Jumat, Mei 8, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 78

Realisasi Investasi Capai Hampir Rp1.000 Triliun, Optimisme Industri Menguat

0

Realisasi investasi terus menunjukkan tren positif sepanjang paruh pertama tahun 2025. Data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat bahwa realisasi investasi, yang menjadi salah satu tolok ukur vital dalam keberlanjutan industri nasional, telah mencapai Rp942,9 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan 13,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, serta telah memenuhi hampir separuh target tahunan sebesar Rp1.905,6 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, dalam konferensi pers pada Selasa (29/7), menyampaikan bahwa realisasi investasi tersebut terdiri dari dua pilar utama: Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp510,3 triliun atau 54,1 persen, dan Penanaman Modal Asing (PMA) yang menyumbang Rp432,6 triliun atau 45,9 persen dari total capaian semester I.

Pulau Jawa dan Luar Jawa Seimbang dalam Penyerapan Investasi

Menariknya, penyebaran realisasi investasi kali ini cukup merata. Pulau Jawa mencatat kontribusi sebesar Rp466,9 triliun atau 49,5 persen dari total investasi, sementara wilayah di luar Jawa sedikit unggul dengan capaian Rp476,0 triliun atau 50,5 persen. Performa ini menunjukkan bahwa geliat industri di luar Pulau Jawa mulai menyaingi pusat-pusat ekonomi tradisional di barat Indonesia.

Capaian tersebut juga membawa dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja. Selama kuartal kedua, sektor industri berhasil menyerap 665.764 tenaga kerja, sehingga total serapan tenaga kerja selama semester I 2025 mencapai 1.259.868 orang.

Secara geografis, Jawa Barat menjadi wilayah dengan realisasi investasi tertinggi, yaitu Rp141 triliun (15 persen), diikuti DKI Jakarta dengan Rp140,8 triliun (14,9 persen), Jawa Timur Rp74,7 triliun, Sulawesi Tengah Rp64,2 triliun, dan Banten Rp60,7 triliun.

Untuk PMA, Jawa Barat tetap menjadi magnet utama dengan investasi mencapai USD4,0 miliar, disusul Sulawesi Tengah (USD3,7 miliar), DKI Jakarta (USD3,2 miliar), Maluku Utara (USD2,5 miliar), dan Jawa Tengah (USD1,6 miliar). Sementara pada sisi PMDN, DKI Jakarta memimpin dengan Rp90,4 triliun, diikuti Jawa Barat Rp77,5 triliun, dan Jawa Timur Rp51 triliun.

Dengan capaian ini, realisasi investasi Indonesia tidak hanya menunjukkan resiliensi di tengah tantangan global, tetapi juga mempertegas peran vital sektor investasi dalam memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Potensi Cuan di Bisnis Nail Art, Tren Kecantikan yang Bisa Jadi Cuan!

Belakangan ini, tren nail art makin booming di Indonesia. Dari kalangan remaja sampai ibu-ibu muda, semua mulai tertarik mempercantik kuku dengan desain unik dan estetik. Di media sosial, video tentang nail art sering viral. Dan yang menarik, banyak pelaku usaha baru yang sukses memanfaatkan Potensi Bisnis Nail Art ini dengan modal yang nggak terlalu besar. Nggak heran kalau sekarang makin banyak yang kepikiran: gimana ya kalau ikut terjun juga?

Nah, kalau kamu salah satu yang mulai tertarik dan penasaran seberapa besar Potensi Bisnis Nail Art, kali ini Berempat.com akan memberi sedikit panduan awalnya. Karena selain peluangnya yang makin luas, jenis usaha ini juga cocok buat kamu yang suka dunia kreatif dan punya ketelatenan.

Potensi di Bisnis Nail Art, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

1. Skill Dasar Nail Art Wajib Dikuasai

Sebelum mikirin buka studio atau promo di Instagram, hal paling penting adalah punya keahlian dasar. Nail art bukan cuma soal gambar kuku, tapi juga teknik manicure, perawatan kuku, kebersihan alat, sampai pemilihan cat yang sesuai.

Untuk pemula, ada banyak kursus nail art bersertifikat yang bisa diikuti—baik online maupun offline. Harganya bervariasi, mulai dari ratusan ribu sampai jutaan, tergantung level dan materi. Kursus ini penting banget untuk bangun kepercayaan pelanggan dan menjaga standar layanan.

2. Modal Awal, Bisa Disesuaikan Skala

Kabar baiknya, bisnis ini fleksibel. Kamu bisa mulai dari rumah dulu, dengan peralatan dasar seperti buffer, nail drill, gel polish, UV lamp, dan nail art brush. Untuk starter kit sederhana, modal sekitar 1,5–3 juta rupiah sudah cukup.

Kalau mau buka booth kecil di salon atau sewa tempat sendiri, tentu modal akan naik. Tapi kamu bisa mulai dari skala kecil sambil bangun portofolio lewat media sosial.

3. Latihan + Portofolio = Kunci Dilirik

Salah satu cara terbaik untuk promosi di awal adalah dengan menunjukkan hasil karya. Minta teman atau saudara jadi “model kuku”, lalu posting hasilnya secara konsisten di TikTok, Instagram, atau marketplace. Gunakan hashtag lokal seperti #nailartjakarta, #nailartmurah, atau #nailartistindonesia supaya mudah ditemukan.

4. Fokus ke Layanan dan Kebersihan

Bisnis nail art erat banget dengan kenyamanan pelanggan. Jadi, jaga alat-alat tetap steril, buat jadwal yang rapi, dan dengarkan masukan pelanggan. Pelayanan ramah bisa jadi nilai tambah yang bikin pelanggan balik lagi dan kasih testimoni positif.

5. Ikuti Tren dan Jangan Takut Bereksperimen

Nail art termasuk bisnis yang dinamis. Tren warna, bentuk kuku, hingga teknik terus berkembang. Ikuti tren dari akun luar negeri, lalu sesuaikan dengan selera lokal. Bisa juga kolaborasi dengan brand lokal untuk bikin promo unik.

Memulai bisnis nail art bukan cuma soal bisa gambar kuku, tapi tentang membangun pengalaman, kepercayaan, dan pelayanan yang bikin orang betah. Di tengah Potensi Bisnis Nail Art yang terus tumbuh, siapa cepat dia dapat. Mulai dari kecil, tapi dengan niat dan arah yang jelas, bisa jadi langkah awal menuju usaha yang stabil dan menguntungkan.

Diskon Belanja Online Bikin Boros atau Hemat? Simak Faktanya di Sini!

0

Belanja online emang bikin hidup praktis. Tinggal scroll, klik, transfer, lalu tinggal nunggu barang datang. Tapi yang bikin makin menggoda adalah label merah bertuliskan “Diskon 50%” atau “Flash Sale cuma hari ini!”. Pertanyaannya: apakah semua itu beneran bikin hemat? Atau cuma jebakan visual biar dompet cepat terkuras? Yuk, bahas bareng soal Diskon Belanja Online dan gimana cara hitung-hitungannya biar nggak ketipu janji palsu.

Di zaman serba digital, Diskon Belanja Online memang jadi strategi utama para e-commerce buat tarik perhatian. Tapi kalau nggak jeli, bisa-bisa kita malah boros karena tergoda diskon palsu, bukan karena butuh barangnya.

Cara Simpel Menghitung Diskon saat Belanja Online Biar Gak Ketipu Promo

1. Pahami Rumus Dasarnya

Diskon biasanya dihitung dari harga normal, lalu dikurangi dengan persentase potongan. Contoh:

Harga normal: Rp200.000
Diskon: 30%
Potongannya: 30% x Rp200.000 = Rp60.000
Harga setelah diskon: Rp200.000 – Rp60.000 = Rp140.000

Tapi hati-hati, kadang toko menaikkan harga normal dulu sebelum kasih diskon gede, jadi seolah potongannya besar padahal harga akhirnya sama aja kayak toko sebelah.

2. Bandingkan Harga di Beberapa Platform

Sebelum checkout, coba bandingkan harga produk yang sama di marketplace lain. Banyak yang kasih diskon besar, tapi setelah dicek di tempat lain, harga tanpa diskonnya malah lebih murah. Jangan malas ngecek!

3. Perhatikan Biaya Tambahan

Kadang kita udah happy dapat diskon, eh kena biaya ongkir mahal atau pajak tambahan. Jadi pastikan total tagihan akhir tetap masuk akal. Hitung semua, jangan cuma fokus ke potongan harga.

