Selasa, Mei 12, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 129

Bisa Kaya Tanpa Riba? Begini Cara Meningkatkan Omzet Bisnis Syariah

Ketika berbicara tentang bisnis, salah satu tujuan utama yang ingin dicapai adalah meningkatkan omzet. Namun, bagi sebagian pelaku usaha, khususnya yang ingin menjalankan bisnis berdasarkan prinsip syariah, ada kekhawatiran apakah prinsip ini bisa sejalan dengan upaya untuk mengembangkan omzet usaha. Jawabannya: tentu saja bisa! Bahkan, prinsip keuangan syariah justru dapat menjadi nilai tambah yang membuat bisnis kamu lebih diminati oleh pelanggan yang peduli dengan etika dan keberkahan.

Memahami Prinsip Keuangan Syariah

Prinsip keuangan syariah adalah sistem yang mengutamakan transaksi yang adil, transparan, dan bebas dari unsur riba, gharar (ketidakjelasan), serta maysir (judi). Dalam praktiknya, bisnis yang berlandaskan prinsip ini menitikberatkan pada kerja sama yang saling menguntungkan, keadilan dalam pembagian keuntungan, dan aktivitas yang halal.

Bagi pelaku usaha, menerapkan prinsip ini berarti menghindari pinjaman berbunga tinggi, menggunakan kontrak yang jelas, serta memastikan produk atau jasa yang ditawarkan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Strategi Meningkatkan Omzet dengan Prinsip Syariah

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu terapkan untuk meningkatkan omzet bisnis sekaligus memegang teguh prinsip keuangan syariah:

  1. Tawarkan Produk atau Jasa yang Halal dan Berkualitas
    Pelanggan saat ini semakin selektif. Dengan menawarkan produk halal dan berkualitas, bisnis kamu memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas, terutama di kalangan masyarakat Muslim.
  2. Gunakan Skema Keuangan yang Bebas Riba
    Untuk menghindari riba, kamu bisa memanfaatkan pembiayaan syariah, seperti akad murabahah (jual beli dengan margin keuntungan) atau mudharabah (bagi hasil). Dengan begitu, kamu tetap bisa mendapatkan modal usaha tanpa melanggar prinsip syariah.
  3. Berinovasi dalam Pemasaran
    Teknologi digital bisa menjadi alat penting untuk meningkatkan omzet. Gunakan media sosial, e-commerce, atau marketplace berbasis syariah untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Pastikan konten pemasaran kamu relevan, jujur, dan tidak berlebihan agar tetap sesuai dengan nilai-nilai Islam.
  4. Layanan yang Amanah dan Profesional
    Pelayanan yang jujur, ramah, dan amanah adalah cerminan dari prinsip syariah yang bisa membangun kepercayaan pelanggan. Ketika pelanggan merasa puas, mereka cenderung akan kembali dan merekomendasikan bisnis kamu ke orang lain.
  5. Fokus pada Keberkahan, Bukan Hanya Keuntungan
    Meskipun tujuan bisnis adalah meningkatkan omzet, jangan lupa bahwa prinsip syariah menekankan keberkahan. Ketika bisnis kamu berjalan dengan cara yang halal dan sesuai syariat, keuntungan yang diperoleh tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga spiritual.

Manfaat Menjalankan Bisnis dengan Prinsip Keuangan Syariah

Selain membantu meningkatkan omzet, ada banyak manfaat lain yang bisa kamu rasakan dengan menjalankan bisnis berbasis syariah:

  • Kepercayaan Konsumen: Banyak konsumen Muslim lebih memilih bisnis yang berlandaskan nilai syariah.
  • Keberlanjutan: Dengan menghindari utang berbunga tinggi, bisnis kamu lebih stabil secara finansial.
  • Keberkahan: Bisnis yang halal dan sesuai syariat mendatangkan keberkahan, baik untuk pemilik maupun pelanggan.

Jadi, Apakah Bisa Meningkatkan Omzet dengan Prinsip Syariah?

Jawabannya adalah ya, tentu saja bisa! Dengan strategi yang tepat, inovasi yang berkelanjutan, dan komitmen terhadap prinsip keuangan syariah, bisnis kamu bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang. Prinsip syariah tidak membatasi kreativitas atau peluang, melainkan memberikan fondasi yang kuat untuk membangun bisnis yang beretika, transparan, dan penuh berkah.

Mulailah dengan langkah kecil, fokus pada produk berkualitas, dan jangan ragu untuk memanfaatkan teknologi. Insya Allah, bisnis kamu akan berkembang sesuai dengan harapan dan tetap membawa keberkahan di setiap langkahnya.

Marketplace Indonesia Berpeluang Jadi Katalisator Produk Lokal di Pasar Global

0

Penjualan produk lokal harus menjadi perhatian utama bagi platform lokapasar (marketplace) di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza saat mengunjungi kantor pusat Tokopedia di Jakarta pada Rabu (22/1).

