Jumat, Mei 1, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 15

Tips Mengatur THR agar Tidak Habis Setelah Lebaran

Setiap menjelang hari raya, banyak karyawan menantikan satu hal yang selalu datang setahun sekali, yaitu Tunjangan Hari Raya atau THR. Momen ini sering terasa menyenangkan karena ada tambahan pemasukan di luar gaji bulanan. Namun tanpa perencanaan yang baik, uang tersebut bisa habis begitu saja. Karena itu penting memahami Tips Mengatur THR agar dana yang diterima benar benar memberikan manfaat, bukan sekadar lewat di rekening.

Banyak orang menganggap THR sebagai uang “bonus” yang bebas digunakan untuk apa saja. Akibatnya, pengeluaran sering tidak terkendali. Mulai dari belanja pakaian baru, membeli hampers, hingga traktir keluarga besar. Semua terasa wajar karena suasana hari raya memang identik dengan berbagi dan merayakan kebersamaan.

Namun jika tidak hati hati, setelah libur Lebaran justru muncul masalah baru. Tabungan menipis, kartu kredit membengkak, bahkan sebagian orang harus menunggu gajian berikutnya dengan kondisi keuangan yang cukup ketat. Di sinilah pentingnya memahami Tips Mengatur THR agar uang tambahan tersebut bisa digunakan dengan lebih bijak.

Dengan pengelolaan yang tepat, THR tidak hanya membantu kebutuhan Lebaran, tetapi juga bisa menjadi kesempatan memperbaiki kondisi keuangan.

Menentukan Prioritas Penggunaan THR

Langkah pertama dalam menerapkan Tips Mengatur THR adalah menentukan prioritas. Tidak semua kebutuhan harus dipenuhi sekaligus. Dengan membuat urutan prioritas, penggunaan uang menjadi lebih terarah.

Prioritas utama biasanya adalah kewajiban yang harus diselesaikan. Misalnya jika masih memiliki cicilan kecil atau tagihan tertentu, sebagian THR bisa dialokasikan untuk meringankan beban tersebut. Hal ini sering kali membuat kondisi keuangan setelah Lebaran terasa lebih ringan.

Setelah itu, barulah anggaran untuk kebutuhan Lebaran disiapkan. Misalnya untuk membeli pakaian baru, kebutuhan mudik, atau memberikan uang kepada keluarga. Kebutuhan ini memang penting, tetapi tetap perlu dibatasi agar tidak menghabiskan seluruh THR.

Banyak perencana keuangan juga menyarankan untuk menyisihkan sebagian THR ke dalam tabungan atau investasi. Meskipun jumlahnya tidak harus besar, langkah ini membantu membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.

Membagi THR dengan Cara yang Lebih Seimbang

Cara sederhana yang sering digunakan dalam Tips Mengatur THR adalah membagi uang ke beberapa pos pengeluaran. Metode ini membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan perencanaan masa depan.

Sebagai contoh, sebagian THR bisa dialokasikan untuk kebutuhan Lebaran seperti mudik, belanja, atau memberi angpao. Sebagian lagi bisa dimasukkan ke tabungan darurat. Pos lainnya dapat digunakan untuk kebutuhan pribadi atau hiburan sebagai bentuk self reward setelah bekerja selama satu tahun.

Dengan pembagian seperti ini, THR tetap bisa dinikmati tanpa membuat kondisi keuangan menjadi kacau setelah hari raya.

Selain itu, penting juga untuk menghindari belanja impulsif. Banyak promo besar menjelang Lebaran yang terlihat sangat menggoda. Tanpa disadari, barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan justru ikut masuk keranjang belanja.

Cara paling sederhana untuk menghindari hal ini adalah membuat daftar belanja sebelum pergi ke toko atau membuka aplikasi belanja online. Dengan begitu, pengeluaran bisa lebih terkendali.

Menjadikan THR sebagai Awal Kebiasaan Finansial yang Lebih Baik

THR sebenarnya bisa menjadi momentum untuk memperbaiki kebiasaan mengatur uang. Tidak harus selalu digunakan untuk konsumsi jangka pendek. Jika dikelola dengan bijak, dana ini bisa membantu membangun stabilitas finansial dalam jangka panjang.

Misalnya dengan memulai tabungan darurat, menambah dana investasi, atau bahkan menyisihkan sebagian untuk tujuan finansial tertentu seperti liburan atau pendidikan.

Banyak orang yang mulai sadar bahwa kebiasaan kecil seperti menerapkan Tips Mengatur THR dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang. Kunci utamanya adalah disiplin dan perencanaan yang sederhana tetapi konsisten.

Permintaan Sepatu dan Sandal Naik Saat Ramadan, Industri Alas Kaki Nasional Bersiap

0

Kementerian Perindustrian memastikan industri alas kaki nasional bersama sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) berada dalam kondisi siap menghadapi lonjakan permintaan masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah menilai kapasitas produksi industri alas kaki nasional saat ini cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik yang setiap tahun meningkat pada periode tersebut.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, peningkatan konsumsi produk tekstil dan alas kaki merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi menjelang Hari Raya. Oleh karena itu, pemerintah terus berkoordinasi dengan pelaku usaha agar produksi tetap berjalan optimal dan distribusi barang ke pasar dapat berlangsung lancar.