4. Gunakan Kode Promo dan Voucher

Beberapa platform kasih tambahan potongan lewat kode promo atau voucher. Ini bisa ditumpuk dengan diskon yang sudah ada. Tapi pastikan syarat dan ketentuannya jelas, ya—karena sering kali hanya berlaku di jam tertentu atau minimal belanja tertentu.

5. Gunakan Kalkulator Diskon Online

Kalau males ngitung manual, banyak situs atau aplikasi yang bantu hitung potongan harga secara otomatis. Cukup masukkan harga awal dan persentase diskon, hasilnya langsung keluar.

Berburu Diskon Itu Wajar, Tapi Tetap Butuh Logika Loh

Belanja cerdas bukan berarti pelit, tapi tahu kapan saatnya beli dan kapan harus tahan diri. Diskon memang bisa bantu hemat pengeluaran—asal memang beli karena perlu, bukan karena lapar mata. Kadang justru promo yang terlihat menggoda malah bikin kita beli barang yang nggak terlalu dibutuhkan.

Kalau kamu memang punya list kebutuhan yang sudah direncanakan, diskon bisa sangat membantu. Tapi kalau setiap kali lihat promo langsung checkout tanpa mikir, bisa-bisa dompet menjerit di akhir bulan.

Diskon Belanja Online bisa jadi kawan atau jebakan, tergantung cara kita menyikapinya. Dengan sedikit usaha buat cek harga, hitung potongan, dan menahan diri, kamu bisa benar-benar hemat dan tetap happy. Belanja boleh, tapi jangan sampai jadi korban diskon!

Regulasi Kawasan Industri Diperkuat, Pemerintah Kejar Target Ekonomi 8 Persen

0

Upaya memperkuat peran kawasan industri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional kian gencar dilakukan pemerintah. Salah satu langkah krusial adalah melalui pembenahan Regulasi Kawasan Industri yang dinilai menjadi kunci agar sektor ini mampu berkontribusi maksimal terhadap target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Tri Supondy, menyatakan bahwa penguatan kawasan industri harus disertai reformasi aturan yang menyeluruh dan terintegrasi.

“Regulasi Kawasan Industri menjadi fondasi penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif,” ujar Tri dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (27/7). Ia menambahkan, saat ini kawasan industri telah menyerap investasi senilai Rp6.173 triliun dan membuka lebih dari 2,3 juta lapangan kerja berdasarkan data SIINas hingga akhir 2024.

Penyempurnaan Aturan dan Dorongan Ekosistem Ramah Investasi

Seiring dengan tumbuhnya 52 kawasan industri baru dalam lima tahun terakhir, total kawasan industri di Indonesia kini mencapai 170, dengan tingkat okupansi sebesar 58,39 persen. Angka ini menunjukkan bahwa kawasan industri masih menjadi magnet investasi, baik lokal maupun asing.

Untuk mendukung hal tersebut, Kemenperin tengah menyusun sejumlah regulasi turunan dari PP Nomor 20 Tahun 2024 tentang Perwilayahan Industri. Beberapa di antaranya termasuk standar kawasan industri dan revisi aturan terkait pengelolaan lingkungan hidup (RKL-RPL) yang kini memasuki tahap harmonisasi lintas kementerian.

Tri menekankan pentingnya regulasi yang komprehensif, mulai dari aspek kelembagaan, perizinan, pengadaan tanah, hingga pengelolaan limbah dan tanggung jawab sosial. Ia bahkan menyebut perlunya undang-undang khusus agar ada kepastian hukum yang lebih kuat bagi pengelola dan investor.

Tak hanya soal aturan, Kemenperin juga mendorong transformasi kawasan industri menjadi pusat ekosistem industrialisasi yang modern dan berkelanjutan. Pendekatan ini mencakup integrasi teknologi tinggi, pendidikan vokasi, serta prinsip industri hijau yang ramah lingkungan.

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Akhmad Ma’ruf Maulana, menyoroti pentingnya terobosan dalam menarik investasi. Ia memperkenalkan program F3YI (Free for 5 Years Investment), yang menawarkan pembebasan biaya sewa lahan selama lima tahun, kemudahan perizinan, dan opsi kepemilikan setelah masa sewa berakhir.

