Revo Print Shop Melesat Berkat Inovasi One Stop Service

0
44

Banyak pengusaha yang awalnya tidak mengenyam pendidikan tinggi. Namun berkat kegigihan mengatur diri, mereka bisa menjadi pengusaha sukses. Hal itulah yang dialami Edy Subagiyo. Pemuda Desa asal Jatipohon-Grobogan- Jawa Tengah yang nekat merantau ke Jakarta untuk menjadi karyawan kini justru memiliki karyawan. Tanpa ijazah pendidikan tinggi, awalnya pria yang akrab disapa Edy ini bekerja sebagai Office Boy (OB) di sebuah perusahaan advertising. Meskipun sebelumnya ia telah menjadi Operator fotocopy dengan penghasilan lebih tinggi.

Karena niat yang kuat untuk maju, Edy memanfaatkan waktu untuk belajar komputer saat menjadi OB. Namun setahun kemudian, Edy tidak lagi diperbolehkan belajar komputer oleh pimpinannya yang baru. Lalu ia keluar dari pekerjaan, kemudian sempat menganggur selama dua bulan. Di sini Edy merasakan kejamnya Jakarta jika tidak bekerja, sepeser pun ia tidak punya uang dan harus makan. Untungnya, ia masih punya satu orang teman yang baik hati mau memberikan makan dan tumpangan. Edy merasa dipecut untuk bangkit dan merevolusi hidupnya.

Setelah dua bulan menganggur dan melamar ke sana ke mari, akhirnya Edy diterima juga bekerja pada sebuah perusahaan. Di sini Edy terus memperdalam ilmu komputer serta cara mengoperasikan berbagai alat fotocopy, cetak dan managementnya. “Saya juga berpindah-pindah tempat kerja seperti di Menteng, Santa, Benhil dan Kebayoran Jakarta ketika malang-melintang di bidang ini,” kenang pria kelahiran, 7 Februari 1977 ini. Kemampuannya di bidang komputer desain dan bahasa juga membuatnya berhasil diterima menjadi salah seorang editor di majalah otomotif nasional di Jakarta.

Tak puas dengan ilmu yang ada, Edy juga rajin mengikuti seminar wirausaha, motivasi dan manajemen, membaca buku dan majalah. Lambat laun dia pun terinspirasi untuk memiliki usaha sendiri dengan bidang yang lama ia geluti, yakni fotocopy dan printing. Walhasil ia join dengan sang teman agar bisa membangun usaha fotocopy, cetak dan digital printing di Gandaria. Sayang, karena perbedaan prinsip keduanya memutuskan untuk berpisah setelah dua tahun.

Edy tak patah arang dan terus membangun usaha yang diinginkannya. Dengan uang tabungan yang ada, pada Oktober 2005 ia membuka usaha jasa fotocopy dan printing di Bintaro-Tangerang-Banten. Dengan hanya bermodalkan 1 unit komputer dan 1 printer Inkjet serta uang cash Rp 5 juta, Edy menyewa tempat di gang selama 2 bulan sebesar Rp 650 ribu/bulan dan sisanya untuk belanja kertas 2 rim dan perlengkapan serta cadangan cashflow. “Saat itu saya belanja kertas hanya dari Carrefour lho, karena belum bisa dilayani kalau harus beli ke supplier,” ungkap suami dari Maryati ini. Sedangkan mesin fotocopy,_ia sewa dengan hitungan bayar per lembar.

Nama Revo pun diusung sesuai semangatnya saat itu. Diambil dari kata revolution yang berarti pengubah ke arah yang lebih baik secepat mungkin. Makna nama tersebut cukup mendalam baginya yang berasal dari kampung dengan lingkungan pola pikir statis dan BEJ (Blame, Excuse, Justify). Untuk itu ia bercita-cita berjuang mengubah hidup dan pola pikir ke arah yang lebih baik. Terkait jasa fotocopy, ia pun ingin mengubah imej jasa fotocopy yang tadinya kotor, berantakan, panas-panasan, keringatan karena tidak ada AC, dengan membuat jasa fotocopy yang nyaman, bersih, canggih, cepat dan kualitas baik.

Prospek dan Persaingan. Dari pengalamannya bekerja, ia bisa menganalisis pasar dan menganggap bahwa prospek usaha ini sangat cerah. Peluangnya terbuka lebar mengingat kebutuhan jasa ini semakin meningkat. Meski pemainnya cukup banyak, namun Edy tetap optimis. Menurutnya, jika bisa mengikuti perkembangan teknologi dan belajar mengikuti teknologi, jasa ini akan terus dibutuhkan orang.

Sedikit demi sedikit hasil yang didapat digunakan untuk terus memperbesar usaha. Sebagai contoh, yang awalnya hanya menyewa mesin fotocopy, lambat laun bisa menyicil beli mesin fotocopy selama 6 bulan seharga Rp 22 juta. Kini usaha yang kecil tersebut berkembang menjadi usaha jasa yang begitu lengkap dan memberikan hasil yang memuaskan. Revo Print Shop yang awalnya hanya dikenal seputar Bintaro, Rempoa, BSD dan sekitarnya di kawasan Tangerang, kini mengembangkan sayap dengan memiliki outlet baru di Fatmawati Jakarta Selatan sejak 2008 dan beberapa lokasi lainnya.

