Sabtu, Agustus 29, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 11

Merchant Wajib Simak! Cara Daftar QRIS dan Beragam Keuntungan yang Ditawarkan

0

Daftar QRIS untuk Merchant menjadi langkah yang semakin banyak dipilih pelaku usaha untuk mengikuti perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia. Seiring meningkatnya penggunaan transaksi non-tunai, QRIS yang dikembangkan Bank Indonesia kini menjadi salah satu metode pembayaran favorit masyarakat karena dapat digunakan melalui berbagai aplikasi dompet digital maupun mobile banking hanya dengan satu kode QR.

Bank Indonesia mencatat perkembangan QRIS terus menunjukkan tren positif. Hingga Juni 2025, jumlah merchant yang telah bergabung mencapai sekitar 39,3 juta. Sementara itu, pengguna QRIS telah menyentuh angka 57 juta atau sekitar 95 persen dari target 60 juta pengguna yang diproyeksikan tercapai pada 2026.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbiasa melakukan pembayaran secara digital. Kondisi ini sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pelanggan dengan menyediakan metode pembayaran yang praktis dan mudah diakses.

QRIS juga memberikan kemudahan bagi merchant karena seluruh transaksi dapat dilakukan menggunakan satu kode QR tanpa perlu menyediakan banyak kode dari berbagai penyedia layanan pembayaran. Selain lebih sederhana, sistem ini membantu proses transaksi berlangsung lebih cepat dan efisien.

Keuntungan dan Cara Daftar QRIS untuk Merchant

Ada berbagai manfaat yang bisa diperoleh pelaku usaha setelah menggunakan QRIS. Salah satunya adalah meningkatnya potensi penjualan karena pelanggan dapat membayar menggunakan aplikasi pembayaran apa pun yang telah terintegrasi dengan QRIS.

Selain itu, pencatatan transaksi menjadi lebih rapi karena seluruh pembayaran terekam secara digital. Penggunaan uang tunai pun dapat dikurangi sehingga risiko kesalahan perhitungan maupun peredaran uang palsu bisa diminimalkan. Kehadiran QRIS juga mampu meningkatkan citra usaha karena dianggap lebih modern dan sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini.

Bagi yang ingin Daftar QRIS untuk Merchant, langkah pertama adalah memilih Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) yang telah memperoleh izin resmi dari Bank Indonesia. Informasi mengenai daftar PJP dapat diakses melalui situs resmi Bank Indonesia pada menu layanan QRIS.

Setelah menentukan penyedia layanan, merchant dapat mengajukan pendaftaran secara langsung ke kantor PJP atau melalui sistem online jika tersedia. Selanjutnya, calon merchant diminta melengkapi dokumen yang dipersyaratkan untuk proses verifikasi.

Apabila seluruh data telah dinyatakan lengkap, penyedia layanan akan menerbitkan Merchant ID beserta kode QRIS yang dapat langsung digunakan untuk menerima pembayaran dari pelanggan. Dengan semakin luasnya penggunaan transaksi digital, Daftar QRIS untuk Merchant menjadi salah satu strategi yang layak dipertimbangkan agar usaha mampu mengikuti perubahan perilaku konsumen sekaligus meningkatkan daya saing di era ekonomi digital.

Naik Turun Sepanjang Pekan, Harga Emas Dalam Sepekan Berakhir Melemah

0

Harga Emas Dalam Sepekan menunjukkan tren melemah pada perdagangan emas batangan PT Aneka Tambang (Antam). Dalam periode 13 hingga 18 Juli 2026, harga logam mulia 24 karat tercatat turun Rp21.000 per gram, meski sempat mengalami kenaikan di tengah pekan sebelum kembali terkoreksi menjelang akhir perdagangan.

Pada awal pekan, Senin (13/7), harga emas Antam dibuka di level Rp2.635.000 per gram. Hingga penutupan perdagangan Sabtu (18/7), harga tersebut turun menjadi Rp2.614.000 per gram. Pergerakan tersebut mencerminkan fluktuasi yang cukup dinamis selama enam hari perdagangan.

Berdasarkan data perdagangan, harga tertinggi selama periode tersebut terjadi pada awal dan pertengahan pekan, yakni Rp2.635.000 per gram. Sementara itu, level terendah tercatat pada Jumat (17/7) ketika harga menyentuh Rp2.606.000 per gram sebelum kembali menguat tipis sehari berikutnya.

Harga Emas Dalam Sepekan diawali dengan penurunan pada Selasa (14/7). Saat itu, harga terkoreksi Rp20.000 menjadi Rp2.615.000 per gram. Namun pelemahan tersebut tidak berlangsung lama karena pada Rabu (15/7) harga kembali naik sebesar Rp20.000 sehingga kembali ke posisi Rp2.635.000 per gram.

Pergerakan Harga Berlangsung Fluktuatif

Memasuki Kamis (16/7), harga emas kembali mengalami koreksi meski dalam jumlah terbatas, yakni turun Rp2.000 menjadi Rp2.633.000 per gram. Tekanan terbesar terjadi pada Jumat (17/7), ketika harga merosot Rp27.000 dan berada di level Rp2.606.000 per gram, sekaligus menjadi posisi terendah sepanjang pekan.