Menurut Wamen Faisol, saat ini marketplace di Indonesia masih didominasi oleh produk impor. Kondisi ini terjadi karena visibilitas produk lokal seringkali kalah bersaing dengan barang impor yang umumnya dijual dengan harga lebih murah.

“Produk dalam negeri sebenarnya memiliki kualitas yang tidak kalah dari produk impor. Namun, marketplace perlu memberikan perhatian khusus dengan memastikan produk lokal lebih terlihat dan menarik perhatian konsumen,” ujar Faisol.

Kanal Khusus dan Label “Made in Indonesia”

Faisol mendorong setiap marketplace untuk menyediakan kanal khusus yang mempromosikan produk-produk lokal. Ia juga menyarankan agar marketplace mencantumkan label khusus, seperti “Made in Indonesia”, pada setiap produk lokal agar lebih mudah dikenali dan dipilih oleh konsumen.

“Produk lokal, seperti fesyen dan sepatu, banyak yang kualitasnya jauh lebih baik dibandingkan produk impor. Marketplace perlu memberikan ruang bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar masyarakat lebih percaya pada kualitas produk lokal,” tambahnya.

Selain itu, Faisol meminta agar marketplace memberikan pendampingan strategi pemasaran dan branding kepada para pelaku IKM. Dengan cara ini, produk-produk lokal dapat lebih kompetitif dan diterima luas di pasar.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan event seperti Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) mengutamakan promosi barang-barang lokal, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk dalam negeri di tengah maraknya persaingan global.

“Marketplace harus berada di garda terdepan dalam mendukung produk dalam negeri secara digital. Ini termasuk membantu produsen lokal menghasilkan barang berkualitas dan harga yang lebih kompetitif,” tegasnya.

Marketplace Sebagai Katalisator Untuk Memperluas Pasar Produk Lokal

Faisol optimistis bahwa marketplace memiliki peran strategis sebagai katalisator untuk memperluas pasar produk lokal, baik di dalam negeri maupun internasional. Ia juga mengusulkan kerja sama formal antara Kementerian Perindustrian dan marketplace melalui nota kesepahaman (MoU) untuk memberikan prioritas kepada produk-produk lokal.

“Sinergi ini dapat memastikan bahwa produk-produk unggulan lokal tampil lebih menonjol di marketplace, sekaligus membangun ekosistem IKM yang berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar global,” jelasnya.

Faisol juga menyoroti potensi besar perdagangan digital di Indonesia. Berdasarkan laporan e-CONOMY SEA 2024, Indonesia mencatat Gross Merchandise Value (GMV) sebesar USD90 miliar atau sekitar Rp1.420 triliun dari transaksi digital. Dari jumlah tersebut, USD65 miliar berasal dari transaksi di marketplace. Pada 2030, angka ini diproyeksikan akan tumbuh menjadi USD200-360 miliar.

“Dengan potensi sebesar ini, marketplace harus menjadi etalase utama produk-produk unggulan dalam negeri. Ini bukan sekadar soal nasionalisme, tetapi juga membangun industri kecil dan menengah yang kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” pungkas Faisol.

Harga Bapok Stabil di Sumut, Mendag Siapkan Langkah Hadapi Lonjakan Ramadan

0

Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Kepala Badan Pangan Nasional Arif Prasetyo melakukan kunjungan kerja ke Pasar Sei Sikambing, Medan, Sumatra Utara, Selasa (21/1). Dalam kunjungannya, Mendag Busan menyampaikan bahwa harga kebutuhan pokok (bapok) di wilayah Sumut relatif stabil dan bahkan mengalami penurunan di beberapa komoditas. Meski begitu, ia mengingatkan perlunya langkah antisipasi untuk menghadapi potensi kenaikan harga, khususnya menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri.

“Harga bapok di Sumut cukup stabil saat ini. Namun, ada beberapa komoditas seperti gula dan minyak goreng yang harus kita pantau karena potensi kenaikan harganya cukup besar. Kami akan berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional serta para distributor gula dan minyak goreng MINYAKITA untuk mencegah gejolak harga,” ungkap Mendag Busan usai kunjungannya.

