Bermodal Rp 10 Juta, Ahmad Zacky Raup Omset Puluhan Miliar

0
604

Jeli melihat peluang pasar dapat mengantarkan seseorang meraih kesuksesan. Kata tersebut tepat menggambarkan kisah Achmad Zaky dalam mengembangkan bisnis jual beli online Bukalapak.com. Dengan memanfaatkan hobi di bidang IT dan melihat kebutuhan pasar akan media jual beli, membuat Achmad Zaky sukses membesarkan Bukalapak.com dalam waktu yang cukup singkat. Bisnis yang awalnya dirintis bersama seorang sahabat, kini menjelma jadi salah satu situs jual beli online yang diperhitungkan dengan puluhan karyawan dan omset miliaran rupiah tiap bulan. Seperti apa Zaky membangun usahanya?

Perkembangan Teknologi di Tanah Air bisa dibilang semakin pesat beberapa tahun belakangan. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai hal yang berbau IT sudah mulai digunakan dalam setiap kegiatan masyarakat tidak terkecuali kegiatan jual beli. Kabar baiknya, kini banyak pelaku usaha banyak yang menggunakan IT sebagai media pemasarannya. Melihat hal tersebut, Achmad Zaky yang memang memiliki hobi dan keahlian di bidang IT mencoba mengembangkan keahliannya dengan membangun situ jual beli online.

“Melihat perkembangan usaha dan kebutuhan akan marketing di dunia maya yang semakin diminati, membuat jualan online memiliki prospek yang menjanjikan untuk digarap,” ungkap pria lulusan Institut Teknologi Bandung ini.

Dalam membangun bisnisnya Zaky tidak sendiri, ia bekerja sama dengan Nugroho Herucahyono yang juga memiliki hobi sama. Diakui Zaky, dalam merintis situs jual beli yang diberinama Bukalapak.com ini diperlukan modal sekitar Rp 10 juta. Modal ini untuk pemasangan hosting website, internet dan legalitas usaha. Sementara diawal memulai usaha ia menggunakan komputer dan laptop yang telah dimilikinya.

Diawal menjalankan bisnis online Bukalapak.com, Zaky mengaku menawarkan langsung pada produsen (pelapak), pemilik produk untuk mempromosikan barangnya di Bukalapak secara gratis. Seiring berjalannya waktu, para pelapak berbondong-bondong bergabung satu demi satu di Bukalapak.com. Maklum, selain gratis, Bukalapak.com dinilai sangat cocok untuk memasarkan produk.

Saat ini Zaky memiliki ribuan member dengan jutaan produk yang terdisplay di Bukalapak.com.

“Ini keunggulan itu kami dibandingkan situs belanja online lainnya,” jelas pria yang hanya berperan sebagai perantara antara pelapak dan konsumen itu.

Setelah berdiri Bukalapak banyak mendapat respons positif dari masyarakat, Bukalapak.com mendapat suntikan modal dari Batavia Incubato (perusahaan gabungan dari Rebright Partners yang dipimpin oleh Takeshi Ebihara, Japanese Incubator dan Corfina Group). Ditambahkan Zaky pada tahun 2012, Bukalapak kembali menerima tambahan investasi dari GREE Ventures yang dipimpin oleh Kuan Hsu yang merupakan investor asal negara Matahari Terbit.

Dengan permodalan yang semakin kuat, membuat Zaky bersama tim leluasa untuk mengembangkan Bukalapak.com. Aplikasi yang dikenal dengan mobile Bukalapak tersebut diciptakan khusus untuk para penjual untuk mempermudah penjual dalam mengakses lapak dagangannya dan melakukan transaksinya melalui smartphone. Sejak pertama kali diluncurkan sampai dengan 3 Juli 2014, applikasi tersebut telah didownload oleh lebih dari 87 ribu user Bukalapak.

Pada 25 Juni 2014 Bukalapak menambahkan fitur Quick Buy, dimana pembeli tidak perlu melakukan registrasi akun terlebih dahulu ketika akan membeli barang. Ketika muncul halaman, cukup isi data pembelian dan pembeli memilih tab Beli Tanpa Akun. Tahapan ini, pembeli cukup memasukkan email yang selalu aktif dan detail alamat pengiriman barang. E-mail aktif tersebut nantinya digunakan untuk mengirim tagihan pembayaran dan sebagai kontak untuk menghubungi pembeli jika terjadi kesalahan saat transaksi. Oleh karena itu untuk email diharapkan tidak salah dalam penulisannya, karena nantinya akan berpengaruh kepada verifikasi transaksi anda. Terakhir, Bukalapak.com semakin kewalahan menerima calon penjual dan pembeli pasca Bukalapak.com beriklan di TV sejak Maret 2015 lalu.

Sadar dengan pentingnya UKM bagi situs yang dibangunnya, Zaky mencoba untuk memfasilitasi para UKM yang ada di Indonesia untuk melakukan transaksi jual beli secara online. Hal ini dikarenakan transaksi melalui online dapat mempermudah UKM dalam menjual produk-produk yang mereka miliki tanpa harus memiliki toko offline.

Dengan kerja keras yang dimiliki, membuat Zaky bisa dibilang sukses membangun Bukalapak.com. Kesuksesan tersebut bisa dilihat dari berbagai perkembangan yang dirasakan seperti misalnya jumlah pegawai yang semakin bertambah hingga mencapai 90 orang dengan omset mencapai puluhan miliar per bulannya. Dari jumlah pengunjung, saat ini Bukalapak.com mencatat sekitar 1 juta orang yang mengunjungi situs jual beli tersebut.

Bagi para wirausaha Zaki berpesan agar serius dalam menjalankan usaha, kerja keras dan pantang menyerah. Hal lain yang juga penting adalah miliki mimpi besar yang terukur sehingga bisa jadi motivasi untuk berusaha lebih baik lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.