“Langkah ini kami harapkan bisa meningkatkan daya saing kawasan industri Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat,” jelasnya.

Dengan kolaborasi regulatif dan inovatif ini, kawasan industri diharapkan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Angka Kemiskinan di Indonesia Turun, Tapi Banyak yang Masih Hidup Pas-pasan

0

Angka Kemiskinan di Indonesia kembali mencatat penurunan. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), per Maret 2025, jumlah penduduk miskin tercatat sebesar 8,47 persen atau sekitar 23,85 juta jiwa. Meski secara statistik ini adalah capaian positif, banyak pihak menilai bahwa Angka Kemiskinan di Indonesia belum mencerminkan realita sosial-ekonomi masyarakat yang masih serba kekurangan dan rentan.

Penurunan angka ini disebut sebagai yang terendah sejak dua dekade terakhir. Namun, sejumlah pengamat dan ekonom mengkritik metode pengukuran kemiskinan yang digunakan pemerintah, terutama terkait dengan garis kemiskinan yang ditetapkan hanya sebesar Rp609.160 per kapita per bulan. Bila dihitung dalam satu rumah tangga yang rata-rata berjumlah 4–5 orang, angka tersebut dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan.

Data Positif, Realitas Masih Suram

BPS menyebut bahwa penurunan angka kemiskinan terutama terjadi di wilayah perdesaan. Tingkat kemiskinan di desa menurun menjadi 11,03 persen, sementara di wilayah perkotaan justru sedikit naik menjadi 6,73 persen. Artinya, meski ada perbaikan, tekanan ekonomi justru semakin dirasakan di kota-kota besar.

Indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan di perkotaan juga mengalami kenaikan. Ini menunjukkan bahwa jurang ketimpangan konsumsi antara masyarakat miskin dan garis kemiskinan semakin lebar. Banyak dari mereka yang secara teknis tidak masuk dalam kategori miskin, namun hidup dalam kondisi ekonomi yang jauh dari layak.

Pengamat ekonomi menyebut penurunan angka kemiskinan ini cenderung bersifat semu. Jika menggunakan standar kemiskinan global yang ditetapkan Bank Dunia untuk negara menengah atas, yakni sekitar USD 6,85 per hari atau setara Rp3 juta per bulan, maka jumlah penduduk miskin di Indonesia sesungguhnya bisa mencapai lebih dari separuh populasi.

Tak hanya itu, pola konsumsi masyarakat miskin pun menjadi sorotan. Banyak dari mereka yang mengalokasikan penghasilan untuk kebutuhan seperti beras, rokok, dan kopi, namun minim alokasi untuk gizi seimbang atau kesehatan. Ini memperkuat anggapan bahwa keluar dari garis kemiskinan secara statistik tidak serta-merta membuat kualitas hidup menjadi lebih baik.

Pemerintah Didesak Revisi Standar Garis Kemiskinan

Sejumlah pihak mendesak pemerintah untuk meninjau ulang indikator garis kemiskinan agar sesuai dengan standar hidup layak. Selain itu, program pengentasan kemiskinan ekstrem yang menargetkan 0 persen pada 2025 juga dinilai perlu perbaikan, termasuk integrasi data dan distribusi bantuan sosial yang tepat sasaran.

Meski angka kemiskinan menurun, tantangan terbesar justru terletak pada membangun ketahanan ekonomi keluarga rentan yang hidup sedikit di atas garis kemiskinan. Tanpa intervensi kebijakan yang menyentuh akar masalah seperti akses pendidikan, lapangan kerja produktif, dan jaminan kesehatan, penurunan ini dikhawatirkan hanya menjadi angka-angka kosong yang tidak membawa perubahan nyata.

Pemerintah pun diharapkan lebih transparan dan realistis dalam menyusun data dan strategi. Penurunan angka memang penting, tapi yang lebih krusial adalah memastikan bahwa masyarakat benar-benar hidup lebih sejahtera, bukan sekadar tidak masuk dalam kategori miskin versi statistik nasional.

Konflik Thailand Kamboja Picu Krisis Kemanusiaan, ASEAN dan AS Turun Tangan

0

Ketegangan antara Thailand dan Kamboja kembali memburuk. Memasuki hari ketiga, konflik Thailand Kamboja telah menelan sedikitnya 33 korban jiwa dan memaksa lebih dari 168 ribu orang meninggalkan tempat tinggal mereka. Kedua negara saling tuding sebagai pemicu serangan baru di perbatasan, di tengah tekanan internasional untuk segera mencapai kesepakatan damai.

