Annisa Trihapsari Usaha Butik Pakaian Desain Sendiri

0
567
dok instagram anissa trihapsai

Dunia keartisan tidak bisa dijadikan pegangan untuk masa depan. Betapa tidak, dengan semakin banyaknya talenta-talenta baru di bidang seni peran maupun tarik suara membuat para bintang yang dahulu sempat menjadi idola karena sering tampil di layar kaca, kini perlahan mulai tersingkir dan digantikan pendatang baru dengan talenta yang lebih.

Menyadari hal tersebut, saat ini banyak public figure yang melirik dunia bisnis sebagai kegiatan sampingan sebagai persiapan ketika di masa tua tidak lagi eksis di dunia entertainment. Salah satu yang telah siap dan mulai mengembangkan bisnis adalah Anisa Trihapsari. Dengan kemampuannya mendesai pakaian, artis yang mulai terjun ke dunia hiburan sejak tahun 1994 ini memutuskan untuk terjun ke usaha fesyen dengan mendirikan sebuah butik dengan nama Zahira.

Diungkapkan wanita kelahiran Jakarta 24 Mei tahun 1976 ini, ia memilih usaha bidang fesyen selain prospeknya sangat menjanjikan, juga sekaligus sebagai sarana menyalurkan hobi mendesain serta memadu-padankan pakaian yang dikenakan. “Aku memang hobi mendesain, trus aku juga hobi ngemix and match baju. Jadi menginspirasi orang biar ilmunya nyebar,” ucap ibu dari Aqueeni Aziz Djorghi ini.

Butik Zahira milik Annisa berdiri sejak lima tahun lalu, meskipun ia baru ikut bergabung untuk mengurus usaha tersebut sejak empat tahun belakangan. “Awalnya memang sepupu aku dan aku baru ikut pas empat tahun belakangan ini,” jelas Annisa.

Wanita cantik ini juga menuturkan, butik Zahira yang dikelolanya menjual pakaian dengan berbagai macam model dan desain yang ia buat sendiri. Beberapa desain yang ditawarkan adalah model pakaian wanita seperti kaos, gamis, serta jilbab. Tak hanya itu, Annisa juga menjual batik yang bernama batik Salma. Menurutnya produk batik yang ia jual merupakan batik yang didatangkan langsung dari Cirebon, Jawa Tengah.

“Jadi kalo batik aku kerja sama dengan guru spiritual aku, beliau punya pabrik sendiri di sana,” ungkap artis yang pernah membintangi sinetron Dari Sujud Ke Sujud ini.

Annisa selalu mengeluarkan desain baru setiap minggu. “Biasanya setiap hari Rabu aku selalu mengeluarkan desain baru,” paparnya. Setiap satu desain yang ia buat, Annisa bisa memproduksi hingga 400 pcs pakaian dan dipasarkan di butiknya.

Dalam desain yang dibuatnya, Annisa selalu memperhatikan trend pakaian yang sedang booming di pasaran, namun tidak semua trend tersebut diikutinya. “Terkadang aku juga ngikutin yang lagi ada tapi kadang tidak juga karena tidak semua orang suka,” jelasnya.

Para peminat fesyen yang ingin menggunakan produk butik Zahira tidak perlu khawatir dengan harga. Karena seperti diungkapkan Annisa, harga produk di butik miliknya relatif terjangkau yakni mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu. “Rp  500 ribu itu sudah dapat baju yang wah banget,” jelasnya tertawa.

Guna menunjang aktivitasnya, Annisa kini sudah memiliki workshop pribadi. Workshop ini juga memiliki beberapa karyawan yang sudah ahli dalam hal menjahit sehingga kualitas produk yang dibuat tidak perlu dipertanyakan lagi. Selain membuat baju yang didesain sendiri, Annisa juga menerima pembuatan baju secara custom yang sesuai dengan keinginan konsumen.

Dalam pemesanan baju custom ini tidak ada minimal order yang diterapkan, konsumen bebas memesan baju dengan jumlah berapapun. Namun jika konsumen memesan dengan jumlah banyak Annisa berjanji akan memberikan potongan harga yang menarik.

Walaupun sudah memiliki workshop, namun Annisa tidak memiliki toko untuk men-display produknya. Karena itu dalam berpromosi ia selalu memanfaatkan pameran yang kerap diadakan di berbagai tempat. “Aku selalu ikut pameran di Citos (Cilandak Square),” jelasnya. Walaupun begitu, ke depan Annisa juga menginginkan untuk memiliki toko offline dan juga memanfaatkan blog maupun website untuk memasarkan produknya.

“Tetapi saat ini belum, karena kita belum sempat bila harus memasarkan melalui toko,” paparnya. Dalam waktu dekat, tepatnya pada bulan April nanti butik Zahira akan mengikuti sebuah bazar yang diadakan di kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Annisa Trihapsari juga meluncurkan label scarf yang telah dimulainya sejak Agustus 2017 lalu. “Namanya Arsscarf. Sudah lama tapi belum launching. Tapi sudah ikut di beberapa acara bazar juga, aku yang turun tangan semuanya,” ungkap Annisa  Sejauh ini penjualan hijabnya hanya dilakukan melalui Instagram, juga beberapa acara bazar di Jakarta.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.