Kamis, November 5, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 16

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tetap Aman

Aktivitas Anak Krakatau yang kembali menjadi perhatian tidak memengaruhi perjalanan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan seluruh layanan kereta hingga saat ini masih berjalan aman dan terkendali, sembari perusahaan terus memantau perkembangan kondisi gunung api tersebut bersama instansi terkait.

KAI melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Geologi Kementerian ESDM melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi yang dapat berdampak terhadap operasional perjalanan.

BMKG mencatat erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4 September 2026 pukul 22.03 WIB melalui stasiun seismograf. Aktivitas tersebut memiliki amplitudo maksimum 19 milimeter dengan durasi sekitar 29 detik.

Hingga 5 September 2026 pukul 10.30 WIB, BMKG juga belum menemukan adanya peningkatan muka air laut yang signifikan berkaitan dengan aktivitas erupsi tersebut.

Aktivitas Anak Krakatau Tak Ganggu Perjalanan KAI

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan aspek keselamatan menjadi perhatian utama perusahaan dalam menjalankan seluruh layanan. Karena itu, perkembangan Aktivitas Anak Krakatau terus dipantau sebagai bagian dari upaya mitigasi terhadap berbagai risiko perjalanan.

KAI memastikan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana, kondisi jalur, serta kesiapan petugas tetap dilakukan secara berkala. Koordinasi antarpihak juga diperkuat agar perusahaan dapat segera mengambil langkah apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan.

Sampai saat ini, perjalanan kereta api masih berlangsung sesuai jadwal. Layanan KA Bandara juga tetap beroperasi dengan menyesuaikan kondisi terkini. KAI terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan layanan menuju bandara tetap mendukung mobilitas masyarakat, termasuk ketika terdapat perubahan pada operasional penerbangan.

KAI Siapkan Mitigasi Jika Kondisi Berubah

Menurut Anne, kesiapsiagaan KAI ditopang sejumlah prosedur keselamatan yang mencakup pemantauan operasional, mitigasi risiko, koordinasi antarunit, serta kesiapan petugas menghadapi kondisi darurat.

Langkah tersebut dilakukan agar perjalanan tetap berlangsung lancar sekaligus memberikan rasa aman kepada pelanggan. KAI juga akan terus mengikuti perkembangan Aktivitas Anak Krakatau dan informasi dari lembaga berwenang.

Masyarakat yang hendak bepergian menggunakan kereta api diminta tetap tenang dan mengikuti informasi terbaru melalui kanal resmi KAI, BMKG, maupun PVMBG. Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan, perjalanan kereta api diharapkan tetap aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan.

Cadangan Devisa Indonesia Naik, Mampu Biayai 5,4 Bulan Impor

0

Posisi Cadangan Devisa Indonesia kembali mengalami peningkatan pada akhir Agustus 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa mencapai USD146,5 miliar, naik dari posisi akhir Juli 2026 yang sebesar USD145,3 miliar. Kenaikan tersebut menjadi salah satu penopang ketahanan sektor eksternal di tengah kondisi pasar keuangan global yang masih penuh ketidakpastian.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan peningkatan cadangan devisa terutama berasal dari penerimaan pajak dan jasa. Selain itu, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah turut memberikan kontribusi terhadap bertambahnya posisi devisa nasional.

Menurut Ramdan, peningkatan tersebut berlangsung bersamaan dengan pembayaran utang luar negeri pemerintah. BI juga tetap menjalankan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons terhadap dinamika pasar keuangan global.

“Perkembangan tersebut terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi,” ujar Ramdan dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).

Cadangan Devisa Indonesia Masih di Atas Standar Internasional

Dengan posisi USD146,5 miliar, Cadangan Devisa Indonesia pada akhir Agustus mampu membiayai kebutuhan impor selama sekitar 5,4 bulan. Jika turut memperhitungkan pembayaran utang luar negeri pemerintah, cadangan tersebut setara dengan pembiayaan sekitar 5,3 bulan.

Capaian itu masih berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor. BI menilai kondisi tersebut menunjukkan kapasitas devisa nasional masih cukup kuat untuk menghadapi berbagai tekanan dari sisi eksternal.

Ketersediaan devisa yang memadai juga dinilai dapat membantu menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Posisi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

BI Optimistis Ketahanan Eksternal Tetap Terjaga

Ke depan, BI memperkirakan ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap berada dalam kondisi baik. Selain ditopang Cadangan Devisa Indonesia yang memadai, aliran modal asing juga diharapkan terus masuk sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi nasional.

BI menyebut tingkat imbal hasil investasi yang masih menarik turut menjadi faktor pendukung arus modal ke Indonesia. Kondisi tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi eksternal sekaligus menjaga stabilitas perekonomian.

BI bersama pemerintah juga akan terus memperkuat koordinasi untuk menjaga ketahanan eksternal. Sinergi tersebut diarahkan untuk mempertahankan stabilitas ekonomi dan menciptakan ruang yang mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Melihat Potensi Bisnis Bonggol Jagung yang Selama Ini Terabaikan

0

Bonggol Jagung selama ini lebih sering dianggap sebagai limbah setelah biji jagung dipisahkan dari tongkolnya. Padahal, material yang kerap ditumpuk atau dibuang tersebut memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Kami di Berempat.com melihat fenomena ini sebagai bagian dari perkembangan ekonomi sirkular, ketika sisa produksi pertanian mulai dipandang sebagai bahan baku baru yang bisa menghasilkan pendapatan.