Bentrok bersenjata dilaporkan terjadi di sejumlah desa perbatasan, menyusul ledakan ranjau yang melukai lima tentara Thailand pada Kamis lalu. Insiden itu memicu saling serang, yang kemudian meluas ke berbagai titik. Thailand bahkan menutup beberapa pos perbatasan dan menarik pulang duta besarnya dari Phnom Penh.

ASEAN dan Trump Dorong Gencatan Senjata

Presiden AS Donald Trump, dalam pernyataannya pada Sabtu (26/7), mengaku telah menghubungi pemimpin Kamboja Hun Manet dan Perdana Menteri sementara Thailand Phumtham Wechayachai. Ia menyampaikan bahwa kedua pihak sepakat untuk segera bertemu dan membahas gencatan senjata demi menghentikan konflik yang telah berlangsung sengit.

“Ini adalah kehormatan bagi saya bisa terlibat. Mereka memiliki sejarah dan budaya yang kaya. Saya berharap perdamaian bisa segera tercapai,” tulis Trump melalui akun media sosialnya.

Trump juga menyebut AS tengah menjalin negosiasi dagang dengan kedua negara, namun menegaskan tidak akan melanjutkan kesepakatan tersebut selama konflik masih berlangsung.

Sementara itu, tekanan juga datang dari ASEAN dan Dewan Keamanan PBB yang mendesak dilakukannya deeskalasi. ASEAN diminta segera memainkan peran mediasi untuk meredakan konflik Thailand Kamboja, yang dinilai berpotensi meluas.

Kementerian Pertahanan Kamboja mengklaim bahwa Thailand telah melancarkan serangan artileri ke Provinsi Pursat sejak Sabtu pagi, menyebutnya sebagai tindakan agresi yang terencana dan tanpa provokasi. Tensi juga memanas di wilayah Koh Kong, di mana empat kapal perang Thailand dilaporkan berlayar mendekati perairan Kamboja.

Berapa Jumlah Korban dari Kedua Negara Tersebut?

Dalam pertempuran selama dua hari terakhir, otoritas Kamboja mencatat 12 korban jiwa tambahan, menjadikan total korban tewas di pihak mereka menjadi 13. Thailand pun melaporkan satu tentara gugur, sementara mayoritas korban lain disebut merupakan warga sipil.

Di sisi lain, militer Thailand membantah menargetkan area sipil dan justru menuding Kamboja memanfaatkan warga sebagai tameng hidup dengan menempatkan persenjataan di dekat pemukiman. Thailand juga menyatakan pasukannya berhasil memukul mundur serangan Kamboja di wilayah Trat dan memperingatkan bahwa tindakan agresi tidak akan dibiarkan.

Selain jatuhnya korban, konflik ini juga memicu gelombang pengungsian besar-besaran. Pemerintah Kamboja menyebut lebih dari 37 ribu warganya harus dievakuasi dari tiga provinsi perbatasan, sementara otoritas Thailand mencatat lebih dari 131 ribu orang telah mengungsi dari desa-desa perbatasan.

Hingga kini, belum ada tanda-tanda gencatan senjata permanen, namun komunitas internasional terus mendorong agar kedua negara menghentikan kekerasan dan mencari jalan damai melalui dialog.

Mau Cuan dari TikTok Affiliate? Ini Daftar Produk yang Banyak Dicari!

TikTok bukan cuma tempat joget-joget atau viral-viralan receh. Buat yang jeli, ini ladang cuan yang bisa dikeruk lewat fitur TikTok Affiliate. Tapi kuncinya, bukan asal jualan. Harus paham dulu Produk untuk TikTok Affiliate apa saja yang memang dicari orang dan punya potensi laku keras. Nggak lucu kan, udah capek bikin konten, tapi yang klik cuma dua orang?

Kalau kamu pengin mulai terjun ke TikTok Affiliate, penting banget riset sejak awal. Di paragraf ini, aku ulang lagi biar nancep: jangan asal pilih produk—cari Produk untuk TikTok Affiliate yang memang dicari, relate dengan audiens kamu, dan punya potensi viral.