Pada perdagangan Sabtu (18/7), pasar menunjukkan sedikit pemulihan. Harga emas naik Rp8.000 sehingga ditutup di level Rp2.614.000 per gram. Meski demikian, kenaikan tersebut belum mampu menghapus penurunan yang terjadi sejak awal pekan.

Selain harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas oleh Antam juga mengalami penyesuaian. Dalam periode yang sama, harga buyback turun Rp46.000 per gram, dari Rp2.395.000 menjadi Rp2.349.000 per gram. Nilai buyback merupakan acuan yang digunakan Antam saat membeli kembali emas milik masyarakat.

Rangkuman Harga Emas Antam

Secara rinci, harga emas Antam bergerak dari Rp2.635.000 per gram pada Senin, turun menjadi Rp2.615.000 pada Selasa, lalu kembali naik ke Rp2.635.000 pada Rabu. Selanjutnya harga terkoreksi menjadi Rp2.633.000 pada Kamis, melemah ke Rp2.606.000 pada Jumat, dan ditutup di Rp2.614.000 per gram pada Sabtu.

Harga Emas Dalam Sepekan masih menunjukkan pelemahan bersih dibandingkan posisi awal perdagangan. Pergerakan yang naik turun ini menjadi gambaran bahwa pasar emas domestik tetap dipengaruhi dinamika harga harian, sehingga investor maupun masyarakat perlu terus memantau perkembangan sebelum melakukan transaksi jual maupun beli logam mulia.

Motor Bertangki Besar Bisa Jadi Target Pengawasan Baru dalam Penyaluran BBM Subsidi

0

Penggunaan Motor Bertangki Besar untuk membeli BBM bersubsidi kembali menjadi perhatian setelah Pertamina Patra Niaga memberi sinyal akan memperketat pengawasan di SPBU. Langkah tersebut dipertimbangkan karena kendaraan dengan tangki modifikasi dinilai berpotensi menghambat penyaluran Pertalite agar tepat sasaran sekaligus memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan praktik penggunaan tangki berkapasitas lebih besar dari standar memang perlu mendapatkan perhatian serius. Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuka peluang penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.

Ia menegaskan Pertamina mendukung setiap upaya yang bertujuan memastikan distribusi bahan bakar bersubsidi berjalan sesuai aturan. Karena itu, keberadaan Motor Bertangki Besar yang digunakan untuk mengisi Pertalite menjadi salah satu aspek yang perlu diawasi lebih ketat di lapangan.

Pertamina Siap Dukung Penyaluran BBM Tepat Sasaran

Meski memberikan sinyal pengawasan lebih ketat, Roberth menjelaskan bahwa Pertamina tidak memiliki kewenangan menetapkan regulasi terkait pembatasan pembelian BBM bersubsidi. Kebijakan tersebut sepenuhnya berada di bawah kewenangan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Menurutnya, Pertamina hanya menjalankan tugas sebagai penyalur bahan bakar sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Oleh sebab itu, setiap perubahan aturan mengenai pengawasan Motor Bertangki Besar maupun mekanisme penyaluran BBM subsidi tetap menunggu keputusan regulator.

Saat ini, aturan yang berlaku masih mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 serta Surat Keputusan BPH Migas Nomor 04/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2020. Dalam regulasi tersebut, pembatasan volume pembelian BBM bersubsidi baru diterapkan untuk kendaraan roda empat dan kendaraan niaga.

Sementara itu, sepeda motor masih belum memiliki ketentuan khusus mengenai batas maksimal pengisian Pertalite. Program Subsidi Tepat yang menggunakan QR Code juga hingga kini hanya diwajibkan bagi kendaraan roda empat.

Viral di Media Sosial Jadi Sorotan

Wacana pengetatan pengawasan mencuat setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan antrean panjang kendaraan di salah satu SPBU. Dalam video tersebut, sejumlah pihak menduga antrean dipicu oleh kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi dengan kapasitas jauh lebih besar dibanding spesifikasi pabrikan.

Fenomena tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa penggunaan Motor Bertangki Besar dapat mengurangi ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat lain. Selain berpotensi menimbulkan antrean, praktik tersebut juga dinilai tidak sejalan dengan tujuan pemerintah dalam menjaga distribusi energi agar lebih tepat sasaran.

Ke depan, Pertamina menyatakan siap mendukung kebijakan apa pun yang ditetapkan pemerintah dan BPH Migas demi memastikan penyaluran Pertalite berlangsung lebih tertib, adil, dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar berhak menerima subsidi.

Sistem Buat Bisnis yang Membantu UMKM Naik Kelas Tanpa Bergantung pada Pemilik

0

Membangun Sistem Buat Bisnis sering kali dianggap hanya penting bagi perusahaan besar. Padahal, usaha kecil hingga UMKM juga membutuhkan sistem agar operasional tidak selalu bergantung pada pemiliknya. Di Berempat.com, kami melihat banyak pelaku usaha yang mampu menghasilkan penjualan setiap hari, tetapi kesulitan berkembang karena hampir semua pekerjaan masih dikerjakan sendiri. Mulai dari membalas chat pelanggan, mengemas pesanan, mencatat transaksi, hingga mengatur stok, semuanya berada di tangan satu orang. Kondisi seperti ini memang bisa berjalan dalam jangka pendek, tetapi lama-kelamaan akan melelahkan dan berpotensi menghambat pertumbuhan usaha.

