Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Bisnis Donald Trump dan Keluarga Hadapi Tuduhan Penipuan dalam Bisnis Properti

Donald Trump dan Keluarga Hadapi Tuduhan Penipuan dalam Bisnis Properti

0
Donald Trump dan Keluarha Hadapi Tuduhan Penipuan dalam Bisnis Properti

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dikenal sebagai seorang pengusaha dunia yang memiliki bisnis yang tersebar di berbagai negara dan beroperasi dalam berbagai bidang seperti sektor properti.

Saat ini, Donald Trump menjadi perbincangan hangat di tingkat internasional karena menghadapi serangkaian dakwaan, mulai dari jaksa di New York hingga Florida, yang mencakup tuduhan penipuan keuangan dan pernyataan palsu terkait pemilu.

Pada April lalu, Pengadilan Manhattan New York menghadapkan Trump dengan dakwaan terkait pembayaran sekitar US$ 260.000 (sekitar Rp 3,9 miliar) dalam kasus uang tutup mulut. Pembayaran ini ditujukan kepada Stormy Daniels, seorang bintang film dewasa, Karen McDougal, model Playboy, serta mantan penjaga pintu di Trump Tower, yang mengklaim memiliki informasi mengenai anak di luar nikah Trump.

Kekayaan dan Bisnis Properti Donald Trump

Donald Trump dikenal memiliki kekayaan sekitar US$ 3,5 miliar pada tahun 2019, menurut Investopedia. Awal bisnis utama Trump Organization adalah membangun berbagai lapangan golf dan properti mewah di seluruh dunia. Bisnisnya tersebar di kota-kota besar di Amerika Serikat, seperti New Jersey, New York, Florida, Virginia, North Carolina, dan California.

Di industri real estate, Trump Organization terkenal karena menjual beberapa properti termahal di Amerika Serikat. Portofolio real estate ini mencakup properti di berbagai negara bagian, seperti Virginia, Illinois, Florida, New Jersey, Nevada, California, New York, dan Hawaii.

Contohnya, di New York City, perusahaan Trump memiliki properti ikonik seperti Trump Palace di 69th Street, Trump Plaza di 61st Street, dan Trump Park di Central Park South, semuanya berlokasi di Manhattan. Namun, properti Trump yang paling terkenal di Manhattan adalah Trump Tower, sebuah gedung pencakar langit di Fifth Avenue yang juga berfungsi sebagai kantor pusat bisnis Trump dan tempat tinggal utamanya hingga masa kepemimpinannya.

Selain itu, properti milik keluarga Trump juga dapat ditemukan di berbagai negara, termasuk Kanada, Turki, Panama, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan India. Perusahaan ini juga terlibat dalam bisnis kasino yang diintegrasikan dengan hotel.

Trump Organization juga memiliki banyak bisnis lain yang tidak begitu terkenal. Kabarnya, keluarga Trump memiliki sekitar 500 perusahaan hanya di Amerika Serikat. Mereka juga terlibat dalam bisnis pemodelan dan produksi acara televisi.

Dakwaan Dari Hakim

Hakim di New York, Amerika Serikat (AS) telah menyimpulkan bahwa mantan Presiden Donald Trump dan perusahaan keluarganya terlibat dalam tindakan penipuan dengan meningkatkan nilai properti dan aset mereka.

Keputusan ini merupakan pukulan berat bagi Trump dan bisa menghambat kemampuannya untuk berbisnis di negara bagian tersebut.

Keputusan tegas ini diambil oleh Hakim Arthur Engoron dari pengadilan negara bagian New York di Manhattan, dan hal ini akan mempermudah Jaksa Agung negara bagian Letitia James dalam menetapkan ganti rugi dalam persidangan yang akan berlangsung pada 2 Oktober.

Engoron juga memerintahkan pencabutan sertifikat yang mengizinkan beberapa bisnis milik Trump, termasuk Trump Organization, untuk beroperasi di New York.

Exit mobile version