Harga Komoditas di Pasar Sei Sikambing

Sejumlah komoditas di Pasar Sei Sikambing dijual sesuai atau bahkan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Di antaranya:

  • Beras medium Bulog: Rp13.000/kg
  • Daging sapi: Rp130.000/kg
  • Daging ayam ras: Rp34.000/kg
  • Telur ayam ras: Rp28.500/kg
  • Bawang merah: Rp32.000/kg
  • Minyak goreng MINYAKITA: Rp15.700/liter
  • Bawang putih: Rp40.000/kg

Namun, beberapa komoditas masih dijual di atas HET, seperti:

  • Beras medium: Rp15.000/kg
  • Beras premium: Rp16.000/kg
  • Gula pasir: Rp18.000/kg
  • Cabai merah keriting: Rp58.000/kg
  • Cabai rawit merah: Rp60.000/kg

Stabilitas Harga di Momen Nataru

Mendag Busan menambahkan, selama periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Namun, ia mengingatkan bahwa permintaan beberapa komoditas, seperti gula, minyak goreng, dan telur, biasanya meningkat menjelang Ramadan dan Lebaran. Hal ini menjadi perhatian utama pemerintah untuk menjaga kestabilan harga sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Selama Nataru, harga bapok cukup stabil. Tetapi menjelang Ramadan dan Lebaran, kita perlu lebih waspada terhadap peningkatan permintaan, terutama untuk gula, minyak goreng, dan telur, apalagi dengan adanya program MBG,” jelasnya.

Kerja Sama Pemerintah Pusat dan Daerah

Untuk menjaga stabilitas harga, Mendag Busan meminta Pemerintah Pusat dan Daerah terus memperkuat kolaborasi. Ia mengimbau para bupati dan wali kota agar aktif memantau dinamika harga kebutuhan pokok di pasar.

“Kami harapkan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah semakin erat untuk mengantisipasi gejolak harga. Dengan swasembada pangan, semoga harga bapok tetap terkendali,” tutup Mendag Busan.

Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan harga yang wajar, terutama menjelang momen-momen penting seperti Ramadan dan Lebaran.

Nggak Perlu Modal Besar! Bidang Jasa Kreatif Ini Bisa Bikin Kamu Cuan!

Bidang jasa kreatif adalah salah satu sektor yang semakin diminati di era digital seperti sekarang. Banyak orang mulai menyadari bahwa kreativitas bisa menjadi peluang untuk menghasilkan uang, baik sebagai pekerjaan utama maupun sampingan. Apa saja peluang pekerjaan atau bisnis yang bisa ditekuni di bidang jasa kreatif? Kali ini Berempat.com akan memberi ulasan lengkapnya!

1. Desain Grafis

Desain grafis adalah salah satu jasa kreatif yang paling banyak dicari. Hampir semua bisnis membutuhkan materi visual untuk promosi, seperti logo, poster, banner, hingga konten media sosial. Kamu yang punya kemampuan desain grafis bisa menawarkan jasa ini secara freelance di platform seperti Fiverr atau Upwork, atau bahkan membangun studio desain sendiri.

2. Fotografi dan Videografi

Jasa fotografi dan videografi juga memiliki permintaan yang tinggi, terutama untuk kebutuhan pernikahan, acara, hingga konten promosi. Selain menjual jasa, kamu juga bisa menjual hasil fotomu di situs-situs seperti Shutterstock atau Adobe Stock. Bagi pemula, cukup mulai dengan kamera sederhana dan terus asah kemampuan editing.

3. Pembuatan Template Digital

Di era digital, banyak orang dan bisnis membutuhkan template siap pakai untuk berbagai kebutuhan, seperti presentasi, dokumen, hingga desain media sosial. Kamu bisa membuat dan menjual template ini di platform seperti Etsy, Creative Market, atau Gumroad. Selain menguntungkan, bisnis ini bisa menjadi sumber penghasilan pasif.

4. Ilustrasi dan Seni Digital

Jasa ilustrasi dan seni digital kini semakin populer, terutama untuk kebutuhan merchandise, komik, atau bahkan NFT. Kamu yang suka menggambar bisa memanfaatkan bakat ini dengan menawarkan jasa ilustrasi custom atau menjual karya seni di platform seperti Etsy.

5. Jasa Editing Video dan Animasi

Konten video menjadi raja di era media sosial. Karena itu, jasa editing video dan animasi semakin diburu, baik oleh individu maupun perusahaan. Kamu bisa belajar dasar-dasar editing menggunakan software seperti Adobe Premiere Pro atau After Effects, lalu mulai menawarkan jasamu.

6. Musik dan Produksi Audio

Jasa kreatif di bidang musik juga memiliki peluang besar, terutama di era podcast dan video digital. Kamu bisa menjadi produser musik, membuat jingle iklan, atau menyediakan jasa mixing dan mastering audio. Jika kamu suka bermain musik, ini adalah cara asyik menghasilkan uang dari hobi.

7. Pembuatan Website dan UX/UI Design

Di dunia yang semakin digital, kebutuhan akan website dan aplikasi terus meningkat. Jika kamu punya kemampuan di bidang pengembangan web atau UX/UI design, kamu bisa menawarkan jasamu kepada bisnis kecil atau startup yang ingin tampil profesional di dunia online.

