Cynthia Lamusu Sukses Jalani Bisnis Nasi Kepel Delapan Tahun

0
2607
Foto: Dok @cynthialamusu

Dunia bisnis sudah tak asing lagi bagi artis cantik Cynthia Lamusu. Setelah sebelumnya menekuni usaha butik, kini istri dari aktor Surya Saputra ini terlihat sibuk dengan bisnisnya di usaha kuliner yaitu Nasi Kepel Dapur Mama Thia (DMT). Cynthia memang di kenal sebagai salah satu artis yang hobi memasak, dan senang dengan dunia kuliner. “Kebetulan aku suka dunia kuliner dan hobi memasak, jadi aku pikir seru kali ya kalau hobi kita bisa menghasilkan,” serunya.

Keberhasilan Cynthia mengembangkan usaha Nasi Kepel DMT, ternyata dari sebuah ketidak sengajaan. Bermula dari eksperimen yang kerap dilakukannya di dapur membuat berbagai resep kuliner warisan leluhur, memberikan Cynthia ide untuk terjun ke dunia kuliner. Cynthia mengusung konsep nasi berukuran kepalan tangan dengan lauk khas tiga daerah yakni Gorontalo, Jawa, dan Betawi. Cynthia mengaku terinspirasi dengan konsep nasi angkringan yang lebih dikenal dengan nasi kucing. “Aku melihatnya itu simpel dan bisa dinikmati kapan saja dan dimana saja,” akunya.

Untuk mendirikan Nasi Kepel DMT ini Cynthia mengaku hanya mengeluarkan modal sebesar Rp 500 ribu. Modal tersebut digunakan untuk membeli bahan baku berupa 10 liter beras dan bahan masakan lain beserta bumbu dapur. Kini setelah 4 tahun menggeluti usaha Nasi Kepel DMT, Cynthia mampu memasak sekitar 50 – 100 kg beras tiap minggunya. “Aku ingat pesanan pertama itu sebanyak 60 bungkus nasi kepel. Dari situ mulai berkembang hingga menjadi seperti sekarang ini,” ujarnya.

Cynthia menawarkan 11 macam pilihan menu Nasi Kepel DMT seperti Sambal Roa, Bakso Pedas, Dendeng Suwir, Teri Kacang, Pampis Ikan, Jambal Pete, Ayam Semur, dan Udang Saus. Harga nasi kepal untuk ukuran reguler dibanderol Rp 180 ribu per paket yang berisi 12 buah nasi kepel lengkap dengan berbagai macam lauk yang dapat dipilih. Jika masih kurang Cynthia menyediakan porsi jumbo dengan harga Rp 30 ribu/bungkus (nasi kepel dan dua lauk). “Kita juga menerima pemesanan tumpeng beragam ukuran, dan parsel,” katanya.

Seiring perkembangan usahanya, Cynthia kini telah memiliki satu dapur khusus dekat rumahnya. Dapur tersebut khusus untuk produksi dan melayani pemesan. Ia mempekerjakan empat koki dan dua orang yang bertugas mengantar makanan untuk wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

Jika sedang kebanjiran pesanan, Cynthia segera merekrut karyawan tambahan untuk mengurusi layanan antar makanan. Kini, bisnis nasi kepal itu telah meraup untung rata-rata Rp 75 – 100 juta per bulan. Keuntungan tersebut sebagian digunakan untuk belanja bahan produksi dan membayar gaji serta bonus untuk karyawan.

Dalam menjalankan usahanya, Cynthia menggunakan marketing online untuk memasarkan produknya. Selain itu ia juga berpromosi media sosial twitter dengan membuat akun @DapurMamaThia. Karena menggunakan marketing online, maka soal penjualan pun Cynthia memberikan jasa delivery service.

Hasilnya cukup efektif, sebagian besar pemesan nasi kepal berasal dari pegawai perkantoran di wilayah Jakarta. Mereka sebagian besar berada di wilayah perkantoran Jalan Kuningan, Gatot Subroto, dan Sudirman. Tidak hanya melayani pekerja kantoran saja, Nasi Kepel DMT juga melayani pemesanan untuk berbagai acara seperti pernikahan, atau arisan. “Untuk acara-acara tersebut biasanya pelanggan memesan tumpeng,” ujarnya.

Tidak hanya Jakarta, pelanggan Nasi Kepel DMT juga sudah merambah kota-kota besar lainnya di Indonesia. Hal tersebut membuat Cynthia semakin bersemangat untuk mengembangkan usahanya yang telah berjalan 8 tahun dengan mengusung konsep food truck yang tengah tren dalam beberapa tahun terakhir. “Aku sudah mempersiapkan armada truknya, dan Insya Allah sudah bisa beroperasi akhir tahun ini,” ujarnya oprimis.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.