Daftar Produk Potensial yang Sering Laku di TikTok Affiliate

1. Produk Kecantikan dan Skincare

Kategori ini selalu panas di TikTok. Dari serum glowing, lip tint lokal, sampai alat facial mini—semuanya gampang viral kalau dikemas dalam video review, before-after, atau tutorial. Rahasianya: tampilkan perubahan atau manfaat yang bisa dilihat dalam hitungan detik.

Tips: Pilih produk yang harganya masih masuk akal, antara 30–150 ribuan. Orang cenderung impulsif kalau melihat hasilnya meyakinkan.

2. Barang Aesthetic untuk Kamar atau Meja Kerja

Lampu tidur LED, rak minimalis, atau alat-alat DIY room decor banyak banget penggemarnya. Kemas kontennya dengan POV estetik, atau review barang-barang lucu yang “bikin betah di kamar.” Audiens muda pasti tergoda.

3. Alat Masak Unik dan Praktis

Mau jualan centong nasi lipat atau pemotong bawang otomatis? Bisa banget. Konten masak simple, alat dapur lucu, dan harga terjangkau biasanya punya engagement tinggi. Apalagi kalau ada embel-embel “buat anak kos,” “buat ibu-ibu sibuk,” atau “anti ribet.”

4. Fashion Item Kekinian

Produk seperti crop top, oversized t-shirt, celana kulot, atau tote bag custom sangat cocok untuk target Gen Z. Konten “OOTD under 100K” atau “inspirasi gaya ke kampus” seringkali dapet FYP kalau dikemas fun dan relate.

5. Aksesori Gadget

Ring light, tripod mini, holder HP, atau mic clip-on termasuk barang wajib buat konten kreator pemula. Nah, kamu bisa bikin konten review sambil kasih tutorial pemakaian—sekali promosi, dapet 2 keuntungan: edukasi dan affiliate sales.

6. Mainan Edukatif dan Produk Anak

Jangan remehkan market ibu-ibu. Video unboxing mainan edukatif, puzzle kayu, buku cerita interaktif, atau alat belajar anak sering viral. Banyak orang tua suka cari referensi dari TikTok karena visualnya langsung dan informatif.

Gimana Cara Memilih Produk yang Pas untuk Akunmu?

Satu hal penting: sesuaikan produk dengan karakter akunmu. Jangan maksa jualan alat masak kalau kontenmu selama ini seputar fashion. Algoritma TikTok menyukai konsistensi. Jadi, bangun niche dulu, lalu pilih produk yang nyambung.

Selain itu, cek performa produk di TikTok Shop. Ada fitur filter yang bisa bantu lihat produk paling laku, harga termurah, dan rating tertinggi. Dari situ, kamu bisa pilih produk yang udah punya konversi bagus.

Dan jangan lupa: makin banyak konten, makin tinggi peluang closing. Jadi konsisten upload, analisis konten mana yang perform, lalu ulangi polanya.

TikTok Affiliate bukan soal hoki, tapi soal strategi. Pilih produk yang sesuai audiens, bikin konten yang fun dan informatif, dan terus evaluasi. Dengan pendekatan yang tepat, TikTok bisa jadi mesin cuan tanpa harus stok barang atau repot kirim-kirim.

BI Genjot Transaksi LCT untuk Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS

0

Nilai Transaksi LCT atau Local Currency Transaction terus menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan 2025, Bank Indonesia mencatat angka transaksi ini telah mencapai USD11,7 miliar. Capaian tersebut melonjak tajam jika dibandingkan dengan semester pertama 2024 yang hanya sebesar USD4,7 miliar. Tak hanya itu, pertumbuhan rata-rata jumlah nasabah pengguna skema Transaksi LCT juga naik sekitar 45 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menjelaskan bahwa lonjakan ini merupakan hasil dari kerja sama lintas lembaga yang tergabung dalam Satuan Tugas Nasional LCT. Satgas tersebut terus berupaya memperluas pemanfaatan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara sebagai langkah strategis menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Dorong Sinergi Lintas Sektor dan Negara

Dalam keterangan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, menekankan pentingnya LCT dalam memperkuat stabilitas ekonomi Indonesia. Apalagi saat dunia masih dibayangi oleh tekanan geopolitik dan kebijakan perdagangan dari negara-negara besar seperti Amerika Serikat.

