Pertimbangan Jokowi yang Tak Ingin Membuat APBN Perubahan 2018

0
295

Berempat.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan tidak membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2018. Hal tersebut diutarakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani pada konferensi pers sesuai rapat terbatas di Istana Bogor, Senin (9/7).

Yani mengungkapkan, ada beberapa pertimbangan yang membuat Jokowi mengambil keputusan tersebut. Pertimbangan pertama ialah terjaganya postur APBN. Pada 2018, Yani mengungkapkan, defisit anggaran terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) semula diperkirakan 2,19% atau sebesar Rp 325 triliun. Namun, pemerintah memperkirakan defisit anggaran terhadap PDB turun menjadi 2,12% atau sebesar Rp 314 triliun.

“Karena postur APBN kita cukup baik dan tidak mengalami deviasi yang besar dari sisi jumlah penerimaan negara dan jumlah belanja negara, dan defisit lebih kecil daripada yang direncanakan,” ungkap Yani.

Sampai akhir 2018, lanjut Yani, pemerintah memperkirakan penerimaan mencapai Rp 1.903 triliun atau lebih tinggi dibandingkan perkiraan semula sebesar Rp 1.894 triliun. Dengan demikian, pemerintah memperkirakan pendapatan negara lebih besar Rp 8,3 triliun dari perkiraan awal.

Dengan demikian, Yani memperkirakan sampai akhir tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 5,2%. Sementara itu, sampai semester I-2018, Yani memperkirakan pertumbuhan ekonomi Idonesia berada di level 5,1%.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.