Tidak sedikit pemilik bisnis yang merasa usahanya berhenti ketika mereka sedang sakit, libur, atau memiliki urusan lain. Hal tersebut menjadi tanda bahwa bisnis belum memiliki sistem kerja yang kuat.

Menurut laporan Global Entrepreneurship Monitor (GEM) 2024/2025, salah satu tantangan terbesar pelaku usaha kecil adalah membangun operasional yang mampu bertahan dan berkembang tanpa bergantung sepenuhnya pada pemilik. Artinya, kesuksesan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjual, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan proses kerja yang efisien.

Kenapa Bisnis Tidak Boleh Bergantung pada Satu Orang?

Pada tahap awal, mengerjakan semuanya sendiri memang terasa lebih hemat.

Namun, ketika jumlah pelanggan mulai bertambah, cara kerja tersebut justru dapat menjadi hambatan.

Misalnya, pelanggan harus menunggu lama karena hanya ada satu orang yang membalas pesan.

Pengiriman terlambat karena pemilik usaha sedang memiliki kegiatan lain.

Atau stok barang tidak tercatat dengan baik sehingga sering terjadi kesalahan saat menerima pesanan.

Masalah seperti ini sebenarnya bukan disebabkan oleh kurangnya pelanggan, melainkan belum adanya Sistem Buat Bisnis yang jelas.

Semakin cepat sistem dibangun, semakin mudah usaha berkembang tanpa harus terus-menerus bergantung pada tenaga pemilik.

Sistem Bukan Berarti Harus Rumit

Mendengar kata “sistem”, banyak orang langsung membayangkan aplikasi mahal atau prosedur yang kompleks.

Padahal, sistem dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Contohnya:

  • Semua pesanan dicatat dalam satu format yang sama.
  • Jadwal pengemasan dilakukan pada jam tertentu setiap hari.
  • Stok diperbarui setelah ada transaksi.
  • Semua pertanyaan pelanggan memiliki template jawaban dasar.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut membantu mengurangi kesalahan sekaligus mempercepat proses kerja.

Menurut McKinsey & Company, standarisasi proses kerja menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan produktivitas organisasi karena aktivitas dapat dilakukan lebih cepat dan konsisten.

Langkah Membangun Sistem Buat Bisnis

Tidak perlu langsung mengubah seluruh operasional sekaligus. Mulailah dari bagian yang paling sering menghabiskan waktu.

1. Dokumentasikan Cara Kerja

Tuliskan langkah-langkah yang biasa dilakukan setiap hari.

Misalnya alur menerima pesanan, mengecek pembayaran, mengemas produk, hingga mengirim barang.

Dokumentasi sederhana ini akan memudahkan jika suatu saat pekerjaan perlu didelegasikan kepada orang lain.

2. Gunakan Alat Digital yang Sesuai

Saat ini tersedia banyak aplikasi gratis maupun berbiaya rendah yang dapat membantu mengelola bisnis.

Misalnya aplikasi pencatatan keuangan, manajemen stok, kalender kerja, hingga fitur balas otomatis pada aplikasi pesan.

Teknologi tidak menggantikan manusia, tetapi membantu pekerjaan menjadi lebih efisien.

3. Pisahkan Aktivitas yang Bisa Didelegasikan

Tidak semua pekerjaan harus dilakukan sendiri.

Pemilik usaha dapat mulai mendelegasikan tugas seperti pengemasan, administrasi, atau pengelolaan media sosial ketika bisnis mulai berkembang.

Dengan begitu, waktu pemilik dapat difokuskan pada pengembangan produk, strategi pemasaran, dan membangun hubungan dengan pelanggan.

Bisnis yang Bertumbuh Dibangun oleh Proses Dan Sistem

Menurut Harvard Business Review, perusahaan yang memiliki proses kerja yang terdokumentasi dengan baik lebih mudah melakukan pengembangan usaha karena pengetahuan tidak hanya tersimpan di kepala pemilik.

Hal yang sama berlaku bagi UMKM.

Semakin jelas alur kerja yang dimiliki, semakin kecil risiko terjadinya kesalahan operasional.

Selain itu, pelanggan juga memperoleh pengalaman yang lebih konsisten karena pelayanan tidak berubah meskipun jumlah pesanan meningkat.

Sistem yang Baik Memberikan Kebebasan bagi Pemilik Bisnis

Banyak orang membangun bisnis dengan harapan memiliki waktu yang lebih fleksibel.

Namun kenyataannya, sebagian pelaku usaha justru bekerja lebih lama dibanding saat masih menjadi karyawan.

Penyebabnya bukan karena bisnisnya terlalu besar, melainkan karena semua aktivitas masih bergantung pada satu orang.

Membangun Sistem Buat Bisnis bukan berarti mengurangi peran pemilik, tetapi menciptakan cara kerja yang membuat usaha tetap berjalan meskipun pemilik sedang beristirahat, menghadiri pertemuan, atau fokus mengembangkan peluang baru.

Transfer Makin Praktis, Fitur Baru BI-FAST Hadirkan Bulk Transfer hingga Auto Debit

0

Fitur Baru BI-FAST resmi diperkenalkan Bank Indonesia untuk memperluas layanan sistem pembayaran digital yang lebih cepat, praktis, dan efisien. Tiga layanan tambahan tersebut dihadirkan guna menjawab kebutuhan masyarakat dalam melakukan transfer massal, penagihan pembayaran, hingga transaksi rutin yang berlangsung secara otomatis antarbank.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari pengembangan BI-FAST yang terus mengalami peningkatan penggunaan. Berdasarkan data pada kuartal IV 2025, jumlah transaksi yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1,358 miliar transaksi atau tumbuh 30,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi nilai, total transaksi bahkan menembus Rp3.442,26 triliun, menunjukkan semakin besarnya peran sistem pembayaran tersebut dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Seiring pertumbuhan tersebut, Fitur Baru BI-FAST diharapkan mampu memberikan pengalaman transaksi yang lebih fleksibel, baik bagi individu maupun pelaku usaha yang membutuhkan layanan pembayaran secara real-time.

Tiga Layanan Baru Permudah Transaksi Digital

Salah satu layanan terbaru adalah Bulk Credit Transfer, yaitu fasilitas yang memungkinkan pengguna mengirim dana kepada sedikitnya 20 penerima dalam satu kali transaksi. Seluruh proses dilakukan secara real-time sehingga sangat membantu perusahaan, instansi, maupun organisasi yang harus menyalurkan dana kepada banyak rekening sekaligus.

Untuk menggunakan layanan ini, nasabah cukup membuka aplikasi mobile banking atau internet banking, kemudian memilih menu BI-FAST dan fitur Bulk Credit Transfer. Setelah mengunggah daftar rekening tujuan beserta nominal transfer, pengguna tinggal melakukan konfirmasi menggunakan PIN atau metode autentikasi yang berlaku. Biaya transaksi mengikuti ketentuan BI-FAST dengan tarif maksimal Rp2.100 per transfer.

Selain itu, Bank Indonesia juga menghadirkan layanan Request for Payment (RFP). Melalui fitur ini, pengguna dapat mengirim permintaan pembayaran secara langsung kepada pihak lain melalui sistem BI-FAST. Setelah permintaan diterima dan disetujui, dana akan otomatis ditransfer ke rekening pemohon.

Layanan tersebut dinilai cocok dimanfaatkan untuk penagihan invoice, pembayaran iuran, hingga pembagian biaya kegiatan bersama. Pengguna hanya perlu memilih menu Request for Payment, memasukkan rekening tujuan, menentukan nominal beserta keterangan transaksi, lalu mengirimkan permintaan pembayaran. Biaya yang dikenakan maksimal Rp2.500 untuk setiap transaksi yang berhasil diproses.

Pembayaran Rutin Kini Bisa Berjalan Otomatis

Pelengkap dari Fitur Baru BI-FAST adalah Direct Debit Transfer, yakni layanan pendebitan otomatis berdasarkan persetujuan awal dari pemilik rekening. Sistem ini memungkinkan pembayaran rutin dilakukan sesuai jadwal tanpa perlu melakukan transfer secara manual setiap kali jatuh tempo.

Untuk mengaktifkannya, pengguna cukup membuka aplikasi perbankan, memilih menu BI-FAST, lalu mengaktifkan fitur Direct Debit. Selanjutnya nasabah menentukan jadwal pembayaran, batas nominal transaksi, serta memberikan persetujuan melalui mekanisme keamanan yang diterapkan bank.

Hadirnya Fitur Baru BI-FAST menjadi langkah lanjutan Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital nasional. Dengan berbagai layanan tambahan tersebut, proses transfer dana, penagihan, hingga pembayaran berkala diharapkan menjadi lebih cepat, aman, dan efisien sehingga mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat maupun dunia usaha yang semakin terdigitalisasi.

Harga Bitcoin Tertahan Meski Inflasi AS Melandai, Ini Penyebabnya

0

Harga Bitcoin Tertahan pada perdagangan akhir pekan setelah pelaku pasar kembali dihadapkan pada ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Meski sempat menunjukkan penguatan di awal pekan, aset kripto terbesar di dunia itu akhirnya bergerak dalam kisaran terbatas sehingga kenaikan mingguannya relatif tipis.

Mengacu pada data perdagangan terbaru, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD64.003 atau naik sekitar 0,1 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Secara mingguan, kenaikannya juga berada di level yang sama. Kondisi ini menunjukkan bahwa Harga Bitcoin Tertahan di tengah tarik-menarik sentimen positif dan negatif yang memengaruhi keputusan investor.

Pada awal pekan, pasar sempat menyambut baik rilis data inflasi Amerika Serikat yang menunjukkan perlambatan. Inflasi konsumen maupun produsen yang lebih rendah dari perkiraan sempat memunculkan harapan bahwa tekanan terhadap kebijakan suku bunga akan berkurang dalam beberapa bulan mendatang. Optimisme tersebut mendorong Bitcoin menembus level USD65 ribu sebelum akhirnya kembali melemah.

Namun, sentimen positif itu tidak berlangsung lama. Sejumlah pejabat Federal Reserve kembali memberikan sinyal bahwa kebijakan moneter ketat masih diperlukan untuk memastikan inflasi benar-benar kembali menuju target bank sentral.

