Minggu, Mei 10, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 98

Pasar Domestik Luas, Waralaba Diminta Jadi Mitra Strategis UMKM

0

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengajak pelaku usaha waralaba untuk aktif terlibat dalam memajukan sektor UMKM nasional melalui pola kemitraan strategis. Menurutnya, kolaborasi ini penting guna memperluas lapangan kerja dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

“Pasar domestik kita sangat besar, dan itu menjadi peluang besar bagi para pelaku UMKM. Kita butuh lebih banyak pencipta pasar (market creator), bukan sekadar pengikut tren. Dengan begitu, kita bisa menjadi pemimpin di pasar sendiri dan menyerap lebih banyak tenaga kerja,” ujar Maman dalam pembukaan The Premier Business Expo – Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) edisi ke-24 di Jakarta, Jumat (16/5).

Dorongan untuk Tingkatkan Rasio Wirausaha

Maman menyoroti rendahnya rasio kewirausahaan di Indonesia yang saat ini baru mencapai 3,1 persen dari total angkatan kerja. Angka tersebut masih tertinggal dibanding negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang sudah di atas 4 persen, bahkan jauh dari Singapura (8,7 persen) dan Amerika Serikat (12 persen).

Ia menegaskan, peningkatan rasio wirausaha menjadi salah satu kunci penting untuk membawa Indonesia naik kelas menjadi negara maju. Oleh karena itu, upaya kolaboratif dengan industri waralaba sangat dibutuhkan untuk mempercepat target ini.

“Waralaba berperan penting dalam membantu UMKM naik kelas karena menawarkan sistem yang sudah terbukti dan dukungan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Berdasarkan data dari Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), sektor waralaba tumbuh signifikan pada 2023 dengan total omzet mencapai Rp200 triliun, didukung oleh 60 ribu gerai dan menciptakan lapangan kerja bagi 30 juta orang.

Komitmen Regulasi dan Perlindungan UMKM

Maman juga menekankan pentingnya kepatuhan pada regulasi, khususnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2024 tentang Waralaba. Ia mengingatkan para franchisor dan franchisee agar tidak menyalahgunakan model bisnis waralaba untuk keuntungan pribadi yang merugikan kepercayaan publik.

Ia menambahkan bahwa dalam PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM, waralaba sudah diakui sebagai bentuk kemitraan resmi antara usaha kecil dengan pelaku usaha menengah maupun besar.

“Dengan perkembangan usaha waralaba yang begitu cepat dan dinamis, regulasi yang adil dan memberikan kepastian hukum mutlak diperlukan agar kemitraan berjalan sehat dan saling menguntungkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau agar peluang waralaba juga bisa menjadi pintu masuk bagi UMKM lokal yang memiliki kapasitas dan kelayakan, sehingga mereka bisa berkembang bersama dalam ekosistem bisnis yang inklusif.

Belanja Online Tak Lagi Murah? Gratis Ongkir Kini Hanya 3 Hari!

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi mengumumkan pembatasan promo gratis ongkos kirim (ongkir) di platform belanja e-commerce menjadi maksimal tiga hari dalam sebulan. Kebijakan ini tertuang dalam aturan baru terkait layanan pos komersial yang disahkan pada pekan ketiga Mei 2025, dan langsung memicu perdebatan di kalangan pelaku usaha digital, kurir, serta konsumen.

Kebijakan ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran pemerintah terhadap ketimpangan kompetisi di sektor perdagangan digital, terutama terkait kekuatan modal antara pelaku besar dan usaha kecil menengah (UMKM). Komdigi menilai, promo gratis ongkir yang terlalu sering justru merugikan pelaku usaha skala kecil dan memperburuk struktur biaya logistik nasional.

Dampak ke Industri dan Konsumen

Pelaku e-commerce menyambut kebijakan ini dengan waspada. Beberapa platform belanja besar mengakui bahwa gratis ongkir merupakan salah satu magnet utama yang mendorong volume transaksi. Pembatasan dinilai dapat menurunkan daya beli konsumen dan memengaruhi jumlah pengiriman harian.