Potensinya menjadi semakin menarik jika melihat skala produksi jagung di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat luas panen jagung pipilan pada 2024 mencapai sekitar 2,55 juta hektare, sementara produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen mencapai 15,14 juta ton. Angka tersebut meningkat 2,47 persen dibandingkan produksi 2023 yang berada di angka 14,77 juta ton.

Besarnya produksi tersebut secara otomatis menghasilkan berbagai hasil samping pertanian. Salah satunya adalah tongkol atau bonggol jagung yang selama ini belum seluruhnya dimanfaatkan secara optimal. Sebuah penelitian yang diterbitkan Jurnal Environment Behavior and Engineering menyebut hasil samping tongkol jagung memiliki potensi cukup besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku briket. Penelitian tersebut juga mengutip data bahwa limbah tongkol jagung dapat mencapai sekitar 20,87 persen dari hasil usaha tani jagung.

Jika angka tersebut digunakan sebagai gambaran kasar terhadap produksi jagung, potensi bahan bakunya jelas tidak sedikit. Namun, angka tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai volume limbah yang tersedia untuk bisnis karena jenis jagung, metode panen, kadar air, serta proses pascapanen dapat memengaruhi jumlah hasil samping yang benar-benar dapat dikumpulkan.

Bonggol Jagung Bisa Diolah Menjadi Produk Bernilai

Salah satu pemanfaatan yang paling banyak diteliti adalah mengubah bonggol jagung menjadi briket biomassa. Prosesnya secara umum melibatkan pengeringan, karbonisasi, penghancuran, pencampuran dengan bahan perekat, kemudian pencetakan dan pengeringan.

Penelitian yang diterbitkan Universitas Negeri Medan pada 2023 menyebut bonggol jagung dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan briket atau arang sebagai sumber energi alternatif. Pemanfaatan tersebut sekaligus membuka peluang untuk mengurangi limbah organik di tingkat masyarakat.

Hasil penelitian lain juga memperlihatkan karakteristik energi yang menarik. Studi di Jurnal Rekayasa Lingkungan Tropis menemukan briket berbahan tongkol jagung dapat menghasilkan nilai kalor sekitar 7.017 kalori per gram pada komposisi yang diuji. Nilai kalor merupakan salah satu parameter penting dalam menilai kemampuan bahan bakar padat menghasilkan energi.

Penelitian lain mengenai briket arang bonggol jagung menghasilkan nilai kalor 5.653,99 kalori per gram, dengan kadar air 3,62 persen dan kadar abu 4,84 persen pada formulasi yang digunakan dalam penelitian tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa bonggol jagung mempunyai karakteristik yang memungkinkan untuk dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif, meskipun kualitas produk akhirnya tetap bergantung pada proses dan formulasi produksi.

Peluangnya juga tidak terbatas pada briket. Bonggol jagung dapat menjadi bahan baku berbagai produk biomassa dan material olahan. Pengembangan lebih lanjut bisa diarahkan pada karbon aktif, biochar, bahan komposit, hingga produk kerajinan tertentu.

Ada Peluang Bisnis di Tingkat Desa

Potensi ekonomi bonggol jagung menjadi semakin menarik ketika pengolahannya dilakukan dekat dengan sentra produksi. Model seperti ini dapat memangkas biaya pengumpulan dan transportasi bahan baku.

Petani atau kelompok usaha di daerah penghasil jagung misalnya dapat mengumpulkan bonggol dari aktivitas pascapanen, kemudian mengolahnya menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi. Pola tersebut menciptakan tambahan aktivitas ekonomi di luar penjualan hasil panen utama.

Salah satu contoh pendekatan tersebut terlihat dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Lombok Timur. Penelitian dan pelatihan yang diterbitkan pada 2025 mengajarkan masyarakat Desa Terara untuk mengolah limbah tongkol jagung menjadi briket arang menggunakan teknologi tepat guna. Kegiatan tersebut melibatkan 20 peserta dan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah bahan lokal menjadi produk bernilai ekonomi.

Penelitian Universitas Negeri Gorontalo juga mengembangkan pemanfaatan limbah jagung melalui pelatihan masyarakat. Produk yang dihasilkan tidak hanya briket berbahan tongkol jagung, tetapi juga kerajinan berupa lampu hias. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 89,2 persen peserta tercatat mampu memahami materi yang diberikan, sementara kemampuan membuat briket secara mandiri dinilai telah melampaui target kegiatan.

Dari Limbah Menjadi Model Ekonomi Sirkular

Perubahan cara pandang terhadap bonggol jagung sebenarnya merupakan bagian dari tren ekonomi sirkular. Dalam model ini, bahan yang sebelumnya dianggap sebagai sisa produksi berusaha dikembalikan ke dalam rantai ekonomi melalui penggunaan kembali, pengolahan, atau penciptaan produk baru.

Dari perspektif bisnis, konsep tersebut menarik karena bahan baku awal dapat berasal dari sesuatu yang sebelumnya memiliki nilai rendah. Tantangannya kemudian bergeser pada pengumpulan, pengolahan, kualitas produk, efisiensi produksi, dan akses pasar.

Artinya, peluang bisnis Bonggol Jagung tidak otomatis muncul hanya karena bahan bakunya tersedia melimpah. Pelaku usaha tetap harus menghitung biaya pengumpulan, mesin, tenaga kerja, bahan perekat, energi untuk pengeringan atau karbonisasi, kemasan, distribusi, hingga biaya pemasaran.

