Nielsen: Pembelian Ponsel Pintar di Bulan Ramadan Meningkat 7%

0
306

Berempat.com – Pada Ramadan tahun ini, Nielsen Indonesia mencatatkan adanya peningkatan signifikan dalam pola konsumsi masyarakat. Salah satunya adalah meningkatnya pembelian ponsel pintar (smartphone).

Menurut Executive Director Media Business Nielsen Indonesia Hellen Katherina, berdasarkan riset yang dilakukan Nielsen Indonesia ditemukan adanya peningkatan kepemilikan ponsel pintar sebesar 7%.

“Keinginan untuk tampil beda di Hari Raya dan adanya dana THR mendorong keinginan konsumen untuk membeli perangkat smartphone baru atau bahkan melakukan upgrade kendaraan,” ungkap Hellen kepada wartawan di kantor Nielsen Indonesia, Jakarta, Rabu (6/6).

Selain itu, Hellen mengungkapkan, rencana atau keinginan untuk membeli ponsel pintar juga mengalami peningkatan hingga 4 kali lipat dari bulan biasanya.

Bukan hanya kepemilikan ponsel pintar, keinginan masyarakat terhadap kepemilikan mobil turut melonjak 21%, dan rencana membeli mobil meningkat 3,5 kali lipat.

“Tujuan pembeliannya itu lebih ke arah gengsi karena kan mau mudik jadi mesti baru,” ungkap Hellen.

Di sisi lain, Ramadan juga mendorong masyarakat Indonesia lebih suka berbelanja daring. Hellen pun memaparkan, hasil riset Nielsen menyatakan ada 5 produk yang paling banyak dibeli secara daring selama Ramadan. Kelima produk tersebut ialah baju, makanan, minuman, peralatan rumah tangga, dan produk traveling.

“Tetapi justru paling banyak produk makanan dan minuman, perlatan rumah tangga, serta produk yang berhubungan dengan travelling jelang Lebaran,” imbuh Hellen.

Untuk produk makanan dan minuman, yang paling banyak dibeli adalah kue kering dan parsel. Sementara dari segi konsumsi, produk seperti penyegar mulut, susu kental manis, teh celup, kopi instan, dan mi instan menjadi paling banyak dicari masyarakat Indonesia.

“Kegunaan produk-produk seperti penyegar mulut, susu kental manis, teh celup, kopi instan dan mi instan di bulan Ramadhan menjadikan produk-produk yang termasuk dalam kategori-kategori tersebut muncul di setiap daftar belanja konsumen,” tandas Hellen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.