Thomas Djorghi dari Pempek hingga Bisnis Hotel

0
5
Thomas Djorghi (Foto: Facebook)

Lama tak terlihat kiprahnya di dunia hiburan, model, artis dan penyanyi dangdut, Thomas Djorghi rupanya sedang asyik menjalankan bisnis barunya. Bersama temannya, pelantun lagu Sembako Cinta ini sibuk berjualan Pempek. Rasa ikan yang kuat dipadu cuko khas Palembang dan sambal khas Bangka membuat Pempek dengan brand Tanliz laris manis. Selain gencar memasarkan usahanya lewat pameran, kakak pesinetron Sutan Djorghi ini juga menerima pemesanan pempek dengan sistem pre-order. Selain itu ia juga punya bisnis hotel di Bali

Pria yang masih melanjang ini memilih pempek karena makanan khas Palembang ini disukai banyak orang. “Pecintanya juga banyak banget dan saya nggak akan menjual produk yang nggak enak. Apapun saya lakukan selagi bisa,” ujar Djorghi

Dalam menjalankan usaha pempeknya Thomas tidak menjualnya dengan cara membuka restoran, melainkan menjualnya via online. Meski begitu, Thomas tak menutup kemungkinan saat bisnisnya sudah semakin lancar, ia akan membuka restoran. “Saat ini operasionalnya masih via online. Sekarang kan lagi musim online. Tapi kalau sudah berjalan lancar tidak menutup kemungkinan buka restoran,” ujar adik pesintron Sutan Djorghi itu.

Diawal menjalankan usaha pempek Palembang yang sudah dilakoninya selama dua tahun, Thomas mengaku hanya membantu memasarkan pempek milik temannya. Namun melihat bagusnya respon pasar menarik Thomas Djirghi bekerja sama dengan usaha kawannya yang sudah berjalan empat tahun itu. ”Awalnya saya bantuin jualan ke teman-teman, nanya satu-satu. Suka pempek gak?, ternyata banyak yang suka. Terus saya berpikir kenapa gak join aja. Nah, sekarang saya join partner dengan teman saya yang sudah jalanin usaha pempek dua tahun,” ujar pria penyuka film India ini.

Hingga saat ini, pempek dengan brand Tanliz ini sudah berjalan selama empat tahun. Namun Thomas baru bergabung saat usaha telah berjalan dua tahun. Karena itu, ia tak mengubah nama usaha pempeknya itu. ”Jangan karena saya join namanya jadi berubah. Kami tetap menggunakan brand Pempek Tanliz,” tandasnya.

Diakui Djorghi, pempek yang sudah dijual secara online sejak tahun 2011 ini mempunyai ciri khas tersendiri yaitu memiliki tekstur yang lembut serta ukuran yang tidak terlalu besar. Pempek dengan ikan yang begitu terasa dipadu cuko palembang dan saus bangka menjadikan pempek Tanliz terasa lebih enak dan laris di pasaran. Selain itu harganya pun cukup terjangkau. Tak heran, Pempek Tanliz memiliki pelanggan tetap yang selalu repeat order.

”Tekstur pempeknya lebih lembut. Beda dengan pempek yang ada di luar. Itu karena persentase ikan sebagai bahan utamanya lebih banyak. Ukurannya juga sedikit berbeda, tapi wajarlah ukurannya. Untuk rasa juga kita lebih gurih karena ada juga yang bikin pempek tapi tepungnya kebanyakan. Jadi kalau setelah digoreng dan didiamkan lama akan alot. Pokoknya untuk tekstur, ukuran, rasa kita berbeda,”  ujar Thomas Djorghi.

Menurut Thomas, usaha kuliner berbahan baku ikan tidaklah mudah. Karena mudah bau jika disimpan terlalu lama. Selain itu juga tidak bisa terkena panas terlalu lama karena ikan akan menjadi busuk. Melihat kelemahan dari bahan baku tersebut, Thomas dan Teman bisnisnya mengatur siasat agar pempek yang dijualnya tidak cepat rusak dengan menerapkan sistem pre-order.

”Awalnya saya dan teman sering stok banyak di freezer tapi lama-lama jadi bau, jadi banyak yang terbuang. Akhirnya kita sekarang berdasarkan pesanan, seperti pre-order gitu. Jadi terkadang saya broadcast ke teman-teman ada yang mau pesen pempek atau nggak?. Atau tanya satu per satu ke mereka mau pesen pempek atau nggak. Begitu mereka membalas dan mau ikut pemesanan, saya list dulu baru dibuat besoknya dan dikirim lusa. Misalnya saya broadcast atau tanya hari rabu, berarti hari kamis dibuat pempeknya trus Jumat kirim. Bahkan tidak jarang ada yang memesan untuk pesta juga,” ujar Djorghi

Agar pempeknya lebih dikenal lagi oleh masyarakat, Thomas mengaku sering mengikuti pameran seperti Wirausaha Muda Mandiri di JCC dan tempat-tempat pameran lainnya. Bahkan demi untuk mengikuti acara-acara pameran tersebut  Tak jarang ia aktif menghubungi sendiri panitia acara agar pempek Tanliz bisa ikut acara bazaar tersebut.

Buka Toko. Ke depannya Thomas berencana membuka toko Pempek Tanliz untuk memudahkan pelanggan yang ingin datang membeli. Thomas juga melihat bahwa yang paling banyak membeli pempeknya dari kalangan wanita. Sehingga tempat yang memungkinkan untuk membuka toko yaitu di sekitar perkantoran atau pusat perbelanjaan yang memang sering dikunjungi oleh mereka.

Selain itu, Thomas juga punya hotel di Bali bernama The Grey Hotel. Hotel di kawasan Seminyak, Bali milik pelantun Sembako Cinta ini di desain minimalis dengan fasilitas lengkap seperti kolam renang, tempat fitness, restoran dan bar dan masih banyak lagi. “Saya ada bisnis hotel di Bali, sudah jalan 7 tahun. Akhir tahun ini masuk tahun kedelapan. Saya bisa jalan di dunia hiburan, tapi jangka panjangnya, ya ke bisnis. Bisa dibilang buat hari tua,” pungkas Thomas

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.