Studi Universitas Gadjah Mada mengenai potensi briket tongkol jagung bahkan pernah melakukan analisis teknis, finansial, dan pemasaran. Dalam penelitian tersebut, salah satu skenario menghasilkan produksi sekitar 6.273 kilogram briket per tahun dengan harga jual Rp4.000 per kilogram dan simulasi keuntungan tahunan Rp3,8 juta. Angka tersebut merupakan hasil dari skenario penelitian pada saat studi dilakukan, sehingga tidak dapat dijadikan patokan harga atau keuntungan bisnis saat ini.

Nilai Tambah Limbah Pertanian

Hal yang lebih penting adalah adanya bukti bahwa limbah pertanian dapat masuk ke rantai nilai baru apabila didukung teknologi dan model bisnis yang tepat.

Bagi pelaku UMKM, kelompok tani, maupun pengusaha desa, Bonggol Jagung dapat menjadi contoh bagaimana peluang usaha bisa muncul dari sumber daya yang selama ini luput dari perhatian. Dengan produksi jagung nasional yang mencapai 15,14 juta ton pada 2024, ruang untuk mengembangkan pemanfaatan hasil sampingnya masih terbuka luas.

Ke depan, pengembangan produk berbasis bonggol jagung akan sangat bergantung pada kemampuan pelaku usaha menemukan pasar. Produk energi biomassa, bahan baku industri, material olahan, maupun kerajinan memiliki karakter pasar yang berbeda.

Jika pengumpulan bahan baku dapat dilakukan secara konsisten, kualitas produk terjaga, biaya produksi terkendali, dan pemasaran dibangun dengan baik, sesuatu yang sebelumnya hanya dipandang sebagai limbah dapat berubah menjadi sumber pendapatan baru.

Dampak Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 373 Penerbangan Terdampak

Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kembali meningkat mulai menimbulkan dampak erupsi anak krakatau terhadap mobilitas udara. Sebaran abu vulkanik membuat sejumlah bandara harus menghentikan operasional penerbangan sementara demi menjaga keselamatan penumpang dan kru. Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi salah satu fasilitas penerbangan yang terdampak paling besar.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Berdasarkan citra satelit, abu pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak menuju timur laut hingga selatan. Sementara pada ketinggian mencapai 50.000 kaki, pergerakannya mengarah ke barat daya hingga barat laut.

Kondisi tersebut membuat Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan sementara enam bandar udara yang berada dalam jalur terdampak abu vulkanik. Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi mengatakan penutupan dilakukan hingga empat jam sejak waktu penutupan sebelumnya.

Untuk Bandara Soekarno-Hatta, penutupan diperpanjang hingga pukul 17.30 WIB dari jadwal sebelumnya pukul 13.30 WIB berdasarkan NOTAM3346/26. Bandara Halim Perdanakusuma ditutup hingga pukul 18.00 WIB, sedangkan Bandara Radin Inten II Lampung hingga pukul 14.00 WIB.

Dampak Erupsi Anak Krakatau Meluas ke Penerbangan

Perpanjangan penutupan juga berlaku di Bandara Husein Sastranegara Bandung sampai pukul 16.00 WIB, Bandara Budiarto Curug hingga pukul 17.30 WIB, serta Bandara Pondok Cabe sampai pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan pemantauan hingga pukul 10.35 WIB, sebanyak 373 penerbangan terdampak akibat penutupan sejumlah bandara tersebut. Di Bandara Soekarno-Hatta tercatat 202 penerbangan mengalami gangguan, terdiri dari 172 penerbangan dibatalkan, 18 mengalami keterlambatan, tujuh ditunda, empat dialihkan, dan satu kembali ke bandara asal.

Bandara Radin Inten II mencatat delapan penerbangan dibatalkan, sementara Halim Perdanakusuma mengalami dampak terhadap 29 penerbangan. Sebanyak 277 penerbangan lainnya ikut terdampak karena memiliki rute menuju atau berasal dari bandara yang ditutup.

Dampak erupsi anak krakatau juga mulai terdata di wilayah daratan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sementara terdapat tiga kabupaten dan 15 kecamatan di Lampung dan Banten yang terdampak, termasuk wilayah Jabodetabek.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut pendataan masih berlangsung untuk mengetahui dampak fisik dan kerusakan. Hingga Minggu (6/9/2026), pemerintah daerah melaporkan belum ada korban jiwa. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi karena arah serta konsentrasi abu vulkanik dapat berubah mengikuti kondisi angin dan aktivitas erupsi.

Luhut Ungkap Hasil Integrasi Data Bansos, Salah Sasaran Turun dari 77,6 Persen

0

Integrasi Data Bansos melalui pemanfaatan Government Technology (GovTech) dinilai mampu memperbaiki ketepatan penyaluran bantuan pemerintah. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penerapan sistem tersebut telah menunjukkan hasil positif dalam uji coba di Banyuwangi.

Luhut mengungkapkan, tingkat bantuan sosial yang sebelumnya tidak tepat sasaran mencapai 77,6 persen. Setelah dilakukan pembenahan melalui integrasi sistem dan data pemerintah, angka tersebut disebut berhasil ditekan hingga berada di bawah 10 persen.

“Piloting yang kami lakukan di Banyuwangi dalam rangka government technology telah menemukan berbagai masalah di pemerintahan yang kemudian kami perbaiki,” ujar Luhut dalam Reuni Akbar Institut Teknologi Del di Jakarta, dikutip Antara, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Luhut, pemerintah kini terus menghubungkan data yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga. Data tersebut nantinya dapat dianalisis dengan dukungan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menghasilkan informasi yang lebih akurat.

