Premium Batal Naik, Bagaimana Kondisi Keuangan Pertamina?

0
260
Ilustrasi PT Pertamina. (arah.com)

Berempat.com – Setelah memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dan Dexlite demi menyesuaikan kenaikan harga minyak dunia, pemerintah sempat mengumumkan rencana untuk menaikkan BBM jenis Premium. Namun, di menit-menit akhir sebelum kenaikan Premium benar-benar terjadi, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengonfirmasi pembatalan rencana tersebut.

Lalu, bagaimana sebenarnya kondisi keuangan Pertamina dengan keputusan pemerintah yang membatalkan kenaikan harga Premium? Mengutip dari Detikfinance, Kamis (11/10) pengamat energi Komaidi Notonegoro menyebut bahwa pemerintah sudah seharusnya menaikkan harga premium sejak lama. Pasalnya, Pertamina dinilai sudah menanggung beban cukup besar karena masih menjual Premium.

Namun, pernyataan berbeda disampaikan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara. Suahasil justru menyatakan bahwa kondisi keuangan Pertamina masih baik.

“Bukannya tidak perlu menaikkan, aman Pertamina, karena kalau kita lihat posturnya dia masih bisa menanggung (penugasan),” ujar Suahasil di Hotel Nusa Dua Beach, Bali, Kamis (11/10).

Menurut penjelasan Suahasil, pemerintah memilih tidak menaikkan Premium karena BBM menjadi pendorong inflasi. Sebab itu, bila Premium naik maka inflasi ikut terdongkrak. Bila inflasi naik maka akan berpengaruh kepada menurunnya daya beli masyarakat.

“Karena untuk PDB (pendapatan domestik bruto) Indonesia itu 56% berasal dari konsumsi, makanya kita jaga. Kita berharap konsumsi itu bisa tumbuh terus,” terangnya.

Suahasil pun menjelaskan, meski tak menaikkan Premium namun Pertamina sudah menaikan Pertamax Cs sehingga kebijakan tersebut dinilai sudah cukup membantu kondisi Pertamina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.