Di sisi lain, kalangan kurir merespons dengan pandangan yang beragam. Sebagian besar mengkhawatirkan penurunan pendapatan jika volume paket yang dijual menurun. Namun ada juga yang menyambut baik kebijakan ini karena bisa mengurangi beban kerja yang meningkat tajam saat masa promo berlangsung.

Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), Bima Laga, menyatakan pihaknya akan berdialog dengan Komdigi agar implementasi kebijakan ini dilakukan secara bertahap. “Kami tidak menolak regulasi, tapi transisi harus diatur agar tidak menimbulkan guncangan pada sistem yang sudah berjalan,” katanya.

Sementara itu, pengamat ekonomi digital dari INDEF, Nailul Huda, menilai langkah ini bisa menjadi momentum untuk memperbaiki struktur biaya logistik nasional yang selama ini belum efisien. Ia menegaskan bahwa Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan keadilan bagi seluruh pelaku usaha.

Hingga kini, Pemerintah melalui Komdigi masih membuka ruang dialog dan akan terus mengevaluasi dampak kebijakan tersebut ke depannya. Pemerintah juga mendorong perusahaan e-commerce untuk berinovasi dalam memberikan insentif lain yang tetap menarik bagi konsumen, namun tidak membebani ekosistem logistik.

Bisnis Billiard di Indonesia, Gaya Hidup Baru yang Menguntungkan

Beberapa tahun belakangan ini, tren hiburan di Indonesia mulai bergeser. Kalau dulu kafe dan tempat karaoke jadi pilihan utama buat nongkrong, sekarang tempat billiard mulai mencuri perhatian. Banyak anak muda hingga orang dewasa di Indonesia yang melirik tempat billiard bukan cuma sebagai tempat main, tapi juga sebagai spot hangout yang seru dan stylish.

Lalu, kenapa sih bisnis billiard bisa jadi ramai dan dianggap menjanjikan?

1. Gaya Hidup Anak Muda yang Berubah

Generasi sekarang lebih suka nongkrong sambil ngelakuin aktivitas. Main billiard jadi salah satu pilihan karena bisa seru-seruan bareng teman sambil tetap ngobrol santai. Apalagi kalau tempatnya cozy, ada kopi atau makanan ringan, makin betah deh!

2. DI Indonesia saat ini Billiard Nggak Lagi Dipandang Sebelah Mata!

Dulu, main billiard sering dikaitkan dengan hal negatif. Tapi sekarang, citra itu sudah berubah. Banyak tempat billiard kekinian yang rapi, bersih, dan terbuka untuk semua kalangan. Bahkan banyak keluarga dan pasangan yang main bareng di akhir pekan.

3. Biaya Operasional Relatif Stabil

Dibandingkan bisnis hiburan lain seperti karaoke atau bioskop mini, bisnis billiard lebih ringan dari segi biaya operasional. Perawatan meja dan stik memang penting, tapi tidak seintensif peralatan elektronik. Selama lokasi strategis dan atmosfer nyaman, pelanggan pasti datang sendiri.

4. Peluang Kolaborasi dengan Bisnis Lain

Banyak pengusaha billiard yang menggabungkan konsep ini dengan kafe, bar, atau tempat live music. Ini bikin pengunjung punya lebih banyak alasan buat datang dan berlama-lama. Bahkan beberapa tempat bikin turnamen kecil-kecilan yang bisa menarik komunitas billiard lokal.

5. Potensi Untung Jangka Panjang

Harga sewa per jam untuk meja billiard cukup menguntungkan, apalagi kalau pengunjung datang rombongan. Ditambah penjualan makanan dan minuman, omzet bisa lumayan stabil setiap bulan. Dengan manajemen yang baik, modal bisa balik dalam waktu relatif cepat.