Integrasi Data Bansos Perkuat Efisiensi Pemerintah

Luhut menyebut pengembangan GovTech saat ini telah mencapai hampir 80 persen. Pemerintah menargetkan sistem tersebut dapat diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2026.

Pada akhir tahun ini, seluruh data pemerintah ditargetkan telah menggunakan basis ID. Sistem tersebut akan menjadi bagian dari konsep digital single ID yang diharapkan mampu menyatukan berbagai layanan dan informasi pemerintahan.

Menurut Luhut, Integrasi Data Bansos juga dapat membantu pemerintah menutup celah kebocoran anggaran serta meningkatkan transparansi dalam pengelolaan program publik.

Ia memperkirakan penerapan GovTech secara menyeluruh berpotensi menghasilkan penghematan lebih dari Rp1.200 triliun. Efisiensi tersebut berasal dari perbaikan sistem, pengawasan yang lebih terintegrasi, serta pengurangan berbagai celah dalam tata kelola pemerintahan.

GovTech Jadi Penopang Transformasi Digital

Luhut menilai digitalisasi pemerintahan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap perekonomian nasional. Sistem yang terintegrasi dinilai mampu membuat proses pelayanan publik lebih efisien sekaligus memperkuat pengawasan.

Pemerintah akan melanjutkan pengembangan GovTech secara bertahap sesuai arahan Presiden. Dengan Integrasi Data Bansos yang semakin kuat, pemerintah berharap penyaluran bantuan dapat lebih tepat sasaran dan pengelolaan anggaran negara menjadi semakin efektif.

Penyaluran BPNT Tahap 3 Berlangsung, Cek Status Bantuan Rp600 Ribu secara Online

0

Penyaluran BPNT tahap ketiga kembali dilakukan pemerintah untuk periode Juli hingga September 2026. Bantuan Pangan Non-Tunai tersebut diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara berkala dengan nilai Rp200 ribu setiap bulan.

Karena pencairan dilakukan sekaligus untuk tiga bulan, setiap KPM berpotensi menerima bantuan senilai Rp600 ribu dalam satu tahap. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meringankan beban pengeluaran rumah tangga.

Kementerian Sosial (Kemensos) menerapkan penyesuaian dalam penetapan penerima bansos berdasarkan tingkat kesejahteraan yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Prioritas diberikan kepada masyarakat yang masuk desil 1 hingga 4, sejalan dengan kelompok sasaran Program Keluarga Harapan (PKH).

Penyaluran BPNT Bisa Dicek Lewat Ponsel

Masyarakat dapat memantau status penerima melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos. Pengecekan dilakukan dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP, kemudian mengisi kode captcha dan memilih menu “Cari Data”.

Setelah proses tersebut, sistem akan menampilkan informasi mengenai status penerima, jenis bantuan yang diperoleh, serta periode penyalurannya. Cara ini memudahkan masyarakat mengetahui perkembangan bantuan tanpa harus mendatangi kantor pemerintahan atau menunggu informasi dari petugas.

Selain melalui situs, pengecekan juga tersedia lewat aplikasi Cek Bansos Kemensos yang dapat diunduh melalui Play Store maupun App Store. Pengguna yang belum memiliki akun perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu, kemudian masuk ke menu “Cek Bansos” dan memasukkan NIK sesuai data kependudukan.

Pastikan Data Penerima Tetap Sesuai

Jika status penyaluran menunjukkan keterangan “YA”, masyarakat tercatat sebagai penerima BPNT. Sementara keterangan “Berhasil Persiapan Penyaluran” atau “Proses Transfer” menandakan bantuan masih berada dalam tahapan pencairan menuju rekening penerima.

KPM disarankan memeriksa informasi secara berkala selama periode Penyaluran BPNT tahap 3 berlangsung. Pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui apakah bantuan sudah masuk atau masih dalam proses transfer.

Data kependudukan dan rekening juga perlu dipastikan masih aktif serta sesuai dengan informasi yang tercatat dalam sistem. Kesalahan data dapat menghambat proses pencairan bantuan.

Dengan pengecekan rutin, masyarakat dapat mengetahui perkembangan Penyaluran BPNT sekaligus memastikan bantuan diterima sesuai periode yang telah ditetapkan pemerintah.

Butuh Dana Mendadak? Ini Keuntungan Pinjaman dengan Jaminan BPKB

0

Pinjaman dengan Jaminan BPKB menjadi salah satu pilihan pembiayaan yang dapat dipertimbangkan ketika kebutuhan dana muncul secara mendadak. Kondisi seperti biaya perbaikan kendaraan, kebutuhan rumah tangga, tambahan modal usaha, hingga keperluan pendidikan terkadang membutuhkan dana dalam waktu relatif singkat. Bagi kami di Berempat.com, memahami cara kerja pembiayaan sekaligus menghitung kemampuan membayar menjadi bagian penting sebelum mengambil keputusan finansial.

Berbeda dengan pinjaman tanpa agunan, skema ini menggunakan dokumen kepemilikan kendaraan sebagai bagian dari jaminan pembiayaan. Kendaraan yang dimiliki dapat berupa sepeda motor maupun mobil, tergantung kebijakan lembaga pembiayaan. Besarnya dana yang dapat diperoleh biasanya berkaitan dengan nilai kendaraan, usia kendaraan, kelengkapan dokumen, profil pemohon, serta kebijakan perusahaan pembiayaan.