Menurut Agus, hasil komunikasi dengan berbagai asosiasi industri menunjukkan bahwa sektor tekstil serta industri alas kaki nasional masih memiliki kemampuan produksi yang memadai untuk merespons kenaikan permintaan masyarakat. “Momentum Ramadan dan Idulfitri memang selalu mendorong konsumsi produk sandang dan alas kaki. Saat ini kapasitas produksi nasional masih berada dalam kondisi yang cukup baik untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (10/3).

Industri Padat Karya yang Menyerap Jutaan Tenaga Kerja

Selain berperan dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik, sektor tekstil dan industri alas kaki nasional juga menjadi salah satu sektor manufaktur padat karya yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Industri ini tidak hanya berperan dalam aktivitas produksi, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan tenaga kerja.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa sektor TPT mencatat pertumbuhan produk domestik bruto sebesar 3,55 persen secara tahunan pada 2025. Kontribusi sektor ini terhadap PDB nasional juga mencapai sekitar 0,97 persen, yang menunjukkan bahwa industri ini tetap menjadi bagian penting dari struktur manufaktur nasional.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Rizky Aditya Wijaya menjelaskan bahwa sektor TPT terus menjalankan peran sosial-ekonominya melalui penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar. Hingga Agustus 2025, jumlah tenaga kerja di sektor ini tercatat mencapai sekitar 3,96 juta orang.

Angka tersebut meningkat dibandingkan Februari 2025 yang berada di kisaran 3,76 juta pekerja. Peningkatan ini mencerminkan bahwa sektor tekstil dan industri alas kaki nasional masih menjadi salah satu tulang punggung industri manufaktur dalam menyerap tenaga kerja.

Pemerintah Pantau Produksi dan Distribusi

Untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi selama Ramadan hingga Idulfitri, pemerintah melakukan sejumlah langkah strategis. Di antaranya adalah memantau utilisasi kapasitas produksi industri tekstil, pakaian jadi, serta industri alas kaki nasional secara berkala.

Kementerian Perindustrian juga memperkuat koordinasi dengan produsen bahan baku, seperti serat, benang, kain, hingga material pendukung untuk industri alas kaki. Langkah ini bertujuan menjaga kelancaran pasokan bahan baku sekaligus mencegah lonjakan harga yang dapat mengganggu stabilitas pasar.

Selain memastikan kesiapan produksi, pemerintah juga memperketat pengawasan terhadap peredaran pakaian bekas impor ilegal atau thrifting yang masuk ke pasar domestik. Praktik tersebut dinilai merugikan industri dalam negeri, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah yang bergerak di sektor tekstil.

“Kami terus meningkatkan pengawasan terhadap peredaran pakaian bekas impor ilegal karena hal ini dapat menekan daya saing industri dalam negeri,” ujar Rizky.

Sementara itu, laporan dari pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO) menunjukkan adanya peningkatan produksi sejak awal 2026. Kenaikan tersebut terutama terjadi pada produk yang banyak dicari masyarakat menjelang Lebaran, seperti busana muslim, kain sarung, pakaian anak, sepatu kasual, hingga sandal.

Di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia, Rencana Menaikkan Harga BBM Masih Ditahan

0

Pemerintah memastikan Rencana Menaikkan Harga BBM belum menjadi agenda dalam waktu dekat meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan akibat ketegangan geopolitik global. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan resmi terkait Rencana Menaikkan Harga BBM bersubsidi di dalam negeri.

Menurut Purbaya, pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menahan dampak lonjakan harga energi global. Oleh karena itu, Rencana Menaikkan Harga BBM belum dianggap sebagai langkah yang perlu diambil saat ini.

“Kami belum memiliki kebijakan untuk mengubah skema subsidi BBM, termasuk menaikkan harga bahan bakar,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/3).

Ia menjelaskan bahwa kondisi pasokan energi nasional masih relatif aman. Hal tersebut juga sejalan dengan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang sebelumnya memastikan ketersediaan BBM di dalam negeri masih terjaga.

Harga Minyak Dunia Dipantau Ketat

Meski Rencana Menaikkan Harga BBM belum dibahas secara serius, pemerintah tetap memantau perkembangan harga minyak dunia dalam beberapa waktu ke depan. Purbaya menilai volatilitas harga energi global masih berada dalam batas yang bisa ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia menuturkan bahwa rata-rata harga minyak saat ini masih berada di bawah asumsi batas maksimal yang diproyeksikan dalam APBN. Dengan kondisi tersebut, pemerintah masih memiliki kemampuan fiskal untuk menahan gejolak harga tanpa harus segera mengambil langkah penyesuaian harga BBM.

Namun demikian, pemerintah akan melakukan evaluasi secara berkala. Dalam waktu sekitar satu bulan ke depan, perkembangan harga minyak global akan kembali dianalisis untuk menentukan apakah kebijakan baru diperlukan atau tidak.

“Untuk saat ini belum ada kebutuhan mengambil keputusan terkait Rencana Menaikkan Harga BBM, karena kondisi fiskal masih cukup kuat,” kata Purbaya.

