Kejar Investasi, PP Akan Lepas 20 Persen Saham di Sejumlah Proyek

0
367

Pembangunan infrastruktur yang massif dilakukan pemerintah melalui perusahaan BUMN mulai mengalami kesulitan likuiditas. Karenanya dengan alasan untuk mengejar investasi lainnya, maka sejumlah proyek yang baru saja usai bahkan dipercepat rampung akan segera dijual.

PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk adalah salah satu perusahaan yang akan menjual sejumlah proyeknya demi meraup dana segar dari penjualan aset senilai Rp 500 miliar. Salah satu yang dilakukannya adalah melepas sejumlah saham yang dimiliki.

Menurut Agus Purbianto, Direktur Keuangan PT PP ada 3 proyek yang akan dijual adalah tol Pandaan–Malang, Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi, serta Pelabuhan Kuala Tanjung. Divestasi dilakukan pada asset milik PP dengan kepemilikan saham lebih dari 20% yang akan dipangkas hanya tinggal 15% saja kepemilikan saham. Salah satunya akan melepas 20% saham di tol Pandaan–Malang dengan kepemilikan PP mencapai 35 persen.

Tol Malang–Pandaan alias tol Mapan sudah dirancang sejak lama. Salah satu konsultannya adalah (alm) Mochammad Ibnu Rubianto, bupati Malang 2000–2002. Tapi investor yang mempunyai lisensi, yakni Setiawan Djody, terkendala mengerjakan. Akibatnya, rencana pembangunan tol Mapan mangrak. Jadi, pembangunan diambil alih pemerintah.

PP juga akan menjual kepemilikan saham di Pelabuhan Kuala Tanjung. Hal ini dilakukan karena untuk mengejar target investasi dengan capex (capital expenditure) tahun ini Rp 9 triliun. Komposisi capex 30 persen didapatkan dari internal dan sisanya, 70 persen, berasal dari pinjaman. Mayoritas belanja modal tersebut masih dikucurkan untuk sektor energi Rp 3,3 triliun dan infrastruktur Rp 2,4 triliun.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.