Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Bisnis Insiden Penembakan Trump, Bagaimana Pengaruhnya pada Ekonomi Global?

Insiden Penembakan Trump, Bagaimana Pengaruhnya pada Ekonomi Global?

0
Insiden Penembakan Trump, Bagaimana Pengaruhnya pada Ekonomi Global?

Penembakan terhadap calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terjadi di Pennsylvania pada Sabtu (13/07) waktu setempat. Insiden penembakan ini diperkirakan akan mempengaruhi pasar keuangan global dan berpotensi mengubah dinamika persaingan dalam pemilihan presiden (pilpres) AS yang akan berlangsung pada November mendatang.

Peristiwa tersebut bermula ketika Trump sedang menyampaikan pidato di depan para pendukungnya di Pennsylvania. Mengenakan kemeja putih, blazer biru, dan topi “Make America Great Again” (MAGA) berwarna cerah, Trump berbicara tentang isu imigrasi ilegal di hadapan pemilih Partai Republik.

Namun, sekitar pukul 18:08 waktu setempat (06:08 Minggu waktu Indonesia), terdengar suara tembakan yang menginterupsi pidato Trump. Suara tembakan terdengar empat kali berturut-turut, membuat suasana menjadi kacau.

Dampak Ekonomi Indonesia Pasca Penembakan Trump

Ekonom dari INDEF, Tauhid Ahmad, menyatakan bahwa penembakan ini bisa memberikan keuntungan politik bagi Trump dan meningkatkan peluang kemenangannya ke depan. Analis di Signum Global Advisors, Rob Casey, juga berpendapat bahwa percobaan pembunuhan ini telah menguatkan semangat dan loyalitas para pendukung Trump, menjadikannya sebagai martir politik setelah menghadapi berbagai tuntutan pidana selama dua tahun terakhir.

“Peristiwa ini berpotensi meningkatkan dukungan untuk Trump dengan menyoroti semangatnya, memotivasi para pendukung, dan membangkitkan simpati,” ujar Casey dalam wawancara dengan Financial Times pada Senin (15/7/2024).

Setelah insiden ini, beberapa tokoh penting menyatakan dukungan mereka untuk Trump, termasuk CEO Tesla Elon Musk dan manajer hedge fund Bill Ackman. Berdasarkan jajak pendapat dari NBC News, CBS News, dan Fox News, Trump masih unggul dibandingkan lawannya.

Dalam survei NBC News, Trump memimpin atas Biden dengan 45% berbanding 43%, dan dalam survei terakhir NBC pada bulan April, Trump juga unggul 2 poin.

Tauhid Ahmad menekankan bahwa dalam kebijakan ekonomi, Trump akan berfokus pada penekanan inflasi, yang berarti suku bunga kemungkinan akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, ia memprediksi bahwa nilai tukar rupiah akan tetap sulit stabil dan mungkin bergerak di bawah Rp16.000/US$ dalam beberapa bulan ke depan.

Sejalan dengan pendapat Tauhid, ekonom senior dari Samuel Sekuritas Indonesia, Fithra Faisal, menyampaikan bahwa kemenangan Trump dapat membuat The Fed ragu untuk menurunkan suku bunga, mengingat kebijakan Trump yang sering kali memicu inflasi. The Fed kemungkinan akan menunggu hingga akhir tahun untuk menurunkan suku bunga, bahkan mungkin menundanya hingga tahun depan.

Sedangkan untuk rupiah, situasi ini bisa membawa nilai tukar ke keseimbangan baru di sekitar Rp16.000.

Implikasi bagi Pasar Keuangan

CIO Mandiri Manajemen Investasi, Ernawan R Salimsyah, mengatakan kepada CNBC Indonesia bahwa volatilitas di pasar akan terus berlanjut hingga November 2024. Saham-saham di sektor keuangan, layanan kesehatan, asuransi, dan minyak diperkirakan akan mendapatkan perhatian lebih dibandingkan sektor lainnya.

Lebih lanjut, Ernawan menegaskan bahwa dampak peristiwa ini terhadap pasar domestik cenderung negatif namun tidak struktural, sehingga koreksi yang dalam bisa menjadi kesempatan baik bagi investor untuk melakukan pembelian.

Sementara itu, Chief Economist BSI, Banjaran Surya Indarastomo, mengungkapkan bahwa dengan semakin besarnya peluang Trump untuk menang dalam pemilihan tahun ini, hal ini akan menjadi angin segar bagi pasar keuangan Indonesia.

“Trump memiliki gaya kebijakan ‘America First’, sehingga ekspor akan menjadi lebih kompetitif dan kurs akan melemah,” ujar Banjaran.

Jika The Fed menurunkan suku bunga, likuiditas yang masuk ke negara berkembang diperkirakan akan lebih tinggi, memberikan dorongan bagi pasar keuangan Indonesia.

Exit mobile version