Bisnis billiard bukan cuma soal meja dan bola saja, tapi juga soal menciptakan tempat nongkrong yang nyaman dan seru. Di tengah tren gaya hidup yang terus berubah, tempat seperti ini punya peluang besar untuk berkembang. Jadi, kalau kamu lagi mikir buat buka usaha yang seru tapi tetap menguntungkan, mungkin saatnya lirik bisnis billiard!

Rupiah Menguat di Tengah Redanya Perang Dagang dan Harapan Pemangkasan Suku Bunga

0

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tren positif pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (16/5/2025). Berita Rupiah yang menguat ini menjadi lanjutan dari tren optimistis yang telah tercermin sejak awal sesi pagi.

Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke posisi Rp16.444,5 per dolar AS, naik sebesar 84 poin atau sekitar 0,51 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di angka Rp16.528,5 per dolar Amerika Serikat.

Senada dengan itu, Yahoo Finance mencatat penguatan rupiah hingga 74 poin. Rupiah tercatat di level Rp16.435 per dolar AS, naik dari posisi Rp16.509 pada hari perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis Bank Indonesia juga menunjukkan penguatan signifikan. Hari ini rupiah berada di level Rp16.424 per dolar AS, menguat dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.535.

Sentimen Perdagangan Global Dorong Penguatan Rupiah

Penguatan rupiah kali ini didorong oleh perkembangan positif di kancah perdagangan global, khususnya setelah Amerika Serikat dan Tiongkok menyepakati penurunan tarif secara timbal balik. Langkah ini disambut baik oleh pelaku pasar, yang melihatnya sebagai sinyal mencairnya tensi perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai bahwa ekspektasi terhadap kelanjutan pemangkasan tarif dan kelanjutan pembicaraan dagang menjadi faktor utama yang memperkuat rupiah hari ini. “Investor kini mencermati kemungkinan penarikan tarif lanjutan dan potensi pembukaan dialog dagang dengan negara-negara lain,” jelasnya.

Di sisi lain, pelaku pasar juga tengah menanti sejumlah data ekonomi dari Amerika Serikat yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya. Data inflasi produsen (PPI) untuk April dan penjualan ritel menjadi perhatian utama, menyusul rilis data inflasi konsumen (CPI) yang lebih rendah dari perkiraan beberapa hari lalu.

Jika tren penurunan inflasi berlanjut, para analis memperkirakan Federal Reserve (The Fed) bisa mulai mempertimbangkan penurunan suku bunga tahun ini, yang tentu akan memberi angin segar bagi pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Lawson Diambil Alih Alfamart, Fokus Alfamidi Kini Berubah

Perusahaan ritel ternama PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, yang menaungi jaringan minimarket Alfamart, resmi mengakuisisi seluruh saham Lawson Indonesia dari PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi). Nilai transaksi pembelian mencapai Rp200,4 miliar dan diselesaikan pada 14 Mei 2025.

Langkah strategis ini menandai babak baru dalam peta persaingan ritel modern di Indonesia. Dengan akuisisi ini, seluruh gerai Lawson yang sebelumnya berada di bawah kendali Alfamidi, kini sepenuhnya menjadi milik Alfamart. Akuisisi tersebut dilakukan melalui anak usaha Alfamart, yakni PT Sumber Indah Lestari.

Diketahui, PT Midi Utama Indonesia sebelumnya mengelola waralaba Lawson di Indonesia sejak 2011. Namun, perusahaan memilih melepas unit bisnis ini agar dapat lebih fokus pada pengembangan jaringan Alfamidi dan Alfamidi Super. Dana hasil penjualan pun akan digunakan untuk ekspansi gerai dan peningkatan infrastruktur logistik.

Alfamart Bidik Segmen Lifestyle Lewat Akuisisi ini

Langkah Alfamart mengambil alih Lawson dianggap sebagai strategi jangka panjang untuk memperluas segmen pasar. Berbeda dengan Alfamart yang mengusung konsep minimarket umum, Lawson dikenal menyasar kalangan urban dengan produk makanan cepat saji dan atmosfer khas minimarket Jepang.

Dengan akuisisi ini, Alfamart dapat memperluas cakupan bisnis ritel ke segmen lifestyle dan convenience store yang tengah berkembang di kawasan perkotaan. Para analis menilai bahwa Alfamart tidak hanya mengejar pertumbuhan jumlah gerai, tetapi juga memperkaya portofolio konsep toko untuk mengakomodasi perubahan perilaku belanja konsumen.

Sementara itu, sosok di balik ekspansi besar ini adalah Djoko Susanto, pemilik dan pendiri Alfamart Group. Djoko dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan yang sebagian besar bersumber dari bisnis ritel modern. Dengan langkah terbaru ini, Djoko semakin memperkuat posisi bisnisnya di tengah persaingan industri ritel yang kian ketat.

Akuisisi ini juga mendapat sorotan dari investor, mengingat potensi sinergi antara Alfamart dan Lawson yang dapat menghasilkan efisiensi operasional dan peningkatan laba. Pihak Alfamart menyatakan optimistis bahwa integrasi Lawson akan berjalan mulus dan memperkuat jaringan distribusi serta penetrasi pasar mereka secara nasional.

Tips Cerdas Tentuin Waktu Promo dan Diskon, Biar Nggak Asal Potong Harga!

Siapa sih yang nggak suka promo atau diskon? Konsumen jelas senang, tapi bagi pemilik bisnis, ini bukan sekadar “kasih potongan harga.” Promo yang tepat bisa bikin penjualan meroket. Tapi, kalau salah waktu atau strategi, malah bisa bikin rugi. Nah, pertanyaannya sekarang: kapan sih momen paling pas buat ngasih promo atau diskon?

1. Saat Momen Khusus atau Hari Besar

Hari-hari besar seperti Lebaran, Natal, Tahun Baru, bahkan Hari Kemerdekaan, selalu jadi momen yang ditunggu konsumen buat belanja. Jadi, ini kesempatan emas buat kasih promo. Banyak orang sengaja menyisihkan uang buat belanja saat momen ini, jadi potensi penjualan pun meningkat drastis.

2. Ulang Tahun Bisnis

Lagi merayakan anniversary brand atau bisnis kamu? Ini saat yang tepat untuk kasih kejutan ke pelanggan setia. Promo ulang tahun bisnis punya nilai emosional dan bisa memperkuat hubungan dengan konsumen. Bisa dalam bentuk diskon, cashback, atau hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi.

3. Saat Peluncuran Produk Baru

Ngeluarin produk baru? Coba berikan diskon khusus untuk early buyers. Ini strategi klasik tapi ampuh buat bangun awareness dan minat beli. Konsumen jadi merasa spesial karena jadi yang pertama mencoba.

4. Ketika Penjualan Lagi Sepi

Kalau penjualan mulai sepi, misalnya di luar musim belanja atau di pertengahan bulan, promo bisa jadi alat pemancing. Tapi ingat, jangan asal banting harga. Sesuaikan jenis promonya, bisa dengan bundling, free ongkir, atau beli 2 gratis 1.

5. Menyambut Hari Gajian

Tanggal 25 ke atas atau awal bulan biasanya jadi momen “panen” bagi pelaku bisnis. Kenapa? Karena kebanyakan orang baru gajian dan semangat belanja. Banyak brand besar sudah pakai strategi ini dengan konsep promo “Payday Sale”.

6. Untuk Cuci Gudang atau Stok Lama

Kalau ada stok barang yang menumpuk atau produk lama yang belum laku, diskon bisa jadi solusi. Selain mengurangi beban gudang, kamu juga bisa dapat cash flow segar untuk belanja stok baru yang lebih diminati.

7. Saat Kompetitor Lagi Agresif

Kalau kompetitor mulai aktif ngasih diskon, nggak ada salahnya kamu ikut bermain. Tapi tetap pakai strategi yang beda dan lebih menarik. Misalnya, mereka kasih potongan harga, kamu bisa tawarkan bonus produk tambahan.

