Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Bisnis Retail & Properti Ditunjang Fasilitas dan Infrastruktur, Bogor Jadi Kawasan Berprospek Sektor Properti

Ditunjang Fasilitas dan Infrastruktur, Bogor Jadi Kawasan Berprospek Sektor Properti

0
Bogor Pilihan tepat Investasi Properti (Foto Dani/Berempat.com)

Sebagai kota penyangga dan lokasinya yang dekat dengan Ibu Kota Jakarta membuat banyak orang memilih Bogor sebagai tempat hunian. Pasca dijejali mal, hotel dan rumah sakit, lima tahun terakhir Bogor dikepung apartment. Ramainya pembangunan gedung jangkung ini tak lepas dari gencarnya pembangunan infrastruktur serta banyaknya akses menuju kota hujan itu.

Kota yang hanya berjarak 59 km sebelah selatan Jakarta ini sejak lama dijadikan pilihan sebagai tempat hunian. Selain nempel dengan Jakarta, banyaknya akses, serta suasana alam yang masih sejuk menjadi alasan mereka memilih tinggal di kota hujan itu.Kotaseluas 118,50 km2 itu memiliki jumlah penduduk sekitar 993.570 jiwa untuk Bogor Kota dan 5.715.009 jiwa untuk Kabupaten Bogor.

Selain sebagai tempat hunian yang nyaman, Bogor juga menjadi tujuan wisata alam, kuliner dan belanja hingga kawasan industri. Tak heran sejak lama bisnis hunian, hotel, villa, restoran, tempat wisata, pusat perbelanjaan dan factory outlethingga rumah sakit semarak. Yang menarik, lima tahun terkahir Bogor menjadi tujuan investasi bagi para pengembang properti khususnya apartment baik di kota maupun kabupaten Bogor.

Bagusnya potensi Bogor jadi alasan utama para investor dan pengembang memilih Bogor sebagai tujuan investasi dan bisnis, salah satunya banyaknya kampus di Bogor yang menerima ribuan mahasiswa baru tiap tahunnya tak luput dari incaran para pengembang yang membangun gedung jangkung di dekat kampus. Sebut saja Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Ibnu Khaldun, Universitas Juanda, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan, Universitas Pakuan, dan Universitas Terbuka.

Bogor juga memiliki banyak akses tol yang menghubungkan Jakarta,dan kota lainya. Selain Tol Jagorawi dengan exit tol Gunung Putri, Citeureup, Sentul, Sentul Selatan, Tanah Baru, Bogor Kota, Ciawi dan Gadog, saat ini sedang dibangun tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Bogor Outer Ring Road (BORR) dan Bogor Inner Ring Road (BIRR). Sementara itu, juga tersedia bis antar kota hingga bis bandara di Terminal Baranang Siang dan Terminal Cibinong.

Pertumbuhan properti khususnya apartemen di wilayah Bogor dan sekitarnya dinilai akan berkembang pesat dalam 5 tahun ke depan. Pengembangan apartemen naik ‎sangat signifikan, mencapai 9 kali dari pasokan di 2015. Hal ini salah satunya didorong keberadaan jalan bebas hambatan Bogor Outer Ring Road (BORR) yang pengembangannya masih terus berlangsung.

Keberadaan BORR menjadi alternatif jalan tol yang menghubungkan area di sekitar kota Bogor tanpa harus masuk ke kota hujan tersebut. Tahap 1 BORR ini pun sudah mulai beroperasi.

Apartemen menjadi salah satu sektor yang dipengaruhi oleh pembangunan BORR tersebut. Ini terlihat dari pengembangan beberapa proyeknya yang tidak jauh dari jalur BORR.

Bagi mereka yang beraktivitas di Jakarta dan sekitarnya, juga ada Communiter Line. Selain rute Bogor-Jakarta Kota, dan Bogor-Tanah Abang, Belum lama ini PT KAI kembali mengaktifkan rute Bogor-Sukabumi, Citayem-Nambo dan Tanah Abang-Parung Panjang. Rencananya PT KAI juga akan membuka rute Citayam-Parung Panjang. Selain commuter line, saat ini juga sedang dikerjakan proyek kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) yang menghubungkan Bogor dengan Jakarta.

Ferry Salanto, Senior Associate Director Collier Indonesia mengatakan banyaknya pembangunan apartment di Bogor menunjukkan Bogor sebagai kawasan yang memiliki prospek bagus di bidang Properti. Hal ini didukung mudahnya akses seperti commuterline, toll dan pembangunan LRT.“Saat ini masyarakat lebih memilih tempat hunian yang praktis dan dekat dengan transportasi massal,” jelasnya.

Lebih lanjut Ferry mengatakan meski terjadi koreksi penjualan apartment kelas menengah ke atas, namun tidak begitu dengan apartment menengah ke bawah. Apartment dengan kisaran harga kurang dari Rp 500 juta paling diminati dan paling besar pangsanya. Selain itu, apartemen jenis ini mayoritas diperuntukkan sebagai tempat tinggal. “Pangsa pasarnya adalah end-user yang jumlahnya cukup banyak,” kata Ferry.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version