Dalam 10 Tahun Investasi Bodong Sudah Merugikan Masyarakat Rp 105,81 Triliun

0
314

Berempat.com – Kemunculan investasi bodong terus menjadi fokus Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk merepresi keberadaannya. Untuk itu, OJK kian giat meningkatkan literasi terkait investasi bodong tersebut. Pasalnya, jumlah kerugian akibat investasi bodong sangatlah besar. OJK menyebutkan bahwa total kerugian masyarakat akibat investasi bodong ini dalam 10 tahun mencapai Rp 105,81 triliun.

“Kerugian itu cukup besar sejak 2007 sampai 2017 mencapai Rp 105,81 triliun dan kasus itu sebagian besar sudah naik sampai ke pengadilan, di antaranya Pandawa dan beberapa travel umroh,” ujar Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing, sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu (30/9).

Sebab itu, OJK memberikan tips dasar agar dapat mengenali investasi bodong yang ditawarkan kepadanya. Tongam menyebut kalau umumnya investasi bodong menawarkan keuntungan yang besar dalam waktu singkat.

“Langkah, strategi dan penangganan investasi bodong dengan mengenali ‘2L’, yakni legal dan logis,” ungkap Tongam.

Untuk legal, terang Tongam, masyarakat bisa menanyakan lebih dulu perihal izin badan hukum dan izin kegiatan usaha dari perusahaan yang menawarkan investasi tersebut. Sementara untuk logis, Tongam menyebut bahwa suku bunga rata-rata bank resmi antara 5-6% per tahun, maka patut untuk curiga apabila ada yang menawarkan bunga di atas tersebut.

“Jangan percaya kalau ada yang menawarkan 1% per hari dan 10% per bulan. Karena itu masyarakat harus waspada, jangan tergiur dengan investasi tinggi,” tegasnya.

Pasalnya, Tongam menyebut bahwa kebanyakan masyarakat yang tertipu investasi bodong ini lantaran tergiur oleh iming-iming keuntungan yang ditawarkan karena sifat dari masyarakat yakni keserakahan dan merasa kurang.

Selain itu, tentunya Tongam tak menyampingkan tingkat pendidikan masyarakat yang rendah bisa menjadi pemicu terjerumusnya ke investasi bodong. Termasuk pengetahuan terhadap literasi masyarakat yang rendah, ditambah masyarakat belum mengenal produk-produk keuangan secara baik.

“Nah ini tugas kita bersama, sebenarnya untuk meningkatkan literasi masyarakat agar lebih mengenal produk-produk keuangan, sehingga tidak terjebak dengan penawaran investasi bodong atau ilegal,” kata Tongam L. Tobing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.