Ternyata Begini Trik agar Pengusaha Pemula Mudah Dapat Pinjaman dari Bank

0
1843
Ilustrasi antrean di teller Bank BRI. (ANTARA/Raisan Al Farisi)

Berempat.com – Dalam dunia bisnis, melakukan pinjaman ke bank adalah hal lumrah. Entah untuk tujuan ekpansi dalam membesarkan bisnis, atau membantu menopang perputaran uang yang sedang tersendat. Apalagi, saat ini banyak produk pembiayaan yang ditawarkan bank kepada calon kreditur. Mulai dari Kredit Tanpa Agunan (KTA) hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Kendati demikian masih banyak pelaku usaha, khususnya yang pemula, mengaku kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank. Bahkan banyak yang beranggapan bahwa pengajuan pinjaman ke bank cukup rumit.

Namun, Kepala Cabang Bank BRI Diponegoro, Surabaya, Eko Jayaputra justru beranggapan bahwa sebetulnya pengajuan pinjaman ke bank tak serumit itu. Menurutnya, selama ini banyak calon peminjam, khususnya dari pengusaha pemula yang kurang tahu ‘celah’ sehingga merasa kesulitan dalam mendapatkan pinjaman bank.

“Selain izin usaha, yang paling penting kalau kita mau pake jasa bank perkreditan, kita harus juga menggunakan jasa bank di sisi simpanan,” ungkap Eko kepada Berempat.com saat ditemui di Pondok Indah Mal, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lebih jelas, Eko menyarankan agar para pelaku usaha sejak dini sudah menjadi nasabah di bank tertentu. Dalam contoh kasus ini menjadi nasabah Bank BRI. Karena dengan demikian, bank bisa lebih mudah menganalisa perputaran keuangan dari nasabah.

“Bank akan terbantu pada saat melakukan analisa jika perputaran keuangan kita tercatat di rekening. Namun kalo kita tidak tercatat di rekening, (untuk) penilaian kelayakannya, bank masih meraba-raba,” papar pria kelahiran Jakarta, September 1983 tersebut.

Eko juga mengatakan kalau pihak bank akan lebih nyaman memberikan pinjaman, khususnya kepada pelaku usaha yang tercatat sebagai nasabah di bank tersebut, baik rekening tabungan atau rekening giro.

Selain itu, Eko juga mengungkapkan bahwa di Bank BRI pelaku usaha tak perlu repot-repot membuat laporan keuangan saat akan melakukan pinjaman. Karena biasanya pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memang belum memiliki laporan keuangan yang baik. “Laporan keuangan bisa kita bantu,” terang Eko.

Dan saat disinggung kriteria jenis usaha yang mudah mendapatkan pinjaman, Eko memastikan bahwa selama jenis usaha yang dijalankan tak melanggar undang-undang, maka bisa mendapat pinjaman dari bank. Artinya, tak ada kriteria khusus yang diberikan oleh Bank BRI.

“Semua usaha punya potensi masing-masing asalkan tidak ada rapot merah di perbankan. Kedua, usahanya tercermin di rekening bank. Dua itu saja sudah (cukup),” papar Eko.

Rapor merah yang dimaksudkan Eko ialah adanya kredit macet yang pernah dilakukan pelaku usaha. Karena itu Eko pun menekankan agar pelaku usaha bisa menjaga rekam jejak yang baik saat melakukan pinjaman, entah itu pembayaran kartu kredit atau pun pinjaman usaha ke bank.

Dengan memerhatikan setiap langkah yang sudah disebutkan, Eko yakin bahwa pelaku usaha bisa lebih mudah mendapatkan pinjaman dari bank. Khususnya di Bank BRI. Saat ini, setidaknya ada beberapa jenis produk pembiayaan yang ditawarkan oleh Bank BRI. Di antaranya seperti KUR, KTA atau BRIguna, Pinjaman Usaha, hingga KPR.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.