Jumat, September 4, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 106

Nusantara Liberica Coffee Exhibition Tampilkan Ragam Rasa Kopi dari Penjuru Nusantara

0

Aroma kopi menyelimuti udara di Sentra Massa, Ibu Kota Nusantara. Di sudut ruangan, tangan-tangan terampil menuang air panas ke bubuk kopi liberika, memicu obrolan hangat di antara para pengunjung. Sebagian datang untuk pertama kalinya mencicipi, sebagian lagi sudah lama jatuh hati pada rasa khasnya. Semua hadir dalam Nusantara Liberica Coffee Exhibition, sebuah perayaan yang mempertemukan petani, peracik, penikmat, hingga masyarakat umum untuk merayakan salah satu kekayaan kopi Nusantara yang mulai mendapat sorotan.

Ajang perdana yang digelar Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) ini tidak sekadar menampilkan deretan biji kopi liberika dari berbagai daerah, tetapi juga mengajak publik menyusuri perjalanannya — dari kebun hingga tersaji di cangkir. Melalui sesi public cupping, pengunjung diajak mencicipi langsung liberika yang lembut namun berkarakter, berbeda dari arabika dan robusta yang selama ini mendominasi pasar.

“Liberika ini sangat soft medium. Kita ingin mengangkat pamornya di tengah dominasi arabika dan robusta. Event ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan sumber daya lokal, termasuk kopi. Ke depan, kita juga akan mendorong penelitian lebih lanjut mengenai liberika, bahkan akan mencoba menanamnya di dekat Embung MBH,” ungkap Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, saat hadir dalam sesi cupping, Sabtu (9/8/2025).

Ragam Rasa dari Berbagai Penjuru

Pameran ini menampilkan beragam liberika dengan karakter unik. Ada liberika Kuningan dan Pemalang yang tumbuh di dataran tinggi, hingga liberika Teluk Pandan dan Muara Badak dari Kalimantan Timur yang berkembang di lahan gambut dataran rendah. Salah satu yang menarik perhatian adalah Liberika Sepaku Trans, hasil budidaya petani di sekitar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN sejak 1975, terkenal dengan aroma khas menyerupai buah nangka.

Kehangatan acara kian terasa saat Slamet Prayogo, petani kopi liberika asal Samarinda, berbagi kisah pengalamannya. Ia bercerita tentang ketangguhan tanaman ini yang mampu tumbuh di berbagai kondisi.
“Liberika ini tanaman yang bandel. Tahun 2021, saya menanam di 0 mdpl di Muara Badak, Kutai Kartanegara, dan tumbuh subur sampai bisa dipanen. Artinya, kopi tidak harus ditanam di dataran tinggi saja,” ujarnya.

Lebih dari sekadar minuman, kopi liberika menjadi simbol potensi lokal yang siap bersaing di pasar global. Ketahanannya terhadap hama, kemampuannya hidup di lahan gambut, dan cita rasa unik menjadikannya pilihan potensial untuk pertanian berkelanjutan. Apalagi, sistem budidaya agroforestri memungkinkan liberika tumbuh berdampingan dengan tanaman hutan, menjaga produktivitas sekaligus kelestarian lingkungan.

Melalui Nusantara Liberica Coffee Exhibition, Otorita IKN berharap liberika dapat menjadi ikon baru Kalimantan Timur, mempererat kolaborasi antara petani, peneliti, pelaku usaha, dan pemerintah, sekaligus memperkenalkan secangkir cita rasa Nusantara kepada dunia.

Waspada! Modus Penipuan Menggunakan QRIS Makin Marak di Sektor UMKM

Maraknya penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai sarana pembayaran digital di Indonesia membawa kemudahan bagi pelaku usaha. Namun, di balik manfaatnya, muncul pula ancaman penipuan menggunakan QRIS yang patut diwaspadai. Salah satu modus yang belakangan sering terjadi adalah QRIS Swap Fraud—aksi mengganti kode QR asli milik merchant dengan kode milik pelaku kejahatan.

Meski terkesan sepele, penipuan menggunakan QRIS ini dapat menimbulkan kerugian besar, terutama bagi pelaku UMKM, ritel, hingga sektor kuliner yang sering sibuk dan minim pengawasan.

