Omset Ratusan Juta dari Usaha Konveksi

0
588
dok storage.googleapis.com

Bagi sebagian besar pelaku usaha terutama para anak muda, usaha di bidang fashion merupakan salah satu ladang usaha yang menarik untuk digarap. Selain karena sesuai dengan jiwa anak mudah, usaha fashion memiliki prospek yang sangat menjanjikan dan juga penuh tantangan ketika dijalankan. Hal itulah yang menjadi alasan Rahmat Indra Sakti dalam menekuni usaha di bidang fashion ini.

Ketertarikan pria yang akrab disapa Indra pada usaha fashion diawali dengan menjalankan usaha penjualan kaos-kaos distro pada tahun 2006. Diakui Indra, usaha tersebut dijalankannya dengan sistem join atau usaha bersama dengan temannya. Untuk proses produksinya sendiri, dilakukan dengan sistem maklon pada perusahaan konveksi yang berada di Bandung, Jawa Barat.

Namun, usaha yang di jalanannya Indra tidak bertahan lama. Banyaknya komplain dari para konsumen atas ketidak sesuaian desain dan keterlambatan dalam waktu pengiriman membuat usaha tersebut hanya mampu bertahan selama satu tahun. Selain itu, perbedaan visi dengan rekan bisnisnya juga membuat Indra memutuskan untuk menjual sahamnya dan keluar dari kerjasama yang dilakukan. “Belajar dari pengalaman tersebut saya berfikir kenapa tidak membuat konveksi sendiri yang tentunya lebih menjanjikan,” terangnya.

Demi merealisasikan cita-citanya tersebut Indra mempersiapkan segala kebutuhan usaha termasuk didalamnya modal usaha yang tidak sedikit. Dengan mengeluarkan modal sebesar Rp 30 juta yang di dapat dari hasil penjualan kaos distro Indra memulai usaha konveksinya sejak tahun 2011. ”Modal tersebut Saya gunakan untuk membeli berbagai peralatan usaha seperti mesin jahit, bahan baku kain dan lain sebagainya,” ungkap pemilik Mamiri Industries ini.

Usaha Konveksi. Pengalaman menjalankan usaha distro selama sekitar satu tahun ternyata tidak membuat Indra mudah mengembangkan usaha konveksinya. Banyak rintangan dan hambatan yang menghadang perjalanan usaha tersebut. Namun dengan semangat pantang menyerah dan keinginannya untuk terus belajar dalam membangun usaha ini membuat Indra dapat keluar dari berbagai permasalahan yang ada.

Seperti usaha konveksi pada umumnya, produk fashion yang di buatnya bermacam-macam. Seperti kaos, kemeja, celana jeans, jacket, goodie bag dan lain sebagainya. Dari pengalamannya menjalankan usaha kaos distro, Indra mengaku tidak mematok harga yang mahal untuk produk konveksinya. Seperti misalnya untuk kaos di hargai Rp 25 ribu-Rp 35 ribu/pcs, kemeja Rp 100 ribu/pcs, celana jeans Rp 175 ribu/pcs, jaket Rp 125 ribu /pcs, sedangkan goodie bag Rp 5 ribu-Rp 10 ribu/pcs. ”Khusus atribut partai seperti kaos saya hargai Rp 6 ribu-Rp 20 ribu, dan bendera Rp 12 ribu/meter,” tambahnya.

Dengan mengandalkan kualitas dan service kepada para konsumennya, tidak heran Mamiri Industries menjadi pilihan masyarakat dalam melakukan proses pembuatan berbagai produk fashion mereka. Karena itu usaha yang dirintis Indra tidak pernah sepi dari permintaan konsumen. Saat ini dalam satu bulan rata-rata Indra mampu memproduksi 20.000 pcs kaos, 1.000 pcs kemeja, 1.000 pcs celana jeans, dan 100 ribu pcs goodie bag. Dari jumlah pesanan yang diproduksinya tersebut kini indra memiliki omset rata-rata Rp 775 juta setiap bulan.

Pemasaran. Kesuksesan yang didapat Indra dalam merintis usaha tersebut tidak lepas dari pemasaran yang dilakukan, karena memang pemasaran merupakan salah satu ujung tombak dalam perkembangan usaha ini. Ada beberapa sistem pemasaran yang dijalankan Indra, yang pertama ialah dengan memasarkan produknya kepada orang-orang terdekat maupun kenalannya. Selain itu demi untuk memperluas pasar, Indra mengaku juga menggunakan media internet dalam mempromosikan usahanya, seperti penggunaan media sosial serta website khusus yang dibuatnya. “Dengan berbagai promosi yang dilakukan usaha saya bisa terus berkembang dengan pesat hingga sekarang,” jelasnya.

Namun berbagai pemasaran yang dilakukan Indra dalam memperkenalkan produknya ke masyarakat bisa tidak efektif jika Indra tidak melakukan perbaikan pada produk dan pelayanan yang dilakukan. Karena itu, untuk memberikan kepuasan kepada para konsumennya, Indra mengaku melakukan berbagai hal dari mulai ketepatan waktu produksi hingga menjaga kualitas bahan baku dan jahitan produk yang dipesan konsumen. “Belajar dari pengalaman saat membuka usaha distro, ternyata dalam usaha ini ketepatan proses produksi dan juga menjaga kualitas barang yang sesuai dengan keinginan konsumen merupakan hal yang wajib dilakukan dan diperjuangkan,” ujar pria yang hobi sepak bola dan belajar ini.

Dalam kesuksesannya tersebut, ternyata Indra tidak pernah lupa untuk selalu membantu saudara-saudaranya yang mengalami kesulitan. Karena itu, melalui komunitas TDA Makassar tempat di mana ia bergabung, Indra selalu menyisihkan sebagian penghasilannya dan menyalurkannya kepada orang-orang yang membutuhkan. “Alhamdulillah setiap bulan melalui program Sedekah Awal Bulan yang di buat TDA Makassar saya masih bisa berbagai dengan sesama,” ungkapnya.

Kesuksesan yang diperoleh Indra saat ini ternyata belum membuatnya puas. Masih banyak berbagai mimpi dan keinginan yang belum tercapai diantaranya ialah menjadikan Mamiri Industries sebagai salah satu pabrik kain dan pewarnaan di Kota Makassar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.