Top Mortar Gak Takut Hujan
Home News Mendag Agus Harapkan SRG Ayam Karkas Beku Bekasi Jadi Embrio Pelaksanaan SRG...

Mendag Agus Harapkan SRG Ayam Karkas Beku Bekasi Jadi Embrio Pelaksanaan SRG di Daerah Lain

0

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meresmikan gudang sistem resi gudang (SRG) komoditas ayam karkas beku di gudang SRG milik PT Atma Mulya Jaya (PT AMJ) yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (22/7). Pada peresmian tersebut, Mendag Agus menyampaikan, keberadaan SRG ayam karkas beku di Bekasi diharapkan menjadi embrio bagi pelaksanaan SRG komoditas ayam karkas beku di daerah lainnya.

“Saya mengharapkan SRG ayam karkas beku ini dapat dimanfaatkan seluruh lapisan pelaku usaha dalam rantai bisnis komoditas ayam, terutama para peternak mandiri. Dengan memanfaatkan SRG, para peternak mandiri dapat mendukung tata kelola usaha peternakan dan memberikan nilai tambah bagi usaha mereka. Pemanfaatan SRG ini ke depannya juga dapat memberikan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor peternakan ayam,” ujar Mendag Agus.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan telah menerbitkan surat persetujuan kepada PT AMJ pada 16 Juli 2020 sebagai pengelola gudang dengan No. 72/Bappebti/Kep-SRG/SP/PG/07/2020; surat persetujuan sebagai gudang SRG dengan No. 73/Bappebti/Kep-SRG/SP/GD/07/2020; dan surat persetujuan sebagai Lembaga Penilaian Kesesuaian Uji Mutu No. 74/Bappebti/KepSRG/SP/LPK/07/2020.

Mendag Agus menegaskan, SRG berpotensi memberikan kontribusi signifikan dalam membangun perdagangan dan industri yang berbasis sumber daya lokal. Menurut Mendag, SRG menawarkan mekanisme terbukanya akses pasar; tersedianya informasi mengenai ketersediaan, sebaran, mutu dan nilai komoditas. Implementasi SRG yang semakin meluas akan membawa manfaat besar bagi perekonomian nasional yang saat ini terpukul akibat pandemi Covid-19.

Selama pandemi Covid-19, banyak pelaku usaha komoditas baik pangan, peternakan, maupun perkebunan mengalami kesulitan arus kas (cash flow) dalam menyerap komoditas petani/peternak. Selain itu, permintaan komoditas, baik di luar maupun dalam negeri juga menurun.

“Saya meyakini pemanfaatan SRG sebagai instrumen manajemen stok dan pembiayaan akan menggerakkan berbagai usaha, mulai dari produsen komoditas, transportasi, pergudangan, pembiayaan, hingga lini produksi terkecil yang akan mendorong roda ekonomi berputar kembali untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia,” jelas Mendag.

Selain itu, lanjut Mendag, akses terhadap informasi di dalam resi gudang juga berdampak pada adanya kemudahan memperoleh pembiayaan komoditas yang kompetitif dan memungkinkan adanya manajemen risiko harga yang lebih efektif dan transparan.

Kepala Bappebti, Tjahya Widayanti menambahkan, pelaksanaan SRG di Indonesia didasarkan pada Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2006 Tentang Sistem Resi Gudang sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2011.

Ada 18 komoditas yang dapat disimpan di gudang SRG berdasarkan Permendag Nomor 33 Tahun 2020 Tentang Barang Dan Persyaratan Barang Yang Dapat Disimpan Dalam Gudang Sistem Resi Gudang. Komoditas tersebut, yaitu gabah, beras, jagung, kopi, kakao, lada, karet, rumput laut, rotan, garam, gambir, teh, kopra, timah, bawang merah, ikan, pala, dan ayam karkas beku.

“Kami optimistis SRG dapat memberikan kontribusi dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” imbuh Tjahya.

 

Exit mobile version