Bagaimana Modus QRIS Swap Fraud Bekerja?

Dalam skema ini, pelaku mengganti stiker atau tampilan QRIS yang sah dengan QR palsu miliknya. Pelanggan yang melakukan pembayaran tanpa sadar mengirimkan uang ke rekening penipu, bukan ke pemilik usaha. Modus ini kerap berhasil karena beberapa faktor:

  • QRIS statis ditempel tanpa pengamanan khusus sehingga mudah diganti.

  • Merchant tidak memantau transaksi masuk secara langsung.

  • Pembayaran dianggap sah hanya dari bukti transfer pelanggan.

  • Kondisi outlet yang ramai membuat verifikasi pembayaran terabaikan.

Kasus Nyata di Lapangan

Sebuah kedai kopi kecil di Jakarta pernah mengalami kerugian puluhan juta rupiah akibat QRIS di meja kasirnya diganti tanpa sepengetahuan pemilik. Pelaku mengaku sebagai pihak dari penyedia layanan pembayaran dan berhasil menempatkan QR palsu selama lebih dari dua minggu.
Kasus serupa terjadi di gerai makanan cepat saji di Surabaya, di mana QR palsu diletakkan di area pintu masuk. Karena outlet sibuk, transaksi dianggap sah meski tidak tercatat di sistem kasir.

Dampak yang Lebih dari Sekadar Kehilangan Omzet

Kerugian akibat QRIS Swap Fraud tidak hanya berupa uang yang hilang, tetapi juga mencoreng reputasi bisnis di mata pelanggan. Selain itu, pelacakan transaksi palsu bisa sulit dilakukan tanpa sistem monitoring yang memadai. Bahkan, dari sisi hukum, pembuktian teknis kerap menjadi tantangan jika bukti digital tidak lengkap.

Langkah Pencegahan dengan Teknologi dan Kebiasaan Disiplin

Agar terhindar dari risiko ini, pelaku usaha disarankan untuk menggabungkan teknologi keamanan dengan SOP ketat. Beberapa langkah efektif di antaranya:

  1. Gunakan QRIS dinamis terintegrasi kasir — Setiap transaksi memiliki QR unik, sehingga sulit digandakan.

  2. Aktifkan notifikasi suara otomatis — Fitur seperti Spill Out akan memberi tahu nominal pembayaran yang berhasil masuk, membantu kasir memverifikasi tanpa harus mengecek manual.

  3. Pantau transaksi secara real-time — Gunakan dashboard berbasis cloud agar pemilik bisa memantau transaksi di semua outlet.

  4. Periksa QR fisik secara berkala — Simpan di area aman, tambahkan stiker pengaman atau hologram.

  5. Edukasi karyawan — Ajarkan untuk tidak hanya mengandalkan bukti transfer dari pelanggan dan selalu mencocokkan dengan data di sistem.

QRIS memang menjadi terobosan besar di dunia pembayaran digital, tetapi tanpa perlindungan yang tepat, celah seperti QRIS Swap Fraud bisa menjadi bencana bagi pelaku usaha. Menggabungkan teknologi, kewaspadaan, dan SOP yang ketat adalah kunci untuk menjaga bisnis tetap aman sekaligus mempertahankan kepercayaan pelanggan.

UMKM Wastra Nusantara Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat

0

UMKM Wastra Nusantara terus membuktikan diri sebagai bagian penting dari denyut nadi perekonomian Indonesia. Tidak hanya menggerakkan ekonomi daerah, para pelaku usahanya juga berperan melestarikan budaya dan lingkungan. Dua contoh yang menonjol adalah Saree Ulos dan Batik Organik, yang sama-sama membawa misi memperkenalkan wastra ramah lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat.

Juliana Sianturi, pendiri Saree Ulos, mengawali kiprahnya dengan tekad memberdayakan perajin tenun di kawasan Danau Toba. Lewat program inkubasi Kementerian UMKM pada 2024, ia mengembangkan ide memanfaatkan limbah pertanian—mulai dari sawit, rami, pisang, hingga nanas—sebagai bahan baku songket ulos. Hasil kreasinya tak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai jual tinggi, bahkan mencapai Rp9 juta per lembar.