Ia juga meminta masyarakat tetap tenang menghadapi dinamika harga energi global. Menurutnya, Indonesia sudah beberapa kali menghadapi situasi lonjakan harga minyak dunia, namun tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan yang tepat.

Pasokan BBM Dipastikan Aman

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut memastikan bahwa pasokan bahan bakar minyak masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri.

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi, termasuk Pertalite. Ia memastikan bahwa meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan tajam, kebijakan Rencana Menaikkan Harga BBM belum akan diberlakukan.

Di pasar global, harga minyak mentah memang menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan. Berdasarkan laporan internasional, harga minyak jenis Brent sempat menyentuh angka USD118 per barel, level tertinggi sejak pertengahan 2022.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga minyak pada awal tahun 2026. Pada Januari lalu, harga minyak Brent tercatat sekitar USD64 per barel, sementara minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran USD57,87 per barel.

Kenaikan harga energi global ini sebagian dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar. Meski demikian, pemerintah Indonesia menilai kondisi tersebut masih dapat dikelola tanpa harus mengambil keputusan terkait Rencana Menaikkan Harga BBM dalam waktu dekat.

Cara Bijak Mengatur Budget Hampers Lebaran Agar Dompet Tetap Aman

Menjelang hari raya, tradisi berbagi hadiah kembali menjadi momen yang dinanti banyak orang. Salah satu yang paling populer tentu saja Hampers Lebaran. Mulai dari paket kue kering, makanan premium, hingga produk lifestyle sering dijadikan pilihan untuk diberikan kepada keluarga, teman, hingga rekan kerja. Tidak heran jika Hampers Lebaran menjadi bagian dari budaya perayaan yang hampir selalu hadir setiap tahun.

Di satu sisi, tradisi ini memang menyenangkan karena menjadi cara sederhana untuk mempererat hubungan. Mengirim hampers kepada orang terdekat sering dianggap sebagai bentuk perhatian dan ucapan selamat hari raya. Namun di sisi lain, tidak sedikit orang yang akhirnya menyadari bahwa pengeluaran mereka menjadi jauh lebih besar dari rencana awal.

Awalnya mungkin hanya berniat membeli satu atau dua paket saja. Tetapi ketika mulai mengingat siapa saja yang ingin diberi hampers, daftar tersebut bisa menjadi sangat panjang. Mulai dari keluarga besar, teman lama, rekan kerja, hingga relasi bisnis. Tanpa disadari, biaya untuk Hampers Lebaran bisa membengkak cukup signifikan.

Hal ini biasanya terjadi karena pembelian dilakukan secara spontan tanpa perencanaan yang jelas. Banyak orang tergoda oleh kemasan yang menarik, mengikuti tren hampers yang sedang viral, atau merasa tidak enak jika tidak ikut memberikan hampers kepada orang lain.

Mengapa Pengeluaran Hampers Lebaran Sering Membengkak

Ada beberapa alasan mengapa pengeluaran untuk hampers sering terasa tidak terkendali. Salah satunya adalah karena tidak adanya anggaran khusus. Banyak orang membeli hampers menggunakan sisa dana yang tersedia tanpa benar benar menetapkan batas pengeluaran.

Faktor lainnya adalah tren media sosial. Setiap tahun selalu muncul berbagai ide Hampers Lebaran yang terlihat menarik dan kreatif. Melihat orang lain mengirim hampers yang mewah terkadang membuat kita ikut terdorong melakukan hal yang sama, meskipun sebenarnya tidak terlalu diperlukan.

Selain itu, daftar penerima hampers juga sering bertambah secara spontan. Awalnya hanya ingin memberi kepada keluarga dekat, tetapi kemudian muncul keinginan memberi kepada teman kantor, tetangga, atau relasi bisnis. Tanpa perencanaan yang matang, jumlah paket yang harus dibeli akhirnya jauh lebih banyak dari perkiraan.

Kebiasaan membeli hampers mendekati hari raya juga bisa menjadi penyebab pengeluaran meningkat. Ketika waktu semakin dekat dengan Lebaran, pilihan biasanya semakin terbatas dan harga bisa menjadi lebih tinggi.

Cara Mengatur Budget Hampers Lebaran dengan Lebih Bijak

Agar tradisi berbagi tetap menyenangkan tanpa membuat dompet kewalahan, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menentukan anggaran khusus. Sebelum membeli apa pun, tentukan jumlah maksimal dana yang ingin digunakan untuk Hampers Lebaran. Dengan adanya batas budget, Anda akan lebih mudah mengontrol pengeluaran.

Langkah berikutnya adalah membuat daftar penerima hampers. Daftar ini membantu Anda menentukan prioritas sehingga tidak membeli paket secara impulsif. Tidak semua orang harus mendapatkan hampers dengan nilai yang sama. Misalnya hampers untuk keluarga inti bisa berbeda dengan hampers untuk teman atau kolega.

Cara lain yang cukup efektif adalah membuat hampers sendiri. Banyak orang mengira membuat hampers itu merepotkan, padahal sebenarnya cukup sederhana. Anda bisa membeli beberapa produk seperti kue kering, cokelat, atau minuman, lalu mengemasnya sendiri dengan kotak atau keranjang yang menarik. Selain lebih hemat, hampers buatan sendiri juga terasa lebih personal.