Fenomena kebutuhan pembiayaan sendiri cukup besar di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan mencapai Rp507,14 triliun pada September 2025, tumbuh 1,07 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, pembiayaan modal kerja bahkan tumbuh 10,61 persen secara tahunan. Data tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan masih menjadi salah satu instrumen yang digunakan masyarakat dan pelaku usaha untuk memenuhi kebutuhan pendanaan.

Mengapa Pinjaman dengan Jaminan BPKB Banyak Dipertimbangkan?

Salah satu daya tarik utama Pinjaman dengan Jaminan BPKB adalah fleksibilitas penggunaan dana. Pada produk tertentu, dana yang diperoleh tidak hanya diarahkan untuk membeli barang tertentu, tetapi dapat digunakan sesuai tujuan yang disepakati dalam perjanjian pembiayaan.

Bagi pemilik usaha kecil, misalnya, dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membeli persediaan, membayar kebutuhan operasional, memperbaiki peralatan usaha, atau menjaga arus kas ketika pembayaran dari pelanggan belum masuk. Sementara untuk kebutuhan pribadi, pembiayaan dapat dipertimbangkan untuk pengeluaran yang sifatnya penting dan sulit ditunda.

Keuntungan berikutnya adalah adanya aset yang menjadi dasar pengajuan pembiayaan. Kendaraan yang telah dimiliki memberikan nilai ekonomis yang dapat menjadi pertimbangan lembaga pembiayaan ketika melakukan analisis terhadap pengajuan.

OJK melalui materi literasi keuangannya juga menjelaskan bahwa jasa pembiayaan memungkinkan masyarakat memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan tanpa harus menunggu sampai dana tunai terkumpul sepenuhnya. Pembiayaan juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha sesuai kebutuhan dan kemampuan konsumen.

Dalam praktiknya, proses pengajuan tetap membutuhkan pemeriksaan. Pemohon biasanya perlu menyiapkan identitas, dokumen kendaraan, bukti kepemilikan atau dokumen terkait, serta dokumen pendukung lainnya sesuai persyaratan perusahaan pembiayaan. Karena itu, istilah “cepat” sebaiknya dipahami sebagai proses yang relatif praktis setelah seluruh persyaratan terpenuhi, bukan jaminan bahwa setiap pengajuan pasti langsung cair.

Ada Biaya yang Perlu Diperhitungkan

Sebelum mengambil Pinjaman dengan Jaminan BPKB, calon debitur perlu melihat keseluruhan biaya. Jangan hanya memperhatikan nominal dana yang diterima atau besarnya angsuran bulanan.

Dalam ketentuan terkait perusahaan pembiayaan, OJK mencantumkan sejumlah komponen yang perlu dijelaskan dalam perjanjian, antara lain biaya survei, biaya asuransi atau penjaminan/fidusia, biaya provisi, dan biaya notaris apabila berlaku. Perjanjian juga perlu memuat ketentuan mengenai hak dan kewajiban para pihak, mekanisme penyelesaian perselisihan, serta denda.

Artinya, calon peminjam perlu menghitung total kewajiban sampai akhir tenor. Angsuran yang terlihat ringan belum tentu menghasilkan biaya keseluruhan yang rendah apabila tenor lebih panjang atau terdapat komponen biaya tambahan.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah status lembaga pembiayaan. OJK mengimbau masyarakat menggunakan penyelenggara lembaga pembiayaan yang telah berizin. Sampai 30 April 2026, OJK mencatat terdapat 193 perusahaan Lembaga Pembiayaan dan Perusahaan Modal Ventura yang berizin. Masyarakat juga dapat mengecek status izin melalui kanal resmi OJK 157.

BPKB sebagai Jaminan dan Risiko yang Harus Dipahami

Penggunaan BPKB dalam pembiayaan berkaitan dengan mekanisme jaminan atas kendaraan. Dalam konteks pembiayaan kendaraan dengan jaminan fidusia, OJK menjelaskan bahwa apabila perusahaan pembiayaan membebankan jaminan fidusia, jaminan tersebut wajib didaftarkan sesuai ketentuan yang berlaku. Aturan tersebut dibuat untuk memberikan kepastian hukum bagi perusahaan pembiayaan maupun konsumen.

Karena itu, peminjam perlu membaca perjanjian secara menyeluruh. Perhatikan nilai pokok pembiayaan, tenor, suku bunga atau margin yang berlaku, biaya administrasi, asuransi, provisi, denda keterlambatan, serta konsekuensi apabila angsuran bermasalah.

Risiko terbesar tentu berkaitan dengan kendaraan yang dijadikan jaminan. Keterlambatan pembayaran yang tidak diselesaikan dapat menimbulkan konsekuensi sesuai perjanjian dan ketentuan hukum yang berlaku. OJK juga mengingatkan debitur untuk tidak menjual, mengalihkan, menggadaikan, atau memindahtangankan objek jaminan fidusia tanpa persetujuan tertulis dari penerima fidusia selama kewajiban pembiayaan belum selesai.

Karena itu, pembiayaan sebaiknya digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar memiliki prioritas dan disesuaikan dengan arus kas. Bagi pelaku usaha, perhitungan dapat dimulai dari omzet rata-rata, keuntungan bersih, kewajiban rutin, dan ruang yang tersedia untuk membayar cicilan setiap bulan.