Saat ini Saree Ulos bermitra dengan 50 penenun. Mereka tak hanya menerima upah jasa tenun, tetapi juga insentif 10 persen dari setiap kain yang terjual. “Songket ulos ini kami hadirkan agar bisa dinikmati semua kalangan, bukan hanya masyarakat Batak,” ujar Juliana saat tampil di ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025 di Jakarta, Kamis (7/8).

Inovasi Wastra untuk Pasar Global

Keunikan memanfaatkan limbah sawit sebagai bahan baku membuat Saree Ulos dilirik eksportir yang biasa memasok pasar Eropa dan Amerika. Juliana kini berambisi memperluas pemanfaatan limbah pertanian menjadi benang khas Indonesia untuk memproduksi berbagai jenis wastra. Ia berharap pemerintah dapat membantu menghadirkan mesin pengolah limbah agar produk lokal semakin siap bersaing di pasar internasional.

Semangat yang sama juga diusung Ana Khairani, pendiri Batik Organik asal Bogor. Sejak 2013, ia mengembangkan batik berbahan serat alami seperti kayu akasia, eucalyptus, katun, dan sutra eri yang mudah terurai di tanah. Bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ana mengolah daun, kulit buah, bunga, dan batang pohon menjadi pewarna alami batik.

Batik Organik bukan sekadar usaha, tetapi juga sarana pemberdayaan perempuan. Sebanyak 54 ibu pembatik dari Desa Cipaku, Bogor, terlibat dalam proses produksi, mendapatkan pelatihan, dan edukasi membatik berkelanjutan. Melalui program Entrepreneur Development Kementerian UMKM, Ana mendapatkan pembinaan produksi, mentoring bisnis, perlindungan legalitas, hingga akses pasar yang lebih luas.

“Kami bersyukur program ini berkelanjutan dan menjadi ekosistem bisnis yang membuka peluang kolaborasi,” ujar Ana.

Baik Saree Ulos maupun Batik Organik adalah bukti bahwa UMKM Wastra Nusantara mampu bertransformasi menjadi penggerak ekonomi, pelestari budaya, sekaligus penjaga kelestarian lingkungan.

Masihkah Cuan? Mining Kripto Menggunakan VGA di Era Sekarang

Beberapa tahun lalu, demam mining kripto menggunakan VGA sempat mengguncang dunia digital. Para gamer kesal karena stok VGA menghilang, sementara para miner berburu kartu grafis untuk merakit rig penambangan. Harga VGA naik tajam dan sulit ditemukan. Kini, tren itu mereda. Tapi dengan kondisi pasar yang mulai stabil dan harga VGA yang tidak lagi “selangit”, muncul pertanyaan baru: apakah mining kripto menggunakan VGA masih layak untuk dijalankan di masa sekarang, bahkan mungkin di masa depan?

Tren penambangan koin digital memang dinamis. Ketika harga kripto melambung, minat untuk mining ikut melonjak. Namun, saat profit mulai tipis dan persaingan makin ketat, banyak rig yang berakhir dijual murah atau jadi “penghangat ruangan”. Meski begitu, kondisi pasar yang terus berubah membuat peluang ini belum sepenuhnya tertutup.

Melihat Peluang dari Kaca Mata Teknologi dan Ekonomi

Salah satu hal yang bisa menghidupkan kembali tren mining adalah harga VGA yang kini jauh lebih rasional. Beberapa kartu grafis kelas menengah ke atas seperti RTX 3060 atau RX 6600 XT bisa didapatkan dengan harga di bawah 5 juta. Ini membuka pintu bagi pemula atau pelaku lama yang ingin mencoba kembali peruntungan di dunia mining tanpa harus mengeluarkan modal besar.

Namun, yang perlu diperhatikan bukan hanya harga VGA. Biaya listrik dan harga koin yang ingin ditambang juga jadi pertimbangan krusial. Beberapa altcoin seperti Ethereum Classic, Ravencoin, atau Ergo masih bisa ditambang dengan VGA. Tapi dengan reward yang makin kecil dan kesulitan mining yang makin tinggi, untung-rugi perlu dihitung cermat. Jangan sampai biaya listrik malah menggerus semua potensi cuan.