Digital Copy. Pada layanan Digital Copy, Revo melayani berbagai bentuk dokumen, mulai dari hard copy (di kertas) hingga soft copy seperti CD/DVD, Flashdisk USB maupun Bluetooth bahkan by email. Hasil yang didapat setajam print laser digital  yang dicetak pada kertas PaperOne 80 gr. Juga ditunjang Automatic Copier yang mampu menghasilkan 60 lembar/menit, membuat waktu Anda tidak akan terbuang percuma. Anda juga tidak perlu keluar kantor mengantar bahan fotocopy (dokumen). Revo siap membantu dengan layanan fotocopy by email. Cukup kirimkan file PDF ke email Revo revo.bintaro@gmail.com atau revo.fatmawati@gmail.com. Revo pun siap 24 jam untuk menyelesaikan tugas Anda.

kartu nama full color dan instan, sebab bisa ditunggu dengan harga hingga Rp 40 ribu/box. Revo juga menyediakan Stempel Flash yang praktis dan bisa dibuat hingga beberapa warna dalam satu stempel. Juga disediakan tinta isi ulang dengan berbagai warna untuk Anda. Stempel Acrylic ditawarkan sebagai alternatif bagi Anda untuk berbagai keperluan dengan harga yang sangat terjangkau.

Print Color Digital dan Ink Jet. Solusi terbaik untuk Anda dalam membuat Company Profile, Materi Promosi, Invitation (undangan), Laporan Keuangan Perusahaan, Proposal dan lain-lain. Dengan menggunakan teknologi Digital Color Print yang dimiliki Revo, Anda akan mendapatkan hasil cetakan yang tajam dengan resolusi gambar yang terjaga baik hingga ukuran A3+ tanpa perlu khawatir warna akan luntur atau pudar dengan harga hingga Rp. 4.800/lembar A3+. Ditambah dengan kecepatan mencetak sampai dengan 50 ppm, dijamin Anda akan merasa puas. Harga yang ditawarkan juga sangat murah setiap lembarnya, dan dihitung dengan harga menurun. Semakin banyak yang Anda cetak, semakin murah. Bisa dicetak di kertas art karton, sticker kromo & vinyl, HVS, kanvas dll.

Selain layanan Digital Color Print juga ditawarkan Ink Jet Print sebagai alternatif terbaik bagi Anda untuk mencetak segala dokumen dengan kualitas yang tidak kalah tajamnya. Sangat cocok untuk mencetak Curriculum Vitae ataupun Kop Surat Perusahaan Anda. Pada Print B/W Laser A4 dikenakan tarif Rp 1.000/lembar, print ≥ 25 lembar diberi diskon 25%, print ≥ 50 lembar diskon 50%. Bahkan jika 1 file di print 10x atau lebih, maka diberi print gratis atau hanya dihitung fotocopy Rp 150/lembar.

Offset Printing. Untuk memenuhi permintaan cetakan dalam jumlah yang banyak dari Anda, Revo melayani Offset Printing. Mulai dari pembuatan Poster, Flyer, Brosur, Kop Surat hingga Sticker dengan pilihan variasi kertas sesuai kebutuhan Anda dan dicetak dengan persetujuan Anda.

Dalam usaha ini Revo Print Shop menyasar kelas menengah, namun tetap memberikan hasil sebaik mungkin setara kalangan atas dengan harga yang terjangkau. Penampilan outlet pun begitu segar di mata dari pemilihan warna hijau, ungu dan hitam yang eye catching dan menawan. Ruang ditata sedemikian rupa sehingga tampak rapih, nyaman dengan banyak kursi dan AC serta bersih. Didukung oleh karyawan Revo yang ramah dan penuh senyuman.

Pemasaran. Saat awal memperkenalkan usaha, Edy tidak melakukan promosi khusus. Hanya memasang neon box di depan toko, spanduk di jalan dekat toko dan iklan baris di internet. Selama operasional, promosi juga berjalan dengan sendirinya melalui mulut ke mulut. Selanjutnya membuat website sendiri dan “woro-woro” melalui Facebook.

Pelanggan Revo banyak berupa perorangan, perkantoran kecil dan perusahaan besar seputar Jakarta, Bandung dan Semarang. Beberapa perusahaan besar yang menjadi klien Revo sampai saat ini, antara lain Chevron Indonesia Company, Chevron Geothermal Indonesia, MC Donald Restaurant (Bintaro, BSD, Alam Sutera, Cipulir, STC Senayan, Pondok Cabe Jakarta, Buah Batu Bandung, Batam), Jakarta International School (JIS), PT. Mitratata Citragraha (Project Management Professional Certification), PT. ADW Consulting (PMO Management Training), OBET Nusantara (Outbond Training), IKAI (Ikatan Komite Audit Indonesia), Leadership Inc. (Leadership Training), ISICOM (Indonesian Society of Commissioners), DEXA Medica dan FERRON.

Edy mengaku, bahwa untuk menembus perusahan besar itu tidak mudah melainkan harus melalui proses panjang. Seperti yang terjadi pada Revo, awalnya mereka tidak sengaja berinteraksi dengan karyawan perusahaan tersebut. Dari adanya orderan kecil, makin lama semakin bertambah besar jumlah orderannya karena menurut mereka kualitas hasil yang diberikan sangat memuaskan. Jadi bukan langsung mendapat order secara besar-besaran.

Customer yang ingin memesan bisa datang langsung, telepon atau by email dan setelah dokumen selesai dikerjakan bisa juga diantar langsung dan gratis untuk pelanggan sekitar outlet. Bagi pelanggan yang jauh dari outlet biasanya akan dikirim melalui jasa pengiriman seperti TIKI, JNE dan lain-lain dengan biaya ditanggung oleh pelanggan.