Kinerja 6 BUMN Karya Bertumbuh Positif di Kuartal I/2018

0
269
Enam Direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya memberikan pemaparan kepada sejumlah awak media dalam acara konferensi pers di Kementerian BUMN. (Dok. KBUMN)

Berempat.com – Sebanyak 6 perusahaaan yang bergerak di sektor karya milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatatkan kinerja positif pada kuartal I tahun 2018. Keenam BUMN tersebut yaitu PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Atas meningkatnya kinerja keenam BUMN tersebut, Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Ahmad Bambang mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan. Ditambah, BUMN yang disebutkan tadi sedang mendapatkan penugasan pembangunan infrastruktur dari Pemerintah.

“Kementerian BUMN akan terus mengawal agar perusahaan negara bisa menjalankan dan menyelesaikan sebaik mungkin amanat pembangunan infrastruktur yang telah diberikan sekaligus menjaga agar kesehatan perusahaan tetap terjaga,” ujar Ahmad di Jakarta, Rabu (6/6).

Sebagai informasi, untuk PT Hutama Karya mengalami peningkatan pendapatan usaha sebesar 110% jika dibandingkan dengan kuartal I 2017 (yoy), yakni menjadi Rp 4,8 triliun. Hutama Karya pun berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 200 miliar. Kemudian, untuk Waskita Karya mencatatkan kenaikan pendapatan usaha sebesar 68,56% menjadi Rp 12,3 triliun dengan laba bersih Rp1,7 triliun.

Untuk Wijaya Karya mengalami peningkatan pendapatan usaha sebesar 64% menjadi Rp 6,2 triliun dan mencatat laba bersih Rp 215 miliar. Kemudian Adhi Karya tumbuh 92,8% menjadi Rp 3,1 triliun dengan raihan laba bersih Rp 73 miliar.

PT PP juga berhasil mencatatkan pendapatan yang naik 26% menjadi Rp 3,6 triliun dengan laba bersih Rp 204 miliar. Begitu pun Jasa Marga, pendapatan Perseroan naik 92,8% menjadi Rp 9,6 triliun dengan capaian laba bersih sebesar Rp 560 miliar.

Rata-rata pertumbuhan aset keenam BUMN tersebut pun berada di angka 55,98%. Pertumbuhan aset tersebut didukung oleh pertumbuhan liabilitas yang rata-ratanya 72,77%.

Menurut Ahmad, Kementerian BUMN akan terus mengikuti perkembangan keuangan perusahaan-perusahaan tersebut. Termasuk mengawasi dan membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada, baik tagihan dana talangan maupun alternatif pendanaan.

“Salah satu yang sudah kami lakukan adalah fasilitas pendanaan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) ruas tol Waskita Karya dan Jasa Marga, serta mengupayakan pembayaran proyek infrastruktur LRT Palembang yang ditalangi Waskita Karya selaku kontraktor,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.