Ririn Ekawati Getol Bisnis dari Florist Sampai Alat berat

0
262
Foto: Instagram/@ririnekawati

Artis cantik Ririn Ekawati sepertinya tak pernah puas merintis bisnis disela kesibukannya di dunia hiburan tanah air. Wanita kelahiran Balikpapan, 11 November 1982 telah menjajal peruntungannya di dunia bisnis denan membuka restoran bernama Petromak di La Codefin, Kemang, Jakarta Selatan.

Tak puas sampai disitu, pemian film Serdadu Kumbang ini juga kembali membuka bisnis keduanya dengan membuka toko bunga (florist) guna menyalurkan hobinya merangkai bunga. “Aku sekarang lagi hobi banget merangkai bunga. ‘Kan usaha restoran udah. Jadi baru empat bulan ini join sama teman untuk bikin bisnis florist ini. Lumayan seru dan menyenangkan usaha ini,” ujar pemeran Myrna dalam film Dejavu itu.

Perempuan yang mulai terjun di dunia televisi di tahun 2008 ini mengaku sangat menyukai berbagai macam jenis bunga. Oleh karena itu ia memutuskan untuk membuka Lore, toko florist yang dikelola bersama temannya. “Lore itu kalau dari bahasa Yunani artinya setangkai bunga,” ujarnya.

Dalam menjalankan usahanya, Ririn mengaku langsung turun tangan saat harus mencari bunga-bunga pesanan para pelanggan. Sebelum menjalankan bisnis merangkai bunga, ia kursus terlebih dahulu di daerah Permata Hijau, selain itu ia mempelajarinya dengan cara banyak membaca buku tentang bunga dan browsing internet.

“Aku dulu kursus merangkai bunga di daerah Permata Hijau. Selain itu banyak baca buku dan browsing internet. Makanya pas ada teman yang ngajak join usaha ini, aku pikir kenapa nggak dicoba aja..” ceritanya.

Alasan lain selain hobi merangkai bunga dalam menjalankan bisnis merangkai bunganya karena menurutnya di negara ini, say it with flowers belum terlalu banyak dilakukan para pria. Sementara menurutnya, di luar negri, setiap pulang kerja, para suami kerap membeli setangkai bunga untuk istrinya yang sudah seharian sibuk mengurus rumah. Sehingga dengan adanya adanya bisnis merangakai bunga ini dapat dimanfaatkan oleh para suami untuk memberikan perhatian dengan cara memberi bunga.

Agar bunga mampu bertahan lama, Ririn juga memberikan tips bagi yang ingin menjalankan bisnis bunga agar bunga mampu bertahan lama.

“Kalau bunga rangkai yang asli ‘kan dasarnya dikasih sponge atau busa, nah kalau busanya dikasih air terus, bunganya bisa tahan 3 sampai 5 hari. Jika mau awet lagi, taruh bunga di vas ataupun botol bekas yang tak terpakai, lalu isi dengan air setengah permukaan botol. Cemplungkan jeruk nipis atau campurkan cuka ke dalamnya, lalu bunga hidup yang masih ada tangkainya dimasukkan di vas tersebut. Ini bikin bunga tidak mudah layu,” tutup pemain film Di Balik 98 ini.

Setelah memiliki bisnis resto dan florist, belum lama ini, Ririn kembali mengenalkan bisnis barunya. Kali ini Ririn mengajak adik kandungnya, Rini Yulianti yang sama-sama bekerja di dunia entertaiment. “Namanya Rin colection karena namanya dari singkatan nama kita berdua. Biar bisa enak didengar. Bisnis ini baru empat bulan,” ungkap Ririn.

Tak ingin ikut-ikutan dengan banyak artis lain yang terjun ke bisnis hijab, Ririn memilih model yang lebih simple dan tidak ribet. Model bajunya juga bisa dikenakan bagi perempuan yang belum sepenuhnya berhijab. “Modelnya tidak terlau macem-macem. Kalau renda tidak banyak asesoris, blusnya juga lebih simple hanya main diwarna,” kata pemeran di Balik 98 itu.

Ibu dari Jasmine Salsabila ini menjual busana muslimnya cukup terjangkau mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 400 ribu/potong. “Omset kenaikan setelah 4 bulan cukup lumayan. Apalagi jelang puasa dan lebaran kemarin, memang sangat luar biasa, karena memang minat orang lagi ramai-ramainya,” ungkapnya.

Yang menarik, artis cantik ini juga memiliki bisnis di Kalimantan. Bisnis yang dijalani Ririn seputar alat berat. “Di Kalimantan memang sudah lama. Jadi memang ada alat berat,” papar Ririn dari video di saluran YouTube milik Ussy Sulistyawati yakni Ussy Andika.

Tak hanya itu, Ririn juga mengaku memiliki beberapa kos-kosan dan segala macam bisnis lainnya yang bukan berpusat di Jakarta. Kata Ririn, bisnis yang dijalaninya berpusat di Samarinda dan Balikpapan. “Ada beberapa kos-kosan dan segala macam yang bukan di Jakarta, tapi Samarinda dan Balikpapan,” jelas Ririn.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.