Intinya, promo dan diskon itu bukan sekadar murah-murahan, tapi bagian dari strategi pemasaran yang harus disusun dengan cermat. Selalu hitung margin, kenali perilaku konsumen, dan pilih waktu yang tepat. Kalau pas momennya dan cerdas cara mainnya, promo bisa jadi mesin uang yang luar biasa.

Kalau kamu punya bisnis, jangan lupa buat catat kalender promosi kamu sendiri. Jadi, promo yang kamu buat nggak cuma ramai, tapi juga tetap untung.

Judi Online Ancam Ekonomi Keluarga, Komdigi Gelar Kampanye Nasional #JudiPastiRugi

0

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memperkuat langkah konkret dalam menghadapi bahaya judi online yang semakin meresahkan masyarakat. Salah satu upaya terbarunya adalah peluncuran mobil edukasi keliling yang akan mengunjungi 30 kota di Indonesia dalam rangka kampanye nasional bertajuk #JudiPastiRugi.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Komdigi dan perusahaan teknologi GoTo, dengan tujuan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang minim akses terhadap informasi digital.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menekankan pentingnya pendekatan tatap muka dalam penyebaran literasi digital. “Negara hadir untuk memberikan pemahaman menyeluruh soal risiko judi online, khususnya di wilayah yang belum tersentuh informasi digital yang memadai,” ujarnya dalam peluncuran mobil kampanye di kantor Komdigi, Kamis (15/5/2025).

Mobil edukasi ini tidak hanya menyebarkan informasi seputar dampak negatif judi daring, tetapi juga menjadi wadah berbagi kisah nyata dari para penyintas yang pernah terjerat praktik tersebut. Harapannya, pengalaman pribadi ini mampu membuka mata masyarakat akan bahaya laten judi online terhadap kehidupan sosial dan ekonomi keluarga.

Kerugian Ekonomi Capai Triliunan, Kolaborasi Jadi Kunci

Data terbaru dari Pusat Pengawasan dan Analisis Transaksi Keuangan memperkirakan potensi kerugian akibat judi online bisa mencapai Rp1.000 triliun hingga akhir 2025. Alexander menyebut, “Dampaknya tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menggerogoti produktivitas masyarakat, menghancurkan stabilitas ekonomi rumah tangga, bahkan masa depan generasi muda.”

Selain edukasi lapangan, pemerintah juga menggencarkan kerja sama lintas sektor—melibatkan kementerian dan lembaga lain, pemda, akademisi, media, serta organisasi masyarakat. Kolaborasi ini dinilai krusial untuk memperkuat literasi digital dan menekan penyebaran praktik judi daring.

“Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk ikut ambil bagian dalam gerakan ini. Menjaga ruang digital tetap sehat adalah tanggung jawab bersama,” tegas Alexander.

Sejak pertama kali diluncurkan pada Maret 2025, kampanye #JudiPastiRugi menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menekan laju judi online. Selain edukasi, Komdigi juga aktif melakukan pemblokiran terhadap konten bermuatan perjudian. Tercatat, dari Oktober 2024 hingga Mei 2025, lebih dari 1,3 juta konten telah ditindak.

Komdigi juga mengoperasikan kanal pengaduan masyarakat melalui situs aduankonten.id, yang dapat digunakan untuk melaporkan berbagai bentuk konten bermasalah, termasuk konten terkait judi daring.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat.

Harga Emas Global Bergerak Naik, Pasar Tunggu Langkah The Fed

Harga emas global mengalami penguatan ringan pada Kamis pagi (15/5/2025), diperdagangkan di sekitar USD3.180 per troy ounce. Kenaikan ini terjadi setelah emas sempat terkoreksi, seiring membaiknya selera risiko pasar dan kemajuan dalam dialog perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Meskipun demikian, potensi penguatan harga emas diperkirakan terbatas dalam waktu dekat.