Membeli hampers lebih awal juga bisa menjadi strategi yang baik. Ketika Ramadan baru dimulai, biasanya pilihan produk masih banyak dan harga cenderung lebih stabil. Anda juga memiliki lebih banyak waktu untuk membandingkan harga sebelum memutuskan membeli.

Catat! THR Karyawan Swasta Harus Cair Sebelum Lebaran, Ini Cara Menghitungnya

0

Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, banyak pekerja mulai menantikan pencairan THR Karyawan Swasta yang menjadi salah satu hak tahunan bagi pekerja di perusahaan. Selain membantu memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran, THR Karyawan Swasta juga menjadi tambahan pendapatan yang dinanti oleh para pekerja, termasuk mereka yang masa kerjanya belum genap satu tahun.

Ketentuan mengenai pemberian THR Karyawan Swasta diatur dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor M/3/HK.04.00/III/2026 tentang pelaksanaan pemberian tunjangan hari raya keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan. Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa perusahaan wajib membayarkan THR kepada pekerja paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Jika merujuk pada perkiraan jadwal Idulfitri 2026 yang diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, maka perusahaan diwajibkan menyalurkan THR Karyawan Swasta paling lambat pada 14 Maret 2026. Pemerintah menegaskan bahwa perusahaan yang terlambat membayarkan THR dapat dikenakan sanksi berupa denda sebesar lima persen dari total THR yang harus dibayarkan.

Denda tersebut nantinya akan digunakan untuk kepentingan kesejahteraan pekerja. Meski demikian, pemberian sanksi tersebut tidak menghapus kewajiban perusahaan untuk tetap menyalurkan THR Karyawan Swasta kepada para pekerjanya.

Cara Menghitung THR Berdasarkan Masa Kerja

Besaran THR Karyawan Swasta yang diterima setiap pekerja tidak selalu sama. Nilainya ditentukan berdasarkan masa kerja serta besaran upah yang diterima oleh pekerja tersebut. Kementerian Ketenagakerjaan telah menetapkan rumus perhitungan THR agar pekerja dapat mengetahui secara jelas hak yang seharusnya diterima.

Bagi pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan atau lebih secara terus-menerus di perusahaan yang sama, mereka berhak mendapatkan THR sebesar satu bulan upah penuh. Dalam kondisi ini, perusahaan tidak perlu melakukan perhitungan tambahan karena nilai THR sama dengan gaji bulanan pekerja tersebut.

Sementara itu, bagi pekerja yang masa kerjanya belum mencapai satu tahun, THR Karyawan Swasta dihitung secara proporsional. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan rumus masa kerja dibagi 12 bulan kemudian dikalikan dengan satu bulan upah.

Sebagai contoh, seorang pekerja yang telah bekerja selama sembilan bulan dengan gaji Rp5 juta per bulan dapat menghitung THR dengan rumus berikut: masa kerja sembilan bulan dibagi 12 bulan kemudian dikalikan Rp5 juta. Dari perhitungan tersebut, pekerja tersebut berhak menerima THR sebesar Rp3,75 juta.

Contoh lainnya, jika seorang pekerja memiliki masa kerja enam bulan dengan gaji Rp4 juta per bulan, maka THR Karyawan Swasta yang akan diterima dihitung dengan rumus enam bulan dibagi 12 bulan dikalikan Rp4 juta. Dengan perhitungan tersebut, pekerja berhak memperoleh THR sebesar Rp2 juta.

Hak Pekerja Harus Dipenuhi Perusahaan

Pemerintah mengingatkan perusahaan agar mematuhi ketentuan pemberian THR Pegawai Swasta sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain sebagai kewajiban perusahaan, pembayaran THR juga menjadi bentuk penghargaan atas kontribusi pekerja selama menjalankan aktivitas kerja sepanjang tahun.

Bagi pekerja yang tidak menerima THR tepat waktu atau menerima nominal yang tidak sesuai dengan ketentuan, mereka dapat melaporkan permasalahan tersebut kepada dinas ketenagakerjaan setempat. Pemerintah juga menyediakan posko pengaduan khusus menjelang Lebaran untuk memastikan hak pekerja dapat terpenuhi.

Dengan adanya aturan yang jelas mengenai THR Karyawan, diharapkan hubungan antara perusahaan dan pekerja dapat berjalan lebih harmonis. Selain itu, pencairan THR yang tepat waktu juga diharapkan dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Produk Emas Nasional Kian Diminati Dunia, Ekspor Perhiasan RI Tembus USD9,1 Miliar

0

Industri perhiasan dalam negeri terus menunjukkan geliat positif seiring meningkatnya permintaan pasar global terhadap Produk Emas Nasional. Di tengah tren kenaikan harga emas dunia, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian berupaya memperkuat jaminan mutu dan akurasi pengujian kadar emas agar kualitas produk tetap terjaga dan mampu bersaing di pasar internasional.