Intinya, Pinjaman dengan Jaminan BPKB dapat menjadi alternatif ketika kebutuhan dana tidak dapat ditunda dan peminjam memiliki aset kendaraan yang memenuhi persyaratan. Keunggulannya terletak pada pemanfaatan aset yang sudah dimiliki untuk memperoleh akses pembiayaan.

Namun, keputusan tetap perlu dibuat berdasarkan kemampuan finansial, bukan sekadar karena proses pengajuan terlihat mudah. Membandingkan beberapa penyedia, memahami seluruh biaya, memastikan legalitas perusahaan, serta menghitung kemampuan membayar sampai tenor berakhir akan membantu mengurangi risiko masalah keuangan di kemudian hari.

Purbaya Buka Peluang Pangkas Anggaran MBG hingga di Bawah Rp200 Triliun

0

Pemerintah membuka peluang untuk Pangkas Anggaran MBG lebih jauh setelah efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) berhasil dilakukan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai anggaran program tersebut masih dapat ditekan hingga berada di bawah Rp200 triliun per tahun melalui pengelolaan yang lebih efisien dan pemanfaatan teknologi.

Purbaya mengatakan anggaran MBG sebelumnya berada di kisaran Rp330 triliun. Setelah melalui beberapa tahap efisiensi, kebutuhan anggaran berhasil diturunkan menjadi sekitar Rp240 triliun. Hal tersebut telah dibahas Purbaya bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.

Menurut Purbaya, peluang penghematan masih terbuka, termasuk untuk pelaksanaan program pada tahun mendatang. Pemerintah akan melihat berbagai ruang efisiensi tanpa mengurangi tujuan utama MBG dalam menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat.

Pangkas Anggaran MBG dengan Teknologi

Purbaya menilai penggunaan teknologi dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan program. Sistem yang lebih terintegrasi diharapkan mampu membantu pemerintah mengawasi penggunaan anggaran sekaligus memperbaiki kinerja pelaksanaan MBG di lapangan.

Kementerian Keuangan juga dilibatkan secara langsung dalam pengawasan. Pegawai Kemenkeu yang berada di daerah akan memantau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara bergilir untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan.

Langkah pengawasan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah menemukan titik-titik yang masih bisa diperbaiki sehingga upaya Pangkas Anggaran MBG tidak mengganggu kualitas layanan kepada penerima manfaat.

Anggaran MBG 2027 Capai Rp232,5 Triliun

Untuk 2027, BGN memperoleh pagu anggaran Rp240,20 triliun. Sebanyak Rp232,50 triliun dialokasikan untuk program MBG, sedangkan Rp7,33 triliun digunakan untuk dukungan manajemen.

Sudaryono menjelaskan sekitar 97 persen anggaran BGN akan dikonversi menjadi menu MBG yang diberikan kepada penerima manfaat. Program tersebut ditargetkan menjangkau 72.464.886 penerima.

Dari jumlah itu, sebanyak 60.599.777 peserta didik mendapat alokasi Rp198,96 triliun. Sementara 11.865.109 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita memperoleh alokasi Rp33,54 triliun.

Dengan pengawasan yang diperkuat dan pemanfaatan teknologi, pemerintah berharap Pangkas Anggaran MBG dapat dilakukan secara terukur sekaligus menjaga cakupan serta kualitas program bagi seluruh kelompok sasaran.

Penyaluran KPR Subsidi Capai 140.965 Unit, Tenor Kredit Kini Bisa 40 Tahun

0

Penyaluran KPR Subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terus mencatat perkembangan positif. Hingga 1 September 2026, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) telah menyalurkan pembiayaan untuk 140.965 unit rumah atau sekitar 40,3 persen dari target 350.000 unit sepanjang tahun ini.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan total dana yang telah disalurkan mencapai Rp17,5 triliun. Realisasi tersebut mencakup pembiayaan rumah tapak maupun rumah susun (rusun) yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Realisasi FLPP baik untuk skema tapak maupun rumah susun per 1 September ini mencapai 140.965 unit rumah,” ujar Heru, dikutip dari Antara, Kamis (3/9/2026).

Pemerintah juga memperluas keterjangkauan pembiayaan melalui perubahan ketentuan tenor KPR subsidi. Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan terbaru, masa pinjaman untuk rumah tapak dan rusun subsidi dapat diperpanjang hingga 40 tahun dari sebelumnya maksimal 20 tahun.

Penyaluran KPR Subsidi Didukung Tenor Lebih Panjang

Heru menilai perpanjangan tenor tersebut dapat membantu menekan besaran cicilan bulanan sehingga semakin banyak MBR memiliki peluang untuk membeli rumah. Kebijakan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses hunian yang terjangkau.

Selain memperkuat pembiayaan, BP Tapera turut mendorong peningkatan minat masyarakat terhadap rusun subsidi, terutama di kawasan perkotaan. Sosialisasi akan diperluas kepada generasi muda dan pekerja urban mengenai keuntungan tinggal di hunian vertikal yang berada dekat pusat kegiatan ekonomi.

BP Tapera juga akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pengembang untuk memastikan rusun subsidi memiliki akses transportasi serta fasilitas umum yang memadai.

Digitalisasi Permudah Akses Penyaluran KPR Subsidi

Pengembangan layanan digital kini turut menjadi perhatian. Teknologi akan dimanfaatkan untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi hingga mengajukan KPR subsidi secara lebih cepat.