Dikutip dari laporan FXStreet, emas sempat pulih dari tekanan di awal sesi perdagangan Asia. Perbaikan hubungan dagang dua negara raksasa ekonomi dunia menjadi salah satu faktor utama yang menahan lonjakan harga logam mulia ini. Setelah melalui dua hari negosiasi di Jenewa, AS setuju menurunkan tarif impor produk Tiongkok dari 145 persen menjadi 30 persen, sedangkan Tiongkok menurunkan tarif atas barang-barang AS dari 125 persen menjadi 10 persen.

Safe Haven Kehilangan Daya Tarik

Menurut Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank A/S, langkah ini menandai pulihnya sentimen pasar dan membuat aset-aset aman seperti emas kurang diminati. “Perbaikan ini menjadi titik balik psikologis bagi investor. Untuk saat ini, daya tarik emas sebagai lindung nilai agak memudar,” ujarnya.

Tak hanya itu, situasi geopolitik di Timur Tengah juga berkontribusi terhadap pelemahan emas. Pernyataan dari penasihat utama pemimpin tertinggi Iran, Ali Shamkhani, bahwa Iran terbuka untuk kembali ke meja perundingan nuklir dengan AS—dengan imbal balik pencabutan sanksi—mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik baru.

Namun demikian, analis menilai bahwa risiko jangka menengah masih tinggi. Ketidakpastian ekonomi global, termasuk arah suku bunga The Fed serta potensi lonjakan inflasi, tetap dapat mendorong investor untuk kembali ke emas sebagai aset pelindung nilai.

Pasar Nantikan Data Ekonomi AS

Fokus pelaku pasar kini tertuju pada data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang akan dirilis dalam waktu dekat. Di antaranya adalah laporan Penjualan Ritel dan Indeks Harga Produsen (IHP) bulan April, yang akan memberikan gambaran tentang daya beli konsumen dan tekanan inflasi.

Tak kalah penting, pidato dari Ketua The Fed, Jerome Powell, juga dinanti untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya. Jika The Fed mengisyaratkan kenaikan suku bunga lanjutan, maka tekanan pada harga emas global bisa kembali meningkat, mengingat hubungan terbalik antara suku bunga dan harga logam mulia.

Coba Freelance Tapi Masih Bingung Menentukan Harga Desain? Simak Tips Ini!

Menentukan harga jasa sebagai freelancer, apalagi di bidang desain, kadang bisa jadi hal yang bikin galau. Di satu sisi, kamu ingin dihargai layak atas karya dan waktu yang kamu berikan. Tapi di sisi lain, takut juga pasang harga “kemahalan” dan bikin calon klien kabur. Nah, gimana sih caranya biar harga yang kamu tetapkan tetap realistis tapi juga sepadan. Yuk, simak artikel dari Berempat.com berikut ini.

1. Jangan Jadikan Jam Kerja Sebagai “Patokan”

Jangan cuma ngitung berapa jam kamu kerja. Desain itu bukan soal cepat atau lambat, tapi soal ide, konsep, dan pengalaman yang kamu bawa. Misalnya kamu bisa desain logo dalam 2 jam, tapi itu karena kamu sudah latihan bertahun-tahun. Jadi, patok harga berdasarkan value, bukan hanya waktu.

2. Cek Harga Pasar, Tapi Jangan Cuma Ikut-ikutan

Untuk menentukan biaya dari Jasa, coba deh riset, berapa sih harga rata-rata untuk desain logo, feed Instagram, atau kemasan produk? Banyak platform seperti Sribu, 99designs, atau forum desainer yang bisa jadi referensi. Tapi ingat, ini buat gambaran aja—bukan patokan mutlak. Sesuaikan dengan pengalaman, portofolio, dan gaya khas kamu.

3. Tentukan Biaya Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Beda jenis proyek atau pekerjaan, beda effort. Misalnya:

  • Desain logo brand baru: mulai dari Rp 500 ribu – Rp 3 juta

  • Desain konten Instagram 10 slide: Rp 250 ribu – Rp 1 juta

  • Desain kemasan produk: bisa lebih tinggi, tergantung kompleksitas

Boleh juga pakai paket harga, seperti:

  • Paket Basic (logo + 1 revisi)

  • Paket Pro (logo + brand guide + 3 revisi)

  • Paket Sosial Media Bulanan

Dengan paket, klien lebih mudah paham, dan kamu juga punya kendali atas ruang lingkup pekerjaan.