Faktor lain yang bisa memicu tren ini hidup kembali adalah munculnya koin-koin baru yang bisa ditambang dengan GPU, serta meningkatnya kesadaran akan desentralisasi keuangan. Jika ada lonjakan harga koin atau muncul teknologi blockchain baru yang mengandalkan GPU mining, bukan tak mungkin euforia mining akan kembali seperti masa lalu.

Potensi Masih Ada, Tapi Perlu Kamu Hitung Untung dan Ruginya!

Jadi, apakah mining kripto dengan VGA akan kembali populer? Jawabannya: mungkin. Tapi tidak semudah dulu. Saat ini, dibutuhkan strategi, riset, dan perhitungan matang agar tetap untung. Meski peluang masih terbuka, pemain baru perlu hati-hati agar tidak hanya ikut tren sesaat.

Literasi Keuangan Bagi UMKM Jadi Prioritas OJK Hadapi Era Digital

0

Upaya memperkuat Literasi Keuangan Bagi UMKM terus digenjot Otoritas Jasa Keuangan (OJK), salah satunya melalui kegiatan Digital Financial Literacy yang berlangsung di Lasnur Convention Hall, Tegal, Kamis (7/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari program nasional GENCARKAN—Gerakan Nasional Cerdas Keuangan—yang menyasar pelaku UMKM sebagai garda terdepan ekonomi Indonesia.

Melalui program ini, OJK berkomitmen untuk memperluas akses serta memperdalam pemahaman pelaku usaha terhadap layanan dan instrumen keuangan, utamanya dalam aspek digital. Gencarnya Literasi Keuangan Bagi UMKM menjadi salah satu strategi kunci mendorong ketahanan ekonomi lokal dan nasional di tengah disrupsi teknologi serta maraknya kejahatan finansial digital.

Perlindungan Dimulai dari Pemahaman

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengingatkan pentingnya pemahaman keuangan digital sebagai langkah awal perlindungan diri. Menurutnya, edukasi menjadi tameng pertama bagi masyarakat menghadapi maraknya penipuan berbasis teknologi.

“OJK terus berupaya melindungi konsumen, tetapi perlindungan terbaik tetap berasal dari diri sendiri. Di era digital seperti sekarang, masyarakat harus mampu mengenali mana layanan keuangan yang legal dan mana yang abal-abal,” tegas Friderica.

Program GENCARKAN juga menjadi sarana OJK mendorong UMKM untuk lebih adaptif terhadap teknologi, mulai dari penggunaan e-wallet, pencatatan transaksi secara digital, hingga pemasaran lewat platform daring.

Peran UMKM dalam Ekonomi Nasional

Pelaku UMKM yang mencapai lebih dari 66 juta unit usaha memegang peranan penting dalam perekonomian. Mereka berkontribusi sekitar 61 persen terhadap PDB Indonesia dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional. Sayangnya, kontribusi mereka terhadap ekspor masih di angka 15,7 persen.

Sepanjang 2025, GENCARKAN telah menjangkau 70 ribu lebih peserta melalui 1.167 kegiatan yang tersebar di 180 kabupaten dan kota. Angka ini menunjukkan upaya serius dalam menciptakan pemerataan pemahaman keuangan di berbagai wilayah, termasuk Tegal.

Bupati Tegal melalui Asisten II Ekonomi Pembangunan, Joko Kurnianto, menyampaikan apresiasi atas langkah OJK memfasilitasi UMKM dalam memahami literasi keuangan digital yang masih tergolong baru bagi banyak pelaku usaha.

Senada dengan itu, anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino juga mengajak seluruh pelaku UMKM di Tegal untuk bersama menjaga ekosistem keuangan digital tetap sehat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan literasi demi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Hadir pula dalam kegiatan ini sejumlah pejabat seperti Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi, Kepala OJK Tegal Noviyanto Utomo, serta Direktur Operations Bank Tabungan Negara I Nyoman Sugiri Yasa. Acara ini diikuti lebih dari 400 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelaku UMKM, mahasiswa, dan ibu rumah tangga.

Untuk menunjang edukasi, OJK juga menyediakan booth LMS Edukasi Keuangan (lmsku.ojk.go.id) dan PUJK guna membantu peserta mengenal lebih dalam produk-produk keuangan yang tersedia.

