Sensus Ekonomi 2026 dipastikan tetap mengutamakan perlindungan data masyarakat selama proses pendataan berlangsung. Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan seluruh informasi yang diberikan responden hanya digunakan untuk kepentingan statistik nasional dan tidak akan dipublikasikan dalam bentuk data pribadi. Hasil pendataan nantinya disajikan secara agregat sehingga identitas setiap responden tetap terjaga.
Inspektur Utama BPS, Dadang Hardiwan, mengatakan masyarakat tidak perlu ragu memberikan informasi kepada petugas resmi. Menurutnya, kerahasiaan data menjadi salah satu prinsip utama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, sehingga seluruh informasi yang diterima akan dikelola sesuai ketentuan yang berlaku.
BPS juga memastikan setiap tahapan pendataan dilakukan dengan standar pengamanan data yang ketat. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif agar hasil sensus mampu memberikan gambaran yang akurat mengenai kondisi perekonomian nasional.
Pendataan Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan melalui beberapa metode. Setelah tahap pengisian mandiri secara daring berlangsung pada Mei hingga Juni 2026, BPS melanjutkan proses pendataan langsung dari rumah ke rumah mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Langkah ini ditujukan untuk menjangkau masyarakat yang belum sempat mengikuti pendataan secara online.
BPS Lanjutkan Pendataan Door-to-Door
Dadang menjelaskan sasaran sensus tidak hanya mencakup pelaku usaha berskala besar maupun menengah. Aktivitas ekonomi yang dijalankan di lingkungan rumah tangga juga menjadi bagian penting dalam proses pendataan karena berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
Menurutnya, banyak usaha keluarga yang berkembang dari rumah sehingga perlu masuk dalam basis data nasional. Dengan cakupan yang lebih luas, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan potret kondisi ekonomi Indonesia yang lebih lengkap dan akurat.
Untuk mendukung kelancaran proses tersebut, seluruh petugas lapangan telah dibekali surat tugas resmi serta mengenakan rompi khusus sebagai identitas ketika melakukan pendataan di masyarakat.
Masyarakat Diminta Pastikan Identitas Petugas
BPS mengimbau masyarakat agar memastikan petugas yang datang benar-benar merupakan petugas resmi sebelum memberikan keterangan. Langkah ini dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan identitas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dadang kembali menegaskan bahwa hasil Sensus Ekonomi 2026 tidak akan menampilkan informasi individu ataupun identitas responden. Seluruh data akan diolah menjadi statistik agregat yang digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah dan berbagai kebutuhan perencanaan pembangunan.
BPS berharap partisipasi masyarakat terus meningkat selama masa pendataan berlangsung. Dengan memberikan informasi yang sesuai kondisi sebenarnya kepada petugas resmi, kualitas data yang dihasilkan akan semakin baik. Data tersebut nantinya menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan ekonomi, memetakan perkembangan dunia usaha, serta mendukung pembangunan nasional di berbagai sektor.





