Transaksi TEI 2018 Tembus Rp 126,77 Triliun

0
38
Ilustrasi Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 lalu. (IST)

Berempat.com – Penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 telah berlangsung di ICE BSD, Tangerang, beberapa waktu lalu. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebut bahwa TEI 2018 telah sukses berjalan. Penilaian tersebut berdasarkan nilai transaksi yang tercapai dalam 5 hari penyelenggaraan TEI 2018 yang tembus US$8,45 atau setara Rp 126,77 triliun. Angka tersebut tembus 5 kali lipat dari target awal pemerintah.

“Perhitungan masih terus berjalan dan dipastikan hasilnya akan bertambah,” ujar Enggartiasto Lukita dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (2/11).

Nilai transaksi TEI 2018 terdiri dari transaksi investasi sebesar US$5,55 miliar, transaksi pariwisata sebesar US$170,5 juta, dan transaksi produk dengan total US$2,73 miliar. Adapun rincian transaksi produk tersebut terdiri atas transaksi produk barang dan jasa masing-masing sebesar US$1,42 miliar dan US$1,31 miliar.

Transaksi produk barang berasal dari transaksi nota kesepahaman (MoU) misi pembelian produk sebesar US$811 juta, transaksi langsung saat pameran US$470,65 juta, misi dagang lokal US$85,6 juta, business matching US$51,29 juta, serta pameran kuliner dan pangan nusantara US$680 ribu.

“Perolehan transaksi ini membuktikan bahwa produk-produk nasional kita semakin diakui kualitasnya secara luas dan disegani sesuai selera pasar ekspor. Ini sesuai dengan tema yang diusung TEI tahun ini, yaitu Creating Products for Global Opportunities,” tegas Enggar.

Selain itu, TEI 2018 juga mencatatkan peningkatan sebesar 1,6% dibanding tahun lalu yang sebanyak 27.711 orang dari 117 negara menjadi 28.155 orang dari 132 negara.

Dalam kesempatan yang sama, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank yang menjadi salah satu sponsor resmi Export Financing Support memboyong 44 UKM binaan yang merupakan peserta dari program Coaching Program for New Exporters (CPNE) untuk bertemu dengan calon pembeli.

“Melalui program CPNE ini, LPEI melakukan pendampingan, pelatihan packaging, bagaimana membuat desain yang baik, bagaimana memasarkan, juga bagaimana meng-handle order. Ini sudah kami lakukan sejak 2015,” papar Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly.

Menurutnya, upaya LPEI mempertemukan UKM binaan dengan pembeli luar negeri pada acara TEI dapat menjadi peluang besar bagi UKM untuk melangkah menjadi eksportir secara langsung. Dalam acara ini, sejumlah UKM berhasil melakukan kerja sama dengan pembeli luar negeri.

Salah satu UKM binaan LPEI yang berhasil menandatangani MoU ekspor ialah PT Fahmi Bintang Andalas Bersaudara. MoU tersebut terjalin dengan Arabia Intiqaa Trading SDN BHD asal Yaman dengan nilai US$50.000 atau Rp 760,85 juta. Nota kesepahaman tersebut menyepakati bahwa PT Fahmi Bintang Andalas Bersaudara akan memproduksi dan mengekspor material bangunan, yaitu Boss Panel dari Indonesia ke Malaysia dan Mesir dengan jangka waktu lima tahun ke depan.

Direktur PT Fahmi Bintang Andalas Bersaudara Farid Fahmi pun mengaku sangat terbantu setelah menjadi mitra binaan LPEI. Setelah mengikuti CPNE, usaha yang dilakukan oleh PT Fahmi Bintang Andalas Bersaudara semakin berkembang menjadi lebih baik.

“Dengan adanya LPEI, saya bisa bertemu teman-teman UKM lain yang menambah semangat saya untuk mengembangkan produk ekspor yang lebih bermutu lagi,” kata Farid Fahmi.

Menulis adalah upaya menjaga nalar agar tetap hidup

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here