Harga Minyak Dunia yang Melemah Imbas Tarik Ulur Trump, India, dan Rusia

0

Harga Minyak Dunia yang Melemah terus menjadi sorotan pasar global sepanjang pekan ini. Sentimen negatif datang dari sejumlah faktor, mulai dari ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan India, hingga potensi pertemuan antara Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Tekanan juga datang dari kebijakan tarif baru yang diberlakukan AS terhadap sejumlah mitra dagangnya, memicu kekhawatiran akan turunnya permintaan energi global.

Berdasarkan data terkini, harga minyak Brent melemah di bawah level USD 82 per barel, mencatat penurunan mingguan terbesar sejak Juni 2025. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) juga menunjukkan tren serupa dengan koreksi harga yang signifikan. Ketidakpastian pasar kian diperparah oleh sikap agresif AS dalam memperketat kebijakan tarif, yang secara tidak langsung menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global.

Analis mencatat bahwa dinamika geopolitik memiliki andil besar dalam mendorong harga minyak dunia yang melemah. Salah satu pemicunya adalah langkah Amerika Serikat yang kembali memberlakukan bea masuk tinggi untuk produk asal India dan Tiongkok. Ketegangan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas perdagangan internasional dan menekan sentimen investor di sektor energi.

Isu Pertemuan Trump-Putin dan Tekanan Tambahan ke Pasar Energi

Di sisi lain, spekulasi mengenai kemungkinan pertemuan Trump dan Putin juga menambah tekanan terhadap pasar. Banyak pihak menilai bahwa pembicaraan tersebut berpotensi mengarah pada kebijakan yang berdampak langsung terhadap produksi dan distribusi minyak global. Meski belum ada pernyataan resmi terkait agenda pertemuan itu, pasar telah bereaksi dengan antisipasi negatif.

Faktor teknikal juga ikut memperburuk kondisi. Beberapa analis mencatat bahwa pergerakan harga sudah menyentuh titik jenuh beli (overbought) dalam beberapa pekan terakhir, yang memperbesar potensi koreksi. Di tengah kondisi ini, para pelaku pasar mulai mengambil langkah hati-hati dan menahan diri dari aktivitas spekulatif.

Kondisi ini menjadi tantangan baru bagi negara-negara produsen minyak, terutama mereka yang bergantung pada harga komoditas untuk menjaga stabilitas fiskal. Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya pun diperkirakan akan melakukan evaluasi ulang terhadap kebijakan produksinya guna merespons fluktuasi yang terjadi.

Dengan berbagai tekanan yang ada, harga minyak dunia diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam waktu dekat. Pasar global kini menantikan kepastian dari sisi kebijakan dan arah geopolitik, yang akan menjadi penentu utama pergerakan harga energi dalam beberapa minggu ke depan.

Cuma Modal 5 Juta? Tenang, Bisnis Sampingan Ini Bisa Jadi Solusi

Punya tabungan lima juta tapi bingung mau dipakai buat apa? Daripada habis begitu aja, kenapa nggak coba dimanfaatkan untuk memulai usaha kecil-kecilan? Banyak kok pilihan bisnis sampingan modal 5 juta yang bisa dijalankan meskipun sambil tetap bekerja. Jangan anggap remeh, karena dari usaha kecil ini bisa aja berkembang jadi sumber penghasilan utama di masa depan.

Sekarang, tren orang cari tambahan penghasilan makin tinggi. Apalagi di era digital kayak sekarang, semua bisa dilakukan serba fleksibel. Nah, pertanyaannya: bisnis apa yang cocok dan realistis dengan modal lima jutaan?

Ide Bisnis Sampingan yang Cocok dengan Modal Hanya 5 Juta

  1. Jualan Makanan Ringan atau Frozen Food
    Modal segini sudah cukup untuk belanja bahan baku, kemasan, dan bahkan daftar di aplikasi ojol. Kamu bisa mulai dari rumah dan menargetkan lingkungan sekitar dulu.

  2. Usaha Laundry Kiloan Skala Kecil
    Modal 5 juta bisa dialokasikan buat beli mesin cuci, timbangan, dan sabun. Lokasinya nggak harus di ruko, cukup di rumah asal aksesnya mudah.

