Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Profil Pilihan Prospek Cerah Ekspor Buah Lokal

Prospek Cerah Ekspor Buah Lokal

0
Manggis (dok hellosehat.com)

 

Indonesia memiliki beragam jenis buah, bahkan hampir di setiap daerah memiliki sentra dan produksi buah lokal unggulan yang dikembangkan oleh pemerintah kabupaten setempat. Potensi alam juga sangat mendukung untuk pengembangan buah-buahan tropis sehingga bisa menjadi komoditas unggulan yang diminati pasar ekspor.

Saat ini jenis buah lokal unggulan untuk komoditas ekspor seperti manggis, mangga harum manis, dan mangga gedong gincu dengan pasar ekspor Singapura, Thailand, Malaysia, dan Timur Tengah. Apalagi volume ekspor produk buah-buahan lokal Indonesia menurut Prof. Dr. Sobir, Kepala Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT)-LPPM IPB masih sangat kecil, yakni sekitar USD 241 juta, sementara volume impor sekitar USD 856 juta. Namun produksi buah nasional tiap tahunnya mengalami peningkatan.

Menurut Sobir, ke depannya pasar buah itu akan semakin besar. “Pasar buah dunia itu menunjukkan kenaikan terus tiap tahunnya. Jadi kalau kita tidak mengisinya, maka akan diisi oleh orang lain,” kata Sobir.

Pasar ekspor buah terbesar diserap oleh China. Impor buah oleh China per tahun sebanyak 3,4 juta metric ton dan berkembang tiap tahunnya sebesar 24% yang bernilai sekitar USD 3,11 milyar.

“Penduduk China itu 40% kelas menengah, dan orang kaya China itu jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan total penduduk Eropa. Kalau dirupiahkan, tiap tahun China mengimpor buah sebanyak 36 triliun, itu tahun 2011. Sekarang mungkin datanya berubah, karena kenaikannya rata-rata sebanyak 53%,” tutur Sobir.

Selain itu di pasar dalam negeri, secara proporsi keberadaan buah impor sebenarnya lebih kecil dibandingkan buah lokal, hanya sekitar 5% dari kebutuhan pasar dalam negeri. Buah impor ini sebenarnya berada pada rantai yang paling terlihat, karena banyak dijual di supermarket dan kios-kios pinggir jalan. Jadi kelihatan ada di mana-mana, padahal sebenarnya jumlah total buah impor ini relatif kecil.

Rencana pembatasan buah impor menurut pandangan Sobir bertujuan untuk merangsang produsen buah lokal. Pembatasan itu akan menyebabkan pengurangan suplai buah di dalam negeri, tapi dengan sendirinya juga akan merangsang produsen dalam negeri untuk memproduksi buah. Namun seharusnya pembatasan buah impor ini harus satu paket dengan mendorong produksi dalam negeri yang berkualitas, bukan hanya volume saja.

Jenis Buah Lokal Andalan Ekspor

Potensi Indonesia sebagai produsen buah tropis menduduki peringkat keempat. Komoditas buah lokal Indonesia yang memiliki peluang bagus dan nyaris tak ada saingannya adalah buah manggis, kedua adalah pepaya Calina. “Manggis dan pepaya Calina itu salah satu andalan kita. Kedua varietas buah itu hampir tak ada saingannya. Selain itu tipe kedua buah tersebut memang unggul di pasaran internasional,” tutur Sobir.

Dalam menyiasati agar produksi buah yang diekspor tetap bagus, ada baiknya para pembudidaya buah untuk komoditi ekspor menggandeng petani-petani kecil untuk menciptakan manajemen rantai pasokan di pasar ekspor. Sehingga meski produksi turun, namun bisa terus menjaga konsistensi kualitas ekspor, konsistensi harga, serta membangun komitmen rantai pasokan berkelanjutan. Pembudidaya juga harus dibekali  pembinaan agar menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) agar produk terus diterima di pasar ekspor.

Ketika hendak memasarkan buah untuk komoditi ekspor, pembudidaya hendaknya mengetahui standar pasar mengenai buah yang akan diekspor yang bisa diketahui informasinya dari eksportir. Misalnya untuk mangga, konsumen luar negeri lebih berminat terhadap mangga yang memiliki warna merah, sedangkan kebanyakan mangga lokal berwarna hijau. Karenanya untuk memenuhi permintaan harus terus dikembangkan varietas-varietas buah sesuai keinginan pasar ekspor.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version