Di sisi lain, pengembang didorong menyesuaikan desain, ukuran, dan lingkungan hunian dengan kebutuhan MBR di perkotaan. Dengan berbagai langkah tersebut, Penyaluran KPR Subsidi diharapkan semakin luas dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan hunian layak dengan skema pembiayaan terjangkau.

Punya Produk tapi Belum Ada yang Beli? Ini Cara Mendapat Pelanggan Pertama

0

Mendapatkan pelanggan pertama sering kali terasa jauh lebih sulit daripada membuat produk. Karena itu, cara mendapat pelanggan pertama perlu dipikirkan sebagai proses yang terukur, bukan sekadar berharap ada orang yang menemukan bisnis secara kebetulan. Di Berempat.com, kami melihat fase awal bisnis justru menjadi periode penting untuk menguji apakah produk benar-benar dibutuhkan pasar, siapa calon pembelinya, dan alasan apa yang membuat mereka mau mengeluarkan uang.

Target 100 pelanggan terdengar sederhana ketika hanya ditulis di atas kertas. Kenyataannya, perjalanan dari nol menuju angka tersebut membutuhkan beberapa tahapan. Sepuluh pelanggan pertama biasanya datang dari lingkaran yang relatif dekat, 20–50 pelanggan berikutnya mulai membutuhkan promosi yang lebih terarah, sementara pertumbuhan menuju 100 pelanggan menuntut sistem penjualan yang mulai konsisten.

Konteks pasarnya juga cukup besar. Pemerintah mencatat Indonesia memiliki lebih dari 64 juta unit UMKM yang mencakup sekitar 99 persen dari seluruh unit usaha. Sektor ini juga berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja. Artinya, bisnis baru masuk ke pasar yang sangat ramai dan kompetitif.

Persaingan tersebut membuat bisnis baru perlu memahami satu hal: pelanggan tidak otomatis datang hanya karena produk sudah siap dijual.

Mulai dari 10 pelanggan, bukan langsung mengejar 100

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah membuat target besar tanpa memecahnya menjadi target kecil. Ketika targetnya langsung 100 pelanggan, pemilik bisnis bisa tergoda mencoba banyak saluran pemasaran sekaligus.

Lebih realistis jika target tersebut dibagi menjadi beberapa tahap:

  • 10 pelanggan pertama untuk menguji produk dan penawaran.
  • 25 pelanggan untuk melihat pola pembelian.
  • 50 pelanggan untuk membangun sistem penjualan yang lebih teratur.
  • 100 pelanggan untuk mulai melihat pola pertumbuhan yang bisa diulang.

Sepuluh pelanggan pertama memiliki nilai yang besar karena mereka dapat memberikan informasi yang tidak selalu bisa diperoleh dari riset pasar. Tanyakan apa yang membuat mereka tertarik, bagian mana dari produk yang mereka sukai, apa yang masih membingungkan, dan alasan mereka akhirnya memutuskan membeli.

Jawaban tersebut bisa digunakan untuk memperbaiki cara menawarkan produk kepada calon pelanggan berikutnya.

Cara mendapat pelanggan pertama tanpa menunggu bisnis viral

Untuk bisnis yang baru dimulai, pelanggan pertama tidak harus berasal dari iklan besar. Justru, pendekatan langsung sering kali lebih masuk akal karena anggaran pemasaran biasanya masih terbatas.

Mulailah dengan membuat daftar calon pembeli yang memang memiliki masalah yang bisa diselesaikan produk. Jumlahnya tidak perlu ratusan. Lima puluh nama yang relevan jauh lebih berguna daripada 1.000 kontak yang tidak memiliki kebutuhan.

Hubungi mereka dengan pendekatan yang wajar. Jangan langsung mengirim katalog panjang atau promosi bertubi-tubi. Mulailah dari percakapan mengenai masalah yang mereka hadapi, kemudian jelaskan bagaimana produk dapat membantu.

Inilah salah satu bentuk cara mendapat pelanggan pertama yang relatif murah karena mengandalkan pemahaman terhadap target pasar, bukan sekadar jumlah orang yang melihat iklan.

Bisnis juga bisa menawarkan sampel, sesi konsultasi singkat, demo, atau harga perkenalan untuk kelompok pelanggan awal. Tujuannya bukan terus-menerus memberikan diskon, melainkan mengurangi keraguan ketika orang belum memiliki pengalaman dengan merek tersebut.

Gunakan lingkungan terdekat sebagai laboratorium pasar

Teman, keluarga, rekan kerja, komunitas, atau kenalan profesional bisa menjadi titik awal yang masuk akal. Namun, jangan berhenti pada orang-orang terdekat.

Pilih mereka yang memang memiliki kemungkinan membutuhkan produk. Jika menjual jasa desain untuk UMKM, misalnya, pemilik usaha kecil jauh lebih relevan daripada menghubungi semua teman tanpa melihat kebutuhannya.

Pelanggan pertama sebaiknya diperlakukan sebagai sumber pembelajaran. Catat bagaimana mereka menemukan bisnis, pertanyaan sebelum membeli, alasan memilih produk, nominal transaksi, serta apakah mereka kembali melakukan pembelian.

Data sederhana tersebut akan membantu menemukan pola.