  3. Jasa Cuci Motor Panggilan
    Hanya butuh peralatan semprot dan sabun khusus, kamu sudah bisa memulai. Promosinya bisa lewat grup WhatsApp komplek atau media sosial lokal.

  4. Bisnis Print-on-Demand (Kaos, Tote Bag, Mug)
    Modalnya digunakan untuk kerja sama dengan vendor dan membuat desain. Kamu hanya perlu jadi perantara kreatif dan pemasaran.

  5. Jualan Online Produk Titipan (Reseller)
    Nggak harus stok barang banyak. Pilih produk dengan permintaan tinggi seperti skincare, aksesoris, atau makanan kekinian. Manfaatkan Instagram dan TikTok buat branding-nya.

  6. Budidaya Tanaman atau Ikan Hias
    Kalau punya lahan atau akuarium bekas, ini bisa jadi peluang. Tanaman hias seperti monstera, atau ikan cupang dan guppy masih punya pasar loyal.

Yang penting, sesuaikan pilihan bisnis dengan waktu luang dan minat kamu. Karena biar bagaimanapun, bisnis sampingan tetap butuh konsistensi dan perhatian.

Tips Memaksimalkan Bisnis Sampingan dengan Modal Terbatas

  • Mulai dari yang kamu suka. Bisnis yang dijalani dengan passion lebih tahan banting.

  • Manfaatkan platform gratis. Instagram, TikTok, dan Google Bisnisku bisa bantu branding tanpa biaya.

  • Fokus di pelayanan. Walaupun kecil, kesan profesional harus tetap dijaga.

  • Riset pasar sederhana. Cari tahu apa yang banyak dicari orang di sekitar kamu, jangan asal jual.

Intinya, bisnis sampingan modal 5 juta itu sangat mungkin dijalankan asal tahu strateginya. Nggak perlu nunggu kaya dulu buat mulai usaha. Yang penting mulai dari sekarang, dari yang kecil, dan dari yang kamu bisa.

Inklusi Ekonomi Lewat UMKM, Penyandang Disabilitas Harus Punya Akses Berwirausaha

0

Upaya membangun ekonomi inklusif di Indonesia terus diperkuat. Salah satunya melalui dukungan pemerintah bagi penyandang disabilitas untuk berwirausaha, yang dinilai memiliki peran besar dalam perekonomian nasional. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menegaskan pentingnya menciptakan ruang yang lebih luas dan setara bagi penyandang disabilitas berwirausaha, termasuk akses pelatihan dan pembiayaan.

Dalam acara Gebyar Perkumpulan Orang Tua Anak Disabilitas Indonesia (Portadin) bertema “Ekosistem Inklusif: Pendidikan dan Peluang Usaha Berbasis Disabilitas”, yang digelar di Jakarta pada Kamis (7/8), Maman menyebut hak berwirausaha merupakan bagian dari hak dasar penyandang disabilitas yang dilindungi oleh negara.

“Dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016, ada empat hak utama penyandang disabilitas: hak atas pekerjaan, pendidikan, aksesibilitas, dan kewirausahaan. Negara berkewajiban menghadirkan keadilan dalam hal ini,” ujar Maman.

Pemerintah Dorong Ekosistem Wirausaha yang Ramah Disabilitas

Maman menyoroti bahwa kewirausahaan harus menjadi sarana utama dalam mendukung kemandirian ekonomi kelompok disabilitas. Menurutnya, pemerintah perlu menjalankan kebijakan afirmatif yang mampu memperluas akses dan peluang usaha, terutama di sektor UMKM.

Namun, ia juga mengakui masih banyak perusahaan yang belum sepenuhnya terbuka terhadap penyandang disabilitas karena persoalan kompetensi yang dianggap belum sesuai dengan kebutuhan industri.

Di sisi lain, tantangan bagi pelaku UMKM disabilitas tidak berhenti di situ. Beberapa hambatan besar masih dihadapi, mulai dari sulitnya akses ke lembaga keuangan dan perbankan, keterbatasan adopsi teknologi, hingga rendahnya daya saing produk di pasar.