4. Hitung Juga Biaya Operasional

Jangan lupakan biaya-biaya tersembunyi: software langganan, listrik, kuota, bahkan kopi yang nemenin kamu begadang. Semua itu perlu diperhitungkan, apalagi kalau kamu freelance full-time.

5. Jangan Takut Menolak Klien yang Nggak Sejalan

Kalau ada yang nawar terlalu rendah dan nggak masuk akal, jangan takut bilang tidak. Klien yang baik akan menghargai karya kamu. Lagipula, semakin kamu sering ngambil proyek murah, makin susah juga buat naikin harga ke depannya.

6. Naikkan Harga Seiring Portofolio yang Makin Banyak

Portofolio kamu makin keren? Testimoni makin banyak? Jangan ragu naikkan harga secara bertahap. Ini bukan sombong, tapi bentuk dari menghargai kualitas kerja sendiri.

Menjadi freelancer di bidang desain nggak cuma soal jago bikin karya bagus, tapi juga pintar ngatur harga dan komunikasi. Jangan sampai kamu kerja keras tapi nggak sepadan dengan yang kamu terima. Dengan harga yang tepat, kamu bukan cuma dapat uang, tapi juga klien yang benar-benar menghargai hasil karya kamu.

Pemerintah Bidik Yogyakarta Jadi Sentra Kreatif Nasional Lewat Penguatan Ekosistem Ekraf

0

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan pentingnya mendukung pertumbuhan para pelaku ekonomi kreatif sebagai aset strategis bangsa. Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan “Bincang Kreatif Bersama Pegiat Ekonomi Kreatif Yogyakarta” yang digelar di Balai Pengelolaan Kekayaan Intelektual (BPKI) pada Minggu, 11 Mei 2025.

Menurut Irene, para pegiat ekonomi kreatif memiliki peran kunci dalam mendorong mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Khususnya di Yogyakarta, yang selama ini dikenal sebagai kota seni dan budaya, dukungan perlu diberikan dalam bentuk perluasan akses kolaborasi dan jejaring agar mereka bisa berkembang ke level nasional serta menciptakan peluang kerja baru.

“Forum bincang kreatif ini menjadi ajang strategis untuk menyatukan ide, mengurai persoalan bersama, dan merancang langkah-langkah memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Yogyakarta,” ujar Irene.

Sinergi Data dan Infrastruktur Jadi Fokus Pengembangan

Lebih jauh, Irene memaparkan sejumlah inisiatif pemerintah dalam memperkuat peran sektor ekonomi kreatif dalam pembangunan nasional. Salah satu program unggulan yang tengah dijalankan adalah Ekraf Hunt—sebuah basis data yang menampilkan potensi lokal pelaku ekraf kepada publik, sekaligus menjadi peta kekuatan industri kreatif daerah.

“Program ini juga mendorong pengembangan creative hub dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia, lewat kerja sama erat antara pemerintah pusat dan dinas daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu, menyebut kegiatan ini sebagai langkah awal menuju transformasi nyata di sektor ekonomi kreatif. Ia berharap pertemuan ini bisa menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah dan para pelaku industri kreatif.

“Kami ingin menyerap langsung aspirasi, tantangan, dan inovasi dari para pegiat ekraf agar dapat bersama-sama membangun ekosistem yang lebih solid dan berkelanjutan,” kata Yuke.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Imam Pratanadi, menyoroti besarnya potensi kreatif yang dimiliki kota gudeg. Menurutnya, Yogyakarta memiliki kekayaan ide di berbagai sektor seperti seni rupa, pertunjukan, desain produk, hingga industri digital.

“Yang perlu kita pikirkan ke depan adalah bagaimana potensi luar biasa ini bisa terus dikembangkan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tutup Imam.