8. Event Planner dan Dekorasi

Kreativitas juga bisa diterapkan di bidang event planning. Membantu orang mengatur acara seperti pesta, pernikahan, atau gathering adalah peluang bisnis yang membutuhkan ide-ide kreatif. Selain itu, kamu juga bisa fokus pada dekorasi acara yang unik dan tematik.

9. Jasa Social Media Management

Tidak semua pemilik bisnis punya waktu untuk mengelola media sosial mereka. Di sinilah jasa social media management dibutuhkan. Tugasnya meliputi membuat konten, merencanakan strategi pemasaran, hingga menjalin interaksi dengan audiens.

10. Crafting dan Handmade

Jika kamu suka membuat kerajinan tangan, seperti aksesori, tas, atau pernak-pernik rumah, ini bisa menjadi bisnis kreatif yang menjanjikan. Apalagi sekarang banyak platform seperti Instagram dan TikTok yang bisa membantumu mempromosikan produk secara luas.

Bagaimana Cara Memulainya?

Untuk memulai bisnis atau pekerjaan di bidang jasa kreatif, yang perlu kamu siapkan adalah:

  • Keahlian: Asah terus kemampuanmu melalui kursus, tutorial, atau pengalaman langsung.
  • Portofolio: Tunjukkan hasil karyamu agar orang tertarik untuk menggunakan jasa atau membeli produkmu.
  • Promosi: Gunakan media sosial atau platform freelance untuk memasarkan jasamu secara lebih luas.

Bidang jasa kreatif tidak hanya memberikan peluang finansial, tetapi juga memuaskan secara pribadi karena kamu bisa bekerja sesuai dengan passion. Jadi, kenapa tidak mulai sekarang?

Tren Ramah Lingkungan Dorong Industri Pulp dan Kertas Indonesia Melonjak

0

Industri pulp dan kertas di Indonesia kini semakin menunjukkan taringnya sebagai sektor strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan data tahun 2023, total ekspor dari sektor ini berhasil mencatat angka fantastis, yakni USD8,37 miliar, dengan kontribusi sebesar 4,03% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas. Tak hanya itu, sektor ini juga menjadi sumber mata pencaharian bagi lebih dari 275 ribu pekerja langsung dan 1,2 juta pekerja tidak langsung.

Menurut Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, industri pulp dan kertas Indonesia memiliki keunggulan utama berupa ketersediaan bahan baku kayu yang diperoleh dari Hutan Tanaman Industri, yang pertumbuhannya jauh lebih cepat dibandingkan bahan baku di kawasan lain.

“Dahulu, negara-negara seperti Amerika Utara dan Skandinavia mendominasi pasar pulp dan kertas dunia. Namun kini, tren global mulai beralih ke Asia, termasuk Indonesia. Ini adalah peluang emas bagi kita untuk menjadi pemain utama di sektor ini,” ujar Putu saat memberikan pernyataan di Jakarta, Sabtu (18/1).

Meskipun konsumsi kertas per kapita di Indonesia saat ini baru mencapai 32 kg per tahun, peluang pasar masih terbuka lebar. Selain itu, tren gaya hidup ramah lingkungan yang semakin populer turut mendorong peningkatan permintaan terhadap kemasan berbahan kertas, menggantikan plastik yang kurang ramah lingkungan. Hal ini dinilai sebagai peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan pasar baru, baik di domestik maupun internasional.

Kapasitas Produksi dan Posisi Dunia

Putu mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kapasitas produksi pulp dan kertas di Indonesia terus meningkat secara signifikan. “Dari 103 unit usaha pada tahun 2021, kini bertambah menjadi 113 unit usaha pada tahun 2024. Kapasitas produksi pulp juga melonjak dari 10 juta ton per tahun menjadi 12,3 juta ton per tahun. Sementara itu, kapasitas produksi kertas naik dari 18,2 juta ton menjadi 20,86 juta ton per tahun,” jelasnya.

Dengan capaian tersebut, Indonesia kini menduduki peringkat ke-7 dunia dalam produksi pulp dan peringkat ke-6 dalam industri kertas. Meski demikian, sejumlah tantangan masih membayangi perkembangan sektor ini, seperti keterbatasan pasokan kertas daur ulang (KDU) di dalam negeri dan ancaman dari kebijakan Uni Eropa yang membatasi impor KDU melalui regulasi European Union Waste Shipment Regulation (EUWSR).

Tantangan dan Strategi ke Depan

Di samping keterbatasan bahan baku, tantangan lainnya datang dari aturan internasional seperti kemitraan ekonomi RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) dan kebijakan CBAM (Carbon Border Adjustment Mechanism), yang berpotensi menghambat ekspor produk kertas Indonesia ke pasar Eropa.

