Top Mortar tkdn
Home Ekonomi BI Tegaskan Intervensi Pasar Tetap Berjalan untuk Jaga Stabilitas Rupiah

BI Tegaskan Intervensi Pasar Tetap Berjalan untuk Jaga Stabilitas Rupiah

0
BI Tegaskan Intervensi Pasar Tetap Berjalan untuk Jaga Stabilitas Rupiah (Foto/BI)

Bank Indonesia (BI) memastikan intervensi pasar tetap menjadi bagian dari kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global. Otoritas moneter juga meminta pelaku pasar tidak mengambil kesimpulan bahwa langkah intervensi pasar akan dikurangi dalam waktu dekat.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI Erwin Gunawan mengatakan pergerakan Rupiah tidak semata-mata ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran. Persepsi pelaku pasar terhadap harga serta perubahan sentimen global turut memengaruhi dinamika nilai tukar.

Karena itu, BI tetap menjalankan intervensi pasar melalui sejumlah instrumen. Erwin menyebut kebijakan tersebut mencakup transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga Non-Deliverable Forward (NDF). Kombinasi instrumen tersebut disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasar.

Gejolak Global Tekan Nilai Tukar

Erwin menjelaskan ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan turut meningkatkan tekanan terhadap pasar keuangan. Konflik yang terjadi di sekitar Selat Hormuz, misalnya, berpotensi mengganggu pasokan energi dan mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Kenaikan harga energi kemudian dapat meningkatkan tekanan inflasi global. Pada saat yang sama, kondisi tersebut turut mendorong penguatan indeks Dolar AS atau DXY sehingga mata uang berbagai negara, termasuk Rupiah, menghadapi tekanan.

Dalam kondisi tersebut, intervensi pasar menjadi salah satu instrumen BI untuk meredam gejolak nilai tukar. Namun, kebijakan stabilisasi tidak hanya dilakukan melalui transaksi di pasar keuangan.

BI juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk menjaga sentimen ekonomi domestik. Langkah ini diperlukan agar tekanan dari faktor eksternal tidak semakin besar memengaruhi kondisi pasar dalam negeri.

Pendalaman Pasar Valas Terus Didorong

Selain mempertahankan intervensi pasar, BI terus memperkuat pendalaman pasar valuta asing (valas). Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong penggunaan instrumen lindung nilai atau hedging sehingga kebutuhan valas tidak seluruhnya bergantung pada transaksi tunai.

Diversifikasi mata uang juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Pelaku ekonomi didorong tidak hanya mengandalkan Dolar AS dalam memenuhi kebutuhan transaksi internasional, tetapi juga memanfaatkan mata uang lainnya sesuai kebutuhan.

Dengan kombinasi intervensi pasar, pendalaman valas, dan koordinasi kebijakan, BI berupaya menjaga ketahanan pasar keuangan nasional dari tekanan eksternal.

Exit mobile version