KPPS 554 Meninggal dan 3.788 Sakit, Prabowo: Saya Sangat Prihatin

0
58

Tak kurang dari 554 orang kelompok petugas penyeleneggara Pemilu (KPPS) 2019 meninggal dunia. Sementara petugas yang sakit mencapai 3.788 orang. Persitiwa ini tentunya akan menjadi catatan merah dalam sejarah kontestasi demokrasi di Tanah Air.

Menanggapi hal tersebut, Calon presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya KPPS, baik itu dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun personel Polri.

“Atas nama seluruh Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Koalisi Indonesia Adil Makmur, kami mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya atas meninggalnya lebih dari 500 petugas pemilu dalam proses pemilihan umum ini,” kata Prabowo di Kediamannya Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (08/05/2019).

Menurutnya Hal ini belum pernah terjadi dalam sejarah pemilihan umum Republik Indonesia. “Kami sangat prihatin,” tambah Prabowo ditemani para petinggi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi

Prabowo mendorong pihak berwajib menyelidiki penyebab meninggalnya para petugas pemilu tersebut. Ia juga mendorong adanya pemeriksaan medis terhadap petugas-petugas tersebut.

“Kami harap pihak berwajib menyelesaikan dan mengusut hal ini sehingga jelas. Perlu ada suatu visum dan pemeriksaan medis pada petugas-petugas tersebut yang meninggal,” ucap Prabowo.

Selain itu Prabowo juga menilai pernyataan Hendropriyono yang menyinggung warga keturunan Arab adalah rasis dan berpotensi memecah belah masyarakat. Seharunya pernyataan yang menyinggung ras sejatinya tak perlu disampaikan demi menjaga kondusivitas paska pelaksanan pemilu. Terlebih, pernyataan itu keluar dari tokoh yang dekat dengan lingkaran kekuasaan.

“Kami melihat bahwa pernyataan tersebut bersifat rasis dan berpotensi untuk mengadu domba dan memecah belah antar anak bangsa. Ini juga memprihatinkan karena juga terdapat nada ancaman dari seorang yang dekat dengan lingkaran kekuasaan saat ini,” papar Prabowo.

Karena itu, Ketua Umum Partai Gerindra ini semua pihak untuk menahan diri dan tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan povokatif serta tetap sejuk dalam mengawal hasil Pemilu 2019.

“Kami mengimbau semua pihak untuk tetap sejuk, tenang, tidak emosional, tidak mengambil tindakan-tindakan di luar hukum. Percaya bahwa kita lakukan semua tindakan tidak dengan grasa-grusu tapi dengan ketenangan, dengan selalu memikirkan kepentingan yang terbaik,” tutupnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here