Langkah penguatan kualitas ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan konsumen sekaligus memastikan setiap Produk Emas Nasional yang beredar memiliki standar mutu yang jelas. Selain itu, peningkatan kualitas juga menjadi strategi untuk memperkuat posisi industri perhiasan Indonesia di tengah kompetisi global yang semakin ketat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa kinerja industri perhiasan Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan tren yang sangat positif. Hal ini tercermin dari nilai ekspor barang perhiasan dan barang berharga yang mencapai USD9,1 miliar. Angka tersebut melonjak sekitar 65,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Agus, capaian ini menjadi bukti bahwa pasar internasional semakin melirik Produk Emas Nasional yang dikenal memiliki desain unik serta kualitas yang kompetitif.

“Pertumbuhan ini menunjukkan peluang besar bagi industri perhiasan Indonesia untuk terus berkembang di pasar global. Momentum ini perlu dijaga dengan memastikan kualitas dan kepercayaan terhadap produk dalam negeri tetap tinggi,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/3).

Pentingnya Akurasi Pengujian Kadar Emas

Di tengah peningkatan produksi dan permintaan pasar, pemerintah menilai akurasi pengujian kadar emas menjadi aspek yang sangat krusial. Agus menekankan bahwa laboratorium pengujian memiliki peran strategis dalam memastikan kandungan logam mulia sesuai standar yang berlaku.

Dengan pengujian yang akurat, setiap Produk Emas Nasional yang dipasarkan dapat dipastikan memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini juga penting untuk memperkuat reputasi industri emas Indonesia di pasar internasional.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah mendorong laboratorium dan pelaku industri untuk berpartisipasi dalam program Penyelenggara Uji Profisiensi (PUP). Program ini bertujuan membandingkan kemampuan laboratorium dalam melakukan pengujian secara objektif sehingga hasilnya lebih akurat dan konsisten.

Program Uji Profisiensi Perkuat Standar Industri

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Emmy Suryandari, menjelaskan bahwa program uji profisiensi merupakan instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pengujian emas di Indonesia.

Menurutnya, penerapan standar pengujian yang baik akan memberikan kepastian kualitas bagi setiap Produk Emas Nasional yang diproduksi industri dalam negeri.

“Kami terus mendorong penerapan standar industri agar kualitas produk yang beredar dapat terjamin. Program Uji Profisiensi ini penting bagi laboratorium perusahaan untuk menunjukkan validitas hasil pengujian mereka,” kata Emmy.

Pelaksanaan program tersebut dilakukan oleh Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB), yang berada di bawah BSKJI. Program uji profisiensi untuk komoditas emas ini menjadi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, sehingga berperan sebagai rujukan nasional dalam pemastian mutu pengujian emas.

Kepala BBSPJIKB, Zya Labiba, menambahkan bahwa layanan PUP terbuka bagi berbagai pihak, mulai dari industri, instansi pemerintah, hingga laboratorium swasta, baik yang sudah terakreditasi maupun yang belum.

Ia menjelaskan bahwa program ini menggunakan skema simultan, di mana sampel uji didistribusikan ke berbagai laboratorium untuk diuji secara bersamaan dalam periode waktu yang telah ditentukan. Metode tersebut memungkinkan hasil pengujian dibandingkan secara objektif, terukur, dan transparan.

Promosi Wonderful Indonesia Makin Kreatif, Serial First Class Indonesia Sasar Pasar Eropa

0

Upaya Promosi Wonderful Indonesia di pasar internasional terus diperkuat oleh pemerintah melalui berbagai strategi kreatif. Salah satunya dilakukan Kementerian Pariwisata dengan menggandeng sejumlah mitra media internasional untuk mempublikasikan program serial perjalanan bertajuk First Class Indonesia™. Program ini diharapkan mampu memperluas jangkauan Promosi Wonderful Indonesia, khususnya di kawasan Eropa dengan Belanda sebagai salah satu pasar utama wisatawan mancanegara.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi komunikasi global yang mengedepankan pendekatan kreatif. Menurutnya, kolaborasi dengan media internasional menjadi langkah penting dalam memperkuat citra pariwisata Indonesia di mata dunia.

Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam produksi serial tersebut, termasuk jaringan televisi Belanda RTL 4 dan platform streaming Videoland, serta tim kreatif dan pembuat film yang berkontribusi menghadirkan konten promosi destinasi Indonesia dengan kualitas sinematik.

Menurut Widiyanti, kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama untuk menghadirkan konten pariwisata yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki kekuatan cerita yang mampu memperkenalkan nilai budaya, tradisi, dan keberlanjutan pariwisata Indonesia kepada masyarakat internasional.

“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan cerita perjalanan yang autentik dan inspiratif. Kami optimistis inisiatif ini dapat memperkuat Promosi Wonderful Indonesia sekaligus meningkatkan minat wisatawan asing untuk berkunjung,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.

Belanda Jadi Target Strategis Promosi

Belanda dipilih sebagai lokasi pemutaran perdana serial First Class Indonesia™ karena memiliki hubungan historis yang panjang dengan Indonesia. Selain itu, wisatawan asal Belanda dikenal memiliki minat besar terhadap wisata budaya, alam, serta pengalaman perjalanan yang berkelanjutan.

Negara tersebut juga termasuk dalam daftar 15 pasar prioritas pariwisata Indonesia untuk periode promosi 2025–2026. Melalui strategi ini, pemerintah berharap Promosi Wonderful Indonesia dapat menjangkau lebih banyak calon wisatawan di Eropa.