“Fakta di lapangan menunjukkan hanya 24,3 persen penyandang disabilitas berusia 15 tahun ke atas yang memiliki rekening bank, dan hanya 14,2 persen yang mengakses kredit perbankan. Ini masih sangat rendah,” jelas Maman, mengutip data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS tahun 2020.

Akses Digital dan Kolaborasi Jadi Kunci

Kendala lain yang cukup krusial adalah rendahnya penggunaan teknologi digital di kalangan penyandang disabilitas. Masih berdasarkan data BPS 2020, hanya 1,1 persen dari mereka yang menggunakan internet, sebuah angka yang menggambarkan masih lebarnya kesenjangan digital.

Padahal, dari sekitar 22,9 juta penyandang disabilitas di Indonesia—sekitar 8,5 persen dari total populasi—lebih dari separuhnya atau 52,65 persen tercatat sebagai pelaku usaha.

Maman menekankan, kolaborasi lintas sektor perlu terus diperkuat agar para penyandang disabilitas tak hanya punya akses pelatihan, tetapi juga mampu tumbuh sebagai pelaku usaha mandiri yang tangguh. “Ini bukan semata soal peluang usaha, tetapi juga soal keadilan sosial dan pengakuan atas hak warga negara,” tegasnya.

Kebijakan Pro Industri Dinilai Mampu Dongkrak Kinerja Manufaktur Nasional

0

Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa pertumbuhan industri manufaktur nasional pada kuartal II 2025 sudah mencerminkan kinerja positif yang nyata, dan akan semakin meningkat jika kebijakan pro industri diterapkan secara konsisten. Penegasan ini disampaikan menyusul adanya kritik dari sejumlah ekonom mengenai data pertumbuhan industri yang dirilis BPS dan dianggap tak sejalan dengan hasil PMI versi S&P Global. Menurut Kemenperin, capaian industri telah sesuai dengan indikator valid seperti Indeks Kepercayaan Industri (IKI), Prompt Manufacturing Index dari Bank Indonesia (PMI BI), serta data investasi dan ekspor.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menegaskan bahwa pertumbuhan sebesar 5,60 persen pada sektor industri pengolahan nonmigas secara tahunan sudah menunjukkan kekuatan industri nasional. “IKI dan PMI BI menunjukkan tren ekspansif selama kuartal II 2025. Belanja modal di sektor manufaktur juga meningkat. Ini sinyal kuat,” ujar Febri di Jakarta, Rabu (6/8).

Indikator Kuat Validasi Kinerja Industri

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,60 persen (year-on-year) pada kuartal II tahun ini, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,12 persen. Kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga naik dari 16,72 persen di kuartal II-2024 menjadi 16,92 persen pada periode yang sama tahun 2025.

Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Juli 2025 tercatat sebesar 52,89—naik 1,05 poin dibandingkan bulan sebelumnya dan 0,49 poin lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu. Menurut Febri, data tersebut menunjukkan bahwa pelaku industri nasional tetap optimistis, meski menghadapi tekanan global dan pelemahan ekonomi di negara mitra dagang utama seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan Tiongkok.

Dorongan Investasi dan Lapangan Kerja

Kinerja industri juga tampak dari geliat pembangunan fasilitas baru. Selama semester I-2025, sebanyak 1.641 perusahaan melaporkan pembangunan fasilitas produksi melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), dengan total investasi mencapai Rp803,2 triliun. Aktivitas ini berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja baru bagi sekitar 303.000 orang—angka yang jauh melebihi data pemutusan hubungan kerja dari lembaga lain.

“Kalau tanpa dukungan kebijakan pro industri saja pertumbuhan bisa mencapai 5,60 persen, bayangkan bila kebijakan yang mendukung manufaktur dalam negeri diterapkan secara menyeluruh. Potensinya bisa jauh lebih besar,” jelas Febri.

Beberapa langkah yang dimaksud meliputi pengendalian impor produk jadi, pengalihan pelabuhan masuk untuk produk impor ke kawasan Indonesia Timur, kemudahan pasokan bahan baku seperti gas industri, serta pengurangan kuota distribusi produk dari Kawasan Berikat ke pasar domestik.

