BPS: Biaya Pendidikan hingga Rekreasi Sumbang Inflasi Terbesar

0
268

Berempat.com – Pada September 2018 ini Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan telah terjadi deflasi sebesar 0,18%. Rinciannya, deflasi terjadi di 66 kota, sedangkan inflasi hanya terjadi di 16 kota.

Menurut Kepala BPS Suharyanto, turunnya harga pangan hingga transportasi menjadi penyumbang tertinggi deflasi bulan lalu. Sementara itu penyumbang besar inflasi datang dari biaya pendidikan, olahraga, hingga rekreasi dengan andil 0,54%.

“Kenaikan uang kuliah akademi dan perguruan tinggi berandil tertinggi,” terang Suharyanto di kantor BPS, Jakarta, Senin (1/10).

Kemudian, penyumbang inflasi terbesar kedua berasal dari sektor kesehatan dan sandang yang masing-masing sebesar 0,27%. “Komoditas yang sumbang inflasi adalah kenaikkan harga emas dan perhiasan,” imbuh Suharyanto.

Selain itu, dengan terjadinya deflasi 0,18% pada September membuat inflasi pada periode Januari-September 2018 sebesar 1,94% dan year on year (yoy) atau periode September 2017-September 2018 sebesar 2,88%.

“Inflasi tertinggi di Bengkulu 0,59%, terendah di Bungo 0,01%,” ujar Suharyanto.

Sementara untuk deflasi tertinggi terjadi di pare-pare sebesar -1,59%, dan deflasi terendah terjadi di Tegal, Singkawang, Aamarinda, dan Ternate sebesar -0,01%.

Dengan deflasi yang terjadi pada September 2018 ini, Suharyanto menyebut bahwa inflasi masih dapat dikendalikan. Sebab itu, ia yakin target inflasi sebesar 3,5% pada tahun ini bisa tercapai. Namun, dengan syarat harga makanan di saat Natal dan tahun baru dapat terkendali juga.

“Biasa, permintaan bahan makanan (selalu) alami kenaikan karena natal, tahun baru dan liburan,” ujar Suharyanto.

“Jadi sekali lagi, dengan deflasi 0,18%, yoy 2,88% kita harapkan 3 bulan ke depan tetap terkendali,” harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.