Untuk mengatasi tantangan ini, Kementerian Perindustrian telah menyusun sejumlah langkah strategis, termasuk penguatan tata kelola bahan baku KDU dari dalam negeri maupun impor, peningkatan daya saing produk melalui hilirisasi, dan adopsi teknologi terkini. Selain itu, pemerintah juga mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular untuk meningkatkan recovery rate bahan baku dalam negeri dan memperluas pasar ekspor melalui perjanjian kerja sama internasional.

“Kami juga sedang mempersiapkan standar spesifikasi untuk KDU sebagai bahan baku industri. Langkah ini termasuk pembinaan pengelolaan impuritas secara mandiri sesuai kebutuhan industri dan penyusunan rencana kebutuhan KDU dalam neraca komoditas nasional,” tambah Putu.

BRI Perkenalkan Cardless Withdrawal, Transaksi Tunai Tanpa Ribet

0

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi digital di sektor perbankan dengan meluncurkan fitur inovatif Cardless Withdrawal. Fitur ini, yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa), memungkinkan nasabah melakukan penarikan tunai tanpa perlu menggunakan kartu fisik di lebih dari 21.000 jaringan ATM dan CRM BRI yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kemudahan dan Keamanan Tanpa Kartu

Cardless Withdrawal menawarkan pengalaman transaksi yang lebih aman dan praktis bagi nasabah BRI serta nasabah bank lain yang tergabung dalam jaringan Artajasa. Dengan menggunakan aplikasi mobile banking, nasabah dapat menghasilkan kode transaksi khusus untuk melakukan penarikan tunai di ATM.

Berikut keunggulan fitur Cardless Withdrawal:

  1. Transaksi Tanpa Kartu Fisik
    Nasabah tidak perlu membawa kartu ATM, cukup memanfaatkan aplikasi mobile banking untuk mendapatkan kode transaksi.
  2. Keamanan Maksimal
    Setiap penarikan dilengkapi dengan kode OTP (One-Time Password) yang bersifat unik dan hanya berlaku untuk satu kali transaksi, sehingga risiko penyalahgunaan dapat diminimalkan.
  3. Proses Cepat dan Mudah
    Transaksi dapat dilakukan dalam beberapa langkah sederhana, memberikan fleksibilitas dan kenyamanan bagi pengguna kapan saja dan di mana saja.

Direktur Retail Funding & Distribution BRI, Andrijanto, menjelaskan bahwa layanan ini dirancang untuk memberikan solusi yang modern dan relevan dengan kebutuhan masyarakat digital.

“Dengan kehadiran fitur Cardless Withdrawal, BRI memastikan masyarakat, baik nasabah BRI maupun non-nasabah, dapat menikmati kemudahan transaksi tunai tanpa harus membawa kartu. Fitur ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Andrijanto.

Artajasa Dukung Transformasi Digital Perbankan

Direktur Utama Artajasa, Armand Hermawan, menyampaikan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya Bank Indonesia dalam mendorong transformasi digital di sektor keuangan.

“Inovasi ini merupakan tonggak penting dalam teknologi perbankan. Melalui sinergi bersama BRI, kami optimis layanan Cardless Withdrawal akan menjadi solusi praktis bagi nasabah, sekaligus membuka peluang bagi lebih banyak bank untuk mengadopsi teknologi serupa di masa depan,” jelas Armand.

Peluncuran layanan Cardless Withdrawal menunjukkan upaya nyata BRI dalam menyediakan layanan digital yang selaras dengan kebutuhan zaman. Dengan fokus pada kemudahan, keamanan, dan efisiensi, BRI terus memperkuat posisinya sebagai pelopor inovasi digital di sektor perbankan Indonesia.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan bagi nasabah tetapi juga mendorong percepatan digitalisasi di sektor keuangan nasional. BRI, bersama mitranya seperti Artajasa, optimis bahwa layanan ini akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan inklusi keuangan yang lebih luas.

Si ‘Cantik’ Penghasil Cuan, Cara Sukses Jualan Ikan Cupang di Era Digital!

Siapa yang nggak kenal ikan cupang? Ikan mungil dengan sirip warna-warni ini dulu hanya dikenal sebagai peliharaan sederhana di kalangan anak-anak. Tapi sekarang, pesonanya melejit ke level baru, nggak cuma jadi hobi, tapi juga ladang bisnis yang menggiurkan. Kalau kamu sedang berpikir untuk mengubah kesenangan memelihara ikan cupang menjadi peluang usaha untuk jualan, yuk simak ulasan dari Berempat.com berikut ini!

Kenapa Ikan Cupang Begitu Diminati?

