Strategi OJK Menjaga Stabilitas Investasi di Tengah Tertekannya Rupiah

0
623
Ilustrasi melemahnya rupiah terhadap dolar AS. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Berempat.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tak menampik bahwa gejolak ekonomi global yang meliputi perang dagang Tiongkok-Amerika, krisis di bebeberapa negara, dan melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini cukup memengaruhi stabilitas keuangan di Indonesia.

Kendati demikian, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Hoesen menegaskan bahwa kinerja pasar modal Indonesia masih sangat baik. Menurutnya, hal itu bisa dibuktikan dari masih maraknya aktivitas perusahaan yang mengumpulkan dana melalui pasar modal.

“OJK juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah dan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas di sektor jasa keuangan,” ujar Hoesen dalam Diskusi Panel Investor Gathering, Jumat (7/9).

Adapun berbagai upaya yang dilakukan OJK ialah dengan menerapkan berbagai kebijakan, mulai dari sisi demand, supply, dan infrastruktur. Berikut adalah berbagai strategi yang diusung OJK berdasarkan tiga sisi tersebut.

Demand:

  • Pengaturan Perusahaan Efek Daerah dan Perantara Pedagang Efek Efek Bersifat Utang dan Sukuk
  • Pengembangan Transaksi Online Pemasaran Reksa Dana
  • Simplifikasi Pembukaan Rekening
  • Mendorong Pendirian Perusahaan Efek Daerah

Supply:

  • Mendorong Penerbitan Produk Mikro (Reksa Dana)
  • Pengembangan Obligasi dan Sukuk Daerah
  • Dana Tapera
  • Rencana Variasi Produk Reksa Dana Syariah
  • Pengembangan Produk Derivatif
  • Percepatan Proses Penawaran Umum

Infrastruktur:

  • Lembaga Pendanaan Efek
  • Penyelesaian T+3 menjadi T+2
  • Implementasi e-Registration
  • Implementasi Electronic Trading Platform Tahap 2
  • Implementasi e-Bookbuilding

Selain itu, di kesempatan yang sama Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Republik Indonesia Suahasil Nazara menyebut bahwa perekonomian Indonesia masih jauh lebih baik dibandingkan negara lain.

Pasalnya, pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih tergolong sehat dan lonjakan inflasi masih dapat terkendali. Selain itu, memadainya cadangan devisa hingga suku bunga turut menjadi faktor masih terjaganya kondisi ekonomi di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.