Serial perjalanan tersebut menampilkan sejumlah destinasi unggulan di Indonesia dengan pendekatan visual sinematik yang dipadukan dengan narasi storytelling yang kuat. Konsep ini dinilai efektif dalam memperkenalkan pengalaman wisata yang lebih mendalam, sekaligus membangun citra positif destinasi Indonesia di tingkat global.

Menampilkan Destinasi Unggulan Indonesia

Program First Class Indonesia™ menyoroti beragam destinasi wisata populer yang menjadi daya tarik utama Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Bali, Sumba, dan Lombok.

Di Bali, serial ini menampilkan kekayaan budaya dan spiritual masyarakat, mulai dari ritual tradisional, praktik wellness, hingga kuliner khas dan layanan perhotelan kelas dunia. Pulau ini digambarkan sebagai destinasi yang memadukan keindahan alam dengan kehidupan budaya yang masih terjaga.

Sementara itu di Sumba, program ini memperlihatkan kekuatan tradisi lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Kehidupan masyarakat, kerajinan tangan, serta dampak sosial dari pengembangan pariwisata berkelanjutan menjadi bagian penting dalam cerita perjalanan yang disajikan.

Adapun di Lombok, penonton diperlihatkan harmoni antara panorama alam, aktivitas petualangan, serta upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh masyarakat setempat dan pelaku industri pariwisata.

Melalui pendekatan tersebut, Promosi Wonderful Indonesia tidak hanya menonjolkan keindahan destinasi wisata, tetapi juga memperlihatkan bagaimana pariwisata Indonesia berkembang dengan prinsip keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Widiyanti menambahkan bahwa serial ini mengajak penonton untuk melihat Indonesia sebagai sebuah kisah perjalanan yang utuh, bukan sekadar kumpulan objek wisata.

“Setiap episode menggambarkan karakter Indonesia yang beragam, tetapi tetap memiliki identitas yang kuat. Ini menjadi bagian penting dari narasi besar dalam Promosi Wonderful Indonesia kepada dunia,” katanya.

THR ASN Kapan Cair? Kemenkeu Sebut Target Penyaluran Selesai Pekan Depan

0

Pertanyaan “THR ASN Kapan Cair?” masih menjadi perhatian banyak aparatur sipil negara menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memastikan proses penyaluran Tunjangan Hari Raya bagi ASN sudah mulai berjalan sejak akhir Februari dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Hingga awal Maret 2026, sebagian dana THR telah masuk ke rekening para penerima di berbagai instansi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran THR per 6 Maret 2026 telah mencapai sekitar Rp3,1 triliun. Menurutnya, proses pencairan akan terus berlangsung dan diharapkan dapat rampung dalam waktu sekitar satu minggu ke depan.

“Sebagian THR sudah disalurkan. Kami memperkirakan dalam waktu sekitar seminggu seluruhnya dapat selesai,” ujar Purbaya dalam keterangan kepada media di Kantor Kementerian Keuangan di Jakarta.

Bagi banyak pegawai negeri, informasi terkait “THR ASN Kapan Cair?” memang menjadi hal yang dinantikan setiap menjelang Lebaran. Selain membantu memenuhi kebutuhan menjelang hari raya, pencairan THR juga menjadi salah satu stimulus ekonomi karena meningkatkan daya beli masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, dari total Rp3,1 triliun yang telah dicairkan, sekitar Rp3 triliun di antaranya telah disalurkan kepada ASN pusat. Dana tersebut telah diterima oleh sekitar 631 ribu pegawai dari total sekitar 2,2 juta ASN yang bekerja di instansi pemerintah pusat.

Sementara itu, penyaluran untuk ASN daerah masih berlangsung secara bertahap. Hingga 6 Maret 2026, dana THR yang telah dibayarkan kepada ASN daerah mencapai Rp127,6 miliar. Jumlah tersebut telah diterima oleh 16.848 pegawai yang berasal dari tiga pemerintah daerah dari total 546 pemda di seluruh Indonesia.

Selain ASN aktif, pemerintah juga menyalurkan THR kepada para pensiunan. Realisasi pembayaran bagi pensiunan bahkan telah mencapai Rp11,4 triliun untuk sekitar 3,56 juta penerima. Nilai tersebut setara dengan sekitar 93,5 persen dari total alokasi yang disiapkan pemerintah.

Anggaran THR ASN Tahun Ini Naik

Purbaya menegaskan bahwa dari sisi anggaran sebenarnya seluruh dana THR sudah tersedia. Proses pencairan selanjutnya bergantung pada kecepatan masing-masing instansi dalam menyelesaikan administrasi pembayaran.

Di tengah pertanyaan publik mengenai “THR ASN Kapan Cair?”, pemerintah juga memastikan anggaran yang disiapkan tahun ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Total dana yang dialokasikan untuk THR ASN pada 2026 mencapai sekitar Rp55 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa nilai tersebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu yang berada di kisaran Rp49 triliun.

