikut meningkat.
  5. Selisih antara RAB dan realisasi sulit dijelaskan kepada pemilik proyek.

Dampak tersebut sering kali nilainya lebih besar daripada selisih harga material yang ingin dihemat sejak awal. Inilah alasan Menghitung Biaya Proyek sebaiknya dilakukan berdasarkan biaya pekerjaan jadi, bukan hanya harga produk.

Total Cost Lebih Penting daripada Harga Beli

Cara pandang yang lebih realistis adalah menghitung total cost. Total cost merupakan keseluruhan biaya yang muncul selama material digunakan sampai pekerjaan selesai. Perhitungannya dapat mencakup harga beli, volume pemakaian aktual, produktivitas, waste, logistik, dan potensi perbaikan.

Sebagai contoh, material dengan harga per sak lebih tinggi bisa saja menghasilkan biaya per meter persegi yang lebih terkendali karena aplikasinya lebih praktis dan komposisinya konsisten. Sebaliknya, material yang murah di awal bisa membutuhkan waktu kerja lebih lama atau menghasilkan lebih banyak sisa.

Dalam perkembangan industri Mortar Indonesia, perbandingan antara mortar instan dan adukan konvensional sering menjadi contoh bagaimana harga beli tidak selalu sama dengan biaya akhir. Hasil perbandingannya tetap bergantung pada skala proyek, keterampilan tenaga kerja, akses material, dan kondisi pekerjaan.

Pada proyek kecil, adukan manual yang dikelola dengan baik mungkin masih menjadi pilihan yang masuk akal. Namun pada pekerjaan dengan volume besar atau jadwal ketat, faktor produktivitas dan konsistensi bisa memiliki pengaruh yang lebih besar.

Faktor yang Perlu Dihitung

Agar keputusan material lebih objektif, beberapa faktor berikut sebaiknya dimasukkan ke dalam perhitungan:

Produktivitas Pekerja

Hitung berapa luas atau volume pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam satu hari menggunakan material tersebut. Gunakan data lapangan atau pengalaman proyek sebelumnya, bukan hanya perkiraan umum.

Konsistensi Hasil

Hasil yang tidak konsisten dapat meningkatkan risiko pekerjaan tidak lolos pemeriksaan. Jika harus diperbaiki, biaya material dan tenaga kerja akan bertambah.

Ketersediaan Pasokan

Material yang murah tetapi sering terlambat dikirim dapat menghentikan pekerjaan. Saat pekerja menunggu bahan, biaya upah dan operasional tetap berjalan.

Penyimpanan dan Penanganan

Perhatikan kebutuhan ruang, cara penyimpanan, dan risiko kerusakan sebelum material digunakan. Faktor logistik ini sering tidak terlihat dalam harga satuan, tetapi tetap masuk ke biaya proyek.

Risiko Perbaikan

Hasil yang tampak baik saat pekerjaan selesai belum tentu bebas masalah dalam beberapa bulan berikutnya. Retak, pengelupasan, atau daya rekat yang menurun dapat menimbulkan biaya tambahan.

Cara Menerapkannya di Lapangan

Menghitung total cost bukan berarti selalu memilih material paling mahal. Prinsipnya adalah membandingkan pilihan berdasarkan data yang relevan dengan proyek. Pengalaman dari pekerjaan sebelumnya bisa menjadi acuan, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi proyek yang sedang berjalan.

Arsitek dan kontraktor juga dapat berdiskusi dengan mandor atau tukang pelaksana. Mereka biasanya memahami produktivitas nyata, tantangan aplikasi, serta kondisi lokasi yang mungkin tidak terlihat dari dokumen RAB. Data teknis dari produsen dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan tambahan, bukan satu-satunya dasar keputusan.

Pendekatan seperti ini membuat Menghitung Biaya Proyek menjadi lebih realistis. Harga material tetap penting, tetapi bukan satu-satunya angka yang menentukan apakah sebuah pilihan benar-benar hemat.

