Apakah Label Halal Makerel Bercacing Akan Dicabut? Ini Penjelasan MUI

0
276
Makerel kaleng bercacing. (Merdeka.com/Yanti)

Berempat.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) beberapa waktu lalu telah merilis 27 merek makerel kaleng yang terindikasi bercacing. Alhasil, produk-produk dari 27 merek tersebut pun harus ditarik dari pasar. Pertanyaannya, mengapa produk makerel kaleng bercacing itu bisa tembus ke pasar, bahkan mendapatkan label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)?

Ketua MUI Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa pemberian label halal baru bisa diberikan MUI setelah mendapatkan rekomendasi dari BPOM. “Kita menyebutnya halal dikeluarkan sesudah toyyib (baik). Artinya tidak ada masalah dari segi aspek-aspek yang dikeluarkan BPOM, baru diproses halalnya,” terang Ma’ruf Amin di kompleks Istana Negara, Senin (2/4).

Dengan begitu, Ma’ruf Amin menegaskan bila persoalan bisa beredarnya makerel kaleng bercacing ini di pasar ada pada BPOM. “Jadi kalau ada hal-hal seperti itu sebetulnya ada pintunya di BPOM, bukan di halal,” jelasnya.

Karena itu, Ma’ruf Amin pun menegaskan bahwa MUI tak akan mencabut label halal dari produk-produk makerel kaleng bercacing yang sudah dikeluarkan daftarnya oleh BPOM. Sebab, menurutnya, produk makarel kaleng tersebut tidak memiliki masalah dari segi kehalalannya.

“Karena komposisi makanannya tidak ada yang mengandung zat haram. Tapi kalau sekarang lebih dari segi keamanan yang mengandung cacing. Nah itu kewenangannya BPOM,” papar Ma’ruf Amin.

Karena seperti diketahui, komposisi utama produk itu adalah ikan yang halal. Kemudian, merek-merek tersebut sudah mendapatkan sertifikat dari BPOM yang berarti sudah aman. Tapi, Ma’ruf menerangkan bila MUI bisa saja mencabut label halal dari produk-produk itu apabila BPOM memutuskan untuk mencabut izin edar produk. “Otomatis halal juga dicabut,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.