Pemerintah menargetkan pencairan THR dilakukan secara bertahap mulai 26 Februari 2026 dan paling lambat tujuh hari sebelum Idulfitri. Oleh karena itu, bagi ASN yang masih menunggu pencairan dan bertanya “THR ASN Kapan Cair?”, pembayaran dipastikan tetap berlangsung hingga menjelang Lebaran.

Secara rinci, sekitar 2,4 juta ASN pusat termasuk anggota TNI dan Polri akan menerima THR dengan total anggaran sekitar Rp22,2 triliun. Selain itu, sekitar 4,3 juta ASN daerah akan memperoleh THR dengan alokasi dana mencapai Rp20,2 triliun.

Sementara itu, pemerintah juga menyiapkan sekitar Rp12,7 triliun untuk pembayaran THR kepada sekitar 3,8 juta pensiunan.

Airlangga menegaskan bahwa komponen THR yang dibayarkan tahun ini diberikan secara penuh. Artinya, para penerima akan memperoleh sejumlah komponen penghasilan seperti gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan, serta tunjangan kinerja sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia juga mengingatkan bahwa THR berbeda dengan gaji ke-13. Jika THR diberikan menjelang Lebaran, maka gaji ke-13 biasanya dibayarkan pada pertengahan tahun, umumnya sekitar bulan Juni.

Strategi 5 Tahun Mengubah Keuntungan Bisnis Menjadi Investasi Jangka Panjang

Banyak pemilik usaha kecil fokus mengejar omzet harian, menjaga arus kas tetap sehat, dan memastikan operasional berjalan lancar. Itu wajar, karena bisnis memang membutuhkan perhatian penuh. Namun di balik rutinitas tersebut, ada satu hal yang sering terlewat: membangun Investasi Jangka Panjang. Tanpa strategi Investasi Jangka Panjang, keuntungan bisnis sering hanya berputar di operasional tanpa benar-benar berubah menjadi aset yang bertumbuh.

Padahal tujuan besar dari membangun usaha bukan sekadar bertahan setiap bulan, melainkan menciptakan kestabilan finansial di masa depan. Di sinilah pentingnya memiliki roadmap atau peta jalan investasi yang realistis. Dengan rencana lima tahun yang jelas, keuntungan bisnis bisa secara bertahap dialihkan menjadi aset produktif.

Banyak pengusaha kecil merasa investasi baru bisa dilakukan ketika bisnis sudah besar. Padahal sebaliknya, investasi justru membantu memperkuat fondasi keuangan agar bisnis tidak menjadi satu-satunya sumber penghasilan.

  • Tahun 1–2: Menata Arus Kas dan Membangun Fondasi Keuangan

Dua tahun pertama sebaiknya difokuskan pada stabilitas. Sebelum berbicara jauh tentang Investasi Jangka Panjang, pemilik usaha perlu memastikan kondisi keuangan bisnis sehat.

Langkah pertama adalah memisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Kesalahan ini masih sering terjadi di usaha kecil. Tanpa pemisahan yang jelas, sulit menentukan berapa keuntungan yang benar-benar bisa dialokasikan untuk investasi.

Langkah kedua adalah membangun dana darurat bisnis. Dana ini berfungsi sebagai bantalan jika terjadi penurunan penjualan atau gangguan operasional. Idealnya cadangan dana mampu menutup biaya operasional minimal selama beberapa bulan.

Setelah fondasi ini kuat, pemilik usaha bisa mulai menyisihkan sebagian laba. Tidak perlu besar di awal. Konsistensi jauh lebih penting daripada jumlah.

  • Tahun 3–4: Mulai Diversifikasi Aset

Memasuki tahun ketiga dan keempat, bisnis biasanya sudah lebih stabil. Pada fase ini, keuntungan dapat mulai dialihkan ke beberapa instrumen Investasi Jangka Panjang yang berpotensi tumbuh.

Diversifikasi menjadi prinsip penting. Jangan menempatkan semua dana pada satu jenis aset. Beberapa pilihan yang umum dipertimbangkan oleh pemilik usaha antara lain properti kecil, instrumen pasar modal, atau bahkan investasi kembali ke bisnis dalam bentuk ekspansi yang terukur.

Properti sering menjadi pilihan menarik karena memiliki dua potensi sekaligus: kenaikan nilai aset dan pendapatan pasif dari sewa. Namun tentu saja keputusan harus disesuaikan dengan kemampuan modal dan kondisi pasar.

Selain itu, instrumen seperti reksa dana atau saham jangka panjang juga dapat menjadi opsi. Dengan pendekatan yang disiplin, aset-aset ini bisa berkembang seiring waktu tanpa terlalu mengganggu operasional bisnis.

  • Tahun 5: Mengubah Keuntungan Menjadi Mesin Aset

Memasuki tahun kelima, tujuan utamanya adalah memperkuat portofolio. Pada tahap ini, pemilik usaha seharusnya sudah memiliki pola alokasi yang jelas antara kebutuhan bisnis, kebutuhan pribadi, dan Investasi Jangka Panjang.

Fase ini sering menjadi titik penting karena mulai terlihat hasil dari konsistensi beberapa tahun sebelumnya. Nilai aset bisa meningkat, pendapatan pasif mulai terbentuk, dan ketergantungan pada satu sumber penghasilan perlahan berkurang.