Kebijakan The Fed dan Konflik Timur Tengah Tekan Pasar

Presiden Federal Reserve Dallas, Lorie Logan, menilai suku bunga masih berpotensi dinaikkan apabila tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda. Pandangan serupa juga disampaikan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang mengingatkan bahwa inflasi masih menyimpan risiko bertahan pada level tinggi.

Di sisi lain, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh kembali menegaskan komitmen bank sentral Amerika Serikat untuk membawa inflasi menuju target dua persen. Meski tidak mengungkapkan langkah kebijakan secara rinci, pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga tinggi kemungkinan dipertahankan lebih lama.

Kondisi tersebut membuat Harga Bitcoin Tertahan karena aset kripto umumnya menjadi kurang menarik ketika suku bunga meningkat. Investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih stabil dibandingkan aset berisiko tinggi seperti mata uang digital.

Selain faktor kebijakan moneter, perkembangan konflik di Timur Tengah juga menjadi perhatian pasar. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah muncul laporan mengenai serangan militer terbaru yang menyasar sejumlah infrastruktur di Iran.

Investor Cenderung Berhati-hati

Eskalasi konflik di kawasan Selat Hormuz turut mendorong kenaikan harga minyak dunia. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran baru terhadap potensi lonjakan inflasi global yang pada akhirnya dapat memengaruhi arah kebijakan bank sentral di berbagai negara.

Ketidakpastian tersebut membuat pelaku pasar memilih bersikap lebih berhati-hati dalam mengambil posisi di aset digital. Akibatnya, Harga Bitcoin Tertahan meski sebelumnya sempat memperoleh dorongan dari membaiknya data ekonomi Amerika Serikat.

Sejak meningkatnya konflik AS-Iran pada awal tahun, pergerakan Bitcoin memang cenderung melemah. Secara keseluruhan, nilai aset kripto tersebut masih mencatat penurunan sekitar 27 persen sepanjang 2026. Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor makroekonomi dan geopolitik masih menjadi penentu utama arah pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek.

Jangan Hanya Kejar Omzet, Siapkan Juga Uang Pensiun dari Bisnis!

0

Membangun Uang Pensiun dari Bisnis mungkin terdengar seperti sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh perusahaan besar. Padahal, pelaku UMKM maupun pemilik usaha rumahan juga bisa mulai menyiapkannya sejak dini. Berempat.com melihat masih banyak pebisnis yang fokus mengejar omzet bulanan, tetapi lupa bahwa bisnis seharusnya juga menjadi alat untuk menciptakan keamanan finansial di masa depan. Dengan kata lain, Uang Pensiun dari Bisnis bukan sekadar tabungan biasa, melainkan hasil dari kebiasaan mengelola keuntungan secara disiplin dan berkelanjutan.

Banyak pemilik usaha menganggap seluruh keuntungan yang diperoleh bisa langsung digunakan untuk kebutuhan pribadi. Padahal, kebiasaan tersebut justru membuat bisnis sulit berkembang dan menyulitkan pemiliknya ketika suatu saat memutuskan mengurangi aktivitas kerja.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perencanaan keuangan jangka panjang merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kesejahteraan finansial. Hal ini tidak hanya berlaku bagi karyawan, tetapi juga bagi wirausaha yang tidak memiliki program pensiun dari perusahaan.

Karena itu, semakin cepat pelaku usaha mulai memikirkan dana masa depan, semakin besar peluang menikmati hasil bisnis dengan lebih tenang di kemudian hari.

Jangan Anggap Semua Keuntungan adalah Penghasilan

Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menganggap seluruh uang yang masuk sebagai pendapatan pribadi.

Padahal, keuntungan bisnis memiliki beberapa fungsi.

Sebagian digunakan untuk modal usaha.

Sebagian lagi untuk biaya operasional.

Sisanya dapat dialokasikan sebagai keuntungan pemilik dan dana jangka panjang.

Dengan cara tersebut, kondisi keuangan bisnis menjadi lebih sehat karena tidak seluruh keuntungan langsung habis digunakan untuk konsumsi.

Memisahkan rekening bisnis dan rekening pribadi juga menjadi langkah sederhana yang membantu proses pengelolaan keuangan.

Sisihkan Dana Secara Konsisten, Bukan Menunggu Untung Besar

Banyak orang berpikir harus menunggu bisnis berkembang sebelum mulai menabung.

Padahal, kebiasaan menyisihkan dana jauh lebih penting daripada besar kecilnya nominal.

Misalnya, tetapkan persentase tertentu dari laba bersih setiap bulan untuk dana masa depan.

Ketika keuntungan meningkat, nilai dana yang disisihkan juga akan ikut bertambah.

Pendekatan ini membuat pembentukan Uang Pensiun dari Bisnis berlangsung secara bertahap tanpa terlalu membebani arus kas usaha.

Menurut survei OECD mengenai literasi keuangan, kebiasaan menabung secara konsisten memiliki dampak yang lebih besar terhadap kondisi finansial jangka panjang dibanding menabung dalam jumlah besar tetapi tidak rutin.

Strategi Membangun Uang Pensiun dari Bisnis

Tidak ada satu cara yang berlaku untuk semua pelaku usaha. Namun, beberapa langkah berikut dapat menjadi titik awal.

1. Tentukan Persentase Dana Pensiun

Misalnya menyisihkan 5–10% dari laba bersih setiap bulan.

