Jangan Anggap Remeh, Desain Kemasan UMKM Bisa Menjadi Penentu Kepercayaan Pelanggan

0
29
Jangan Anggap Remeh, Desain Kemasan UMKM Bisa Menjadi Penentu Kepercayaan Pelanggan
Jangan Anggap Remeh, Desain Kemasan UMKM Bisa Menjadi Penentu Kepercayaan Pelanggan (Foto Ilustrasi)
Pojok Bisnis

Desain Kemasan UMKM sering dianggap sebagai pelengkap produk. Padahal, kemasan merupakan salah satu elemen pertama yang dilihat calon pembeli sebelum mereka mengenal kualitas isi di dalamnya. Di Berempat.com, kami melihat masih banyak pelaku usaha kecil yang terlalu fokus pada produk, tetapi kurang memperhatikan tampilan kemasan sebagai bagian dari strategi pemasaran.

Di era ketika konsumen kerap menemukan produk melalui media sosial dan marketplace, kemasan memiliki fungsi lebih dari sekadar melindungi barang. Kemasan juga menjadi identitas merek, media komunikasi, hingga faktor yang memengaruhi keputusan pembelian.

Pentingnya kemasan juga didukung oleh berbagai penelitian. Survei yang dilakukan Ipsos menunjukkan sekitar 72% konsumen mengatakan desain kemasan memengaruhi keputusan pembelian mereka, sementara banyak pembeli mengaku tertarik mencoba produk baru karena tampilannya terlihat menarik di rak maupun pada foto katalog digital.

Sayangnya, masih ada sejumlah kesalahan yang sering dilakukan UMKM sehingga kemasan tidak mampu memberikan nilai tambah bagi produknya.

PT Mitra Mortar indonesia

Terlalu Ramai dengan Informasi dan Warna

Kesalahan pertama yang cukup umum adalah memasukkan terlalu banyak elemen ke dalam kemasan.

Ada pelaku usaha yang mencantumkan berbagai jenis font, warna mencolok, gambar berlebihan, hingga informasi yang sebenarnya tidak terlalu penting. Akibatnya, tampilan kemasan justru terlihat penuh dan sulit dibaca.

Prinsip desain yang baik adalah membantu konsumen menemukan informasi penting dengan cepat. Nama produk, logo, manfaat utama, dan informasi wajib seperti komposisi atau tanggal kedaluwarsa sebaiknya disusun secara jelas tanpa membuat mata lelah.

Desain yang sederhana bukan berarti membosankan. Justru tampilan yang bersih sering kali memberikan kesan lebih profesional dan mudah diingat.

Tidak Menyesuaikan Kemasan dengan Target Pasar

Setiap produk memiliki karakter konsumen yang berbeda.

Produk camilan anak-anak tentu membutuhkan pendekatan visual yang berbeda dengan kopi premium atau produk perawatan tubuh.

Karena itu, Desain Kemasan UMKM sebaiknya disesuaikan dengan target pasar yang ingin dijangkau.

Misalnya, produk untuk generasi muda dapat menggunakan warna yang lebih berani dan desain modern. Sebaliknya, produk herbal atau makanan tradisional bisa memanfaatkan unsur alami yang mencerminkan kualitas dan kepercayaan.

Kesalahan memilih gaya desain dapat membuat produk kehilangan daya tarik meskipun kualitasnya sebenarnya baik.

Desain Kemasan UMKM Harus Mengutamakan Fungsi, Bukan Hanya Estetika

Kemasan yang menarik tetap harus menjalankan fungsi utamanya, yaitu melindungi produk.

Masih banyak UMKM yang memilih bahan kemasan hanya karena murah atau terlihat menarik, tanpa mempertimbangkan ketahanan selama proses distribusi.

Akibatnya, produk mudah rusak, bocor, atau berubah bentuk ketika sampai di tangan pelanggan.

Menurut laporan McKinsey & Company mengenai tren kemasan global, konsumen kini semakin memperhatikan kualitas kemasan yang mampu menjaga produk tetap aman sekaligus memberikan pengalaman penggunaan yang nyaman.

Karena itu, sebelum menentukan desain akhir, lakukan uji coba sederhana untuk memastikan kemasan mampu melindungi isi produk selama penyimpanan maupun pengiriman.

Mengabaikan Identitas Merek

Kemasan yang bagus bukan hanya enak dipandang, tetapi juga mudah dikenali.

Sayangnya, sebagian pelaku UMKM masih sering mengganti warna, logo, atau gaya desain setiap kali mencetak kemasan baru.

Perubahan yang terlalu sering membuat pelanggan sulit mengingat identitas merek.

Gunakan elemen visual yang konsisten, seperti logo, kombinasi warna, tipografi, dan gaya ilustrasi agar produk lebih mudah dikenali, baik saat dipajang di toko maupun muncul di media sosial.

Konsistensi visual juga membantu membangun citra profesional meskipun bisnis masih berada pada skala kecil.

Lupa Menyesuaikan Kemasan dengan Penjualan Online

Saat ini semakin banyak transaksi dilakukan melalui marketplace dan media sosial.

Artinya, Desain Kemasan UMKM tidak hanya dilihat secara langsung, tetapi juga melalui foto atau video.

Kemasan dengan tulisan terlalu kecil, warna yang kurang kontras, atau informasi yang sulit terbaca akan kehilangan daya tarik ketika ditampilkan di layar ponsel.

Karena itu, sebelum mencetak dalam jumlah besar, cobalah memotret kemasan dari beberapa sudut. Pastikan logo, nama produk, dan elemen utama tetap terlihat jelas meskipun ditampilkan dalam ukuran kecil.

Kemasan yang Tepat Mampu Menambah Nilai Produk

Banyak pelaku usaha menganggap peningkatan penjualan hanya bergantung pada kualitas produk atau strategi promosi. Padahal, kemasan juga memiliki peran besar dalam membangun persepsi konsumen.

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum di atas, Desain Kemasan UMKM dapat menjadi investasi yang membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus memperkuat identitas merek. Kemasan yang fungsional, konsisten, dan sesuai dengan target pasar bukan hanya membuat produk lebih menarik, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih baik bagi konsumen sejak pertama kali melihat hingga menggunakan produk tersebut.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan