Case Gadget 3D Super Hero dan Cartoon Face Banyak Dipesan

0
244

Kemajuan teknologi komunikasi beberapa tahun belakangan berdampak kepada semakin banyaknya alat komunikasi berteknologi canggih di pasaran. Karena itu, tidak salah usaha yang berhubungan dengan alat komunikasi atau yang biasa disebut gadget ini banyak dipilih para pelaku usaha.

Di antara berbagai usaha yang berhubungan dengan gadget, usaha casing atau biasa disebut case patut dicoba. Pasalnya dengan fungsi case sebagai pelindung gadget dari benturan maupun goresan hingga mempercantik tampilan gadget membuat case banyak dicari para pengguna gadget.

Seperti usaha jasa desain case yang banyak diminati para pengguna gadget satu tahun belakangan. Case yang didesain pada usaha ini kebanyakan adalah hardcase yang terbuat dari bahan yang keras seperti akrilik maupun plastik sehingga mudah didesain dengan tampilan yang diinginkan konsumen.

Bisa dibilang usaha jasa desain case ini mengalami perkembangan yang sangat signifikan mengikuti perkembangan gadget yang ada. Seperti dikatakan Rudi Hartono pemilik G Skin yang telah terjun ke usaha aksesori gadget sejak dua tahun belakangan. Ketika usaha desain case baru muncul para pengguna smartphone BlackBerry merupakan pasar utama usaha ini. Namun dengan booming-nya pengguna gadget Android membuat para pelaku usaha desain case mulai banyak pesanan pembuatan case gadget canggih tersebut.

Case Android. Kecanggihan gadget berbasis Android memang telah menyihir pengguna gadget Tanah Air. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah pengguna ponsel pintar yang terus meningkat. Menurut hasil studi yang diprakarsai oleh Yahoo dan Mindshare, saat ini ada sekitar 41,3 juta pengguna smartphone dan 6 juta pengguna tablet di Indonesia. Jumlah tersebut diyakini bakal terus berkembang dengan pesat khususnya di wilayah perkotaan.

Jumlah pengguna Android yang terus meningkat tersebut ternyata juga dirasakan pelaku usaha jasa desain case gadget. Seperti dikatakan Josa Tobias, pemilik House Of Case yang telah terjun ke usaha jasa desain case, bila di awal usaha produksi desain case Android masih belum banyak dibandingkan dengan gadget lain.

Begitu pula dengan apa yang dirasakan Delphine Sindynata, Pemilik Orca Store, banyaknya permintaan pembuatan case Android membuatnya harus berkonsentrasi dalam proses pembuatan case Android dibandingkan dengan gadget lainnya.

Desain 3D. Untuk lebih mengubah tampilan gadget biasanya pemesan memilih gambar yang tidak biasa dan unik. Karena itu para pelaku usaha desain case menawarkan desain gambar 3D yang memiliki tampilan berbeda. Menurut Josa Tobias atau yang akrab disapa Jo, ada beberapa model desain 3D yang dipesan para konsumen seperti model logo klub bola, super hero, model engine cover yang diminati para komunitas otomotif, dan model foto pribadi. Dari semua model tersebut model super hero banyak diminati para konsumen.

Tidak jauh berbeda dengan Jo, pelaku usaha lain Delphine Sindynata, Pemilik Orca Store juga merasakan hal yang sama. Konsep desain 3D merupakan andalan dari usaha desain case yang ia jalankan. “Untuk modelnya sendiri, sangat beragam mulai dari foto diri, klub bola dan lain sebagainya, namun yang banyak di pesan adalah model Cartoon face yang lucu dan unik,” jelasnya.

Menguasai Software Grafis. Dalam menjalankan usaha jasa desain case Android ini, menurut Rudi Hartono, keahlian dalam mengoperasikan software grafis seperti Adobe Photoshop, Adobe Ilustrator, Corel Drew dan berbagai software grafis lainnya merupakan modal utama dan terpenting. Karena itu, paling tidak pelaku usaha harus menguasai salah satu software tersebut untuk menjalankan usahanya.

Sebenarnya menguasai software grafis tidaklah sulit karena saat ini sudah banyak literatur dan juga buku yang mengajarkan pengoperasian software tersebut sehingga bisa di lakukan secara autodidak. Seperti yang dilakukan Delphine Sindynata, Pemilik Orca Store yang mempelajari semua hal tentang usaha desain case ini secara autodidak melalui internet.

Penggunaan software grafis memang sangat dibutuhkan dalam membuat desain case. Pelaku usaha bisa menggunakan salah satu software seperti yang dilakukan Delphine Sindynata yaitu dengan menggunakan software photoshop atau menggabungkan beberapa software grafis yang ada seperti yang dilakukan Josa Tobias yaitu dengan menggabungkan Adobe Photoshop, Adobe Ilustrator dan Corel Drew. “Dengan menggunakan tiga software membuat tampilan 3D yang dihasilkan akan lebih baik dan lebih jernih,” tambahnya.

Selain kemampuan dalam mengoperasikan software grafis, modal lain yang perlu di persiapkan ialah mesin cetak yang biasa disebut mesin DTG. Selain bisa untuk mencetak kaos, ternyata mesin ini bisa digunakan untuk mencetak desain yang diaplikasikan di atas case.

Keuntungan. Karena dalam membuat desain dibutuhkan keahlian dan sentuhan karya seni pembuatnya maka tidak heran bila harga desain case lebih tinggi dari pada case biasa. Seperti harga yang ditetapkan Jo untuk hasil desainnya yaitu sebesar Rp 135 ribu – Rp 150 ribu, sedangkan Delphine Sindynata mematok harga Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.

Walaupun harga yang ditawarkan lumayan mahal, namun karena permintaan yang tinggi terhadap usaha ini maka keuntungan yang diperoleh pelaku usaha tidaklah sedikit. Seperti yang di peroleh Josa Tobias, dalam satu bulan pemilik House Of Case ini bisa membuat 120 case dengan omset sebesar Rp 16,2 juta. Sedangkan Delphine Sindynata yang baru merintis usaha ini sejak 4 bulan yang lalu mengaku bisa mendapatkan omset sekitar Rp 3 juta dengan keuntungan bersih 50% dari omset per bulan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.