Top Mortar tkdn
Home Ekonomi Bitcoin Kembali Tertekan, Pasar Kripto Dibayangi Suku Bunga The Fed

Bitcoin Kembali Tertekan, Pasar Kripto Dibayangi Suku Bunga The Fed

0
Bitcoin Kembali Tertekan, Pasar Kripto Dibayangi Suku Bunga The Fed (Foto Ilustrasi)

Bitcoin Kembali Tertekan pada awal pekan setelah harganya merosot di bawah level US$65 ribu. Pergerakan tersebut terjadi ketika kenaikan harga minyak kembali membebani sentimen terhadap aset berisiko. Tekanan pasar juga datang dari aksi penjualan Bitcoin oleh Strategy yang menjadi perhatian investor.

Mengutip Investing, Selasa (11/8/2026), harga Bitcoin tercatat melemah 1,6 persen menjadi US$64.147,9. Pelemahan ini membuat pasar kripto kembali menghadapi tekanan setelah sebelumnya sempat mendapat sentimen positif dari rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat.

Pada Jumat sebelumnya, Bitcoin dan sejumlah aset kripto lainnya sempat menguat setelah data menunjukkan jumlah tenaga kerja nonpertanian AS mengalami penurunan bulanan untuk pertama kalinya sejak Februari. Penurunan tersebut terutama berasal dari berkurangnya lapangan kerja di sektor pendidikan pemerintah daerah.

Data ketenagakerjaan juga menunjukkan revisi turun terhadap angka payroll Mei dan Juni dengan total 103 ribu pekerjaan. Kondisi tersebut membuat arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) semakin sulit diprediksi.

Di satu sisi, pasar tenaga kerja AS masih dinilai cukup tangguh. Namun, tekanan inflasi berpotensi meningkat akibat gejolak harga minyak yang berkaitan dengan konflik Iran. Situasi tersebut membuat investor harus mencermati keseimbangan antara risiko inflasi dan pelemahan pasar tenaga kerja.

Pasar Kripto Menanti Data Inflasi AS

Perhatian investor kini beralih ke sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi menentukan arah kebijakan The Fed. Data Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) untuk Juli dijadwalkan terbit pada Rabu dan Kamis.

Selanjutnya, pasar akan mencermati data penjualan ritel AS pada Jumat. Serangkaian indikator tersebut diperkirakan menjadi bahan pertimbangan investor dalam memperkirakan arah suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya.

Ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter September sebelumnya mengalami perubahan setelah rilis data tenaga kerja. Namun, tingkat suku bunga yang tetap tinggi masih menjadi faktor yang dapat membatasi ruang penguatan aset spekulatif, termasuk kripto.

Strategy Ikut Membebani Harga Bitcoin

Tekanan terhadap Bitcoin semakin terasa setelah Strategy mengungkapkan penjualan 1.690 BTC sepanjang 3-9 Agustus. Berdasarkan dokumen yang disampaikan kepada Securities and Exchange Commission (SEC), aset tersebut dijual dengan harga rata-rata US$64.262 per Bitcoin dan bernilai sekitar US$108,6 juta.

Setelah transaksi tersebut, Strategy masih memegang 840.447 BTC dengan nilai sekitar US$54,7 miliar. Harga perolehan rata-rata kepemilikan perusahaan berada di US$75.385 per Bitcoin, dengan total basis biaya sekitar US$63,4 miliar termasuk biaya dan pengeluaran.

Sebelumnya, perusahaan juga menjual 6,58 juta saham MSTR senilai US$653,1 juta. Sebagian dana digunakan untuk membeli kembali saham preferen STRC, sementara sekitar US$650 juta dialokasikan untuk menambah cadangan kas.

Per 9 Agustus, cadangan kas Strategy mencapai US$4,65 miliar. Kombinasi tekanan makroekonomi dan aksi korporasi tersebut membuat Bitcoin Kembali Tertekan, sementara investor masih menunggu sinyal baru dari data ekonomi AS dan kebijakan The Fed.

Exit mobile version