Selain itu, tahun kelima juga menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi strategi. Apakah investasi yang dipilih sudah sesuai dengan tujuan keuangan? Apakah ada peluang baru yang lebih potensial?

Banyak pengusaha sukses tidak hanya membangun bisnis yang kuat, tetapi juga membangun aset di luar bisnis mereka. Pendekatan ini membuat kondisi keuangan lebih seimbang.

Berapa Potongan Pajak untuk THR? Simak Aturan dan Cara Menghitungnya

0

Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, perhatian pekerja kembali tertuju pada kebijakan pajak untuk THR yang akan diterapkan saat pencairan Tunjangan Hari Raya. Pemerintah melalui Menteri Ketenagakerjaan menegaskan bahwa THR tetap masuk dalam kategori objek Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21. Artinya, bagi pekerja sektor swasta, potongan pajak untuk THR akan langsung dikenakan saat bonus tersebut dibayarkan oleh perusahaan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari sistem perpajakan yang berlaku bagi penghasilan pekerja. Berbeda dengan aparatur sipil negara (ASN) yang mendapatkan fasilitas pajak ditanggung pemerintah (DTP), karyawan swasta tetap dikenakan potongan sesuai aturan perpajakan yang berlaku.

Penerapan pajak untuk THR didasarkan pada sejumlah regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. Aturan tersebut tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023 serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168 Tahun 2023. Kedua regulasi ini memperkenalkan metode perhitungan Pajak Penghasilan menggunakan skema Tarif Efektif Rata-rata (TER).

Dalam mekanisme tersebut, THR tidak dihitung sebagai penghasilan yang berdiri sendiri. Sebaliknya, pembayaran THR digabungkan dengan penghasilan bulanan pada saat pencairan. Dengan demikian, total penghasilan bruto pada bulan tersebut akan menjadi dasar perhitungan pajak untuk THR yang harus dibayarkan oleh pekerja.

Skema Tarif Efektif dalam Pajak THR

Dalam sistem TER, terdapat dua jenis tarif yang digunakan untuk menghitung potongan pajak penghasilan, yaitu Tarif Efektif Bulanan (TERB) dan Tarif Efektif Harian (TERH). Kedua skema ini digunakan untuk menghitung pajak atas penghasilan yang sifatnya tidak tetap atau tidak rutin diterima setiap bulan.

Tarif Efektif Bulanan umumnya digunakan untuk penghasilan tambahan yang diterima dalam satu bulan, seperti THR, bonus tahunan, atau uang lembur. Sementara itu, Tarif Efektif Harian digunakan untuk penghasilan tidak tetap yang diperoleh dalam jangka waktu lebih pendek, misalnya honor atau pendapatan dari pekerjaan tertentu.

Dalam konteks pajak untuk THR, tarif efektif yang dikenakan juga mempertimbangkan status Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dari wajib pajak. Secara umum, kategori PTKP dibagi menjadi beberapa kelompok, seperti status lajang tanpa tanggungan, menikah dengan tanggungan, hingga jumlah tanggungan tertentu dalam keluarga.

Penghasilan tidak teratur yang menjadi objek pajak mencakup berbagai jenis pendapatan tambahan, seperti THR, bonus perusahaan, honorarium, uang lembur, hingga penghasilan dari pekerjaan freelance atau kegiatan lainnya.

Tarif Pajak Berdasarkan Penghasilan Tahunan

Selain skema tarif efektif, pemerintah juga menetapkan tarif Pajak Penghasilan orang pribadi berdasarkan total penghasilan tahunan. Ketentuan ini mengacu pada Undang-Undang Pajak Penghasilan yang mengatur besaran tarif secara bertingkat.

Untuk penghasilan tahunan hingga Rp60 juta, tarif pajak yang dikenakan sebesar 5 persen. Selanjutnya, penghasilan di atas Rp60 juta hingga Rp250 juta dikenakan tarif 15 persen. Sementara itu, penghasilan antara Rp250 juta hingga Rp500 juta dikenakan tarif 25 persen.

Bagi wajib pajak dengan penghasilan di atas Rp500 juta hingga Rp5 miliar, tarif yang berlaku sebesar 30 persen. Sedangkan penghasilan yang melebihi Rp5 miliar per tahun dikenakan tarif tertinggi sebesar 35 persen.

Contoh Perhitungan Pajak untuk THR

Sebagai gambaran sederhana, seorang karyawan menerima THR sebesar Rp10 juta dengan status PTKP menikah dengan satu tanggungan (K/1). Jika tarif efektif bulanan yang berlaku sebesar 5 persen, maka perhitungan pajak untuk THR dapat dilakukan dengan mengalikan nilai THR dengan tarif tersebut.

Perhitungannya adalah sebagai berikut: Rp10.000.000 dikalikan 5 persen, sehingga menghasilkan potongan pajak sebesar Rp500.000. Dengan demikian, jumlah pajak untuk THR yang harus dibayarkan karyawan tersebut adalah Rp500 ribu.

Setelah dipotong pajak, sisa yang diterima karyawan menjadi Rp9,5 juta. Sistem ini menunjukkan bahwa pajak untuk THR merupakan bagian dari kewajiban perpajakan atas penghasilan tambahan yang diterima pekerja.