Checklist Sebelum Memilih Material

Sebelum menetapkan material berdasarkan harga, pastikan beberapa pertanyaan berikut sudah terjawab:

  • Apakah volume pemakaian aktual sudah diperkirakan?
  • Apakah produktivitas tenaga kerja sudah dihitung berdasarkan kondisi nyata?
  • Apakah tingkat waste sudah dimasukkan ke dalam RAB?
  • Apakah material tersedia secara stabil dari pemasok?
  • Apakah tukang atau mandor memahami cara aplikasinya?
  • Apakah ada risiko pekerjaan ulang?
  • Apakah perbandingan dilakukan berdasarkan biaya per meter persegi atau per meter kubik?

Selain itu, perkembangan industri Mortar Indonesia juga menunjukkan bahwa efisiensi proyek semakin berkaitan dengan konsistensi proses, bukan hanya harga bahan. Ketika keputusan material dibuat dengan mempertimbangkan semua faktor tersebut, hasil perhitungannya biasanya lebih mendekati kondisi nyata.

Harga murah belum tentu hemat jika material tersebut membutuhkan volume lebih besar, waktu pengerjaan lebih lama, atau berisiko menimbulkan pekerjaan ulang. Karena itu, Menghitung Biaya Proyek sebaiknya dilakukan dengan melihat total cost sampai pekerjaan selesai.

Perhitungan yang lebih lengkap membantu arsitek, kontraktor, dan pemilik proyek mengambil keputusan dengan lebih tenang. Tujuannya bukan mencari material paling mahal, melainkan menemukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan, kemampuan tenaga kerja, kondisi lapangan, dan target proyek.

Perluas Jaringan Usaha, UMKM Diminta Manfaatkan Pengembangan Waralaba

0

Kementerian UMKM mendorong pengembangan waralaba sebagai salah satu strategi untuk membantu pelaku usaha memperbesar skala bisnis dan menjangkau pasar yang lebih luas. Model tersebut dinilai dapat memberikan fondasi usaha yang lebih terarah melalui sistem operasional, standardisasi produk, penguatan merek, serta pola ekspansi yang terukur.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan waralaba memiliki peran penting dalam mempercepat proses UMKM naik kelas. Menurutnya, sistem ini dapat diterapkan oleh pelaku usaha dari berbagai sektor, selama memiliki merek, produk, layanan, dan tata kelola yang siap dikembangkan.

“Waralaba merupakan model bisnis lintas sektor yang dapat membantu UMKM dari berbagai bidang untuk meningkatkan kelas usahanya,” ujar Bagus dalam pembukaan Pameran Info Franchise and Business Concept (IFBC) 2026 di Surabaya, Jumat (11/9/2026).

Ia menjelaskan, merek menjadi salah satu aset yang menentukan nilai sebuah usaha. Namun, kekuatan merek perlu didukung sistem bisnis yang solid agar dapat direplikasi di lokasi berbeda dengan kualitas yang tetap terjaga.

Melalui waralaba, pemilik usaha tidak harus membangun seluruh jaringan secara mandiri. Peluang pertumbuhan dapat diperluas melalui kerja sama dengan mitra yang menjalankan sistem usaha sesuai standar yang telah ditetapkan.

Waralaba Mulai Merambah Berbagai Sektor

Bagus menyebut perkembangan waralaba di Indonesia kini semakin beragam. Bisnis waralaba tidak lagi hanya bertumpu pada sektor makanan dan minuman, tetapi juga mulai berkembang di bidang pendidikan, kesehatan, kecantikan, dan jasa.

Keragaman tersebut membuka kesempatan bagi UMKM, generasi muda, dan calon pengusaha untuk memasuki dunia bisnis dengan model pengelolaan yang lebih sistematis. Kementerian UMKM pun berkomitmen memperkuat ekosistem waralaba nasional, termasuk mendorong lebih banyak merek lokal memenuhi persyaratan dan memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW).

Data Kementerian Perdagangan per April 2026 mencatat terdapat 169 pemberi waralaba lokal dan 163 pemberi waralaba asing yang telah mengantongi STPW. Angka tersebut menunjukkan masih tersedia ruang besar bagi merek lokal untuk berkembang melalui pola kemitraan waralaba.

Kementerian UMKM juga menargetkan merek nasional tidak berhenti di pasar domestik. Pengembangan waralaba diarahkan agar pelaku usaha mampu memperluas jaringan hingga ke pasar internasional.

