Tensi Geopolitik Global Jadi Tantangan, Indonesia Targetkan Pertumbuhan 5,4 Persen pada 2026

0
77
Tensi Geopolitik Global Jadi Tantangan, Indonesia Targetkan Pertumbuhan 5,4 Persen pada 2026
Tensi Geopolitik Global Jadi Tantangan, Indonesia Targetkan Pertumbuhan 5,4 Persen pada 2026 (Dok Foto: Ekon)
Pojok Bisnis

Pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal yang semakin kompleks. Sepanjang awal 2026, berbagai tantangan yang dipicu perlambatan ekonomi global dan meningkatnya Tensi Geopolitik Global mendorong pemerintah mengambil langkah kebijakan yang lebih strategis dan berjangka panjang agar daya tahan ekonomi tetap terjaga.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan optimisme tersebut dalam forum IBC Business Outlook 2026 yang digelar Indonesian Business Council. Ia menegaskan bahwa meskipun ketidakpastian global meningkat, terutama akibat memanasnya hubungan antarnegara besar, Indonesia masih menunjukkan resiliensi. Berdasarkan data Bloomberg, risiko resesi Indonesia tercatat lebih rendah dibanding Amerika Serikat, China, dan Jepang.

Airlangga menjelaskan, selama tujuh tahun terakhir, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh stabil di kisaran lima persen. Kinerja tersebut jika dikalkulasikan secara kumulatif menghasilkan pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 35 persen. Indikator fundamental juga menunjukkan kondisi yang solid, mulai dari inflasi Desember 2025 yang berada di level 2,92 persen hingga pasar keuangan yang terus mencetak kinerja positif. Indeks saham mencatat rekor baru, sementara nilai tukar rupiah bergerak stabil.

Penguatan APBN dan Target Pertumbuhan 2026

Dalam paparannya, Airlangga menyoroti kesesuaian arah kebijakan fiskal dan moneter yang semakin diperkuat untuk menghadapi tekanan eksternal, termasuk dampak Tensi Geopolitik Global yang berpotensi mengganggu arus investasi dan perdagangan internasional. Pemerintah menjaga defisit APBN 2025 tetap di bawah tiga persen, dengan rasio utang pada batas aman. Sepanjang 2025, pemerintah juga menyiapkan stimulus ekonomi sebesar Rp110,7 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat.

PT Mitra Mortar indonesia

Sementara itu, sektor pembiayaan dan investasi menunjukkan tren positif. Pertumbuhan kredit perbankan mendekati delapan persen, sedangkan realisasi penanaman modal asing terus meningkat, mencerminkan kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi nasional. Airlangga menyebut momentum ini menjadi penopang penting dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan di tengah tekanan ekonomi internasional yang dipengaruhi Tensi Geopolitik Global.

Memasuki 2026, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sekitar 5,4 persen. Target tersebut akan ditopang penguatan sektor riil, implementasi delapan program prioritas nasional, serta strategi peningkatan ketahanan pangan dan energi. Pemerintah juga memperluas pemberdayaan UMKM agar mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan produktivitas di berbagai sektor.

Selain itu, agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia terus menjadi prioritas. Pemerintah memperkuat program pendidikan dan perlindungan sosial, serta menyediakan sejumlah pelatihan dan program magang untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja. Fasilitasi penempatan tenaga kerja ke sektor-sektor strategis juga diperluas.

Dalam konteks transformasi digital, Indonesia mendorong pengembangan ekonomi digital kawasan melalui ASEAN Digital Economy Framework Agreement. Perluasan implementasi QRIS lintas negara menjadi salah satu langkah konkret untuk meningkatkan inklusi keuangan dan memperkuat konektivitas ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan