Usaha Sweater Rajut ala Korea

0
1461
dok 3second.co.id

Di musim hujan yang dingin seperti saat ini memang sangat cocok bila kita menggunakan sweater. Produk sweater sendiri adalah pakaian rajut yang bisa membuat penggunanya merasa hangat karena dibuat untuk menutupi berbagai bagian tubuh dari mulai badan, lengan, leher, hingga bagian paha. Selain bisa menghangatkan tubuh, model  sweater yang trendy dan modis bisa dibilang sangat cocok digunakan oleh kalangan anak muda.

Sejalan dengan kebutuhan dan trand yang ada, model sweater terus mengalami perkembangan namun dengan tidak mengurangi fungsinya untuk menghangatkan tubuh para pengguna. Bila dahulu sweater lebih condong ke desain negara-negara barat yang terkesan tebal, kini desain sweater mulai beralih ke desain negara Korea yang lebih simple namun tetap nyaman dan pas untuk digunakan di setiap kegiatan.

Memulai usaha pembuatan sweater tidak membutuhkan modal yang besar, yaitu sekitar Rp 5 juta saja. Modal tersebut digunakan untuk membeli berbagai perlengkapan usaha seperti mesin jahit, bahan benang wol ukuran 32 yang menjadi bahan baku pembuatan sweater dan berbagai keperluan lainnya.

Di luar modal tersebut, sebenarnya modal terbesar dalam menjalankan usaha ini adalah kemampuan pelaku usaha dalam menjahit untuk memperlancar proses produksi sweater. Namun bagi mereka yang tidak memiliki keahlian menjahit bisa menyiasatinya dengan memaklonkan proses produksi atau merekrut pegawai yang memiliki keahlian dalam menjahit.

Sweater Rajut ala Korea. Pada umumnya sweater tradisional terbuat dari bahan wol, tapi sekarang ini sweater dapat dibuat dari kapas, serat sintetis, atau kombinasi dari bahan-bahan tersebut. Sehingga sweater yang dihasilkan menjadi elastis dan lembut sehingga sesuai dengan lekuk tubuh penggunanya.

Dari berbagai produk sweater yang Saya produksi saat ini, desain sweater yang sedang booming di Korea dan banyak di gunakan oleh artis-artis negara Ginseng tersebut banyak diminati para konsumen. Seperti contohnya desain sweater replika Jim’s Sweater dan juga sweater rajut Rehlan Ziper serta sweater rajut Robin. Diluar berbagai model sweater tersebut, model sweater  custom yang dibuat sesuai dengan keinginan konsumen juga banyak diminati.

Proses Pembuatan. Model sweater ala Korea yang satu ini bisa dibilang sangat sederhana, karena itu untuk membuatnya tidak membutuhkan waktu yang lama apalagi untuk mereka yang telah memiliki keahlian dalam hal menjahit. Namun untuk jenis sweater custom yang banyak di sukai konsumen bisa memakan waktu sekitar 7 hari. Hal ini dikarenakan harus ada penyesuaian dengan keinginan konsumen.

Langkah-langkah membuat sweater diawali dengan menyediakan peralatan dan bahan baku yang dibutuhkan seperti mesin rajut, kertas pola untuk membuat desain pola, benang woll ukuran 32 sebagai bahan baku utama, benang dan sebagainya. Bahan dan peralatan bisa dibeli di beberapa tempat yang menjual peralatan jahit atau juga di pusat grosir seperti pasar Tanah Abang.

Setelah semua peralatan dan bahan baku siap, langkah selanjutnya adalah membuat desain sweater pada kertas pola. Untuk membuat desain, pastinya di butuhkan ukuran badan para penggunanya, karena itu ukuran yang pas akan sangat mempengaruhi pola sweater yang dibuat. Setelah desain siap, bisa dilanjutkan dengan membuat sweater sesuai dengan pola yang ada dengan menggunakan benang woll ukuran 32. Proses perajutan bisa dibuat dengan menggunakan mesin rajut. Setelah selesai sweater bisa langsung digunakan atau pun dipasarkan.

Pemasaran. Dalam memasarkan produk yang satu ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Yang terpenting pelaku usaha sudah menentukan pangsa pasar yang dituju dalam menjalankan usaha ini yaitu anak muda.

Beberapa pola pemasaran yang bisa dilakukan ialah dengan memanfaatkan media internet yang banyak diminati anak muda seperti misalnya media jejaring sosial online seperti blog, twitter, facebook, istagram, dan Path.

Selain itu, bisa juga mempromosikan produk sweater rajut ini secara offline yaitu dengan menawarkan kepada kalangan anak kampus dan pelajar yang merupakan target pasar produk ini atau mengikuti berbagai bazar di berbagai tempat.

Melihat target pasar usaha ini adalah kalangan muda yang sebagian besar belum memiliki penghasilan yang besar, maka dalam menentukan harga jual masih terjangkau. Seperti misalnya untuk produk sweater yang Saya buat di jual dengan harga Rp 65 ribu. Namun jika sweater tersebut dibuat sesuai keinginan konsumen maka harganya sekitar Rp 120 untuk proses pembuatan sekitar 7 hari.

Untuk lebih memperkenalkan usaha ini ke masyarakat, sistem reseller juga perlu di tawarkan. Dengan besaran minimal pembelian dan potongan harga bisa di bicarakan lebih lanjut antara pembeli dan penjual.

Kendala dan Prospek. Seperti usaha di bidang fashion yang lain, dalam menjalankan usaha ini tentunya ada beberapa kendala yang menghadang. Diantaranya yaitu permasalahan pada pegawai (SDM) yang harus memiliki keahlian menjahit. Saat ini sangat sulit dalam mencari penjahit untuk bekerja membuat produk sweater ini, karena memang kebanyakan dari mereka akan lebih membuat usaha sendiri jika dibandingkan harus bekerja pada orang lain. Karena itu, solusi Saya ialah dengan memaklonkan proses produksi kepada beberapa penjahit.

Prospek usaha fashion sweater rajut ini sangat menguntungkan dan tidak pernah mati. Apalagi dengan adanya pengembangan yang dilakukan para pelaku usaha membuat sweater rajut ini akan terus berkemban.

 

Oleh: Nur Hafni, SH

Pemilik Hafnishop

Jl. Walang Barat, Jakarta-Utara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.