Yang terpenting adalah konsisten menjalankannya.

Persentase tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi usaha masing-masing.

2. Investasikan Dana yang Sudah Terkumpul

Menyimpan dana di rekening biasa memang lebih praktis, tetapi nilainya bisa tergerus inflasi.

Karena itu, pertimbangkan instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko, seperti deposito, obligasi pemerintah, reksa dana, atau instrumen lain yang legal dan diawasi oleh otoritas terkait.

Langkah ini bertujuan agar dana memiliki potensi berkembang seiring waktu.

3. Bangun Aset yang Menghasilkan

Selain investasi keuangan, pelaku usaha juga dapat membangun aset produktif.

Misalnya membeli peralatan yang meningkatkan kapasitas produksi, memiliki properti untuk disewakan, atau mengembangkan lini usaha yang dapat menghasilkan pendapatan berulang.

Dengan demikian, sumber penghasilan tidak hanya bergantung pada aktivitas harian pemilik usaha.

Bisnis yang Sehat Tidak Bergantung Sepenuhnya pada Pemilik

Salah satu tujuan jangka panjang adalah menciptakan bisnis yang tetap berjalan meskipun pemiliknya tidak selalu terlibat langsung.

Hal ini dapat dimulai dengan menyusun sistem operasional, mendokumentasikan prosedur kerja, serta mendelegasikan sebagian tugas kepada tim ketika usaha mulai berkembang.

Menurut Harvard Business Review, bisnis yang memiliki sistem kerja yang jelas cenderung lebih mudah berkembang sekaligus memiliki nilai perusahaan yang lebih tinggi dibanding usaha yang sepenuhnya bergantung pada pemilik.

Semakin mandiri sebuah bisnis, semakin besar peluang pemilik bisnis menikmati hasil usahanya tanpa harus bekerja sepanjang waktu.

Persiapan Hari Ini Menentukan Kenyamanan di Masa Depan

Tidak ada kata terlalu dini untuk mulai memikirkan Uang Pensiun dari Bisnis. Justru ketika usaha masih berkembang, kebiasaan mengelola keuntungan secara disiplin akan memberikan dampak yang jauh lebih besar di masa depan.

Bisnis seharusnya tidak hanya menghasilkan pendapatan untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi fondasi keamanan finansial bagi pemiliknya ketika produktivitas mulai berkurang.

Intinya, Uang Pensiun dari Bisnis bukan dibangun melalui keuntungan besar yang datang sesekali, melainkan melalui keputusan-keputusan kecil yang dilakukan secara konsisten. Dengan memisahkan keuangan, menyisihkan sebagian laba, membangun aset produktif, dan mengembangkan sistem bisnis yang mandiri, pelaku usaha memiliki peluang lebih besar menikmati masa depan yang lebih tenang tanpa harus terus bekerja setiap hari.

Kinerja Bisnis Membaik, BI Catat Kegiatan Dunia Usaha Terus Menguat

0

Kegiatan Dunia Usaha di Indonesia menunjukkan tren yang semakin positif pada triwulan II 2026. Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis Bank Indonesia (BI) memperlihatkan adanya peningkatan aktivitas bisnis di berbagai sektor ekonomi. Perbaikan tersebut menjadi sinyal bahwa dunia usaha masih mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

Bank Indonesia mencatat nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada triwulan II 2026 mencapai 12,97 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang berada di level 10,11 persen. Peningkatan ini menunjukkan bahwa Kegiatan Dunia Usaha terus bergerak ke arah yang lebih baik seiring membaiknya aktivitas pada sejumlah lapangan usaha utama.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan kenaikan tersebut ditopang oleh membaiknya kinerja sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Selain itu, sektor konstruksi serta pertambangan dan penggalian juga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan aktivitas ekonomi nasional.

Tidak hanya itu, sektor penyediaan akomodasi dan makanan-minuman turut mengalami peningkatan. Kondisi tersebut dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat selama periode hari besar keagamaan nasional serta musim libur sekolah yang berlangsung pada triwulan kedua tahun ini.

Mayoritas Sektor Usaha Catat Pertumbuhan Positif

Bank Indonesia juga mencatat tingkat kapasitas produksi terpakai mengalami kenaikan. Pada triwulan II 2026, utilisasi produksi mencapai 73,80 persen, lebih tinggi dibandingkan realisasi triwulan sebelumnya yang sebesar 73,33 persen.

Peningkatan kapasitas produksi terutama terjadi pada sektor pertanian, pertambangan, serta pengadaan listrik. Hal tersebut memperlihatkan bahwa Kegiatan Dunia Usaha tidak hanya mengalami peningkatan dari sisi permintaan, tetapi juga didukung kemampuan pelaku usaha dalam mengoptimalkan proses produksi.

Di sisi lain, kondisi keuangan perusahaan secara umum masih tergolong sehat. Bank Indonesia menilai aspek likuiditas dan rentabilitas tetap berada dalam kondisi yang baik. Kemudahan memperoleh akses pembiayaan dari sektor perbankan juga menjadi faktor yang membantu pelaku usaha menjaga operasional bisnisnya.

