Smart Deal Fest, Strategi Intiland Mengejar Pertumbuhan Penjualan di Semester II

0
436
Intiland. (Aktual.com)

Berempat.com – PT Intiland Development Tbk. (Intiland) melihat bahwa pasar properti di Indonesia belum membaik sampai dengan 7 bulan pertama tahun ini. Bahkan, kondisi tersebut diprediksi masih akan terjadi sampai akhir tahun ini. Karena itu, Intiland akan fokus pada strategi untuk mengejar peningkatan penjualan di semester II-2018.

“Pasar membutuhkan stimulus yang dapat mengembalikan kepercayaan investor dan membangkitkan kembali minat beli konsumen,” ujar Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (28/8).

Dalam keterangannya, Intiland menyebut bahwa manajemen perseroan menyusun strategi kunci, khususnya dari pemasaran inventori produk-produk properti. Salah satu strategi kuncinya yaitu meluncurkan sebuah program Smart Deals Fest. Smart Deals Fest merupakan program promosi terpadu yang akan diluncurkan dalam waktu dekat demi meningkatkan penjualan pada semester II-2018.

Archied menjelaskan, peluncuran program Smart Deals Fest ini mengedepankan kemudahan kepada siapa saja yang ingin memiliki berbagai produk properti dari Intiland. Rencananya, program ini akan digelar selama tiga bulan, yakni 1 September hingga 30 November 2018.

“Program promo spesial ini akan kami luncurkan dalam waktu dekat dan berlaku untuk semua produk properti Intiland di Jakarta dan Surabaya. Semua proyek turut berpartisipasi dari mulai perumahan, apartemen, komersial, perkantoran, dan pergudangan,” terang Archied.

Adapun beragam kemudahan yang ditawarkan oleh Intiland meliputi program cicilan panjang, bunga kredit fixed hingga 10 tahun, serta diskon spesial.

Selain itu, dalam Smart Deal Fest, Intiland juga akan meluncurkan program Feast on Fortune. Feast on Fortune merupakan pameran dan festival yang dilakukan pada proyek-proyek di Surabaya secara bergantian.

Sebagai informasi, pada semester I-2018 Intiland berhasil membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) senilai Rp 1,3 triliun. Dari jumlah tersebut, segmen pengembangan mixed-use & high rise menjadi penyumbang tertinggi dengan nilai Rp 969 miliar (75 %), kemudian segmen pengembangan kawasan perumahan sebesar Rp 270 miliar (21%), dan sisanya segmen pengembangan kawasan industri Rp 45 miliar.

Tahun ini, Intiland menargetkan pencapaian marketing sales Rp 3,3 triliun. Artinya, Intiland masih perlu mendapatkan marketing sales Rp 2 triliun di semester II-2018. Untuk itu, Intiland akan mengejar penjualan inventori di semua segmen pengembangan, khususnya pada produk perumahan dan apartemen yang pengembangannya sudah akan rampung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.