Menurut Ferry, pemerintah terus mengambil langkah-langkah mitigatif, mulai dari negosiasi tarif dengan AS, penyelesaian kesepakatan I-EU CEPA, hingga pemberian stimulus untuk mendongkrak daya beli masyarakat dan menjaga iklim investasi. Dalam konteks itu, perluasan penggunaan skema LCT di sektor-sektor potensial seperti pertambangan, migas, pertanian, dan agroindustri menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang.

Capaian LCT yang signifikan tidak terlepas dari konsistensi Satgasnas LCT dalam mempererat kolaborasi antarotoritas serta menggulirkan berbagai insentif kebijakan dan edukasi yang menyasar pelaku usaha ekspor-impor. Filianingsih menyebut, perluasan partisipan Bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) juga ikut mendorong jangkauan LCT ke berbagai wilayah dan sektor ekonomi strategis.

Tak hanya itu, kerja sama dengan negara mitra baru seperti Korea Selatan dan Uni Emirat Arab juga mulai terealisasi masing-masing pada September 2024 dan Januari 2025. Sementara itu, hubungan dengan mitra lama seperti Malaysia dan Thailand diperkuat lewat penambahan cakupan transaksi yang kini juga mendukung investasi portofolio. Kesepakatan penguatan LCT dengan Tiongkok pun telah diteken dalam bentuk nota kesepahaman.

Bank Indonesia berharap, penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara ke depan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap stabilitas makroekonomi nasional sekaligus menjadi tameng dari gejolak nilai tukar yang bersumber dari tekanan global.

UMKM Danau Toba Naik Kelas Lewat Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro

0

Upaya untuk memperkuat sektor informal terus dilakukan pemerintah, kali ini menyasar langsung para pelaku UMKM Danau Toba. Sebanyak 8.375 pelaku usaha mikro di kawasan tersebut difasilitasi untuk mendapatkan berbagai kemudahan dalam berusaha, mulai dari legalitas hingga akses pembiayaan, lewat kolaborasi antara Kementerian Koperasi dan UKM bersama 21 kementerian dan lembaga lainnya. Program ini bertujuan agar para pelaku UMKM Danau Toba bisa bertransformasi menjadi usaha formal yang tangguh dan kompetitif.

Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman, saat membuka Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Tapanuli Utara, Jumat (25/7), menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menciptakan iklim usaha yang inklusif dan kondusif. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa festival ini menjadi momentum strategis untuk mempercepat proses legalisasi pelaku usaha mikro melalui pengurusan NIB, sertifikasi halal, izin PIRT, hingga fasilitas pembiayaan seperti KUR.

Transformasi UMKM Jadi Sektor Formal

“Mayoritas pelaku UMKM kita masih berada di sektor informal. Ini tantangan bersama, bagaimana pemerintah bisa mendorong mereka masuk ke ekosistem formal, sehingga bisa naik kelas dan lebih produktif,” ujar Menteri Maman. Ia juga menekankan bahwa legalitas bukan hanya soal perizinan administratif, tapi juga menjadi syarat utama untuk meningkatkan daya saing dan membuka akses ke berbagai sumber pendanaan.

Tak hanya itu, Festival Kemudahan Usaha Mikro ini juga menjadi ajang kolaborasi lebih lanjut dengan sejumlah pihak. Dua nota kesepahaman ditandatangani antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Ditjen Kekayaan Intelektual serta Badan Pembinaan Hukum Nasional di bawah Kementerian Hukum. Fokus kerja sama mencakup penyuluhan hukum, pendampingan hak kekayaan intelektual (HAKI), hingga pemberian akses bantuan hukum bagi pelaku UMKM.

Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, turut menekankan pentingnya legalitas usaha dalam menunjang pertumbuhan UMKM. Ia menyebut pembentukan badan usaha dan pendaftaran merek sebagai pondasi penting dalam memperkuat posisi UMKM di pasar dan mendukung kepercayaan lembaga pembiayaan. “Legalitas memberi nilai ekonomi dan perlindungan hukum. Ini harus diprioritaskan,” katanya.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyampaikan bahwa dari sekitar 870 ribu pelaku UMKM di provinsi tersebut, baru sebagian kecil yang memiliki NIB, akses pembiayaan, atau telah mengadopsi teknologi digital. Karena itu, ia menilai acara ini sangat strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjawab target nasional menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menyampaikan bahwa potensi UMKM Danau Toba sangat besar, namun masih terkendala di aspek legalitas dan pembiayaan. Ia mencontohkan, beberapa produk lokal seperti kacang sihobo telah dikenal luas, namun belum memiliki akses usaha yang memadai. “Festival ini bisa jadi pintu masuk agar pelaku UMKM bisa cepat naik kelas,” ujarnya.