Akses Digital dan Pembiayaan Diperkuat

Untuk meningkatkan kesiapan UMKM, pemerintah menghubungkan pengembangan waralaba dengan berbagai program pemberdayaan. Salah satunya melalui SAPA UMKM atau Sistem Aplikasi Pelayanan dan Pendampingan UMKM.

Platform tersebut disiapkan sebagai layanan digital terpadu yang membantu pelaku usaha memperoleh konsultasi, legalitas, Nomor Induk Berusaha, sertifikasi halal, pembiayaan, hingga akses pasar.

Selain itu, pemerintah mengembangkan Holding UMKM Berbasis Klaster dengan menempatkan usaha menengah sebagai penggerak integrasi rantai pasok. Model ini diharapkan membantu UMKM memperbaiki mutu, meningkatkan kapasitas produksi, dan membangun proses usaha yang konsisten.

Bagus menilai standardisasi melalui holding dapat menjadi fondasi bagi UMKM untuk berkembang menjadi master franchisor. Dengan demikian, yang diperluas ke pasar luar negeri tidak hanya produk, tetapi juga sistem bisnisnya.

Penguatan ekosistem turut dilakukan melalui perluasan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan sejumlah skema pembiayaan alternatif. Langkah tersebut diharapkan membuat semakin banyak UMKM memiliki modal, sistem, dan kesiapan untuk tumbuh melalui model waralaba.

Ekspor Sapu Lidi Makin Menjanjikan, Indonesia Jadi Eksportir Terbesar Ketiga Dunia

0

Ekspor Sapu Lidi Indonesia menunjukkan peluang yang semakin besar di pasar internasional. Produk yang selama ini dikenal sebagai perlengkapan rumah tangga tersebut ternyata memiliki permintaan dari sejumlah negara, termasuk India, Pakistan, Jepang, Filipina, dan Vietnam. Komoditas yang diekspor juga semakin beragam, mulai dari sapu berbahan lidi kelapa hingga lidi nipah dan lidi sawit.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia menempati posisi ketiga sebagai eksportir sapu lidi terbesar di dunia pada 2024. Nilai ekspornya mencapai US$23 juta atau sekitar Rp450 miliar. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa produk sederhana berbasis bahan alam memiliki daya saing dan pasar yang cukup luas.

Potensi ekspor juga terlihat dari perdagangan lidi nipah dan lidi sawit. Pada 2023, volume pengirimannya ke luar negeri mencapai 70,08 ribu ton. Jumlah tersebut meningkat 15,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 60,43 ribu ton.

Kenaikan volume ekspor turut mendorong pertumbuhan nilai perdagangan. Nilai ekspor lidi nipah dan lidi sawit pada 2023 tercatat US$29,32 juta, naik 11,44 persen secara tahunan dari US$26,31 juta pada 2022.

India dan Pakistan Jadi Pasar Penting Ekspor Sapu Lidi

Peningkatan Ekspor Sapu Lidi dan produk turunannya tidak terlepas dari tingginya permintaan di pasar Asia. India dan Pakistan menjadi dua negara tujuan utama yang menopang pertumbuhan ekspor lidi nipah serta lidi sawit asal Indonesia sepanjang 2023.

Kinerja perdagangan komoditas tersebut juga tercermin dari neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus selama lima tahun terakhir. Pada 2023, surplus perdagangan lidi nipah dan lidi sawit mencapai US$29,14 juta. Angka itu lebih tinggi dibandingkan surplus pada 2022 yang tercatat sebesar US$26,27 juta.

Data International Trade Centre (ITC) menunjukkan Indonesia berada di peringkat kedua sebagai eksportir utama lidi nipah dan lidi sawit dunia pada 2023. Indonesia menguasai 12,42 persen pangsa ekspor global, berada di bawah Tiongkok yang memiliki porsi 20,90 persen.

Sementara itu, Sri Lanka menempati posisi ketiga dengan pangsa 11,95 persen, disusul Belanda sebesar 5,31 persen dan Meksiko 5,29 persen. Data tersebut memperlihatkan posisi strategis Indonesia dalam perdagangan produk berbasis lidi.

Dengan dukungan bahan baku yang melimpah dan permintaan luar negeri yang terus berkembang, Ekspor Sapu Lidi berpeluang menjadi salah satu komoditas nonmigas yang memberikan kontribusi lebih besar terhadap perdagangan internasional Indonesia.