Ikan cupang punya daya tarik unik yang sulit ditolak. Dari warna-warna cantiknya yang berkilauan hingga kepribadiannya yang “galak” tapi menghibur, ikan ini berhasil memikat hati para pecintanya, dari anak kecil hingga kolektor profesional. Beberapa hal yang bikin ikan cupang booming adalah:

  1. Mudah Dipelihara: Ikan cupang nggak butuh perawatan ribet. Bahkan, mereka bisa hidup di wadah kecil tanpa aerator, cocok untuk pemula.
  2. Variasi yang Menggoda: Ada banyak jenis ikan cupang, mulai dari Halfmoon, Crown Tail, Plakat, hingga Giant Betta. Setiap jenis punya keunikan sendiri.
  3. Pasar yang Luas: Dari komunitas pecinta cupang, kontes ikan cupang, hingga pasar online, permintaan untuk ikan ini terus meningkat.

Mengubah Hobi Jadi Bisnis

Kalau kamu sudah hobi memelihara ikan cupang, kenapa nggak coba menjadikannya sebagai bisnis? Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk memulai:

  1. Pahami Jenis dan Pasar Ikan Cupang
    Pelajari dulu jenis-jenis ikan cupang yang paling diminati di pasaran. Jenis seperti Halfmoon dan Plakat biasanya lebih mahal karena bentuk sirip dan warnanya yang memukau. Kamu juga perlu tahu, pasar ikan cupang nggak cuma di dalam negeri, tapi juga luar negeri.
  2. Mulai dari Beternak
    Beternak ikan cupang bisa jadi langkah awal yang menguntungkan. Meski membutuhkan waktu dan kesabaran, hasilnya bisa sangat memuaskan. Pastikan kamu menyediakan tempat yang nyaman untuk pemijahan dan membiasakan diri dengan cara merawat burayak (anak ikan cupang).
  3. Manfaatkan Media Sosial
    Promosi ikan cupang kini nggak perlu susah-susah datang ke pasar. Cukup dengan media sosial seperti Instagram, Facebook, atau TikTok, kamu sudah bisa memamerkan koleksi ikan cupangmu. Buat video pendek yang menarik, misalnya tentang cara perawatan ikan cupang atau keindahan warna-warninya.
  4. Ikut Kontes Ikan Cupang
    Kontes ikan cupang adalah salah satu cara terbaik untuk memperkenalkan koleksimu ke komunitas pecinta cupang. Kalau ikanmu menang, reputasimu sebagai peternak atau penjual bisa langsung naik!
  5. Jual Produk Pendukung
    Nggak cuma ikan, kamu juga bisa menjual produk pendukung, seperti akuarium kecil, pakan ikan, obat-obatan untuk ikan, dan aksesoris akuarium. Ini bisa menambah penghasilanmu.

Tips Jualan Ikan Cupang dan Tantangan yang Harus Dihadapi

Jualan ikan cupang memang menarik, tapi tentu ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah menjaga kualitas air dan kesehatan ikan. Ikan cupang yang sakit atau stres biasanya tidak menarik untuk dijual. Selain itu, persaingan di pasar ikan cupang juga cukup ketat, jadi kamu harus pintar membedakan produkmu, misalnya dengan menawarkan ikan berkualitas tinggi atau jenis yang langka.

Ikan cupang membuktikan bahwa sesuatu yang terlihat sederhana bisa jadi peluang bisnis yang menjanjikan. Dengan modal kecil, kreativitas, dan kesabaran, kamu bisa mengembangkan hobi ini menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan.

Penerimaan Pajak Digital Melonjak, Pemerintah Raup Rp32,5 Triliun di 2024

0

Hingga 31 Desember 2024, pemerintah mencatatkan penerimaan pajak sektor ekonomi digital mencapai Rp32,5 triliun. Data dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menunjukkan, angka tersebut bersumber dari berbagai sektor, termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE), pajak aset kripto, pajak fintech (P2P lending), dan pajak dari Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (SIPP).

Rincian Penerimaan Pajak Digital

Menurut Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Dwi Astuti, kontribusi terbesar berasal dari PPN PMSE yang menyumbang Rp25,53 triliun. Berikutnya, pajak fintech menyumbang Rp3,03 triliun, pajak kripto Rp1,09 triliun, dan pajak SIPP sebesar Rp2,85 triliun.

“Dari total penerimaan PMSE, 174 dari 211 pelaku usaha yang telah ditunjuk sebagai pemungut PPN PMSE telah melakukan penyetoran pajak senilai Rp25,35 triliun hingga akhir tahun 2024,” jelas Dwi, Senin (20/1/2025).

Dwi, yang akrab disapa Ewie, mengungkapkan bahwa pemerintah menunjuk 13 pelaku usaha baru sebagai pemungut PPN PMSE di bulan Desember 2024. Beberapa di antaranya adalah Pearson Education Limited, Travian Games GmbH, GetYourGuide Deutschland GmbH, dan Kajabi LLC. Selain itu, ada tiga pembaruan data pemungut seperti PCCW Vuclip (Singapore) Pte. Ltd., serta satu pencabutan status pemungut yang dilakukan kepada Hotels.com, L.P.