Modal Menjadi Konten Kreator Itu Gede? Belum Tentu—Yuk Bongkar Faktanya!

Pernah ngerasa stuck di kerjaan kantoran? Target terus naik, tapi gaji segitu-segitu aja? Di sisi lain, scroll media sosial malah bikin kepikiran: “Enak ya jadi konten kreator. Kerja dari mana aja, cuan tetap jalan.” Tapi, pertanyaan yang sering muncul: Modal Menjadi Konten Kreator itu gede nggak sih? Apa harus langsung punya kamera mahal, studio estetik, atau budget iklan berjuta-juta?

Faktanya, Modal Menjadi Konten Kreator nggak selalu soal uang. Banyak orang justru mulai dari modal niat dan HP seadanya. Tapi tentu, ada beberapa hal yang perlu dipahami supaya langkah resign dan pindah haluan ini nggak jadi bumerang.

Apa Aja yang Perlu Disiapkan Sebelum Resign dan Berapa Modal Menjadi Konten Kreator?

1. Kenali Alasan dan Target

Resign bukan keputusan kecil. Jadi penting banget tahu kenapa pengin keluar dari kerjaan sekarang. Karena bos toxic? Karena pengin waktu lebih fleksibel? Atau karena memang passion-nya di dunia kreatif? Setelah itu, pastikan punya target realistis. Misalnya: dalam 3 bulan pertama harus bisa konsisten bikin 12 konten, atau mulai hasilin pendapatan dari satu brand kecil.

2. Pahami Platform yang Ingin Digeluti

Instagram, YouTube, TikTok, podcast, atau newsletter? Masing-masing punya karakter dan jenis konten yang beda. TikTok butuh energi dan konsistensi harian, YouTube lebih ke produksi dan storytelling, Instagram condong ke visual. Pilih satu dulu, fokus bangun persona dan audiens di situ.

3. Hitung Modal Sebenarnya

Modal finansial tetap dibutuhkan, tapi bukan harus langsung puluhan juta. HP yang kameranya bagus, ring light, tripod, dan kuota internet udah cukup buat mulai. Software editing pun banyak yang gratis. Kalau kamu ingin upgrade, lakukan pelan-pelan sambil hasilkan cuan dari kontenmu.

Catatan: Jangan langsung keluar kerja kalau belum ada backup dana. Idealnya siapkan dana hidup minimal 3-6 bulan ke depan, supaya bisa fokus produksi konten tanpa stres mikirin tagihan.

4. Skill Lebih Penting dari Alat

Banyak orang terjebak mikir harus punya alat canggih dulu. Padahal, storytelling yang kuat, konsistensi upload, dan pemahaman algoritma jauh lebih penting di awal. Skill bisa dipelajari lewat kelas gratis, YouTube, bahkan dari mengamati konten kreator lain yang kamu kagumi.

5. Bangun Jaringan Sejak Dini

Gabung komunitas kreator, ikut diskusi online, atau sesekali DM kreator lain untuk kolaborasi. Dunia konten bukan cuma soal kamu dan kamera, tapi juga ekosistem yang bisa bantu kamu berkembang lebih cepat.

Jangan Takut Mulai Kecil, yang Penting Jalan Dulu

Banyak konten kreator sukses yang awalnya cuma punya 1.000 followers dan konten seadanya. Tapi karena mereka konsisten, belajar dari feedback, dan berani tampil beda, akhirnya bisa menghasilkan dari adsense, endorse, bahkan bikin brand sendiri.

Jadi, kalau sekarang kamu lagi galau antara bertahan di kerjaan atau mulai jalan sebagai konten kreator, ingat ini: yang penting bukan siapa yang mulai duluan, tapi siapa yang konsisten dan tahu ke mana arah tujuannya.