Prospek Triwulan III 2026 Masih Optimistis

Memasuki triwulan III 2026, para responden survei memperkirakan aktivitas bisnis tetap berada dalam jalur positif. Bank Indonesia mencatat proyeksi SBT sebesar 11,75 persen, yang menunjukkan optimisme pelaku usaha terhadap kondisi ekonomi beberapa bulan mendatang.

Kinerja sejumlah sektor diperkirakan terus meningkat, terutama industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta jasa reparasi kendaraan. Prospek tersebut didukung oleh perkiraan permintaan masyarakat yang tetap terjaga sehingga mampu mendorong aktivitas produksi dan distribusi.

Selain itu, sektor konstruksi diprediksi tetap berkembang seiring berlanjutnya berbagai proyek pemerintah maupun swasta. Aktivitas pertambangan juga diperkirakan mengalami peningkatan karena kondisi cuaca yang lebih mendukung setelah intensitas curah hujan menurun.

Melihat perkembangan tersebut, Bank Indonesia menilai Kegiatan Dunia Usaha masih memiliki peluang untuk mempertahankan pertumbuhan pada paruh kedua 2026. Stabilnya kondisi keuangan pelaku usaha, meningkatnya kapasitas produksi, serta prospek permintaan domestik menjadi faktor penting yang menopang optimisme terhadap kinerja ekonomi nasional dalam beberapa bulan ke depan.

Reza Arap Tayangkan Pertandingan AFF 2026, Siapkan Konsep Baru di YouTube!

0

Reza Arap atau YB bakal Tayangkan Pertandingan AFF 2026 menjadi kabar yang disambut antusias oleh para penggemar sepak bola nasional. Kreator konten sekaligus streamer tersebut dipastikan akan menghadirkan siaran dan berbagai program pendamping selama gelaran ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 melalui kanal YouTube YB miliknya. Kehadiran proyek baru ini diharapkan memberikan pengalaman menonton yang lebih interaktif bagi pencinta Timnas Indonesia sepanjang turnamen berlangsung.

Program bertajuk YB On ASEAN Championship akan hadir selama penyelenggaraan Piala AFF 2026 yang berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Melalui konsep tersebut, Reza Arap yang bakan Tayangkan Pertandingan AFF 2026 tidak hanya sebatas menampilkan laga di layar, tetapi juga menyuguhkan beragam konten hiburan dengan gaya khas yang selama ini dikenal oleh para pengikutnya.

Reza mengaku sempat terkejut ketika menerima tawaran untuk berkolaborasi dengan MNC selaku pemegang hak siar eksklusif turnamen di Indonesia. Menurutnya, kesempatan tersebut merupakan pengalaman langka sehingga langsung diterima tanpa banyak pertimbangan.

Ia menegaskan proyek kali ini bukan sekadar meneruskan konsep yang pernah sukses melalui Marapthon. Sebaliknya, tim produksi telah menyiapkan format baru yang lebih fleksibel dan mampu menghadirkan hiburan di luar pertandingan sepak bola.

YB On ASEAN Championship Hadir dengan Konsep Baru

Dalam pelaksanaannya, Reza Arap bakal Tayangkan Pertandingan AFF 2026 melalui tayangan streaming yang dipadukan dengan berbagai program pendukung. Penonton akan disuguhkan watch party, live reaction, hingga laporan langsung dari stadion ketika pertandingan berlangsung.

Reza memastikan seluruh pertandingan dalam ajang ASEAN Championship akan masuk dalam jadwal penayangan. Selain itu, dirinya bersama sejumlah talent dijadwalkan hadir langsung di beberapa stadion, khususnya ketika Timnas Indonesia menjalani pertandingan kandang.

Ia kembali menegaskan bahwa proyek tersebut bukan Marapthon musim keempat. Menurutnya, konsep Marapthon telah selesai dan kini saatnya menghadirkan warna baru yang lebih relevan dengan turnamen sepak bola Asia Tenggara.

Program ini juga akan melibatkan sejumlah anggota AAA Clan seperti Yuka, Jot, Niko, dan Tepe. Tak hanya itu, beberapa figur yang memiliki pengalaman di dunia sepak bola nasional juga akan bergabung sebagai host maupun komentator untuk memperkaya pembahasan selama siaran berlangsung.

Kolaborasi Digital untuk Menjangkau Generasi Baru Penonton, Reza Arap Tayangkan Pertandingan AFF 2026 di Chanel YouTubenya

Persiapan program dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Reza mengungkapkan bahwa tawaran kerja sama baru diterima sekitar sepekan sebelum peluncuran. Meski demikian, ia optimistis proses produksi dapat berjalan lancar karena didukung tim yang telah berpengalaman menangani proyek berskala besar.

Pihak MNC menilai YB On ASEAN Championship mampu menjadi strategi baru untuk memperluas jangkauan penonton, terutama generasi muda yang lebih sering menikmati hiburan melalui platform digital dibandingkan televisi konvensional.

Menurut Dini Putri dari MNC, kolaborasi tersebut diharapkan membuat pertandingan ASEAN Championship semakin mudah diakses oleh masyarakat. Kehadiran Reza juga dinilai mampu menghadirkan pendekatan berbeda dalam menikmati siaran sepak bola.

Salah satu keunggulan program ini adalah interaksi langsung antara studio dan stadion. Saat Reza berada di lokasi pertandingan Timnas Indonesia, siaran dari studio tetap berjalan sehingga penonton dapat menikmati suasana stadion sekaligus diskusi bersama para host secara real time.

