Meski Rupiah Terus Tertekan, Ekonomi Indonesia Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

0
1143

Berempat.com – Di tengah isu hangat terus tertekannya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara memastikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia baik-baik saja.

“Perekonomian Indonesia masih jauh lebih baik dibandingkan negara lain” jelas Suahasil pada Diskusi Panel Investor Gathering di Jakarta, Jumat (7/9).

Lebih lanjut Suahasil memaparkan, kondisi ekonomi Indonesia bisa demikian lantaran adanya pertumbuhan ekonomi yang sehat, laju inflasi yang masih terkendali, serta memadainya cadangan devisa dan suku bunga, ditambah masih terjaganya kepercayaan konsumen terhadap iklim ekonomi di Indonesia.

Selain itu, pemerintah saat ini tengah berupaya menjalankan berbagai strategi guna menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya dalam hal penggunaan B20 sebagai strategi perbaikan kebijakan fiskal dalam pengendalian impor. Selain itu, pemerintah juga mengenakan kenaikan tarif impor barang konsumsi dan mendorong ekspor dan investasi dalam rangka mengatasi gejolak ekonomi global.

Suahaisil pun menyebutkan apa saja tantangan ekonomi ke depan akibat dari dinamika perekonomian global yang harus dihadapi Indonesia. Berbagai tantangan tersebut meliputi tekanan pasar keuangan akibat normalisasi moneter AS, moderasi ekonomi Tiongkok, proteksionisme, perang dagang AS dan Tiongkok, ketegangan geopolitik, dan perubahan iklim atau cuaca ekstrem.

Selain beberapa hal yang sudah disebutkan oleh Suahaisil, Indonesia juga diprediksi akan mengalami terjadinya perlambatan ekonomi. Hal tersebut seiring dengan melambatnya laju pertumbuhan ekonomi global seiring berakhirnya kebijakan relaksasi moneter dari berbagai bank sentral dunia.

“Isu perang dagang AS dan Tiongkok juga masih menjadi tema utama dalam pengambilan keputusan investasi tingkat global,” tutur Global Chief Economist Standard Chartered Bank Indonesia Aldian Taloputra pada kesempatan yang sama.

Standard Chartered, sambung Aldian, bahkan sudah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di tahun 2018 dan 2019 akan berada di antara 5,1% dan 5,2%. Sementara untuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan berada di kisaran Rp 14.200 hingga Rp 14.600.

Aldian pun mengungkapkan, pihaknya berpendapat bahwa pemerintah perlu menerapkan beberapa kebijakan agar dapat menjaga kondisi perekonomian Indonesia saat ini, seperti menunda proyek infrastruktur yang bukan prioritas, implementasi B20, kebijakan pajak impor, dan gencar mendorong industri pariwisata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.