Penerimaan PPN PMSE terus meningkat sejak pengenaan kebijakan ini, dimulai dari Rp731,4 miliar di 2020, kemudian Rp3,90 triliun pada 2021, Rp5,51 triliun di 2022, Rp6,76 triliun di 2023, hingga Rp8,44 triliun di 2024.

Kontribusi Pajak Kripto dan Fintech

Pajak dari aset kripto mencatat penerimaan sebesar Rp1,88 triliun sejak diberlakukan, dengan angka tahunan Rp246,45 miliar pada 2022, Rp220,83 miliar di 2023, dan Rp620,4 miliar di 2024. Pendapatan ini meliputi PPh 22 atas penjualan kripto di exchanger (Rp510,56 miliar) dan PPN DN atas pembelian kripto (Rp577,12 miliar).

Sementara itu, pajak dari fintech (P2P lending) menyumbang Rp3,03 triliun hingga akhir 2024. Penerimaan ini berasal dari bunga pinjaman, termasuk PPh 23 atas bunga yang diterima WPDN dan BUT (Rp816,85 miliar), PPh 26 atas bunga untuk WPLN (Rp647,86 miliar), serta PPN DN sebesar Rp1,57 triliun.

Kinerja impresif ini menunjukkan bahwa sektor ekonomi digital semakin menjadi tulang punggung penerimaan pajak nasional. Dengan terus meningkatnya jumlah pelaku usaha yang terintegrasi dalam sistem pajak, pemerintah berharap dapat memperkuat basis penerimaan negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan.

Ekonomi Kerakyatan Tak Bisa Sendiri, Wamen UMKM Dorong Sinergi UMKM

0

Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Helvi Moraza, menegaskan bahwa kolaborasi antara pelaku UMKM sangat penting untuk memperkuat perekonomian rakyat. Hal ini disampaikan saat menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Penguatan Ekonomi Kerakyatan Nasional (Peknas) Sulawesi Tengah yang digelar di Sriti Convention Hall, Palu, Kamis (16/1).

Dalam sambutannya, Wamen Helvi menjelaskan bahwa konsep ekonomi kerakyatan tidak bertentangan dengan peran industri besar. Sebaliknya, sinergi antara kedua sektor ini bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Sulawesi Tengah memiliki potensi besar dalam bidang ketahanan pangan, energi, dan hilirisasi. Ketiga sektor ini menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan harus dimanfaatkan secara optimal,” ujar Helvi di hadapan ratusan peserta yang hadir.

Wamen Helvi juga berharap Peknas dapat berperan sebagai operator yang profesional dalam mendukung pengembangan UMKM. Ia menekankan pentingnya mengintegrasikan berbagai pihak untuk memajukan sektor UMKM secara komprehensif.

Program Prioritas untuk UMKM

Di sela acara, Wamen Helvi memaparkan sejumlah program unggulan Kementerian UMKM, seperti digitalisasi UMKM, pengembangan sumber daya manusia, dan perluasan akses pendanaan. Salah satu fokus kementerian adalah menjaring talenta pengusaha berbakat melalui pelatihan berbasis kompetensi.

“Kami tidak hanya ingin sekadar mencatat jumlah UMKM, tetapi ingin membina mereka yang benar-benar berpotensi. Ke depan, akan ada program seperti Badan Usaha Milik Kampus dan Rumah Produksi Bersama untuk membantu pengusaha kecil dan menengah meningkatkan kapasitas mereka,” jelas Helvi.

Ia menambahkan, kolaborasi dan pendekatan dari bawah adalah kunci untuk memberantas kemiskinan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat. “Pemberdayaan ekonomi rakyat harus inklusif dan melibatkan semua elemen masyarakat,” tegasnya.

Etos LIDI: Kunci Kesuksesan UMKM

Helvi juga memberikan apresiasi kepada para pelaku UMKM yang dianggap sebagai pejuang ekonomi bangsa. Menurutnya, para pengusaha kecil harus memiliki etos kerja yang ia singkat sebagai “LIDI,” yakni Loyalitas, Integritas, Disiplin, dan Inovatif.

“Jika pengusaha UMKM ingin bertahan dan berkembang, mereka harus memiliki etos LIDI. Dengan loyalitas pada misi, integritas dalam usaha, disiplin menjalankan kegiatan, dan terus berinovasi, bisnis yang berkelanjutan bisa terwujud,” tambah Helvi.

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, yang juga hadir dalam acara tersebut, menggarisbawahi pentingnya inovasi yang berbasis pada kearifan lokal. Menurutnya, sektor-sektor seperti pangan, kesehatan, pendidikan, teknologi digital, dan energi terbarukan membutuhkan terobosan untuk mendukung pengentasan kemiskinan.