Febri juga menjelaskan bahwa dalam merumuskan kebijakan, Kemenperin tidak menjadikan PMI dari S&P Global sebagai acuan utama, melainkan menggunakan IKI dan PMI BI yang dinilai lebih akurat dan representatif. Survei IKI mencakup rata-rata 3.100 perusahaan industri per bulan, dibandingkan sekitar 500 perusahaan dalam survei S&P Global.

IKI dihimpun dari pelaku industri di 23 subsektor manufaktur dan mencakup aspek produksi, permintaan ekspor dan domestik, utilisasi kapasitas, tenaga kerja, hingga ekspektasi usaha ke depan. Dengan data primer yang dianalisis oleh pakar statistik dari IPB dan ekonom UI, IKI menjadi basis kuat bagi kebijakan industri nasional yang berkelanjutan dan terukur.

Budidaya Maggot, Bisnis Kecil dengan Target Pasar yang Luas

Siapa sangka larva kecil seperti maggot bisa jadi peluang usaha yang menguntungkan? Semakin hari, minat masyarakat terhadap budidaya maggot makin meningkat karena dianggap sebagai salah satu solusi bisnis berkelanjutan yang murah, mudah, dan punya potensi cuan besar. Tapi tentu saja, pertanyaan utamanya tetap: apa sih fungsi maggot sebenarnya dan siapa saja target pasar budidaya maggot yang paling potensial?

Maggot, yang merupakan larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF), dikenal punya kemampuan luar biasa dalam mengurai sampah organik. Selain itu, kandungan nutrisinya yang tinggi membuatnya jadi primadona untuk pakan ternak, terutama unggas dan ikan. Nah, di sinilah peluang bisnis terbuka lebar. Dengan sedikit lahan dan peralatan sederhana, siapa pun bisa memulai budidaya maggot dan menyasar target pasar budidaya maggot yang cukup luas.

Siapa Saja yang Jadi Target Utama?

Kalau bicara soal siapa yang bisa jadi pembeli potensial maggot, jawabannya cukup beragam. Mulai dari pelaku usaha peternakan, pemilik kolam ikan, hingga pabrik pengolahan pakan. Mereka adalah pembeli utama yang mencari pakan alternatif berkualitas, tapi dengan harga yang lebih ekonomis. Di era sekarang, banyak peternak mulai beralih ke pakan alami seperti maggot karena dianggap lebih ramah lingkungan dan hasil ternaknya pun lebih sehat.

Selain itu, beberapa pelaku industri pupuk organik juga mulai melirik maggot sebagai bahan campuran kompos atau bio-aktivator. Maggot yang sudah diolah menjadi kasgot (kotoran maggot) ternyata mengandung unsur hara tinggi yang baik untuk tanah dan tanaman. Ini membuat pasar pertanian juga bisa menjadi ladang peluang baru.

Jangan lupa, instansi pemerintah dan komunitas lingkungan pun tak jarang melirik budidaya maggot sebagai bagian dari program pengolahan sampah organik. Jika kamu bisa menawarkan kerja sama dengan konsep yang kuat, potensi pasarnya bisa makin luas.

Modal Kecil, Untung Lumayan

Salah satu alasan mengapa budidaya maggot digemari adalah karena tidak butuh modal besar. Cukup dengan kontainer sederhana, bibit BSF, dan limbah organik (sisa sayur, buah, atau nasi basi), kamu sudah bisa memulai. Biayanya minim, tapi hasil panennya bisa dijual terus-menerus. Dalam waktu 2–3 minggu, maggot sudah bisa dipanen dan dijual, baik dalam bentuk segar, kering, maupun diolah.

Kunci suksesnya ada pada konsistensi dalam perawatan serta pemahaman soal siklus hidup BSF. Kalau dikelola dengan baik, budidaya ini bisa menghasilkan ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan, tergantung skala usaha dan jaringan pasar yang dimiliki.

Budidaya maggot memang terdengar sederhana, tapi justru di situlah keunikannya. Dengan memanfaatkan limbah, kamu bisa menciptakan peluang bisnis yang tidak hanya menguntungkan, tapi juga berdampak positif bagi lingkungan. Yang terpenting adalah mengenali target pasar budidaya maggot dengan tepat, lalu fokus membangun kualitas produksi dan branding usaha.