Merasa Minder Memulai Bisnis? Bangun Dulu Pola Pikir Entrepreneur Ini!

0

Memulai bisnis sering kali terasa menakutkan karena banyak orang merasa belum cukup pintar, belum punya modal besar, atau belum memiliki pengalaman. Padahal, Pola Pikir Entrepreneur yang sehat tidak selalu berawal dari kemampuan luar biasa. Di Berempat.com, kami melihat banyak pelaku usaha berhasil berkembang bukan karena langsung sempurna, melainkan karena mereka terus belajar, berani mencoba, dan tetap konsisten meski hasilnya belum terlihat dalam waktu singkat. Itulah mengapa membangun Pola Pikir Entrepreneur menjadi langkah penting sebelum berbicara tentang strategi pemasaran atau keuntungan bisnis.

Media sosial juga sering membuat calon pebisnis merasa tertinggal. Melihat kisah sukses orang lain memang bisa menjadi motivasi, tetapi jika terus-menerus membandingkan diri, rasa minder justru semakin besar. Akibatnya, banyak ide bisnis yang akhirnya tidak pernah benar-benar diwujudkan.

Menurut Global Entrepreneurship Monitor (GEM) 2024/2025, salah satu karakter yang paling sering ditemukan pada wirausaha yang mampu bertahan adalah kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi terhadap perubahan. Artinya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan awal, tetapi juga oleh pola pikir yang mendukung proses perkembangan.

Konsistensi Lebih Penting daripada Menunggu Sempurna

Banyak orang menunda memulai usaha karena merasa semuanya harus siap terlebih dahulu.

Padahal, tidak ada bisnis yang langsung sempurna sejak hari pertama.

Produk akan terus berkembang.

Strategi pemasaran akan berubah.

Cara melayani pelanggan juga akan semakin baik seiring bertambahnya pengalaman.

Karena itu, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten sering kali memberikan hasil yang lebih besar dibanding rencana besar yang tidak pernah dijalankan.

James Clear dalam buku Atomic Habits menjelaskan bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara terus-menerus dapat menghasilkan perkembangan yang signifikan dalam jangka panjang. Prinsip tersebut juga sangat relevan dalam membangun bisnis.

Belajar Pelan-Pelan Tetap Membawa Kemajuan

Tidak semua pelaku usaha memiliki latar belakang bisnis.

Ada yang sebelumnya bekerja sebagai karyawan, mahasiswa, ibu rumah tangga, bahkan baru pertama kali mencoba berjualan.

Hal tersebut bukan penghalang.

Justru proses belajar menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang entrepreneur.

Saat ini tersedia banyak sumber belajar gratis, mulai dari webinar, artikel, podcast, hingga video edukasi yang membahas pemasaran digital, pengelolaan keuangan, maupun strategi membangun merek.

Menurut data LinkedIn Workplace Learning Report, mayoritas profesional percaya bahwa kemampuan baru dapat dipelajari secara bertahap melalui kebiasaan belajar yang konsisten.

Artinya, tidak harus menguasai semuanya sekaligus.

Pola Pikir Entrepreneur yang Membantu Bertahan

Selain keterampilan teknis, ada beberapa kebiasaan berpikir yang dapat membantu pelaku usaha menghadapi berbagai tantangan.

Fokus pada Progres, Bukan Kesempurnaan

Jangan hanya mengukur keberhasilan dari besarnya omzet.

Rayakan juga pencapaian kecil seperti mendapatkan pelanggan pertama, menerima ulasan positif, atau berhasil memperbaiki kualitas produk.

Progres kecil tersebut merupakan fondasi menuju perkembangan yang lebih besar.

Bandingkan Diri Secukupnya

Membandingkan diri dengan pebisnis lain sebenarnya tidak selalu buruk.

Namun, jadikan perbandingan sebagai bahan belajar, bukan alasan untuk merasa gagal.

Setiap bisnis memiliki titik awal, modal, pengalaman, dan tantangan yang berbeda.

Karena itu, lebih baik fokus pada perkembangan diri dibanding mengejar pencapaian orang lain.

Berani Menganggap Kesalahan sebagai Pelajaran

Tidak semua keputusan bisnis akan berjalan sesuai harapan.

  • Ada promosi yang gagal.
  • Mungkin Ada produk yang kurang diminati.
  • Atau Mungkin Ada pelanggan yang memberikan kritik.

Daripada menganggapnya sebagai kegagalan, gunakan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi agar keputusan berikutnya menjadi lebih baik.

Jangan Takut Memulai dari Langkah Kecil

Menurut Harvard Business Review, banyak inovasi lahir melalui proses eksperimen sederhana, bukan dari perencanaan yang sempurna sejak awal. Pebisnis yang mampu beradaptasi biasanya memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dibanding mereka yang terlalu lama menunggu kondisi ideal.

Hal yang sama berlaku dalam membangun usaha.

Tidak harus langsung memiliki tim besar, kantor mewah, atau ribuan pelanggan.

Memulai dari rumah, menggunakan media sosial, atau menjual produk kepada lingkungan terdekat tetap merupakan langkah yang bernilai.

Yang terpenting adalah terus bergerak dan memperbaiki proses sedikit demi sedikit.