“Pengusaha UMKM harus berani melakukan terobosan di sektor-sektor strategis ini. Dengan memanfaatkan potensi lokal, mereka dapat menciptakan solusi inovatif yang mendukung kesejahteraan masyarakat,” kata Budiman.

Acara ini diakhiri dengan penegasan bahwa kolaborasi dan inovasi adalah kunci untuk mewujudkan visi ekonomi kerakyatan yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.

Driver Ojol Menjerit, Potongan Aplikasi Naik Jadi 30%, DPR Siap Panggil Aplikator

0

Isu potongan aplikasi sebesar 30% yang diberlakukan kepada driver ojek online (ojol) kembali mencuat, mendorong DPR mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret. Anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin Asmoro, menegaskan bahwa kebijakan tersebut bertentangan dengan Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) dan dinilai memberatkan mitra pengemudi ojol.

Syafiuddin menyebutkan bahwa aturan mengenai potongan aplikasi untuk mitra pengemudi/driver ojol telah diatur secara tegas dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1001 Tahun 2022. Dalam regulasi tersebut, perusahaan aplikasi hanya diperbolehkan menetapkan potongan tidak langsung maksimal sebesar 15 persen.

Selain itu, perusahaan dapat menambahkan biaya penunjang kesejahteraan mitra pengemudi dengan batas maksimal 5 persen. Dengan demikian, total potongan tidak boleh melebihi angka 20 persen.

“Aturan jelas menyatakan bahwa potongan aplikasi maksimal adalah 20 persen. Tidak boleh lebih. Jika ada perusahaan aplikasi yang memberlakukan potongan hingga 30 persen, itu melanggar regulasi yang berlaku,” tegas Syafiuddin saat diwawancarai, Minggu (19/1/2025).

Desakan Agar Perusahaan Aplikasi Mematuhi Regulasi

Syafiuddin secara tegas meminta perusahaan aplikasi mematuhi aturan pemerintah. Ia menilai bahwa kebijakan sepihak perusahaan aplikasi yang menetapkan potongan di luar batas maksimum tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai kesejahteraan para mitra pengemudi.

“Kami tidak akan tinggal diam. Jika mereka tetap ngotot menerapkan potongan 30 persen, DPR akan memanggil perusahaan aplikasi untuk dimintai pertanggungjawaban. Jangan bermain-main dengan aturan ini, karena dampaknya langsung menyentuh kesejahteraan driver ojol,” tambahnya.

Menurut regulasi yang sama, jika perusahaan aplikasi terbukti melanggar penerapan biaya jasa, Kementerian Perhubungan memiliki wewenang untuk mengeluarkan rekomendasi sanksi. Sanksi tersebut bisa berupa pencabutan izin operasi atau tindakan hukum lain sesuai peraturan perundang-undangan.

Syafiuddin juga mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), untuk bersikap tegas terhadap perusahaan aplikasi yang melanggar aturan. Ia mengingatkan agar tidak ada saling lempar tanggung jawab dalam menyelesaikan persoalan ini.

“Kementerian Perhubungan dan Komdigi harus bekerja sama dan bersikap tegas. Masalah ini berkaitan langsung dengan kesejahteraan driver ojol yang menggantungkan hidup mereka pada penghasilan harian,” ujarnya.

Keluhan dari Driver Ojol

Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia, Igun Wicaksono, turut menyuarakan keresahan yang sama. Ia mengungkapkan bahwa potongan hingga 30 persen yang diberlakukan oleh beberapa perusahaan aplikasi telah menambah beban bagi para pengemudi yang sehari-hari mengandalkan aplikasi untuk mencari nafkah.

“Aturan dalam Kepmenhub Nomor KP 1001 Tahun 2022 jelas-jelas menyebutkan bahwa potongan aplikasi maksimal adalah 20 persen. Ketika perusahaan melanggar aturan ini, dampaknya sangat besar pada penghasilan kami. Kami meminta pemerintah segera bertindak,” ujar Igun.

Dengan semakin maraknya keluhan dari para driver ojol, DPR berjanji akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan pemerintah mengambil langkah konkret untuk melindungi hak-hak mitra pengemudi.

Syafiuddin berharap pemerintah bisa segera memberikan solusi yang adil dan berpihak kepada pengemudi ojol. “Jika masalah ini tidak segera ditangani, dampaknya akan semakin luas. Perusahaan aplikasi harus ingat bahwa mitra pengemudi adalah aset penting dalam bisnis mereka, bukan sekadar alat untuk mencari keuntungan semata,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keberadaan regulasi yang jelas harus diiringi dengan pengawasan ketat dan penegakan hukum yang tegas, demi menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kesejahteraan pekerja.