Manfaatkan pasar digital, tetapi jangan mengejar semua platform

Peluang menjangkau calon pelanggan secara digital di Indonesia sangat besar. DataReportal mencatat sekitar 230 juta orang di Indonesia menggunakan internet pada akhir 2025, dengan penetrasi internet sekitar 80,5 persen. Pada periode yang sama, terdapat sekitar 180 juta identitas pengguna media sosial di Indonesia.

Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar digital. Namun, bisnis baru tidak perlu hadir di semua platform sekaligus.

Pilih satu atau dua kanal yang paling dekat dengan target konsumen. Produk visual mungkin lebih cocok dipasarkan melalui Instagram atau TikTok, sementara jasa profesional dapat lebih efektif membangun prospek melalui LinkedIn atau komunitas industri.

Konten juga tidak harus selalu berupa promosi. Tunjukkan masalah yang sering dialami calon pelanggan, proses kerja, hasil sebelum dan sesudah, pertanyaan yang sering muncul, atau pengalaman pelanggan setelah menggunakan produk.

Tujuannya sederhana: membuat calon pembeli memahami produk sebelum mereka diajak membeli.

Dari pelanggan pertama menuju 100 pelanggan

Setelah mendapatkan pelanggan pertama, tantangannya berubah. Bisnis tidak lagi sekadar mencari orang yang mau membeli, tetapi mulai mencari pola yang bisa diulang.

Misalnya, dari 10 pelanggan awal ditemukan bahwa tujuh orang mengetahui bisnis melalui rekomendasi teman. Informasi tersebut menunjukkan bahwa referral mungkin menjadi saluran penting.

Jika lima pelanggan datang setelah melihat konten edukasi, berarti konten tersebut layak dikembangkan.

Begitu juga dengan data penjualan. Catat jumlah calon pelanggan yang dihubungi, berapa yang merespons, berapa yang bertanya lebih lanjut, dan berapa yang akhirnya membeli.

Contoh sederhana:

  • 100 calon pelanggan dihubungi.
  • 30 orang merespons.
  • 15 orang meminta informasi lebih lanjut.
  • 8 orang melakukan pembelian.

Dari sini terlihat bahwa masalahnya mungkin bukan kekurangan calon pelanggan, melainkan tingkat konversi dari percakapan menjadi transaksi.

Angka seperti ini jauh lebih berguna daripada sekadar melihat jumlah pengikut media sosial.

Jangan lupakan pelanggan yang sudah pernah membeli

Mencari pelanggan baru memang penting, tetapi pelanggan lama juga memiliki potensi besar untuk menghasilkan transaksi berikutnya.

Setelah pembelian, lakukan follow-up. Tanyakan apakah produk sudah digunakan, apakah ada kendala, atau apakah mereka membutuhkan bantuan tambahan.

Untuk bisnis tertentu, pelanggan lama dapat diarahkan pada pembelian ulang, paket lanjutan, upgrade produk, atau layanan tambahan.

Pengalaman positif juga bisa diarahkan menjadi testimoni. Foto, ulasan, cerita penggunaan, atau hasil nyata dari pelanggan dapat membantu calon pembeli berikutnya merasa lebih yakin.

Dengan begitu, pelanggan tidak berhenti sebagai angka transaksi.

Bangun sistem referral dari 20–50 pelanggan

Ketika jumlah pelanggan mulai bertambah, bisnis dapat membuat mekanisme referral yang sederhana.

Tidak harus berupa program yang rumit. Bisa berupa bonus untuk pelanggan yang berhasil membawa pembeli baru, potongan harga pada transaksi berikutnya, layanan tambahan, atau hadiah kecil yang relevan dengan produk.

Namun, insentif bukan satu-satunya alasan orang merekomendasikan bisnis. Produk yang memuaskan dan pengalaman pembelian yang mudah tetap menjadi fondasi utama.

Pada tahap ini, pemilik bisnis juga perlu mulai menyimpan database pelanggan secara rapi. Nama, kontak, produk yang dibeli, tanggal transaksi, sumber pelanggan, hingga riwayat komunikasi bisa dicatat dalam spreadsheet atau sistem CRM sederhana.

Database tersebut akan semakin bernilai ketika jumlah pelanggan bertambah.

100 pelanggan pertama adalah fondasi, bukan garis finis! fokus cara mendapat pelanggan pertama dulu!

Mencapai 100 pelanggan memang layak dirayakan, tetapi angka tersebut seharusnya menjadi awal dari fase berikutnya.

Pertanyaan yang lebih penting setelah mencapai 100 pelanggan adalah: berapa yang membeli kembali? Berapa yang datang dari rekomendasi? Produk mana yang paling banyak diminati? Berapa biaya untuk mendapatkan satu pelanggan? Dan berapa keuntungan yang tersisa setelah seluruh biaya penjualan serta pemasaran diperhitungkan?

Bisnis baru juga perlu menyadari bahwa pertumbuhan pelanggan tidak selalu berlangsung lurus. Bisa saja bulan pertama hanya menghasilkan lima pelanggan, bulan kedua delapan, lalu bulan berikutnya melonjak karena mendapatkan satu mitra distribusi atau konten yang menjangkau pasar lebih luas.

Karena itu, jangan terlalu cepat menganggap strategi gagal hanya karena hasilnya belum besar.

Cara mendapat pelanggan pertama yang efektif biasanya lahir dari proses mencoba, mencatat, memperbaiki, lalu mengulang strategi yang terbukti berhasil. Setelah pelanggan pertama datang, fokus berikutnya adalah memahami mengapa mereka membeli dan bagaimana pengalaman tersebut bisa menghasilkan pelanggan berikutnya.